Anda di halaman 1dari 7

SMK Telkom Makassar

Teknik Komputer dan Jaringan


subject: Administrasi Infrastruktur Jaringan

 CONFIGURATION (MIKROTIK)

XII TKJ

Topology

Pada topologi diatas, interface ether1 dari router mikrotik akan dikonfigurasikan ip address 202.134.5.1/30 dan akan
digabungkan ke ISP. Ip address ini merupakan IP address static yang diberikan oleh ISP, sedangkan ether2 merupakan
interface yang dihubungkan ke switch tempat terhubungnyakomputer user computer user pada jaringan local. Ip
address pada ther2 adalah 10.10.10.1/24.

Konfiurasi Interface

Untuk melihat jumlah interface jaringan pada router dapat menggunakan perintah
Kolom paling kiri (#) menandakan nomor index, nomor ini berguna sebagai acuan mana interface mana yang akan
dikonfigurasi, misalkan ingin mengkonfigurasi interface ether1-gateway, maka harus memilih nomor index 0, begitu
seterusnya dengan nomor index 1 untuk interface ether2-master-local.

Mengganti Nama Interface

Untuk menganti nama interface dapat menggunakan perintah:

Hasilnya :

Menonaktifkan interface

Jika didepan baris konfigurasi interface terdapat symbol x, maka menandakan interface tersebut tidak aktif (disable),
atau tidak dapat digunakan. Sebagai contoh kita akan menon aktifkan interface ether5 untuk alas an keamanan.
Digunakan perintah:

Administrasi Infrastruktur Jaringan Page 2


Sebaliknya jika ingin mengaktifkan interface yang non aktif sebalumnya maka digunakan perintah:

Konfigurasi port ethernet

Secara default port router mikrotik berfungsi sebagai switch dengan master-port ke ether2, untuk mengecek kondisi
port interface digunakan perintah:

Konfigurasi ip address

Berdasarkan scenario topologi yang sudah direncanakan maka IP address yang akan dikonfigurasi di ether1 adalah
202.134.5.1/30 perintah yang dapat digunakan untuk mengkonfigurasi IP address pada ether1 adalah sebagai berikut:

Sedangkan untuk ether3 harus dikonfigurasikan IP address 10.10.10.1/24 dengan perintah :

Hasil konfigurasi IP address dapat di cek dengan perintah:

Administrasi Infrastruktur Jaringan Page 3


Untuk menghapus ip address dapat menggunakan perintah :

Default Gateway

Setalah mengkonfigurasi IP Address pada masing-masing interface maka selanjutnya harus mengkonfigurasi default.
Gateway. Default gateway merupakan router ISP yang berfungsi sebagai gerbang bagi router anda. Pada scenario ini
router ISP memiliki IP address 202.134.5.30 dan internate akan diwakili oleh IP address 0.0.0.0/0. Perintah yang dapat
digunakan adalah:

Untuk mengecek hasil konfigurasi gateway dapat menggunakan perintah :

Konfigurasi DNS Server

DNS server berfungsi memetakan hostname atau domain situs-situ di internet menjadi IP address. Perlu diingat bahwa
jaringan computer (terasuk internet) akan berkomunikasi dengan IP address bukan dengan nama-nama domain seperti
.com, .net, .org dan lain sebagainya. Itulah mengapa untuk mengkonfigurasi computer user maupun router yang ingin
mengakses internet, harus mengkonfigurasi DNS (Domain Name System)

Berdasarkan scenario maka DNS server yang digunakan adalah DNS Server google denga nip address 8.8.8.8, perintah
yang dapat digunakan adalah:

Administrasi Infrastruktur Jaringan Page 4


Untuk mengecek hasil konfigurasi DNS dapat menggunakan perintah:

Dengan beberapa konfigurasi diatas seharusnya router sudah dapat terhubung dengan internet. Untuk mengecek
koneksi internet pada router maka gunakan ping ke internet sebagai contoh kita akan ping google.com

Masquerade

Router mikrotik pada scenario ini merupakan router yang berada diantara jaringan public (internet) dan jaringan local
(LAN), router berada pada posisi tersebut harus menjalankan Network Address Translation (NAT) yang berfungsi
mengganti IP address pada setiap paket data yang keluar dari computer user (Ip address privat) menjadi IP address
public yang ada di ether1.

Didalam menerapkan NAT, dikenal dengan Teknik masquerade yang merupakan Teknik penggantian otomatis IP
address privat menjadi IP address public yang ada pada router mikrotik. Perintah yang dapat digunakan adalah

Administrasi Infrastruktur Jaringan Page 5


Yang perlu diperhatikan pada perintah diatas adalah opsi out-interface=ether1, ini karena interface yang digunakan
untuk menuju internet adalah ether1. Begitu juga dengan opsi action=masquerade yang akan membuat IP address
pengirim (10.10.10.2, 10.10.10.3 dst) yang ada pada setiap paket data yang keluar dari router akan menggunakan IP
address public 202.134.5.1

Selanjutnya agar computer klient dapat mengakses internet maka computer client harus dikonfigurasi IP address
beserta default-gateway ke 10.10.10.1, begitu juga dengan DNS server harus dikonfigurasikan ke 10.10.10.1 seperti
gambar berikut:

NTP (network time protocol)

Dalam kondisi tertentu router harus bekerja berdasarkan waktu, baik tanggal, hari maupun jam. Misalnya jika ingin
memblokir akses internet diluar jam kerja ataupun memblokir beberapa situs pada jam-jam tertentu.

Untuk menghindari ketidak akuratan konfigurasi waktu, maka pada router perlu dikonfigurasikan network time
protocol (NTP). NTP adalah protocol yang digunakan untuk sinkronisasi waktu (hari, tanggal, bulan, tahun dan jam)
antara perangkat-perangkat jaringan.

Router perlu mengetahui NTP server yang ada di internet dan akan berusaha menyesuaikan dengan konfigurasi waktu
yang ada di NTP tersebut. Untuk sikronisasi waktu pada router, dapat menggunakan NTP server untuk Indonesia
dengan IP address 203.160.128.3 IP address dari NTP server Indonesia selengkapnya dapat dilihat pada
http://www.pool.ntp,org/zone/id

Untuk menggunakan waktu yang ada pada NTP server dapat menggunakan perintah berikut:

Administrasi Infrastruktur Jaringan Page 6


Selanjutnya harus mengkonfigurasi Time Zone sesuai dengan lokasi anda berada. Misalnya Asia/Jakarta untuk WIB,
Asia/Makassar untuk wita, dan Asia/Jayapura untuk WIT. Dapat menggunakan perintah berikut:

Selanjutnya untuk memeriksa konfigurasi NTP client, apakah telah sinkron dengan waktu yang sebenarnya dapat
menggunakan perintah:

BACKUP

Konfigurasi router Mikrotik dapat di-backup untuk mencegah konfigurasi ulang jika suatu saat akan berpindah mesin
router. Backup ini juga berguna manakala melakukan kesalahan konfigurasi dan ingin kembali ke konfiurasi sebelumnya.
Konfigurasi yang di backup akan disimpan dalam bentuk file.

Untuk melakukan backup konfigurasi, perintah yang dapat digunakan adalah:

Setelah melakukan backup konfigurasi, maka file backup tersebut dapat dilihat dengan menggunakan perintah:

Administrasi Infrastruktur Jaringan Page 7