Anda di halaman 1dari 3

Nama : Novita Wulandaei

Nim. : 7173341035
Kelas : B

SOAL ESSAY
Materi : Jasa-Jasa Bank lainnya

1. Bedakan jasa kliring dan inkaso serta berikan contohnya!


2. Jelaskan mekanisme penerbitan bank garansi!
3. Jelaskan mekanisme penyelesain L/C
4. Bandingkan masing-masin layanan digital banking yang tersedia saat ini!
5. Jelaskan kegunaan traveller check!

Jawaban :
1. A. kliring adalah suatu cara penyelesaian utang piutang antara bank peserta kliring dalam
bentuk warkat / surat berharga disuatu tempat tertentu. kliring terjadi dalam satu wilayah
yang sama kliring. Contoh : misalnya terjadi suatu transaksi bisnis antara A dan B yang
melibatkan jumlah uang yang cukup besar dan keduanya adalah nasabah bank yang
berbeda. Dapat dipastikan bahwa keduanya pasti merasa ragu-ragu untuk bertransaksi
dengan menggunakan uang tunai, dengan alasan keamanan. Cara yang mudah untuk
melakukan oleh keduanya adalah melakukan pembayaran dengan cek/bilyet giro dengan
mekanisme kliring sebagai berikut: A memberikan cek/bilyet giro bank BA ke B;B
menagih lewat bank BB di mana B sebagai nasabah. Proses yang terjadi di Bank BA dan
BB akan berlangsung sebagai berikut: Setelah bank BB menerima warkat cek/bilyet giro,
maka warkat tersebut akan dibawa dalam pertemuan antar bank di suatu tempat yang
ditunjuk oleh Bank Sentral dan penyerahannya kepada bank BA; Setelah menerima
cek/bilyet giro dari bank BB, maka bank BA akan memeriksa kebenaran warkat serta
saldo nasabahnya. Bila tidak ada masalah, maka bank BA akan memotong rekening A
sebesar nilai cek/bilyet giro dan mengirimkannya ke bank BB; Setelah mendapatkan
kiriman dari bank BA, maka bank BB akan mengkreditkan rekening B sebesar nilai yang
berhak diterimanya. Dengan cara di atas, maka B akan menerima uang pembayaran
dengan mudah dan aman. Cara lain yang dapat ditempuh oleh B setelah menerima cek
dari A adalah dengan cara mendatangi bank BA untuk mencairkan cek tersebut, namun
cara ini memiliki risiko bagi B karena dia akan menerima dan membawa pulang uang
tunai, atau dia akan kena biaya transfer bila B akan memasukkannya ke rekeningnya di
bank BB. Sedangkan jika dilakukan dengan bilyet giro, maka B tidak bisa menerima
uang tunai melainkan harus memindahbukukan pada saat jatuh tempo sesuai dengan
instruksi dalam bilyet giro yang dikeluarkan oleh A.
B. inkaso merupakan kegiatan jasa bank berupa penagihan sejumlah uang kepada
seseorang atau badan tertentu di kota lain yang telah ditunjuk oleh pemberi amanat.
Contoh : Wesel (draft), Money order, Kuitansi, Cek, Kupon dan dividen, Surat aksep,
Surat undian, Nota-nota tagihan lainnya.
Jika Amir bukan nasabah bank tersebut, maka bank A di samping mencatat rekening
administratif seperti di atas, juga akan mencatat terlebih dahulu di dalam rekening berikut
ini: Tanggal 10 Mei 2019:
Dr. RAK Cabang Bandung Rp 100.000.000 (Debit)
Cr. Warkat inkaso telah ditagih dan akan dibayar Rp 100.000.000 (Kredit)
Catatan jurnal ini untuk menampung sampai pemberi amanah datang ke bank untuk
mengambilnya. Bila pemberi amanat mengambilnya secara tunai maka dijurnal di bank A
Semarang:
Tanggal 10 Mei 2018:
Dr. Warkat inkaso telah ditagih dan dibayar Rp 100.000.000 (Debit)
Cr. Kas Rp 99.500.000 (Kredit)
Cr. Pendapatan Komisi Rp 500.000 (Kredit)
Bagaimana dengan rekening administratif? Untuk rekening administratif juga dinihilkan
seperti pencatan jurnal sebelumnya.

2. Dalam hal bank menerbitkan bank garansi untuk kepentingan nasabahnya, untuk
mengurangi risiko yang harus ditanggung bank apabila nasabah (terjamin) tidak memenuhi
kewajiban, kepada pihak terjamin diwajibkan memberikan jaminan lawan (counter
guarantee) yang dinilai tunainya 100% atau kurang dari jumlah uang jaminan yang tercantum
dalam garansi bank, tergantung kesepakatan antara bank dan pihak terjamin. Jaminan lawan
tersebut dapat berupa uang tunai, simpanan giro, deposito, surat-surat berharga, dan harta
lainnya berupa barang-barang bergerak atau tidak bergerak.

3. 1. Applicant mengajukan permohonan untuk menerbitkan L/C kepada Issuing Bank


untuk kepentingan transaksi pembelian barang dari penjual/eksportir.
2. Issuing Bank menerbitkan L/C melalui Advising Bank yang ditujukan kepada
Beneficiary di negara tempat (lokasi)
3. Advising Bank selanjutnya akan mengotentikasi atas kebenaran penerbit L/C yang
kemudian memberitahukan kepada Beneficiary mengenai telah diterimanya L/C
untuk kepentingan Beneficiary.
4. Beneficiary setelah menerima L/C akan mempersiapkan barang dan dokumen(-
dokumen) yang diperlukan dan menyerahkan dokumen tersebut kepada Nominated
Bank.
5. Pembeli (importir)dan penjual (eksportir) mengadakan perjanjian jual beli barang
(sales contract)
6. Pembeli mengajukan (membuka) L/C di opening bank
7. Berdasarkan aplikasi, opening bank akan meneruskan L/C ke advising bank
8. L/C berikut dokumen diserahkan ke penjual
9. Setelah menerima dokumen L/C, penjual mengirim barang kepada pembeli sesuai
dengan perjanjian
10. Bukti pengiriman barang diserahkan ke bank pembayar dan pada pembeli
11. Setelah mempelajari dokumen, bank pembayar akan melakukan pembayaran kepada
penjual
12. Bank pembayar meneruskan dokumen dan bukti pembayaran kepada opening bank
untuk menegah
13. Opening bank akan membayar senilai L/C dan meneruskan kepada pembeli
14. Pembeli akan melunasi atau mencicil (kredit) L/C yang telah disetujui

4. A. Internet banking : nasabah dapat melakukan transaksi perbankan (finansial dan non
finansial) melalui komputer yang berhubungan dengan jaringan internet bank.
B. Phoene banking : nasabah dapat melakukan transaksi perbankan melalui telepon
dimana nasabah menghubung contact center bank.
C. SMS banking : layanan transaksi perbankan yang dapat dilakukan nasabah melalui
telepon seluler (ponsel) dengan format story MessagePad service ( SMS ).
D. Mobile banking : layanan perbankan yang juga dapat diakses langsung melalui ponsel
seperti SMS banking, namun memiliki tingkat kecanggihan yang lebih tinggi.

5. Traveller check dalam valuta asing dapat digunakan diseluruh dunia dalam lalu lintas
pembayaran. Adapun traveller check dalam valuta rupiah, pada dasarnya hanya dapat diuangkan
oleh orang yang namanya tertulis didalam traveller check yang bersangkutan. Oleh karena itu,
pada umumnya para pedagang tidak mau menerima traveller check (TC) dalam valuta rupiah
sebagai alat pembayaran, kecuali bagi mereka yang mempunyai hubungan baik dengan bank
penerbit. Bagi mereka yang melakukan perjalanan jarak jauh akan lebih aman membawa
traveller check dibanding dengan jika membawa uang yang banyak. Keuntungan lain. Traveller
check yang hilang dapat diganti dengan cara segera melaporkan pada bank penerbit. Apabila
traveller check tidak habis dipakai, maka traveller check yang tersisa dapat ditukarkan kembali
dengan uang tunai pada bank penerbit.
1. Untuk keamanan uang dalam perjalanan. Misal perjalanan dinas, bisnis, perjalanan wisata dan
lain-lain, apabila hilang dapat minta penggantinya di cabang di mana pemegang berada, TC tidak
dapat dicairkan oleh orang lain kecuali pemilik;
2. Dapat digunakan sebagai alat bayar;
3. Dapat dicairkan tunai /non tunai (giral).

Anda mungkin juga menyukai