Anda di halaman 1dari 5

Diagnosis 1

Resiko perfusi serebral tidak efektif d.d hidrosefalus (D.0017, Hal. 51, SDKI )

Analisis data

DS:

- pembesaran kepala secara perlahan-lahan

DO:

- peningkatan TIK

Etiologi

Hidrosefalus

CSS berlebih

Peningkatan TIK

Gangguan aliran darah ke otak

Resiko perfusi serebral tidak efektif

Outcome :

Tujuan : perfusi serebral meningkat dengan KH(L.02014, hal.86, SLKI):

1. TIK (5)( TIK normal 0-10 mmHg)


2. TD sistolik (5)
3. TD diastolik (5)

Intervensi :

1. Pemantauan tekanan intrakranial (1.06198, Hal. 249, SIKI)


Observasi :
- Identifikasi penyebab peningkatan TIK
- Monitor tekanan perfusi serbral

Terapeutik:

- Ambil sampel drainase cairan serebrospinal


- Pertahankan posisi kepala dan leher netral
- Atur interval pemantauan sesuai kondisi pasien
- Dokumentasikan hasil pemantauan

Edukasi

- Jelaskan tujuan dan prosedur pemantauan


- Informasikan hasil pemantauan, jika perlu
2. Manajemen kejang (1.06193, Hal. 189, SIKI)
Observasi :
- Monitor terjadinya kejang berulang
- Monitor karakteristik kejang
- Monitor status neurologis
- Monitor tanda-tanda vital

Terapeutik :

- Baringkan pasien agar tidak terjatuh


- Berikan alas empuk di bawah kepala, jika memungkinkan
- Pertahankan kepatenan jalan napas
- Longgarkan pakaian, terutama di bagian leher
- Dampingi selama periode kejang
- Jauhkan benda-benda berbahaya terutama benda tajam
- Catat durasi kejang
- Reorientasikan setelah periode kejang
- Dokumentasikan periode terjadinya kejang
- Pasang akses IV, jika perlu
- Berikan oksigen, jika perlu

Edukasi :

- Anjurkan keluarga menghindari memasukkan apapun ke dalam mulut pasien saat


periode kejang
- Anjurkan keluarga tidak menggunakan kekerasan untuk menahan gerakan pasien

Kolaborasi :

- Kolaborasi pemberian anlikonvulsan, jika perlu


3. Pemantauan tanda vital (1.02060, Hal. 248, SIKI)
Observasi:
- Monitor tekanan darah
- Monitor nadi (frekuensi, kekuatan, irama)
- Monitor pernapasan(frekuensi, kedalaman)
- Monitor suhu tubuh
- Monitor oksimetri nadi
- Monitor tekanan nadi (selisih TDS dan TDD)
- Identifikasi penyebab perubahan tanda vital

Terapeutik :

- Atur interval pemantauan sesuai kondisi pasien


- Dokumentasikan hasil pemantauan

Edukasi :

- Jelaskan tujuan dan prosedur pemantauan


- Informasikan hasil pemantauan, jika perlu
Diagnosis 2

Ansietas b.d Kurangnya pengetahuan orang tua mengenai penyakit anaknya (D.0080, Hal.
180, SDKI )

Analisis data

DS:

 Pada saat hamil, Ibu bayi S memeriksakan kehamilannya ke Puskesmas sebanyak 6


kali dan menyangkal adanya riwayat penyakit.
 Pembesaran kepala secara perlahan-lahan

DO:

 Bayi S lahir normal, di rumah, ditolong dukun,cukup bulan dan langsung menangis
 By. S sudah dirawat selama seminggu di RS R, tetapi tidak ada perbaikan

Etiologi

Kepala Membesar

Kisis pada Keluarga

Kurangnya pengetahuan oleh keluarga

Kurang informasi

Ansietas

Outcome :

Tujuan : Tingkat ansietas menurun dengan KH(L.09093, hal.132, SLKI):

1. Verbalisasi khawatir akibat kondisi yang dihadapi menurun (5)


2. Perilaku gelisah menurun (5)

Intervensi :

1. Reduksi Ansietas (1.09314, Hal. 3, SIKI)


Observasi :
- Identifikasi pengambilan keputusan oleh orang tua

Terapeutik:

- Ciptakan suasana terapeutik untuk menumbuhkan kepercayaan


- Temani pasien untuk mengurangi kecemasan
- Diskusikan perencanaan realistis mengenai pola asuh anak untuk peristiwa yang
akan datang

Edukasi

- Informasikan secara faktual mengenai diagnosis, pengobatan dan prognosis yang


sedang dialami anak

2. Dukungan Emosi (1.09256, Hal. 23, SIKI)


Observasi :
- Identifikasi hal yang telah memicu emosi

Terapeutik :

- Fasilitasi keluarga untuk mengungkapkan perasaan cemas maupun sedih


- Lakukan sentuhan untuk memberikan dukungan (mis. Merangkul, menepun-
nepuk)

Edukasi :

- Anjurkan keluarga untuk tidak mengedepankan rasa bersalah


- Anjurkan keluarga untuk dapat menerima kondisi anak