Anda di halaman 1dari 11

BAB 1

PENGUJIAN KEDEWASAAN SERAT KAPAS TOGO DAN NEP

Maksud dan tujuan

1. Dapat memahami dan memiliki kemampuan menguji kedewasaan serat kapas


dengan menggunakan mikroskop
2. Dapat memahami dan memliki kemampuan menguji jumlah nep serta dapat
membedakan nep dan nap

Teori dasar

Kedewasaan serat adalah derajat pertumbuhan dinding serat. Serat dewasa adalah serat
yang jika diberi larutan NaOH menggelembung kehilangan puntiran, kelihatan seperti
batang, tebal dindingnya sama atau lebih besar dari setengah lebar lumennya. serat
setengah dewasa adalah serat yang jika diberi larutan NaOH menggelembung tetapi masih
berbentuk spiral, pipih berdinding tipis dan hampir tembus pandang transparan.

Alat dan bahan

1. Mikroskop
2. Sisir logam
3. Kaca objek 50mm x 75mm
4. Neraca
5. Larutan NaOH 8%
6. Kertas hisap
7. Pinset

Bahan

.1. kapas uji TOGO


Langkah kerja

1. Serat kapas di handstapling kemudian diletakkan diatas slide glass. Jangan sampai
serat bertumpukan
2. Tetesi dengan cairan NaOH, kemudian tutp dengan cover glass
3. Cairan NaOH yang berada di luar cover glass dibersihkan menggunakan kertas
hisap
4. Slide glass diamati di bawah mikroskop bercahaya
5. Pengujian diamati beberapa kali hingga terkumpul sempel kedewasaan serat lebih
dari 100 sempel

Data percobaan

1. Kedewasaan serat kapas TOGO


- Jumlah contoh uji = 108 serat
- Jumlah serat dewasa = 36
- Jumlah serat ½ dewasa = 41
- Jumlah serat muda = 31

1
∑ 𝑆𝑒𝑟𝑎𝑡 𝑑𝑒𝑤𝑎𝑠𝑎 + ∑ 𝑠𝑒𝑟𝑎𝑡 𝑑𝑒𝑤𝑎𝑠𝑎
𝐾𝑒𝑑𝑒𝑤𝑎𝑠𝑎𝑎𝑛 = 2 𝑥 100%
∑𝑠𝑒𝑟𝑎𝑡 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑑𝑖𝑢𝑗𝑖

36+41
= 𝑥 100% = 71 % (CUKUP)
108

2. Nep
Kapas ke- Berat (gram) Jumlah nep
1 0,1 5
2 0,1 6
3 0,1 4
4 0,1 5
5 0,1 3
∑= 23
̅ = 4,6
𝒙
𝑛𝑒𝑝 1.000.000
∑ ⁄𝑘𝑔 = 𝑥 𝑟𝑎𝑡𝑎 − 𝑟𝑎𝑡𝑎 𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑛𝑒𝑝/100𝑚𝑔
100

1.000.000
== 100
𝑥 4,6

𝑛𝑒𝑝
= 46.000 ⁄𝑘𝑔

Diskusi

Dalam pengujian kedewasaan serat kapas menggunakan alat mikroskop untuk melihat
penampang melintang serat kapas tersebut. Apakah sudah dewasa, setengah dewasa, atau
muda. Pengujian kedewasaan serat ini membutuhkan ketelitian yang sangat tinggi pada saat
menggunakan mikroskop dalam menentukan kedewasaan serat. Sebelum menggunakan
mikroskop serat harus di handstapling dan jangan sampai menumpuk pada saat ditaruh di
slide glass karena dapat mempersulit membaca kedewasaan serat dalam mikroskop.

Dalam pengujian ini Alhamdulillah tidak ada kendala yang berarti. alat dan bahan bekerja
sesuai prosedur dan hasil dari pengujian serat pun menghasilkan hasil yang cukup signifikan.

Kesimpulan

Dari hasil percobaan, didapatkan hasil kedewasaan serat kapas australia sebesar 71 %
yang termasuk ke dalam kategori “CUKUP”.

DAFTAR PUSTAKA

 Bahan Ajar Praktikum Evaluasi Tekstil 1 (SERAT)


 https://smk3ae.wordpress.com/2008/08/25/mengenal-serat-kapas-cotton-fibre/
 http://bahanbakutextile.blogspot.co.id/2015/03/serat-kapas-cotton.html
BAB 2

PENGUJIAN KEKUATAN SERAT KAPAS TOGO (PRESLEY)

Maksud dan tujuan

1. Menentukan kekuatan serat kapas perbundel dengan alat uji Pressely dan
stellometer
2. Menentukan dan menghitung mulur serat kapas
3. Melakukan kalibrasi alat uji Pressely dan Stellometer
4. Menghitung faktor koreksi, kekuatan tarik dan tenacity

Dasar teori

Kekuatan yang dimiliki setiap serat berbeda-beda. Kekuatan serat sendiri dapat dilihat dari
tenacity, mulur, dan keliatan. Tenacity adalah beban maksimum yang dapat ditahan serat
sebelum putus, Mulur adalah pertambahan panjang serat sebelum putus, dan Keliatan
adalah jumlah energi yang diperlukan untuk memutuskan serat.

Pengujian kekuatan serat sangat penting dilakukan terutama dalam industri pemintalan,
karena kekuatan serat mempengaruhi hasil produksi dari benang yang dihasilkan itu sendiri.
Semakin kuat suatu serat maka semakin kuat benang dan kain yang dihasilkan. Pengujian
kekuatan serat perbundel memerlukan contoh uji lebih sedikit dan memberikan kolerasi yang
baik dengan kekuatan benang yang dihasilkan, terutama untuk kekuatan perbundel dengan
jarak jepit 1/8 inci.

Cara pengujian serat secara garis besar dibagi menjadi dua, yaitu pengujian kekuatan serat
perhelai dan pengujian kekuatan tarik serat perbundel. Pengujian Kekuatan tarik serat kapas
perbundel sesuai dengan SNI ISO 5079 : 2016 “Tekstil – Serat – Cara Uji Kekuatan Tarik
dan Mulur saat putus serat perhelai (Ttextile Fibres – Determination of breaking force
and elongnation of break of individual fibres; ISO 5079 : 1995 IDT)”.

Alat dan Bahan

1. Stellometer :
- Jarak jepit 1/8 inch
- Clamp Vice
- Pengatur Jarak (spacer) tebal 0,125 ± 0,001 inch (3,2 ± 0,02) mm
- Kunci penguat jepitan (Clamp Wrench)
2. Penjepit Serat (Fibre Clamp)
3. Neraca (Microbalance) dengan ketelitian 0,01 mg
4. Sisir kasar dengan ± 8 buah gigi/inch (30 buah gigi/inch)
5. Sisir halus dengan ± 52 buah gigi/inch (20 buah giigi/inch)
6. Papan beludru hitam
7. Pisau pemotong
8. Kapas kalibrasi
Langkah kerja

1. Letakkan pasangan clamp yang telah diberi jarak jepit 0,125 inch pada vise
kemudian kuatkan, letakkan contoh uji yang sudah diklip pada clamp, jepit salah
satu ujung pada penjepit vise. Letak serat harus sejajar dan usahakan contoh uji
terletak ditengah dengan lebar ¼ inchi. Tutup bagian atas clamp, kencangkan
sekrup dengan kunci penguat jepitan. Lepaskan clamp dari vise, potong kedua
ujung serat diluar clamp dengan pisau sampai rata dengan permukaan clamp.
2. Pasang clamp yang telah diisi contoh uji pada alat uji, tekan alat penarik picu
sampai serat terputus. Baca beban putus pada skala gaya dalam kilopaskal (kPa)
dan mulur pada skala mulur dalam satuan persen (%)
3. Buka clamp, ambil serat dengan menggunakan pinset kemudian timbang
menggunakan microbalance
4. Percobaan diulangi apabila tidak semua serat putus, serat putus tetapi tidak rata,
kekuatan memutus ≤ 3 kPa dan ≥ 6,5 kPa serat mulur ≤ 5 % dan ≥ 12 %

Data percobaan

 Hasil Uji Kapas Standar


- Kapas standar : 9,06
- Skala terbaca : 11,8 lbs
- Berat : 2,0 mg
𝑠𝑘𝑎𝑙𝑎 𝑡𝑒𝑟𝑏𝑎𝑐𝑎
Presley Index (PI) = 𝐵𝑒𝑟𝑎𝑡 𝑘𝑎𝑝𝑎𝑠 (𝑚𝑔)
11,8
= = 5,9 g/tex
2,0

𝑘𝑎𝑝𝑎𝑠 𝑠𝑡𝑎𝑛𝑑𝑎𝑟 9,06


Faktor koreksi (fk) = 𝑝𝑒𝑛𝑔. = = 1,535 g/tex
𝑘𝑎𝑝𝑎𝑠 𝑠𝑡𝑎𝑛𝑑𝑎𝑟 5,09

 Serat 1

Skala terbaca : 13,5 lbs


Berat : 3,2 mg
𝑠𝑘𝑎𝑙𝑎 𝑡𝑒𝑟𝑏𝑎𝑐𝑎
Presley Index (PI) = 𝐵𝑒𝑟𝑎𝑡 𝑘𝑎𝑝𝑎𝑠 (𝑚𝑔)
13,5
= 3,2
= 4,218 g/tex

Tensile Strength = (𝑃𝐼 𝑥 𝐹𝐾)𝑥 10,81


= (4,218 𝑥 1,535)𝑥 10,81 = 69,99/1000 𝑝𝑠𝑖
Tenacity = (𝑃𝐼 𝑥 𝐹𝐾)𝑥 5,36
=( 4,218𝑥 1,535)𝑥 5,36 = 43,70 g/tex
Tenacity = (𝑃𝐼 𝑥 𝐹𝐾)𝑥 13,34
=( 4,218𝑥 1,535)𝑥 13,34 = 86,37 milinewton/tex

 Serat 2

Skala terbaca : 10,7 lbs


Berat : 5,23 mg
𝑠𝑘𝑎𝑙𝑎 𝑡𝑒𝑟𝑏𝑎𝑐𝑎
Presley Index (PI) = 𝐵𝑒𝑟𝑎𝑡 𝑘𝑎𝑝𝑎𝑠 (𝑚𝑔)
10,7
= 5,23 = 2,045 g/tex

Tensile Strength = (𝑃𝐼 𝑥 𝐹𝐾)𝑥 10,81


= (2,045 𝑥 1,535)𝑥 10,81 = 33,93/1000 𝑝𝑠𝑖
Tenacity = (𝑃𝐼 𝑥 𝐹𝐾)𝑥 5,36
=( 2,045𝑥 1,535)𝑥 5,36 = 16,82 g/tex
Tenacity = (𝑃𝐼 𝑥 𝐹𝐾)𝑥 13,34
=( 2,045𝑥 1,535)𝑥 13,34 = 41,87 milinewton/tex

 Serat 3

Skala terbaca : 14,7 lbs


Berat : 4,93 mg
𝑠𝑘𝑎𝑙𝑎 𝑡𝑒𝑟𝑏𝑎𝑐𝑎
Presley Index (PI) = 𝐵𝑒𝑟𝑎𝑡 𝑘𝑎𝑝𝑎𝑠 (𝑚𝑔)
14,7
= 4,93 = 2,981 g/tex

Tensile Strength = (𝑃𝐼 𝑥 𝐹𝐾)𝑥 10,81


= (2,981 𝑥 1,535)𝑥 10,81 = 49,46/1000 𝑝𝑠𝑖
Tenacity = (𝑃𝐼 𝑥 𝐹𝐾)𝑥 5,36
=( 2,981𝑥 1,535)𝑥 5,36 = 24,52 g/tex
Tenacity = (𝑃𝐼 𝑥 𝐹𝐾)𝑥 13,34
=( 2,981 𝑥 1,535)𝑥 13,34 = 61,04 milinewton/tex
Kekuatan Berat (mg) Tensile Tenacity Tenacity ̅)𝟐
(𝒙 − 𝒙
strength (g/tex) (milinewton/tex)
13,5 3,2 69,99 34,70 86,37 87,60
10,7 5,23 33,93 16,82 41,87 72,59
14,7 4,93 49,46 24,52 61,04 0,672
∑= 153,38 ∑= 76,04 ∑= 189,28 ∑= 160,86
̅ = 51,126
𝒙 ̅ = 25,346
𝒙 ̅ = 63,093
𝒙

∑(𝑥 − 𝑥̅ )2
𝑆𝐷 = √
𝑛−1

160,86
= √ = √80,43 = 8,9
2

𝑆𝐷
𝐶𝑉 = 𝑥 100%
𝑥̅

8,9
= 𝑥 100% = 35,35%
25,34

Diskusi

Dalam pengujian kekuatan tarik serat kapas perbundel menggunakan alat


stellometer. Sebelum menggunakan alat stellometer serat harus dibersihkan dari
kotoran dengan penyisiran lalu serat dihandstapling. Pada saat serat dihandstapling
kita harus dapat memperkirakan kirakira berapa banyak serat yang harus disimpan
pada clamp untuk diuji pada alat stellometer. Serat yang harus disimpan tidak boleh
terlalu banyak dan tidak boleh terlalu sedikit, serat harus menunjukan hasil kekuatan
: 3 – 6 kPa dan mulur 5 – 12%.

Kesimpulan
BAB 3

PENGUJIAN PANJANG SERAT KAPAS TOGO DENGAN FIBROGRAPH

Maksud dan Tujuan

1. Dapat memahami dan memiliki kemampuan menguj panjang serat dengan


menggunakan Fibrograph

Dasar teori

Panjang serat merupakan faktor yang sangat penting untuk menentukan dapat atau
tidaknya suatu serat dapat dipintal sampai nomor atau kehalusan benang dikehendaki.
Tentunya semakin panjang serat maka semakin halus benang yang akan dihasilkan.

Pengujian Serat Dilakukan dengan 2 cara, yaitu:

• Hand Stapling
Hasilnya berupa staple lenght, yaitu panjang serat yang diperoleh
dengan tangan melalu cara tertentu menggunakan perhitungan.
• Menggunakan Alat
a. Metoda Array
Pemisahan serat mulai dari serat terpendek sampai serat terpanjang
Alatnya : Baersorter
b. Fibrograph
Sekolompok serat yang telah disisir disinari dan jumlah sinar yang
menembus serat serat pada posisi tertentu diukur oleh phototube.

Tabel Standar Penilaian Kerataan Panjang Serat dengan Alat Fibrograph

% Nilai

> 47 Sangat Rata

46 – 47 Rata

44 – 45 Cukup

< 43 Rendah

Alat dan Bahan

- Fibrograph digital
- Fibrosampler
- Sisir
- Sikat
- Serat Kapas Kalibrasi/ Kapas Standar
- Serat Kapas TOGO

Cara Kerja

1. Persiapkan alat dan bahan yang akan digunakan


2. Pasang sisir pada pegangan sisir di fibrosampler dengan jarum menghadap ke
atas
3. Ambil serat kapas yang akan diuji dengan menggunakan fibrograph, masukan
serat kapas kedalam diliner fibrosampler, tekan menggunakan tangan hingga
kapas tersebut keluar dari lubang permukaan silinder
4. Putarkan pegangan sisir mengelilingi permukaan silinder usahakan kapas
tersisir secara merata dan lakukan dengan hati-hati
5. Kunci sisir dan ambil sisir dari fibrosampler
6. Pasang sisir contoh uji pada pemegang sisir di fibrograph dengan rumbai
menghadap ke depan
7. Tutupkan penutup penegang sisir dan secara otomatis alat fibrograp akan
bekerja
8. Hasil pengujian berupa span length 50% akan tertera pada monitor dan tekan
tombol merah disebelah kanan untuk mengetahui spun length 2,5%
9. Hitung pengujian

Data percobaan

Standar penilaian kerataan panjang serat

Kapas standar

Span length 50% = 0,53”

Span length 2,5% = 1,12”

Hasil uji span length 50% = 0,47”

Hasil uji span length 2,5% = 0,72”

Kapas standar = 47%

0,53
Faktor koreksi 50% = 0,47 = 1,12
1,12
Faktor koreksi 2,5% = 0,72 = 1,56

0,47
Uniformity Ratio = 0,72 𝑥 100% = 65,28%

47%
Faktor koreksi UR = 65,28% = 0,71%

SL 50% (“) SL 50% x FK (“) ̅)𝟐


(𝒙 − 𝒙
0,40 0,448 0,00451
0,48 0,5376 0,00501
0,50 0,56 0,0020
∑= 1,5456 ∑= 0,01152
̅ = 0,5152
𝒙

∑(𝑥− 𝑥̅ )2
𝑆𝐷 = √ 𝑛−1

0,01152
= √ = 0,00576
2

𝑆𝐷
𝐶𝑉 = 𝑥 100%
𝑥̅ 𝑆𝐿 50% 𝑥 𝐹𝐾

0,00576
= 𝑥 100% = 1,11%
0,5152

SL 2,5% (“) SL 2,5% x FK (“) ̅)𝟐


(𝒙 − 𝒙
0,68 1,0608 0,00219
0,70 1,092 0,00024
0,75 1,17 0,00389
∑= 3,3228 ∑= 0,00632
̅ = 1,1076
𝒙

∑(𝑥− 𝑥̅ )2
𝑆𝐷 = √ 𝑛−1

0,00632
= √ = 0,05621
2
𝑆𝐷
𝐶𝑉 = 𝑥 100%
𝑥̅ 𝑆𝐿 2,5% 𝑥 𝐹𝐾

0,05621
= 𝑥 100% = 5,0%
1,01076

SL 50%
UR = x 100%
SL 2,5%

UR UR x FK ̅)𝟐
(𝒙 − 𝒙
58% 41,18% 18,1476
68% 48,28% 8,0656
66% 46,86% 2,0164
∑= 136,32% ∑= 28,2296
̅ = 45,44%
𝒙

∑(𝑥− 𝑥̅ )2
𝑆𝐷 = √
𝑛−1

28,2296
= √ = 3,75%
2

𝑆𝐷
𝐶𝑉 = 𝑥 100%
𝑥̅ 𝑈𝑅 𝑥 𝐹𝐾

3,75
= 𝑥 100% = 8,2%
45,44