Anda di halaman 1dari 27

LOMBA KARYA TULIS ILMIAH

TEKNIK KIMIA 2019

PEMANFAATAN KANDUNGAN BIJI BUNGA MATAHARI (HELIANTHUS


ANNUUS) DAN EKSTRAK BENGKUANG (PACHYRHIZUS EROSUS)
TERHADAP BODY LOTION SEBAGAI MOISTURIZER

INTEGRATED PROCESS TECHNOLOGY

Diusulkan Oleh:

Nurul Mutia Putri NIM D1121181018 Angkatan 2018

Salwa Khairunnisa NIM D1121181030 Angkatan 2018

Dwi Aprilia Lestari NIM D1121181032 Angkatan 2018

UNIVERSITAS TANJUNGPURA

PONTIANAK

2019
HALAMAN PENGESAHAN

1. Judul Kegiatan : Pemanfaatan Kandungan Biji Bunga


Matahari (Helianthus Annuus) dan Saripati
Bengkuang (Pachyrhizus Erosus) Terhadap
Body Lotion Sebagai Moisturizer

2. Bidang Kegiatan : Integrated Process Technology


3. Ketua Kelompok
a. Nama Lengkap : Nurul Mutia Putri
b. NIM : D1121181018
c. Program Studi : Teknik Kimia
d. Universitas : Universitas Tanjungpura
e. Alamat Rumah dan No Tel./HP : Jln. Prof. M. Yain. Komp. Ari Karya Indah 6
No. A4
f. Email : mutia.nptr@gmail.com
4. Anggota Kelompok :2
5. Nama Anggota
a. Anggota I : Salwa Khairunnisa
b. Anggota II : Dwi Aprilia Lestari

PONTIANAK, 10 MEI 2019

Menyetujui

Mentor Kelompok Ketua Kelompok,

Rizki Aprillia Tauriska Nurul Mutia Putri


NIM. D1121171023 NIM.D1121181018

Kepala Program Studi Teknik Kimia,

(Dr. H. Usman A. Gani, ST, MT.)


NIDN. 0016027006

ii
SURAT PERNYATAAN ORISINILITAS KARYA

Yang bertanda tangan di bawah ini :


Nama : Nurul Mutia Putri
NIM : D1121181018
Program Studi : Teknik Kimia
Fakultas : Teknik
Dengan ini menyatakan bahwa karya tersebut asli buatan sendiri, bukan jiplakan
dan belum pernah menjuarai lomba sejenis sebelumnya.
Pernyataan ini kami buat dengan sebenar-benarnya. Apabila dikemudian hari
terbukti tidak benar, saya bersedia menerima sanksi yang ditetapkan oleh pihak
panitia Lomba Karya Tulis Ilmiah Teknik Kimia 2019.

PONTIANAK, 1 MEI 2019

Mengetahui, Yang menyatakan,


Kepala Program Studi
Teknik Kimia,

(Dr. H. Usman A. Gani, ST, MT.) (Nurul Mutia Putri)


NIDN.0016027006 NIM.D1121181018

iii
DAFTAR ISI

COVER....................................................................................................................

HALAMAN PENGESAHAN................................................................................ii

SURAT PERNYATAAN ORISINILITAS KARYA.........................................iii

DAFTAR ISI..........................................................................................................iv

KATA PENGANTAR............................................................................................v

ABSTRAK.............................................................................................................vi

BAB I PENDAHULUAN.......................................................................................1

1.1 LATAR BELAKANG......................................................................................1

1.2 RUMUSAN MASALAH..................................................................................3

1.3 TUJUAN...........................................................................................................3

1.4 MANFAAT.......................................................................................................3

BAB II TINJAUAN PUSTAKA............................................................................4

2.1 BODY LOTION................................................................................................4

2.2 KULIT...............................................................................................................4

2.3 KULIT KERING...............................................................................................5

2.4 BUNGA MATAHARI......................................................................................5

2.5 KANDUNGAN BIJI BUNGA MATAHARI...................................................6

2.6 BENGKUANG.................................................................................................7

2.7 AKUADES........................................................................................................7

2.8 CHLOROFORM................................................................................................7

2.9 GLISERIN........................................................................................................8

BAB III METODE PENULISAN.........................................................................9

3.1 SUMBER DATA...............................................................................................9

iv
3.2 PENGOLAHAN DATA DAN INFORMASI...................................................9

3.3 ANALISIS DAN SINTESIS.............................................................................9

3.4 ALAT DAN BAHAN.......................................................................................9

3.5 PROSEDUR KERJA......................................................................................10

3.6 PEMBUATAN BODY LOTION.....................................................................11

BAB IV PEMBAHASAN.....................................................................................13

4.1 ANALISIS PROSEDUR KERJA....................................................................13

4.2 PREPARASI SAMPEL BIJI BUNGA MATAHARI......................................13

BAB V PENUTUP................................................................................................14

5.1 KESIMPULAN................................................................................................14

5.2 SARAN............................................................................................................14

DAFTAR PUSTAKA...........................................................................................15

LAMPIRAN..........................................................................................................16

v
KATA PENGANTAR

Bismillahirrahmannirrahim

Puji syukur kita panjatkan kepada Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan
hidayatnya sehingga kami dapat menyelesaikan karya tulis ilmiah ini. Sholawat
serta salam kami panjatkan kepada Nabi besar Muhammad SAW yang telah
membawa risalah islam yang penuh dengan ilmu pengetahuan, khususnya ilmu
ilmu keislaman sehingga dapat menjadi bekal hidup kami didunia maupun
diakhirat. Terutama bagi penulis karya tulis ilmiah yang berjudul “Pemanfaatan
Kandungan Biji Bunga Matahari (Helianthus Annuus) dan Saripati Bengkuang
(Pachyrhizus Erosus) Terhadap Body Lotion Sebagai Moisturizer” ini merupakan
tugas yang dapat kami selesaikan atas kehedak Allah SWT. Berkat Allah SWT
kami dapat menyelesaikan karya tulis ilmiah ini dengan keadaan sehat. Suatu
kebahagiaan untuk kami jika karya tulis ilmiah ini dapat terselesaikan dengan
baik. Adapun maksud penulisan karya tulis ilmiah ini bertujuan untuk mengikuti
lomba karya tulis ilmiah yang diadakan di prorgram studi Teknik Kimia. Rasa
terimakasih sebesar besarnya kepada kakak Rizki Aprillia Tauriska selaku mentor
atau pembimbing materi dalam penulisan karya tulis ilmiah ini, serta semua pihak
yang sudah membantu dalam menyelesaikan karya tulis ilmiah ini.

Harapan kami bahwa karya tulis ilmiah ini dapat memberi manfaat kepada
pembaca untuk menambah wawasan dan pentingnya “Pemanfaatan Kandungan
Biji Bunga Matahari (Helianthus Annuus) dan Saripati Bengkuang (Pachyrhizus
Erosus) Terhadap Body Lotion Sebagai Moisturizer” bagi kehidupan sehari-hari.
Kami menyadari bahwa karya tulis ilmiah yang kami buat masih jauh dari kata
sempurna dengan keterbatasan yang kami miliki. Saran dan kritik akan kami
terima untuk memperbaiki karya tulis ilmiah ini agar menjadi lebih baik lagi

Pontianak, 1 Mei 2019

Tim penyusun

vi
ABSTRAK

Dilihat dari data BMKG, cuaca di Pontianak pernah mencapai suhu 37.2

. Kalimantan Barat dikenal sebagai daerah yang memiliki cuaca yang sangat terik.

Hal ini disebabkan oleh gerak semu matahari yang berada hampir mendekati
garis ekuator. Perkiraan untuk turunnya hujan rendah, dan adanya kulminasi
sehingga dapat meningkatkan suhu udara untuk beberapa hari, hal ini akibat dari
sebelum maupun sesudah kulminasi. Hal inilah menjadi penyebab kulit menjadi
kering. Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan kandungan biji bunga
matahari dan saripati bengkuang guna melindungi kulit akibat paparan sinar
matahari. Metode yang digunakan adalah mengambil ekstrak minyak yang
dihasilkan oleh biji bunga matahari dan saripati bengkuang, kemudian minyak
yang dihasilkan dari bijih bunga matahari dan saripati bengkuang tersebut kami
kembangkan menjadi body lotion. Penelitian ini menghasilkan Body lotion yang
mengandung minyak biji bunga matahari dan saripati bengkuang.

Kata Kunci : Body lotion, biji bunga matahari, bengkuang

vii
1

BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Dilihat dari data BMKG, cuaca Pontianak pernah mencapai suhu

37.2 . Kalimantan Barat dikenal sebagai daerah yang memiliki cuaca

yang sangat terik. Hal ini disebabkan oleh gerak semu matahari yang
berada hampir mendekati garis ekuator. Perkiraan untuk turunnya hujan
rendah, dan adanya kulminasi sehingga dapat meningkatkan suhu udara
untuk beberapa hari, hal ini akibat dari sebelum maupun sesudah
kulminasi (Kornellius, 2015). Semakin tinggi temperature udara maka
paparan sinar UV akan semakin tinggi, akibatnya dapat mempengaruhi
kondisi kulit, salah satunya yaitu kulit menjadi kering dan pecah-pecah
(Devita A.G., Marwiyah, 2014).

Secara umum, kulit terbagi menjadi 3 jenis, yaitu kulit kering, kulit
normal dan kulit berminyak. Pembagian ini didasarkan pada kandungan air
dan minyak yang terdapat pada kulit. Kulit kering adalah kulit dengan
kadar air kurang atau rendah. Kulit normal adalah kulit yang memiliki
kadar air tinggi dan kadar minyak rendah sampai normal. Kulit berminyak
yaitu kulit yang memiliki kandungan air dan minyak yang tinggi. Kulit
campuran atau resisten dalam dunia kosmetika dikenal juga dengan istilah
jenis kulit kombinasi yaitu daerah bagian tengah atau dikenal juga dengan
istilah daerah T (dahi, hidung dan dagu) terkadang berminyak atau normal,
bagian kulit lain cenderung lebih normal bahkan kering (Muliyawan,
2013).

Kulit kering atau xerosis cutis didefinisikan sebagai gambaran


hilangnya atau berkurangnya kadar kelembapan pada stratum korneum.
Tingkat kekeringan pada kulit kering dipengaruhi oleh faktor endogen dan
eksogen. Pelembap secara umum digunakan untuk meringankan kulit
2

kering. Banyak pelembap menggunakan bahan sintetik untuk menjaga


kelembapan kulit sedangkan bahan sintetik ini memiliki efek samping
dalam pemakaian jangka panjang (Emia H.S., dkk, 2018).

Kulit kering terjadi karena hilangnya atau berkurangnya kelembapan


pada stratum korneum dan menyebabkan peningkatan Trans Epidermal
Water Loss (TEWL). Predileksi tersering adalah di ekstremitas, tetapi juga
dapat ditemukan di batang tubuh dan wajah. Gambaran klinisnya adalah
kulit tampak kasar dengan tekstur kulit lebih jelas serta tampak bersisik,
disertai keluhan gatal. Jika memberat, dapat pula tampak kemerahan dan
terjadi fisura (Emia H.S., dkk, 2018)

Bunga matahari dikenal dengan berbagai nama sun flower


(Inggris), mirasol (Filifina), himawari dan koujitsuki (Jepang), serta xiang
ri kui (China). Tanaman ini memiliki nama latin Heliantus annus L. Heli
berarti matahari dan annus yaitu semusim. Tanaman ini berasal dari
Meksiko dan Peru, Amerika Tengah. Tanaman ini telah dibudidayakan
secara besar-besaran pada abad ke-18 di berbagai negara dibenua Amerika.
Sementara baru pada tahun 1907 diperkenalkan di Indonesia oleh seorang
ahli pertanian dari Belanda (Neti, 2013).

Bunga matahari dapat tumbuh didaerah dingin maupun didaerah


kering pada ketinggian sampai 1.500 m dpl. Tanah berpasir hingga tanah
liar yang baik dan tidak asam atau asin, serta pH berkisar antara 5,7-8,1
merupakan tanah yang baik untuk tumbuh pada tanaman ini. Udara yang
kering setelah terbentuknya biji juga sangat penting untuk membuat masak
biji bunga matahari (Neti, 2013). Biji bunga matahari salah satu jenis
minyak nabati yang masih sangat terbatas perkembangannya di Indonesia,
Impor biji dan minyak matahari umumnya untuk pembuatan makanan,
obat-obatan dan bahan industri. Kandungan biji bunga matahari kaya akan
protein, lemak dan karbohidrat. Minyak biiji bunga matahari mempunyai
kandungan asam lemak tak jenuh mencapai 91% lebih banyak
3

dibandingkan oleat dan linoleat yang terdapat pada minyak kedelai, kacang
tanah, jagung, kelapa sawit sehingga baik untuk kesehatan (Suprapto dan
Supanjani, 2009).

1.2. Rumusan Masalah

1. Bagaimana cara mengatasi kulit kering di cuaca panas saat ini?


2. Bagaimana kandungan yang terdapat didalam biji bunga matahari
sehingga dapat melembabkan kulit?
3. Bagaimana kandungan yang terdapat dalam bengkuang sehingga dapat
menyehatkan kulit?

1.3. Tujuan

1. Dapat menganalisis cara mengatasi kulit kering di cuaca panas


2. Dapat menganalisis kandungan yang terdapat dalam biji bunga
matahari sehingga dapat melembabkan kulit
3. Dapat menganalisis kandungan yang terdapat dalam bengkuang
sehingga dapat membantu menyehatkan kulit

1.4. Manfaat

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran kepada


masyarakat bagaimana kandungan biji bunga matahari terhadap kondisi
kulit. Kandungan vitamin E yang terdapat pada biji bunga matahari
bertujuan untuk melembabkan kondisi kulit kering. Dan Asam linoleat dan
β-sitosterol yang dimiliki biji bunga matahari dapat memudarkan bekas
luka. Selain itu memiliki potensi aktivitas antioksidan yang signifikan jika
dibandingkan dengan standarnya yaitu asam askorbat.
4

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Body Lotion
Lotion merupakan salah satu bentuk emulsi, didefinisikan sebagai
campuran dari dua cairan yang tidak saling bercampur, yang distabilkan
dengan sistem emulsi dan jika ditempatkan pada suhu ruang, berbentuk cairan
yang dapat dituang (Rieger, 1994). Menurut (Erungan, et. al, 2009) lotion
merupakan sediaan kosmetik golongan emolien (pelembut) yang mengandung
banyak air. Lotion pelembab berfungi mempertahankan kelembaban dan daya
tahan air pada lapisan kulit sehingga dapat melembutkan dan menjaga
kehalusan kulit. Fungsi utama body lotion unuk perawatan kulit adalah
sebagai pelembut (emultion). Hasil akhir yang diperoleh tergantung dari daya
campur bahan baku dengan bahan lainnya untuk mendapatkan kelembaban,
kelembutan, dan perlindungan dari kekeringan.

2.2 Kulit
Manusia memiliki lapisan terluar yang menyelimuti seluruh tubuhnya.
Secara kasat mata, lapisan tersebut terkesan hanya berfungsi sebagai penahan
benturan agat tidak terjadi peradangan pada organ dalam. Secara logika
empiris, bisa dikatakan lapisan tersebut hanya melindungi tulang dan daging
serta rumah untuk aliran darah. Lapisan tersebut biasa dikenal dengan sebutan
kulit. Kulit adalah lapisan atau jaringan yang menyelimuti seluruh tubuh dan
melindungi tubuh dari bahaya yang datang dari luar. Kulit atau sistem
integumen merupakan organ tubuh manusia yang paling besar karena
fungsinya sebagai pembungkus seluruh tubuh manusia. Rata-rata kulit yang
membungkus manusia memiliki luas sebesar 1,67 m². Rambut, kuku, kelenjar
juga merupakan bagian dari kulit. Dalam ruang lingkup sains, kulit tidak
hanya terdapat pada luar saja yang dapat dilihat oleh mata, tetapi jaringan-
jaringan yang lebih kompleks dalam pembentukan kulit terdapat pada kulit
bagian dalam yang harus dilihat secara mikroskopis (Syaifudin, 2009).
5

2.3 Kulit Kering


Kulit kering merupakan salah satu masalah kulit yang umum dijumpai
pada masyarakat khususnya bagi yang tinggal di iklim tropis seperti
Indonesia, namun banyak dari masyarakat kurang memperhatikan dampak
yang bisa ditimbulkan akibat kulit kering yang terlalu lama dibiarkan karena
menganggap hal tersebut bukan masalah yang besar. Kulit yang kering dapat
menurunkan kinerja pertahanan tubuh terhadap infeksi dan efek radikal
bebas. Radikal bebas dapat mempercepat penuaan dini dan kerusakan pada
kulit. Kerusakan kulit antara lain terjadi karena adanya sinar ultraviolet (UV),
satu dari komponen sinar matahari yang mencapai bumi. Sinar UV ini
memiliki efek oksidatif yang dapat menyebabkan peradangan. Efek sinar UV
yang bersifat sebagai sumber radikal bebas dapat dicegah oleh antioksidan.
Antioksidan merupakan senyawa yang dapat menetralkan radikal bebas
reaktif menjadi bentuk tidak reaktif yang relatif stabil sehingga dapat
melindungi sel dari efek bahaya radikal bebas (Nova, 2012). Kulit kering
dapat diatasi dengan menggunakan pelembap. Pelembap dapat menghidrasi
kulit, melembutkan kulit dan untuk mengurangi tingkat kekeringan pada kulit
(Emia H.S., dkk, 2018).

2.4 Bunga Matahari


Tanaman bunga matahari (Helianthus annuus L.) merupakan tanaman
yang dibudidayakan oleh masyarakat sebagai tanaman hias yang mempunyai
nilai estetika tinggi. Tanaman ini tergolong satu famili dengan Artemisia
annua yaitu Asteraceae. Selain sebagai tanaman hias pemanfaatan bunga
matahari pada bagian bunga dan biji adalah sebagai sumber minyak yang
kaya asam linoleat, sedangkan bagian daunnya belum termanfaatkan secara
optimal. (Nengatik, 2011). Kandungan biji bunga matahari kaya akan protein,
lemak dan karbohidrat. Minyak biji bunga matahari mempunyai kandungan
asam lemak tak jenuh mencapai 91% lebih banyak dibandingkan oleat dan
6

linoleat yang terdapat pada minyak kedelai, kacang tanah, jagung, kelapa
sawit sehingga baik untuk kesehatan (Suprapto dan Supanjani, 2009).

2.5 Kandungan Biji Bunga Matahari


Biji bunga matahari dipilih karena mengandung vitamin E yang dapat
membantu melindungi kulit dari oksidasi sel yang merusak kulit, ß- sitosterol
yang dapat membantu memproduksi melanin dan antioksidan sebagai
penangkal radikal bebas (Achroni, 2013). Minyak biji bunga matahari dapat
mempercepat proses penyembuhan luka karena mengandung zat aktif antara
lain β-sitosterol, flavonoid dan linoleic acid (Rodhiyah dan Sulistiyawati,
2012) juga menyebutkan bahwa minyak biji bunga matahari sebagai
pelembab dapat mengurangi penguapan air dari kulit sehingga menjaga
kelembapan kulit. Selain dibuat sebagai sediaan krim dan gel, biji bunga
matahari juga dapat dijadikan sabun untuk dipakai untuk kesehatan kulit
(Husna dkk, 2012).
Antioksidan memiliki banyak manfaat untuk kesehatan kulit yaitu sebagai
antipenuaan, perlindungan dari ROS akibat stress oksidatif dan perlidungan
dari UV. Vitamin dan antioksidan memiliki popularitas besar sebagai bahan
dasar dalam produk sediaan topikal, dimana produk harus dapat mencegah
penuaan dan menjaga kulit dalam kondisi yang menyenangkan. Banyak zat,
dengan struktur kimia yang lebih atau kurang kompleks, telah ditemukan
memiliki aktivitas antiradikal dan telah diperkenalkan ke pasar sebagai
produk anti penuaan (RatzLyko, Arct, & Pytkowska, 2012).
Tokoferol terutama α-tokoferol telah diketahui sebagai antioksidan yang
mampu mempertahankan integritas membran sel. Peranan besar vitamin E
sebagai antioksidan lebih disebabkan karena vitamin E mempunyai cincin
fenol yang mampu memberikan ion hidrogennya kepada radikal bebas
(Siswanto, et al., 2013). Asam linoleat (omega-6) dan asam linolenat (omega-
3) yang terdapat dalam minyak biji bunga matahari merupakan asam lemak
tak jenuh ganda dan berperan sebagai asam lemak essensial bagi tubuh. Asam
7

linoleat memiliki fungsi yang sama dengan asam linoleat, yaitu dapat
mencegah kekeringan kulit dan peradangan (Kurniati, 2011).

2.6 Bengkuang
Tanaman bengkuang (Pachyrhizus erosus) telah dikenal dengan baik oleh
masyarakat Indonesia. Tanaman bengkuang mengandung pachyrhizon,
rotenon, vitamin B1, dan vitamin C, selain itu umbi bengkuang mengandung
inulin yang bermanfaat bagi kesehatan serta sering dimanfaatkan dalam
pangan fungsional (Susanto, 2011). Seperti bahan alami lain yang bermanfaat
bagi kesehatan kulit, bengkuang mengandung antioksidan vitamin C,
flavonoid, dan saponin yang merupakan tabir surya alami untuk mencegah
kerusakan kulit oleh radikal bebas dan zat fenolik dalam bengkuang cukup
efektif menghambat proses pembentukan melanin, sehingga pigmentasi
akibat hormone, sinar inti matahari, dan bekas jerawat dapat dicegah dan
dikurangi. Terdapat 6 senyawa dalam bengkuang yang mampu memiliki
aktivitas antioksiodan dan memutihkan yaitu daidzein, daidzin, genistin,
(8,9)-furanyl-pteropcarpan-3-ol, 4-(2-(furane-2-yl)ethyl)-2-methyl-2,5-
dihydro-furane-3-arbaldehyde dan 2-butoxy-2,5-bis(hydroxymethyl)-
tetrahydrofurane3,4-diol (Lukitaningsih E., dkk, 2013).

2.7 Akuades
Akuades terdiri atas hydrogent peroxida maksimal 49,9%, aquadest
ini bewarna bening seperti air. Aquadest adalah air biasa yang telah
mengalami penyulingan sehinga tidak memiliki kandungan mineral apapun
dan tidak ada campuran yang berperan sebagai pelarut (Baroroh, 2004).

2.8 Chloroform
Nama produk : Chloroform
Sinonim : triklorometana, Metana, Triklor-
Nama kimia : kloroform
Formula kimia: CHCl3
8

Identifikasi Bahaya
Efek kesehatan akut : bahaya apabila terjadi kontak langsung dengan
kulit (iritasi), kontak dengan mata (iritasi), terhirup dan tertelan.
Efek Kesehatan Kronis : efek karsinogenik, efek mutagenik terhadap sel
somatik mamalia dan bakteri

2.9 Gliserin
Sifat Fisika Kimia:
Nama bahan : Gliserin
Deskripsi :Cairan tidak berwarna hingga kuning, tidak berbau,
berasa manis, bertekstur kental
Bersifat higroskopis; Berat molekul 92,09
Rumus molekul : C3H8O3
Titik didih : 290⁰C (554F)
Titik beku : 20⁰C (68F)
Tekanan uap : 0,0025 mmHg pada 50oC
Kerapatan uap(udara=1):3,1
Gravitasi spesifik(air=1):1,2613
pH netral : Larut dalam air, alkohol, etil asetat, dan eter; Tidak
larut dalam benzen, kloroform, karbon tetraklorida, karbon disulfida,
petroleum eter, dan minyak. Frasa Risiko, Frasa Keamanan dan Tingkat
Bahaya Peringkat NFPA (Skala 0-4) (1,4)
Kesehatan 1 = Tingkat keparahan rendah Kebakaran 1,dapat terbakar
Reaktivitas 0 = Tidak reaktif
9

BAB III
METODE PENULISAN
3.1 Sumber Data
Metode penulisan bersifat studi pustaka. Studi kepustakaan adalah segala
usaha yang dilakukan oleh peneliti untuk menghimpun informasi yang
relevan dengan topik atau masalah yang akan atau sedang diteliti. Studi
kepustakaan adalah teknik pengumpulan data dengan mengadakan studi
penelaahan terhadap buku, literatur, catatan, dan laporan yang ada
hubungannya dengan penelitian yang dilakukan. Informasi diperoleh dari
buku, jurnal dan laporan penelitian.

3.2. Pengolahan Data dan Informasi


Beberapa data dan informasi yang diperoleh pada tahap pengumpulan
data, kemudian diolah dengan menggunakan suatu metode analisis deskriptif
berdasarkan data sekunder.

3.3. Analisis dan Sintesis


Aspek-aspek yang akan dianalisis yaitu kandungan yang terdapat dalam
biji bunga matahari dan bengkuang sebagai bahan dasar utama pembuatan
body lotion. Sintesis yang dijelaskan yaitu alternatif solusi untuk mengatasi
permasalah yang dianalisis.

3.4. Alat dan Bahan


Bahan yang di gunakan pada penelitian ini, yaitu :
Akuadest, Biji bunga matahari, Chloroform, Etanol 70%, Glyserin, Gliserol
Stearat, Iso propil Palmitat, Indicator amylum, Larutan wijs, Larutan Thio
0,1N, Metil Paraben, N-Hexane, Parfume, Petroleum Jelly, Trietanolamine,
Saripati Bengkuang, Stearic Acid, White oil.
10

Alat yang digunakan pada penelitian ini, yaitu :


Beaker glass, Botol 1 ml, Buret, Cawan petri, Corong, Density meter,
Erlenmeyer, Gelas ukur, Hot plate, Kertas saring, Neraca analitik, Pipet tetes,
Pipet volume, Ph meter, Stirrer, Statif, Viskometer brookfield.

3.5. Prosedur kerja


3.5.1 Pengeringan Biji Bunga Matahari
Tujuan dari pengeringan ini adalah mengkondisikan bahwa biji
bunga matahari dengan kadar air yang rendah sehingga
memudahkan untuk diekstrak. Prosedur yang dilakukan sebagai
berikut:
1. Dikupas biji dari kulit luarnya
2. Dijemur di tempat yang terkena sinar matahari langsung
3. Diangkat biji ketika sudah benar-benar kering
4. Disimpan biji bunga matahari yang telah kering dalam
tempat tertutup dengan temperature ruang. Selanjutnya, biji
bunga matahari siap untuk diekstraksi.

3.5.2 Ekstraksi Biji Bunga Matahari


Tujuan dari pengekstraksian ini adalah mendapatkan ekstrak biji
bunga matahari dengan pelarut yang berbeda dan waktu ekstraksi
sehingga bisa diketahui pelarut dan waktu ektraksi yang terbaik
mengekstrak biji bunga matahari.

3.5.3 Analisis Ekstrak Biji Bunga Matahari


Tahapan ini bertujuan untuk mendapatkan data yang akan
digunakan sebagai bahan pertimbangan kereaktifan dan kelayakan
ekstrak biji bunga matahari untuk digunakan sebagai bahan
pembuatan body lotion.
a. Viskositas
11

Viskositas pada produk diukur dengan menggunakan viskometer


brookfield. Sejumlah sampel yang telah dilarutkan, dimasukkan
kedalam wadah kemudian diukur viskositasnya dengan
menggunakan viskometer. Viskositasnya (cp) adalah angka hasil
pengukuran.
b. Densitas
Pengukuran densitas dilakukan dengan menggunakan alat
density meter.
c. pH meter
Uji derajat keasamaan dilakukan dengan Ph meter y
ang sebelumnya sudah di kalibasi meggunakan lauran buffer
4,01 dan 6,86.

3.6 . Pembuatan Body Lotion


Prinsip pembuatan body lotion adalah pencampuran beberapa bahan
yang disertai pengadukan dan pemanasan yang sempurna. Bahan yang
dipisahkan menjadi 2 bagian, yaitu bahan yang larut minyak dari bahan
yang larut air. Bahan-bahan yang termasuk fase minyak antara lain asam
stearat, gliserol stearat, petroleum jelly, white oil, dan iso propil palmitat.
Bahan-bahan yang termasuk fase air antara lain gliserin, trietanolamin, dan
air. Fase minyak dicampur sampai homogen disertai pemanasan 70-75⁰C
sehingga terbentuk sediaan A. Fase airpun dicampur hingga homogen
disertai pemanasan 70-75⁰C, sehingga terbentuk sediaan B. Setelah
homogen, kedua sediaan tersebut dicampur sampai homogen, kedua
sediaan tersebut dicampur pada suhu 70⁰C. Pada suhu 37⁰C, metil
paraben dimasukkan kesediaam C, kemudian pewangi diatambahkan pada
suhu 35⁰. Setelah penambahan pewangi, pengadukan terus dilakukan
selama satu menit sehingga terbentuk body lotion.
12

BAB IV
PEMBAHASAN
Pada bab ini, akan dipaparkan mengenai analisis dari prosedur kerja yang
telah diperoleh.
4.1 Analisis Prosedur Kerja
Prosedur penelitian yang dilakukan meliputi preparasi sample biji bunga
matahari, mengekstraksi biji bunga matahari, pengecekan viskositas, denditas,
ph dan pembuatan body lotion. Pembuatan body lotion dngan mengganti iso
propil palmitat dengan ekstrak biji bunga matahari. Uji body lotion dengan
membandingkan body lotion yang ada di pasaran.
4.2 Preparasi Sample Biji Bunga Matahari
Sampel yang diuji adalah biji bunga matahari atau dalam bahasa latinnya
yaitu Heliantus annus L . Biji yang telah di kupas dari kulit, lalu di
keringkan dengan bantuan sinar matahari. Tujuan pengeringan adalah untuk
mengilangkan kandungan air yang terdapat di dalam biji bunga matahari. Biji
yang telah kering, tidak perlu di haluskan dikarenakan permukaan biji sudah
kecil, sehingga tidak akan berpengaruh terhadap proses ekstraksi. Semakin
kecil diameter sampel, maka luas permukaan kontak antara biji bunga
matahari dengan pelarut akan semakn besar, sehingga akan semakin banyak
senyawa yang terekstrak dari daun ke dalam pelarut yang digunakan dalam
proses ekstraksi.
4.2.1 Pengaruh yang Dihasilkan pada Ekstraksi Biji Bunga Matahari
Terhadap ph Meter
Ph merupakan parameter paling penting pada produk kosmetika
karena ph yang sangat tinggi ata rendah dapat menyebabkan kulit
menjadi iritasi. Ph yang ideal untuk digunakan kelayakan
seseorang antara lain 4,5-7,5. Kulit memiliki epidermis yang
merupakan pelindung dasar terhadap kehilangan kadar air dan
nutrisi (sieghenthaler,2005).
13

4.2.2 Pengaruh Viskositas yang Dihasilkan Terhadap ekstrak biji bunga


matahari serta saripati bengkuang.
BAB V
PENUTUP

5.1 Kesimpulan
Di cuaca panas saat ini menjadi salah satu penyebab kulit menjadi kering,
dikarenakan kulit yang kekurangan cairan. Salah satu cara untuk mengurangi
penyebab kulit kering adalah pemakaian body lotion secara rutin. Karena
body lotion memiliki kandungan yang dapat melembabkan kulit.
Biji bunga matahari dipilih karena mengandung vitamin E yang dapat
membantu melindungi kulit dari oksidasi sel yang merusak kulit, ß- sitosterol
yang dapat membantu memproduksi melanin dan antioksidan sebagai
penangkal radikal bebas. Minyak biji bunga matahari sebagai pelembab dapat
mengurangi penguapan air dari kulit sehingga menjaga kelembapan kulit.
Asam linoleat (omega-6) dan asam linolenat (omega-3) yang terdapat dalam
minyak biji bunga matahari merupakan asam lemak tak jenuh ganda dan
berperan sebagai asam lemak essensial bagi tubuh. Asam linoleat memiliki
fungsi yang sama dengan asam linoleat, yaitu dapat mencegah kekeringan
kulit dan peradangan.
Bengkuang mengandung antioksidan vitamin C, flavonoid, dan saponin
yang merupakan tabir surya alami untuk mencegah kerusakan kulit oleh
radikal bebas dan zat fenolik dalam bengkuang cukup efektif menghambat
proses pembentukan melanin, sehingga pigmentasi akibat hormone, sinar inti
matahari, dan bekas jerawat dapat dicegah dan dikurangi.

5.2 Saran
Sebaiknya, di saat cuaca panas lebih sering menggunakan body lotion
untuk melindungi kulit agar kulit terhindar dari paparan sinar matahari secara
langsung, dan agar kulit tetap terhidrasi dengan baik.
14

DAFTAR PUSTAKA
Achroni , daud . 2013. Kiat khusus biji bunga matahari skala keci,. Trans Idea
publishing. Jogjakarta
Aldridge, E.John. dan Sutojo, Siswanto. (2013). Good Corporate Governance :
Tata Kelola Perusahaan yang Sehat, Jakarta : Damar Media Pustaka.
Astuti, Endah Nova. 2012. Efektifitas Model Pembelajaran Pemecahan Masalah
Melalui Strategi Open-Ended untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa
(PTK di Kelas VII B Semester Genap SMP Negeri 1 Colomadu Tahun
Pelajaran 2011/2012). Surakarta: Skripsi UMS
Azwar, Syarifudin. 2009. Metode Penelitian. Jakarta : Pustaka Pelajar.
Baroroh, Umi L. U. 2004. Diktat Kimia Dasar I. Universitas Lambung
Mangkurat. Banjarbaru.
Erungan A.C., S purwaningih dan S.B Anita. 2009. Aplikasi keraginan dalam
pembuatan skin lotion. J Teknologi hasil perikanan indonesia. 12 (2):
128
Lukitaningsih, E., M. Bahi, and U. Holzgrabe. 2013. Inhibition type of isolated
compounds obstained from Pachyrhizus erosus. Aceh.J. Sci. Technol.
2(3) : 98-102
Mulyawan (2013). A-Z Tentang Kosmetik. Jakarta.PT Elex media komputindo
Nangatik , 2011. Manfaat bunga matahari (helianthus annus L). Diaske 12
februari 2016
Neti (2013). A-Z Tentang Kosmetik. Jakarta.PT Elex media komputindo
Ratz-Lyko, A., Arct, J., & Pytkowska, K. (2012). Methods for evaluation of
cosmetic antioxidant capacity. Skin Research and Technology, 18(4),
421– 430. https://doi.org/10.1111/j.1600- 0846.2011.00588.x Reis
Mansur, M. C. P. P., Leitão, S. G.,
Rieger M. 1994. Emulsi. Di dalam : Lachman et al. 1994. Teori dan Praktek
Farmasi Industri. Ed ke-2. Suyatmi S, penerjemah. Jakarta: UI
Press.Terjemahan dari Theory and Pharmacy Practical Industry. Ed ke-
2.
Suprapto dan Supanjani. 2009. Analisis genetik ciri-ciri kuantitatif dan
kompatibilitas sendiri bunga matahari di lahan ultisol. Jurnal Akta
Agrosia 12(1):89-97.
A. Identitas Diri
1. Nama Lengkap Nurul Mutia Putri

2. Jenis Kelamin Perempuan

3. Program Studi Teknik Kimia

4. NIM/NIDN D1121181018

5. Tempat dan Tanggal Lahir Pontianak, 13 Oktober 2000

6. E-mail mutia.nptr@gmail.com

7. Nomor Telepon/HP 0085821481060/089608771381

B. Riwayat Pendidikan
SD SMP SMA

Nama Institusi SDN 34 Pon- SMP N 19 SMTI Pontianak


Sel Pontianak

Jurusan - - T.Kimia Industri

Tahun Masuk-Lulus 2006 - 2012 2012 - 2015 2015 - 2018

C. Pemakalah Seminar Ilmiah (Oral Presentation)


NO Nama Pertemuan Institusi pemberi Waktu dan
Ilmiah/Seminar penghargaan Tempat

1. - - -

D. Penghargaan dalam 10 tahun terakhir (dari pemerintah, asosiasi atau lainnya)


NO. Jenis Penghargaan Institusi pemberi Tahun
penghargaan

1. Sertifikat LKTI LISMA UNTAN 2018

Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar
dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila dikemudian hari
ternyata dijumpai ketidaksesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima

viii
sanksi. Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi
salah satu persyaratan dalam pengajuan Lomba KTI teknik kimia.

PONTIANAK, 1 MEI 2019


Pengusul

(Nurul Mutia Putri)

A. Identitas Diri

ix
1. Nama Lengkap Salwa Khairunnisa

2. Jenis Kelamin Perempuan

3. Program Studi Teknik Kimia

4. NIM/NIDN D1121181030

5. Tempat dan Tanggal Lahir Batu Ampar, 6 Februari 2001

6. E-mail salwakhairunnisa06@gmail.com

7. Nomor Telepon/HP 089693323129

B. Riwayat Pendidikan
SD SMP SMA

Nama Institusi SDN 24 SMP N 5 SMA N 4


Pontianak Pontianak

Jurusan - - IPA

Tahun Masuk-Lulus 2006 - 2012 2012 - 2015 2015 - 2018

C. Pemakalah Seminar Ilmiah (Oral Presentation)


NO Nama Pertemuan Institusi pemberi Waktu dan
Ilmiah/Seminar penghargaan Tempat

1. - - -

D. Penghargaan dalam 10 tahun terakhir (dari pemerintah, asosiasi atau lainnya)


NO. Jenis Penghargaan Institusi pemberi Tahun
penghargaan

1. - - -

Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan
dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila dikemudian hari ternyata
dijumpai ketidaksesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi.
Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu
persyaratan dalam pengajuan Lomba KTI teknik kimia.

x
PONTIANAK, 1 MEI 2019
Pengusul

(Salwa Khairunnisa)

A. Identitas Diri

xi
1. Nama Lengkap Dwi Aprillia Lestari

2. Jenis Kelamin Perempuan

3. Program Studi Teknik Kimia

4. NIM/NIDN D1121181032

5. Tempat dan Tanggal Lahir Pontianak, 13 April 2000

6. E-mail Dwiaprillialestari13@gmail.com

7. Nomor Telepon/HP 085979531102

B. Riwayat Pendidikan
SD SMP SMA

Nama Institusi SDN 15 SMP N 1 SMA N 1

Sungai Raya Sungai Raya

Jurusan - - IPA

Tahun Masuk-Lulus 2006 - 2012 2012 - 2015 2015 – 2018

C. Pemakalah Seminar Ilmiah (Oral Presentation)


NO Nama Pertemuan Institusi pemberi Waktu dan
Ilmiah/Seminar penghargaan Tempat

1. - - -

D. Penghargaan dalam 10 tahun terakhir (dari pemerintah, asosiasi atau lainnya)


NO. Jenis Penghargaan Institusi pemberi Tahun
penghargaan

1. - - -

Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan
dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila dikemudian hari ternyata
dijumpai ketidaksesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi.

xii
Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu
persyaratan dalam pengajuan Lomba KTI teknik kimia.

PONTIANAK, 1 MEI 2019


Pengusul

(Dwi Aprilia Lestari)

xiii