Anda di halaman 1dari 16

A.

PENDAHULUAN
Batik sebagai warisan budaya bangsa mulai berkernbang pada abad ke B zaman kerajaan
Sriwidjaja dan Syailendra yang kemudian berkembang pesat pada zaman kerajaan Majapahit abad 1l
sampai abad 14 yang digambarkan pada busana yang dikenakan arca-arca yang terdapat pada
peninggalan candi hindu maupun budha yang tersebar di Indonesia .
3
Batik mengalami perkembangan dari waktu ke waktu, dalarn perkernbangannya rnarnpu
menunjukkan eksistensinya, tanpa tergoyahkan oleh munculnya karyaseni tekstil yang lain
Dilingkungan teftentu pada masyarakat Jawa kain batik masih diyakini membawa pengaruh terhadap
pemakainya yang meliputi seluruh segi kehidupan mereka sesuai dengan rnotifnya, baik dari segi
ritual, sastra / tingkatan maupun realitas. Motif batik tradisional syarat degan filosofi yang
penerapannya sangat ketat, sepefii rnotif - motif tertentu yang dilarang digunakan diluar kraton
misalnya, parang baron, kawung gajah dsb. Dengan perkernbangan zaman ketentuan - ketentr:an
tersebut sudah tnemudar, meskipun dernikian orang masih merasakan karismanya sehingga tetap
enggan memakainya.

Pada abad 19 perkembangan batik mengalarni persaingan antara batik tulis dan batik cap. Hal
ini terjadi karena perlirnbangan ekonornis untuk menghasilkan produk secara masal untuk rnemenuhi
permintaan pasar dengan waktu yang singkat dan harga yang murah. Dewasa ini kebutuhan batik
jauh meningkat selain untuk keperluan sandang, batik juga dibuat untuk memenuhi keperluan rurnah
tangga.

B. DEFINISI BATIK (SNI Definisi Batik)

Batik adalah bahan kain tek,vtil hasil pau:ctrnoan ffienurut crtrnk-- cttr.ak kha,s corak halik
lilin batik sebagai zat perinlang. Batik dapat digolongkan menurut
Indone.vict, dengan nrenggunakctn
dua rnacarn dasar peng_eolongan, ialah :

t. Cara pelekatan lilin batik


2. Proses penyelesaian batik.

C. BAHAN-BAHAN BATIK
'Lilin Batik
Lilin batik merupakan zal padat pada temperature kamal dan berupa zat cair pada
temperature panas (diatas 70'C). Lilin Batik dibuat dari campuran damar, gtndorukern, paruf/in,
I
lilin labah, clcrn lemak dengan perbandingan tertentu. Perbandinganzat- zat tersebut beftujuan untuk
i mendapatkan sifat lilin yang sesuai dengan tujuan. Misalnya lilin untrik batik tulis berbeda dengan
l lilin untuk batik cap, lilin untuk proses tumpangann (mega merxlung) dan sebagainya.
t1
Selama proses pencelupan lilin batik berfungsi sebagai perintang warna (resist). Setelah
proses pewarnaan selesai tilin batik dihilangkan dari pennukaan kain. Sifat resist litin batik mudah
rusak pada temperaftrre tinggi, terkena asam, basa, dan beberapa senyawa organic.

1
7

Menurut cara pengguna:rnnya, lilin batik dapat digolongkan menjadi :

Klowong tulis

Tembok tulis
Lilin batik tulis

Biron/tutupan

Lilin batik
Klowong cap

Lilin batik caP Tembok cap

leblok

Lilin batik dibuat dari zat - zatyang ada dalarn daftar dibawah ini :

NO NAMA ZAT TITIK LELEH


L Damar 82-85'C
2. Gondorukem 80 - 82'C
Microwax 70 0c
4. Paraffin 60'c
5. Lilin lebah 59'C
6. Lilin bekas 55 - 60'C
7. Kendal/lemak 50'c

RESEP - RESEP MEMBUAT LILIN BATIK


MALAM KLOWONG BATIK TULIS
R/ - Gondorukem :2 Kg
- Damar :lKg
- Lilin bekas :2 Kg (Jika sudah ada)
- Parapin :lKg
- Microwek : %Kg
- Kote : YtKg
- Kendal : %Kg
Minyak kelapa : 25 cc (kondisi jika hujan)

2
MALAM TEMBOK BATIK TULIS
RI Gondorukern :2 Kg
Damar : t Kg
Lilin bekas : 4 Kg (Jika sudah ada)
Parapin : I Kg
Microwck : t/z Kg
Kote : % Kg
Kendal : lAKg
Minyak kelapa : 50 cc (kondisi jika hujan)

MALAM BIRONI
R/ - Gondor-ukem :2 Kg
- Lilinbekas :t0Kg
- Kendal : %Kg
MALAM KLOWONG BATIK CAP
R,'- Gondorukem :lKg
- Damar :lKg
- Lilin bekas : 2 Kg (Jika sudah ada)
- Parapin :2 Kg
- Microwek : %Kg
- Kote :%Kg
- Kendal :%Kg
- Minyak kelapa : 50 cc (kondisi jika hujan)

MALAM TEMBOK BATIK CAP


R/- Gondorukern I Kg
Darnar 2 Kg
Lilin bekas 4 Kg (.Tika sudah ada)
Parapin I Kg
Microwek I Kg
Kote I Kg
Kendal :lz Kg
- Minyak kelapa : 50 cc (kondisi jika hujan)
Urutan proses pembuatan lilin batik.

l. Larutkan zat yang rnerniliki titik leleh lebih tinggi (gondorukern, Damar)
2. Kemudian larutkan zat yang rnemiliki titik leleh seclang
3. Terakhir larutkan zat yang memiliki titik lereh renclah (Kendat)
4. Saring dengan kain saring
5. Cetak dan dinginkan

3
'Kain
Kain yang popular digunakan dalam pembatikan yaitu kain katun (Mori), clengan varian kualitasnya.

- Mori Biru ( kualitas Rendah)


- Mori Prima (kualitas sedang)
- Mori Primissima (kualitas tinggi)
Selain kain katun pada saat ini banyak digunakan kain yang terbuat dari kain sutera, rayon dan serat
alam lainnya.

D. PERALATAN BATIK

I.Peralatan Memola

1. Meja pola yang beralaskan kaca (flingsinya untuk membuat pola pada mori)
2. Pensil (untuk rnenulis pola pada kain rnori)
3. Penghapus (untuk untuk menghapus jika ada kesalahan)
4. Jarum penhrl (untuk menusuk mori pada kertas pola supaya mori tidak lepas)
5. Kertas pola (untuk membuat pola gambar motif yang akan di batik pada mori)
6. Lampu penerang (untuk memberikan penerangan pada lvaktu rnernindahkan pola pacla rnori
yang disimpan di bawah meja pola)

II. I'ercrlaton membalik


l. Kompor kecil (angko)
Unfuk memanaskan lilin batik ketika akan dipergunakan untuk mernbatik
2. Wajan kecil
Sebagai tempat melelehkan lilin batik yang akan digunakan untuk rnernbatik
3. Canting tulis klowong
Fungsinya sebagai alat tulis mernbatik yang digunakan untuk memberikan klowong motif
perlama pada mori.
4. Canting isen
Fungsinya sebagai alat tulis membatik untuk rnenempelkan lilin pada kain dengan memberi
efbk isen - isen pada motif teftentu yang telah selesai diklowong.
Misalnya Isen sawut, cacah gori, uceng dll.
5. Cantig cecek
Digunakan untuk memberi isen - isen ceceVtitik pada urotif tertentu. Canting cecek ini
paling kecil lubang paruhnya.
6. Canting terlbok
Canting tembok merupakan canting yang merniliki lubang paruh paling besar yang digunakan
untuk menembok atau menutup gambar tefientu pada rnotif yang diinginkan.
7. Canting carat dua
Canting ini berlubang paruh dua sebagai jalan keluarnya lilin cair yang digoreskan pada mori.
Gunanya untuk memberikan garis dua pada pinggiran mori yang dibatik, supaya garis
kuduanya sejajar. Terutama pada motif - motif batik lereng.
8. Canting cecek tiga dan Cecek tu.juh
Canting cecek tiga dan berlubang tiga. Digunakan untuk memberi isen cecek tiga canting
cecek tujuh rnemberi isen tujuh.

4
9. Gawangan
Fungsinya untuk menyamirkan mori ketika proses pembatikan supaya mori iidak ketetesan
lilin batik.
10. Tempat duduk
'ferbuat dari kayu sebagaitempat untuk pembatik ketika proses pembatikan
I 1. Cangkir plastic
Digunakan sebagai alat untr"rk menyirnpan air ketika terjadi kecacatan pada waktu membatik.
12, Obeng jos
Yang digunakan sebagai sebagai alat untuk rnenghilangkan lilin ketika teriadi kec.acatan pad
awaktu membatik dengan cara dipanaskan terlebih dahulu.

III. Pe ra latan Mengecap

l. Kompor besar
Digunakan unhrk memanaskan lilin cap yang akan di pakai mengecap
2. Loyang tembaga
Digunakan untuk melelehkan lilin cap
3. Angsang
Diletakkan diatas/didalam Loyang gunanya untuk menyaring secara kasar pada lilin yang
telah dipanaskan dalam Loyang, angsang dibuat dari ternbaga, seng atau kuningan yang
dibuat lubang - lubang dengan paku berbentuk segi ernpat.
4. Filter
Diletakkan diatas angsang dalam Loyang gunanya untuk menyaring lilin cair yang lialus,
sehingga lilin cair yang keatasbenar - benar bersih. Filter ini terbuat dari kawat ternbaga yang
lembut / kecil dibentuk seperti angsang'
5. Sebrak
Berupa kairr mori blaco yang digunakan untuk menyaring lilin cair yang timbul keatas siap
untuk dicapkan dengan canting cap
6. Sorc,k
Digunakan r"rntuk meratakan sebrak, sehingga lilin cair rata.
7. Canting cap
Jenis - jenis canting caP
8. Canting cap klowong
Gunanya untuk memberi gambaran klowong pada mori yang dicap
9. Canting cap tenxbok
Gunanya untuk lnencap pada bagian mori yang berwarna putih
10. Almari kompor
Digunakan unttlk menempatkan kompor pada waktu mencap
I l. Meja cap
,l
Yang digunakan untuk mencap motif batik pada mori.

5
,ttlP / Pswurnuqll

l Bak perendam
Fungsinya untuk rnembasahi kain yang
mau dicelup sebelum proses celup sehingga
dapat terserap warna
dengan sempurna
2. Bak celup/ember celup
Digunakan untuk mencelup / tempat pewarnaan
dala,r proses membatik
3. Bak pencucian
Fungsinya untuk rnencuci mori setelah dicelup
warna
4. Sarung tangan
Fungsinya untuk rnelindungi supaya tangan
tidak kena iritasi saat melakukan proses
pencelupan warna
5. Masker penutup mulut
Fungsinya untuk rnelindungi nrulut dari bahaya
zatwama
6. Pengadukkaca
Untuk mengaduk larutan zatwamasupaya homogen.
7. Baker glass
Untuk melarutkan zat warna.
B. Gelas ukur
untuk mengukur kebutuhan larutan (air) yang
digunakan untuk mewarna
9. Kompor listrik
Untuk memanaskan air yang akan digunakan
untuk mencelup
10. Timbangan / neraca
Untuk megukur kebutuhan serbuk zat wama
Y. Peralatan lorot / pelepa,san lilin

1 Kompor semawar/kompor minyak tekan


Fungsinya untuk rnernanaskan air yang digunakan
untuk melorot/menghilangkan lilin
2. Wajan tembaga
Fungsinya sebagai tempat untuk melorot/rnenghilangkan
litin kain
3. Serok
Fungsiya digunakan untuk menga,rbil rilin
cair ketika proses perorotan
4- Kayuitongkat
Fungsinya untuk memborak * balikkan rnori ketika proses pelorotan.

E. URTITAN PROSES PEMBTIATAN BATIK

l. Ketel (Mencuci Kain Mori)


2. Nyoret / Mernola (Menggarnbar pola clikain)
3. Nglowong (pelekatan Lilin)
4. Nernbok (penrberiau rrntuk warna)
5. Medel (pencelupan warna pertama)
6. Nglorod / Ngerok (perontokan malam)
7. Mbironi (pelektan malarn)
B. Nyolet (pembubuhan warna dengan kuas)
9. Nyoga (pencelupan tahap kedua)

6
F. PERSIAPAN AWAL MEMBATIK

Pekerjaan persiapan ini salah datunya meliputi

l. Nggirai (mencuci) atau ngetel'


2. Nganji (menganji)
3. Ngemplong (seterika)
'P Nggirai (rnencuci) atau ngetel
kanji agar kain tampak tebal dan berat'
Biasanya mori batik <liperdagangkan dengan cliberi
Karena kanji tersebut tidak baik untuk kain yang akan di
batik, maka perlu dihilangkan'
kernudian diganti dengan kanji ringan'
dalarn air bersih kemudian pada
Cara rnenghilangkan kanji tersebut, kain direndam semalam
pagi harinya di keprek, lalu di bilas dengan air sampai bersih'

perlu di kanji agar lilin mudah di lorot


Setelah kain di ketel sebelurn di canting / di batik kain
setelah di war-nai.
'l' NgemPlong (seterika)
Kainmoriyangtelahdikanjiperludihaluskanatatrdiratakanpermukaannyadengandi
kemplong.

G. PENGETAHTIAN ZAT WARNA UNTUK BATIK


pewarnaan pada tekstil umllmnya'
Secara umurl proses pewarnaan untuk batik sama dengan
pewarnaan batik biasanya dilakukan
dimana menggunakun p"*u*u tekstil hanya saja pada proses
secara pewarnaan dingin, mengingat p"ngiurruu, printing
litin pacla proses batik yang mudah leleh
karena panas.
untuk celupan maupuncoletan antara
' Zat warna yang dapat dipakai dalam proses pewarnaan batik
lain:

t. Zatwarna NaPhtol
2. Zatwarnalndigosol
3. ZatwamaRaPid
4. Zat wamaReaktif (Remasol)
, Zat -zat pembantu yang bisa digunakan untuk pewarnaan batik celupan maupun coletan antara lain

l.Kostik soda
2. TRO
3. Natriurn nitrit
4. Asatn Chlorida (HCL)
5. Tepung kanji (taPioka)

7
H. PEWARNAAN
i. I'eu,ilrnaan dengrttt caru ('elupan (rendantctn)
Pengertian celupan adalah memberi warna pada rnedia celup yang sudah diberi lilin 1 malam
secara tertulis lrallpun cap dengan cara dicelupkan atau direndam pada larutan zat warna, dengan
peralatan antara lain :
l. Timbangan obat
2. Beker glass / gelas ukur
3. Tempat melarutkan obat / zat warna
4. Bak celup
5. Sarung tangan karet
6. Gawangan
ii Pcu'arnctan clangun cttra Colelan
Pengertian coletan adalah memberi warna pada bahan (media colet) yang sudah diberi tilin /
malam secara tefiulus rnaupun cap dengan cara dikuaskan atau dicoletkan pada bagian - bagian
tertentu, dengan peralatan antara lain :
1. Alat colet dari rotan O 0,5 cm - I cm (diruncingkan), kuas
2. Alas (dari selimut I koran bekas)
3. Meja kerja (sepanjang kain 2,5 m)
4. Timbangan obat
5. Beker glass / gelas ukur
6. Ternpat rnelarutkan obat I zat warna

L ZAT WARNA NAPHTOL


Zat wama naphtol termasuk golongan pigman yang banyak digunakan dalam proses pembatikan
tnallpun tritik jumputan, karen akualitasnya cukup baik dan cara pemakaiannya cukup mudah.
Pencelupan atau pewarnaan dengan zat warna naphtol ini dibagi dalarn (2) dua tingkatan pekerjaan,
karena zat warna ini terdiri dari dua komponen yang masing - tnasing tidak dapat metnberikan
warna, kecuali kalua digabungkan akan terjadi warna (timbul warna). Komponen pertama disebut
Naplitol dan komponen kedua disebut garam Diazo atau garam Naphtol, dimana dalarn
penggabungannya menggunakan perbandingan antara Naphtol dan garam adalah I : 2 atau I : 3.

Sifat umum zat warna Naphtol antara lain :

t. Tidak larut dalarn air maupun dalam larutan asam dan basa encer, tetapi dapat larut dalam
larutan kostik soda pekat
2. Pada umumnya sangan tahan terhadap pencucian, tctapi tidak begitu tahan dalam gosokan.

Jenis Naphtol yang banyak digunakan dalarn pewarnaan tritik jumputan antara lain :

l. Naphtol AS
2. Naphtol AS - D
3. Naphtol AS - G
4. Naphtol AS - LB
5. Naphtol AS - BO
6. Naphtol AS - BS

8
7. Naphtol AS - BG
8. Naphtol AS - oL
9. Naphtol AS - GR
10. Naphtol AS - BR
Adapun jenis Garan Diazo atau Garam Naphtol yang banyak digunakan antara lain :

l Garam Kuning GC
2. Garam Orange GC
3. Garam Merah R
4. Gararn Merah GG
5. Garam Merah GL
6. Garam Merah 3 GL
7. Gararn Merah B
8. Garam Violet B
9. Garam Bordo GP
10. Garam Biru BB
11. Gararn Biru B
12. Garam Hitarn B

l. Proses Pencelupan ZatWarna Naphtol

Contoh Resep pencelupan dengan zatwarna Naphtol


R/Naphtol:
1. NaphtolAS*D :8gr
2. Air+TRO :5cc
3. Kostik soda :4 gr
4. Air panas (mendidih) : 0,5 lt
5. Air dingin : 3,5 lt

R/ Garam Diazo :

l. Garam Merah :24 gr


2. Air dingin :4lt
Cara melarutkan Naphtol

1. Naphtol dibuat pasta dengan TRO


2. Masukkan air panas (mendidih) dan diaduk sampai rata
3. Masukkan kostik soda sambal diaduk rata sampai larutan menjadi jernih
4. Setelah jernih tarnbahkan air dingin yang diperlukan sambal diaduk rata
5. Larutan siap untuk pencelupan (Larutan A)

I
Cara Melarutkan Gararn Diazo

1. Garam Diazo dilarutkan dengan menggunakan sedikit dulu sampai larut


2. Tambahkan air dingin sesuai keperluan sambal diaduk
3. Larutan siap digunakan (larutan B)

Cara pencelupan :

l. Kain (media celup) yang akan diproses (sudah diproses batik) dibasahi terlebih dahulu
dengan air + TRO (10 gr TRO dilarutkan dalam l0 ltr air ) sarnpai rata betul,
direndam se.larna 15 menit, kemudian ditiriskan (khususnya unfuk kain)
2. Kain (rnedia celup) dimasukkan kedalam larutan Naphtol (Larutan A), ditekan tekan,
dibuka dan dibolak balik dengan tangan sampai rata betul. kemudian ditiriskan.
3. Masukkan dalam larutan Garam Diazo (Larutan B), ditekan tekan, dibuka dan diboalk
balik dengan tangan sampai rata betul, disini akan tirnbul warna kemudian ditiriskan.
4. Selanjutnya dicuci bersih sampai sisa warna yang rnasih melekat pada kain hilang,
kemudian tiriskan.
5. Ulangi poin 2 sampai dengan poin 4, apabila menghendaki warna lebih tua

Kain Kain
\-,
\ /-''

Proses pencoletan dengan zat warna Naphtol

Contoh resep pencoletan dengan zat warna Naphtol

Rr'Naphtol :

l. Naphtol : I gr
2. Air panas : 100 cc
3. Kostik soda : 0,5 gr

Ri Garam Diazo :

l. Garam Merah : 3 gr
2. Air dingin : 100 cc

10
Cara melarutkan Naphtol

1 Naphtol + kostik soda dilarutkan dengan air panas I mendidih


2. Larutan siap untuk pencoletan (Larutan A)
Cara melarutkan Garam Dtazo

1. Garam Daizo dilarutkan dengan menggunakan sedikit dulu sarnpai larut


2. Tambahkan air dingin sesuai keperluan sambal diaduk
3. Larutan siap digunakan (larutan B)
Cara pencoletan :

l. Kain (media colet) yang akan diproses (sudah dibatik tulis atau cap) diletakkan / digelar
diatas meja yang sudah dialasi dengan selimut atau koran bekas'

2. Perikasa batikan pada kain sebelum proses pencoletan.


3. Pencoletan pefiama dilarutkan dengan Naphtol (larutan A), pada motif atau bidang yang
diinginkan. Kemudian dicoletkan dengan larutan Garan Diazo (larutan B), sarnpai rata betul,
disini akan tirnbul warna.
4. Selanjutnya dicuci bersih sampai sisa warna yang masih rnelekat pada kain hilang.
5. Ulangi poin 3 sampai dengan poin 4, apabila menghendaki warna lebih tua,.
6. Siap untuk proses selanjutnya (warna dasar)
J. ZAT WARNA INDIGOSOL

Zatwarna Indigosol termasuk golongan zat warna bejana yang lamt dalam air. Larutan zat
warna mrupakan larutan yang berwarna kuning jernih. Pewarnaan dengan zat warna indigosol
ditakukan melalui 2 (dua) tahapan yaitu : pewarnaan dengan larutan zat wama dan pembangkitan
warna. Pewarnaan pada larutan perlama belurn diperoleh warna yang dikehendaki, baru setelah
dinasukkan dalam lamtan pernbangkit (larutan asam), akan dipeloleh warna yang dikehendaki' Obat
pembantu yang diperlukan pada pencelupan dengan zat warna Indigosol adalah Natrium Nitrit dan

larutan asarn (HCL) atau soda abu untuk membantu melarutkan zat warnanya. Perbandingan Natrium
Nitrit : Indigosol adalah 2 : I

Sifat umum zatwarna Indigosol antara lain

1. Dapat larut dalarn dalam air panas, tidak mernerlukan zat pelsrut tertentn
2. Ketahanan luntur warnanya baik
3. Cara pemakaiannya cukup rnudah dan praktis

L\
Jenis zat warna Indigosol yang dapt dipergunakan dalam pewarnaan batik antara lain :

l. Zatwama lndigosol Gelb U : Kuning Muda

2. Zatwama Indigosol Yellow IGK :Kuning


3. Zat warna Indigosol Yellow IRK : Kuning Tua
4. Zat warnalndigosol Green l3G :Hijau Muda
5. Zatwarna Indigosol Green lB :Hijau
6. Zatwama Indigosol Blue O4B :Biru Muda
7. Zatwarna Indigosol Grey IBL :Abu Abu
8. Zatwarna indigosol Brown IBR : Coklat Muda

9. Zalwama Indigosol Brown IRRN :Coklat


10. Zat warna indigosol Pink R :Merah Muda
ll.Zat wama Indigosol Rosa IR : Merah

12.Zat waffra Indigosol Orange HR : Orange

13. Zat warna Indigosol Violet ARR :Ungu Muda


14.Zat warna Indigosol Violet 2 K : Ungu

15.Zat warna Indigosol Violet ABBT : Ungu Tua

Cara pemakaian zat warna Indigosol untuk pewarnaan dapat digunakan secara pewarnaan celup
maupun coletan.

Pernbangkitan \ arna (Fiksasi) apabila tidak ada sinar matahari dapat dilakukan dengan

menggunakan air hangat (40-50 "C)

Contoh resep zat warna Indigosol untuk pencelupan :

R/ Celupan :

l. Indigosol Brown IRRD : l0 gr


2. Natriurn Nitrit : 20 gr

3. Air panas (mendidih) : 0,5 ltr


4. Air dingin : 3 ltr

Cara melarutkan zat warna :

l. Zat wama Indigosol dirnasukkan dalarn baskom atau ember


2. Masukkan air panas (mendidih) sedikit demi sedikit sambal diaduk sampai seua zat warna
lanrt

12
3. Masukkan air dingin sesuai yang diperlukan
4. Larutan siap digunakan untuk mencelup
Cara Mencelup :

l. Kain (media celup) yang akan diproses (sudah diproses batik) dibasahi terlebih dahulu
dengan air + TRO (10 gr TRO dilarutkan dalam l0 ltr air) sampai rata betul, direndarn selama
l5 menit, kenrudian tiriskan
2. Kain (media celup) tersebut dimasukkan kedalam larutan zat wama, sambal ditekan tekan,
dibuka dan dibolak ballik dengan tangan sampai rata betul kurang lebih 2 menit, kemudian
tiriskan.
3. Dibuka dan dibentangkan dibawah sinar matahari, di bolak balik sampai rata
4. Diulangi pebcelupan dalam larutan zat warna sampai rata, tiriskan, kemudian dibentangkan
kembali di bawah sinar matahari.
5. Dibangkitkan warnanya dengan laritan fiksasi (larutan + HCL)
l. HCL : 50 cc

2. Air dingin :5 ltr


3. Natrium Nitrit : 50 gr

Kain (rnedia celup) langsung dirnasukkan kedalam larutan Fiksasi (HCL) tersebut diatas sampai
rata fiangan terlahr larna) langsung dicuci dengan air dan dibilas, kernudian direndam dalam air
dingin selama kurang tebih 15 menit, kernudian diproses selanjutnya.

Kct i n cl i,s i na r i Ma tah a r i

Kain Kain

\,,
\ ,,'

Lur Indigo,tol dan lrt.HCL Air Bersih


Nalrium Nilril

Gambar: Proses pencelupan batik dengan zat warna Indigosol

13
Contolr rcsep Zat warna Indigosol untuk Coletan :

R/ Coletan ;

l. IB
Indigosol Green :4 gr
2. Indigosol Blue O4B : I gr
3. Air panas (mendidih) :75 cc

l. Indigosol Green IB :1gr


2. Indigosol Kuning IGK :4 gr
3. Air panas (rnendidih) :75cc

1. Indigosol Rosa :4 gr
2. Indigosol IRRD :lgr
3. Air panas (mendidih) :75 cc

Cara nrelarutkan zat warna :

l. Zal wama indigosol dimasukkan dalam cangkir atau beker glass


2. Masukkan air panas (mendidih) sedikit derni sedikit sarnbil diaduk sampai semua zat warna
larut
3. Larutan siap digunakan untuk mencolet

Cam mencolet :

l. Kain (rnedia celup)yang siap diproses digelar diatas rneja sambil diberi alas Koran (yang
berfungsi sebagai penyerap dari warna yang keluar)
2. Colekan larutan zat warna Indigosol pada bidang yang dikehendaki.
3. Didiamkan selama beberapa waktu, bila perlu disinari matahari selama 2 menit bolak balik,
kemudian diamkan sampai kering.
4. Dibangkitkan warnanya dengan larutan Fiksasi (Larutan + HCL)
LHCL :50cc
2. Air dingin :5 ltr
3. Natrium Nitrit : 50 gr

Kain yang telah dicoret dirnasukkan kedalani larutan Fiksasi (HCL) tersebut diatas sampai rata
(jangan terlalu lama) langsung dicuci bersih dan direndam dalam air dingin selama kurang 15 menit,

kemudian diproses selanjutnya.

1.4
K. ZAT WARNA RAPID

Cara peu,arnaan colet dengan zat wama Rapid:

I' Kain (media celup) yang siap diproses digelar diatas meja sambil diberi alas Koran (yang
berfungsi sebagai penyerap dari warna yang keluar)
?- Colekan larutan zat warna rapid pada bidang yang dikeliendaki atau diinginkan
3. Didiamkan selatna bebelapa waktu sampai kering , bila perlu biasanya dilakukan semalam.
4- Kain (rnedia celup) yang telah dicolet dengan z-at warna rapid siap untuk disiapkan
selanjutnya (diternbok dengan lilin batik)
5. Selanjutnya dicelup untuk rnendapatkan warna dasar
6. Dilorot
7. Dicuci bersih
Cara melarutkan zat wama Rapid :

l. Zatwarna Rapid ditimbang sesuai kebutuhan.


2- Masukkan kedalam cangkir atau gelas aqua tarnbahkan air hangat secukupnya sarnbil diaduk
sampai semlla zat wama larut.

3. Larutan siap digunakan untuk mencolet

Contoh resep coletan dengan zat warna Rapid :

1. Rapid Merah : 5 gr
Kostiksoda :1gr
hangat
Air : 50 cc
2. Rapid Biru : 5 gr

Kostiksoda :1gr
Air hangat : 50 cc

L.ZAT WARNA REMASOL

Cara pewarnaan colet dengan zat warna remasol :

I. Kain (media colet) yang siap diproses digelar diatas meja sambil diberi alas koran (yang
berfungsi sebagai penyerap dari warna yang keluar)
2- Coletkan larutan zat warna remazol pada motif atau bidang yang dikehendaki atau
diinginkan.

15
3. Didiarnkan selama beberapa waktu sampai kering, bila perlu biasanya dilakukan semalaman
alau rninirlral l2 jaln.
4. Kain (media celup) yang telah dicolet dengan zatwarna remazol kemudian difiksasi / dikunci
i1 dengan water glass (dikuaskan / dicoletkan)

5. Selanjutnya didiarnkan semalam atau seknrang kurangnya 12 jam.


6. Dicuci bersih bila perlu direndarn
7. Dilorot atau diproses selanjutnya.
Cara rnelarutkan zat warna Remazol :

l. Zat warna rernazol ditimbang sesuai kebutuhan, kernudian tarnbahkan Matexil WASH I cc I
Itr
2. Masukkan kedalam cangkir atau gelas aqua tambahkan air hangat sesuai kebutuhan sarnbil
diaduk sampai zat warna larut
3. Larutan siap digunakan untuk mencolet

Contoh resep coletan dengan zatwarna Remazol :

t. Remazolmerah : 5 gr
MatexillWASH :1cc/ltr
Air hangat : 50 cc

2. Remazol biru turkis '5sr


'" 5^

Matexill WASH :1cc/ltr


Air hangat :50cc

3. Remazol biru RSP :5gr


Matexill WASH : I cclltr
Air hangat :50cc

i!

4. Remazol kuning SG '5or


Matexill WASH :I cclltr
Air hangat :50cc

!6