Anda di halaman 1dari 2

Rumus dan Nama Senyawa ion biner

Nama ion positif sederhana (kation) merupakan turunan dari unsur-unsur penyusunnya
dengan menambahkan kata ion. Sebuah atom natrium, akan kehilangan elektron, menjadi ion
natriun (Na+).Sebuah atom magnesium (Mg), kehilangan dua elektron, menjadi ion ion
magnesium (Mg2+). Ketika sebuah logam membentuk kebih dari satu ion, muatan di ion
berbeda di yandai dengan angka romawi dalam tanda kurung. Sebagai contoh, Fe2+ adalah ion
besi (II) dan Fe3+ adalah ion besi (III). Nama ion negatif sederhana (anion) diturunkan dari
unsur penyusunnya dengan mengubah akhiran menjadi –ide dan penambahan kata ion.
Sebuah atom klor, menerima sebuah elektron, menjadi ion klorida (Cl-). Sebuah atom sulfur
menerima 2 elektron, menjadi ion sulfida (S2-).

Ion sederhana pada muatan yang berlawanan bisa di kombinasikan menjadi senyawa biner
(dua unsur). Untuk mendapatkan rumus yang benar untuk senyawa biner, menuliskan
masing-masing ion dengan muatannya (ion positif ke bagian kiri), kemudian pindahkan
bilangan muatan (tetapi tidak bertanda + dan -) dan menuliskan keduanya sebagai subscrip.
Proses terbaik di pelajari melalui praktek, seperti yang diberikan dalm contoh dan latihan
berikut dan dengan permasalahan-permasalahan pada setiap akhir bab.

Contoh 4.5 Menentukan Rumus Dari Muatan Ion

Berikan rumus untuk (a) Kalsium Klorida dan (b) Aluminium Oksida

Solusi
a. Pertama, tulis simbol untuk ion. (kita menuliskan muatan pada ion klorida secara
eksplisit sebagai “1-“ untuk menggambarkan metode. Kamu boleh menambahkan “1”
ketika kamu menyelesaikan dengan proses).
Ca2+ Cl1-.
Kemudian silangkan angka-angka sebagai subscrip.

Ca2+ Cl1-
Kemudian tulis kembali rumusya, sisipkan muatannya. Rumus untuk Kalsium Klorida
adalah
Ca1Cl2 atau (sisipkan “1”) secara sederhana CaCl2
b. Tuliskan simbol untuk ion-ion
Al3+ O2-
Silangkan angka-angka sebagai subskrip.

Al3+ O2-
Lalu menuliskan rumusnya, sisipkan muatannya. Rumus untuk aluminium oksida
adalah
Al2O3.
Metode ini, disebut metode persilangan,bekerja karena didasarkan pada transfer elektron dan
konservasi muatan. Dua atom Al melepaskan masing-masing tiga elektron (totalnya adalah
enam elektron yang dilepas), dan tiga atom O menerima masing-masing dua elektron (totalnya
enam elektron yang diterima.) elektron yang dilepas sama dengan elektron yang diterima. Hal
yang sama, dua ion Al3+ memiliki enam muatan positif ( masing-masing tiga), dan tiga ion 2-
memiliki enam muatan negatif (masing-masing 2). Muatan dalam Al2O3 adalah 0, seperti
yang seharusnya.
Sekarang kamu mampu menerjemahkan “ bahasa inggris”, seperti aluminium oksida,
kedalam “kimia”, Al2O3. Kamu juga bisa menerjemahkan ke dalam istilah lain.

Sebuah Senyawa Dengan Nama Lain


Jika kamu mambaca label pada bahan makanan dan obat-obatan, anda akan melihat beberapa
nama yang mulai terdengar akrab dan beberapa yang masih membingunkan. Sebagai
contohmengapa kita memiliki dua nama untuk Fe2+.beberapa nama adalah sejarah misalnya :
besi, tembaga, emas, perak dan elemen lain yang telah di kenal selama ribuan tahun. Dalam
penamaan senyawa unsur-unsur ini, akhiran –ous yang ada akan digunakan untuk ion pada
muatan yang lebih kecil, dan akhiran –ic untuk ion yang bermuatan lebih besar. Sistem
modern menggunakan angka romawi untuk menunjukan muatan ion. Meskipun sistem baru
yang lebih logis dan lebih muda untuk diterapkan, nama lama tetap bertahan, terutama dalam
kehidupan sehari-hari dan dalam beberapa ilmu biomedis.