Anda di halaman 1dari 13

EUBACTERIA

MAKALAH
Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Belajar dan Pembelajaran
yang dibina oleh Ibu Novida Pratiwi, S.Si, M.Sc.
dan Ibu Sitoresmi Prabaningtyas, S.Si, M. Si.
.

OLEH :
DILLA SISKA ANGGRAINI (170351616507)
SILVI NUR RAHAYU (170351616535)
ZAELA PURWITA C. (170351616595)
Kelompok 4/Offering C

UNIVERSITAS NEGERI MALANG


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
PRODI PENDIDIKAN IPA
SEPTEMBER 2018
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT karena atas rahmat-
Nya kami dapat menyelesaikan penulisan makalah ini yang berjudul “Eubacteria”
dengan baik meskipun banyak kekurangan di dalamnya dan juga kami berterima
kasih kepada Ibu Novida Pratiwi dan Ibu Sitoresmi Prabaningtyas selaku dosen
pengampu mata kuliah Keanekaragaman Makhluk Hidup di Universitas Negeri
Malang yang telah memberikan tugas ini kepada kami.

Kami menyadari penulisan makalah ini jauh dari kesempurnaan. Oleh karena
itu dengan segala kerendahan hati, kami membuka diri bila ada koreksi dan kritikan
konstruktif dari pembaca makalah ini. Semoga makalah sederhana ini dapat
dipahami bagi siapapun yang membacanya serta makalah dapat berguna bagi kami
sendiri maupun orang yang membacanya. Sebelumnya kami mohon maaf apabila
terdapat kesalahan kata-kata yang kurang berkenan dan kami memohon kritik dan
saran yang membangun demi perbaikan di masa depan.

Terakhir kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah terlibat
dalam penulisan makalah ini. Mudah-mudahan segala upaya yang telah dicurahkan
mendapat berkah dari Allah SWT. Aamiin.

Malang, 22 September 2018

Kelompok 4
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Dalam kemajuan iptek seperti yang ada pada saat ini, menuntut manusia
untuk bekerja lebih keras lagi. Didalam setiap pekerjaan sudah pasti terdapat
resiko dari pekerjaan tersebut sehingga dapat menimbulkan penyakit akibat
kerja. Penyakit akibat kerja ini di sebabkan oleh beberapa faktor diantaranya
adalah faktor biologi, fisik, kimia, fisiologi dan psykologi. Sebagai contoh
orang yang bekerja pada sektor peternakan atau pada sektor pekerjaan yang
berkontak langsung dengan lingkungan. Lingkungan dimana mereka bekerja
itu tidak selalu bersih dalam artian bebas dari sumber–sumber penyakit yang
berupa virus, bakteri, protozoa, jamur, cacing, kutu, bahkan hewan dan
tumbuhan besarpun dapat menjadi sumber penyakit. Akan tetapi virus dan
bakterilah yang menjadi penyebab utama penyakit dalam kerja, khususnya
pekerjaan yang berkontak langsung dengan lingkungan.
Untuk mencegah terjangkitnya penyakit yang diakibatkan oleh bakteri
tidak hanya membutuhkan tindakan pengobatan saja tetapi juga diperlukan
pengetahuan tentang itu bakteri bagaimana bakteri tersebut dapat masuk ke
dalam tubuh manusia.

1.2 Rumusan Masalah


a) Apa pengertian dari Eubakteria?
b) Apa saja karakteristik untuk menemukan klasifikasi Eubacteria
berdasarkan ciri-ciri, habitat, dan cara hidup?
c) Bagaimana perkembangan taksonomi Kingdom Eubacteria?
d) Apa saja peran Eubacteria?
e) Bagaimana upaya untuk melestarian Kingdom Eubacteria?
1.3 Tujuan
a) Untuk mengetahui pengertian dari Eubacteria.
b) Untuk mengetahui kerakteristik dalam menemukan klasifikasi Eubacteria
berdasarkan ciri-ciri, habitat, dan cara hidup.
c) Untuk mengetahui perkembangan taksonomi Kingdom Eubacteria.
d) Untuk mengetahui peran Eubacteria, baik ekologi maupun ekonomi.
e) Untuk mengetahui upaya melestarikan Kingdom Eubacteria.
BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Eubacteria

Eubacteria berasal dari kata eu yang berarti sejati dan bacteria yang berarti
bakteri. Jadi eubacteria disebut sebagai bakteri sejati yang sehari-hari kita kenal
sebagai bakteri. Ukuran tubuh bakteri berkisar 0,5-3 mikron dengan diameter 0,1-
0,2 mikron. Bakteri termasuk organisme prokairotik, yaitu tidak mempunyai
membran inti dan tubuhnya bersel satu. Sel tubuh bakteri dapat menyekresikan
lendir ke permukaan dinding sel.
Bakteri berasal dari kata bahasa latin yaitu bacterium. Bakteri memiliki
jumlah spesies mencapai ratusan ribu atau bahkan lebih. Mereka ada di mana-mana
mulai dari di tanah, di air, di organisme lain, dan lain-lain juga berada di lingkungan
yang ramah maupun yang ekstrim.
Dalam tumbuh kembang bakteri baik melalui peningkatan jumlah maupun
penambahan jumlah sel sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor, yakni seperti ph,
suhu temperatur, kandungan garam, sumber nutrisi, zat kimia dan zat sisa
metabolisme.

B. Karakteristik Eubacteria

 Ciri-ciri Bakteri
Bakteri memiliki ciri-ciri yang membedakannnya dengan mahluk hidup lain yaitu :
1. Organisme multiselluler
2. Prokariot (tidak memiliki membran inti sel )
3. Umumnya tidak memiliki klorofil
4. Memiliki ukuran tubuh yang bervariasi antara 0,12 s/d ratusan mikron
umumnya memiliki ukuran rata-rata 1 s/d 5 mikron.
5. Memiliki bentuk tubuh yang beraneka ragam
6. Hidup bebas atau parasite
7. Yang hidup di lingkungan ekstrim seperti pada mata air panas,kawah atau
gambut dinding selnya tidak mengandung peptidoglikan
8. Yang hidupnya kosmopolit diberbagai lingkungan dinding selnya
mengandung peptidoglikan.

 Struktur Bakteri
Struktur bakteri terbagi menjadi dua yaitu:
1. Struktur dasar (dimiliki oleh hampir semua jenis bakteri). Meliputi: dinding
sel, membran plasma, sitoplasma, ribosom, DNA, dan granula penyimpanan
2. Struktur tambahan (dimiliki oleh jenis bakteri tertentu). Meliputi kapsul,
flagelum, pilus, fimbria, klorosom, Vakuola gas dan Endospora.

 Struktur Dasar Bakteri


Struktur dasar bakteri :

1. Dinding sel tersusun dari peptidoglikan yaitu gabungan protein dan


polisakarida (ketebalan peptidoglikan membagi bakteri menjadi bakteri
gram positif bila peptidoglikannya tebal dan bakteri gram negatif bila
peptidoglikannya tipis).
2. Membran plasma adalah membran yang menyelubungi sitoplasma tersusun
atas lapisan fosfolipid dan protein.
3. Sitoplasma adalah cairan sel.
4. Ribosom adalah organel yang tersebar dalam sitoplasma, tersusun atas
protein dan RNA.
5. Granula penyimpanan, karena bakteri menyimpan cadangan makanan yang
dibutuhkan.

 Bentuk Bakteri
Bentuk dasar bakteri terdiri atas bentuk bulat (kokus), batang (basil),dan spiral
(spirilia) serta terdapat bentuk antara kokus dan basil yang disebut kokobasil.
Berbagai macam bentuk bakteri :
1. Bakteri Kokus :

a. Monokokus yaitu berupa sel bakteri kokus tunggal


b. Diplokokus yaitu dua sel bakteri kokus berdempetan
c. Tetrakokus yaitu empat sel bakteri kokus berdempetan berbentuk segi empat.
d. Sarkina yaitu delapan sel bakteri kokus berdempetan membentuk kubus
e. Streptokokus yaitu lebih dari empat sel bakteri kokus berdempetan membentuk
rantai.
f. Stapilokokus yaitu lebih dari empat sel bakteri kokus berdempetan seperti buah
anggur

2. Bakteri Basil :

a. Monobasil yaitu berupa sel bakteri basil tunggal


b. Diplobasil yaitu berupa dua sel bakteri basil berdempetan
c. Streptobasil yaitu beberapa sel bakteri basil berdempetan membentuk rantai

3. Bakteri Spirilia

a. Spiral yaitu bentuk sel bergelombang


b. Spiroseta yaitu bentuk sel seperti sekrup
c. Vibrio yaitu bentuk sel seperti tanda baca koma

 Habitat eubacteria

Bakteri ini dapat hidup pada berbagai habitat, misalnya di tanah, air, udara, sisa
makhluk hidup dan dalam tubuh orgaisme lain. Umumnya bakteri ini hidup pada
lingkungan yang lembab atau agak basah, dengan temperature 23 – 37 derajad
celcius yang mana lingkungan tersebut merupakan kondisi optimal untuk
perkembangan biakan bakteri dengan cepat.
 Reproduksi Eubacteria
 Aseksual
Pembelahan Biner, pada pembelahan ini, sifat sel anak yang dihasilkan
sama dengan sifat sel induknya. Pembelahan biner mirip mitosis pada sel eukariot.
Badanya, pembelahan biner pada sel bakteri tidak melibatkan serabut spindle dan
kromosom. Pembelahan Biner dapat dibagi atas tiga fase, yaitu sebagai berikut:
1. Fase pertama, sitoplasma terbelah oleh sekat yang tumbuh tegak lurus
2. Fase kedua, tumbuhnya sekat akan diikuti oleh dinding melintang.

3. Fase ketiga, terpisahnya kedua sel anak yang identik. Ada bakteri yang segera
berpisah dan terlepas sama sekali. Sebaliknya, ada pula bakteri yang tetap
bergandengan setelah pembelahan, bakteri demikian merupakan bentuk koloni.

Pada keadaan normal bakteri dapat mengadakan pembelahan setiap 20


menit sekali. Jika pembelahan berlangsung satu jam, maka akan dihasilkan
delapan anakan sel. Tetapi pembelahan bakteri mempunyai faktor pembatas
misalnya kekurangan makanan, suhu tidak sesuai, hasil eksresi yang meracuni
bakteri, dan adanya organisme pemangsa bakteri. Jika hal ini tidak terjadi,
maka bumi akan dipenuhi bakteri.

 Aseksual
 Transformasi adalah perpindahan materi genetik berupa DNA dari sel bakteri
yang satu ke sel bakteri yang lain. Pada proses transformasi tersebut ADN
bebas sel bakteri donor akan mengganti sebagian dari sel bakteri penerima,
tetapi tidak terjadi melalui kontak langsung. Cara transformasi ini hanya terjadi
pada beberapa spesies saja, . Contohnya : Streptococcus pnemoniaeu,
Haemophillus, Bacillus, Neisseria, dan Pseudomonas. Diguga transformasi ini
merupakan cara bakteri menularkan sifatnya ke bakteri lain. Misalnya pada
bakteri Pneumococci yang menyebabkan Pneumonia dan pada bakteri patogen
yang semula tidak kebal antibiotik dapat berubah menjadi kebal antibiotik
karena transformasi. Proses ini pertama kali ditemukan oleh Frederick Grifith
tahun 1982.
 Transduksi adalah pemindahan materi genetik bakteri ke bakteri lain dengan
perantaraan virus. Selama transduksi, kepingan ganda ADN dipisahkan dari sel
bakteri donor ke sel bakteri penerima oleh bakteriofage (virus bakteri). Bila
virus – virus baru sudah terbentuk dan akhirnya menyebabkan lisis pada
bakteri, bakteriofage yang nonvirulen (menimbulakan respon lisogen)
memindahkan ADN dan bersatu dengan ADN inangnya, Virus dapat
menyambungkan materi genetiknya ke DNA bakteri dan membentuk profag.
Ketika terbentuk virus baru, di dalam DNA virus sering terbawa sepenggal
DNA bakteri yang diinfeksinya. Virus yang terbentuk memiliki dua macam
DNA yang dikenal dengan partikel transduksi (transducing particle). Proses
inilah yang dinamakan Transduksi. Cara ini dikemukakan oleh Norton Zinder
dan Jashua Lederberg pada tahun 1952.
 Konjugasi adalah bergabungnya dua bakteri (+ dan –) dengan membentuk
jembatan untuk pemindahan materi genetik. Artinya, terjadi transfer ADN dari
sel bakteri donor ke sel bakteri penerima melalui ujung pilus. Ujung pilus akan
melekat pada sel peneima dan ADN dipindahkan melalui pilus tersebut.
Kemampuan sel donor memindahkan ADN dikontrol oleh faktor pemindahan
( transfer faktor = faktor F )

C. Perkembangan Taksnomi Eubacteria

 Berdasarkan karakteristik dinding sel


1. pewarnaan garam positif (clostridium tetani dan mycobacterium
tuberculosis.
2. pewarnaa garam negatif (treponema pallidum dan vibrio cholera)
 Berdasarkan jumlah dan letak flagel
1. atrik, tidak memiliki flagel
2. monotrik, memiliki 1 flagel pada salah satu ujung bakteri
3. lopotrik, banyak flagel yang terdapat pada salah satu ujung bakteri
4.amfritik, flagel melekat pada kedua ujung bakteri
5. peritrik, flagel tersebar keseluruh permukaan sel bakteri
 Berdasarkan kebutuhan oksigen
untuk memperoleh energi, bakteri melakukan respirasi untuk memecah zat
makanan.
1. Aerob atau obligat aerob
Perlu oksigen bebas untuk memecah zat dan memperoleh energy, senang
hidup pada lingkungan lembab dan cukup udara.
2. Anaerob atau obligat anaerob
Bakteri ini tidak memerlukan oksigen bebas untuk memecah zat, energy
dihasilkan dari fermentasi karena bakteri ini menghasilkan zat fermentasi.
3. Fakultatif aerob/ anaerob
Eubacteria dikelompokkan menjadi 5 filum, yaitu:
a. Proteobacteria
b. Cyanobacteria
c. Spirohetes
d. Chlamydias
e. Garam-positif
 Bardasarkan cara memperoleh makanan
1. Bakteri Heterotrof (tidak mampu menyusun makanan sendiri),
terdiri dari parasit dan saprofit.
2. Bakteri Autotrof (dapat menyusun makanan sendiri), terdiri dari
fotoautotrof dan kemoautotrof

D. Peran Eubacteria
Bakteri yang menguntungkan:
Bakteri menghasilkan antibiotik seperti tirotrisin, basitrasin, streptomisin,
teramisin, dan polimiksin yang berguna dalam pengobatan. Beberapa jenis
bakteri dimanfaatkan secara luas untuk membuat bahan organik dan makanan
seperti keju, asam asetat, dan berbagai asam amino.
Berikut ini adalah beberapa contoh bakteri yang menguntungkan.
1. Lactobacillus bulgaricus dan L. acidophilus untuk membuat yoghurt.
2. Lactobacillus casei digunakan dalam pembuatan keju.
3. Rizobium bersimbiosis dengan akar tanaman kacang-kacangan dapat
menambat nitrogen dari udara bebas sehingga dapat menyuburkan tanah.
4. Acetobacter xylinum digunakan dalam proses pembuatan nata de coco dari
air kelapa.
5. Escherichia coli yang hidup di dalam usus besar manusia membantu
membusukkan sisa-sisa makanan dan menghasilkan vitamin K.
6. Streptococcus griceus menghasilkan antibiotik streptomisin.
7. Pada pengolahan limbah, diperlukan bakteri aerob untuk mengoksidasi
limbah, sehingga daya racun limbah terhadap lingkungan berkurang.
8. Pada pembuatan biogas, bakteri mengubah sampah dan kotoran menjadi
biogas yang terutama terdiri atas gas metana. Gas metana dapat digunakan
sebagai bahan bakar dan penerangan.
9. Dalam rekayasa genetika, ADN bakteri dimodifikasi sehingga
menghasilkan protein tertentu yang dibutuhkan manusia. Dengan demikian
dapat diperoleh sejumlah besar protein/enzim dalam waktu relatif singkat.

Bakteri yang merugikan


Banyak bakteri yang bersifat merugikan karena menimbulkan
penyakit pada manusia, hewan, dan tumbuhan. Bakteri juga menyebabkan
banyak kerusakan pada makanan, bahan pangan, dan menghasilkan
toksin/racun.
Berikut ini contoh beberapa jenis bakteri yang merugikan.
1. Clostridium tetani menyebabkan penyakit tetanus.
2. Salmonella typhi menyebabkan penyakit tifus.
3. Diplococcus pneumonia menyebabkan penyakit pneumonia/ radang paru-paru.
4. Bacillus anthracis menyebabkan penyakit antraks pada sapi, kerbau, dan
domba.
5. Aspergillus flavus merusak biji kacang-kacangan yang disimpan dan
menghasilkan racun aflatoksin yang berbahaya.
6. Erwinia tracheiphila menyebabkan penyakit busuk daun pada tanaman labu.
E. Upaya Pelestarian Eubacteria
Eubacteria biasa hidup ditempat yang lembab atau agak basah dengan
suhu sekitar 25-37 derajat Celcius, maka dari itu uapaya pelesetarian yang
harus dilakukan yaitu dengan menjaga lingkungan agar tetap lembab baik itu
di darat maupun di air dan tidak mengubah ekosistem yang ada padanya.

BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Dari pembahasan diatas mengenai Eubacteria(Bakteri), dapat disimpulkan
bahwa Bakteri umumnya merupakan organisme uniseluler (bersel tunggal),
prokariota/ prokariot, tidak mengandung klorofil, serta berukuran mikroskopik
(sangat kecil).
Bakteri mengadakan pembiakan dengan dua cara, yaitu secara aseksual
dan paraseksual. Pembiakan secara aseksual dilakukan dengan pembelahan,
sedangkan pembiakan paraseksual dilakukan dengan cara transformasi, transduksi
dan konjugasi.
Berdasarkan bentuk bakteri terdiri atas bentuk bulat (kokus), batang
(basil),dan spiral (spirilia) serta terdapat bentuk antara kokus dan basil yang disebut
kokobasil.
Eubacteria sendiri memiliki peranan dalam kehidupan sehari-hari, baik
itu merugikan ata menguntungkan.

B. Saran
Mungkin akan lebih baik lagi jika adanya saran dan kritik yang sifatnya
membangun dari semua pihak demi penyempurnaan makalah ini, namun sebagai
manusia biasa penulis hanya bisa berharap semoga bisa bermanfaat dan mudah-
mudahan memenuhi fungsi sebagaimana mestinya.
Setelah membaca pembahasan diatas, diharapkan pembaca mendapat
pencerahan mengenai bakteri, bakteri mana yang menguntungkan dan bakteri mana
yang merugikan
DAFTAR PUSTAKA

Abdurahman, Deden. 2008. Biologi Kelompok Pertanian. Bandung: Grafindo


Media Prama.

Corwin, Elizabeth J. 2009. Buku Saku Patofisiologi. Jakarta: Buku Kedokteran


EGC.

Michael J. Pelczar, dan E.C.S. Chan. 2008. Dasar-dasar Mikrobiologi. Jakarta: Ui-
Press.

Pelczar, Michael dan Chan. 2010. Dasar-dasar Mikrobiologi. Jakarta: UI Press.

Priadi, Arif. 2009. Biology 1 For Senior High School Year X. Jakarta: Yudhistira.

Suharni, Tri Theresia, dkk. 2008. Mikrobiologi Umum. Yogyakarta: Universitas


Atma Jaya.

Syahrurachman, Agus. 1994. Mikrobiologi kedokteran ed.revisi. Jakarta: Bina


Rupa Aksara.

Waluyo, 2005. Mikrobiologi Umum. Malang: UMPress