Anda di halaman 1dari 80

https://neurolism.web.

di
Prakata
Ada begitu banyak, asumsi terhadap sebuah
fenomena menjadi landasan pemikiran. Dan jelas,
muaranya ada begitu banyak turunan hasil pikiran
lain untuk memperkuat asumsi. Dan ini kemudian
yang semakin jauh dari esensi. Tersesat dalam
belantara ketersesatan yang semakin dalam.
Berlapis-lapis!.. Dan celakanya dijadikan sebuah
kemutlakan.
Ketika menyebutkan sebuah kata hipnosis,
misalnya. Maka akan ada serangkaian asumsi untuk
mendeskripsikan kata tersebut.
Secara umum, Hipnosis adalah suatu kondisi
mental. Orang yang melakukan proses hipnosis
(memberikan sugesti) terhadap subjek
disebut hipnotis. Hipnosis biasanya disebabkan oleh
prosedur yang dikenal sebagai induksi hipnosis,
yang umumnya terdiri dari rangkaian panjang
https://neurolism.web.id
instruksi awal dan sugesti. Sugesti hipnosis dapat
disampaikan oleh seorang hipnotis di hadapan
subjek, atau mungkin dilakukan sendiri oleh subjek
(Self-hipnosis). Penggunaan hipnosis untuk terapi
disebut hipnoterapi, sedangkan penggunaannya
sebagai bentuk hiburan bagi penonton dikenal
sebagai Stage hipnosis.
Perkembangan ilmu hipnosis, awalnya tidak begitu
populer ditengah masyarakat dunia. Walau pun,
tehnik-tehniknya telah muncul ribuan tahun lalu.
Pada awal-awal perkembanganya, hipnosis banyak
digunakan para rohaniawan di berbagai wilayah
untuk melakukan penyembuhan. Membuat
pasiennya tertidur (rileks) lalu mengucapkan
katakata untuk menanamkan saran (Sugesti)
mengenai kesembuhannya.
Kemudian dalam sejarah hipnotis berkembang
melalui Marquis de Puysegur (1781 – 1825) yang
pertama kali memperkenalkan hypnotic state
seperti yang kita ketahui sekarang ini. Kemudian
https://neurolism.web.id
sekitar pada tahun 1842 seorang dokter ahli
syaraf keturunan Skotlandia yang bernama James
Braid (1795 – 1860) mengenalkan istilah hypnosis
yang berasal dari salah satu nama Dewa Yunani.
Dalam sejarah lain kemudian setelah itu muncul dua
orang professor Dr. Ambroise Auguste Liebeault
(1823 – 1904) dan Bernheim yang telah
mengembangkan seni hipnotis. Sampai pada
akhirnya Liebeault sering disebut “Bapak Hypnosis”.
Pada pertengahan tahun 1940, ada seorang
psikiatrist yang sangat jenius bernama Milton
Erickson (1901-1980). Dia menyatakan bahwa
dalam suatu proses hypnosis, yang hebat adalah
subyek hypnosis atau kliennya. Karena klien dapat
memahami dan mengikuti apa yang dikatakan oleh
sang terapis. Dia juga menyatakan bahwa hypnosis
adalah proses yang wajar dan tidak akan berproses
bilamana bertentangan dengan nilai-nilai dasar dan
keinginan klien. Semua pengendalian proses
hypnosis berada di klien.
https://neurolism.web.id
Kemudian dalam sejarah hipnotis juga muncul lagi
nama Dave Elman (1900 – 1967) yang
mengembangkan teknik induksi cepat yang sangat
berguna untuk dokter dan dokter gigi.
Hipnotis juga menjadi dasar dari ilmu NLP (Neuro
Language Program) yang dikembangkan John
Grinder dan Richard Blander. Mereka juga
belajar teknik hipnotis dari Milton Erickson. Saat ini
NLP sangat populer digunakan untuk
pengembangan diri, motivasi dan pemberdayaan
diri. Selain itu hypnosis juga telah berkembang
pesat seiring sejarah hipnotis terus berjalan dan
setiap orang mempunyai gaya tersendiri dalam
mengaplikasikannya.
Namun dari serangkaian sejarah sehingga kata
hipnosis dikenal manusia, bukan berarti praktiknya
baru saja terjadi sejak saat itu. Sejarah hanya
catatan tentang perkembangan konsep, keyakinan,
dan praktik yang berkaitan dengan fenomena,
seperti; trance, hipnosis, hipnoterapi, pemanfaatan,
https://neurolism.web.id
dan pengembangan tehnik. Dari zaman disebut
prasejarah hingga peradaban modren.
Namun, perlu juga diketahui, hipnosis adalah
sebuah fenomena alamiah manusia. Artinya, dapat
saja terjadi saat manusia dalam kondisi, situasi, atau
melakukan mekanisme tertentu. Karena sifatnya
merupakan fenomena alamiah, maka hipnosis ada
sejak manusia ada. Umurnya, sama setua
peradaban manusia itu sendiri.
Pemanfaatan Fenomena hipnosis untuk
kepentingan manusia sudah terjadi sejak lama.
Meskipun, istilah hipnosis baru pertama kali
diperkenalkan oleh James Braid pada tahun 1842.
Secara tradisional, metode-metode yang
memanfaatkan fenomena hipnosis/trance sudah
banyak dilakukan sejak zaman sebelum masehi.
Pada 4000 SM, Di Assyo Babylonia, data arkeologis
menunjukkan adanya praktik pengobatan oleh
pendeta dengan pemanfaatan pembakaran dupa
https://neurolism.web.id
dan pembacaan doa. Api digunakan agar pasien
konsentrasi. Sang pendeta memandang mata sang
klien, pada saat yang sama disampaikan doa
permintaan kepada Tuhan untuk mengusir penyakit.
Selama proses penyembuhan diiringi dengan bunyi-
bunyian tifa dan gong.
Pada 2000 SM, Wang Tai peletak dasar pengobatan
Cina mengajarkan bagaimana memanfaatkan
pikiran pasien untuk membantu menghilangkan
penyakit baik fisik maupun emosi. Kitab Hindu
Weda bahkan mengajarkan metode agar pasien
memfokuskan pikiran terhadap organ tubuh
tertentu yang memerlukan penyembuhan.
Pada 1552 SM, dalam manuskrip di Mesir
dilaporkan ada praktik dokter saat itu yang
menyembuhkan pasiennya dengan cara tangan sang
dokter memegang kepala pasien, sang pasien
kemudian menutup mata dan konsentrasi kepada
bagian tubuh yang sakit, Sang dokter disebut

https://neurolism.web.id
memperoleh kekuatan untuk menyingkirkan
peyakit.
1200 SM, Dokter Yunani , Aesclepius melakukan
ritual penyembuhan dengan membuat bangunan
suci tidur. Pasien diminta tidur dan mendapakan
penyembuhan melalui mimpi.
1000 SM, Di Mesir terdapat bangunan suci yang
dipergunakan khusus untuk ritual penyembuhan.
Pendeta melakukan penyembuhan dengan
kekuatan sentuhan dan kata-kata.
Pada 928 SM, Di Yunani, Chiron seorang dokter
pada saat itu melakukan operasi dengan membuat
pasien terlebih dahulu masuk ke dalam keadaan
trance yang diperoleh melalui menghirup aroma
wewangian dan mendengarkan rapalan doa.
400-377 SM, Dokter
Yunani, Hyppocrates memperkenalkan keadaan
trance yang merupakan proses penyembuhan juga
bagian dari upacara pelulusan. Ia pecaya bahwa
https://neurolism.web.id
karakter, kepribadian dan sikap mental pasien
berkaitan erat dengan tipe penyakit yang diderita.
Bahkan Hyppocrates mengatakan “jauh lebih
penting mengenal orang yang mengalami penyakit
tertentu ketimbang mengetahui penyakit apa yang
di alami orang”. Ia juga mengatakan “Rasa sakit
dialami oleh tubuh, Sang jiwa melihatnya sambil
menutup mata”.
Pada 300-270 SM, Raja Phyrus dari Mesir adalah
Raja-Pendeta yang menyiapkan tempat yang
berguna untuk berdoa sekaligus tempat
penyembuhan. Dia memberi nama “ Bangunan Suci
Tidur”. Para peneliti menemukan pula dokumen dan
gambar yang menunjukkan posisi tubuh pasien yang
dalam saat ini dinyatakan sedang terinduksi dan
mengalami trance.
Sebenarnya, masih ada banyak lagi praktik-praktik
yang dilakukan jauh sebelum istilah hipnosis
dikenal. Bahkan, berbagai fenomena yang dianggap
campur tangan keilahian, ghaib, spiritual, dan lain
https://neurolism.web.id
sebagainya dalam kehidupan manusia adalah
polapola hipnosis.
Tidak hanya itu, dalam kehidupan sosial
diperadaban modren, ada begitu banyak pola
hipnosis yang masih dianggap sebagai sesuatu yang
lain. Atau suatu keajaiban karena adanya sesuatu.
Padahal, sesuatu itu adalah fenomena hipnosis yang
terselubung oleh asumsi tentang sesuatu.
Hipnosis sendiri tidak serta-merta diterima dengan
baik sebagai sebuah fenomena alamiah manusia.
Ada begitu banyak asumsi yang kemudian
memunculkan stigma negatif terhadap hipnosis.
Apalagi dalam kehidupan masyarakat yang
tenggelam dalam sebuah sistem keyakinan.
Meyakini bahwa kondisi alamiah tersebut, ada
campur tangan sesuatu. Ada kekuatan sesuatu.
Bahkan, akibat ketidak tahuan yang naif, lalu
menuding bahwa hipnosis menggunakan kekuatan
dari alam kegelapan. Ghaib! Dan beberapa yang

https://neurolism.web.id
berpikiran pendek menyebut hipnosis terjadi karena
adanya kekuatan sihir!
Sihir disebut sebagai sebab dan hipnosis adalah
akibat. Padahal, berbagai hal yang dianggap sihir itu
sendiri adalah fenomena hipnosis.
Stigma negatif tentang hipnosis berkembang
semakin buruk ditengah ketidak tahuan manusia.
Ditambah lagi berbagai modus penipuan/kriminal
disebut-sebut menggunakan pola hipnosis. Alih-alih,
belajar untuk lebih banyak tahu, hipnosis malah
dijauhi dan dianggap keilmuan sesat! Black Magic
dan lain sebagainya.
Kata-kata yang disusun sedemikian rupa, memang
seolah memiliki kekuatan magis yang dapat
mempengaruhi manusia. Dengan keahlian
berkomunikasi, anda bahkan bisa merubah suasana
emosi dan mental manusia. Bisa membuat mereka
bahagia atau sebaliknya. Bisa membuat manusia
merasa hidup atau merasa mati. Ya, sampai saat ini,
kata-kata tidak pernah kehilangan daya magis nya.
https://neurolism.web.id
Covert
Conversational
Hypnosis
Dapat Anda bayangkan bila Anda dapat melakukan
hypnosis terhadap orang lain tanpa disadari dan
diketahuinya? Dan betapa luar biasanya bila Anda
seorang sales/motivator/guru/orang
tua/karyawan/bos/jomblo dan lain, yang dapat
mempengaruhi pikiran orang lain hingga tertarik
terhadap sesuatu yang Anda sampaikan. Bahkan
hingga antusias dengan yang Anda sampaikan?
https://neurolism.web.id
Ini adalah tentang seni komunikasi yang sangat
memberdayakan. Seni dalam mempengaruhi
manusia.
Semua ini dapat Anda dapatkan setelah Anda
mempelajari Covert Conversational Hypnosis.
Seperti apa dan bagaimana kerja Covert Hypnosis
dan juga langkah demi langkah untuk
mempraktekkan Covert Conversational Hypnosis
dalam kehidupan sehari-hari.
Hingga saat ini, masih sangat sedikit media yang
dapat digunakan untuk mempelajari Covert
Conversational Hypnosis di Indonesia. Hal ini
dikarenakan masih sedikit para praktisi ataupun
trainer hypnosis yang menyelami hal ini dan
mengajarkannya kepada banyak pihak.
Memahami ini, membuat anda dapat melihat
polapola hipnosis dalam kehidupan sehari-sehari.
Sekaligus dapat mempraktikkannya untuk tujuan
anda.

https://neurolism.web.id
Chapter 1
Pada bagian awal ini akan dijelaskan mengenai
definisi dan juga perbedaan antara Conventional
Hypnosis, Conversational Hypnosis dan Covert
Conversational Hypnosis.
Seperti yang kita ketahui bahwa ada beberapa
ragam/macam dalam hypnosis, diantaranya yaitu
Conventional Hypnosis, Conversational Hypnosis
dan Covert Conversational Hypnosis. Dan di bawah
ini merupakan pengertian mengenai ketiga hal
tersebut.
Conventional Hypnosis : Anda mungkin sudah
mengetahui tentang hypnosis clasic yang telah
diajarkan oleh beberapa organisasi hypnosis besar
di Indonesia seperti Indonesian Board of
Hypnotherapy yang di bawa oleh Bpk. Yan Nurindra
dan semakin tersebar di penjuru nusantara kita.
https://neurolism.web.id
Conventional Hypnosis yang selama ini ketahui
adalah sebuah proses dimana membawa seseorang
masuk dalam kondisi tidur hypnosis (trance state)
dengan strukturnya yaitu : Pre-Induction - Induction
- Deepening - Suggestion - Termination.
Dalam polanya sangat jelas sekali terlihat
bagaimana membawa seseorang masuk dalam
kondisi tidur hypnosis (trance state), mulai dari
pretalk hingga membawa orang tidur dan di
bangunkan kembali.
Conversational Hypnosis : dari segi bahasa sudah
jelas terlihat untuk maknanya, yaitu sebuah
percakapan yang digunakan untuk menembus
Critical Factor dan membawa seseorang masuk
dalam trance state. Namun perbedaan yang sangat
jelas terlihat adalah orang yang di-hypnosis tidak
dibuat tidur melainkan tetap sadar dan membuka
mata, hanya saja Critical Factor yang sudah ter
bypass. Menarik bukan? Jadi hanya dengan
bercakapcakap sudah dapat membuat orang ter-
https://neurolism.web.id
hypnosis, dan menariknya orang tersebut tidak
menyadari bahwa telah ter-hypnosis oleh
percakapan yang Anda buat! So cool, right?
Milton H. Erickson merupakan pelopor dalam
membawakan Conversational Hypnosis, dari
beberapa sesi terapi Milton H. Erickson yang kita
ketahui, sugesti indirect yang dibawakannya
semakin memperjelas bahwa beliau adalah pelopor
Conversational Hypnosis!
Covert Conversational Hypnosis sebuah
percakapan "terselubung" yang digunakan untuk
mem-by pass critical factor. Lalu apa yang
membedakannya dengan Conversational Hypnosis?
Dikatakan Covert/Terselubung karena memang
berdampak terselubung/Covert Effect. Prinsip
dalam membawakan Covert Conversational
Hypnosis sebenarnya sangat sederhana, yaitu
pola/pattern sugestinya yang menggunakan
embedded commands dan juga embedded question

https://neurolism.web.id
sehingga menimbulkan Covert Effect. Atau
sederhananya yaitu, kita menyisipkan sebuah
pesan/pertanyaan yang sebenarnya itu adalah
perintah/sugesti.
Dan dari segi bahasa, Covert Conversational
Hypnosis dapat diartikan :
Covert : Terselubung.
Conversational : Percakapan.
Hypnosis : Tools yang digunakan untuk mem-by
pass critical factor.
Jadi, Covert Conversational Hypnosis adalah sebuah
percakapan terselubung yang digunakan untuk
mem-by pass critical factor.

Manfaat yang didapatkan bila mempelajari Covert


Conversational Hypnosis adalah :

https://neurolism.web.id
1. Meng-hypnosis orang yang tidak ingin
dihipnosis.
2. Dapat digunakan untuk melakukan
kampanye/orasi dan juga merayu.
3. Membuat orang lain terhipnosis tanpa
disadari.
4. Mempengaruhi orang lain : Supaya mengikuti
perintah kita, membeli barang yang
ditawarkan, Supaya dapat berubah dsb.
Metode yang digunakan dalam Covert
Conversational Hypnosis adalah membuat
subliminal message, yang sering diketahui dan
umum digunakan adalah Embedded Commands
yaitu perintah yang disisipkan dalam sebuah
percakapan, dan juga Embedded Question atau
pertanyaan yang disisipkan sehingga seolah-olah
tidak terlihat dan terdengar seperti sedang
bertanya.

https://neurolism.web.id
Chapter 2
Ada beberapa Natural Trance State/Kondisi
hypnosis alamiah yang bisa di utilize dan di amplify
dalam praktek conversational hypnosis maupun
covert conversational hypnosis.
Beberapa Natural Trance State yang sering kita
jumpai yaitu :

1. Ketika Anda sedang mengendari mobil atau


motor.
2. Ketika Anda sedang asyik membaca buku
hingga Anda tidak menghiraukan panggilan
orang lain.
3. Ketika Anda sedang berada dalam melihat
film dan Anda merasakan ketegangan,

https://neurolism.web.id
kesedihan dan juga kegembiraan dalam acara
tersebut.
4. Ketika Anda sedang menikmati makanan
Anda.
5. Ketika Anda sedang dipijat.
6. Ketika Anda sedang potong rambut atau
creambath di salon.
7. Ketika Anda sedang memancing.
8. Dll.
Element terpenting dalam membawakan
Conversational Hypnosis maupun Covert
Conversational Hypnosis adalah Building Rapport
atau membina kedekatan yang baik, tanpa dilandasi
hal ini maka dalam melakukannya Anda akan
menjumpai banyak kesulitan.
Sejauh ini dapat disimpulkan bahwa Covert
Conversational Hypnosis adalah cara untuk
menghipnosis seseorang tanpa disadari dan diluar
kesadarannya bahwa dia telah terhipnosis melalui

https://neurolism.web.id
percakapan yang telah dibuat, dan tentunya hal ini
sangat menguntungkan bagi kita yang telah
mempelajarinya untuk mempengaruhi dan juga
meng-edukasi seseorang.

https://neurolism.web.id
Chapter 3
Pada dasarnya Covert Conversational Hypnosis
digunakan untuk mem-by pass critical factor tanpa
disadari oleh orang lain, yaitu dengan cara :

1. Mengakali : Meng-elicit trance tanpa


diketahui.
2. Menyibukkan : Nested Loop atau story inside
story.
3. Membingungkan : Pattern interupt, Confusing
Technique.
Dalam Conversational Hypnosis - Home Study
Course karya Igor Ledochowski, ada 4 Stage
Protocol dalam melakukan Conversational Hypnosis,
yaitu :
Stage 1 : Absorb Attention
Hal ini sudah terdapat pada materi clasic hypnosis
yang telah kita pelajari, yaitu bagaimana kita
menyerap perhatian/fokus seseorang.
https://neurolism.web.id
Stage 2 : Bypass The Critical Factor
Bagi saya, tahapan ini merupakan tahapan
terpenting dalam melakukan Conversational
Hypnosis! Mengapa demikian? Ya, karena saat
Critical Factor telah ter-by pass maka diharapkan
segala sugesti ataupun perintah yang diberikan
kepada orang tersebut sudah tidak lagi terjadi
proses filterisasi dan sepenuhnya melenggang
dengan bebas menuju unconscious-nya. Sehingga
saat kita memberikan sugesti, sudah tidak ada
pertanyaan "Kog bisa gitu??", "Ya gak bisa gitu
donk", "Mana mungkin bisa?"
pertanyaanpertanyaan ini merupakan respon dari
conscious ketika adanya informasi yang masuk
setelah diterima oleh panca indera (Modality)
manusia. Dan sebagaimana yang telah kita ketahui
bahwa fungsi dari Conscious adalah sebagai
filter/penyaring informasi.
Stage 3 : Activate An Unconscious Response
Tahap ini merupakan tahap untuk mengaktifkan
https://neurolism.web.id
pikiran bawah sadar seseorang. Setelah kedua
tahap di atas telah berjalan dengan baik, maka pada
tahap ini mengikuti saja dari kedua tahap di atas.
Karena bila perhatian telah terserap dan pikiran
sadar telah ter-by pass maka dengan sendirinya
pikiran bawah sadar akan akif. Dan pada tahap ini,
terjadi beberapa respon yang berbeda-beda dari
setiap orang. Jadi silahkan Anda mulai ingat kembali
indikator orang pada keadaan trance seperti apa
dan bagaimana. Pada tahap ini, kita benar-benar
tidak tahu apakah sugesti yang telah kita berikan
dapat terjadi saat itu juga atau nantinya. Jadi
biarkan saja kecerdasan unconscious yang
menjalankan perintah Anda!
Catatan : Dalam memberikan sugesti pada tahap ini,
tentunya juga bukan Direct Suggestion/sugesti
langsung, tapi menggunakan HLP-Hypnotic
Language Pattern.

https://neurolism.web.id
Stage 4 : Lead The Unconscious To Desired
Outcome
Jadi tahap 1 adalah menyerap fokus, tahap kedua
adalah mem-by pass critical factor, tahap ketiga
adalah mengaktifkan pikiran bawah sadar, dan
Setelah kita melalui 3 tahapan di atas, pada tahap 4
inilah kita membawa seseorang pada hal yang
diharapkannya ataupun apa yang menjadi keinginan
kita ataupun kawan bicara kita.

https://neurolism.web.id
Chapter 4
Setelah di atas tadi kita telah sama-sama
memahami dan mengerti mengenai konsep covert
conversational hypnosis, di bawah ini hanyalah
CONTOH tentang pola Covert Conversational
Hypnosis, dan Anda tentunya sangat bisa untuk
mengembangkannya sendiri berdasarkan kreativitas
Anda
Pola yang sering terdapat pada Covert
Conversational Hypnosis adalah : Embedded
Commands, Embedded Question, Indirect
Suggestion. Dan mari kita pelajari sama-sama
mengenai pola-pola nya di bawah ini :

1. "Dapatkah Anda bayangkan..."


"...Dapatkan Anda bayangkan ketika Anda dapat
menguasai pola Covert Conversational Hypnosis

https://neurolism.web.id
untuk mempengaruhi rekan Anda tanpa disadari
dan diketahuinya..."
"...Dapatkah Anda membayangkan keuntungan
yang Anda dapatkan, Bonus jalan-jalan keluarga
negeri bersama keluarga Anda, Mobil mewah yang
terparkir di depan rumah Anda..."
"Dapatkah Anda bayangkan sekarang, bagaimana
bila Anda dapat berhenti merokok dan membuat
seluruh anggota keluarga Anda menjadi jauh lebih
sehat dan terbebas dari asap rokok yang
mebahayakan?..."

2. "Saya Penasaran..."
"...Saya penasaran, ketika saat ini Anda berhenti
untuk minum minuman keras dan kembali untuk
hidup sehat dan juga membahagiakan keluarga
Anda..."

https://neurolism.web.id
"...Saya jadi penasaran saat Anda membeli produk
ini dan membuat hidup Anda semakin nyaman,
sekarang..."
"...Saya penasaran bila saat ini Anda kembali
mempelajari ulang catatan-catatan saya mengenai
Covert Conversational Hypnosis hingga Anda
benarbenar menguasainya..."

3. "Anda Mungkin..."
"...Anda mungkin dapat masuk dalam kondisi
relaksasi dengan menutup mata Anda, sekarang...."
"...Anda mungkin sedang mencari pengalaman yang
tidak terlupakan dalam hidup Anda, dan Anda
dapat mencobanya dengan berkeliling ke 5 negara
dengan biro perjalanan kami..."
"...Anda mungkin dapat memiliki kehidupan yang
lebih baik di tahun 2012 nantinya, ..."

https://neurolism.web.id
4. "Jika Anda....Maka..."
"...Jika Anda dapat me-relaks-kan tubuh Anda saat
ini, maka Anda dapat pula membuat pikiran Anda
relaks sekarang...
"...Jika Anda dapat memilih membayar dengan cara
kredit maka pembayaran dapat menjadi lebih
ringan..."
"...Jika Anda tahu bahwa hidup hanya satu kali,
maka Anda tahu bahwa Anda dapat membuat
hidup Anda lebih bermanfaat dengan meninggalkan
kebiasaan buruk Anda..."

5. "Seseorang berkata pada saya..."


"...Seseorang berkata pada saya bahwa setiap
masalah selalu ada penyelesaiannya..."
"...Seseorang pernah berkata pada saya ketika Dia
diberhentikan dari pekerjaannya, Dia dapat

https://neurolism.web.id
membuat lapangan pekerjaan baru dengan skill
yang dimilikinya..."
"...Seseorang berkata pada saya, bahwa
melepaskan dendam dan amarah dapat membuat
hidup menjadi lebih bahagia..."

6. "Anda mungkin tidak tahu..."


"...Anda mungkin tidak tahu bahwa dengan
menguasai Covert Conversational Hypnosis dapat
membuat orang lain melakukan apa yang Anda
mau..."
"...Anda mungkin tidak tahu saat Anda membaca
catatan ini membuat pikiran Anda semakin kreatif
untuk mengambangkan pola-pola yang terdapat di
dalamnya..."
"...Anda mungkin tidak tahu bahwa produk ini juga
dapat bermanfaat untuk membakar lemak yang

https://neurolism.web.id
dalam tubuh dan membuat tubuh menjadi semakin
langsing..."

7. "Saya tidak tahu jika..."


"...Saya tidak tahu jika Anda berniat untuk
melepaskan amarah dan dendam Anda sekarang
atau saat ini juga..."
"...Saya tidak tahu jika Anda dapa relaks pada
hitungan ke 3 atau tepat di hitungan ke 1..."
"...Saya tidak tahu jika pengalaman ini akan
menjadi sesuatu yang sangat berharga dalam hidup
Anda..."
Masih sangat banyak lagi pola-pola dalam Covert
Conversational Hypnosis, dan bahkan hingga
ratusan pola yang dapat Anda kembangkan sendiri
dengan cara mencari literatur di internet, bertanya
kepada yang ahli, mengikuti kelas saya dan membeli
buku saya nantinya.

https://neurolism.web.id
Covert
Persuasion
Ini adalah bagian tentang seni mempengaruhi
manusia. Sebuh tehnik sederhana namun berdaya
https://neurolism.web.id
guna untuk membawa orang masuk dalam kondisi
trance. Tehnik ini sebenarnya, disadari atau tidak
sering terjadi dalam kehidupan sosial.

Dan bisa jadi, anda tanpa sengaja melakukan tehnik


ini. Namun saat anda menyadarinya, maka anda
dapat mengembangkannya untuk hal-hal yang lebih
berguna.

Chapter 1
Sebelumnya telah ditulis tentang; “Covert
Conversational Hypnosis”, dimana menjelaskan
tentang definisi dan juga beberapa pattern di
dalamnya. Dan yang berikut ini ada beberapa
pattern yang telah dikemas dengan baik untuk
diaplikasikan dalam konsep komunikasi persuasi.

https://neurolism.web.id
• Apa itu komunikasi persuasi?
Komunikasi persuasi secara sederhana adalah
sebuah bentuk dari komunikasi yang
digunakan untuk membujuk rayu orang lain.

• Lalu, bagaimana dengan covert hypnosis?
Covert Hypnosis adalah sebuah aliran dari
hypnosis yang mengedepankan konsep
“terselubung” baik dari cara penyampaian
pesan (delivery message) ataupun efek yang
muncul dari pesan yang disampaikan (covert
effect). Dan karena membawakan covert
hypnosis menggunakan percakapan maka
disebut dengan covert conversational
hypnosis.

• Apakah bisa menggunakan percakapan
untuk membuat orang masuk dalam kondisi
trans?
Sangat bisa, hipnosis percakapan memang
digunakan untuk “menjembatani” natural
https://neurolism.web.id
trans seseorang untuk digiring atau dibawa
masuk ke trans yang lebih dalam. 

• Mengapa hal ini sangat powerful? Karena


kita yang menggunakan hal ini
menyampaikan pesan secara terselubung,
terlepas dari konsep penyampaian sugesti
tidak langsung (indirect suggestion). Karena
bersifat “terselubung” maka pikiran sadar
dan juga faktor kritis manusia (critical factor)
tidak menangkap dan menyadari pesan yang
sudah disampaikan secara terselubung,
sehingga pesan dapat masuk dengan bebas
ke pikiran bawah sadar manusia.

• Bagaimana konsep sederhana dari


conversational hypnosis? Sederhananya, kita
menggunakan percakapan yang sudah
di”bungkus” dengan pola atau pattern
hipnotik, sehingga percakapan yang biasa

https://neurolism.web.id
berubah menjadi percakapan yang tidak biasa
dan sangat memengaruhi orang lain.
• Bagaimana cara saya membuat orang masuk
dalam kondisi trans hanya dengan
menggunakan percakapan?
Ini adalah rahasia terbesar saya dalam
mengaplikasikan covert conversational
hypnosis, namun saya berikan Anda sedikit
bocoran bagaimana saya melakukan hipnosis
kepada siapa saja dan selalu saja berhasil
tanpa diketahui dan disadari oleh subyek.

Hal pertama yang saya lakukan adalah


menyerap semua perhatian subyek, dan pada
hal ini saya menggunakan banyak cara,
beberapa diantaranya saya menggunakan
cerita yang lucu, bermain sulap, dan juga
memainkan games/permainan yang ringan
namun membutuhkan konsentrasi yang
tinggi.

https://neurolism.web.id
Karena saya berhasil menyerap perhatian
subyek, maka mudah bagi saya untuk
menggiringnya masuk ke dalam kondisi trans
yang lebih dalam. Langkah berikutnya yang
saya lakukan adalah mem-by pass faktor
krisis subyek, saya menggunakan pola
confusing dan juga pattern interrupt.

Saya benar-benar mengandalkan kemampuan


kalibrasi saya dalam hal ini, karena memang
inilah salah satu kunci menjadi seorang
master covert hypnosis.

Untuk berikutnya, saya adalah orang yang


sangat penasaran dari berbagai respon atau
fenomena yang akan muncul dari diri subyek
hypnosis saya ini. Oleh karenanya, perhatian
saya tidak akan terlepas pada subyek saya,
karena sangat disayangkan bila melewatkan
moment-moment berharga pada saat
pengamatan fenomena trans yang muncul.
https://neurolism.web.id
Setelah saya mengetahui hasil pengamatan,
maka saya lanjutkan untuk menstimulus
respon yang muncul dari bawah sadar
subyek. Apapun respon yang muncul selalu
saya utilisasi untuk membawanya masuk ke
dalam kondisi trans yang lebih dalam.

Pada akhirnya, saya menyisipkan beberapa


pesan atau sugesti yang memberdayakan
untuk subyek hypnosis saya. Menarik kan?

Chapter 2
Pada bab ini, kita akan bermain dengan kata “DAN”
dan “TAPI”. Apa perbedaan yang mencolok dari
kedua kata ini? Kata “DAN” berfungsi sebagai
penghubung dua anak kalimat, sekalipun dua anak
kalimat tersebut tidak berhubungan, bila kita
menggunakannya akan mengandung arti yang
berhubungan, sebagai contoh :

https://neurolism.web.id
“silahkan duduk dan Anda dapat
menceritakan masalah Anda, sekarang”

Bila kita amati, terdapat dua anak kalimat dalam


contoh di atas, yaitu “silahkan duduk” serta “Anda
dapat menceritakan masalah Anda, sekarang”.

Mari kita renungkan lagi contoh di atas, apakah ada


hubungan antara “duduk” dan “meminta bercerita”,
kita sepakati jawabannya adalah TIDAK. Apakah
harus duduk terlebih dahulu untuk menceritakan
sesuatu hal? Bagaimana dengan bercerita sambil
berdiri atau tiduran? Tidak ada masalah kan?

Betapa luar biasanya kata “DAN” untuk


menghubungkan dua kalimat yang sekalipun tidak
berhubungan menjadi sebuah perekat untuk
menggabungkan dua kalimat yang tidak
berhubungan.

https://neurolism.web.id
Sekarang kita bahas tentang kata “TAPI”, kata
“TAPI” mempunyai fungsi untuk menghapus makna
awal dari sebuah kalimat dan menguatkan kalimat
setelah kata “TAPI” , sebagai contoh :
“Angelica cantik tapi bau”

Kesan bahwa Angelica itu cantik hilang karena kata


“TAPI” dan dikuatkan oleh kata “bau”. Sehingga
makna yang diperoleh oleh pikiran kita bahwa
“Angelica itu bau”. Contoh berikutnya :
“Angelica bau tapi cantik”

Kesan “bau” hilang dengan sendirinya karena


terhapus oleh kata “TAPI”, sehingga kata dan makna
“cantik” lebih kuat daripada “bau”. Respon yang
mungkin muncul dalam benak manusia adalah
“tidak apalah bau yang penting cantik!”. Bukan
begitu?

https://neurolism.web.id
Bila hal ini digunakan dalam sebuah diskusi,
tentunya akan menjadi hal yang sangat luar biasa.
Contohnya :
“Saya sepakat dengan apa yang Anda sampaikan
tapi lebih baik bila kita tetap mengutamakan profit
perusahaan kita?”
Dari contoh di atas bila Anda adalah orang yang
menyampaikan pesan, dan yang menyampaikan
contoh di atas adalah rekan Anda, bagaimana
perasaan Anda?
“Saya sepakat dengan apa yang Anda sampaikan
dan lebih baik kita juga tetap mengutamakan profit
perusahaan kita”

Bagaimana bila pendapat Anda direspon dengan


kalimat di atas? Tentunya Anda merasa bahwa
pendapat Anda dihargai kan? Walau pada intinya
pendapat Anda kurang diterima oleh rekan Anda
dan pendapat Anda telah diarahkan kepada

https://neurolism.web.id
keinginan rekan Anda yang memberikan contoh
respon di atas. Semakin menarik kan?

Bagaimana bila hal ini diaplikasikan dalam pola asuh


anak (parenting), tentunya anak Anda dapat
menjadi lebih patuh kepada Anda, karena
seolaholah semua yang diinginkannya Anda turuti,
padahal sebenarnya? (Anda tahu bahwa
jawabannya adalah BELUM TENTU kan?)

Chapter 3
Apakah Anda sudah mengetahui pola bahasa yang
dapat membentuk sebuah ”belief and value” dalam
diri manusia? Untuk Anda yang sudah pernah
mempelajari NLP atau menguasai pola bahasa
hipnotik (hypnotic language pattern), maka Anda
tidak asing dengan pola Cause Effect.

Sebagai contoh beberapa kalimat yang sering


terdengar adalah “Setiap bertemu dengannya
https://neurolism.web.id
rasanya ingin marah-marah terus!” Bila di
breakdown, contoh kalimat tersebut mempunyai
dua anak kalimat, yang pertama “setiap
bertemunya dengannya” dan yang kedua “Rasanya
ingin marah-marah terus”

Kalimat cause : “setiap bertemunya dengannya”


Kalimat effect : “Rasanya ingin marah-marah terus”

Bila dirumuskan seperti ini : (X) akibatkan (Y)

Bila hal ini kita gunakan untuk memengaruhi orang


lain, maka tinggal kita sesuaikan dengan
konteksnya. Bila dalam bidang selling atau
penjualan, hal ini dapat diaplikasikan sebagai
berikut :
“Bapak tidak bisa memprediksikan kapan
Anda dan keluarga Anda mengalami
musibah, tentunya Anda tidak ingin hal ini
terjadi begitu saja kan? Sehingga hal ini
menyebabkan Anda menjadi lebih berpikir
https://neurolism.web.id
bagaimana membuat keluarga Anda menjadi
terlindungi kan? Dan bagaimana bila
musibah benar-benar terjadi namun uang di
tabungan Anda tidak mencukupi untuk
membiayai biaya operasional perawatan
keluarga Anda? Karena saya tahu bapak
adalah orang yang sangat bijak dalam
mengambil keputusan, dan Anda adalah
seorang kepala keluarga yang baik untuk
keluarga Anda, maka secepat bapak berpikir
bagaimana cara melindungi keluarga Anda
dari segala musibah yang mungkin dapat
terjadi kapan saja, secepat itu pula asuransi
dapat menjadi pilihan terbaik untuk
melindungi keluarga Anda. Dan sekarang,
silahkan Anda renungkan sejenak manfaat
yang akan Anda peroleh, sekarang...”

Mungkin Anda sering mendengar contoh di atas, ya


benar, itu adalah ajakan untuk bergabung dengan
perusahaan asuransi.
https://neurolism.web.id
Saya menyampaikan beberapa asumsi mengenai
realita, dan tentu saja saya menyampaikan realita
itu dengan menggunakan konsep (X) akibatkan (Y).
Dan, bisa saja Anda juga mulai berpikir bagaimana
kehidupan Anda di masa mendatang saat
bergabung dengan asuransi, sekarang... (Maaf jika
Anda sedikit terpengaruh, namun sejujurnya saya
bukan sales asuransi kog!)

Sejauh ini, Anda mulai memahami bahwa “apa yang


kita katakan ternyata dapat membentuk sebuah
belief & value” tanpa disadari. Dan karena Anda
sudah mulai menyadari bahwa perkataan dapat
menjadi sebuah belief & value, maka sekarang Anda
dapat menggunakan pola atau pattern ini dengan
penuh tanggug jawab.

https://neurolism.web.id
Chapter 3
Dari Chapter 1 dan 2 Anda sudah dapat mulai
mengaplikasikan tehnik komunikasi persuasi yang
powerful. Dan sekarang, hal yang perlu Anda
lakukan adalah :
1. Pikirkan terlebih dahulu hal yang ingin Anda
sampaikan, karena hal ini menjadi penting
dalam sebuah komunikasi, debat atau apapun
istilahnya. Jangan hanya mengutarakan halhal
yang tidak penting dan tidak bermakna. Bagi
banyak orang itu adalah PEMBOROSAN KATA.
Sampaikan dengan jelas dan lugas tanpa`
keragu-raguan, ingatlah bahwa secara
naluriah manusia dapat membaca bahasa
tubuh manusia yang lain, jadi bila Anda
raguragu menyampaikan sesuatu hal, maka
dapat dipastikan komunikan atau sang
penerima informasi juga menjadi ragu dari
apa yang Anda sampaikan.
https://neurolism.web.id
2. Lihatlah TV atau dengarkan Radio yang
bertemakan debat. Kemudian dengarkan
frasa dan pola bahasa yang mereka gunakan.
Hal ini sangat efektif untuk menaikkan
kesadaran kita dan juga rasa penasaran
(curiosity) kita dalam berkomunikasi.
3. Lakukan langsung dengan orang terdekat
Anda.
4. Yang terakhir, Anda boleh membuat apa yang
Anda pelajari mengenai covert conversational
hypnosis menjadi lebih matang, terarah dan
semakin jelas.

https://neurolism.web.id
Confusional
Induction
Techniques
Pada sekitar tahun 1975, Erickson bersama Ernest
Rossi menuliskan sebuah buku yang berjudul
Hypnotic Realities : The Induction of Clinical
Hypnosis and Forms of Indirect Suggestion. Pada
buku tersebut dijelaskan bahwa “in all my
techniques, almost all, there is a confusion” yang
berarti bahwa dalam setiap tekniknya, hampir
semua adalah kegiatan membingungkan pikiran.
Untuk membuat seseorang menjadi bingung dapat
dilakukan secara verbal dan non-verbal. Secara
verbal dengan menggunakan komunikasi yang
berbelit-belit ataupun dengan pemanfaatan kata
https://neurolism.web.id
yang ambigu/bermakna ganda. Dan secara
nonverbal dapat dilakukan dengan cara pemutusan
pola atau pattern interrupt yang bertujuan untuk
menyimbolkan bahasa tubuh yang berbeda dari
pola biasa. Sehingga dengan kegiatan ini akan
menimbulkan sebuah fenomena TDS (Trans
Derivational Search)
Dalam buku yang berjudul Milton Erickson's
Collected Papers – Volume I menceritakan
pengalaman Milton Erickson pada saat ia berusia 22
tahun :
"Pada sebuah hari yang mendung, dimana aku
sedang berjalan untuk mengikuti seminar hipnosis
formal pertama yang diselenggarakan oleh Clark
Hull (Catatan penulis: Clark Hull adalah seorang
tokoh hipnosis yang sangat populer, sekaligus
menjadi guru dari MHE) tahun 1923, seorang pria
yang berlari tergesa-gesa dari sudut bangunan
menabrakku secara keras, meskipun aku masih
mampu untuk berdiri. Sebelum ia menyadari apa
https://neurolism.web.id
yang terjadi dan berbicara padaku, aku melirik jam
tanganku sambil berbicara kepadanya secara
lembut demikian: 'Tepat 10 menit setelah pukul 2
siang..', seakan-akan aku sedang ditanyai olehnya
pukul berapa saat itu. Padahal, sebenarnya saat itu
sudah hampir pukul 4 siang, dan aku meneruskan
perjalananku. Setelah setengah blok perjalananku,
aku berbalik dan orang itu masih memandangku
dalam posisinya yang semula dengan diam
terpaku."
"Aku meneruskan perjalananku ke laboratorium dan
mulai mengira-ngira apa yang baru saja terjadi,
sambil membandingkan beberapa kejadian sama
yang dialami oleh rekan-rekan sekelasku: hal-hal
serupa yang membuat mereka termangu,
kebingungan, dan sejenisnya; yang membuatku
tertarik untuk memahaminya lebih lanjut. Salah
satu hal yang kuingat secara jelas adalah kejadian
pada suatu waktu dimana ada teman kelasku yang
berkata bahwa ia menginginkan tugas eksperimen
no. 2 (yang dianggap menyenangkan). Aku
https://neurolism.web.id
menyimak hal ini, dan ketika kami bersama-sama
mempersiapkan peralatan dan perkakas untuk
tujuan eksperimen tersebut, dan menaruhnya pada
tumpukan yang terpisah. Sesudahnya aku berkata
kepadanya pada suatu waktu tertentu secara lirh
namun dengan intonasi yang kuat, 'Burung gereja
itu benar-benar terbang ke arah kanan, kemudian
tiba-tiba ke kiri, dan kemudian ke atas, dan
sesudahnya aku tidak tahu apa yang terjadi!" Ketika
dia kebingungan dan terpaku tentang hal ini, aku
mengambil peralatan untuk tugas eksperimen no.
2nya dan mulai mengerjakannya, dengan tetap
membiarkan dia terpaku. Setelah beberapa saat
ketika pekerjaanku hampir selesai, dia tiba-tiba
berteriak, 'Hei, kenapa bisa aku mengerjakan
bagian yang ini? Seharusnya aku mengerjakan
bagianmu.' Dan aku jawab saja, 'Mari kita kerjakan
saja apa yang ada di depan kita."
Dalam cerita tersebut sudah jelas bahwa Erickson
memberikan sebuah pernyataan yang

https://neurolism.web.id
membingungkan. Dan tentu saja orang yang
ditabraknya pun menjadi bingung dan terdiam.
Tujuan dari Confusion Technique ini adalah untuk
mem-by pass critical factor manusia, sehingga tentu
saja ketika critical factor suda melemah proses
hypnosis dapat dengan mudah dilakukan.
Tujuan lain menggunakan tehnik ini adalah
ditujukan untuk mereka yang mengalami kesulitan
dalam mencapai kondisi hipnosis melalui teknik
induksi normal dan juga dapat digunakan setelah
induksi normal dilakukan.
Berikut ini saya kutip dari catatan sahabat saya Willy
Wong dalam sebuah artikel yang pernah ditulisnya,
Lebih lanjut lagi dikatakan bahwa teknik
membingungkan pikiran (confusion techniques) ini
didasarkan atas asumsi-asumsi seperti di bawah ini:

• Terdapat banyak pola-pola otomatis dan


biasa diperkirakan sebelumnya (automatic
and predictable patterns) pada proses
https://neurolism.web.id
perilaku manusia, seperti halnya kegiatan
berjabat tangan.
• Adanya informasi yang dirasa asing dan
mengganggu keteraturan pola-pola tersebut
menciptakan kondisi tidak pasti yang
menimbulkan keragu-raguan.
• Seseorang biasanya tidak menyukai kondisi
ketidakpastian ini dan berusaha untuk
menghindarinya. Kondisi ini akan terus
bertambah kuat kecuali orang tersebut dapat
menghubungkannya dengan sesuatu (ini
terjadi karena ...").
• Saat kondisi ketidakpastian ini terus
meningkat / bertambah kuat, kegiatan untuk
menghindarinya pun turut meningkat pula.
Atas kondisi ketidakpastian yang terus
bertambah kuat ini, seseorang cenderung
untuk menerima informasi pertama yang
membuatnya dapat 'melepaskan diri' dari
ketidakpastian itu (misalkan adalah sugesti
untuk memasuki kondisi hipnosis).
https://neurolism.web.id
Untuk memanfaatkan (mengutilisasi) asumsi-asumsi
di atas, kebanyakan teknik membingungkan pikiran
berdasar pada langkah-langkah dasar di bawah ini:
1. Mengidentifikasi pola-pola umum manusia
(identify pattern(s) of expression)
Pola-pola yang termasuk dalam pola otomatis dan
dapat diperkirakan ini contohnya adalah pola
bahasa tubuh seperti jabat tangan (handshake) atau
pola-pola khusus unik (particular idiosyncratic
pattern) dari masing-masing individu (sebagai
contoh adalah kegiatan memilin rambut ketika
gugup).
2. Ikutilah pola tersebut (align with the pattern)
Hal in dilakukan sebagai sarana 'mengikuti' (pacing)
subjek / klien sampai kondisi sesuai konteks yang
diharapkan muncul, tujuannya adalah untuk
membina keterjalinan (rapport) dan respek yang
muncul pada diri subjek / klien sehingga subjek /
https://neurolism.web.id
klien tidak menarik diri dari panduan hipnosis yang
dilakukan oleh pemandu hipnosis / hipnoterapis.
3. Mulai lakukan pembingungan pikiran lewat
kegiatan pemutusan pola ataupun memborbardir
pikiran (introduce confusion via interrupting or
overloading the pattern)
Kegiatan ini selayaknya berlangsung secara singkat
dan segera, sehingga kondisi hipnosis yang terjadi
seketika dapat dimanfaatkan (diutilisasi) dengan
segera.
4. Memperkuat kebingungan yang terjadi (amplify
the confusion)
Setelah subjek / klien mengalami kondisi
ketidakpastian, segera perkuat kondisi tersebut
secara lebih lanjut.

https://neurolism.web.id
5. Memanfaatkan kebingungan yang terjadi secara
lebih lanjut (utilize the confusion)
Pada langkah ini, subjek / klien telah "siap"
menerima sugesti lebih lanjut untuk menghindari
kondisi ketidakpastian yang terjadi, semisal dengan
pemberian kalimat: "Bagus sekali, dan saat ini
masukilah kondisi trans (trance) secara dalam dan
lebih dalam lagi..."
Contoh kasus; Salah seorang menjelaskan bahwa,
bila sebelumnya pernah mengikuti pelatihan
hypnosis, namun beliau dapat di-hypnosis oleh
trainer serta perserta yang lainnya. Ini sangat
menarik, kemudian orang tersebut saya minta
untuk menjelaskan lebih lanjut apa yang
dimaksudnya dengan “tidak bisa di-hypnosis”,
kemudian dia menuturkan bahwa dirinya adalah
orang yang kritis, sehingga sulit untuk di-hypnosis.
Berikut ini adalah bentuk percakapan saya dengan
beliau,

https://neurolism.web.id
Saya ini orangnya sangat kritis mas, semua
informasi yang masuk dalam diri saya selalu
saya pikirkan baik-baik.
Oh, jadi bapak orang yang sangat kritis dan
selalu memikirkan apa saja yang masuk
dalam diri bapak ya? Kalau saya bertanya, 4
dikali 4 berapa pak? Dan itu selalu 16 ya pak?
Lalu apa alasan 4 dikali 4 itu 16? Siapa yang
benar dan siapa yang salah dalam hal ini? Itu
kan sudah biasa terjadi ya pak? Yang belum
atau tidak biasa terjadi yang seperti apa ya
pak? (saya memulai melakukan “confusing”
dan memberikan “overloading message”)
Gimana mas maksudnya?
Ya itu tadi pak, alasannya siapa yang harus
bertanggung jawab dalam hal tersebut?
Kog jadi bingung ya mas?
Apa yang dibingungkan pak?
Ya pertanyaannya tadi mas.
https://neurolism.web.id
Lalu yang tidak dibingungkan yang mana
pak? Soalnya kalo orang bingung itu kan gak
enak ya pak? Karena orang normal kan selalu
memilih yang enak-enak, dan yang
bingungbingung gitu gak enak ya pak?
Iya mas (subyek sudah mulai TDS – Trans
Derivational Search)
Yang gak dibingungkan sekarang apa pak?
Apa malah jadi pusing mikir pak? Gak enak
ya jadinya kalau lagi pusing itu mikir?
Iya mas
Ya lumrah lah pak, namanya juga manusia
yang bingung itu gak enak, dan semua orang
juga sudah tahu ini, jadi karena banyak yang
sudah sepakat pusing karena gak bingung
atau bingung tapi gak pusing itu yang gak
enak, enaknya pikiran dilepaskan saja ya pak
biar bisa tenang dan relaks, ya kan?
Iya mas
https://neurolism.web.id
Dan kalau orang mau relaks atau mau
merasa nyaman kan bisa dimulai dengan
banyak cara ya pak? Ada lo sebagian orang
yang mau relaks itu menutup mata dan ada
juga orang yang mau relaks itu tidak
membuka mata. Kalau bapak lebih suka tidak
membuka mata atau tutup mata bapak,
sekarang? (Double Bind + Embedded
Cammand) Ya untuk bisa menikmati kondisi
yang tenang ini?
Lebih enak tutup mata mas (bicaranya sudah
berubah menjadi lambat dan sedikit terbata-
bata)
Ya pak, silahkan saja. Anda boleh menutup
mata Anda dan menjaganya agar tetap
tertutup sambil tetap menikmati sensasi
nyaman dan tenang karena Anda melepaskan
beban pikiran Anda, sekarang...
Dan seterusnya....

https://neurolism.web.id
Bila Anda amati sekali lagi, saya banyak
menggunakan pola pertanyaan dan pernyataan
yang dapat membuat subyek menjadi bingung.
Beberapa pola yang saya pakai yaitu :

1. Kalimat yang rumit dan berbelit-belit.


2. Ilusi pilihan atau double bind. Tentunya
sangat ambigu/bermakna ganda.
3. Pattern Interupt (pemutusan pola) Sangat
sederhana kan?
Dan yang perlu Anda lakukan adalah berlatih secara
terus-menerus. Tentunya untuk di awal percobaan,
Anda siapkan terlebih dahulu pola kalimat
pertanyaan ataupun pernyataan yang akan Anda
sampaikan pada subyek.
Tehnik ini erat kaitannya dengan “seni”, dan karena
seni berhubungan dengan keindahan, semakin
banyak dan sering Anda berlatih tentang hal ini,
keindahan, kehalusan dan penguasaan maka
semakin luar biasa pula pola bahasa Anda.
https://neurolism.web.id
Contoh yang disampaikan pada tulisan ini
hanyalah sebagai contoh, dan bukanlah hal yang
baku. Tentunya Anda sangat-sangat disarankan
untuk mengeksplorasi lebih jauh dalam
menggunakan hal ini.

https://neurolism.web.id
CATATAN
Berikut adalah istilah-istilah yang sering digunaka
dalam dunia Hipnosis.
Hipnosis
Penembusan area kritik pikiran sadar dan
diterimanya pemikiran tertentu

Klien/Subyek/Suyet/Pasien
Orang yang menerima induksi hipnosis

Hipnotis
Pengguna teknik hipnosis

https://neurolism.web.id
Hypnotherapy
Hipnotis yang digunakan untuk tujuan terapi.

Trance
Kondisi pikiran seseorang saat mengalami hipnosis

Pre talk
Percakapan pendahuluan sebelum memulai proses
hipnosis

Kontrak
Pernyataan klien yang setuju menjalani proses
hipnosis

Induksi
Teknik untuk membawa klien menuju trance
hipnosis

https://neurolism.web.id
Deepening
Proses untuk memerdalam trance hipnosis

REM
Kelopak mata bergetar cepat sebagai salah satu
tanda klien memasuki trance hipnosis.

Sugesti
Saran yang digunakan dalam trance hipnosis dengan
aturan tertentu

Abreaksi
Klien secara mental mengalami kembali kejadian
traumatis di masa lalu sampai memunculkan reaksi
tidak terkendali seperti menangis keras, menjerit
bahkan bisa diikuti dengan gerakan fisik.
https://neurolism.web.id
Post hipnosis
Sugesti yang dijalankan klien sesudah keluar dari
trance.

Regresi
Klien secara mental mengalami kembali
pengalaman hidupnya di masa lampau dalam
trance.

Apasia
Kehilangan keinginan untuk berbicara

Analgesia
Keadaan mampu merasakan segala sensasi secara
normal kecuali rasa sakit.

https://neurolism.web.id
Anestesia
Ketidakmampuan merasakan sensasi apapun atau
sering di sebut mati rasa.

Amnesia
Ketidakmampuan mengingat suatu kejadian atau
informasi.

Sugestivitas test
Suatu rangkaian test sederhana untuk menguji
kepekaan dalam menerima sugesti.

Rapid Induction
Induksi yang cepat membawa klien menuju trance,
umumnya digunakan dalam stage hypnosis.

https://neurolism.web.id
Shock Induction
Termasuk rapid induction, namun lebih
menonjolkan kejutan tiba-tiba untuk klien.

Beta
Gelombang otak saat manusia dalam kesadaran
penuh.

Alpha
Gelombang otak saat awal memasuki pikiran bawah
sadar, kritik menurun dan sugestif.

Theta
Gelombang bawah sadar yang sangat dalam, kritik
nonaktif dan sangat sugestif.

https://neurolism.web.id
Delta
Gelombang otak saat manusia tidur nyenyak, tanpa
mimpi dan tidak sugestif.

Trance Level Test


Serangkaian pengamatan terhadap ciri-ciri khusus
pada klien untuk mengetahui tingkat keberadaan
gelombang otak klien.

Terminasi
Mengakhiri proses hipnotis dan mengembalikan
kesadaran klien.

Somnambulisme
Keadaan saat seseorang mampu mempertahankan
kondisi trance hipnotis dalam keadaan mata
terbuka (berada pada gelombang theta yang sangat
dalam).

https://neurolism.web.id
Somnambulis
Orang yang mengalami somnambulisme.

Halusinasi Negatif
Klien memandang suatu benda menjadi wujud lain
atau bahkan menjadi tak terlihat, sesuai sugesti
yang diberikan sebelumnya.

Halusinasi Positif
Klien memandang suatu benda atau keadaan yang
sebenarnya tidak ada, sesuai sugesti yang diberikan
sebelumnya.

Conscious Mind
Pikiran sadar.

https://neurolism.web.id
Sub-conscious mind
Pikiran bawah sadar.

Ciri-ciri fisik menjelang trance, diantaranya :

• Pupil mengecil.
• Pandangan kosong.
• Otot wajah mengendur.
• Suhu telapak tangan berubah.
• Kedipan mata melemah.
• Pernafasan ringan/melambat.
• Kelembaman tubuh (Seperti malas bergerak).
• Katalepsi mata.
• Mata berkedip seperti orang gelisah.
• Dan lain sebagainya

https://neurolism.web.id
KEYWORD
Hipnosis adalah seni. Anda bisa saja menghapal
banyak script atau teori. Itu memang berguna.
Namun kunci keberhasilan tidak disana. Tapi lebih
kepada diri anda sendiri.
~ KONDISI EMOSI DAN MENTAL ~

Penyebab kegagalan terbesar


saat menghipnotis

https://neurolism.web.id
Berikut ini adalah 3 kesalahan terbesar yang
mungkin anda lakukan sehingga proses hipnotis
tidak sesuai dengan yang anda inginkan.

• Subjek tidak mengerti yang dimaksud kondisi


hipnotis
• Subjek merasa terancam dengan sugesti yang
anda berikan
• Subjek tidak faham dengan sugesti yang anda
katakan
Solusinya terdapat pada pre induksi.
Pre induksi idealnya bukan hanya sekedar
membangun rapport/kepercayaan subjek tapi juga
memberikan penjelasan yang detail mengenai
kondisi hipnotis. Sehingga subjek dapat trance
dengan cepat, hal ini disebut dengan istilah training
hypnotic. Pada fase test sugestibilitas, sebenarnya
secara tidak langsung seorang praktisi hipnosis
telah memberikan semacam training hypnotic. Tapi,
kemudian pada beberapa subjek lain yang dianggap
https://neurolism.web.id
“gagal” melakukan test sugestibilitas, penghipnotis
buru-buru mengklaim bahwa subjek tidak bisa di
hipnotis dan atau memiliki sugestibilitas yang
rendah. Padahal seringkali kondisi ini disebabkan
oleh ketidak tahuan subjek terhadap maksud dari
test sugestibilitas.
Coba anda perhatikan lagi proses test sugestibilitas
yang sering anda lakukan, contoh sugesti arm
catalepsy dengan script “bla..bla…bla…semakin
anda berusaha membengkokkan lengan anda maka
lengan anda semakin kaku” bukankah itu adalah
sugesti? Dan sugesti yang diucapkan tanpa ada
sentuhan metaphor tentu sangat tidak efektif
karena bisa jadi alam bawah sadar subjek tidak
mengerti apa yang dimaksud dengan “lengan
menjadi keras, lengan baja, dsb..” subjek mengira
lengannya akan mengeras dengan sendirinya tanpa
ada kekuatan lain dalam dirinya sendiri, padahal
seperti yang kita ketahui bersama bahwa semua

https://neurolism.web.id
bentuk hipnotis pada dasarnya adalah self hipnotis,
penghipnotis hanya berperan sebagai guide.
Dalam pre induksi, hal utama yang perlu dilakukan
adalah memastikan subjek untuk mengerti dulu
tentang kondisi hipnosis. Setelah subjek dirasa
mengerti, tentu langkah selanjutnya adalah
melakukan induksi dengan benar. Biasanya, setelah
induksi langkah berikutnya adalah deepening. Nah
kemudian “sugesti” disinilah letak kesalahan kedua,
sugesti yang diberikan tidak dimengerti dan
menimbulkan ketakutan pada alam bawah sadar
subjek. Sehingga, ia berusaha menghindarinya dan
atau melawan.
Contoh kesalahan script yang menimbulkan
ketakutan dan perlawanan “bla..bla..bla…mulai
sekarang anda tidak bisa lagi berkata-kata.
Sekarang anda bisu..bla…bla…bla..” dengan script
demikian tentu muncul ketakutan subjek
benarbenar bisu selamanya. Sehingga alam bawah
sadarnya melawan. Selain itu, subjek juga
https://neurolism.web.id
menganggap penghipnotis sedang menyerang dia
dengan pengaruh ke-bisu-an. Dalam hal ini, subjek
akan merasa perlu melawan untuk membuktikan
bahwa dia lebih kuat dari penghipnotis.
Coba bandingkan dengan script yang dibumbui
teknik methapore berikut ini : “Sekarang kekuatan
fikiran anda telah membuat mulut anda terkunci
rapat. Sehingga anda lebih nyaman dengan
mengunci mulut anda rapat-rapat, semakin anda
berusaha berkata-kata, maka kekuatan fikiran anda
semakin mengunci lebih rapat dan kuat lagi sama
seperti pintu yang terkunci”
Perhatikan kalimat “kekuatan fikiran anda”
Perlukah subjek melawan fikirannya sendiri???
Perhatikan juga kalimat “sama seperti pintu yang
terkunci” dan kalimat “anda lebih nyaman dengan
mengunci mulut anda rapat-rapat dst…” adakah
kalimat negative disana??? Pada akhirnya subjek
akan terlihat kebingungan karena mulutnya
benarbenar terkunci rapat. Lakukan induksi lagi
https://neurolism.web.id
secara berulang-ulang hingga sampai pada kondisi
trance paling dalam atau somnambulism trance.
Jika subjek telah sampai pada level somnambulism
trance, anda tidak perlu khawatir lagi dengan
kesalahan dalam menyusun script karena alam
bawah sadar subjek telah menjadi lebih peka dan
lebih cerdas dari sebelumnya.

Kunci keberhasilan!
Sebenarnya, ini bukan hanya tentang hipnosis.
Tetapi berlaku pada banyak bidang keilmuan

https://neurolism.web.id
lainnya. Tentang penyab dan faktor yang
menyebakan sebuah tehnik tidak berhasil.
Penyebab kegagalan, bukan tentang tidak
memahami tehnik, bukan pula soal tidak mengerti
tentang teorinya. Banyak pelatihan lupa tentang hal
utama yang harus dicapai, yaitu tentang sebuah
kondisi.
Tehnik dan teori sebenarnya bertebaran begitu
banyak diluar sana. Anda tinggal searching di
google. Saya kira, tidak ada kurang2 nya. Namun,
tehnik dan teori tersebut tidak akan berlaku sama
pada setiap manusia. Ini sangat tergantung dengan
kondisi emosi dan mentalnya.
Dan ini menjadi materi utama dalam kelas
Neurolism.
Apa yang membuat ketika dukun baca mantera/
surat Alfateha bisa menyembuhkan, sementara
yang lain saat membaca mantera/ surat Alfateha,
qo tidak berlaku sama. Jawabannya, sama! Ini
https://neurolism.web.id
tentang kondisi. Kondisi emosi dan mental yang
akan mempengaruhi target/client.
Musik dan lagunya boleh sama; tapi akan berbeda
ketika di nyanyikan oleh artis yang berbeda.
Ada sebuah kondisi! Kondisi ini akan mempengaruhi
intonasi nada bicara anda. Kondisi ini akan
mempengaruhi sorot mata anda. Kondisi ini akan
mempengaruhi sikap, bahkan aroma tubuh anda.
Kondisi emosi dan mental! Kondisi bathin! Rasa
percaya diri.
Saat anda percaya diri, sikap, intonasi nada bicara,
raut wajah, dan lainnya akan terasa sangat jelas
pada diri client/target. Dan, tidak hanya secara
visual, kondisi emosi dan mental anda juga akan
terbaca melalui intuisi client/target.

https://neurolism.web.id
NEUROLISM
Quote
Tidak ada syarat mutlak untuk sebuah pencapaian.
Tidak pula ada jalan baku untuk tiba di sana. Kamu
bisa melaluinya dengan berbagai cara, bahkan dari
jalan salah sekalipun. Pencapaian itu adalah sebuah
kondisi. Terbentuk melalui pemahaman dari
perjalanan hidup. Bersemayam dalam bathin.
Bahasa saya; Kondisi emosi dan mental.
Namun, selama ini lingkungan tidak mengajarkan
begitu. Sehingga kamu terlalu sering berasumsi
dengan serangkaian syarat yg kamu bentuk sendiri.
Buah dari produk pikiran mu sendiri. Masalah yg
sering terjadi, setelah kamu bentuk syarat” itu,
kamu malah tidak mampu memenuhi nya.
Ya, kamu dibentuk oleh lingkungan! Dipengaruhi
dari apa yang di baca, lihat, dengar, rasa, pelajari
sepanjang hidup. Dan masalahnya, tidak semua

https://neurolism.web.id
yang kamu konsumsi itu sehat untuk kehidupan mu.
Walaupun seolah benar semua.

Salam

https://neurolism.web.id