Anda di halaman 1dari 9

KURASI HERBARIUM

Oleh:
Indri Nur Azizah (B1A018038)
Untsa Istiqomah Fillah (B1A018052)
Nur Aini Kusuma Puspitadewi (B1A018115)
Adinda Eka Murti Setio (B1A018125)
Risma Leonny Maryanti Sitio (B1A018128)
Nissavira (B1A018138)
Rombongan : III
Kelompok :1
Asisten : Ami Suranti

LAPORAN PRAKTIKUM SISTEMATIKA TUMBUHAN I

KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI


UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
FAKULTAS BIOLOGI
PURWOKERTO
2019
I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Herbarium merupakan suatu bukti autentik perjalanan dunia tumbuh-
tumbuhan selain berfungsi sebagai acuan identifikasi untuk mengenal suatu jenis
pohon. Istilah herbarium adalah pengawetan spesimen tumbuhan dengan
berbagai cara.untuk kepentingan koleksi dan ilmu pengetahuan. Koleksi
spesimen herbarium biasanya disimpan pada suatu tempat yang diberi perlakuan
khusus pula yang dikenal dengan laboratorium herbarium. Herbarium dibuat dari
spesimen yang telah dewasa, tidak terserang hama, penyakit atau kerusakan fisik
lain. Tumbuhan berhabitus pohon dan semak disertakan ujung batang, daun,
bunga dan buah, sedang tumbuhan berbentuk herba disertakan seluruh habitus
(Setyawan et al., 2005).
Herbarium berasal dari kata “hortus” dan ”botanicus” yang artinya kebun
botani yang dikeringkan secara sederhana. Herbarium adalah koleksi spesimen
yang telah dikeringkan, biasanya disusun berdasarkan sistem klasifikasi.
Herbarium berguna dalam pengenalan dan identifikasi jenis-jenis tumbuhan.
Herbarium pertama kali ditemukan pada tahun 1600 di Eropa (Sama, 2009).
Identifikasi suatu tumbuhan sangat penting untuk mengenali tumbuhan itu
sendiri, seperti yang telah disepakati di tingkat dunia agar memahami bahwa
yang dimaksudkan adalah tumbuhan yang sama. Identifikasi berasal dari kata
identik yang artinya sama atau serupa. Identifikasi tumbuhan adalah menentukan
nama yang benar dan tempatnya yang tepat dalam klasifikasi (Wahyuni, 2016).
Identifikasi tumbuhan tersebut perlu menggunakan herbarium atau text book
untuk dibandingkan dengan objek aslinya, tetapi prosesnya akan memakan
waktu yang lama dan merepotkan (Prasvita, 2016). Pemahaman yang baik
tentang tanaman sangat penting untuk membantu mengidentifikasi spesies
tanaman baru atau langka (Remagnino et al., 2015).

B. Tujuan
Tujuan dari praktikum kali ini adalah untuk mengumpulkan, menjaga,
memelihara, dan menentukan koleksi herbarium.
II. MATERI DAN METODE

A. Materi
Alat yang digunakan pada praktikum ali ini adalah gunting atau cutter,
isolasi, laptop, dan printer.
Bahan yang digunakan pada praktikum kali ini adalah tabel kurasi, 10
spesimen herbarium, kertas ivory, dan kertas HVS.

B. Metode
Metode yang dilakukan dalam praktikum histologi II antara lain:

Spesimen
difoto

Dinyalakan Dibuka web Diambil


laptop theplanlist.org minimal 10
herbarium

Ditemukan Dicari
solusi permasalahan

Hasil dicatat
pada tabel
kurasi
III. HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Hasil
B. Pembahasan
Kurasi herbarium melibatkan persiapan herbarium spesimen dan
penanganannya, penyimpanan, dan konservasi di dalam herbarium. Metode
penyimpanan spesimen didasarkan pada konvensi tertentu, tetapi telah
disesuaikan oleh banyak herbaria berbeda. Pengetahuan yang baik tentang
taksonomi dan literatur botani diperlukan untuk memungkinkan identifikasi dan
kurasi koleksi, sehingga koleksi herbarium dapat dipertahankan sesuai dengan
revisi taksonomi terbaru (Victor et al., 2004).
Masalah herbarium yang disurvei, teknik dan bahan yang digunakan dalam
herbaria besar. Ada banyak variasi di antara tanggapan, menunjukkan beberapa
ketidakmerataan masalah yang dihadapi oleh para konservator masa depan.
Misalnya banyak metode berbeda untuk pemasangan spesimen yang digunakan
dalam lima puluh besar herbaria. Ada variasi dalam jenis metode lampiran
primer (Bedford, 1999).
Pelestarian koleksi herbarium dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu
pencegahan hama dan penyusunan ulang (remounting). Spesimen harus
dipastikan dalam keadaan kering dan bebas hama sebelum diletakkan dalam
kabinet. Faktor lingkungan seperti kelembaban, pH, dan temperatur lingkungan
juga harus diperhatikan. Mencegah kerusakan spesimen dapat dilakukan dengan
meletakkan spesimen dalam lembaran yang rata agar spesimen tidak
melengkung, folder spesimen diletakkan di papan atau kotak yang kaku selama
pemindahan dari kabinet ke ruang kerja, dan membatasi folder yang ditumpuk
sehingga spesimen yang terletak di bawah tidak rusak. Pemeriksaan ulang
spesimen mengenai ketepatan label, kerusakan spesimen, dan spesimen yang
hilang juga harus dilakukan untuk memastikan kualitas herbarium (Victor et al.,
2004).
Spesimen herbarium dapat dirawat dengan cara dimasukkan ke dalam
plastik tahan asam dan disimpan dalam lemari atau laci yang sudah diberi kapur
barus untuk mencegah jamur dan serangga (Pratiwi, 2006). Pemeliharan
herbarium dapat dilakukan dengan pembekuan pada suhu -20oC sampai -60oC,
pemanasan dengan suhu 60oC selama 4-8 jam, dan pengasapan/fumigasi dengan
menggunakan metil-bromida cair. Spesimen kering dapat dirawat dengan
diletakkan di dalam oven atau microwave. Pencegahan serangga juga dapat
dilakuan dengan penambahan bahan kima tertentu seperti nephthalen,
paradichlorobenzena, formaldehida, dan sebagainya (Murni et al., 2015).
Spesimen herbarium yang sudah terinfeksi hama serangga dapat diletakkan pada
freezer selama 7-10 hari untuk menghilangkan hama tersebut (Wilken, 2009).
The Plant List (TPL) adalah daftar kerja semua spesies tanaman yang
diketahui diproduksi oleh komunitas botani sebagai respons terhadap Target
1 Global Strategy for Plant Conservation (GSPC) 2002-2010. The Plant List
telah statis sejak 2013, tetapi digunakan sebagai titik awal untuk tulang belakang
taksonomi World Flora Online (WFO), dan informasi yang diperbarui dapat
ditemukan di www.worldfloraonline.org. Daftar tanaman adalah daftar kerja
semua spesies tanaman yang dikenal. Ini bertujuan untuk menjadi komprehensif
untuk spesies tanaman vaskular (tanaman berbunga, tumbuhan runjung, pakis
dan sekutu mereka) dan Bryophytes (lumut dan lumut hati) (Gardner et al.,
1991).
Cara mencari daftar tanaman yaitu terdapat fungsi pencarian yang akan
menemukan nama-nama tanaman ilmiah yang disimpan dalam daftar tanaman
(Cakupan). Pertama mengambil nama spesies tunggal atau satu set nama spesies
yang cocok dengan string pencarian. Kedua yaitu mencari menggunakan nama
genus saja atau menggunakan binomial (kombinasi genus dan spesies). Ketiga
mencari menggunakan karakter liar di string pencarian menggunakan "?" Untuk
setiap karakter tunggal dan "*" untuk serangkaian karakter. Fungsi Pencarian
akan mengambil nama menggunakan string pencarian termasuk nama
infraspesifik, nama spesies dengan penulis penerbitan mereka. String pencarian
dengan panjang kurang dari tiga karakter saat menggunakan karakter liar dalam
pencarian (Gardner et al., 1991).
Hasil yang didapatkan pada asaat praktikum adalah kita menemukan
berbagai macam kekurangan pada hasil herbarium yang disediakan. Pertama
terdapat kesalahan pada herbarium dengan nama lokal durian (Durio zibethinus)
yaitu daunnya terlipat dan solusinya dibenarkan, kedua pada herbarium pisang
seribu (Musa chiliocarpa) yaitu masalahnya pada nama adalah sinonim yang
kemudian diberi solusi dibenarkan namanya menjadi (Musa X Paradisiaca),
selanjutnya pada herbarium tuba laut (Derris trifoliata) yaitu masalahnya tidak
terdapat color chart dan solusinya yaitu diberikan color chart pada herbarium
tersebut. Selanjutnya pada herbarium bunga bronco merah (Celosia argentea)
yaitu masalahnya tidak ada folder dan solusinya dibuat folder baru, selanjutnya
pada herbarium cabai rawit (Capsium annum) yaitu masalahnya namanya adalah
sinonim dan solusinya dibenarkan namanya menjadi (Capsium annum) dan yang
terakhir pada herbarium jambu biji variegata (Psidium variegatum) yaitu
masalahnya tidak ada folder dan solusinya dibuatkan foldernya (Gardner et al.,
1991).
IV. KESIMPULAN

A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa kurasi
herbarium memiliki tugas yaitu mengumpulkan, menata, menjaga, memelihara,
dan menentukan koleksi herbarium. Herbarium merupakan suatu spesimen dari
bahan tumbuhan yang telah dimatikan melalui metode tertentu dan dilengkapi
dengan data-data mengenai tumbuhan tersebut.
DAFTAR PUSTAKA

Bedford, D. J., 1999. Vascular Plants Chapter 3: Care and Conservation of Natural
History Collections. Oxford: Butterwoth Heinemann, pp. 61 - 80.
Murni, P., Muswita, Harlis, Yelianti, U. & Kartika, W. D., 2015. Lokakarya
Pembuatan Herbarium untuk Pengembanagan Media Pembelajaran Biologi di
MAN Cendikia Muaro Jambi. Jurnal Pengabdian pada Masyarakat, 30(2),
pp. 1-6.
Pratiwi, R., 2006. Biota Laut: Bagaimana Mengoleksi dan merawat Biota Laut.
Oseana, 31(2), pp. 1-9.
Prasvita, D., 2016. Identifikasi Citra Daun Menggunakan Morfologi, Local Binary
Patterns dan Convex Hulls. I-Statement Journal, 2(2), pp. 1-4.
Remagnino, P., Lee, S., Chan, C. & Wilkin, P., 2015. Identification with
Convolutional Neural Networks. Deep-Plant Journal, 10(1), pp. 27-30.
Sama, 2009. Pengawetan Tanaman dan Pengawetan Hewan. Bandung: UPI.
Setyawan, A., Indrowuryatno, Wiryanto, Winanrno, K. & Susilowati, A., 2005.
Tumbuhan Mangrove di Pesisir Jawa Tengah. Surakarta: Universitas Sebelas
Maret Press.
Victor, Koekemoer, M., Fish, L., Smithies, S. & Marthina. 2004. Herbarium
Essentials. Republic of South Africa: National Botanical Institute.
Wahyuni, 2016. Toga Indonesia. Surabaya: Universitas Airlangga Press.
Wilken, D. H., 2009. Preparing and Storing Herbarium Specimens. Coserve O Gram,
11(12), pp. 1-4.