Anda di halaman 1dari 23

LAPORAN PRAKTIKUM PENGUJIAN DAN EVALUASI SERAT

DENGAN JUDUL :

1. PENGUJIAN KANDUNGAN AIR DALAM SERAT (REGAIN)


2. PENGUJIAN KEHALUSAN SERAT KAPAS
3. PENGUJIAN KEKUATAN TARIK DAN MULUR SERAT KAPAS PER BUNDEL

DISUSUN OLEH : Lexian Swastiratu Inggara Tungga

NPM : 17010049

GRUP : 2T3

DOSEN : Atin S.,SST , M T

ASISTEN DOSEN : Ryan R., S.ST

Engkon

POLITEKNIK STTT BANDUNG

2018
BAB 1
PENGUJIAN KANDUNGAN AIR DALAM SERAT (REGAIN)

I. MAKSUD DAN TUJUAN

1. Menjelaskan pengertian kondisis ruang pengujian dan pengaruhnya


terhadap bahan tekstil khusus nya serat.
2. Menjelaskan pengertian regain dan pengaruhnya terhadap sifat bahan
tekstil.
3. Memiliki kemampuan menguji kandungan air dalam serat.
4. Untuk mengetahui kemampuan serat dalam menyerap uap air dalam
kondisi standar.

II. DASAR TEORI

 Kelembapan Udara

Kelembaban udara adalah tingkat kebasahan udara karena dalam udara air selalu
terkandung dalam bentuk uap air. Kandungan uap air dalam udara hangat lebih banyak
daripada kandungan uap air dalam udara dingin. Kalau udara banyak mengandung uap air
didinginkan maka suhunya turun dan udara tidak dapat menahan lagi uap air sebanyak itu.
Uap air berubah menjadi titik-titik air. Udara yan mengandung uap air sebanyak yang dapat
dikandungnya disebut udara jenuh.

Kelembapan udara dapat dinyatakan sebagai kelembapan udara absolut,


kelembapan nisbi (relatif), maupun defisit tekanan uap air.Kelembapan absolut adalah
kandungan uap air yang dapat dinyatakan dengan massa uap air atau tekanannya per
satuan volume (kg/m3). Kelembapan nisbi (relatif) adalah perbandingan kandungan
(tekanan) uap air actual dengan keadaan jenuhnya (g/kg). Defisit tekanan uap air adalah
selisih antara tekanan uap jenuh dengan tekanan uap aktual. Macam-macam kelembaban
udara sebagai berikut :

1. Kelembapan absolut

Kelembapan absolut mendefinisikan massa dari uap air pada volume tertentu
campuran udara atau gas, dan umumnya dilaporkan dalam gram per meter kubik (g/m3).

2. Kelembapan spesifik

Kelembapan spesifik adalah metode untuk mengukur jumlah uap air di udara dengan
rasio terhadap uap air di udara kering. Kelembapan spesifik diekspresikan dalam rasio
kilogram uap air, mw, per kilogram udara, ma
3. Kelembaban relatif / Nisbi

Kelembapan Relatif / Nisbi yaitu perbandingan jumlah uap air di udara dengan yang
terkandung di udara pada suhu yang sama. Kelembaban nisbi membandingkan antara
kandungan/tekanan uap air aktual dengan keadaan jenuhnya atau apda kapasitas udara
untuk menampung uap air.

 Regain

Regain adalah kandungan uap air pada bahan tekstil yang dinyatakan dalam satuan
persen (%). Banyak sedikitnya kandungan air dalam bahan tekstil mempengaruhi pula sifat-
sifat bahan tekstil itu, maka dengan sendirinya akan mempengaruhi pula hasil-hasil
pengujian bahan tekstil yang berhubungan dengan sifat-sifat tersebut.Pengaruh pengaruh
regain terhadap sifat sifat serat antar lain :

1. Dimensi serat
Absorbsi lembab mempengaruhi dimensi serat, Penggembungan atau swelling
sebagian besar adalah tranversal, karena molekul molekul air masuk diantara rantai
rantai molekul yang kurang lebih pararel dan menimbulkan kekuatan kearah luar.
2. Sifat sifat mekanis serat
Pengaruh umum dari molekul molekul air didalam serat adalah mengurangi besarnya
kekuatan yang menyatakan rantai molekul, sehingga melemahkan serat.
Perkecualian yang penting adalah serat kapas yang makin kuat oleh air. Sifat mekanis
lain yang dipengaruhi oleh regain adalah : mulur, crease recovery, flexibility dan
kemampuan setting pada proses finishing.
3. Sifat sifat Listrik
Pengruh kelembaban terhadap sifat sifat listrik sangat besar. Perbandingan tahanan
pada regain rendah dan tinggi dapat berbanding ratusan ribu banding satu. Hal ini
digunakan dalam dalam pembuatan design dari alat alat pengukur kelembaban
dengan menggunakan listrik (moisture meter) dengan dasar pengukuran tahanan
listrik dari serat serat tekstil.

Faktor faktor yang mempengaruhi regain bahan bahan tekstil antar lain :

a. RH (relative humidity)
Semakin besar RH, semakin besar pula regainnya.
b. Waktu
Bahan tekstil yang ditempatkan dalam atmosfer tertentu, membutuhkan waktu
untuk mencapai keseimbangan kecepatan Conditioning, tergantung dari beberapa
faktor seperti : bentuk dan ukuran bahan, jenis bahan, kondisi ekstern dan lain lain.
c. Suhu
Pengaruh suhu terhadap regain adalah kecil, maka praktis tidak terlalu penting. Jadi
yang lebih penting adalah pengaruh kelembaban. Suatau perubahan suhu sebesar
10 C
̊ memberikan perubahan regain serat kapas sebesar 0,3 % dan mengingat
perubahan suhu pada ruangan ruangan pemintalan hanya berkisar antar 25oC
hingga 35 ̊C maka pengaruh suhu dapat diabaikan.
d. Keadaan sebelumnya.
Kondisi bahan sebelum di-conditioning dapat mempengaruhi keseimbangan regain.

Untuk mengatur kondisi ruangan agar memiliki RH tertentu dapat dilakukan dengan cara
sebagai berikut :

1. Menggunakan AC (air conditioning), yaitu suatu peralatan yang dapat mengatur


besar kecilnya RH.
2. Pada ruangan ruangan yang sangat kecil yang dipakai untuk keperluan percobaan
percobaan dapat diperoleh RH tertentu dengan menggunakan macam macam
garam/asam dalam konsentrasi tertentu.
Untuk mengetahui besarnya regain suatu bahan tekstil dapat dilakukan dengan cara
pengeringan dengan menggunakan oven. Macam-macam oven dapat dipakai tetapi
yang penting suhu oven tersebut bisa mencapai 105-110oC dan dapat diatur tetap.

 Daya serap

Daya serapadalah kemampuan serat untuk menyerap / menyimpan uap air dalam
kondisi standar di dalam molekul – molekul seratnya (tidak hanya pada permukaannya saja).
Kemampuan serat menyerap uap air (sifat higroskops) dipengaruhi oleh struktur kimia dari
seratnya, sebagai contoh serat selulosa dapat menyerap uap air dikarenakan banyaknya
gugus hidroksil yang dikandungnya.

Faktor yang mempengaruhi daya serap :


• Struktur / susunan molekul serat.
• Kondisi ruangan ® Kelembaban relatif & temperatur / Relative Humanity (RH), biasanya
dilakukan pada kondisi standar.
• Kondisi ruang standar pengujian : T 21 0C, RH 65 %.

Kadar uap air dalam serat biasanya dinyatakan dinyatakan dalam moisture regain
(MR) atau moisture content (MC) yang dinyatakan dengan rumus :

1. Moisture Content ( MC )
Yaitu persentase kandungan air terhadap berat bahan dalam kondisi tertentu.

BeratBasah  BeratKerin g
MC   100%
BeratBasah
2. Moisture Regain ( MR )
Yaitu persentase kandungan air terhadap berat kering mutlaknya.

BeratBasah  BeratKerin g
MR   100%
BeratKerin g

Dalam bidang tekstil Moisture Regain lebih sering disebut Regain saja. Regain ada
hubungannya dengan RH, makin tinggi RH makin besar pula Regain serta sebaliknya.Karena
itu selain RH Standard dikenal pula Regain Standard yaitu regain bahan dalam keadaan
ruangan yang RH-nya Standar.

Nilai Presentase regain pada kondisi kapas standar kurang lebih sebanyak
berikut:

1. Kapas = 8,5 %
2. Rayon Viskosa = 11 %
3. Wol = 18 %
4. Nilon =4%
5. Poliester = 0,4 %
6. Asetat Sekunder = 6,3 %

III. ALAT DAN BAHAN

 Alat

1. Oven (tungku pengering),harus didapat mencapai suhu 105-120 ̊c dan


konstan
2. Botol timbang (weighting bottle)
3. Exsicator
4. Penjepit
5. Neraca dengan ketelitian 0.1 mg

 Bahan

1. Kapas Uji Ustralia


IV. CARA KERJA

1. Timbang serat kapas sebesar 3 gram menggunakan neraca analitik


2. Timbang cawan kosong mengunakan neraca analitik
3. Masukkan serat kapas 3 gram ke dalam cawan (berat basah) dengan
keadaan tutup cawan setengah terbuka
4. Maukkan cawan yang berisi serat kapas 3 gram ke dalam oven dengan
suhu 105-120 ̊c selama 60 menit dengan keadaan tutup cawan setengah
terbuka
5. Setelah 60 menit,keluarkan cawan dan masukkan ke dalam desikator 15
menit
6. Timbang cawan yang sudah disimpan ke dalam desikator ke neraca
analitik dan hasilnya disebut berat kering 1
7. Masukkan kembali cawan yang sudah ditimbang ke dalam oven yang
berushu 105-120 ̊c selama 30 menit
8. Setelah 30 menit ,keluarkan cawan dan masukkan ke dalam desikator
selama 15 menit
9. Timbang kembali cawan ke neraca analitik dan hasilnya disebut dengan
berat kering 2

V. DATA PERCOBAAN

- Berat Cawan = 120,441 gram


- Berat Basah Serat Ustralia = 3,014 gram
- Berat Kering 1 = 123,227 gram
- Berat Kering 2 = 123,218 gram
- Jumlah berat kering = 246,445 gram
- Rata rata berat kering = 123,223 gram

VI. PERHITUNGAN

Berat Basah = (Berat serat kapas + Botol timbang kosong)-Berat botol


timbang
= (3,014 gram + 120,441) – 120,441 gram
= 123,455 – 120,441 gram
= 3,014 gram

Berat Kering = Berat serat kapas - Berat botol timbang kosong)


= 123,223 gram - 120,441 gram
= 2,782 gram
BeratBasah  BeratKerin g
  100%
 MR BeratKerin g \

3,014 −2,782
MR = 𝑥 100 %
2,782

0,232
= 2,782 𝑥 100 %

=8,33 %

BeratBasah  BeratKerin g
  100%
 MC BeratBasah

3,014 −2,782
MC = x 100 %
3,014

0,232
= 3,014 𝑥 100 %

= 7,69 %

VII. DISKUSI

Berdasarkan data hasil percobaan yang diperoleh pada pengujian kandungan air
,hasil perhitungan MC MR tidak boleh berbeda jauh dikarenakan tidak mungkin berat basah
perbandingan nya sangat jauh dengan berat kering. Akan tetapi saat praktikum berlangsung
hasil perhitungan MC dan MR percobaan serat kapas Ustralia didapat memiliki hasil yang
cukup jauh karena hasil yang didapat yaitu serat kapas Ustralia memiliki MR= 8,33 % dan MC
= 7,69 % dan memiliki selisih 0,63 % akan tetapi keduanya mendekati dengan nilai
presentase regain pada kondisi kapas standar karena nilai presentase regain pada kondisi
kapas standar adalah 8,5 %
Hal ini bisa terjadi karena ada beberapa hal yang harus diperhatikan pada percobaan
pengujian kandungan air dalam serat (regain) seperti :

1. Timbang dengan teliti berat kapas yang diuji dan cawan.


1. Pastikan saat contoh uji sedang dalam proses pemanasan di oven, waktu
telah dijalankan sesuai dengan prosedur.
2. Masukan contoh uji pada exsicator dengan hati-hati.

VIII. KESIMPULAN

Berdasarkan pengujian MC/MR, disimpulkan bahwa:

1. Hasil pengujian :
a. MC = 7,69 %
MR = 8,33%

IX. DAFTAR PUSTAKA

1. https://novidianti97.wordpress.com/2014/06/11/laporan-praktikum-serat-
tekstil-mcmr/

2. https://www.akhmadshare.com/2017/01/kelembapan-udara-tinggi-dan-
kelembapan.html

3. Tina Martina, Totong, Siti Rohmah, dan Widayat , “ Bahan ajar Praktikum
Evaluasi Tekstil 1 ( Serat). Sekolah Tinggi Teknologi Tekstil, Bandung , 2006
BAB 2

PENGUJIAN KEHALUSAN KAPAS

I. MAKSUD DAN TUJUAN

1. Memiliki kemampuan menentukan kehalusan serat


2. Memiliki kemampuan melakukan kalibrasi alat uji micronaire
3. Memiliki kemampuan menghitung kehalusan serat kapas dalam satuan
(microgram per inci,denier dan militex ) beserta faktor koneksinya

II. DASAR TEORI

Praktikum pengujian kehalusan merupakan dimensi terpentig serat tekstil ,kehalusan


serat pada awalnya dinyatakan dengan ukuran diameter penampang lintangnya akan tetapi
tidak semua serat memiliki bentuk penampang yang teratur maka kehalusan lebih tepat
dinyatakan menurut ‘berat jenis linier‘-nya,yaitu perbandingan berat dan panjangnya
(berat/panjang),biasanya parameter kehalusan serat yaitu berat (g) dan panjang (m). Untuk
serat kapas, berat persatuan panjang dan biasanya dinyatakan dalam mikrogram ( μ gram
atau 10 -6 gram ) setiap panjang 1 inci. Satuan lain yang digunakan adalah militex (mtex)
atau denier.

Terminologi Kehalusan Serat :


 Denier
 Berat serat untuk tiap 9000 m panjangnya
 Banyak digunakan di AS dan Inggris
 Berasal dar kata dalam bahasa Perancis yang berarti koin (Latin :
denarius)
 Tex
 Berat serat untuk tiap 1000 m panjangnya
 Banyak digunakan di Canada dan Eropa daratan
Kehalusan serat kapas ditentukan oleh varietasnya, dan dalam satu varietas
kehalusan dipengaruhi oleh diameter dan persentase selulosa yang dikandungnya. Pada
umumnya dapat dinyatakan bahwa kapas yang seratnya pendek cenderung kasar dan serat
yang panjang cenderung halus.

Harga mikronaire ialah ukuran relatif kehalusan serat yang didapat dari hasil
pembacaan skala Micronaire.Harga mikronaire merupakan fungsi dari kehalusan serat dan
berpengaruh pada proses pembuatan dan mutu benang yang dihasilkan, antara lain
efisiensi pembersihan kapas, pembentukan nep, kekuatan dan kerataan benang bahkan
pada kenampakan dari bahan jadinya. Salah satu faktor yang paling besar ialah pengaruh
kehalusan pada pembentukan nep. Apabila variabel lainnya tetap, maka serat dengan nilai
mikronaire yang rendah akan menghasilkan jumlah nep yang lebih banyak daripada serat
dengan nilai micronaire yang tinggi.

Standar kehalusan serat kapas yang dikeluarkan oleh United States Departement of
Agriculture ( USDA ) dapat terlihat pada tabel di bawah ini :

Tabel 2.1 Standar Kehalusan Serat Kapas

Mikrogram/inchi Kehalusan

<3 Sangat Halus

3,0 – 3,9 Halus

4,0 – 4,9 Sedang/Cukup

5,0 – 5,9 Kasar

>6,0 Sangat Kasar

Sumber: Grover,et al,1969

Prinsip pengujian kehalusan serat didasarkan pada kemampuan serat kapas dengan
berat dan volume tertentu dalam menghambat aliran udara. Makin halus suatu serat kapas,
makin sukar untuk dilalui udara. Pengukuran dilakukan terhadap serat kapas terurai dengan
berat tertentu yang ditempatkan dalam tabung dan ditekan sehingga mempunyai volume
tertentu. Udara dengan tekanan tertentu dihembuskan melalui kapas tersebut dan
kecepatan aliran menempatkan penunjuk pada skala yang menyatakan harga mikronaire.

Pengaruh kehalusan serat dan terhadap sifat-sifat benang dan kain

 Kekakuan,pegangan dan kelangsaian


 Bending atau tekukan lebih mudah teradi pada benang atau kain yang
tersusun atas serat-serat halus
 Kain yang terbuat dari serat halus memiliki pegangan supel dan
kelangsaian yang baik

 Kekakuan torsional
 Serat kasar memiliki resistensi lebih besar terhadap puntiran
 Benang yang terbuat dari serat kasar memiliki energi torsional dan
internal stress lebih besar kain krep dan benang tekstur.

 Pemantulan cahaya
 Kain yang terbuat dari serat halus memiliki lebih banyak
serat,sehingga bidang pantulnya pun lebih banyak
 Kehalusan serat ikut menentukan sifat kilau kain
o Serat halus menghasilkan kilau yang lembut
o Serat kasar menghasilkan kilau yang kuat
 Kehalusan serat juga menentukan kedalaman warna kain
o Serat halus membuat warna kain tampak menjadi lebih
muda

 Daya Serap
 Kain yang terbuat dari serat halus memiliki jumlah luas dan
permukaa yang lebih besar sehingga daya serapnya terhadap
larutan juga lebih besar.

 Kohesi serat dan puntiran


 Kohesi serat dalam struktur benang ditentukan oleh friksi antar
serat yang berdempetan akibat puntiran
 Tekanan yang dibutuhkan agar tidak terjadi slip ditentukan oleh
𝑝𝜇𝑆 dimana
o 𝑝 adalah tekanan normal pada permukaan serat besar
kecilnya ditentukan oleh derajat puntiran benang
o 𝜇 adalah koefisien friksi antar serat
o 𝑆 luas permukaan spesifik serat
 Serat halus tidak memerlukan putiran tinggi untuk menghasilkan
benang dengan kohesi serat baik

 Keseragaman benang
 Serat halus menghasilkan benang dengan diameter yang lebih
seragam di sepanjang benang
 Keseragaman benang merupakan salah satu sifat terpenting
benang karena ikut menentukan :
o Kekuatan benang
o Mulur dan kilau
o Jumlah putus benang dalam pemintalan,winding,dan
pertenunan
o Ketahanan gosoknya

III. ALAT DAN BAHAN

 Alat

 Micronaire
 Shadowgraph
 Kompresor

 Bahan
 Kapas Standar
 Kapas Uji Ustralia

IV. CARA KERJA

4.1 Cara kerja Persiapan Alat

1. Atur tekanan kompresor sebesar 1,75 kg/cm dengan cara memutar kran
pemasukkan udara
2. Atur manometer air raksa dengan cara memasukkan sumbat utama pada ruang
kompresi serat, dan injak pedal pemasukan udara dan atur kran pemasukan udara
untuk air raksa hingga air raksa menunjukkan skala 3 cmHg.
3. Atur penera atas pada skala micronaire dengan cara memasukkan sumbat kalibrasi
untuk kapas pada ruang kompresi serat, kemudian pedal diinjak pemasukkan udara.
posisi pelampung diatur agar berada pada skala 6,2 µgram/inchi dengan mengatur
tombol penera atas
4. Menetapkan penera bawah pada skala micronaire denagn cara Setelah didapat batas
atas, batas bawah ditetapkan dengan menutup lubang yang terdapat pada sumbat
kalibrasi kapas dan mengatur posisi pelampung agar ada pada skala 2,8 µgram/inchi
dengan mengatur tombol penera bawah

4.2. Persiapan contoh uji


 Cara kerja Pengujian Kehalusan Serat Kapas Kalibrasi
1. Kapas standar ditimbang sampai 3,24 gram
2. Masukkan kapas standar ke dalam tabung tekan
3. Masukan sumbat utama dan tekan serat hingga terkunci
4. Injak pedal untuk memasukan aliran udara dan baca skala micronaire
5. Hentikan injakan untuk menghentikan aliran udara
6. Buka penutup dan injak pedal untuk mengeluarkan kapas standar
7. Bandingkan hasil uji kapas standar dengan nilai micronaire yang tertera pada
pembungkus kapas standar

 Cara kerja Pengujian Kehalusan Serat Contoh Uji (Serat Ustralia)


1. Bersihkan kapas dari kotoran kotaran yang terlihat oleh mata (kotoran besar)
2. Timbang serat crame sampai 3,24 gram dan lakukan sebnayak 5 kali untuk
mendapatkan 5 sample
3. Masukan kapas crame kedalam lubang tekan
4. Masukan sumbat utama dan tekan serat hingga terkunci
5. Injak pedal untuk memasukan aliran udara dan baca skala micronaire
6. Hentikan injakan untuk menghentikan aliran udara
7. Buka penutup dan injak pedal untuk mengeluarkan kapas standar
8. Lakukan pengujian sebanyak 5 kali
V. DATA PERCOBAAN

- Kehalusan kapas standar = 3,39 𝜇g/inchi


- Kehalusan hasil uji kapas = 3,45 𝜇g/inchi
- Faktor Koreksi = 0,98 𝜇g/inchi
- Data Skala Terbaca = 1.) 4,7
2.) 4,5
3.) 4,8
4.) 4,6
5.) 4,8

VI. PERHITUNGAN

No. Skala Terbaca 𝛍𝐠/" (𝐗𝟏) × 𝐟𝐤 ̅ )2


( X1- 𝒙

1. 4,7 4,7 x 0,98 = 4,606 (4,606 - 4,586)2 = 0,0004

2. 4,5 4,5 x 0,98 = 4,410 (4,410 - 4,586)2 = 0,0309

3. 4,8 4,8 x 0,98 = 4,704 (4,704 - 4,586)2 = 0,0139

4. 4,6 4,6 x 0,98 = 4,508 (4,508 - 4,586)2 = 0,0060

5. 4,8 4,8 x 0,98 =4,704 (4,704 - 4,586)2 = 0,0139

̅)
Rata-rata (𝒙
∑n
∑ x1 = 22,932 𝑥̅ = 0,0651
n

𝑥̅ = 4,586

𝜀 (𝑋1− 𝑥̅ )2 𝑆
SD =√ CV = x 100 %
𝑛−1 𝑋

(0,0651 ) 0,292
=√ = x 100 %
5−1 4,586

(0,0651 )
=√ = 6,36 %
4

= √0,0162

= 0,127
𝑏
Kehalusan (denier) = Kehalusan (militex) = b x 39,37
2,82

4,586
= = 4,586 x 39,37
2,82

= 1,62 denier = 180,55082 militex

VII. DISKUSI

Berdasarkan data percobaan yang telah dilakukan hasil yang kita dapatkan belum tentu
hasil yang akurat karena banyak faktor faktor bisa menyebabkan kesalahan saat praktikum
maka dari itu beberapa hal yang harus diperhatikan dalam praktikum ini adalah:

1. Sebelum melakukan praktikum alat uji micronaire harus dikalibrasi terlebih dahulu.
2. Penimbangan kapas harus teliti 3, 24 gram pada alat shadograph untuk keakuratan
data.
3. Setelan pada alat micronaire untuk air raksa 3 cmHg , setelan harga atas 6,2 µ
/inch dan bawah 2,8 µ /inch.
4. Terlalu lama memegang serat kapas mengakibatkan serat akan menyerap air dari
tangan sehingga berat kapas dapat bertambah dan mempengaruhi penimbangan.
5. Pembersihan yang harus maksimal diakrenakan jika masih ada sampah yang
cukup besar maka memengaruhi keakurata data

VIII. KESIMPULAN

Kehalusan serat merupakan ukuran relative dari diameter atau berat persatuan
panjang yang dapat dinyatakan dalam berbagai satuan. Dari data perhitungan didapatkan
rata-rata nilai kehalusan serat kapas crame sebesar 4,586 𝜇𝑔/inchi maka dapat dikatakan
bahwa serat kapas Ustralia Sedang atau Cukup

Tabel 8.1 Standar Kehalusan Serat Kapas

Mikrogram/inchi Kehalusan

<3 Sangat Halus

3,0 – 3,9 Halus

4,0 – 4,9 Sedang/Cukup


5,0 – 5,9 Kasar

>6,0 Sangat Kasar

IX. DAFTAR PUSTAKA

1. Tina Martina, Totong, Siti Rohmah, dan Widayat , “ Bahan ajar Praktikum
Evaluasi Tekstil 1 ( Serat). Sekolah Tinggi Teknologi Tekstil, Bandung , 2006

2. https://www.slideshare.net/mdauds/dimensi-kehalusan-dan-kekuatan-serat
BAB 3

PENGUJIAN KEKUATAN TARIK DAN MULUR SERAT KAPAS PER BUNDEL

I. MAKSUD DAN TUJUAN

1. Memiliki kemampuan menentukan kekuatan serat kapas perbundel


dengan alat uji Pressley dan Stellometer
2. Memiliki kemampuan menentukan dan menghitung
3. Memiliki kemampuan melakukan kalibrasi alat uji Pressley dan
Stellometer
4. Memiliki kemampuan menghitung faktor koreksi,kekuatan tarik dan
tenacity

II. DASAR TEORI

Pentingnya pengujian kekuatan serat kapas dan methode untuk pengujian kekuatan
tesebut bertahun-tahun telah menjadi topik diskusi dalam bidang industri tekstil.
Pentingnya pengujian kekuatan serat telah disepakati orang karena kekuatan serat
merupakan faktor yang menunjang langsung kekuatan hasil produksi akhir, baik produksi
yang merupakan benang maupun kain. Kekuatan serat juga mempengaruhi pegangan, drape
dan sifat-sifat lainnya pada kain. Jika sifat-sifat lainnya tetap, maka makin kuat seratnya
makin kuat pula benang atau kainnya. Tingginya kekuatan serat kapas diasosiasikan dengan
tingginya derajat kristalinitas dan karena itulah serat yang kuat akan lebih kaku daripada
serat yang sedang atau kurang kekuatannya. Karena itu, untuk kain-kain yang harus
mempunyai pegangan atau rabaan yang halus (soft) disarankan menggunakan serat-serat
yang kekuatannya sedang atau kurang. Tetapi tidak berarti harus menggunakan serat yang
lemah kekuatannya untuk membuat kain yang baik.

Kekuatan serat adalah kekuatan dari serat per bundle/ perhelai untuk menahan gaya
yang diberikan kepadanya. Pengujian kekuatan serat penting dilakukan di industry
pemintalan, karena kekuatan serat merupakan factor penunjang langsung kekuatan hasil
produksi akhir baik itu merupakan benag atau kain. Kekuatan serat juga mempengaruhi
pegangan, drape dan sifat lainya pada kain. Jika sifat-sifat lainya tetap, maka makin kuat
makin kuat pula benign dan kainya. Pengujian kekautan serat kapas perbundle memerlukan
contoh uji lebih sedikit dan memberikan korelasi yang baik dengan kekuatan benang yang
dihasilkan. Terutama untuk kekuatan per bundle dengan jarak jepit 1/8 inci.

Tingginya kekuatan serat kapas diasosiasikan dengan tingginya derajat kristalinitas,


karena itu serat yang kuat akan lebih kaku daripada serat yang sedang atau kurang
kekuatanya. Macam cara pengujian serat pada garis besarnya adalah pengujian kekuatan
serat perhelai dan pengujian kekautan tarik perbundle.

𝑁𝑖𝑙𝑎𝑖 𝐾𝑎𝑝𝑎𝑠 𝑆𝑡𝑎𝑛𝑑𝑎𝑟 (𝑔⁄𝑇𝑒𝑥 )


𝐹𝐾 = 𝐹𝑎𝑘𝑡𝑜𝑟 𝐾𝑜𝑟𝑒𝑘𝑠𝑖 =
𝐻𝑎𝑠𝑖𝑙 𝑈𝑗𝑖 𝐾𝑎𝑝𝑎𝑠 𝑆𝑡𝑎𝑛𝑑𝑎𝑟 (𝑔⁄𝑇𝑒𝑥)

𝑁𝑖𝑙𝑎𝑖 𝑀𝑢𝑙𝑢𝑟 𝐾𝑎𝑝𝑎𝑠 𝑆𝑡𝑎𝑛𝑑𝑎𝑟 (%)


𝐹𝐾 𝑀𝑢𝑙𝑢𝑟 =
𝑀𝑢𝑙𝑢𝑟 𝐻𝑎𝑠𝑖𝑙 𝑈𝑗𝑖 𝐾𝑎𝑝𝑎𝑠 𝑆𝑡𝑎𝑛𝑑𝑎𝑟 (%)

𝐾𝑒𝑘𝑢𝑎𝑡𝑎𝑛 (𝐾𝑝)
𝑇𝑒𝑛𝑎𝑐𝑖𝑡𝑦 = × 14,9 × 𝐹𝐶 (𝑔⁄𝑇𝑒𝑥 )
𝐵𝑒𝑟𝑎𝑡 (𝑚𝑔)
𝑀𝑢𝑙𝑢𝑟 = 𝑀𝑢𝑙𝑢𝑟 𝑁𝑜𝑟𝑚𝑎𝑙 𝑟𝑎𝑡𝑎 − 𝑟𝑎𝑡𝑎 × 𝐹𝐾 (%)

Terminologi

 Tenacity adalah gaya tetap (slead force) yang dibutuhkan untuk memutuskan satu
helai serat atau beban maksimum yang dapat ditahan oleh serat sebelum
putus.(N/tex,g/denier)
 Mulur saat putus yaitu perpanjangan maksimum hingga putus saat serat mengalami
penarikan (%) atau bisa disebut juga dengan kemampuan serat bertambah panjang
sebelum putus
 Elastisitas adalah kemampuan serat/bahan untuk kembali ke bentuknya semula
setelah beban dihilangkan
 Elastisitas baik stabilitas dimensi baik ,mudah kembalu ke bentuk semula ,tidak
mudah kusust
 Kelitan yaitu jumlah energi yang dibutuhkan untuk memutuskan serat (J=Joule)
III. ALAT DAN BAHAN

 Alat
 Stellometer
o Jarak jepit
o Clamp Vice
o Pengatur jarak (spacer) tebal 0,125 ± 0,001 inci (3,2 + 0,02
mm)
o Kunci penguat jepitan (clamp wrench)
 Penjepit serat (fibre clamp)
 Neraca (Microbalance) dengan ketelitian 0,01 mg
 Sisir kasar dengan ± 8 buah gigi/inci (3 buah gigi/cm)
 Sisir halus dengan ± 52 buah gigi/inci (buah gigi/cm)
 Papan beludru hitam
 Pisau pemotong
 Kapas kalibrasi

 Bahan
 Kapas Kalibrasi
 Kapas Uji Ustralia

IV. CARA KERJA

1. Ambilah serat, lalu sisir dan ratakan. Hilangkan nep yang berada pada
kapas dan sejajarkan serat sehingga panjangnya sama rata.
2. Jepit serat diletakkan pada clamp vise kemudian dikuatkan, contoh uji
yang sudah diklip, diletakkan pada clamp, salah satu ujung dijepit pada
penjepit vise, sejajar letak serat dan usahakan contoh uji terletak
ditengah.
3. Tutup clamp dan keraskan sekrup dengan kunci penguat. Clamp
dilepaskan dari vise.
4. Potong kedua ujung serat diluar sampai rata dengan permukaan clamp.
5. Clamp yang telah diisi contoh uji dipasang pada alat uji, alat penarik
ditekankan pisau sampai serat terputus. Beban putus dapat dibaca pada
skala gaya dalam satuan (kp) dan mulur dibaca pada skala mulur dalam
satuan (%).
6. Buka clamp lalu serat diambil dengan pinset dan ditimbang.
7. Sebelumnya kapas kalibrasi diuji untuk mencari faktor koreksi.
8. Percobaan diulang apabila :
 tidak semua serat putus
 serat putus tetapi tidak rata

 kekuatan memutus 3kp  x  6,5kp

 mulur  5% dan  12%

V. DATA PERCOBAAN

 Nilai Kapas Standar


Kekuatan = 30,8
Mulur = 6,4 %

 Nilai Kapas Uji


Kekuatan = 4,7
Mulur = 13,5 %
Berat = 2,86 mg

Kekuatan
 Hasil Uji Kapas Standar = x 14,9
Berat
4,7
= 2,86 x 14,9
= 24,49 gr/tex

nilai kapas standar


 Faktor Koreksi (Kekuatan) = HUKS

30,8
= 24,49
= 1,25

nilai mulur standar


 Faktor Koreksi (Mulur) = HUKS

6,4
= 13,5= 0,47%
VI. PERHITUNGAN

Kekuatan Berat
No. Tenacity x FK Mulur x FK ̅ )2 T
(𝐱 – 𝒙 ̅ )2 M
(𝐱 – 𝒙
(KP) (mg)
1 4,7 6,8 12,87 5,17 % 7,84 0,2304
2 4,9 5,30 17,21 5,87 % 2,37 0,0484
3 5,0 5,50 16,93 5,92 % 3,17 0,0729
̅
𝒙 = 15,67 ̅
𝒙 = 5,65 % 𝜀 = 13,38 𝜀 = 0,3517

Kekuatan (KP)
1.) Tenacity = Berat (mg)
x 14,9 x FK Mulur = Mulur x FK
4,7
= x 14,9 x 1,25 = 11 x 0,47 %
6,8
=12,87 = 5,17 %

Kekuatan (KP)
2.) Tenacity = x 14,9 x FK Mulur = Mulur x FK
Berat (mg)
4,9
= 5,30 x 14,9 x 1,25 = 12,5 x 0,47 %
= 17,21 = 5,87 %

Kekuatan (KP)
3.) Tenacity = x 14,9 x FK Mulur = Mulur x FK
Berat (mg)
5,0
= 5,50 x 14,9 x 1,25 = 12,6 x 0,47 %
= 16,93 = 5,92 %

12,87+17,21+16,93 5,17+5,87+5,92
Rata-rata kekuatan (x) = 3
Rata rata mulur (y) = 3

= 15,67 = 5,65
1. (x – 𝑥̅ )2 = (12,87 – 15,67)2 1. (y – 𝑦̅)2 = (5,17 - 5,65)2
= 7,84 = 0,2304
1. (x – 𝑥̅ )2= (17,21 – 15,67)2 2. (y – 𝑦̅)2 = (5,87 - 5,65)2
= 2,37 =0,0484
2. (x – 𝑥̅ )2= (16,93 – 15,67)2 3. (y – 𝑦̅)2 = (5,92 - 5,65)2
= 1,58 = 0,0729
̅ )𝟐
𝜺 (𝐱− 𝒙 𝑆
SD Tenacity =√ CV Tenacity = x 100 %
(𝑛−1) 𝑋

13,38 2,58
= √ 3−1 = 15,67 x 100 %

13,38
=√ = 16,46 %
2

=√6,69

= 2,58 gr/tex

̅ )𝟐
𝜺 (𝐱− 𝒙 𝑆
SD Mulur =√ (𝑛−1)
` CV Mulur = 𝑋 x 100 %

0,3517 0,41
=√ = 5,65 x 100 %
3−1

0,3517
=√ = 7,25 %
2

= √0,175

= 0,41 %

VII. DISKUSI

Berdasarkan data percobaan yang telah dilakukan hasil yang kita dapatkan belum tentu hasil
yang akurat karena banyak faktor faktor bisa menyebabkan kesalahan saat praktikum maka
dari itu beberapa hal yang harus diperhatikan dalam praktikum ini adalah:

1. Sebelum menggunakan fibre clamp serat harus dibuka dan disisir terlebih
dahulu agar sejajar.
2. Pastikan saat fibre clamp terpasa pada vise clamp dalam keadaan terkunci
rapat.
3. Saat alat stellometer digunakan lihat skala pada kekuatan dan mulur.
4. Percobaan harus diulang apabila tidak semua serat putus, serat putus tetapi
tidak rata, kekuatan memutus ≤ 3 kPa dan ≥ 6,5 kPa dan serat mulur ≤ 5 %
dan ≥ 12 %.
5. Timbanglah contoh uji serat pada microbalance dengan teliti.

VIII. KESIMPULAN

Pada uji kekuatan tarik dan mulur serat kapas per bundel dapat disimpulkan bahwa
kekuatan tarik serat merupakan daya tahan dari serat per bundel ataupun per helai untuk
menahan gaya yang diberikan sedangkan mulur serat merupakan kemampuan serat untuk
memanjang hingga putus. Dan didapatkan beberapa nilai sebagai berikut:

1. Hasil pengujian kapas ustralia


 Rata-rata tenacity = 15,67 g/tex
 Rata-rata mulur = 5,65%
 Sd mulur = 0,41 %
 Sd tenacity = 2,58 g/tex
 Cv mulur = 7,25 %
 Cv tenacity = 16,46 %

IX. DAFTAR PUSTAKA

1. Tina Martina, Totong, Siti Rohmah, dan Widayat , “ Bahan ajar Praktikum
Evaluasi Tekstil 1 ( Serat). Sekolah Tinggi Teknologi Tekstil, Bandung , 2006

2. https://www.slideshare.net/mdauds/dimensi-kehalusan-dan-kekuatan-serat