Anda di halaman 1dari 18

Latihan uts pspa ISTN

1. seorang apoteker yang bekerja di bagian produksi industri farmasi sedang


mengerhakan sirup kerung cefadroksil. pembuatan sediaan obat antibiotik
memerlukan persyaratan yang sangat ketat sebagaimana dalam CPOB, karen bisa
menimbulkan efek merugikan untuk lingkungan sekitarnya. apakah persyatan yang
dimaksud dalam produksi sediaan tersebut ?
a. alat produksi harus tersdendiri
b. ruangan produksi harus aseptik
c. kemasan produk jadi harus kedap
d. ruangan produksi harus terpisah

Pembahasan : untuk mencegah kontaminasi silang dengan produk di lingkungan sekitarnya

2. Di sebuah apotek seorang apoteker sedang memberikan pelayanan kepada seorang


pasien terkait dengan keluhan asma bronchial yang dideritanya. PMK nomor berapa
yang terkait dengan kegiatan tersebut ?
a. PM 72 / 2016
b. PMK 73/ 2016 = standar pelayanan kefarmasian di apotek terbaru
c. PMK 74/2016
d. PM 35/ 2014 = Standar Pelayanan Kefarmasian Di Apotek ( Lama )
e. PMK 30/2014 = Standar Pelayanan Kefarmasian Di Puskesmas

3. Seorang apoteker di PBF sedang melakukan penyimpanan obat suppositoria yang


berkhasiat ketoprofan didalam gudang khusus. penyimpanan yang baik dan benar
akan menjamin obat terjaga mutunya. apa peraturan yang mengatur pengelolaan obat
di PBF ?
a. PMK 72/2016 = standar pelayanan kefarmasian di RS
b. PMK 73/2016 = standar pelayanan kefarmasian di Apotek
c. PMK 1799/2010 = tentang Industri Farmasi
d. PMK 1148/2010 = tentang Pedagang Besar Farmasi
e. PMK 74/2016 = standar pelayanan kefarmasian di PKM

4. Sebuah industri obat tradsional membuat produk berupa obat herbal yang berkhasiat
membantu meringankan kencing batu, mengajukan ijin edar ke BPOM. ibat tersebut
mendapatkan ijin tahun 2019. berdasarkan peraturan, tahun berapa ijin edar produk
tersebut akan berakhir ?
a. 2021
b. 2022
c. 2023
d. 2024
e. 2025

Pembahasan : berlaku 5 (lima) tahun (PMK 007/2012) / PerKa BPOM HK. 00.
05.41.1384/2005

5. seorang apoteker diindustri kosmetika sedang merancang produk baru sediaan


pemutih. ada beberapa persyaratan teknis yang harus dipenuhi. apa parameter yang
dijadikan persyaratan teknis produk seperti yang dibuat tersebut menurut Per
KaBPOM no. 19/2015?
a. khasiat
b. keamanan
c. cemaran
d. kadar B aktif
e. bobot rata2

Pembahasan : Persyaratan teknis kosmetika ( Persyratan Keamanan, Mutu, Penandaan, Klaim


dan kemanfaatan)

6. seorang pasien perempuan dewasa membawa resep dari dokter berisi obat obatan
yang diduga untuk faringitis. setelah ditelaah, ternyata resep yang dibawa pasien tidak
jelas dosisny. apa yang harus dilakukan apoteker pada kasus tersebut ?
a. melengkapi resep
b. mengembalikan resep
c. menelepon dokter
d. menanyakan kepada pasien
e. mencari literatur

7. seorang apoteker disuatu puskesmas sedang memberikan konseling kepada pasien


pengguna obat diabetes melitus. tujuannya agar pasien benar dalam penggunaan
obatnya. apa peraturan menteri kesehatan yang dipakai untuk kegiatan tersebut ?
a. 72/2016
b. 73/2016
c. 74/2016
d. 75/2014
e. 30/2014

Pembahasan : Lihat atas

8. sebuah perusahaan farmasi akan membuat sediaan pembersih lantai yang


mengandung antiseptik, selanjutnya sesuai permenkes 1190/2010, harus mendapatkan
ijin edar. siapakah pemberi ijin edar produk tersebut ?

a. menkes RI = izin edar diberikan oleh Direktur Jendral atau pejabat


yang ditunjuk ( Dirjen Farmalkes )
b. badan POM
c. balai POM
d. dinkes propins
e. dinkes KAb/KOTA

9. salah satu jenis pelayanan kefarmasian adalah meracik obat. berikut ini contoh obat
yang harus diracik berdasarkan resep dokter: paracetamol, ctm, dab caffeine. di sarana
kefarmasian manakah yang tidak boleh melakukan peracikan obat tersebut ?
a. rumah sakit
b. apotek
c. toko obat
d. klinik pratama
e. puskesmas
10. seorang apoteker penanggung jawab produksi diminta menjalankan fungsi dalam
rangka menyelenggarakan industri farmasi. fungsi utama yang dijalankan menurut
permenkes 1799/2010 yang paling tepat adalah :
a. pendidikan dan pelatihan, penelitian dan pengembangan
b. perencanaan produksi dan pengendalian inventaris, penelitian dan
pengembangan
c. pengawasan mutu, penelitian dan pengembangan
d. pemastian mutu, penelitian dan pengembangan
e. penyimpanan, penelitian dan pengembangan

Pembahasan : BAB III pasal 15 : Idustri Farmasi mempunyai fungsi


1. pembuatan obat dan/atau bahan obat;
2. pendidikan dan pelatihan; dan
3. penelitian dan pengembangan.

11. seorang apoteker yang akan melaksanakan pemastian mutu sesuai dengan permenkes
1799 tahun 2010 dituntut memiliki kemampuan untuk melaksakan area kompetensi
apoteker
a. pemberian informasi sediaan farmasi dan alat kesehatan
b. formulasi dan produksi sediaan farmasi
c. upaya preventif dan promotif kesehatan masyarakat
d. pengelolaan sediaan farmasi dan alat kesehatan
e. keterampilan organisasi dan hubungan interpersonal

Pembahsan : PMK 1799 tahun 2010 adalah tentang industry Farmasi


9 Kompetensi Apoteker
1. Mampu Melakukan Praktik Kefarmasian Secara Profesional dan Etik

2. Mampu Menyelesaikan Masalah Terkait Dengan Penggunaan Sediaan Farmasi

3. Mampu Melakukan Dispensing Sediaan Farmasi dan Alat Kesehatan

4. Mampu Memformulasi dan Memproduksi Sediaan Farmasi dan Alat Kesehatan Sesuai
Standar Yang Berlaku

5. Mempunyai Ketrampilan Dalam Pemberian Informasi Sediaan Farmasi dan Alat Kesehatan

6. Mampu Berkontribusi Dalam Upaya Preventif dan Promotif Kesehatan Masyarakat

7. Mampu Mengelola Sediaan Farmasi dan Alat Kesehatan Sesuai Dengan Standar Yang Berlaku

8. Mempunyai Ketrampilan Organisasi dan Mampu Membangun Hubungan Interpersonal


Dalam Melakukan Praktik Kefarmasian

9. Mampu Mengikuti Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Yang Berhubungan


Dengan Kefarmasian

dalam PP no 51/2009 pekerjaan kefarmasian dalam produksi sedian farmasi di industry harus
memiliki 3 penanggung jawab ( Produksi, Pemastian Mutu & Pengawasan Mutu)

12. salah satu kompetensi inti yang diperlukan apoteker yang dituntut oleh [emerintah dan
organisasi profesi adalah agar memiliki kemampuan melakukan praktik kefarmasian
secara legal dan sesuai regulasi. hal ini diatur dalam standar kkompetensi apoteker
indonesia :
a. praktik kefarmaian secara profesional dan etik
b. optimalisasi penggunaan sediaan farmasi
c. pemberian informasi sediaan farmasi dan alat kesehatan
d. formulasi dan produksi sediaan farmasi
e. pengelolaan sediaan farmas dan alat kesehatan

Pembahsan : Lihat atas

13. upaya menyediakan produk dalam jenis dan jumlah yang dibutuhkan dengan mutu
yang baik, biaya dan harga yang ekonomis secara teratur dan merata sehingga setiap
saat pelanggan/user dapat memperoleh produk melalui retailer. pedoman jaminan
mutu yang tepat dipakai untuk hal ini adalah :
a. good manufacturing practice = system untuk memastikan bahwa produk
secara konsisten diproduksi dan diawasi sesuai dengan standar kualitas
b. good distribution practice = sistem penyaluran yang baik
c. good storage practice = cara penyimpanan produk yang baik :
memastikan bahwa produk yang akan kita berikan ke pelanggan haruslah
selalu dalam kualitas yang baik dan aman untuk digunakan.
d. good pharmacy practice = cara pelayanan kefarmasian yang baik
e. good pharmaceutycal practice
Teknik pengadaan yang efektif harus menjamin ketersediaan dalam jenis danlumlah
yangtepat dengan harga yang ekonomis dan memenuhi persyaratanmutu, keamanan
dankemanfaatan

14. menteri kesehatan banyak sekali menetapkan peraturan menteri kesehatan dalam
bidang kefarmasian. permenkes akan diakui keberadaannya sebagai peraturan per uu
jikan menteri kesehatan diberikan kewenangan. menurut uu 12/2011, kewenangan ini
diperoleh melalui ketentuan
a. diestujui presiden
b. disetujui DPR
c. Perintah per UU an
d. disetujui mahkamah agung
e. atas permintaan masyarakat

Pembahsan : pasal 8 ayat 2 : diakui keberadaannya dan mempunyai kekuatan hukum


mengikat sepanjang diperintahkan oleh peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi atau
dibentuk berdasarkan kewenangan.

15. seorang apoteker yang akan memproduksi krim pelembut kulit untuk manusia,
diharuskan membuat produk yang memenuhi persyaratan mutu, keamanan dan
a. khasiat
b. manfaat
c. murah
d. mudah didapat
e. sesuai kebutuhan
Pembahsan : meliputi persyaratan keamanan, kemanfaatan, mutu, Penandaan, dan Klaim. 

16. peraturan perundangan yang dijadikan dasar dalam praktik kefarmasiaan diturunkan
dalam urutan bertingkat sehingga dapat ditunjukan secara hirarkis sesuai dengan
ketentuan uu no 12 tahun 2011. peraturan ka.npom yang mengatur izin edar obat
didasarkan atas peraturan per uuan dengan urutan hirarkis sbb UU 36/2009 - PP
72/1998 dan
a. PMK 1076/2008-PER KABPOM 24/2017 :
b. PMK 007/2012-PERKABPOM 24/2017 = Registrasi Obat Tradisional
c. PMK 1189/2010 -PER KABPOM 24/2017 = Produksi Alat
d. PMK 1799/10-PERKABPOM 24/2017 = Industri Farmasi - Kriteria dan
Tata Laksana Obat
e. PMK 1010/2008 - PER KABPOM 24/2017 = Registrasi obat – Kriteria dan
Tata Laksana Obat
17. Apoteker yang berpraktik dituntut menyediakan produk dalam jenis dan jumlah yang
dibutuhkan dengan mutu yang baik biaya dan harga yang ekonomis secara teratur dan
merata sehinggan setiap saat pelanggan / user dapat memperoleh produk melalui
retailer. sarana praktik yang paling tepat melaksanakan kegiatan tersebut adalah
a. industri farmasi
b. pbf
c. rumah sakit
d. apotek
e. klinik pratama
18. pembuatan sediaan farmasi di industri manufaktur senantiasa memperhatikan banyak
sekali standar yang ditetapkan oleh peraturan pemerintah ataupun peraturan menteri
kesehatan. standar yang paling tepat dipakai apoteker yang akan memproduksisediaan
ekstrak bahan alam, adalah:
a. materi medika = Persyaratan mutu bahan baku obat tradisional
dalam bentuk simplisa
b. farmakope herbal Indonesia = memuat monografi simplisia dan ekstrak.
c. farmakope Indonesia
d. kompeneidum kosmetika
e. formularium herbal Indonesia
19 seorang medical representative mendatangi apotek untuk mengetahui produk dari
industri yang diwakilinya, produk mana yang paling banyak ditulis oleh dokter dan
dilayani oleh apotek. apoteker di apotek tersebut memperlihatkan resep resep yang
pernah dilayaninya. hal ini merupakan pelanggaran peraturan pemerintah tentang :
a. pelayanan kefarmasian
b. praktik kefarmasian
c. pengaman sediaan farmasi
d. pekerjaan kefarmasian
e. tenaga kesehatan

Pembahasan :
PP51/2009 pasal 30 Rahasia Kedokteran dan rahasia Kefarmasian
1). setiap tenaga kefarmasian dalam menjalankan pekerjaan kefarmasian
wajib menyimpan rahasia kedokteran dan rahasia kefarmasian
2) Rahasia kedokteran dan rahasia kefarmasian hanya dapat dibuka untuk
kepentingan pasien, memenuhi permintaan hakim dalam rangka pencegahan
hokum, permintaan pasien sendiri dan/atau berdasarkan ketentuan peraturan
perundang-undangan.

Rahasia kefarmasian adalah pekerjaan kefarmasian yang menyangkut


proses produksi, proses penyaluran dan proses pelayanan dari sediaan
farmasi yang tidak boleh diketahui oleh umum sesuai dengan ketentuan
peraturan peruandang undangan.

20. menteri kesehatan menetapkan standar pelayanan kefarmasian di rumah sakit tidak
sama dengan standar pelayanan kefarmasian di apotek ataupun puskesmas. salah
satu aspek yang dijadikan standar khusus untuk rumah sakit adalah :
a. pengelolaan obat
b. pelayanan farmasi klinik
c. pelayanan informasi obat
d. pendidikan dan pelatihan
e. pengamatan efek samping obat

pembahasan :
PerMenkes 72/2016 standar pelayanan farmasi RS
Pelayanan Farmasi Klinik meliputi :
- Pengkajian dan pelayanan resep
- penelusuran riwayat penggunaan obat
- rekonsiliasi obat
- pelayanan informasi obat
- konseling
- visite
- pemantauan terapi obat (PTO)
- monitoring efek samping obat (MESO)
- Evaluasi penggunaan oba(EPO)
- dispensing sediaan steril
- pemantauan kadar obat dalam darah (PKOTD)

PerMenkes No 73/2016 Tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di


Apotek
pelayanan Farmasi Klinik Meliputi :
- Pengkajian resep
- dispensing
- pelayanan informasi obat (PIO)
- konseling
- pelayanan kefarmasian di rumah
- pemantauan terapi obat (PTO)
- monitoring efek samping obat (MESO)

PerMenkes No 74/2016 Tentang Standar Pelayanan Kefarmasian Di


Puskesmas
Pelayanan Farmasi Klinik Meliputi :
- Pengkajian resep, penyerahan obat dan pemberian informasi obat
- Pelayanan Informasi Obat (PIO)
- konseling
- Ronde/visit pasien (khusus puskesmas rawat inap)
- pemantauan dan pelaporan efek samping obat
- pemantauan terapi obat
- evaluasi penggunaan obat
:

21. sebuah industri bidang kefarmasian bermaksud memproduksi sediaan krim yang
mengandung hidrokuinon yang dimaksudkan untuk mengurangi hiperpigmentasi,
diharuskan medaftarkan produknya sebagai
a. pharmaceutical
b. cosmetic
c. cosmeceutical
d. traditional medicine
e. medical devices

Pembahasan :
Cosmeceutical adalah istilah yang digunakan untuk mengklaim bahwa
sebuah produk kosmetik adalah gabungan kosmetik dan teknologi farmasi.
Pharmaceutical adalah pelayanan kefarmasian yang berorientasi kepada
pasien
kosmetik adalah bahan atau sediaan yang dimaksudkan untuk digunakan
pada bagian luar tubuh manusia (epidermis, rambut, kuku, bibir, dan organ
genital bagian luar) dan atau gigi dan mukosa mulut terutama untuk
membersihkan, mewangikan, mengubah penampilan dan atau memperbaiki
bau badan atau melindungi atau memelihara tubuh pada kondisi yang baik

22. pp 51 tahun 2019 menjelaskan pengertian pekerjaan kefarmasian sedangkan


pengertian praktik kefarmasian ditetapkan dalam uu 36 tahun 2009. istilah yang
hanya terdapat pada definisi pekerjaan kefarmasian adalah
a. pengaman
b. pengadaan
c. pembuatan
d. pengelolaan
e. penyaluran

Pembahasan :
UU 51/2009 Tentang Pekerjaan Kefarmasian
pekerjaan kefarmasian adalah pembuatan termasuk pengendalian mutu
sediaan farmasi, pengamanan, pengadaan, penyimpanan, dan pendistribusi
atau penyaluran obat, pengelolaan obat, pelayanan obat atas resep dokter,
pelayanan informasi obat, serta pengembangan obat, bahan obat dan obat
tradisional.
UU 36/2009
Pekerjaan Kefarmasian meliputi pembuatan termasuk pengendalian mutu
sediaan farmasi, pengamanan, pengadaan , penyimpanan dan
pendistribusian obat, pelayanan obat atas resep dokter, pelayanan informasi
obat serta pengembangan obat, bahan obat dan obat tradisional harus
dilakukan oleh tenaga kesehatan yang mempunyai keahlian dan wewenang
sesuai dengan ketentuan peraturan perundang undangan.

23. banyak lulusan perguruan tinggi yang dapat dikategorikan sebagai tenaga profesi
sesuai dengan peraturan perundangan. salah satu ciri utama yang membedakan
antar satu profesi dengan profesi yang lain adalah dalam hal
a. lulus pendidikan profesi setelah s1
b. berpraktik melayani
c. memiliki organisai profesi
d. memiliki body of knowledge yang khas
e. memperoleh jasa profesi karen praktik

Pembahasan :
profesi adalah suatu pekerjaan yang membutuhkan keahlian tertentu
sehingga pengertian profesi adalah suatu pekerjaan yang membutuhkan
keahlian tertentu yang didapat dari pendidikan tinggi dimana umum nya
mencangkup pekerjaan mental yang didiukung dengan kepribadian dan sikap
professional.

24. seorang apoteker diajak oleh pengusaha untuk mendirikan sebuah distributor untuk
penyaluran obat bebas berupa tablet analgesik / antipiretik menurut permenkes
26/2018, apoteker harus mengurus izin untuk distributor tersebut berupa
a. STRA
b. SIPA
c. IZIN DISTRIBUTOR
d. IZIN BERUSAHA
e. SIKA
Pembahasan :
STRA adalah bukti tertulis yang diberikan oleh mentri kepada apoteker yang
telah diregistrasi
SIPA adalah surat izin yang diberikan kepada apoteker untuk dapat
melaksanakan pekerjaan kefarmasian pada fasilitas produksi atau fasilitas
distribusi.
SIKA adalah Perusahaan yang khusus bergerak di bidang bahan kimia
dengan posisi terkemuka dalam pengembanagn dan produksi dari sitem dan
produk untuk bahan perekat, pengisi celah, peredam, penguatan dan
perlindungan di sektor bangunan dan industry kendaraan bermotor.

25. Pemerintah diberikan tugas melalui uu no 36/ 2009 tentang kesehatan untuk
melaksanakan upaya kesehatan. banyak upaya kesehatan tersebut yang harus
dilaksanakan oleh pemerintah untuk memastikan perlindungan terhadap masyarakat
terkait sediaan farmasi : upaya kesehatan tersebut diamanatkan dalam bentuk
kegiatan
a. pelaksanaan praktik kefarmasian
b. pembinaan industri kefarmasian
c. pengamanan dan penggunaan sediaan farmasi
d. pengawasan produksi sediaan farmasi
e. pengendalian mutu sedian farmasi
pembahasan :
UU no 36/2009
upaya keesehatan adalah setiap kegiatan dan atau serangkaian kegiatan
yang dilakukan secara terpadu, terintegrasi dan berkesinambungan untuk
memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dalam bentuk
pencegahan penyakit, peningkatan kesehatan, pengobatan penyakit dan
pemulihan kesehatan oleh pemerintah dan atau masyarakat.
penyelenggaraan upaya kesehatan dilaksanakan melalui kegiatan:
- pelayanan kesehatan nasional
- peningkatan kesehatan dan pencegahan penyakit
- penyembuhan penyakit dan pemulihan kesehatan
- kesehatan reproduksi
- keluarga berencana
- kesehatan sekolah
- kesehatan olahraga
- pelayanan kesehatan pada bencana
- pelayanan darah
- kesehatan gigi dan mulut
- penanggulangan gangguan penglihatan dan gangguan pendengaran
- kesehatan mata
- pengamanan dan penggunaan sediaan farmasi dan alat kesehatan
- pengamanan makanan dan minuman
- pengamanan zat adiktif
- bedah mayat
-
26. seorang pasien datang ke apotek untuk memperoleh obat melalui resep yang berisi
amlodipin dan pct. apoteker bermaksud melaksanakan pelayanan kefarmasian. hasil
utama berupa outcome yang dapat diperoleh oleh pasien adalah :
a. penurunan tekanan darah
b. pengurunan rasa sakit
c. penurunan suhu tubuh
d. kepuasan pasien
e. kualitas hidup pasien

Pembahasan :
pelayanan kefarmasian adalah suatu pelayanan langsung dan bertanggung
jawab kepada pasien yang berkaitan dengan sediaan farmasi dengan
maksud mencapai hasil yang pasti untuk meningkatkan mutu kehidupan
pasien.

27. pelayanan kefarmasian dibeberapa negara diluar negeri, terutama negara maju
berbeda dengan pelayanan kefarmasian yang ada diindonesia. perbedaan mecolok
diindonesia denga negara lain adalah dalam hal
a. petugas pelayanan
b. kegiatan pelayanan
c. produk yang dilayani
d. pasien yang dilayani
e. sarana pelayanan
28. UU 36/2009 MEnetapkan persyaratan obat yang boleh diedarkan, sementara pp
72/1998 juga menetapkan persyaratan yang hampir sama. persyaratan yang ada
dalam uu 36/2009 tapi tidak diatur dalam pp 72/1998 adalah :
a. mutu
b. keamanan
c. penandaan
d. manfaat
e. keterjangkauan

pembahasan :
uu no 36/2009
pemerintah menjamin ketersediaan , pemerataan dan keterjangkauan
perbekalan kefarmasian terutama obat esensial.
uu 72/1998
sediaan farmasi, alkes yang diproduksi dan atau diedarkan harus memenuhi
persyaratan mutu,keamanan dan kemanfaatan.
29. seorang apoteker bermaksud akan mengikuti proses registrasi untuk memperoleh ijin
edar amoksisilin yang diproduksinya. data keamanan bahan untuk membuktikan
rasio khasiat dan keamanan yang harus dilampirkan adalah :
a. lethal dose 50
b. therapy index
c. side effect
d. adverse reaction
e. margin of safety

Pembahasan :
Therapy index adalah merupakan parameter keamanan obat yaitu
perbandingan dosis yang menyebabkan kematian pada 50 % hewan uji (DL
50) dengan dosis yang menghasilkan efek terapi pada 50 % hewan uji (DE
50)

PerMenKes 1010 tentang registrasi obat


obat yang memiliki izin edar harus memenuhi kriteria berikut :
a. khasiat yang meyakinkan dan keamanan yang memadai dibuktikan melalui
percobaan hewan dan uji klinis/ bukti bukti lain sesuai dengan status
perkembangan ilmu pengetahuan.

30. pada saat seorang datang ke apotek, kemudian meminta apoteker memberikan
rekomendasi untuk penyakit yang dideritanyaberupa gangguan saluran pencernaan.
setelah menanyakan beberapa hal terkait kondisi pasien, apoteker bermaksud
memberikan rekomendasi. obat yang tersedia berupa famotidin dan ranitidin .
emnurut anda, jika ingin mempertimbangkan data keamanan obat maka parameter
apa yang sebaiknya dijadikan dasar peryimbangan ?
a. dosis lazim
b. dosis maksimum
c. ld 50
d. dosisi minimum
e. dosis toksik

Pembahasan :
dosis lazim adalah dosis yang diberikan berdasarkan petunjuk umum
pengobatan yang biasa digunakan referensinya bisa berbeda beda dan
sifatnya tidak mengikat, selagi ukuran dosisnya diantara dosis maksimum
dan dosis minimum obat.
dosis maksimum adalah takaran dosis tertinggi yang masih boleh diberikan
kepada pasien dan tidak menimbulkan keracunan.
dosis ID 50 adalah dosis yang bisa menyebabkan kematian 50 % hewan
percobaab
dosis minimum adalah takaran dosis terendah yang masih dapat
memberikan efek farmakologis (khasiat) kepada pasien apabila di kosumsi
dosis toksik adalah dosis obat yang diberikan melebihi dosis terapi terutama
obat yang tergolong racun dan ada kemungkinan terjadi keracunan.

31. seorang apoteker yang berpraktik dan bertugas di unit gawat darurat sebuah rumah
sakit pemerintah memiliki kesempatan untuk berpraktik ditempat lain. jabatan dan
tempat yang memungkinkan apoteker tersebut berpraktik adalah :
a. apoteker kepala instalasi farmasi rs lain
b. apoteker penanggung jawab pbf
c. apoteker penanggung jawab industri obat tradisional
d. apoteker penanggung jawab industri kosmetika
e. apoteker penanggung jawab pbf bb

Pembahasan :
PerMenkes No 31/2016
menyatakan apoteker yang bekerja di unit pelayanan (seperti rumah sakit,
puskesmas dan apotek) dapat memiliki sampai 3 SIPA kecuali apoteker yang
bekerja pada unit kefarmasian hanya dapat memiliki 1 SIPA. dan apoteker
yang memiliki SIA (Surat Izin Apotek), boleh memiliki paling banyak 2 SIPA di
fasilitas pelayanan kefarmasian lain.

32. pada saat praktik di apotek seorang apoteker menyampaikan informasi kepada
penderita diabetes yang memakai insulin. informasi yang diberikan adalah tentang
pentingnya mengatur jenis makanan, jarak waktu makan dan jumlah makanan yang
dikonsumsu penderia tersebut. kegiatan pelayanan ini termasuk dalam pelayanan ?
a. promotiv
b. preventif
c. kuratif
d. rehablitatif
e. paliatif

Pembahasan :
promotiv adalah suatu kegiatan dan /atau serangkaian kegiatan pelayanan
kesehatan yang lebih mengutamakan kegiatan bersifat promosi kesehatan
preventif adalah suatu kegiatan pencegahan terhadap suatu masalah
kesehatan /penyakit
kuratif adalah suatu kegiatan pengobatan dan atau serangkaian kegiatan
pengobatan yang dtujukan untuk penyembuhan penyakit, pengurangan
penderitaan akibat penyakit, pengendalian penyakit, atau pengendalian
kecacatan aga kualitas penderita dapat terjaga seoptimal mungkin.
rehabilitative adalah proses menjaga agar seseorang yang sudah sembuh
kembali bugar seperti semula
paliatif adalah pelayanan kepada pasien yang penyakitnya sudah tidak
bereaksi terhadap pengobatan kuratif atau tidak dapat disembuhkan secara
medis (stadium akhir)
33. menurut pp 51/2009, seorang apoteker diharuskan menjaga rahasia kedokteran /
kefarmasian pada saat praktik dirumah sakit/ apotek dalam rangka melayani pasien
yang menderita penyakit kelamin. berikut ini adalah contoh data yang harus
dirahasiakan oleh apoteker terkait pelayanan kefarmasian
a. identitas pasien
b. cara meminum obat
c. efek samping obat
d. jenis penyakit
e. indikasi obat

Pembahasan :
PP51/2009 pasal 30 Rahasia Kedokteran dan rahasia Kefarmasian
1). setiap tenaga kefarmasian dalam menjalankan pekerjaan kefarmasian
wajib menyimpan rahasia kedokteran dan rahasia kefarmasian
2) Rahasia kedokteran dan rahasia kefarmasian hanya dapat dibuka untuk
kepentingan pasien, memenuhi permintaan hakim dalam rangka pencegahan
hokum, permintaan pasien sendiri dan/atau berdasarkan ketentuan peraturan
perundang-undangan.

Rahasia kefarmasian adalah pekerjaan kefarmasian yang menyangkut


proses produksi, proses penyaluran dan proses pelayanan dari sediaan
farmasi yang tidak boleh diketahui oleh umum sesuai dengan ketentuan
peraturan peruandang undangan.

34. menurut uu no 36 /2009, jika seorang apoteker akan melaksanakan pengadaan,


penyimpanan, pengolahan penyerahan obat, maka harus memiliki izin dan mengikuti
standar yang berlaku. standar yang paling tepat dipakai dalam kehiatan tersebut
adalah :
a. GMP
b. GLP
c. GDP
d. GSP
e. GPP

Pembahasan :
GMP (Good Manufacturing Practice) adalah system untuk memastikan
bahwa produk secara konsisten diproduksi dan diawasi sesuai dengan
standar kualitas
GLP (Good Laboatory Practice) adalah suatu cara pengorganisasian
laboratorium dalam proses pelaksanaan pengujian, fasilitas, tenaga kerja dan
kondisi yang dapat menjamin agar pengujian dapat dilaksanakan, dimonitor,
dicatat,dan dilaporkan sesuai standar nasional /internasional
GDP (Gross Domestic Product) adalah Produk dosmetik bruto total nilai
produksi barang dan jasa di dalam suatu Negara selama satu tahun.
GSP adalah program pemerintah amerika untuk mendorong pembangunan
ekonomi Negara-negara berkembang yang terdaftar
GPP (Good Pharmacy Practice) cara pelayanan farmasi yang baik

35. SEORANG APOTEKER bekerja di industri kefarmasian bermaksud akan


memproduksi hidrokuinon dalam bentuk krim. pada saat membeli bahan baku,
apoteker di industri tersebut akan melakukan pemeriksaan bahan baku yang datang
berdasarkan standar yang ditetapkan oleh pemerintah. ketentuan tentang standar
tersebut dapat diperoleh dalam :
a. kodeks kosmetika indonesia
b. sertifikat analisa bahan baku
c. farmakope indonesia
d. materia safety data sheet
e. informasi produk dari pemasok

Pembahasan :
PP No 72 /1998 tentang sediaan farmasi
Sediaan farmasi yang berupa bahan obat dan obat sesuai dengan persyaratn
dalam buku Farmakope atau buku standar lainnya yang ditetapkan oleh
mentri.
36. seorang apoteker yang bekerja di indsutri kefarmasian bermaksud akan memproduksi
kurkumin murni dalam bentuk sediaan serbuk. pada saat pengurusan izin, apoteker
diindustri tersebut akan mengurus industri kefarmasian sesuai dengan peraturan
perundangan yang berlaku. industri yang dapat memperoleh izin memproduksi produk
tersebut :
a. industri farmasi produk jadi =
b. industri obat tradisional = (IOT) : membuat semua bentuk sediaan obat
tradisional
c. industri kecil obat obat tradisional = (IEBA) : industry yang khusus membuat
sediaan dalam bentuk ekstrak sebagai produk akhir
d. industri ekstrak bahan alam
e. industri farmasi bahan baku
Pembahasan : Industri dalam OT hanya ada 2 ( IOT, IEBA)
Kalau Usaha ada 4 ( UKOT,UMOT,usaha Jamu Racikan dan Gendong)
37. dalam rangka pelaksanaan pelayanan kefarmasian apoteker diwajibkan melakukan
pencatatan dan pelaporan terhadap sediaan farmasi dan barang medis habis pakai yang
dikelolanya, catatan tentang mutasi sediaan farmasi dan barang medis habis pakai harus
dicatat pada :
a. catatan penggunaan obat pasien
b. SIPNAP
c. rekam medik
d. kartu stok
e. faktur pembelian
PEMBAHASAN :
Kartu stok sekurang- kurangnya memuat nama Obat, tanggal kadaluwarsa, jumlah
pemasukan, jumlah pengeluaran dan sisa persediaan.
Pencatatan dan Pelaporan Pencatatan dilakukan pada setiap proses pengelolaan
Sediaan Farmasi, Alat Kesehatan, dan Bahan Medis Habis Pakai meliputi pengadaan
(surat pesanan, faktur), penyimpanan (kartu stok), penyerahan (nota atau struk
penjualan) dan pencatatan lainnya disesuaikan dengan kebutuhan.

38. pendirian dan pengurusan izin sebuah apotek memerlukan persyaratan dan proses
perizinan. menurut permenkes 26/2018, izin berusaha untuk apotek diberikan dalam
bentuk :
a. surat tanda registrasi apoteker
b. surat izin praktik apoteker
c. nomor izin berusaha
d. surat izin apotek
e. surat izin pelanggan
PEMBAHASAN
PMK 26/2018
BAB IV TATA CARA PENERBITAN IZIN
Penerbit Perizinan Berusaha
(4) Perizinan Berusaha sektor kesehatan yang diterbitkan oleh bupati/wali kota
terdiri atas: a. Izin UMOT; b. Izin PRT Alat Kesehatan dan PKRT; c. Sertifikat
Produksi Pangan Rumah Tangga; d. Izin Toko Alat Kesehatan; e. Izin Operasional
Klinik; f. Izin Apotek; g. Izin Toko Obat; h. Izin Mendirikan Rumah Sakit Kelas C,
Kelas D, dan Kelas D Pratama; i. Izin Operasional Rumah Sakit Kelas C, Kelas D, dan
Kelas D Pratama; j. Izin Operasional Laboratorium Klinik Umum Pratama; dan k. Izin
Penyelenggaraan Pengendalian Vektor dan Binatang Pembawa Penyakit.

39. seorang apoteker dapat mendirikan apotek bekerjasama dengan pihak lain sebagai
pemilik sarana apotek. bukti tertulis yang mengesahkan kerjasama tersebut harus
dilegalisir oleh :
a. BPOM setempat
b. Dinkes Provinsi
c. Dinkes Kabupaten/ kota
d. pusat pelayanan terpadu pemda kab/kota
e. notaris setempat
PEMBAHASAN
Kerjasama antara Pemilik Sarana Apotik dengan Apoteker Pengelola Apotik dalam
rangka pendirian Apotik, semuanya melampirkan akta perjanjian kerjasama yang
dibuat secara tertulis dengan akta Notaris tanpa adanya paksaan dari pihak manapun
juga

Ketentuan dan Tata Cara Pemberian Izin Apotik apabila diuraikan maka berbunyi :41
''Permohonan izin Apotik yang sarana Apotik Milik pihak lain sebagaimana dimaksud
pasal 25 ayat 2 Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 26 Tahun 1981 harus juga
melampirkan akte perjanjian kerja sama antara Apoteker pengelola Apotik dengan
Pemilik Sarana Apotik yang berlaku sekurang-kurangnya lima tahun”. Untuk itu dapat
dikatakan bahwa antara Surat perjanjian kerjasama yang dibuat oleh notaris dengan
ketentuan perundangundangan yang berlaku sangat tepat, sehingga keberadaan
Apotik tertentu sudah memililki persyratan sebagaimana mestinya.

40. praktik pelayanan kefarmasian di apotek oleh apoteker diharuskan melaksanakan


standar pelayanan kefarmasian. untuk membuktikan keberhasilan dan tingkat
kepatuhan apoteker, dilakuakan pengukuran terhadap kendalan pelayanan farmasi
klinik yang d. Kegiatan yang dilakukan untuk hal ini yang paling tepat adalah :
a. Pelayanan Informasi Obat
b. Evaluasi mutu
c. Monitoring Efek Samping Obat
d. Pemantauan Terapi Obat
e. Pengkajian Resep
Pembahasan : untuk menjamin mutu pelayanan kefarmasian di apotek, harus dilakukan
evaluasi mutu pelayanan kefarmasian ( pasal 5 ayat 1)
41. Pada saat sorag Apotker berada di Apotik tempat dia menjadi Aptoeker Pengelola
Apotik, Apoteker tersebut melaksanakan swamedikasi. Kegiatan yang dilakukan
Aptoeker tersebut dan dapat terlihat oleh pasien adalah :
a. Memberikan informasi obat
b. Menyerahkan obat tanpa resep dokter
c. Memberikan rekomendasi pengunaan obat
d. Melakukan penggunaan obat
e. Menganjurkan untuk memilih obat tertentu
Penjelasan :
bahwa oleh karena itu peran Apoteker di apotik dalam pelayanan KIE (Komunikasi,
Informasi dan Edukasi) serta pelayanan obat kepada masyarakat perlu
ditingkatkan dalam rangka peningkatan pengobatan sendiri;(pmk 347/90), (pmk
924/93), (pmk 1176/99)
42. Peraturan atau keputusan Menteri Kesehatan mengatur obat yang disebut Daftar Obat
Wajib Apotik. Pengertian Wajib dalam ketentuan tersebut dimaksudkan untuk :
a. Diserahkan tanpa resep dokter
b. DIberikan informasi Obat
c. DIlakukan pencatata pelayanan
d. Disediaka di Apotik
e. Dikemas secara baik
43. Penggunaan obat dengan kategori DOWA dapat diserahkan oleh Apoteker tanpa resep
doker untuk penyakit yang prevalensinya tinggi di Indonesia. Penyakit dengan
prevalensi tinggi dapat dikenali dengan cara memproleh data :
a. Jumlah Penderia dengan penyakit yang obat banyak dirsepkan dokter tertentu
b. Jumlah pendeirta yang banyak datang dan meminta obat ke Apotik
c. Jumlah pendrita penyakit pada satu periode waktu tertentu
d. Jumlah pendrita penyakit pada satu waktu tertentu
e. Jumlah pendrita penyakit yang banyak terjadi di suatu wilayah
44. Seorang tenaga kesehatan yang melaksanakan pengadaan, penyimpanan, pelayanan
kefarmasian yang mempunyai tidak memiliki keahlian dan kewenangan akan
dikenakan pidana. Pidana yang dapat dikenakan menurut UU 36/2009 adalah
a. Denda Rp. 1 M dan penjara 10 Tahun
b. Denda Rp. 1,5 M dan penjara 15 Tahun
c. Denda Rp. 2 M dan penjara 3 Tahun
d. Denda Rp. 100 Juta
e. Denda Rp. 500 Juta
Penjelasan : UU No.36/2009-Pasal 198
Pasal 198 : Setiap orang yang tidak memiliki keahlian dan kewenangan untuk melakukan
praktik kefarmasian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 108 dipidana dengan pidana denda
paling banyak Rp100.000.000,00 (seratus juta rupiah).

Pasal 108
Praktik kefarmasiaan yang meliputi pembuatan termasuk pengendalian mutu sediaan
farmasi, pengamanan, pengadaan, penyimpanan dan pendistribusian obat, pelayanan
obat atas resep dokter, pelayanan informasi obat serta pengembangan obat, bahan obat
dan obat tradisional harus dilakukan oleh tenaga kesehatan yang mempunyai keahlian dan
kewenangan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
45. Peraturan tertulis paling tinggi yang memuat norma hukum yang mengikat secara
umum dan dibentuk dan ditetapkan oleh Presiden melalui prosedur yang ditetapkan
adalah peraturan per undang-undangan berbentuk :
a. Undang Undang Dasar
b. Undang Undang
c. Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang
d. Peraturan Pemerintah
e. Peraturan Presiden
46. PP 51/2009 tentang pekerjaan kefarmasian disusun rangka melindungi masyrakat,
meningkatkan mutu dan adanya kepastian hukum berdasarkan perintah dari peraturan
perundangan-perundangan yang lebih tinggi. Peraturan perundangan-perundangan
tersebut adalah :
a. Ordnansi Obat keras 419/1949
b. UU 7 /1963 tentang Farmasi
c. UU 9 / 1967 tentang Kesehatan
d. UU 23/1992 tentang Kesehatan
e. UU 36/2009 tentang Kesehatan
PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 51 TAHUN
2009 TENTANG PEKERJAAN KEFARMASIAN DENGAN RAHMAT TUHAN
YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : bahwa
untuk melaksanakan ketentuan Pasal 63 Undang-Undang Nomor 23 Tahun
1992 tentang Kesehatan, perlu menetapkan Peraturan Pemerintah tentang
Pekerjaan Kefarmasian; Mengingat : 1. Pasal 5 ayat (2) Undang-Undang Dasar
Negara Republik Indonesia Tahun 1945; 2. Undang-Undang Nomor 23 Tahun
1992 tentang Kesehatan (Lembaran Negara Tahun 1992 Nomor 100,
Tambahan Lembaran Negara Nomor 3495); MEMUTUSKAN: Menetapkan :
PERATURAN PEMERINTAH TENTANG PEKERJAAN KEFARMASIAN.

Anda mungkin juga menyukai