Anda di halaman 1dari 2

Kebersihan tangan/hand hygiene

Kebersihan tangan merupakan hal paling penting untuk mencegah penyebaran infeksi yang dilakukan
bertujuan untuk menghilangkan semua kotoran dan debris serta menghambat atau membunuh
mikoorganisme pada kulit, di mana mikroorganisme ini diperoleh dari kontak dengan pasien dan
lingkungan (Kemenkes RI, 2011).

Terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam kebersihan tangan, di antaranya:

1) Hindari menyentuh permukaan di sekitar pasien agar tangan terhindar kontaminasi patogen dari dan
ke permukaan.

2) Bila tangan jelas terlihat kotor, mengandung bahan berprotein, cairan tubuh, lakukan cuci tangan
dengan sabun biasa/antimikroba dengan air mengalir.

3) Bila tangan tidak jelas terlihat kotor, dekontaminasi dengan alkohol handrub.

4) Melakukan cuci tangan sebelum kontak langsung dengan pasien dan pastikan tangan kering sebelum
memulai kegiatan.

Cuci tangan harus selalu dilakukan dengan benar sebelum dan sesudah melakukan tindakan perawatan
walaupun telah menggunakan sarung tangan atau alat pelindung lain. Hal ini bertujuan untuk
menghilangkan/mengurangi mikroorganisme yang ada di tangan sehingga dapat mengurangi penyebaran
infeksi dan lingkungan tetap terjaga.

Cuci tangan harus dilakukan pada saat diperkirakan adanya kemungkinan terjadi perpindahan kuman
melalui tangan, yaitu sebelum melakukan suatu tindakan perawatan yang seharusnya dilakukan secara
bersih, dan setelah melakukan tindakan perawatan yang kemungkinan terjadi pencemaran.

Menurut WHO (2009), terdapat lima indikasi kebersihan tangan yang kemudian dikembangkan oleh
Komite PPIRS Rumah Sakit Y (2015) menjadi sebagai berikut:

1) Kebersihan tangan dengan sabun dan air mengalir apabila terlihat kotor atau terkontaminasi oleh
darah atau cairan tubuh lainnya, atau setelah menggunakan toilet.

2) Apabila terbukti atau dicurigai kuat memiliki kontak dengan patogen yang kemungkinan membentuk
spora.

3) Penggunaan handrub berbasis alkohol dipilih untuk antiseptik tangan rutin pada semua situasi dan
bila tangan tidak terlihat kotor.

4) Dilakukan kebersihan tangan pada kondisi berikut: sebelum dan sesudah menyentuh pasien; sebelum
melakukan tindakan invasif untuk perawatan pasien, tidak peduli apakah menggunakan sarung tangan
atau tidak; setelah kontak dengan cairan tubuh atau ekskresi, membran mukosa, kulit yang tidak intak,
atau merawat luka; apabila berpindah dari area tubuh yang terkontaminasi ke area tubuh lain selama
perawatan pada pasien yang sama; setelah kontak dengan permukaan benda mati dan objek termasuk
peralatan medis; setelah melepas sarung tangan steril.

5) Sebelum menangani obat-obatan atau menyiapkan makanan.