Anda di halaman 1dari 7

Pemanfaatan Limbah Plastik Menjadi Batu Bata dengan Metode Mix Design untuk Menanggulangi Pencemaran Lingkungan Karena Limbah Plastik

Pada hari ini limbah plastik sudah menjadi masalah yang serius di Indonesia. Berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), setiap harinya penduduk Indonesia mampu menghasilkan 0,8 kg sampah per orang atau secara total sebanyak 189 ribu ton sampah/hari. Dari jumlah tersebut diketahui bahwa 15% berupa sampah plastik atau sejumlah 28,4 ribu ton sampah plastik/hari.

Sedang Berdasarkan data (Jambeck, 2015), Indonesia berada di peringkat kedua dunia penghasil sampah plastik ke laut yang mencapai sebesar 187,2 juta ton setelah Cina yang mencapai 262,9 juta ton, hal ini dikarenakan pengolahan limbah plastik yang kurang tepat di Indonesia sehingga plastik yang sulit terurai lolos begitu saja kelautan Indonesia.

Pengolahan limbah plastik memang tidak bisa dilakukan sembarangan, setidaknya pengolahan sampah plastik harus mengandung aspek manajemen limbah, dari pengumpulan, pengangkutan, pembuangan dan perlakuan dengan segala pemantauan dan pengaturan (Shrimali, 2014). Penerapan pengolahan plastik di Indonesia sendiri bisa dikatakan jauh dari kata efektif, salah satu alasanya karena kurangnya kesadaran masyarakatnya untuk cerdas dalam memanajemen sampah.

Perlakuan daur ulang dengan membakar plastik secara sembarangan tidak bisa menjadi solusi, karena efeknya juga yang bisa menimbulkan zat karsiogenik atau pemicu kanker (Hiremath et al, 2014). Selama ini daur ulang sampah di Indonesia hanya dilakukan pengolahan kerajinan ataupun sebagai daur ulang skala kecil. Sehingga belum bisa mengatasi buangan limbah plastik dalam skala besar.

Disisi lain penggunaan batu bata dalam konstruksi di Indonesia belum tergantikan. Penggunaan batu bata yang populer di masyarakat ini, ternyata juga menyumbang masalah lingkungan berupa polusi udara dan efek pemanasan global (global warming) karena limbah asap CO 2 dari proses pembakaran bersuhu tinggi serta pembakaran yang tidak sempurna dari pembuatan bata (Sudarsana et al, 2011).

Limbah plastik yang umum di Indonesia adalah golongan botol minuman dan pembungkus makanan, yang mana limbah plastik jenis ini sangat melimpah di

Indonesia. Oleh karena itu, plastik jenis ini memiliki potensi bisa dijadikan bahan pembuatan bata yang akan menjadi solusi yang cukup efektif untuk mengatasi limbah plastik.

Pembuatan limbah plastik menjadi batu bata ini mengambil metode mix design atau desain campuran. Dimana merupakan suatu proses yang berkaitan dengan pemilihan terhadap bahan-bahan yang sesuai untuk pembuatan material dan penentuan jumlah relatif dari bahan-bahan campuran untuk menghasilkan bata yang paling ekonomis, namun memiliki workability, kekuatan tinggi dan keawetan yang tinggi atau tahan lama (Subakti, 1991).

Komposisi dari bata alternatif ini bersumber dari limbah plastik, semen, dan pasir dengan dijadikan tiga buah variasi massa dengan perbandingan seperti pada tabel 1.

Tabel 1. Variasi dari komponen pembuatan bata plastik

Variasi

Plastik

Semen

Pasir

A

75

25

0

B

69

23

8

C

66

22

12

Metode pembuatan dari bata plastik menggunakan metode mix design yang secara sederhana digambarkan pada diagram 1.

mempersiapan membersihan memotong botol plastik, (washing) plastik (cutting) botol semen dan pasir dari pengotor
mempersiapan
membersihan
memotong
botol plastik,
(washing) plastik
(cutting) botol
semen dan pasir
dari pengotor
plastik
melelehkan
mencampurkan
mencetak
(melting) plastik
(mixing) dengan
semen dan pasir
(molding) bata
dengan panas
plastik

Gambar 1. Diagram alur pembuatan bata

Untuk menguji kelayakan hasil dari pembuatan bata plastik. Bata harus diuji

sesuai standar SNI yang ada, beberapa parameter yang digunakan untuk menguji

kelayakan suatu produk batu bata yaitu nilai serap air, nilai kuat tekan, dan

karakterisasi. Parameter tersebut adalah parameter umum yang biasa dipakai untuk

menguji kualitas batu bata.

Dalam pembuatan bata sifat alami plastik pembungkus yang merupakan

thermoplast (fleksibel terhadap pemanasan) dimanfaatkan untuk dibentuk ulang

menjadi bentuk padatan yang lebih keras namun masih memiliki kemampuan

untuk bersifat isolatif terhadap lingkungan sehingga tahan terhadap kondisi iklim

yang berubah-ubah, tidak menjadi tempat persemaian bakteri, lumut atau jasad

renik.

Sifat lain dari bata plastik yang menjadi sifat dasar bata plastik ini adalah

kemampuan untuk tidak menyerap air karena plastik didesain untuk tidak

memiliki pori yang bisa ditembus air atau larutan lain. Sehingga bata plastik akan

memiliki kemampuan untuk tahan terhadap perembesan air dan mampu menjaga

suhu ruangan dalam apabila diterapkan sebagai dinding.

Berdasarkan uji SNI terhadap karakteristik fisik, daya serap air dan kuat

Tabel 2. Hasil uji SNI pada bata plastik

No.

Variasi Bata

Sudut bata

Kuat tekan (kgf/cm 2 )

Nilai serap air (%)

1 A

membentuk

26

0,008

sudut siku

2 B

membentuk

54

0,006

sudut siku

3 C

membentuk

75

0,003

sudut siku

Berdasarkan standar SNI dari serap air bata dengan dasar digunakan standar SNI-10-78 bata harus memiliki daya serap di bawah 20%. Sementara karakteristik sudut bata ditentukan dengan dasar SNI-10-1978 harus memiliki sudut siku. Untuk standar kuat tekan digunakan aturan SNI 15-2094-1991, dengan rician kualitas kuat tekan bata dibagi menjadi tiga kelas sesuai tabel 3.

Tabel 3. Standar kuat tekan bata (SNI 15-2094-1991)

Mutu bata

Kuat tekan (kgf/cm 2 )

Tingkat I

>100

Tingkat II

100-80

Tingkat III

80-60

Hasil percobaan dan pengamatan menunjukan komposisi ideal dari bata plastik alternatif yaitu pada variasi C, dimana bisa dikatakan bahwa variasi C lulus uji SNI batu bata. Hal ini dikarenakan adanya penambahan pasir pada komposisi secara seimbang akan menjadikan kekuatan dari bata plastik bertambah. Sementara jika terlalu banyak semen akan terjadi penggumpalan adonan sehingga tidak bisa dicetak.

Pada uji SEM bata plastik variasi C digunakan untuk melihat tampilan mikroskopis pada butiran bata plastik. Pada perbesaran 1000 kali dan 2000 kali seperti pada gambar 2. Berdasarkan pengamatan mineral-mineral pada pasir dan

semen akan terjebak pada lelehan pasta dari plastik PET, sementara saat lelehan plastik menjebak butiran pasir dan semen, makan akan terjadi pemadatan pada adonan keseluruhan dan meningkatkan kekerasan dan kuat tekan dari pada adonan plastik. Hal inilah yang menjadikan bata plastik memiliki nilai serapan air yang rendah sehingga memiliki keuntungan dalam konstruksi yang tahan terhadap air.

keuntungan dalam konstruksi yang tahan terhadap air. Gambar 2. Hasil uji SEM pada bata plastik Dalam
keuntungan dalam konstruksi yang tahan terhadap air. Gambar 2. Hasil uji SEM pada bata plastik Dalam

Gambar 2. Hasil uji SEM pada bata plastik

Dalam pengujian EDX bata plastik variasi C diperoleh hasil presentasi kandungan unsur penyusun pada bata plastik dimana jika dibandingkan dengan semen murni, bata plastik memiliki kandungan karbon yang cukup tinggi (31,2%) Adanya kandungan karbon pada bata plastik ini disinyalir berasal dari Karbon pada plastik PET sehingga perbedaan yang mendasar dari adonan semen murni adalah lebih lunaknya bata plastik dari pada semen yang dicetak murni tanpa tambahan lelehan plastik PET.

dari pada semen yang dicetak murni tanpa tambahan lelehan plastik PET. Gambar 3. Hasil uji EDX
dari pada semen yang dicetak murni tanpa tambahan lelehan plastik PET. Gambar 3. Hasil uji EDX

Gambar 3. Hasil uji EDX pada bata plastik dan beton

Bata plastik variasi C yang lulus uji SNI berpotensi untuk diterapkan dalam berbagai konstruksi bangunan. Terutama bangunan yang memerlukan daya tahan tinggi terhadap serangan iklim secara langsung namun jauh dari sumber api. Penerapan dari bata ini bisa dilakukan untuk beberapa fasilitas umum berupa jalur air got, pembuatan gerbang desa/gapura, ataupun tembok bangunan yang dihuni oleh hewan ternak.

Dengan pemanfaatan bata plastik ini, tidak hanya nilai ekonomis yang diperoleh karena murahnya bahan baku limbah, akan tetapi juga akan turut serta menanggulangi masalah pencemaran lingkungan karena kesulitan mengolah limbah plastik yang sulit terurai. Adanya kemungkinan akan penambahan bahan baku lain juga berpotensi meningkatkan mutu bata plastik ini sehingga berpotensi untuk diterapkan pada hunian penduduk yang murah dan awet.

Dafatar Pustaka

Jambeck JR., J., Roland G., Chris W., Theodore R., S., Miriam P., Anthony A., Ramani N. and Kara L. 2015. Plastic Was Inputs From Land Into The Ocean. Journal. Science

Shrimali Shikhar. 2014. Bricks From Waste Plastic. International Journal of Advance Research(IJAR) 5(1) 2839-2845

Hiremath, Puttaraj Mallikarjun, Shanmukha shetty, Navaneeth Rai.P.G, Prathima.T.B.2014. Utilization Of Waste Plastic In Manufacturing OfPlastic-Soil Bricks. International Journal Of Technology Enhancements And Emerging Engineering Research, 2(4) 102-107

Sudarsana, I ketut. Ida Ayu Made Budiwati, dan Yohanes Angga Wijaya. 2011. Jurnal Ilmiah Teknik Sipil. Karakteristik Batu Bata Tanpa Pembakaran Terbuat DariAbu Sekam Padi Dan Serbuk Batu Tabas. Jurnal Ilmiah Jurnal Teknik Sipil, 15(1) 93-101

Subakti, Aman. 1991. Tekonologi beton dalam Praktek. Surabaya: jurusan Teknik Sipil FTSP-ITS

Dokumentasi Kegiatan

Dokumentasi Kegiatan .
Dokumentasi Kegiatan .
Dokumentasi Kegiatan .
Dokumentasi Kegiatan .

.

Dokumentasi Kegiatan .