Anda di halaman 1dari 22

Laporan Praktikum 9 Sabtu, 26 Oktober 2019

Mata Kuliah: Perencanan Dasar Ekowisata

PERENCANAAN KAWASAN BERDASARKAN


PENDEKATATAN PRILAKU
(Studi Kasus: Lapangan Banteng)

Disusun Oleh:
Kelompok 2/B P1
Fenti Perniawati J3B917151

Dosen:
Dr. Rini Untari, S.Hut, M.Si

Asisten Dosen:
Alvionita Ritawati, S.Hut
Imas Masyitoh, A.Md

PROGRAM STUDI EKOWISATA


SEKOLAH VOKASI
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
BOGOR
2019
i

DAFTAR ISI

DAFTAR TABEL ii
DAFTAR GAMBAR ii

I. PENDAHULUAN 1
A. Latar Belakang 1
B. Tujuan 1
II. TINJAUAN PUSTAKA 3
A. Perencanaan 3
B. Wisata 4
C. Perilaku 4
D. Kawasan Khusus 5
III. KONDISI UMUM 5
A. Letak dan Luas Kawasan 5
A. Aksesibilitas 6
IV. METODE PRAKTIKUM 8
A. Lokasi dan Waktu 8
B. Alat dan Bahan 8
C. Pendekatan Metode Praktikum 8
V. HASIL DAN PEMBAHASAN 9
A. Pendekatan Perilaku 9
1. Motivasi Aktivitas dan Preferensi Pengunjung Pada Kawasan atau
Objek Wisata 9
2. Klasifikasi Pengunjung Berdasarkan Pendekatan Perilaku 9
B. Pemenuhan Kebutuhan Berdasarkan Prilaku 10
1. Kebutuhan Fisiologis 10
2. Kebutuhan Rasa Aman 10
3. Kebutuhan Sosial 10
4. Kebutuhan Harga Diri 11
5. Kebutuhan Aktualisasi Diri 11
C. Perencanaan Kawasan 11
1. Dasar Pemikiran 11
2. Konsep Perencanaan 12
3. Rancangan Program 13
VI. KESIMPULAN 16
DAFTAR PUSTAKA 17
ii

DAFTAR TABEL

No Halaman
1. Alat dan Bahan 8
2. Itinerary Program Just Be Joyfull di Lapangan Banteng 14

DAFTAR GAMBAR

No Halaman
1. Kawasan Danau Lido 6
2. Peta Aksesibilitas Menuju Lapangan Banteng rute Computer Line Bogor-
Juanda 7
3. Grafik Nilai Prefesensi Pengunjung Terhadap Aktivitas di Lapangan Banteng 9
4. Site Plan Perencanaan Program Just Be Joyfull 15
1

I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Perencanaan wisata adalah kegiatan proses awal dalam membuat sebuah


tujuan suatu organisasi, perusahaan atau pengelola kawasan wisata untuk
mencapai tujuan dari organisasi, perusahaan atau pengelolaan usaha wisata, serta
mengembangkan rencana aktivitas kerja organisasi. Perencanaan merupakan
proses-peroses yang penting dari semua fungsi manajemen sebab tanpa berfungsi
sebagai pengorganisasian, pengontrolan maupun pengarahan tidak akan dapat
berjalan. Perencanaan kawasan beradasrkan pendekatan perilaku wisatawan dapat
diketehui beradasarkan kebutuhan dan keinginan wisatawan. Setiap wisatawan
memiliki karakteristik kebutuhan dan kenginanan yang berbeda-beda.
Kebutuhan manusia terdri dari 5 tingkatan yang pertama yaitu kebutuhan
fisik, kebutuhan rasa aman, kebutuhan sosial, kebutuhan harga diri dan terakhir
adalah kebutuhan aktualisasi diri. Setiap kebutuhan yang sudah terpenuhi akan
memunculkan keinginan untuk memuaskan kebutuhan selanjutnya. Jika
kebutuhan belum dapat terpenuhi maka kebutuhannya akab berkerak secara
fleksibel sesuai kondisinya. Perencanaan beradarkan kebutuhan akan
memunculkan keinginan berdasarkan perilaku yang telah dilakukan oleh setiap
wisatawan saat berwisata dapat menjadi penilaian dalam aspek perencanaan suatu
kawasan wisata.
Perencanaan kawasan terkait perilaku juga dapat didentifikasi berdasarkan
kepribadian wisatawan. Tipe wisatawan berdasarkan kepribadian terbagi menjadi
2 klasifikasi yaitu allocentric dan psychosentric. Wisatawan allocentric adalah
wisatawan yang memiliki motivasi untuk melakukan kegiatan petualangan dan
memanfaatkan fasilitas lokal yang tersedia sedangkan wisatawan dengan tipe
psychosentric adalah wisatawan yang memiliki motivasi dengan program yang
sudah jelas dan adanya fasilitas yang sudah memiliki standar yang baik. Keduanya
memiliki karakteristik tersendiri dalam membuat program kegiatan di suatu
kawasan wisata.
Lapangan Banteg adalah suatu lapangan yang dibangun di kawasan
Jakarta Pusat. Lapangan tersebut dibangun menjadi sebuah tempat yang
mengenang sejarah tentang pembebasan Irian Barat dari Belanda yang
menginginkan membentuk Negara Irian sendiri. Lapangan tersebut banyak
digunakan oleh masyrakat Kota Jakarta untuk melakukan kegiatan olahraga,
melihat pertunjukan seni, melihat atraksi air mancur dan lain-lain. Lapangan
tersebut terletak di kawasan Jakarta Pusat. Untuk itu dilakukannya kegiatan
Perencanaan Kawasan Berdasarkan Perilaku di Kawasan Khusus yang berstudi
kasus di Langan Banteng.

B. Tujuan

Praktikum Perencanaan Kawasan Berdasarkan Pendekatan Prilaku Pada


Kawasan Khusus ini memiliki tujuan. Adapun tujuan praktikum tesebut guna
mempermudah dalam proses pembahasan, terutama membuat kesimpulan. Tujuan
Tujuan dilaksanakannya parkatikum tersebut antara lain.
2

1. Mengidentifikasi pendekatan perilaku pengunjung.


2. Mengidentifikasi kebutuhan pengunjung berdasarkan pendekatan perilaku.
3. Mengidentifikasi perencanaan kawasan berdasarkan dasar pemikiran,
konsep perencanaan, dan rancangan program
3

II. TINJAUAN PUSTAKA

A. Perencanaan

Perencanaan adalah proses mendefinisikan tujuan organisasi, membuat


strategi untuk mencapai tujuan itu, dan mengembangkan rencana aktivitas kerja
organisasi. Perencanaan adalah pemikiran rasional berdasarkan fakta-fakta dan
atau perkiraan yang mendekat (estimate) sebagai persiapan untuk melaksanakan
tindakan-tindakan kemudian (Abdulrachman 1973). Perencanaan adalah proses
dasar yang kita gunakan untuk memilih tujuan-tujuan dan menguraikan
bagaimana cara pencapainnya (Kusmiadi 1995).
Perencanaan Wilayah atau kawasan adalah suatu proses perencanaan
pembangunan yang dimaksudkan untuk melakukan perubahan menuju arah
perkembangan yang lebih baik bagi suatu komunitas masyarakat, pemerintah, dan
lingkungannya dalam wilayah tertentu, dengan memanfaatkan atau
mendayagunakan berbagai sumber daya yang ada, dan harus memiliki
orientasi yang bersifat menyeluruh, lengkap, tetap berpegang pada azas
prioritas. (Riyadi, Bratakusumah 2003).
Menurut Archibugi (2008) berdasarkan penerapan teori perencanaan
wilayah dapat dibagi atas empat komponen yaitu :
1. Physical Planning (Perencanaan fisik). Perencanan yang perlu dilakukan
untuk merencanakan secara fisik pengembangan wilayah. Muatan
perencanaan ini lebih diarahkan kepada pengaturan tentang bentuk fisik
kota dengan jaringan infrastruktur kota menghubungkan antara beberapa
titik simpul aktivitas. Teori perencanaan ini telah membahas tentang kota
dan sub bagian kota secarakomprehensif. Dalam perkembangannya teori
ini telah memasukkan kajian tentang aspek lingkungan. Bentuk produk
dari perencanaan ini adalah perencanaan wilayah yang telah dilakukan
oleh pemerintah Kota Medan dalam bentuk master plan (tata ruang, lokasi
tempat tinggal, aglomerasi, dan penggunaan lahan).
2. Macro-Economic Planning (Perencanaan Ekonomi Makro). Dalam
perencanaan ini berkaitan perencanaan ekonomi wilayah. Mengingat
ekonomi wilayah menggunakan teori yang digunakan sama dengan teori
ekonomi makro yang berkaitan dengan pembangunan ekonomi,
pertumbuhan ekonomi, pendapatan, distribusi pendapatan, tenaga kerja,
produktivitas, perdagangan, konsumsi dan investasi. Perencanaan ekonomi
makro wilayah adalah dengan membuat kebijakan ekonomi wilayah guna
merangsang pertumbuhan ekonomi wilayah. Bentuk produk dari
perencanaan ini adalah kebijakan bidang aksesibilitas lembaga keuangan,
kesempatan kerja, tabungan).
3. Social Planning (Perencanaan Sosial). Perencanaan sosial membahas
tentang pendidikan, kesehatan, integritas sosial, kondisi tempat tinggal
dan tempat kerja, wanita, anak-anak dan masalah kriminal. Perencanaan
sosial diarahkan untuk membuat perencanaan yang menjadi dasar
program pembangunan sosial di daerah. Bentuk produk dari perencanaan
ini adalah kebijakan demografis.
4

4. Development Planning (Perencanaan Pembangunan). Perencanaan ini


berkaitan dengan perencanaan program pembangunan secara
komprehensif guna mencapai pengembangan wilayah.
Perencanaan dan pengembangan suatu destinasi wisata memiliki beberapa
unsur penting menurut penelitian sumberdaya wisata sebagi berikut ( Herber)
1979):
1. Atraksi
2. Budaya
3. Tenaga kerja
4. Prasarana dan sarana
5. Trasnportasi
6. Jasa Pendukung
7. Akomodasi
8. Pemasaran

B. Wisata

Menurut Undang Undang Republik Indonesia No 10 Tahun 2009 Tentang


Kepariwisataan, wisata adalah kegiatan perjalanan yang dilakukan oleh seseorang
atau sekelompok orang dengan mengunjungi tempat tertentu untuk tujuan
rekreasi, pengembangan pribadi, atau mempelajari keunikan daya tarik wisata
yang dikunjungi dalam jangka waktu tertentu. Kegiatan berwisata memiliki
karakteristik sebagai berikut (Suyitno 2001):
1. Bersifat sementara, bahwa dalam jangka waktu pendek pelaku wisata akan
kembali ke tempat asalnya.
2. Melibatkan komponen - komponen wisata, misalnya sarana transportasi,
akomodasi, restoran, objek wisata, toko cinderamata dan lain-lain.
3. Umumnya dilakukan dengan mengunjungi objek wisata dan atraksi wisata.
4. Memiliki tujuan tertentu yang intinya untuk mendapatkan kesenangan.
5. Tidak untuk mencari nafkah ditempat tujuan, bahkan keberadaannya dapat
memberikan kontribusi pendapatan bagi masyarakat atau daerah yang
dikunjungi

C. Perilaku

Perilaku merupakan hasil daripada segala macam pengalaman serta


interaksi manusia dengan lingkunganya yang terwujud dalam bentuk
pengetahuan, sikap dan tindakan. Perilaku merupakan respon/reaksi seorang
individu terhadap stimulus yang berasal dari luar maupun dari dalam dirinya
(Notoatmojo 2010). Bentuk-bentuk prilaku berdasarkan stimulusnya itu terbagi
dua sebagi berikut:
1. Bentuk pasif Perilaku tertutup (covert behavior) adalah respons seseorang
terhadap stimulus dalam bentuk terselubung atau tertutup. Respons atau
reaksi terhadap stimulus ini masih terbatas pada perhatian, persepsi,
pengetahuan atau kesadaran dan sikap yang terjadi pada seseorang yang
menerima stimulus tersebut, dan belum dapat diamati secara jelas oleh
orang lain.
5

2. Perilaku terbuka (overt behavior) adalah respons terhadap stimulus


tersebut sudah jelas dalam bentuk tindakan atau praktik, yang dengan
mudah dapat diamati atau dilihat orang lain.

D. Kawasan Khusus

Kawasan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah daerah tertentu


yang mempunyai ciri tertentu, seperti tempat tinggal, pertokoan, industri, dan
sebagainya. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2007 Tentang
Penataan Ruang mengemukakan definisi kawasan sebagai wilayah yang memiliki
fungsi utama lindung atau budidaya. Konsep Kawasan adalah segala sesuatu yang
ada di sekitar manusia dan lingkungannya dapat dibedakan menjadi dua yaitu
kawasan alami dan kawasan non-alami. Lingkungan hidup buatan adalah sebuah
lingkungan yang terbentuk diakibatkan campur tangan manusia. Lingkungan ini
sengaja dibuat oleh manusia dengan dukungan teknologi dimiliki, baik itu
teknologi yang sederhana ataupun modern untuk membentuk lingkungan baru
untuk ditempati.
Lingkungan hidup buatan yang di buat untuk kepengtingan masyarakat
seperti pembanguanan ruang terbuka di kawasan kota. Ruang terbuka (Open
Space) merupakan ruang terbuka yang selalu terletak di luar massa bangunan yang
dapat dimanfaatkan dan dipergunakan oleh setiap orang serta memberikan
kesempatan untuk melakukan bermacam-macam kegiatan. Contoh ruang terbuka
antara lain jalan, pedestrian, taman lingkungan, plaza, lapangan olahraga, taman
kota dan taman rekreasi (Hakim 2012).
.

III. KONDISI UMUM

A. Letak dan Luas Kawasan

Lapangan Banteng terletak di kawasan Sawah Besar, Jakarta Pusat.


Lapangan yang memiliki luas 5,2 hektar tersebut terletak di tengah kemegahan
yang dihimpit beberapa bangunan sejarah lainnya, seperti Gereja Katedral dan
6

Masjid Istiqlal. Dilapangan tersebut terdapat patung besar yang menjadi ikon dari
lapangan tersebut.
Asal muasal patung bertubuh kekar yang sejak 17 Agustus 1963 berdiri
tegak di tengah Lapangan Banteng hingga kini, tidak lepas dari sejarah Trikora.
Trikora, atau Tri Komando Rakyat, adalah nama operasi yang dikumandangkan
Presiden Soekarno di Yogyakarta, untuk membebaskan Irian Barat dari tangan
Belanda. Taman Lapangan Banteng dibangun ulang menggunakan konsep tiga
zona, yakni zona Monumen Pembebasan Irian Barat, zona olahraga, dan taman.

Gambar 1. Kawasan Danau Lido


Sumber: Travelkompas.com/2017
A. Aksesibilitas
Aksesibilitas menuju Lapangan Banteng dapat diakses dengan
mengunakan fasilitas kendaraan umum. Akses dari Kota Bogor dapat
mengunakan fasilitas kendaraan umum dengan mengunakan Computer Line yang
tujuannya menuju Stasiun Juanda dengan jarak tempuk 50,8km. Waktu yang
ditempuh selama perjalanan mengunakan Computer Line ± 1 jam 18 menit
perjalananan kemudian dari stasiun Juanda dapat mengunakan taksi online, bajai,
dan berjalan kaki. Waktu tempuh dengan mengunakan kedaraan 5 ± menit
perjalanan.
7

Gambar 2. Peta Aksesibilitas Menuju Lapangan Banteng Rute Computer Line


Bogor- Juanda
Sumber: Google.Maps.Com
8

IV. METODE PRAKTIKUM

A. Lokasi dan Waktu

Hasil Perencanaan Berdasarkan Pendekatan Prilaku Pada Kawasan Khusus


yang studi kasus di Lapangan Banteng Kawasan Sawah Besar, Jakarta Pusat.
Tugas praktikum diberikan pada Sabtu, 07 September 2019 di Ruang CA K07.
Dan Kegiatan Praktikum dilaksanakan pada hari Selasa, 10 September 2019 pukul
12.00- 16.00 WIB di Lapangan Banteng.

B. Alat dan Bahan

Praktikum Perencanaan Berdasarkan Pendekatan Perilaku Kawasan


Khusus dilaksanakan dengan menggunakan beberapa alat dan bahan untuk
mendukung pelaksanaan praktikum hingga pengolahan data. Alat yang digunakan
pada praktikum kali ini dapat dilihat pada Tabel 1 berikut.
Tabel 1. Alat dan Bahan
No. Alat dan Bahan Fungsi
1. Alat tulis Sebagai sarana mencatat hasil identifikasi.
2. Laptop Mencari studi literatur dan menyelesaikan laporan yang telah
direkapitulasi dan diidentifikasi.
3. Modul Kuliah Sebagai dasar praktikum dan pedoman untuk laporan.
4. Pustaka Penunjang Sebagai penunjang untuk mencari informasi dan data
5. Internet Sebagai alat bantu laptop guna mencari studi pustaka.
6 Printer Mencetak laporan hasil identifikasi.
7. Kuisioner Pedoman untuk wawancara

C. Pendekatan Metode Praktikum

Praktikum Perencanaan Berdasarkan Pendekatan Perilaku Pada Kawasan


Khusus diselesaikan menggunakan beberapa tahapan dan pendekatan metode
kerja praktikum. Tahapan dan metode kerja praktikum disusun guna
mempermudah pengamat atau penulis dalam penyelesaian laporan praktikum.
Tahapan dan metode kerja praktikum, antara lain.
1. Menentukan lokasi yang akan diamati dan mengunjungi lokasi
pengamatan.
2. Mencari dan mengambil data wawancara pengunjung terkait motivasi dan
preferensi aktivitas pengunjung.
3. Mencatat data objek dari identifikasi yang dilakukan.
4. Mengkasifikasi kebutuhan wisatawan dan tipe wisatawan berdasarkan
kepribadian.
5. Membuat perencanaan kawasan dari data yang telah diperoleh kemudian
membuat laporan hasil praktik dan memaparkan di depan kelas dengan
menggunakan powerpoint.
9

V. HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Pendekatan Perilaku

1. Motivasi Aktivitas dan Preferensi Pengunjung Pada Kawasan atau


Objek Wisata
Aktivitas dan preferensi pengunjung pada kawasan khusus Lapangan
Banteng memiliki preferensi yang berbeda-beda terakit dengan kepuasan setiap
pengunjung. Berikut adalah Aktivitas yang dilakukan di Lapangan Banteng dan
penjelasan preferensi dari pengunjung.

Bermain Sepak Bola 5

Melihat Air Mancur 4

0 1 2 3 4 5 6 7
Keterangan : 1. Sangat tidak suka, 2. Tidak suka, 3. Agak tidak suka 4. Biasa saja, 5. Agak suka,6
Suka, 7. Sangat suka.
Gambar 3. Grafik Nilai Prefesensi Pengunjung Terhadap Aktivitas di Lapangan
Banteng
Hasil penilaian prefesensi berdasarkan pengunjung yaitu dengan penilaian
yang tertinggi yaitu pada aktivitas sepak bola memberikan penilaian sebesar 5
yaitu agak termotivasi. Penilaian tersebut didapat karena fasilitas untuk bermain
sepak bola belum memadai untuk dan sering digunakan untuk berlatih beberapa
tim sekolahan sehingga pengunjung umum bermain sepak bola di lapangan bola
voli yang tidak dipakai pada saat itu. Perfesensi yang diinnginkan oleh pengunung
adanya lapangan untuk bermain futsal sebagai pengganti lapangan sepak bola
yang sedang dipakai sehingga ada pilihan lain.
Aktivtas melihat air mancur adalah aktivitas terendah yaitu sebesar 4 biasa
saja karena waktu kunjungan mair mancur tidak menyala dan kondisi airnya yang
hijau membuat responden sangat menyangkan keadan tersebut. Beberapa
responden padahal termotivasi untuk melihat pertunjukan air mancur pada sore
hari namun kondisinya tidak sesuai dengan harapan pengunjung. Preferensi
pengunjung terhadap aktivitas melihat air mancur adalah pembersihan air rutin
dan adanya pertunjukan air mancur yang dimulai sejak pukul 17.00 WIB karena
saat itu beberapa pengunjung yang berjalan-jalan sore akan berkunjung untuk
melihat keindahan air mancur pada saat sore hari di Lapangan Banteng.
2. Klasifikasi Pengunjung Berdasarkan Pendekatan Perilaku
Pengunjung berdasarkan kepribadian menurut Plog (1972) terbagi menjadi
2 tipe yaitu allocentric dan psychosentric. Tipe pengunjung yang berkunjung ke
Lapangan Banteng adalah tipe psychosentric karena rata-rata yang berkunjung
10

adalah pengunjung yang berasal dari kawasan Jakarta Pusat yang kebanyakan
adalah pelajar SMA. Tipe wisatawan psychosentric juga dapat dilihat dari
motivasi aktivitasnya yaitu untuk bermain sepak bola sesuai fungsinya yang
menyedikan fasilitas berupa lapangan olahraga yang lengkap seperti lapangan
sepak bola yang memiliki fasilitas yang cukup baik. Area yang luas dengan
fasilitas yang lengkap dan kondisi sapras yang baik motivasi para pengunjung
yang rata-rata adalah masyarakat yang tinggal di Jakarta berkunjung ke Lapangan
Banteng.
Motivasi berdasarkan aktivitas lainnya yaitu untuk kegiatan berfoto,
kegiatan berfoto merupakan kegiatan yang umum dilakukan. Lapangan Banteng
saat ini kondisinya sangat baik terdapat beberapa area yang sering dijadikan
background untuk kegiatan berfoto. Pengunjung yang melakukan kegiatan berfoto
adalah pelajar SMA di sekitar Jakarta. Pengunjung di Lapangan Banteng tidak ada
yang termasuk kedalam tipe wisatawan allocentric karena aktivitas yang
dilakukan merupakan aktivitas umum yang dilakukan oleh masyarakat di wilayah
perkotaan seperti Jakarta dengan fasilitas dan sarana dan prasarana yang
kondisinya sudah baik.

B. Pemenuhan Kebutuhan Berdasarkan Prilaku

1. Kebutuhan Fisiologis
Kebutuhan fisiologis merupakan kebutuhan dasar setiap manusia.
Kebutuhan ini terkait dengan upaya untuk mempertahankan hidupnya seperti yang
dilakukan oleh pengunjung yang berkunjung ke Lapangan Banteng yaitu
diantaranya adalah tipe psychosentric. Pengunjung tersebut memerlukan makanan
dan minuman untuk menunjang aktivitas wisata selain itu wisatawan juga
memerlukan tempat untuk beristirahat setelah melakukan aktivitas wisata.
Lapangan Banteng mempunyai fasilitas yang dapat memnuhi kebutuhan
wisatawan diantaranya berupa kantin, tempat duduk, toilet dan fasilitas lainnya.
2. Kebutuhan Rasa Aman
Kebutuhan rasa aman adalah kebutuhan yang muncul setelah kepuasan
terkait kebutuhan fisiologi terpenuhi. Kebutuhan rasa aman berhubungan dengan
rasa aman secara fisik maupun secara psikologinya. Kebutuhan rasa aman untuk
berkunjung bagi pengunjung untuk melakukan aktivitas dengan tenang dan
nyaman. Lapangan banteng menyediakan pos jaga untuk mengontrol disekitar
lokasi jika terjadi sesuatu keributan, selain itu kebutuhan rasa aman dipenuhi
dengan adanya penyedia area parkir untuk menyimpan kendaraaan yang lokasinya
masih di lapangan banteng juga.
3. Kebutuhan Sosial
Kebutuhan sosial adalah kebutuhan untuk berhubungan dan beriteraksi
dengan orang lain. Pengunjung yang berkunjung ke Lapangan Banteng secara
kebutuhan sosialnya diantaranya untuk bermain bersama teman, mengobrol dan
bentuk interkasi lainnya seperti berfoto bersama. Lapangan banteng menyedikan
beberpa fasilitas untuk menunjang kebutuhan sosial seperti arena olahraga, tempat
duduk, arena permainan anak dan area-area menarik untuk mengambil foto
berlatarkan air mancur, amphitheatre dan monumen pembebasan Irian Barat.
11

4. Kebutuhan Harga Diri


Kebutuhan harga diri adalah kebutuhan yang berhubungan dengan
penghargaan. Ketegori kebutuhan penghargaan terbagi menjadi dua yaitu
kebutuhan yang rendah dan kebutuhan tingkat tinggi. Kebutuhan yang bersifat
rendah dari pengunjung di Lapangan Banteng yaitu dari aktivitas berfoto yang
dilakukan oleh para pelajar di beberapa area monumen pembebasan Irian Barat
yang menjadi swafoto yang menarik kemudian diunggak ke sosial media akan
memenhi kebutuhan status, adanya perhatian dari pihak tertentu dalam bentuk
menyukai postingan. Lapangan Banteng merupakan suatu ikon tempat yang
menarik untuk dikunjungi sehingga dapat memenuhi kebutuhan harga diri yang
tingkat tinggi secara perasaan berupa kepuasan rekreasi secara status yang akan
menciptakan kebutuhan aktualisasi diri.
5. Kebutuhan Aktualisasi Diri
Kebutuhan aktualisasi diri adalah kebutuhan yang melibatkan keinginan-
keinginan yang dapat menjadi sebuah potensi. Pengunjung yang merupakan tipe
psychosentric yang rata-rata adalah pelajar SMA dari wilayah di Jakarta yang
sering berkunjung dan melakukan aktivitas yang umum dilakukan untuk kegiatan
sehari-hari sehingga kebutuhan aktualisasinya hanya sebatas kebutuhan harga diri,
namun belum mencapai aktualisasi diri.

C. Perencanaan Kawasan

1. Dasar Pemikiran
a. Latar Belakang
Rekreasi adalah kegiatan yang dilakukan pada waktu luang dengan tujuan
untuk membuat serta meningkatkan kesegaran secara fisik, mental, pikiran dan
daya rekreasi yang hilang karena aktivitas rutin sehari-hari. Tujuan dari kegiatan
rekreasi adalah untuk kembali kreatif. Masyarakat perkotaan khususnya memiliki
karakteristik masyakarat yang sibuk dan padat selama hari-hari biasa. Kota Jakarta
yang kegitan sehari-harinya bekerja dan sekolah mulai pagi hari hingga petang
seolah tidak pernah padam. Aktivitas yang padat untuk bekerja dan sekolah perlu
adanya pemenuhan kebutuhan rekreasi untuk kembali menjadi kratif.
Lapangan Banteng adalah sebuah bangunan berbentuk area terbuka yang
menjadi kawasan khusus untuk kegiatan berolahrga. Olaharga merupakan salah
satu aktivitas rekreasi sesuai dengan motivasi fisik. Disamping kegiatan olaharga
lapangan banteng juga menyediakan fasilitas lainnya untuk kebutuhan rekreasi
dengan kondisinya yang cukup baik. Kondisi fasilitas serta beberapa objek yang
menarik untuk kegiatan rekreasi dapat dibuat sebuah rancangan program kawasan
yang dapat menjadi pilihan untuk kegiatan rekreasi.
Just Be Joyfull disingkat JBJ adalah program yang dibuat khusus untuk
dilakukan di akhir pekan bersama dengan keluarga. Program tersebut berbentuk
kegiatan permainan dan perlombaan yang bertujuan memberikan kesenangan di
akhir pekan. Lapangan Banteng adalah kawasan yang sering digunakan untuk
12

kegiatan olahraga lari karena areanya yang luas dapat menunjang untuk kegiataan
lainnya yang dapat dijadikan kegiatan rekreasi.
b. Gagasan Kreatif
Program yang dirancang berjudul “Just Be Joyfull” atau disingkat menjadi
JBJ merupakan program yang bertujuan untuk menarik perhatian dengan branding
JBJ di kalangan masyarakat Jakarta. Program tersebut berjudul Just Be Joyfull
diharapkan dapat memberikan sukacita bagi para pesertanya. Kegiatan-kegiatan
yang akan dilakukan merupakan aktivitas rekreasi ringan yang dilakukan pada
akhir pekan.
Program yang mengusung kesenangan dan aktivitas berupa permainan dan
perlombaan yang unik yang akan dilakukan oleh para pengunjung mulai dari
pengunjung anak-anak. Remaja, hingga dewasa. Bentuk Aktivitas yang ringan
dan menarik dapat memberikan efek kesenangan untuk berbagai lapisan usia.
2. Konsep Perencanaan
a. Atraksi
Konsep perencanaan berdasarkan atraksi berhubungan dangan daya tarik
dalam konsep penawaran wisata. Atraksi yang terdapat di Lapangan Banteng
untuk program Just Be Joyfull (JBJ) memanfaatkan objek yang sudah ada di
kawasan tersebut. Atraksi yang diharapkan menjadi daya tarik dari program-
program tersebut diantaranya adalah sport fun, on cam, little star king, live musik
dan bazar makanan.
Suatu kawasan dapat menjadaitujuan wisata berdasarkan ketgori
something to see, something to do, dan something to buy. Kegiatan something to
see dan something to do dapat dirasakan dari melihat atraksi dari program yang
direncanakan. Kegiatan something to buy yaitu dengan adanya bazar makanan di
Lapangan Banteng.
b. Aksesibilitas
Aksesibilitas menuju Lapangan Banteng sangat mudah baik itu untuk
masyarakat di wilayah Jakarta Pusat dan Jabodetabek. Akses dapat dilakukan
melalui darat dengan kendaraan umum maupun kendaraan pribadi. Masyrakat
jakarta dapat mengunakan kendaran umum baik itu bus trans jakarta, kendaraan
aplikasi online dan sebagainya. Untuk masyarakat Jabodetabek dapet mengunakan
akses kendaraan umum mengunakan computer line yang berhenti di Stasiun
Djuanda.
Jarak tempuh dari Stasiun Bogor- Stasiun Juanda mengunakan Computer
Line ± 1 jam 18 menit dengan jarak tempuk 50,8km perjalananan, setelahnya
dapat mengunakan taksi online untuk menuju Lapangan Banteng. Akses jalan
untuk program yang terdapat di Lapangan Banteng sendiri sudah dalam kondisi
yang baik dan layak untuk menunjang aktivitas rekreasi.
c. Amenitas
Amenitas termasuk kedalam konsep penawaran berupa penyediaan
saranan dan prasaranan yang menunjng program. Amenitas tersebut berupa area
kantin yang menyedikanan makan dan minuman yang dapat dibeli diluar kegiatan
program pada saat waktu istirahat. Adanya fasilitas toilet, mushola, tempat duduk
13

dan tempat sampah dapat digunakan diluar kegiatan program untuk memberikan
kenyamanan bagi pengunjung.
3. Rancangan Program
a. Judul Rancangan Program
Program yang dirancang berjudul “Just Be Joyfull” atau disingkat menjadi
JBJ merupakan program yang bertujuan untuk menarik perhatian dan dapat
menjadi sebuah branding dengan nama JBJ di kalangan masyarakat Jakarta.
Program tersebut berjudul Just Be Joyfull diharapkan dapat memberikan sukacita
bagi para pesertanya. Kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan merupakan aktivitas
rekreasi ringan yang dilakukan pada akhir pekan. Kegiatan rekreasi tersebut
dilakukan di kawasan khusus untuk berolaharga. Program tersebut memanfaatkan
fisik untuk kegiatannya namun dibuat dengan konsep yang menarik dan
menyanagkan untuk semua kalangan usia.
b. Tujuan dan Manfaat
Tujuan dan Manfaat dari perencanaan program Just Be Joyfull (JBJ)
adalah untuk dapat dilaksanakan oleh masyarakat kota jakarta khususnya yang
barkitan dengan aktifitas fisik dan gerak. Adapun tujuannya adalah untuk
memberikan kegiatan rekreasi yang berhubungan dengan fisik dengan konsep
yang menarik dan meneyangkan dalam bentuk perlombaan permainan untuk
setiap katgori usia, memberikan kesenangan untuk kegiatan rekreasi di area
terbuka di akhir pekan bersama keluarga.
Manfaat dari program tersebut diharapkan dapat menjawab dari tujuan
yang sudah direncanakan. Adapun Manfaatnya adalah memberikan nuansa
rekreasi dalam permainan olahrga yang menarik dan menyenangkan, memperertak
kekompakan, pengunjung mendapat hiburan di akhir pekan.
c. Sasaran
Sasaran utama dari program tersebut adalah para remaja dan orang dewasa
masyarakat Jakarta yang umumnya memiliki aktivitas yang sibuk dan padat setiap
harinya. Lapangan Banteng sendiri adalah kawasan khusus untuk kegiatan
olahraga dan umunya pengunjung adalah remaja- orang dewasa. Program Just Be
Joyfull (JBJ) membidik sasaran anak-anak juga karena akhir pekan adalah waktu
yang dihabiskan untuk bersama keluarga maka aktivitas rekreasi dalam program
tersebut juga ada beberapa yang dilakukan oleh anak-anak.
d. Lokasi dan Waktu
Lokasi program Program Just Be Joyfull (JBJ) dilaksanakan di beberpa
area di Lapangan Banteng. Lokasi yang digunakan untuk kegiatan diantarnya
adalah area didepan patung, area di depan amphitheatre, lapangan bola voli,
lapangan basket. Lokasi penyelenggraan program dilaksankan pada akhir pekan
karena masyarakat Jakarta memiliki waktu libur hanya pada akhir pekan. Lama
waktu pelaksannan program dilaksanakan selama setengah hari karena
karakteristik sasaran yang merukan para pekerja, anak-anak dan remja yang
merukan pelajar-mahasiswa perlu waktu juga untuk beristirahat disamping
melakukan aktivitas rekreasi untuk itu durasi program hanya dilaksanakan
setengah hari.
14

e. Itinerary
Itinerary dari program Just Be Joyfull (JBJ) terdiri dari waktu, lokasi dan
kegiatan. Adapun kegiatan yang dirancang telah disusun secara terstruktur dengan
durasi waktu tertentu. Berikut adalah itinerary dari Program Just Be Joyfull (JBJ)
di Lapangan Banteng.
Tabel 2. Itinerary Program Just Be Joyfull di Lapangan Banteng
No. Waktu Kegiatan Keterangan
1. 06.30-07.00 Pembukaan Peserta mengkuti senam pagi bersama
2. 07.00- 08.00 Sport Fun Perlombaan permaianan olahraga yang
berbentuk tim
3. 08.00-08.30 Litlle star king Perlombaan permainan untuk anak-anak
4. 08.30-09.00 Break Time Peserta dapat beristirahat sembari makanan
dan minum bersama
5. 09.00-09.30 On Cam Perlombaan photografer yang terdiri dari
berbagai kategori
6. 09.30-10.00 Live Musik Acara hiburan sembari menikmati
makanan dari bazar yang disediakan
7. 10.00-10.20 Penutupan Pengumuman lomba dan foto bersama
Itinerary dari program Just Be Joyfull (JBJ) dibuat dengan durasi
pelaksanan selama setengah hari di akhir pekan. Perogram dimuali dengan adanya
pembukaan berupa kegiatan senam bersama sebagai awal mula membakar
semangat untuk bergerak aktif. Kegiatan berikutnya merupakan atraksi yang
dirancanga sesuai dengan kebutuhan dan motivasi masyarakat Jakarta yang
merupakan masyrakat yang sibuk. Program-program tersebut dilaksanakan dalam
bentuk keluarga yang terdiri dari 10 orang / grup.
f. Deskripsi Kegiatan
1) Sport Fun
Spor fun termasuk kedalam program Just Be Joyfull (JBJ) yang
aktivitasnya berbentuk perlombaan olahraga. Namun bentuk olahraga tersebut
dikombinasi dengan berbagai permainan yang menarik. Babak pertama adalah
pelombaan olahrga yang pertama adalah setiap perwakilan tim akan melakukan
lomba dengan mengunakan permainan kuda-kudaan kemudian harus menjawab
sola berupa perkalian, penjumlahan matematika yang bisa menjawab dengan
benar adalah pemenangnya. Babak kedua dilanjutkan dengan lomba
memindahkan kacang dengan megunakan sumput selama 5 menit permainan yang
terbanyak adalah pemenangnya. Babak ketiga adalah memasukan bola basket
dengan skor sebanyak-banyaknya selama 15 menit/ grup. Terakhir adalah
menyusn balok raksasa tim yang menjatuhkan balok merupakan tim yang kalah
dan yang bertahan sampai akhir adalah pemenangnya.
Sport fun terbagi menjadi 4 babak permainan tim yang memperloleh
kemengan yang paling banya di setiap babaknya maka tim tersebut adalah
pemenangnya. Sasarann sport fun tersebut adalah kalangan remaja-dewasa.
Lokasi pelaksannanya dilakukan di Lapangan Basket
2) Little Star King
Little star king termasuk kedalam program Just Be Joyfull (JBJ) yang
bentuk adalah perlombaan olahraga sekaligus permainan untuk kalangan anak-
anak. Perlombaan tersebut terdiri dari 3 babak. Babak pertama adalah perlombaan
estapet bakiak secara kelompok. Babak ke dua adalah sedotan super dimana setiap
15

anak yang dapat menyedot minuman lewat sedotan yang bentuknya melingkar-
lingkar pada sebuah papan. Babak terakhir adalah perlombaan menyusun balok
raksasa dengan waktu 15 menit tim yang lebih dulu berhasil adalah pemenangnya.
Pemenang perlombaan Little star king adalah team yang menang 3 babak
permainan. Setiap tim terdiri dari 6 anak-anak. Lokasi permainannya dilakukan di
lapangan bola voly.
3) On Cam
On Cam adalah perlombaan fotografi yang lokasinya disekitar kawasan
monumen Pembebasan irian Barat. Perlombaan tersebut terbagi menjadi beberapa
kategori yaitu ada katgori foto tergokil, terceria, terharmonis, dan terkece. Setiap
tim akan melakukan kegiatan foto dengan berbagi kategori untuk perlombaan.
4) Bazar Makanan
Bazar makanan adalah program untuk para pecinta kuliner baik itu khas
dari daerah jakarta dan daerah lainnya yang menyediakan bergai jajanan
tradisional. Peserta dapat membeli makanan dan minuman kemudian menikmati
penampilan live musik di area kolam air mancur. Jajanan tradsional sudah jarang
dikethaui khusunya untuk kalangan anak-anak dan remaja saat ini maka dengan
adanya bazar jajanan tradisional ini dapat mebrikan penegtahuan dan ketertarikan
untuk anak-anak dan remaja di Kota Jakarta.
g. Site Plan Program
Site plan dibawah ini adalah gambaran sirkulasi dari program yang akan
dilaksanakan pada keterangan nomor 1 adalah tempat untuk resgistrasi. Nomor
dua adalah lokasi pembukaan dengan senam pagi. Nomro 3 adalah lokasi sport
fun, nomor 4 adalah lokasi untuk little star king, nomor 5 kegiatan on cam dan
nomor 6 untuk bazar jajanan tradisional dan terakhir pada nomor 7 yaitu
penutupan dan foto bersama.

Gambar 4. Site Plan Perencanaan Program Just Be Joyfull


16

VI. KESIMPULAN

Dari kegiatan hasil Perencanaan Kawasan Berdasarkan Pendekatan


Perilaku Pada Kawasan Khusus yang berstudi kasus di Lapangan Banteng
didapatkan kesimpulan berdasarkan tujuan yang telah dibuat. Adapun
kesimpulannya sebagai berikut.
1. Pendekatan perilaku pengunjung dapat di klasifikasikan berdasarkan
dengan motivasi pengunjung untuk datang berdasarkan aktivitas dan
preferensi yang dilakukan pengunjung.
2. Kebutuhan pengunjung dapat diklasifikasikan atas kebutuhan fisiologi,
kebutuhan rasa keamanan, kebutuhan sosial, kebutuhan harga diri, dan
aktualisasi diri. Kebutuhan pengunjung dikaitkan dengan perilaku
pengunjung yang terdapat di Lapangan Banteng. Kebutuhan pengunjung
akan berbeda-beda disesuaikan dengan jenis pengunjung, yaitu sebagian
besar adalah tipe psychocentrics.
3. Perencanaan kawasan berkaitan dengan dasar pemikiran, konsep
perencanaan, dan rancangan program. Perencanaan tersebut memiliki
aspek-aspek yang telah disusun dan menjadi dasar dalam merancang suatu
perencanaan program wisata. Perencanaan akan direalisasikan dalam
bentuk program yang memiliki konsep yang menyanakan dan menarik.
17

DAFTAR PUSTAKA

Abdurrahman, Arifm .1973. Kerangka Pokolc-Polwk Manajemen Umum Jakarta:


PT. Ikhtiar Baru-Van Boeve.
Arthur F. 2014. Pengertian Penawaran.
https://www.zonasiswa.com/2014/08/penawaran-supply.html. (Diakses
pada tanggal 25 Oktober 2019).
Kusmiadi, Rahmat. 1995. Teori dan Teknik Perencanaan, Bandung: Ilham Jaya.
Sadono S. 1994. Pengantar Teori Ekonomi Makro. Jakarta: Raja Grafindo
Samuelson, Paul A. Dan Nordhaus William D. 1996. Makro Ekonomi. Edisi ke-
17. Cetakan ketiga. Jakarta: Erlangga.
Sudarsono J. 1992. Pengantar Ekonomi Perusahaan. Jakarta: PT Gramedia.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2007 Tentang Penataan
Ruang.
Wooldridge, S. W. dan W. G. East. 1958. The Spirit and Purpose of Geography.
Hutchinson University Library.
18
19