Anda di halaman 1dari 26

PEMBAHASAN

TRANSAKSI PERSEDIAAN ANTARPERUSAHAAN bagian II: Penjualan Arus Ke


Atas (Transaksi Upstream/Hilir) dan Penjualan Jasa

Pengantar
Transaksi persediaan adalah bentuk pertukaran antarperushaan yang paling sering terjadi.
Secara konseptual, eliminasi transfer persediaan antarperusahaan berhubungan istimewa
tidak berbeda dengan eliminasi jenis transaksi antarperusahaan yang lain. Semua
pendapatan dan beban yang dicatat oleh perusahaan-perusahaan yang terlibat harus
dieliminasi seluruhnya dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasi, serta semua
keuntungan serta kerugian yang dicatat atas transfer tersebut harus ditangguhkan sampai
barang yang ditransfer dijual ke non-afiliasi.
1.1.Laba Yang Belum Direalisasi Dari Penjualan Upstream (Arus Keatas)

Penjualan oleh anak perusahaan kepada induk perusahaannya akan meningkatkan


penjualan, harga pokok penjualan dan laba kotor anak perusahaan, tetapi tidak
memengaruhi laba operasi induk sampai barang dagang dijual kembali kepada entitas
lain. Laba bersih induk perusahaan dipengaruhi, karena induk perusahaan mengakui
bagiannya atas pendapatan anak perusahaan berdasarkan metode ekuitas. Jika anak
perusahaan penjual adalah perusahaan afiliasi yang dimiliki 100%, induk perusahaan
menangguhkan 100% dari laba yang belum direalisasi pada tahun terjadinya penjualan
antar perusahaan. Jika anak perusahaan adalah perusahaan afiliasi yang hanya dimiliki
sebagian, induk perusahaan juga hanya menangguhkan sebatas bagiannya atas laba anak
perusahaan yang belum direalisasi.
1.2. AKUNTANSI UNTUK LABA YANG BELUM DIREALISASI DARI PENJUALAN
ARUS KE ATAS
1. Seperti pada kasus penjualan arus ke bawah, jumlah total penjualan dikurangkan dari
penjualan dan harga pokok penjualan pada kertas kerja konsolidasi.
2. Penjualan antarperusahaan dari perusahaan anak ke perusahaan induk meningkatkan
penjualan, harga pokok penjualan, laba bruto, dan pendapatan bersih perusahaan anak.
3. Sisa laba yang belum direalisasi pada persediaan perusahaan induk sampai barang
dagangan dijual kepada entitas lainnya.

1
a. Jika perusahaan anak dimiliki 100% maka perusahaan induk menangguhkan
100% dari setiap laba yang belum direalisasi pada tahun penjualan
antarperusahaan.
b. Jika perusahaan anak dimiliki sebagian, maka perusahaan induk hanya
menangguhkan sebatas bagiannya saja atas laba yang belum direalisasi pada
tahun penjualan antarperusahaan.
c. Pendapatan hak minoritas dikurangi sebesar bagian perusahaan induk atas
setiap laba perusahaan anak yang belum direalisasi. Untuk menghitung
pendapatan hak minoritas, laba yang belum direalisasi dikurangkan dari laba
yang dilaporkan perusahaan anak dan menghasilkan laba perusahaan anak
yang sudah direalisasi yang kemudian dikalikan dengan persentase hak
minoritas.
4. Laba antar perusahaan diakui dan direalisasi saat perusahaan barang dagang dijual ke
entitas luar.
a. Laba belum direalisasi pada persediaan awal menjadikan harga pokok
penjualan terlalu besar.
 Pada kertas kerja kondsolidasi, ayat jurnal kertas kerja mengurangi harga
pokok penjualan pada harga perolehan (kredit), dan menyesuaikan akun
investasi dan pendapatan hak minoritas awal untuk laba yang belum
direalisasi pada persediaan awal yang sebelumnya ditangguhkan.
 Pengaruh dari laba yang belum direalisasi pada persediaan awal
perusahaan induk dan pendapatan bersih yang dikonsolidasi berkebalikan
dengan pengaruh dari laba yang belum direalisasi pada persediaan akhir.
b. Dalam metode ekuitas, realisasi laba antar perusahaan yang sebelumnya
ditangguhkan mennambah pendapatan investassi dan akun investasi pada
perusahaan anak sesuai dengan proporsi kepemilikan perusahaan induk.
1.3. Transaksi Hilir Penjualan Persediaan

Untuk memperoleh pemahaman secara komprehensif tentang prosedur


konsolidasi yang melibatkan transaksi hilir terkait penjualan persediaan, digunakan
ilustrasi yang sama seperti contoh sebelumnya, dengan menyesuaikan saldo pada
beberapa akun yang terkait dengan transaksi penjualan persediaan oleh entitas anak ke
entitas induknya.

Contoh: Transaksi Hilir Penjualan Persediaan

2
PT Nusantara melakukan pembelian 75% saham PT Andalas pada 1 Januari 2015
pada nilai bukunya, yaitu Rp900.000.000. Nilai wajar kepentingan nonpengendali pada
saat itu sama dengan nilai bukunya, sebesar Rp.300.000.000.

Neraca Saldo per 31 Desember 2015

PT Nusantara PT Andalas
Akun
Debit Kredit Debit Kredit

Kas dan Setara Kas 1.087.500.000 600.000.000

Piutang Usaha 800.000.000 375.000.000

Persediaan 650.000.000 400.000.000

Investasi pada PT Andalas 990.000.000 -

Tanah 1.500.000.000 500.000.000

Bangunan dan Peralatan 3.000.000.000 400.000.000

Merek dagang 400.000.000 -

Akumulasi penyusutan 750.000.000 125.000.000

Akumulasi Amortisasi 50.000.000

Utang Usaha 1.200.000.000 300.000.000

Utang Obligasi 1.500.000.000 500.000.000

Saham Biasa 3.000.000.000 800.000.000

Saldo Laba 1.500.000.000 400.000.000

Penjualan 4.800.000.000 875.000.000

Bagian Laba atas PT Andalas 127.500.000 -

Beban Pokok Penjualan 3.000.000.000 550.000.000

3
Beban Operasi 900.000.000 100.000.000

Beban Depresiasi 250.000.000 25.000.000

Beban Amortisasi 50.000.000 -

Dividen 300.000.000 50.000.000

Total 12.927.500.000 12.927.500.000 3.000.000.000 3.000.000.000


Selama tahun berjalan, PT Andalas melaporkan perolehan laba bersih sebesar Rp200.000.000
dan mengumumkan pembagian dividen sebesar Rp.50.000.000. Neraca saldo kedua
perusahaan per 31 Desember 2015 di sajikan pada tabel diatas.

Dalam penjualan PT Andalas, terdapat penjualan kepada PT Nusantara sebesar


Rp.80.000.000 dengan beban pokok penjualan sebesar Rp50.000.000. Sampai 31 Desember
2015, persediaan yang diperoleh PT Nusantara dari PT Andalas seluruhnya belum terjual.

Prosedur Konsolidasi Tahun Pertama-2015

Pencatatan PT Nusantara – 2015

PT Nusantara mencatat investasinya di PT Andalas dengan menggunakan metode ekuitas.


Maka pencatatan yang dibuat PT Nusantara selama tahun 2015 adalah sebagai berikut:

1 Januari 2015

Investasi pada PT Andalas 900.000.000


Kas 900.000.000
(Mencatat pembelian saham PT Andalas)

31 Desember 2015
Investasi pada PT Andalas 150.000.000
Penghasilan dari entitas anak 150.000.000
(Mencatat bagian PT Nusantara atas laba bersih PT Andalas Rp200.000.000×75%)

31 Desember 2015
Kas 37.500.000
Investasi pada PT Andalas 37.500.000
(Mencatat bagian PT Nusantara atas dividen PT Andalas Rp50.000.000×75%)

4
Selama periode 2015, terdapat transaksi hilir yaitu penjualan persediaan oleh PT Andalas ke
PT Nusantara sebesar Rp.80.000.000. Atas penjualan tersebut, PT Andalas membukukan
beban pokok penjualan sebesar Rp50.000.000, sehingga keuntungan dari penjualan tersebut
adalah Rp30.000.000. Karena sampai dengan akhir periode 2015, persediaan tersebut belum
terjual, maka keuntungan atas penjualan tersebut belum terealisasi. PT Nusantara mencatat
keuntungan yang belum terealisasi hanya sebesar porsi kepemilikan PT Nusantara saja, yaitu
75% dari Rp30.000.000. Jurnal yang dibuat oleh PT Nusantara adalah sebagai berikut:

31 Desember 2015
Bagian Laba atas PT Andalas 22.500.000
Investasi pada PT Andalas 22.500.000
(Mencatat keuntungan transasksi hilir yang belum terealisasi Rp30.000.000×75%)

Jurnal Eliminasi-2015

Berikut adalah perhitungan nilai asset bersih PT Andalas dan bagian PT Nusantara, serta
kepentingan nonpengendali atas asset bersih tersebut.1

5
Tabel Perhitungan Jurnal Eliminasi

Jurnal eliminasi (5e) merupakan jurnal eliminasi dasar yang dibuat untuk mengeliminasi
bagian laba dan dividen PT Nusantara dan kepentingan nonpengendali serta investasi awal
PT Nusantara di PT Andalas.

(5e) Saham Biasa 800.000.000


Saldo Laba 400.000.000
Bagian Laba atas PT Andalas 127.500.000
Bagian Laba Kepentingan 42.500.000
Nonpengendali
Dividen Diumumkan 50.000.000
Investasi pada PT Andalas 990.000.000
Kepentingan Nonpengendali 330.000.000
Mengeliminasi ekuitas dari investasi pada PT Andalas

Persediaan yang diperoleh PT Nusantara dari PT Andalas belum terjual sampai akhir 2015
sehingga dari sudut pandang konsolidasi penjualan dan beban pokok penjualan PT Nusantara
terkait transaksi hilir tersebut harus dieliminasi. Keuntungan atas penjualan juga harus
dieliminasi karena keuntungan tersebut belum terealisasi. Jurnal eliminasi yang dibuat adalah :

(6e) Penjualan 80.000.000


Beban Pokok Penjualan 50.000.000
Persediaan 30.000.000
Mengeliminasi penjualan persediaan antara PT Nusantara dari PT Andalas

6
Kertas Kerja Konsolidasi -2015

Berikut adalah kertas kerja yang digunakan untuk menyusun laporan keuangan konsolidasian
2015:

Kertas Kerja Konsolidasian 2015

Jurnal Eliminasi
Nama Akun PT. Nusantara PT. Andalas Konsilidasian
Debit Kredit
Laporan laba
rugi
(6e)
Penjualan 4.800.000.000 875.000.000 5.595.000.000
80.000.000
Beban pokok
(3.000.000.000) (550.000.000) (6e) 50.000.000 (3.500.000.000)
penjualan
Beban operasi (900.000.000) (100.000.000) (1.000.000.000)
Beban
(250.000.000) (25.000.000) (275.000.000)
penyusutan
Beban
(50.000.000) - (50.000.000)
amortisasi
Bagian laba
(5e)
atas PT. 127.500.000 - -
127.500.000
Andalas
Laba bersih
727.500.000 200.000.000 207.500.000 50.000.000 770.000.000
konsilidasian
Penghasilan
(5e)
kepentingan (42.500.000)
42.500.000
nonpengendali
Bagian induk
atas laba 727.500.000 200.000.000 25.000.000 50.000.000 727.500.000
bersih

Laporan
perubahan
saldo laba
Saldo awal (5e)
1.500.000.000 400.000.000 1.500.000.000
saldo laba 400.000.000
Laba bersih
727.500.000 200.000.000 250.000.000 50.000.000 727.500.000
(dari atas)
Dikurangi : (300.000.000) (50.000.000) (5e) 50.000.000 (300.000.000)

7
Dividen
diumumkan
Saldo akhir
1.927.500.000 550.000.000 650.000.000 100.000.000 1.927.500.000
saldo laba

Laporan
posisi
keuangan
Kas dan setara
10.87.500.000 600.000.000 1.687.500.000
kas
Piutang usaha 800.000.000 375.000.000 1.175.000.000
Persediaan 650.000.000 400.000.000 (5e) 30.000.000 1.020.000.000
Investasi pada
990.000.000 - (5e) 990.000.000 -
PT. Andalas
Tanah 1.500.000.000 500.000.000 2.000.000.000
Bangunan dan
3.000.000.000 400.000.000 3.400.000.000
peralatan
Akumulasi
(750.000.000) (125.000.000) (875.000.000)
penyusutan
Merek dagang 400.000.000 400.000.000
Akumulasi
(50.000.000) (50.000.000)
amortisasi
Total aset 7.627.500.000 2.150.000.000 - 1.020.000.000 8.757.500.000

Utang usaha 1.200.000.000 300.000.000 1.500.000.000


Utang Obligasi 1.500.000.000 500.000.000 2.000.000.000
(5e)
Saham biasa 3.000.000.000 800.000.000 3.000.000.000
800.000.000
Saldo laba -
1.927.500.000 550.000.000 100.000.000 1.927.500.000
(dari atas) 650.000.000
Kepentingan
(5e) 330.000.000 330.000.000
nonpengendali
Total
liabilitas & 7.627.500.000 2.150.000.000 1.450.000.000 430.000.000 8.757.500.000
Ekuitas

8
Prosuder Konsolidasi Tahun Kedua -2016

Untuk periode 2016, PT Andalas melaporkan perolehan laba bersih sebesar Rp250.000.000
dan mengumumkan pembagian dividen sebesar Rp100.000.000. Persediaan yang diperoleh
PT Nusantara dari PT Andalas pada periode 2015 telah terjual seluruhnya pada periode 2016.

Pencatatan PT Nusantara 2016

PT Nusantara mencatatat investasinya di PT Andalas dengan menggunakan metode


ekuitas, maka pencatatan yang dibuat PT Nusantara selama tahun 2016 :

31 Desember 2016
Investasi pada PT Andalas 187.500.000
Bagian Laba atas PT Andalas 187.500.000
(Mencatat bagian PT Nusantara atas laba bersih PT Andalas Rp250.000.000 x 75%)

31 Desember 2016
Kas 75.000.000
Investasi pada PT Andalas 75.000.0000
(Mencatat bagian PT Nusantara atas dividen Rp100.000.000 x 75%)

Persediann PT Nusantara yang diperoleh dari PT Nusantara pada tahun 2015 telah terjual
seluruhnya pada tahun 2016. Sehingga keuntungan dari penjualan tersebut telah terealisasi.
Selanjutnya, PT Nusantara harus mengakui keuntungan tersebut sebesar bagiannya dan
melakukan pencatatan sebagai berikut :

31 Desember 2016
Investasi pada PT Andalas 22.500.000
Bagian Laba atas PT Andalas 22.500.000
(mencatat keuntungan transaksi hilir yang telah terealisasi Rp30.000.000 x 75%)

Jika di 2016 terdapat transaksi hilir penjualan persediaan yang baru, maka dapat muncul
kembali keuntungan atau kerugian penjualan persediaan yang belum terealisasi. Sehingga

9
dalam satu periode akan terdapat pengakuan realisasi keuntungan atau kerugian penjualan
persediaan periode sebelumnya dan pengakuan keuntungan atau kerugian yang belum
tereleasasi dari penjuaan persediaan periode berjalan.

Jurnal Eliminasi – 2016

Berikut adalah perhitungan nilai aset bersih PT Andalas dan bagian PT Nusantar dan
kepentingan nonpengendali atas aset bersih tersebut.

Tabel Perhitungan Jurnal Eliminasi

Kepentingan
PT Nusantara nonpengendali
(75%) (25%) = Saham Biasa Saldo Laba
Saldo awal 1.012.500.000 337.500.000 800.000.000 550.000.000
Laba bersih 187.500.000 62.500.000 250.000.000
Dividen (75.000.000) (25.000.00) (100.000.000)
Saldo Akhir 1.125.000.000 375.000.000 = 800.000.000 700.000.000
Bagian Laba PT
Andalas (187.5000.000
+ 22.500.000) 210.000.000
Penghasilan
Kepentingan
Nonpengendali
(62.500.000 +
7.500.000) 70.000.000

10
Jurnal eliminasi berikut (7e) merupakan junal eliminasi dasar yang dibuat untuk
mengeleminasi bagian laba dan dividen PT Nusantara dan kepentingan nonpengendali serta
investasi awal PT Nusantara di PT Andalas

(7e) Saham Biasa 800.000.000

Saldo laba 550.000.000

Bagian Laba atas PT Andalas 210.000.000

Bagian Laba Kepentingan nonpengendali 70.000.000

Dividen diumumkan 100.000.000


Investasi pada PT Andalas 1.147.500.000
Kepentingan nonpengendali 382.500.000
Jurnal eliminasi tambahan diperlukan untuk mengakui keuntungan atas penjualan yang
(mengeliminasi ekuitas dan investasi pada PT Andalas )
ditangguhkan pada periode 2015, jurnal eliminasi yang dibuat adalah:

(8e) Investasi pada PT Andalas 22.500.000

Kepentingan Nonpengendali 7.500.000


Beban Pokok Penjualan 30.000.000

(membalik keuntungan penjualan yang ditangguhkan di periode sebelumnya)

11
1.4 Transaksi Penjualan Jasa

Entitas induk dan entitas anak sering terlibat dalam transaksi penjualan jasa. Entitas induk
memberikan jasa kepada entitas anak, atau sebaliknya. Seperti halnya dengan transaksi
penjualan, persediaan, dampak transaksi penjualan jasa antara entitas induk dan entitas anak
juga harus dieliminasi’

Eliminasi untuk transaksi penjualan jasa tidak sekompleks diminasi untuk transaksi
penjualan persediaan. Dalam transaksi penjualan jasa, jasa yang diakui oleh entitas induk atau

12
entitas anak akan menjadi beban anak atau entitas induk pada nilai yang sama sehingga tidak
terdapat keuntungan yang belum terealisasi atas transaksi tersebut. Oleh karenanya eliminasi
yang dibuat hanya menghapus akun pendapatan jasa dan beban.

Contoh berikut untuk menunjukkan dampak transaksi penjualan jasa terhadap


pencatatn entitas induk dan jurnal eliminasi yang harus dibuat ketika menyiapkan laporan
keuangan konsolidasian.

Contoh - Dampak Transaksi Penjualan Jasa terhadap Jurnal Eliminasi

PT Palapa (PT P) memiliki 100% saham PT Samudera (PT S). Pada desember 2015, PT P
memberikan jasa perawatan mesin kepada PT S sebesar Rp. 20.000.000. Tagihan telah
dikirimkan pada 25 Desember 2015 sampai 31 Desember 2015. PT S belum membayar
tagihan tersebut. Atas transaksi pemberian jasa tersebut, PT P akan membuat jurnal sebagai
berikut:

Piutang Usaha 20.000.000


Pendapatan Jasa 20.000.000
Mencatat pemberian jasa perawatan mesin kepada PT S

Sementara itu, PT S akan membuat jurnal sebagai berikut:

Beban Perawatan 20.000.000


Utang Usaha 20.000.000
Mencatat beban perawatan mesin

Pendapatan jasa yang diakui PT P harus dieliminasi karena pendapatan tersebut diperoleh
dari entitas anaknya sendiri, yaitu PT S. Sedangkan dari sisi PT S, beban perawatan juga
harus dieliminasi karena manfaat atas beban tersebut diperoleh dari entitas induk. Sehingga
jurnal eliminasi yang dibuat adalah sebagai berikut:

Pendapatan Jasa 20.000.000


Beban Perawatan 20.000.000
Mengeliminasi pendapatan jasa PT P dan bebanperawatan PT S

13
Dari sudut pandang konsolidasi, PT P dan PT S merupakan satu kesatuan, sehingga utang-
piutang di antara kedua perusahaan harus dieliminasi. Jurnal eliminasi yang harus dibuat
adalah sebagai berikut:

Utang Usaha 20.000.000


Piutang Usaha 20.000.000
Mengeliminasi utang piutang antara PT P dan PT S

Untuk transaksi pemberian jasa dari entitas anak ke entitas induknya (transaksi hilir), jurnal
eliminasi yang dibuat sama dengan jurnal eliminasi transaksi hulu di atas.

1.5 ILUSTRASI KOMPREHENSIF

Ilustrasi berikut untuk memberikan gambaran secara komprehensif mengenai dampak


transaksi penjualan persediaan dan jasa, baik transaksi hulu maupun hilir, terhadap
penyusunan laporan keuangan konsolidasi.

PT. Pandawa telah melakukan pembelian 80% saham PT Satria pada 1 Januari 2015
seharga Rp800.000.000. Pada tanggal tersebut, nilai wajar kepentingan nonpengendali
sebesar Rp200.000.000. Berdasarkan data tersebut, diketahui bahwa total nilai wajar PT
Satria adalah Rp1.000.000.000. Nilai aset bersih PT Satria pada 1 Januari 2015 sebesar
Rp800.000.000. Perhitungan diferensial dari akuisisi PT Pandawa terhadap PT Satria dapat
ditunjukkan melalui perhitungan berikut:

Nilai akuisisi oleh PT Pandawa + nilai


wajar
Kepentingan Nonpengendali 1.000.000.000
Nilai tercatat aset bersih PT Satria
Saham biasa 500.000.000
Saldo laba 300.000.000
800.000.000
Selisih (diferensial) 200.000.000

Diferensial yang disebabkan oleh adanya perbedaan antara nilai wajar dan nilai buku
beberapa aset PT Satria sebesar Rp150.000.000, sedangkan sisanya merupakan goodwill.
Berikut perincian dari total deferensial tersebut:

14
Diferensial
Persediaan Rp25.000.000
Tanah Rp75.000.000
Bangunan Rp50.000.000
Goodwill Rp50.000.000

TABEL 5.14
Neraca Saldo per 31 Desember 2015
PT. Pandawa PT Satria
Akun
Debit Kredit Debit Kredit
Kas dan Setara Kas 5.150.000.000 - 750.000.000 -
Piutang Usaha 2.000.000.000 - 200.000.000 -
Persediaan 800.000.000 - 150.000.000 -
Investasi pada PT Satria 830.000.000 - -
Tanah 1.500.000.000 - 550.000.000 -
Bangunan dan Peralatan 2.400.000.000 - 330.000.000 -
Merek dagang 500.000.000 - - -
Akumulasi penyusutan - 1.000.000.000 - 100.000.000
Akumulasi amortisasi -
Utang usaha - 1.250.000.000 - 250.000.000

PT. Pandawa PT Satria


Akun
Debit Kredit Debit Kredit
Utang bank - 1.500.000.000 - 500.000.000
Saham biasa - 5.000.000.000 - 500.000.000
Saldo laba - 2.000.000.000 - 300.000.000
Penjualan - 6.000.000.000 - 900.000.000
Pendapatan sewa 40.000.000
Bagian laba atas PT Satria - 110.000.000 - -
Beban pokok penjualan 2.250.000.000 - 300.000.000 -
Beban operasi 600.000.000 - 90.000.000 -

15
Beban sewa 120.000.000 - 75.000.000
Beban penyusutan 300.000.000 - 25.000.000 -
Beban amortisasi 50.000.000 - - -
Beban bunga 300.000.000 - 10.000.000
Dividen diumumkan 200.000.000 - 100.000.000 -
Total 17.000.000.000 17.000.000.000 2.550.000.000 2.550.000.000

Informasi tambahan:
1. Selama 2015, PT Satria melaporkan perolehan laba bersih sebesar Rp400.000.000 dan
mengumumkan pembagian dividen sebesar Rp100.000.000.
2. Dalam penjualan PT Pandawa tahun 2015, terdapat penjualan kepada PT Satria
sebesar Rp400.000.000 dengan beban pokok penjualan sebesar Rp250.000.000.
Sampai 31 Desember 2015, persediaan tersebut baru terjual 40%.
3. Dalam penjualan PT Satria tahun 2015, terdapat penjualan kepada PT Pandawa
sebesar Rp200.000.000 dengan beban pokok penjualan sebesar Rp80.000.000.
Sampai 31 Desember 2015, persediaan tersebut belum terjual seluruhnya.
4. Pada Desember 2015, PT Pandawa menyewakan peralatan kepada PT Satria. Atas
jasa tersebut, PT Satria harus membayar biaya sebesar Rp26.000.000. Sampai akhir
2015, PT Satria belum melakukan pembayaran.

Prosedur Konsolidasi Tahun 2015

Pencatatan PT Pandawa 2015


PT Pandawa mencatat investasinya di PT Satria menggunakan metode ekuitas. Berikut ini
adalah pencatatan yang di buat PT Pandawa selama tahun 2015:
1 Januari 2015
Investasi pada PT Satria 800.000.000
Kas 800.000.000
Mencatat pembelian saham PT Satria

31 Desember 2015
Investasi pada PT Satria 320.000.000
Bagian laba atas PT Satria 320.000.000

16
Mencatat bagian PT Pandawa atas laba bersih PT Satria
(Rp400.000.000x80%)

31 Desember 2015
Kas 80.000.000
Investasi pada PT Satria 80.000.000
Mencatat bagian PT Pandawa atas dividen PT Satria (Rp100.000.000x80%)

Karena persediaan yang menyebabkan munculnya diferensial pada tanggal akuisisi


seluruhnya terjual, maka diferensial sebesar Rp25.000.000 seluruhnya diamortisasi.
Sementara itu bangunan memiliki sia umur manfaat bangunan 10 tahun, sehingga diferensial
akan diamortisasi selama 10 tahun. Nilai amortisasi tiap tahunnya adalah Rp5.000.000
(Rp50.000.000/ 10 tahun). Selama tahun 2015, tidak terdapat penurunan nilai atas goodwill,
sehingga amortisasi diferensial yang harus dicatat PT Pandawa untuk tahun 2015 adalah
Rp24.000.000 (( Rp25.000.000 + Rp 5.000.000)x 80%).

31 Desember 2015
Bagian laba atas PT Satria 24.000.000
Investasi pada PT Satria 24.000.000
Mencatat amortisasi diferensial (Rp30.000.000 x 80%)

Atas transaksi penjualan persediaan dari PT Pandawa ke PT Satria, PT Pandawa memperoleh


keuntungan sebesar Rp150.000.000 ( Rp400.000.000 – Rp250.000.000). Sampai akhir 2015,
persediaan tersebut baru terjual sebesar 40% sehingga terdapat keuntungan yang belum
terealisasi sebesar Rp90.000.000 (Rp150.000.000 x 60%). Terkait keuntungan yang belum
terealisasi tersebut, PT Pandawa membuat pencatatan baru:

31 Desember 2015
Bagian laba atas PT Satria 90.000.000
Investasi pada PT Satria 90.000.000
Mencatat keuntungan transaksi hulu – penjualan persediaan yang belum terealisasi
(Rp150.000.000 x 60%)

17
Atas transaksi penjualan persediaan dari PT Satria ke entitas induknya, PT Satria
memperoleh keuntungan sebesar Rp120.000.000 (Rp200.000.000 – Rp80.000.000). Sampai
akhir 2015, seluruh persediaan tersebut belum terjual, sehingga seluruh keuntungan belum
terealisasi. Oleh karena transaksi ini merupakan transaksi hilir, PT Pandawa akan mencatat
sebesar bagian kepemilikannya saja. Berikut ini pencatatan yang dibuat PT Pandawa:

31 Desember 2015
Bagian laba atas PT Satria 96.000.000
Investasi pada PT Satria 96.000.000
Mencatat keuntungan transaksi hilir-penjualan persediaan yang belum terealisasi
(Rp120.000.000 x 80%)

Berikut ini adalah buku besar Investasi pada PT Satria dan Bagian Laba atas PT Satria per 31
Desember 2015:

Investasi pada PT Satria


Akuisisi 800.000.000
Lababersih 320.000.000
80.000.000 Dividen
24.000.000 Amortisasi diferensial
90.000.000 Keuntungan belum terealisasi
96.000.000 Keuntungan belum terealisasi
830.000.000

Bagian Laba atas PT Satria


Amortisasi diferensial 24.000.000 320.000.000 Laba bersih
Keuntungan belum terealisasi 90.000.000
Keuntungan belum terealisasi 96.000.000
110.000.000

Jurnal Eliminasi – 2015

18
Berikut adalah perhitungan nilai aset bersih PT Pandawa dan bagian PT Satria dan
kepentingan nonpengendali atas aset bersih tersebut:

TABEL 5.15

Perhitungan Jurnal Eliminasi

PT Pandawa Kepentingan Saham Biasa Saldo Laba


(80%) Nonpengendali
(20%)
Nilai Buku Awal 640.000.000 160.000.000 = 500.000.000 300.000.000
Laba Bersih a 320.000.000 80.000.000 400.000.000
Dividen (80.000.000) (20.000.000) (100.000.000)
Saldo akhir b 880.000.000 220.000.000 = 500.000.000 600.000.000
Keuntungan Belum (90.000.000)
Terealisasi
c
Transaksi Hulu
Persediaan
Keuntungan Belum
Terealisasi
d
Transaksi Hilir
Persediaan (96.000.000) (24.000.000)
Saldo Akhir b-c-d 694.000.000 196.000.000
Disesuaikan
Bagian Laba atas PT a-c-d 134.000.000
Satria
Bagian Laba
Kepentingan
Nonpengendali
(80.000.000 –
24.000.000) a-d 56.000.000

19
Jurnal eliminasi (9e) merupakan jurnal eliminasi dasar yang dibuat untuk mengeliminasi
bagian laba dan dividen PT Pandawa dan kepentingan nonpengendali serta investasi awal PT
Pandawa di PT Satria.

(9e) Saham Biasa 500.000.000


Saldo Laba 300.000.000
Bagian Laba atas PT Satria 134.000.000
Penghasilan Kepentingan Nonpengendali 56.000.000
Dividen Diumumkan 100.000.000
Investasi pada PT Satria 694.000.000
Kepentingan Nonpengendali 196.000.000
Mengeliminasi ekuitas dan investasi pada PT Satria

Berikut adalah skedul perhitungan saldo diferensial selama tahun 2015:

Kepentingan
PT Pandawa Akumulasi
+ Nonpengendali = Persediaan + Tanah + Bangunan + + Goodwill
(80%) Penyusutan
(20%)
Saldo
160.000.000 40.000.000 25.000.000 75.000.000 50.000.000 - 50.000.000
Awal
Amortisasi (24.000.000) (60.000.000) (25.000.000) (5.000.000)
Saldo
136.000.000 34.000.000 - 75.000.000 50.000.000 (5.000.000) 50.000.000
Akhir

Jurnal eliminasi yang harus dibuat untuk amortisasi diferensial adalah sebagai berikut:

(10e) Beban Pokok Penjualan 25.000.000


Beban Penyusutan 5.000.000
Tanah 75.000.000
Bangunan 50.000.000
Goodwill 50.000.000
Bagian Laba atas PT Satria 24.000.000
Bagian Laba Kepentingan Nonpengendali 6.000.000
Akumulasi Penyusutan 5.000.000
Investasi pada PT Satria 136.000.000
Kepentingan Nonpengendali 34.000.000

20
Mengalokasikan diferensial dan amortisasi diferensial

Persediaan yang diperoleh PT Satria dari PT Pandawa baru terjual sebesar 40%, sehingga
terdapat keuntungan atas penjualan yang belum terealisasi. Jurnal eliminasi yang dibuat
adalah:

(11e) Penjualan 400.000.000


Beban Pokok Penjualan 310.000.000
Persediaan 90.000.000
Mengeliminasi penjualan persediaan antara PT Pandawa dan PT Satria

Sementara itu, persediaan yang diperoleh PT Pandawa dari PT Satria belum terjual
seluruhnya di akhir 2015. Oleh karenanya, seluruh keuntungan atas penjualan tersebut belum
dapat diakui dalam laporan keuangan konsolidasian. Jurnal eliminasi yang harus dibuat
sebagai berikut:

(12e) Penjualan 200.000.000


Beban Pokok Penjualan 80.000.000
Persediaan 120.000.000
Mengeliminasi penjualan persediaan antara PT Pandawa dan PT Satria

Atas pemberian jasa sewa oleh PT Pandawa ke PT Satria, diperlukan jurnal eliminasi untuk
mengeliminasi pendapatan sewa dan beban sewa, serta utang-piutang yang disebabkan oleh
transaksi tersebut. Jurnal eliminasi yang dibuat adalah:

(13e) Pendapatan Sewa 26.000.000


Beban Sewa 26.000.000
Mengeliminasi pendapatan dan beban sewa

(14e) Utang Usaha 26.000.000


Piutang Usaha 26.000.000
Mengeliminasi utang piutang terkait transaksi pemberian jasa sewa

Kertas Kerja Konsolidasi 2015

Berikut adalah kertas kerja yang digunakan untuk menyusun laporan keungan konsolidasian
2015:

21
Laporan Keuangan Konsolidasian 2015

Berdasarkan kertas kerja di atas, maka dapat disusun laporan keungan konsolidasian PT
Pandawa dan Entitas Anak untuk periode 2015 sebagai berikut:

22
Laporan Keuangan Konsolidasian 2015

PT. PANDAWA DAN ENTITAS ANAK

Laporan Laba Rugi Konsolidasian

Untuk Periode yang Berakhir pada 31 Desember 2015

Penjualan 6.300.000.000
Beban Pokok Penjualan (2.185.000.000)
Laba Kotor 4.115.000.000
Beban Operasional: (690.000.000)
Beban Operasional: (169.000.000)
Beban Sewa (330.000.000)
Beban Penyusunan (50.000.000)
Beban Amortisasi (310.000.000)
Beban Bunga (1.549.000.000)
Total Beban Operasional
Pendapatan dan Beban Lain-Lain
Pendapatan Sewa 14.000.000
Total Pendapatan dan Beban Lain-lain 14.000.000
Laba Bersih Konsolidasi 2.580.000.000
Bagian Laba Kepentingan
Nonpengendali (50.000.000)
Bagian Laba Induk Perusahaan 2.530.000.000

PT. PANDAWA DAN ENTITAS ANAK


Laporan Perubahan Saldo Laba Konsolidasian
Untuk Periode yang Berakhir pada 31 Desember 2015
Saldo Laba, 1 Januari 2015 2.000.000.000
Bagian Laba Induk Perusahaan 2.530.000.000
Dividen Diumumkan (200.000.000)
Saldo Laba, 31 Desember 2015 4.330.000.000

23
PT. PANDAWA DAN ENTITAS ANAK
Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
Untuk Periode yang Berakhir pada 31 Desember 2015

Aset Liabilitas
Kas dan Setara Kas 5.900.000.000 Utang Usaha 1.474.000.000
Piutang Usaha 2.174.000.000 Utang Bank 2.000.000.000
Persediaan 740.000.000 3.474.000.000
Tanah 2.125.000.000
Bangunan dan Peralatan 2.750.000.000
Akumulasi Penyusutan (1.105.000.000) Ekuitas
1.645.000.000 Saham Biasa 5.000.000.000
Merek Dagang 500.000.000 Saldo Laba 4.330.000.000

Akumulasi Amortisasi (100.000.000) Total Kepemilikan Induk 9.330.000.000


400.000.000
Goodwill 50.000.000 Kepentingan Pengendali 230.000.000
Total Liabilitas &
Total Aset 13.034.000.000 Ekuitas 13.034.000.000

24
PENUTUP

2.1. Kesimpulan
Dalam PSAK 65 (Revisi 2014) Laporan Keuangan Konsolidasian, transaksis
yang melibatkan entitas induk dan entitas anak disebut dengan transaksi antar-entitas
dalam kelompok usaha. Transaksi antar-entitas dalam kelompok usaha meliputi
transaksi hulu, transaksi hilir, dan transaksi lateral. Transaksi hulu atau yang sering
disebut transaksi downstream, adalah transaksi dari entitas induk ke entitas anak.
Transaksi hilir atau yang sering disebut transaksi upstream adalah transaksi dari
entitas anak ke entitas induk. Transaksi lateral adalah transaksi antar-entitas anak.
Salah satu prosedur dalam menyusun laporan keuangan konsolidasian (prosedur
konsolidasi) adalah mengeliminasi secara penuh aset, liabilitas, ekuitas, penghasilan,
beban dan arus kas dalam kelompok usaha terkait dengan transaksi antar-entitas
dalam kelompok usaha. Keuntungan atau kerugian dari transaksi hilir, persediaan
dicatat sebesar porsi kepemilikan entitas induk di entitas anak. Jurnal eliminasi dibuat
untuk mengeliminasi penjualan, biaya pokok penjualan, dan keuntungan atau
kerugian yang belum terealisasi dari transaksi penjualan persediaan hulu atau hilir.
Keuntungan atau kerugian atas transaksi penjualan persediaan hulu atau hilir
terealisasi pada periode di mana persediaan terjual. Pendapatan, beban, serta utang
piutang yang ditimbulkan dari transaksi penjualan jasa antara induk dan entitas anak
harus dieliminasi.

25
DAFTAR PUSTAKA

A. Beams, Floyd, dan Amir Abadi Yusuf. 1999. "Akuntansi Keuangan Lanjutan Di
Indonesia". Buku I. Salemba Empat: Jakarta.

A.Beams, Floyd, Brozovsky, dan Shoulders. 2002. "Akuntansi Keuangan Di Indonesia".


Buku I. Salemba Empat: Jakarta.

Dwi Martani, dkk. 2019. Akuntansi Keuangan Lanjutan 1. Buku. 1. Edisi 4. Jakarta: Salemba
Empat.

Baker, Richard E. dkk Akuntansi Keuangan Lanjutan Jilid I Ed. 9. Jakarta: Salemba Empat.

26

Anda mungkin juga menyukai