Anda di halaman 1dari 33

LAPORAN

PRAKTIK KERJA LAPANGAN

PEMBINAAN DAN SERTIFIKASI KOMPETENSI AHLI K3


UMUM KEMENTERIAN TENAGA KERJA REPUBLIK
INDONESIA
Bidang:
KELEMBAGAAN K3, KEAHLIAN K3, DAN SMK3
KESEHATAN KERJA
LINGKUNGAN KERJA DAN BAHAN BERBAHAYA BERACUN

di PT. SINAR SOSRO PALEMBANG

BATCH 9 KELOMPOK III :


Ketua :
I GUSTI NGURAH AGUNG P
Anggota :
RILIA SEFINA
JONI PRANATA

PENYELENGGARA

PT. CAHYA SAMPURNA ABADI


Lorong Pakjo, Kec. Ilir Barat I, Palembang, Sumatera Selatan
KATA PENGANTAR

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa
atas segala rahmat dan hidayah-Nya kita dapat melaksanakan praktik kerja
lapangan ahli K3 umum di PT. Sinar Sosro Palembang, pada tanggal 24 Oktober
2019 sebagai salah satu persyaratan penilaian AK3 umum.

Laporan praktik kerja lapangan ini merupakan bentuk aplikasi dari pelatihan calon
anggota ahli AK3 umum yang dilaksanakan oleh PT. Cahya Sampurna Abadi
bekerja sama dengan Dinas Tenaga Kerja yaitu pada tanggal 14 -26 Oktober 2019.
Laporan PKL ini berisi tentang :

“KELEMBAGAAN K3, KEAHLIAN K3, DAN SMK3

K3 KESEHATAN KERJA

K3 LINGKUNGAN KERJA DAN BAHAN BERBAHAYA BERACUN”

yang diterapkan pada perusahaan yang kami kunjungi. Akhirnya, tidak lupa kami
sampaikan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu terciptanya
laporan PKL ini, semoga dapat bermanfaat bagi kita semua.

Hormat Kami,

Joni Pranata
I Gusti Ngurah Agung Prayoga
Rilia Sefina

2
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ...................................................................................... 2

DAFTAR ISI ..................................................................................................... 3

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang ................................................................................. 4

B. Maksud dan Tujuan ........................................................................... 5

C. Ruang Lingkup .................................................................................. 5

D. Dasar Hukum ................................................................................... 6

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

A. Gambaran Umum Tempat Kerja ....................................................... 8

B. Hasil Observasi ................................................................................. 16

BAB III ANALISA

A. Analisa Temuan Positif .................................................................... 18

B. Analisa Temuan Negatif................................................................... 24

BAB IV PENUTUP

A. Kesimpulan ........................................................................................ 33

B. Saran .................................................................................................. 33

DAFTAR PUSTAKA

3
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Keselamatan kerja telah menjadi perhatian di kalangan pemerintah dan


bisnis sejak lama. Faktor keselamatan kerja menjadi penting karena sangat terkait
dengan kinerja karyawan dan perusahaan. Semakin tersedianya fasilitas
keselamatan kerja semakin sedikit terjadinya kecelakaan kerja. Maka dari itu sangat
penting bagi sebuah perusahaan untuk menyediakan fasilitas kesehatan dan
keselamatan kerja. Kesehatan kerja adalah penting dan perlu di perhatikan oleh
pihak perusahaan. Bahan berbahaya dan beracun adalah alat atau bahan-bahan lain
yang dapat membahayakan kesehatan dan kelangsungan hidup manusia, makhluk
lain dan atau lingkungan hidup lainnya. Karena sifat-sifatnya itu, bahan berbahaya
dan beracun serta limbahnya memerlukan penangan khusus.

Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) secara umum di Indonesia masih


sering terabaikan. Hal ini ditunjukkan dengan masih tingginya angka kecelakaan
kerja. Kondisi keselamatan dan kesehatan kerja (K3) perusahaan di Indonesia
secara umum diperkirakan termasuk rendah, padahal tenaga kerja adalah faktor
penting bagi kegiatan perusahaan, karena perusahaan tidak mungkin bisa lepas dari
yang namanya tenaga kerja. Kondisi tersebut mencerminkan kesiapan daya saing
perusahaan Indonesia didunia internasional masih sangat rendah. Indonesia akan
sulit mengalami pasar global karena mengalami ketidak efesienan pemanfaatan
tenaga kerja. Padahal kemajuan perusahaan sangat ditentukan peranan mutu tenaga
kerjanya. Karena itu di samping perhatian perusahaan pemerintah juga perlu
memfasilitasi dengan peraturan atau aturan keselamatan dan kesehatan kerja.

Laporan kunjungan praktik kerja lapangan (PKL) ini merupakan salah satu
persyaratan untuk mendapatkan sertifikat AK3 Umum yang diadakan oleh PT.
Cahya Sampurna Abadi bekerja sama dengan Dinas Tenaga Kerja Republik
Indonesia. Maka pada tanggal 24 Oktober 2019, dilakukan Laporan kunjungan
praktik kerja lapangan di PT. Sinar Sosro Palembang yang berlokasi di Jl. Camat I

4
Raya Palembang-Betung, Km.16, Sukajadi, Kec. Talang Kelapa, Banyuasin,
Sumatera Selatan, Sukamoro, Talang Kelapa, Kabupaten Banyu Asin, Sumatera
Selatan.

PT. Sinar Sosro Palembang merupakan salah satu tempat kerja yang
memiliki potensi sumber-sumber bahaya yang dapat menyebabkan kecelakaan
kerja dan penyakit akibat kerja. Kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja harus
diminimalisir agar tidak menyebabkan kerugian dan cidera baik ringan, berat
bahkan kematian, atau terhentinya proses kerja dan kerusakan peralatan.

B. Maksud dan Tujuan

Maksud dan tujuan dari penulisan ini antara lain :

1. Sebagai syarat memperoleh Sertifikat Ahli K3 Umum


2. Untuk mempraktekkan implementasi teori K3 yang dipelajari selama
pembinaan di tempat kerja.
3. Untuk mendapatkan gambaran nyata dan pemahaman jelas mengenai
implementasi K3 di tempat kerja, khususnya di bidang K3 Kesehatan Kerja,
Ergonomi, K3 Lingkungan Kerja dan Bahan Berbahaya Beracun.
4. Untuk mempersiapkan peserta mengenal bagian kerja yang berhubungan
dengan K3 Kesehatan Kerja, Ergonomi, K3 Lingkungan Kerja dan Bahan
Berbahaya Beracun secara khusus.

C. Ruang Lingkup

Ruang lingkup penulisan laporan ini meliputi, antara lain :

1. Penerapan K3 Kelembagaan, Keahlian K3, dan SMK3.


2. Penerapan K3 Kesehatan Kerja
3. Penerapan K3 Lingkungan Kerja dan Bahan Berbahaya Beracun.

5
D. Dasar Hukum

1. Dasar Hukum K3 Secara Umum


 UUD 1945 Pasal 27 ayat (2) Tiap-tiap warga negara berhak atas pekerjaan
dan Penghidupan yang layak bagi Manusia
 UU No. 1 Tahun 1970 Tentang Keselamatan Kerja
 Peraturan Pemerintah RI No. 50 Tahun 2012 Tentang Penerapan Sistem
Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja.
2. Kelembagaan K3, Keahlian K3, dan SMK3
 Permenaker No. 4 Tahun 1987 Tentang Panitia Pembina Keselamatan dan
Kesehatan Kerja serta Tata Cara Penunjukan Ahli Keselamatan Kerja.
 Permenaker No. 2 Tahun 1992 Tata Cara Penunjukan, Kewajiban, dan
Wewenang Ahli Keselamatan dan Kesehatan Kerja.
 UU Republik Indonesia No. 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan
Pasal 87.
 Peraturan Pemerintah No. 50 Tahun 2012 Tentang Penerapan Sistem
Manajemen Kesehatan dan Keselamatan kerja.
 Pemenaker RI No. 26 tahun 2014 Tentang Penyelenggaraan Penilaian
Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja

3. Dasar Hukum Kesehatan Kerja


 Permenakertrans dan Koperasi Nomor Per-01/Men/1976 tentang
Kewajiban Latihan Hygiene Perusahaan, Kesehatan dan Keselamatan
Kerja bagi Dokter Perusahaan.
 Permenakertrans dan Koperasi Nomor Per-01/Men/1979 tentang
Kewajiban Latihan Hygiene Perusahaan, Kesehatan dan Keselamatan
Kerja bagi Paramedis Perusahaan.
 Permenakertrans Per-02/MEN/1980 Tentang Pemeriksaan Kesehatan
Tenaga Kerja dalam Penyelenggaraan Keselamatan Kerja.
 Permenakertrans No. 3 Tahun 1982 tentang Pelayanan Kesehatan Kerja.
 Peraturan Menteri Perburuhan No. 5 tahun 2018 tentang K3 Lingkungan
Kerja.

6
 Permenakertrans RI No. Per-01/Men/1981 Tentang Kewajiban Melapor
Penyakit Akibat Kerja.
 Permenakertrans RI No. Per-03/MEN/1985 Tentang Keselamatan dan
Kesehatan Kerja Pemakaian Asbes
 Permenaker RI No. Per-03/MEN/1986 Tentang Syarat-syarat
Keselamatan dan Kesehatan Kerja di tempat yang mengelola Pestisida
 Permenakertrans No. 15 Tahun 2008 tentang Pertolongan Pertama pada
Kecelakaan (P3K) di Tempat Kerja.
 Keputusan Dirjen Binwasker No Kep. 22/DJPPK/V/2008 Tentang
Petunjuk Teknis Penyelenggaraan Pelayanan Kesehatan Kerja.
 Keputusan Dirjen Binwasker No. 84 Tahun 2012 tentang Tata Cara
Penyusunan Dokumen Pengendalian Potensi Bahaya Besar dan
Menengah.
 Keputusan Dirjen Binwasker No. Kep.53/DJPPK/VIII/2009 tentang
Pedoman Pelatihan dan Pemberian Lisensi Petugas P3K di Tempat Kerja.
 Surat Edaran Menakertrans No. SE.01/MEN/1979 tentang Pengadaan
Kantin dan Ruang Tempat Makan.
 Permenakertrans RI No. Per-11/MEN/2005 Tentang Pencegahan dan
Penanggulangan penyalahgunaan dan peredaran Gelap Narkotika,
Psikotropika, dan Zat Adiktif lainnya ditempat kerja.

4. Dasar Hukum Lingkungan Kerja dan Bahan Berbahaya Beracun

 Kepmenaker No. 187 Tahun 1999 tentang pengendalian Bahan Kimia


Berbahaya
 Permenaker No. 5 Tahun 2018 Tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja
Lingkungan Kerja
 Keputusan Dirjen Binwasker No. Kep. 113/DJPPK/IX/2006 tentang
Pedoman Pembinaan Teknis Petugas K3 Ruang Terbatas (Confined
Spaces)
 Surat Edaran Menakertrans No. SE. 140/MEN/PPK-KK/II/2004 tentang
pemenuhan kewajiban syarat-syarat K3 di Industri Kimia dengan Potensi
Bahaya Besar (Major Hazard Instalation).

7
 Surat Edaran Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No 1 Tahun 2012
tentang Pemenuhan Kewajiban Syarat-syarat Keselamatan Kewajiban
Syarat-syarat K3 di Ruang Terbatas.

5. Dasar Alat Pelindung Diri

 Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI No.08 Tahun 2010


tentang Alat Pelindung Diri.

8
BAB II

KONDISI PERUSAHAAN

A. GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

PT. Sinar Sosro adalah perusahaan teh siap minum dalam kemasan botol
yang pertama di Indonesia dan di dunia.PT. Sinar Sosro resmi didaftarkan pada
tanggal 17 Juli 1974 oleh Bapak Soegiharto Sosrodjojo, yang berlokasi di Jalan
Raya Sultan Agung KM. 28 kelurahan Medan Satria Bekasi.Pada tahun 1940,
keluarga Sosrodjojo memulai usahanya di kota Slawi, Jawa Tengah dengan
memproduksi dan memasarkan teh seduh dengan merk Teh Cap Botol. Pada tahun
1960, Soegiharto Sosrodjojo dan saudara-saudaranya hijrah ke Jakarta untuk
mengembangkan usaha keluarga Sosrodjojo kepada masyarakat di Jakarta.Lalu
tahun 1965, usaha memperkenalkan Teh Cap Botol ini dilakukan dengan
melakukan strategy Cicip Rasa yakni mendatangi pusat-pusat keramaian seperti
pasar. Lalu mulai memasak dan menyeduh teh langsung di tempat. Tetapi cara ini
kurang berhasil. Kemudian teh tidak lagi diseduh langsung di pasar.Tetapi
dimasukkan kedalam panci-panci besar, untuk selanjutnya dibawa ke pasar dengan
menggunakan mobil bak terbuka. Lagi-lagi cara ini kurang berhasil, karena teh
yang dibawa sebagian besar tumpah dalam perjalanan dari kantor ke pasar.
Akhirnya secara tidak disengaja, ditemukan ide untuk membawa teh yang
telah diseduh di kantor dan dikemas kedalam botol bekas kecap atau limun yang
sudah dibersihkan. Pada tahun 1969, muncul gagasan untuk menjual teh siap
minum atau ready to drink tea dalam kemasan botol dengan namaTehbotol Sosro.
Nama tersebut diambil darinama teh seduh “Teh Cap Botol” dan nama keluarga
pendiri yakni “Sosrodjojo”.
Design yang digunakan mengalami tiga kali perubahan yakni, tahun 1970
versi pertama, tahun 1972 versi kedua, dan 1974 versi ketiga.

9
Teh botol Sosro hanya menggunakan bahan baku asli dan alami. Daun
tehnya dipetik dari perkebunan sendiri. Kemudian diolah menjadi teh wangi yaitu
teh hijau yang dicampur bunga melati dan bunga gambir.Sehingga menghasilkan
rasa yang unik, ke-khas-annya selalu terjaga dan terjamin kualitasnya.
Dalam menjalankan bisnisnya, PT. Sinar Sosro memiliki sebuah filosofi
yang sangat mulia yakni, NIAT BAIK. NIAT BAIK ini dijabarkan dalam 3K dan
RL, yang mempunyai arti sebagai berikut:
 Peduli Terhadap Kualitas
 Peduli Terhadap Keamanan
 Peduli Terhadap Kesehatan Produk
 Ramah Lingkungan
Sampai saat ini PT. Sinar Sosro sudah mempunyai 14 pabrik yang tersebar
diseluruh Indonesia yakni, di Medan, Palembang, Pandeglang, Jakarta, Tambun,
Cibitung, Ungaran, Gresik, Mojokerto, dan Gianyar. Serta pabrik yang khusus
memproduksi air mineral Prim-A yaitu di Sentul, Sukabumi, Purbalingga dan
Pandaan. (*data per 2014)
Dalam pengembangan bisnisnya, PT. Sinar Sosro telah mendistribusikan
produknya keseluruh Nusantara, melalui kantor cabang Penjualan yang tersebar di
seluruh Nusantara.Selain di dalam negeri, PT. Sinar Sosro juga merambah pasar
internasional dengan mengekspor produk-produk one way packaging/non botol
beling kebeberapa Negara di Asia, Amerika, Eropa, Afrika, Australia dan
Kepulauan Pasifik.
Saat ini, produk-produk yang diproduksi oleh PT. Sinar Sosro adalah,
Tehbotol Sosro, Fruit Tea Sosro, S-Tee, Tebs, Country Choice dan Air
Mineral Prim-A.Seiring dengan perkembangan bisnis perusahaan, maka sejak
10
tanggal 27 November 2004, PT. Sinar Sosro bernaung dibawah perusahaan induk
atau disebut dengan holding company yaitu PT. Anggada Putra Rekso Mulia atau
Grup Rekso.

PT. Sinar Sosro Pabrik Palembang merupakan pabrik PT Sinar Sosro di


Wilayah Sumbagsel & Babel. Alamat perusahaan ini berada di Jl. Camat I RT 52/18
Kel. Sukajadi Kec. Talang Kelapa KM 17 Banyuasin, Sumatera Selatan 30961.
Pabrik ini berdiri sejak tahun 2006 dengan luas lahan 6 Ha dan total karyawan 76
orang.Hari produksi PT. Sinar Sosro Pabrik Palembang yaitu pada hari Senin
sampai dengan Kamis dengan jam kerja shift (08.00 - 17.00 dan 23.00 – 08.00 WIB)
dan pada hari Jumat PT. Sinar Sosro Pabrik Palembang melakukan perawatan pada
peralatan-peralatannya.Hasil poduksi PT. Sinar Sosro Pabrik Palembang yaitu
14.000 botol/jam.
PT. Sinar Sosro Pabrik Palembang dan seluruh karyawannya telah
berkomitmen untuk melaksanakan pekerjaannya sesuai dengan Prinsi 5R yaitu
Ringkas, Rapi, Resik, Rawat dan Rajin dalam mendukung terciptanya tingkat
efisiensi dan produktifitas yang tinggi di perusahaan.

B. VISI PERUSAHAAN
PT. Sinar Sosro mempunyai sebuah cita-cita yang tertuang dalam sebuah
visi yakni untuk menjadi perusahaan minuman kelas dunia, yang dapat memenuhi
kebutuhan konsumen, kapan saja, dimana saja, serta memberikan nilai tambah
untuk semua pihak terkait, “The Indonesian World Class Beverage Company”.

11
C. MISI PERUSAHAAN

 Membangun merek sosro sebagai merek yang alami, berkualitas dan unggul.
 Melahirkan merek dan produk minuman baru, baik yang berbasis teh maupun non
teh dan menjadikan pemimpin pasar.
 Memimpin dan membangun jaringan distribusi.
 Menciptakan dan memelihara komitmen terhadap pertumbuhan jangka panjang
dalam volume penjualan maupun menciptakan lapangan pelanggan.
 Membangun sumber daya manusia dan melahirkan pemimpin sesuai dengan nilai-
nilai utama perusahaan.
 Memberikan kepuasan kepada para pelanggan,
 Menyumbang devisa negara.

D. FILOSOFI PERUSAHAAN

PT. Sinar Sosro memiliki filosofi yaitu niat baik terhadap konsumen dan
lingkungan. Produk-produk yang dihasilkan PT. Sinar Sosro tidak menggunakan
3P (Pewarna, Pengawet dan Pemanis Buatan) sehingga aman dikonsumi oleh semua
usia tanpa efek samping. Selain itu, proses produksi yang tidak menimbulkan
limbah yang dapat mencemari lingkungan,karena telah diolah dengan baik, salah
satu contoh adalah pengolahan ampas teh menjadi pupuk.

12
E. ALUR PRODUKSI PERUSAHAN

F. PROSES PRODUKSI TEH PT SINAR SOSRO


Pada PT. Sinar Sosro proses produksi dipisah menjadi 2 bagian, yaitu
Bottling dan produksi teh, dimana nantinya akan digabungkan pada mesin Filter
dan Croner.

1. Proses Bottling Line Pt Sinar Sosro


a. Depalletizer.Crat-crat dipisahkan dari tumpukan pallet yang kemudian
diletakkan di conveyor.
b. Decrater.Botol kosong pada crat dipisahkan dan diangkat untuk kemudian
dicuci.
c. Crate Washer. Crat dicuci hingga bersih dengan menggunakan air panas.
d. Bottle Washer. Pada tahap ini botol-botol kosong dibersihkan melalui beberapa
tahap. Pada tahap pertama botol direndam dengan air panas 50oC di bak
Presoaking kemudian tahap kedua di larutan caustic (NaOH). Setelah itu botol

13
melalui tahap 3 yaitu pembersihan bagian dalam dengan air panas bersuhu 80oC
hingga 95oC.
e. Empty Bottle Inspection (EBI). Selanjutnya pengecekan dengan mesin untuk
mendeteksi kotoran yang mungkin masih ada setelah proses pencucian botol.
Jika ada bagian botol yang masih kotor maka akan disingkirkan secara otomatis
pada alat ini.
f. Kirim ke Croner. Botol yang siap diisi kemudian dikirim ke mesin croner untuk
diisi teh panas.

2. Proses Produksi Teh Pt. Sinar Sosro


a. Penanganan Air (Water Tretment)
Penanganan air sebagai bahan utama yang akan di gunakan dalam pembuatan
teh botol adalah dengan menampung air bawah tanah yang telah di pompa
menggunakan deep wellpump di dalam tabung kerucut bersekat. Air yang di
tampung tersebut diberi tambahan PAC (Poly Alumuniumn Cloride)untuk
membunuh kuman-kuman di dalam air.
b. Pemasakan Sirup Gula
Setelah itu air dari tangki dilewatkan pada Plate Heat Exchager (PHE).Air ini
kemudian di tampung dalam tangki pelarut gula. Gula pasir di masukkan ke
dalam hopper, air dari tangki pelarut gula di alirkan ke hopper untuk di
campurkan dengan gula. Untuk mempermudah proses pelarutan di lakukan
proses sirkulasi. Sirup gula ini kemudian di ambil sempel untuk di periksa kadar
gula, kesadahan, suhu dan aroma. Apabila telah memenuhi standar, proses di
lanjutkan dengan mengalirkan sirup menuju niagara filter.
c. Pemasakan Teh
Pemasakan teh di awali dengan memasukan teh kering ke tangki penyeduh teh.
Tangki yang di gunakan berjumlah dua buah, teh di masukkan dalam tangki 1
dan diisi dengan air buffer panas. Setelah pengekstrakan, teh cair pahit pekat
dalam tangki penyeduhan teh 1 di alirkan ke tangki penyeduhan teh 2. Teh pada
tangki 1 di beri campuran air buffer lagi. Setelah proses pengekstrakan,
kemudian teh cair pekat pekat ini di ambil sample kadar tanin, warna dan suhu
cairan untuk di uji laboratrorium.

14
d. Proses Pasteurisasi
Setelah lulus uji lab, maka selanjutnya masuk ke proses paseurisasi. Disini, Teh
Cair Panas yang keluar dari Mix tank masuk ke dalam Pasteurizer. Pasteurizer
berfungsi membunuh mikrobia dengan cara mempertahankan suhu panas. Teh
cair panas hasil pasteurisasi masuk ke dalam bag filter dan selanjutnya akan
menuju mesin filter.
e. Proses Penyaringan
Teh cair panas masuk kedalam filter untuk memulai proses penyaringan. Dalam
proses ini, teh sudah akan terpisah dengan daun teh yang sebelumnya masih ada
pada larutan tersebut.
f. Bottling (Pembotolan)
Ini bisa disebut proses akhir dari produksi. Pada proses ini, teh cair yang sudah
di filter akan dimasukan kedalam botol-botol secara otomatis menggunakan
mesinfilterand Crowner Machine. Pada mesin ini, botol kosong yang sudah
bersih akan diisi dengan teh yang sudah diracik, kemudian ditutup dengan
menggunakan crowner atau tutup botol. Botol diisi dengan teh panas supaya
tidak ada udara yang masuk ke dalam botol setelah proses filling.
g. Crating (Pengecratan)
Botol yang telah terisi teh akan diberi kode produksi dan kadaluarsa yang tertera
pada leher botol. Selanjutnya mesin yang digunakan ini memasukkan botol ke
dalam crater. Setelah itu menyusun crater yag sudah berisi teh botol ke dalam
palet. Setelah teh botol diletakkan ke pallet, maka teh botol akan disimpan
selama 3 hari yang dinamakan dengan proses inkubasi. Selama proses ini, teh
botol akan diuji dalam laboratorium. Setelah itu teh botol siap didistribusikan.

15
G. STRUKTUR ORGANISASI

Direktur

Wadir Manufacturing

Facturing Manager

Supervisor Supervisor Supervisor Supervisor


Quality Control Modulasi dan Accounting Personalia/GA
Manufactur dan
Finance

Unit Penanggulangan Sekretaris/Adm


Ast. Supervisor
Gudang Kebakaran & Pembelian
Organisasi Limbah

2. HASIL OBSERVASI
Berdasarkan hasil observasi lapangan, diperoleh temuan sebagai berikut:

A. Temuan Positif
1. Kelembagaan K3, Keahlian K3, SMK3
a. Ada Ahli K3 berjumlah 1 (satu) orang.
2. K3 Kesehatan Kerja
a. Terdapat Bangunan Poliklinik di PT. Sinar Sosro Palembang
b. Tersedianya Kantin di area perusahaan PT Sinar Sosro untuk seluruh
tenaga kerja.
c. Terdapat Kotak P3K di PT Sinar Sosro di bagian security terpasang di
dalam ruangan.
d. PT Sinar Sosro memiliki 2 kotak P3K yang terpasang di bagian
produksi dan bagian depan yaitu dikantor security.
3. K3 Lingkungan Kerja dan K3 B3
a. Terdapat Penerangan yang cukup dan peralatan tersusun rapi dan bersih

16
b. Telah terlaksananya program gerakan 5R ( Ringkas, Rapih, Resih,
Rawat, Rajin)
c. Pemanfaatan limbah Padat (Ampas Teh) untuk pembuatan pupuk
organik.
d. Instalasi Pengolahan limbah cair B3.
e. Terdapat area pepohonan yang cukup rindang di area PT Sinar Sosro
f. Daerah resapan air dapat ditemui di sekitaran pabrik
g. Faktor- faktor lingkungan sudah cukup terpenuhi seperti tidak bising,
bau, panas, minim polusi udara, terhindar dari bahan kimia secara
kontak langsung, dan tidak terdapat kegiatan yang menggangu kinerja
tubuh.
h. Terdapat petugas kebersihan di seluruh area PT Sinar Sosro Palembang.
i. PT Sinar Sosro memiliki toilet sebanyak 13 unit.
j. Di kawasan terdapat 2 kotak sampah yaitu Anorganik dan Organik.
k. Terdapat loker karyawan.
l. Terdapat peralatan yang tersusun rapi di area kerja PT Sinar Sosro
Palembang.
m. Pengurus atau Pengusaha telah menyediakan Alat Pelindung Diri bagi
Para Pekerja.
n. Terdapat dua parkiran di PT Sinar Sosro yaitu Parkir Khusus Tamu dan
Parkir Khusus Karyawan dan Manajemen.
o. Tersedianya poster – poster 5R yang ada di sekitar area produksi
p. Prosedur dan MSDS bahan kimia dasar yaitu NaOH yang terdapat di
Lab. Di departemen Quality Control.

B. Temuan Negatif
1. Kelembagaan K3, Keahlian K3, SMK3
a. Tidak ada Ahli K3 Kimia
b. Tidak ada Ahli K3 Lingkungan Kerja
c. Tidak menerapkan SMK3
d. Tidak Membuat susunan kepengurusan P2K3

2. K3 Kesehatan Kerja
a. Perusahaan tidak memiliki dokter pemeriksa tenaga kerja.
17
b. Perusahaan tidak memiliki paramedis
c. Perusahaan tidak memiliki petugas P3K yang kompeten dan tersertifikasi.
d. Terdapat Kotak P3K di PT Sinar Sosro di bagian security terpasang di dalam
ruangan .
e. PT Sinar Sosro memiliki 2 kotak P3K yang terpasang di bagian produksi dan
bagian depan yaitu dikantor security
f. Poliklinik yang berada di area PT. Sinar Sosro belum berjalan operasionalnya
g. Tidak mengadakan penyuluhan atau sosialisasi tentang kesehatan kerja dan
penyakit akibat kerja.

3. K3 Lingkungan Kerja dan K3 B3


a. Tidak adanya pencahayaan dan sistem ventilasi yang kurang baik
b. Tidak ada Ahli K3 dan Petugas/ ahli K3 Kimia serta petugas/ ahli K3
Lingkungan Kerja yang bersertifikasi di PT. SINAR SOSRO Pabrik
Palembang.
c. PT Sinar Sosro memiliki mesin atau tangka yang harus dipelihara dan
merupakan ruang terbatas di area tersebut.
d. Telah disediakan APD untuk tenaga kerja oleh PT. SINAR SOSRO, Tetapi
ada sebagian petugas tidak menggunakan sarung tangan di area produksi.
e. Terdapat toilet yang tidak terpisah yaitu ditoilet sekitar area WTP (Water
Treatment Plant).
f. Ada beberapa tempat sampah yang terbuka .
o Terdapat flame detector yang terpasang di mesin boiler tetapi tidak ada
prosedur dan petugas yang melakukan periksa dan uji alat deteksi gas
tersebut.
o Administratif
o Pada tahap Bottle Washer botol direndam dengan larutan caustic (NaOH)
o Terdapat potensi kebisingan dan suhu yang panas pada ruangan Boiler.
o Pencahayaan yang kurang pada ruang prokduksi di karenakan banyak bola
lampu yang rusak dan tidak ganti atau diperbaiki.
o Tidak dilakukannya pemeriksaan dan pengujian lingkungan secara berkala di
PT Sinar Sosro.
o Tidak adanya SOP pengunaan APD yang dipajang disetiap tempat kerja

18
BAB III

ANALISA

A. ANALISA TEMUAN POSITIF

B. Tabel 1.

Analisa Temuan Positif bidang K3 Kelembagaan, Keahlian K3 dan SMK3, K3 Kesehatan Kerja dan K3 Lingkungan kerja dan Bahan
Berbahaya dan Beracun di PT Sinar Sosro Palembang.

K3 Kelembagaan, Ahli K3, dan SMK3


No Obyek/Lokasi Temuan Dasar Hukum
1. Ahli K3  Ada 1 Orang Ahli K3  UU No. 1 Tahun 1970 Tentang Keselamatan Kerja Pasal 3 Tentang
Umum Syarat-syarat keselamatan kerja.
 PERMENAKER No. 2 Tahun 1992 Tata cara penunjukan dan
Wewenang Ahli Keselamatan dan Kesehatan Kerja Pasal 2.

19
Kesehatan Kerja
No Obyek/Lokasi Temuan  Dasar Hukum
1. K3 Poliklinik  Terdapat Bangunan  UU No. 1 Tahun 1970 Tentang Keselamatan Kerja Pasal 3 Tentang
Poliklinik di PT. Sinar Syarat-syarat keselamatan kerja
Sosro Palembang  Permenakertrans No. 03/ 1982 tentang Pelayanan Kesehatan Tenaga
Kerja. (pasal 3) setiap tenaga kerja berhak mendapatkan pelayanan
kesehatan kerja.
 Kepdirjen Binwasnaker No. Kep. 22/DJPPK/V/2008 tentang
Petunjuk Teknis Penyelenggaraan Pelayanan Kesehatan Kerja.
2. Kantin Dan Gizi  Tersedianya Kantin di  UU No. 1 Tahun 1970 Tentang Keselamatan Kerja Pasal 3 Tentang
Kerja area perusahaan PT Sinar Syarat-syarat keselamatan kerja
Sosro untuk seluruh  Surat Edaran Menakertrans No. SE.01/MEN/1979 tentang
tenaga kerja. Pengadaan Kantin dan Ruang Tempat Makan.

3. Kotak P3k  Terdapat Kotak P3K di  UU No. 1 Tahun 1970 Tentang Keselamatan Kerja Pasal 3 Tentang
bagian security terpasang Syarat-syarat keselamatan kerja
di dalam ruangan .  Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI No. 15
 memiliki 2 kotak P3K Tahun 2008 tentang P3K
yang terpasang di bagian
produksi dan bagian
depan yaitu dikantor
security.

20
No Obyek/Lokasi Temuan Dasar Hukum
1. Di Area Produksi  Terdapat Penerangan yang  UU No. 1 Tahun 1970 Tentang Keselamatan Kerja Pasal 3 Tentang
cukup dan peralatan Syarat-syarat keselamatan kerja
tersusun rapi dan bersih  Permenaker No. 5 Tahun 2018 Tentang Keselamatan dan Kesehatan
Kerja Lingkungan Kerja.

2. Di belakang area  Instalasi Pengolahan  UU No. 1 Tahun 1970 Tentang Keselamatan Kerja Pasal 3 Tentang
pabrik limbah cair B3. Syarat-syarat keselamatan kerja
 Peraturan Pemerintah No 101 Tahun 2014 tentang Pengelolaan
Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun pasal 3 yaitu setiap orang
yang menghasilkan Limbah B3 wajib melakukan Pengelolaan
Limbah B3 yang dihasilkan

3. Area pepohonan,  Terdapat area pepohonan  UU No. 1 Tahun 1970 Tentang Keselamatan Kerja Pasal 3 Tentang
resapan air, dan yang cukup rindang. Syarat-syarat keselamatan kerja
kondisi lingkungan  Daerah resapan air dapat  PERMENAKER NO. 05 TAHUN 2018 tentang K3 lingkungan
(terkait faktor ditemui di sekitaran kerja.Tercantum dalam pasal 2 (pengurus wajib melaksanakan syarat-
fisika, kimia, pabrik. syarat K3 lingkungan kerja) dan pasal 3 syarat K3 lingkungan kerja
biologi, ergonomi  Faktor- faktor lingkungan yang dimaksud pasal 2
dan psikologi). yaitu, tidak bising, bau,
panas, minim polusi
udara, terhindar dari bahan
kimia secara kontak
langsung.

21
4. Petugas Kebersihan  Terdapat petugas  UU No. 1 Tahun 1970 Tentang Keselamatan Kerja Pasal 3 Tentang
kebersihan di seluruh Syarat-syarat keselamatan kerja
area PT Sinar Sosro  PERMENAKER NO. 05 TAHUN 2018 tentang K3 lingkungan
Palembang kerja.Tercantum dalam pasal 2 (pengurus wajib melaksanakan
syarat- syarat K3 lingkungan kerja) dan pasal 3 syarat K3 lingkungan
kerja yang dimaksud pasal 2.
5. Toilet, Tempat  PT Sinar Sosro memiliki  UU No. 1 Tahun 1970 Tentang Keselamatan Kerja Pasal 3 Tentang
Sampah Dan Loker toilet sebanyak 13 unit. Syarat-syarat keselamatan kerja
Pekerja  Di kawasan terdapat 2  Permenaker No.5.Tahun 2018 Tentang Keselamatan dan Kesehatan
kotak sampah yaitu Kerja Lingkungan Kerja
Anorganik dan Organik. o Pasal 33 ayat 2
 Terdapat loker Fasilitas Kebersihan sebagaimana dimaksud paling sedikit
karyawan. meliputi : Toilet, Loker dan ruang ganti, tempat sampah dan
peralatan kebersihan.
6. Peralatan  Terdapat peralatan yang  UU No. 1 Tahun 1970 Tentang Keselamatan Kerja Pasal 3 Tentang
Kebersihan tersusun rapi di area Syarat-syarat keselamatan kerja
kerja PT Sinar Sosro  PERMENAKER NO. 05 TAHUN 2018 tentang K3 lingkungan
Palembang kerja.Tercantum dalam pasal 2 (pengurus wajib melaksanakan syarat-
syarat K3 lingkungan kerja) dan pasal 3 syarat K3 lingkungan kerja
yang dimaksud pasal 2 yaitu :
o Penyediaan fasilitas kebersihan dan sarana higiene di tempat kerja
yang bersih dan sehat.

22
7. APD (Area  Pengurus atau Pengusaha  UU No. 1 Tahun 1970 Tentang Keselamatan Kerja Pasal 3 Tentang
Produksi) telah menyediakan Alat Syarat-syarat keselamatan kerja
Pelindung Diri bagi Para  UU No 1 Tahun 1970 Tentang Keselamatan Kerja Pasal 12 tentang
Pekerja kewajiban dan hak tenaga kerja dan Pasal 14 tentang kewajiban
pengurus.dan PERMENAKERTRAN RI No. PER. 08/MEN/VII/2010
tentang Alat Pelindung Diri Pasal 7 tentang kewajiban pengurus
melaksanakan manajemen APD di tempat kerja

8. Parkir  Terdapat dua parkiran di PT  UU No. 1 Tahun 1970 Tentang Keselamatan Kerja Pasal 3 Tentang
Sinar Sosro yaitu Parkir Syarat-syarat keselamatan kerja
Khusus Tamu dan Parkir  Permenaker RI No 48 Tahun 2016 tentang Standar Keselamatan dan
Khusus Karyawan dan Kesehatan Kerja di Perkantoran pasal 20 ayat 2 yaitu standard an
Manajemen persyaratan kesehatan lingkungan Perkantoran meliputi sarana
bangunan, penyediaan air bersih, toilet, limbah, pengendalian vector
penyakit.
9. Dokumen  Prosedur dan MSDS bahan  UU No. 1 Tahun 1970 Tentang Keselamatan Kerja Pasal 3 Tentang
MSDS (Dept kimia dasar yaitu NaOH yang Syarat-syarat keselamatan kerja
QA) terdapat di Lab. Di  Keputusan Menteri Tenaga Kerja R.I No. KEP 187/MEN/1999
departemen Quality Control. Tentang Pengendalian Bahan Kimia Berbahaya Di Tempat Kerja, BAB
IV Pasal 16 dan Pasal 17 tentang Kewajiban Pengusaha atau Pengurus.

23
C. ANALISA TEMUAN NEGATIF

Tabel 2.
Analisa Temuan Negatif bidang K3 Kelembagaan, Keahlian K3 dan SMK3, K3 Kesehatan Kerja dan Lingkungan Bahan Berbahaya
dan Beracun di PT Sinar Sosro Palembang
Bidang K3 Kelembagaan, Keahlian K3, dan SMK3

No Obyek/Lokasi Temuan Saran Dasar Hukum

1. P2K3, Petugas/ Ahli K3 Tidak ada Susunan Diharapkan  UU No. 1 Tahun 1970 Tentang
Kimia Dan Petugas/ Ahli P2K3 di Perusahaan perusahaan memiliki Keselamatan Kerja Pasal 3 Tentang
K3 Lingkungan Kerja. dan tidak ada Petugas/ Petugas K3 Kimia Syarat-syarat keselamatan kerja
ahli K3 Kimia serta yang bersertifikasi  Keputusan Menteri Tenaga Kerja
petugas/ ahli K3 dari Kementrian R.I No. KEP 187/MEN/1999 Tentang
Lingkungan Kerja yang Tenaga Kerja RI. Pengendalian Bahan Kimia Berbahaya
bersertifikasi di PT. Di Tempat Kerja, BAB I Pasal 3 berisi
SINAR SOSRO Pabrik tentang penunjukkan petugas K3
Palembang Kimia dan Ahli K3 Kimia.
 PERMEN NO. 5 TAHUN 2018 tentang
K3 lingkungan kerja Pasal 45 BAB IV “
personil K3”

24
2. SMK3 Tidak menerapkan  Peraturan Pemerintah No. 50 Tahun
SMK3 2012 Tentang Penerapan Sistem
Manajemen Keselamatan dan
Kesehatan Kerja.
 UU No. 13 Tahun 2003 Tentang
Ketenagakerjaan Pasal 87.

3. P2k3 Tidak Membuat  PERMENAKER No. 4 Tahun 1987


susunan kepengurusan Tentang Panitia Pembina Keselamatan
P2K3 dan Kesehatan Kerja Serta Tata Cara
Penunjukan Ahli Keselamatan Kerja.
 PERMENAKER No. 2 Tahun 1992
Tenntang Tata Cara Penunjukan
Kewajiban dan Wewenang Ahli
Keselamatan dan Kesehatan Kerja.

25
Bidang K3 Kesehatan Kerja

No Obyek/Lokasi Temuan Saran Dasar Hukum

1. Dokter Pemeriksa Perusahaan tidak Diharapkan perusahaan  UU No. 1 Tahun 1970 Tentang
Kesehatan Tk memiliki dokter memiliki dokter Keselamatan Kerja Pasal 3 Tentang
pemeriksa tenaga kerja. perusahaan (Dokter Syarat-syarat keselamatan kerja
Spesialis Hyperkes) atau  PERMENAKERTRANS RI No.
dokter yang telah PER. 01/MEN/1976 tentang
memiliki SKP dari kewajiban latihan hygiene
Kemenaker. perusahaan,keselamatan dan kesehatan
kerja bagi tenaga dokter perusahaan.

2. Paramedis Perusahaan tidak Diharapkan perusahaan  UU No. 1 Tahun 1970 Tentang


memiliki paramedis memiliki paramedis yang Keselamatan Kerja Pasal 3 Tentang
telah memiliki sertifikasi Syarat-syarat keselamatan kerja
dari hyperkes untuk  Permenaker No.03/Men/1982 tentang
memberikan pelayanan Pelayanan Kesehatan Tenaga Kerja
kesehatan. (pasal 3) setiap tenaga kerja berhak
mendapatkan pelayanan kesehatan kerja.
 PERMENAKERTRANS RI No.
PER. 01/MEN/1979 tentang
kewajiban latihan hygiene
perusahaan,keselamatan dan kesehatan
kerja bagi tenaga paramedis
perusahaan.

26
3. Petugas P3k Perusahaan tidak Diharapkan perusahaan  UU No. 1 Tahun 1970 Tentang
memiliki petugas P3K mempunyai petugas P3K Keselamatan Kerja Pasal 3 Tentang
yang kompeten dan yang telah memiliki Syarat-syarat keselamatan kerja
tersertifikasi. kompetensi dan  PERMENAKERTRANS RI No.
sertifikasi serta memiliki PER. 15/MEN/VIII/2008 tentang
ruangan khusus untuk Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan
petugas P3K. di Tempat Kerja Pasal 2 tentang
kewajiban pengusaha menyediakan
petugas P3K dan fasilitas P3K di
tempat kerja

4. Kotak P3k Dan Isinya  Terdapat Kotak P3K  Kotak P3K yang ada  UU No. 1 Tahun 1970 Tentang
di PT Sinar Sosro di di ruangan security Keselamatan Kerja Pasal 3 Tentang
bagian security sebaiknya diberi tanda Syarat-syarat keselamatan kerja
terpasang di dalam atau warna sesuai  Peraturan Menteri Tenaga Kerja
ruangan . peraturan perundang – dan Transmigrasi RI No. 15 Tahun
 2) PT Sinar Sosro undangan yaitu dasar 2008 tentang P3K (BAB III Pasal 10)
memiliki 2 kotak putih dan lambang K3 Kotak P3K sebagaimana dimaksud
P3K yang terpasang berwarna hijau. dalam pasal 8 ayat (1) huruf b harus
di bagian produksi  Kotak P3K dikedua memenuhi persyaratan sbb:
dan bagian depan tempat tersebut o terbuat dari bahan yang kuat dan
yaitu dikantor diketemukan dalam mudah dibawa,berwarna dasar
security keadaan yang isinya putih dgn lambang P3K berwarna
tidak lengkap hijau
sehingga akan lebih o isi kotak P3k sebagaimana
baik jika dilengkapi tercantum dalam lampiran II
sesuai dengan o penempatan kotak P3K :
peraturan yang terkait

27
yaitu : Jumlah  pada tempat yang mudah
karyawan 76 orang dilihat dan dijangkau
yaitu minimal 2 kotak disesuaikan dgn jumlah
B atau sekitar 2x104 pekerja
item = 208 item .  berjarak 500 m
 pada lantai yg berbeda di
gedung bertingkat

5. K3 Poliklinik Poliklinik yang berada Diharapkan agar  UU No. 1 Tahun 1970 Tentang
di area PT. Sinar Sosro poliklinik tersebut dapat Keselamatan Kerja Pasal 3 Tentang
belum berjalan dimanfaatkan dan Syarat-syarat keselamatan kerja
operasionalnya dijalankan sesuai  Permenakertrans Nomor 03 tahun
fungsinya sehingga 1982 tentang Pelayanan Kesehatan
karyawan mendapatkan Tenaga Kerja. (pasal 3) setiap tenaga
pelayanan kesehatan kerja berhak mendapatkan pelayanan
secara cepat dan mudah. kesehatan kerja.
 Kepdirjen Binwasnaker No. Kep.
22/DJPPK/V/2008 tentang Petunjuk
Teknis Penyelenggaraan Pelayanan
Kesehatan Kerja.

6. Sosialisasi Atau Tidak mengadakan Mengadakan penyuluhan  UU No. 1 Tahun 1970 Tentang
Penyuluhan Dalam penyuluhan atau rutin tentang kesehatan Keselamatan Kerja Pasal 3 Tentang
Rangkai Kegiatan sosialisasi tentang dan penyakit akibat kerja Syarat-syarat keselamatan kerja
Promotif Kesehatan kesehatan kerja dan (contoh : sosialisasi cuci  PERMENAKER 03 TAHUN 1982
Kerja penyakit akibat kerja. tangan pakai sabun) tentang Pelayanan Kesehatan Kerja
bekerja sama dengan
pihak terkait.

28
Bidang K3 Lingkungan Kerja dan K3 B3

No Obyek/Lokasi Temuan Saran  Dasar Hukum

1. Ruang Boiler dan Pencahayaan rendah Diberi pencahayaan yang  UU No. 1 Tahun 1970 Tentang
Kompresor (30 Lux) dan sistem standar (100 Lux) dan Keselamatan Kerja Pasal 3 Tentang
ventilasi yang kurang sistem ventilasi yang Syarat-syarat keselamatan kerja
baik baik juga agar para  Peraturan Menteri Perburuhan No
pekerja tidak mengalami 7 Tahun 1964 tentang syarat
keletihan pada mata dan kesehatan, kebersihan dan penerangan
pertukaran udara dapat dalam tempat kerja.
masuk di ruangan
tersebut

2. K3 Confined Space PT Sinar Sosro Disarankan agar PT.  UU No. 1 Tahun 1970 Tentang
memiliki mesin atau SINAR SOSRO Pabrik Keselamatan Kerja Pasal 3 Tentang
tangki yang harus Palembang membuat Syarat-syarat keselamatan kerja
dipelihara (Cleaning, rambu-rambu, prosedur o Surat Edaran Menteri Tenaga
Sterilization, dll) dan kerja dan petugas yang Kerja dan Transmigrasi No 1
merupakan ruang kompeten serta lisensi Tahun 2012 tentang Pemenuhan
terbatas di area tersebut. terkait ruang terbatas Kewajiban Syarat-syarat
sebagai contoh di tangka Keselamatan Kewajiban Syarat-
WTP (Waste Treatment syarat K3 di Ruang Terbatas
Plant) atau WWTP o KEPDIRJEN BINWASNAKER
(Waste Water Treatment No. KEP. 113/ DJPPK/IX/2006
Plant) dan Tangki BBM. tentang Pedoman Dan Pembinaan
Teknis Petugas K3 Ruang
Terbatas (Confined Spaces)

29
3. Alat Pelindung Diri Telah disediakan APD Diharapkan agar  UU No. 1 Tahun 1970 Tentang
(APD) untuk tenaga kerja oleh disosialisasikan Keselamatan Kerja Pasal 3 Tentang
PT. SINAR SOSRO, penggunaan APD bagi Syarat-syarat keselamatan kerja
Tetapi ada sebagian pekerja dalam bentuk  PERMENAKERTRAN RI No. PER.
petugas tidak lisan (safety talk) dan 08/MEN/VII/2010 tentang Alat
menggunakan sarung disediakan APD bagi Pelindung Diri.
tangan di area produksi visitor (pengunjung) o Pasal 4 Ayat 1 bagian B, Dibuat,
diolah, dipakai, dipergunakan,
diangkut atau disimpan bahan atau
barang yang dapat meledak, mudah
terbajar, korosif, beracun,
menimbulkan infeksi, bersuhu
tinggi atau bersuhu rendah
o Pasal 7 ayat 1, Pengusaha atau
pengurus wajib melaksanakan
manajemen APD di tempat kerja.

4. Housekeeping / 5r, 1) Terdapat toilet yang 1) Seharusnya toilet  UU No. 1 Tahun 1970 Tentang
Toilet, Tempat tidak terpisah yaitu wanita dan laki – laki Keselamatan Kerja Pasal 3 Tentang
Sampah ditoilet sekitar area dibuat terpisah / tidak Syarat-syarat keselamatan kerja
WTP (Water dalam satu ruangan serta  Permenaker No.5.Tahun 2018
Treatment Plant) diberikan tanda yang Tentang Keselamatan dan Kesehatan
2) Ada beberapa jelas. Kerja Lingkungan Kerja
tempat sampah yang o Pasal 34 ayat 3, Penempatan Toilet
terbuka . 2) Tempat sampah harus harus terpisah antara laki – laki,
dalam keadaan tertutup perempuan dan penyandang cacat
dan tidak dalam keadaan serta diberikan tanda yang jelas
penuh.

30
5. K3 Deteksi Gas Terdapat flame detector PT Sinar Sosro  UU No. 1 Tahun 1970 Tentang
yang terpasang di mesin Palembang diharapkan Keselamatan Kerja Pasal 3 Tentang
boiler tetapi tidak ada membuat prosedur dan Syarat-syarat keselamatan kerja
prosedur dan petugas petugas terkait deteksi  UU RI NO.13 TAHUN 2003 Bab X
yang melakukan periksa gas pasal 86 tentang perlindungan tenaga
dan uji alat deteksi gas kerja
tersebut.

6. Nab Kimia Pada tahap Bottle Diharapkan di laksanakan  UU No. 1 Tahun 1970 Tentang
Washer botol direndam uji bahan kimia yang ada Keselamatan Kerja Pasal 3 Tentang
dengan larutan caustic di PT. Sinar Sosro dengan Syarat-syarat keselamatan kerja
(NaOH) 1% kerja sama lembaga  Kepmenker R.I No. KEP
terkait. 187/MEN/1999 Tentang
Pengendalian Bahan Kimia
Hasil dari uji tersebut di Berbahaya Di Tempat Kerja pada
tempel di ruang yang ada Pasal 2 dan Pasal 3
bahan kimia.

31
7. Nab Fisika 1. Terdapat potensi 1. Diharapkan di  UU No. 1 Tahun 1970 Tentang Keselamatan
kebisingan dan suhu laksanakan uji Kerja Pasal 3 Tentang Syarat-syarat
yang panas pada kebisingan dan suhu keselamatan kerja
ruangan Boiler. yang ada di PT. Sinar  Permenaker No. 5 Tahun 2018 Tentang
Sosro dengan kerja Keselamatan dan Kesehatan Kerja
2. Pencahayaan yang sama lembaga terkait. Lingkungan Kerja
kurang pada ruang
prokduksi di Hasil dari uji tersebut di
karenakan banyak tempel di ruang boiler.
bola lampu yang rusak
2. Bola lampu yang
dan tidak ganti atau
rusak atau mati segera di
diperbaiki
laporkan kebagian
pengadaan barang untuk
segera di ganti.

8. Pemeriksaan Dan Tidak dilakukannya Diharapkan dapat  UU No. 1 Tahun 1970 Tentang Keselamatan
Pengujian pemeriksaan dan melakukan pemeriksaan Kerja Pasal 3 Tentang Syarat-syarat
Lingkungan pengujian lingkungan dan pengujian keselamatan kerja
Kerja secara berkala di PT lingkunan kerja kepada  PERMENAKER NO. 05 TAHUN 2018
Sinar Sosro pihak disnaker. tentang K3 lingkungan kerja. Tercantum
dalam pasal 58.

9. Standar Tidak adanya SOP Membuat SOP dan cara  UU No. 1 Tahun 1970 Tentang Keselamatan
Operasional pengunaan APD yang menggunakan APD Kerja Pasal 3 Tentang Syarat-syarat
Procedure (SOP) dipajang disetiap tempat yang benar sesuai keselamatan kerja
Menggunakan kerja dengan tempat kerja.  Permenakertrans PER/08/MEN/VII/2010
APD tentang Alat Perlindungan Diri

32
BAB IV

PENUTUP
A. Kesimpulan
Secara Umum Penerapan K3 di Bidang Kelembagaan K3, Keahlian K3,
SMK3, K3 Kesehatan Kerja, dan K3 Lingkungan Kerja dan K3 B3 sebagian telah
dilaksanakan namun masih perlu terus perbaikan mengingat masih Beberapa
penerapan K3 yang masih belum di laksanakan sebab utama permasalahan ini
adalah karena belum diterapkannya susunan P2K3 di Perusahaan PT. Sinar Sosro
ini.
B. Saran
Dari hasil temuan yang telah kami lakukan di PT Sinar Sosro Palembang, kami
memberi saran sebagai berikut :
1. PT. Sinar Sosro Palembang harus memiliki Ahli K3 kimia yang telah
bersertifikasi Kemenakertrans RI.
2. PT. Sinar Sosro Palembang seharusnya wajib melaksanakan Sistem
Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) dikarenakan terdapat
potensi bahaya yang tinggi yang dapat menimbulkan kecelakaan kerja dan
penyakit akibat kerja.
3. PT. Sinar Sosro Palembang sebaiknya menjalankan fungsi poliklinik
sebagaimana fungsinya dan mempunyai dokter pemeriksa dan paramedis
yang sudah memiliki Sertifikat Hyperkes atau menerapkan kerja sama dengan
rumah sakit terdekat.
4. PT. Sinar Sosro Palembang seharusnya melakukan pembersihan rutin dan
toilet antara wanita dan pria terpisah.
5. PT. Sinar Sosro Palembang seharusnya menyediakan kotak P3K dan isinya
secara lengkap yang telah diatur pada Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan
Transmigrasi RI No. 15 Tahun 2008 tentang P3K.

33

Anda mungkin juga menyukai