Anda di halaman 1dari 33

MAKALAH

AUDIT SIKLUS PENDAPATAN (REVENUE CYCLE)

Makalah ini dibuat untuk memenuhi salah satu Penulis mata kuliah Audit Sistem
Informasi

Disusun oleh:

Dicky Maulana Nurpratama 1402164055

Ghamal Irwana Suteja 1402160225

M. Evan Pahlevi 1402163075

PROGAM STUDI S1 AKUNTANSI

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

TELKOM UNIVERSITY

2019

1
KATA PENGANTAR

Puji Tuhan, terima kasih Penulis ucapkan atas bantuan Tuhan yang telah
mempermudah dalam pembuatan tugas ini, hingga akhirnya terselesaikan tepat
waktu. Tanpa bantuan dari Tuhan, Penulis bukanlah siapa-siapa. Ucapan terima
kasih peada Bapak Sugih Sutrisno Putra selaku dosen pengampu mata kuliah audit
sistem informasi. Selain itu, Penulis juga ingin mengucapkan terima kasih kepada
orang tua, keluarga, serta pasangan yang sudah mendukung hingga titik terakhir ini.

Dalam hal ini, Penulis ingin membahas mengenai siklus pendapatan audit
sistem informasi yang berkenaan dengan aktivitas teknologi dan perkembangan
sistem informasi. Setiap hari, perusahan pasti menjalankan kegiatan operasional
salah satunya menjual produk. Kegiatan ini akan dimuat dan dikomentasikan
kedalam sistem informasi yang harus transparan dan telah diaudit. Maka dari itu
Penulis membuat tugas makalah ini sebagai bentuk pola pikir terhadap audit siklus
pendapatan.

Penulis menyadari jika mungkin ada sesuatu yang salah dalam penulisan, seperti
menyampaikan informasi berbeda sehingga tidak sama dengan pengetahuan
pembaca lain. Penulis mohon maaf yang sebesar-besarnya jika ada kalimat atau
kata-kata yang salah. Tidak ada manusia yang sempurna kecuali Tuhan.

Demikian Penulis ucapkan terima kasih atas waktu Anda telah membaca hasil karya
ilmiah Penulis.

Bandung, 28 Oktober 2019

Kelompok 9

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ............................................................................................. i


DAFTAR ISI ........................................................................................................... ii
DAFTAR GAMBAR ............................................................................................. iii
DAFTAR TABEL .................................................................................................. iv
BAB I PENDAHULUAN ...................................................................................... 1
1.1 Latar Belakang ......................................................................................... 1
1.2 Rumusan Masalah .................................................................................... 1
1.3 Tujuan ....................................................................................................... 2
1.4 Manfaat ..................................................................................................... 2
BAB II PEMBAHASAN ....................................................................................... 3
2.1 Kegiatan Dan Teknologi Siklus Pendapatan ............................................ 3
2.1.2 Batch Processing Using Sequential Files—Automated Procedures ....... 6
2.1.3 Batch Cash Receipts System with Direct Access Files .......................... 8
2.1.4 Real-Time Sales Order Entry and Cash Receipts ................................. 10
2.2 Pendapatan Tujuan Siklus Audit, Kontrol, Dan Uji Kontrol ...................... 12
2.3 Uji Substantif Revenue Cycle Accounts ..................................................... 22
BAB III STUDI KASUS ...................................................................................... 26
3.1 Kasus ........................................................................................................ 26
BAB IV KESIMPULAN...................................................................................... 27
DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................... 28

ii
DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Gambar Batch Processing with sequential Files.................................1

Gambar 2.2 Computer-Based Cash Receipts System.............................................9

Gambar 2.3 Real-time sales order intry and cash receipts....................................10

iii
DAFTAR TABEL

Tabel 2.1 Hubungan antara Pernyataan Manajemen dan Tujuan Audit Siklus
Pendapatan ............................................................................................................12

iv
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Sistem informasi akuntansi mempunyai arti yang penting bagi setiap


perusahaan guna menghasilkan informasi yang akurat. Informasi yang akurat
membantu manager dalam pengambilan keputusan bisnis secara tepat. Salah
satu kegiatan perusahaan yang membutuhkan sistem informasi akuntansi yang
bagus adalah aktivitas penjualan, apalagi untuk perusahaan yang mempunyai
banyak sumber pendapatan. Sistem informasi akuntansi didefinisikan sebagai
susunan berbagai dokumen, alat komunikasi, tenaga pelaksana, dan berbagai
laporan yang didesain untuk menginformasikan data keuangan menjadi
informasi keuangan.

Siklus pendapatan (Revenue Cycle) merupakan rangkaian aktivitas bisnis


dan kegiatan pemrosesan informasi terkait yang terus berulang dengan
menyediakan barang dan jasa ke para pelanggan dan menagih kas sebagai
pembayaran dari penjualan - penjualan tersebut. Dalam siklus pendapatan
terdapat aktivitas penjualan dan penerimaan kas, juga akan melibatkan
aktivitas pencatatan penjualan, pencatatan penerimaan kas, dokumentasi
faktur, aktivitas pengiriman, dan aktivitas penagihan. Setiap aktivitas tersebut
akan melibatkan orang-orang yang telah ditunjuk oleh perusahaan untuk
menangani setiap fungsi, sehingga setiap aktivitas memiliki orang yang
mempertanggung jawabkannya.

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan sebelumnya, maka


dapat dirumuskan masalah yang ada yaitu sebagai berikut:

1. Bagaimana Kegiatan Dan Teknologi Siklus Pendapatan?


2. Apa yang dimaksud dengan Pendapatan Tujuan Siklus Audit, Kontrol,
Dan Uji Kontrol?

1
3. Bagaimana Pengujian Substantif Revenue Cycle Accounts?

1.3 Tujuan

Tujuan dari pembuatan makalah ini dengan tema Audit Siklus pendapatan
adalah untuk mengetahui perolehan bukti kompeten yang mencukupi tentang
setiap asersi laporan keuangan yang signifikan menyangkut saldo dan transaksi
siklus pendapatan. Asersi tersebut menunjukkan derajat asersi manajemen
terhadap informasi keuangan yang secara eksplisit dinyatakan dalam laporan
keuangan, memperoleh bukti yang sah dengan berbagai jurnal transaksi
penjualan yang didukung dengan sistem informasi yang baik.

1.4 Manfaat

Manfaat dari pembuatan makalah ini dengan tema Audit Siklus Pendapatan
adalah :

1. Memahami tujuan audit terkait dengan siklus pendapatan.


2. Mengenal isu-isu kontrol siklus pendapatan yang terkait dengan teknologi
alternatif.
3. Mengenali hubungan antara tujuan, kontrol, dan tes audit siklus pendapatan.
4. Memahami sifat pengujian substantif dalam mencapai tujuan audit siklus
pendapatan.
5. Mengenal fitur dan fungsi umum ACL yang digunakan untuk melakukan
pengujian substantif.

2
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Kegiatan Dan Teknologi Siklus Pendapatan

Teknologi informasi alternatif yang digunakan untuk mendukung pendapatan


aktivitas siklus.
Pertama : sistem order penjualan yang menggunakan batch processing dan
menggunakan file berurutan untuk menyimpan catatan akuntansi.
Kedua, fitur operasional dari sistem penerimaan kas yang dipekerjakan batch
processing dan menggunakan file akses langsung. Konfigurasi ini ditemukan di
kedua modern sistem dan sistem warisan. Pendekatan file akses langsung
menawarkan kelebihan operasional dibanding pemrosesan file sekuensial dan
memungkinkan pembagian data terbatas.

2.1.1 Batch Processing Using Sequential Files – Manual Procedures

Gambar 2.1 Gambar Batch Processing with sequential Files

3
Dalam sistem dasar ini, pengambilan pesanan, pengecekan kredit, pergudangan,
dan pengiriman dilakukan secara manual. Program komputer memproses catatan
akuntansi. Berikut adalah uraian utama dari fitur sistem ini :

Memperoleh dan Mencatat Pesanan Pelanggan

Proses penjualan dimulai di bagian penjualan dengan diterimanya pesanan


pelanggan yang menunjukkan jenis dan jumlah barang dagangan yang diminta.
Pada titik ini, pesanan pelanggan tidak dalam format standar dan mungkin bukan
dokumen fisik.

Tujuan utama aktivitas ini adalah untuk memastikan data yang relevan
tentang transaksi ditranskripsikan ke dalam format standar yang dapat diproses oleh
sistem penjual. Dokumen yang disiapkan dalam prosedur ini adalah pesanan
penjualan.

Pesanan penjualan menangkap informasi penting seperti nama dan alamat


pelanggan; nomor rekening nasabah; nama, nomor, dan deskripsi barang yang
terjual; jumlah dan harga satuan dari setiap barang yang terjual; dan informasi
keuangan lainnya seperti pajak, diskon, dan biaya pengiriman. Dalam sistem
manual, banyak salinan pesanan penjualan dihasilkan untuk melayani tujuan yang
berbeda. Jumlah salinan yang dibuat akan bervariasi dari satu sistem ke sistem
lainnya, tergantung pada operasi yang akan didukung. Seperti salinan pesanan
penjualan untuk otorisasi kredit, slip pengepakan, dokumen pelepasan persediaan,
dan pemberitahuan pengiriman. Pengiriman faktur dan buku besar pelanggan
dilakukan oleh sistem komputer. Dalam sistem yang sebenarnya, berbagai salinan
pesanan penjualan akan diberi nomor atau kode warna untuk menandakan tujuan
dan distribusinya. Salinan yang digunakan untuk lebih dari satu tujuan, dan
mengarah ke beberapa lokasi, terkadang ada informasi routing yang tercetak di
sana.

Setelah menyiapkan order penjualan, pePenulis penjualan memasukan satu


salinannya ke dalam file pesanan pelanggan untuk referensi di kemudian hari.
Penyampaian produk ke pelanggan mungkin memakan waktu berhari-hari atau

4
bahkan berminggu-minggu. Pelanggan sering menghubungi pemasok untuk
memeriksa status pesanan mereka. Untuk memudahkan permintaan pelanggan, file
pesanan terbuka sering disusun menurut abjad berdasarkan nama pelanggan.

Persetujuan Kredit

Langkah selanjutnya dalam siklus pendapatan adalah otorisasi transaksi,


yang melibatkan verifikasi kelayakan kredit pelanggan. Keadaan penjualan akan
menentukan sifat pemeriksaan kredit. Salinan otorisasi kredit dari pesanan
penjualan dikirim ke departemen kredit untuk mendapatkan persetujuan.
Persetujuan yang dikembalikan memicu pelepasan salinan pesanan penjualan
lainnya secara bersamaan ke berbagai departemen. Salinan kredit diajukan ke dalam
file pesanan pelanggan sampai transaksi selesai.

Memproses pengiriman pesanan

Bagian penjualan mengirimkan salinan stok penjualandari pesanan


penjualan ke gudang. Dokumen ini mengidentifikasi item inventaris yang harus
ditempatkan dan diambil dari rak gudang dan memberikan otorisasi resmi bagi
pePenulis gudang untuk melepaskan hak asuh atas aset yang ditentukan. Setelah
memilih stok, pePenulis tersebut menginisiasi salinan pelepasan stok untuk
menunjukkan bahwa pesanan tersebut lengkap dan akurat. Satu salinan pelepasan
stok dikirimkan dengan barang ke departemen pengiriman, dan yang lainnya
diajukan di gudang untuk memberikan catatan transaksi.PePenulis kemudian
menyesuaikan catatan persediaan/stok untuk mencerminkan pengurangan
persediaan. Catatan persediaan bukan catatan akuntansi formal untuk aset ini.

Sebelum datang barang dan salinan pelepasan persediaan, departemen


pengiriman menerima slip pengepakan dan salinan pemberitahuan pengiriman dari
departemen penjualan. Slip pengepakan bergerak dengan barang ke pelanggan
untuk menggambarkan isi pesanan. Pemberitahuan pengiriman memberitahukan
departemen penagihan bahwa pesanan pelanggan telah terisi dan dikirim. Dokumen
ini berisi fakta-fakta penting seperti tanggal pengiriman, barang dan jumlah yang
dikirim, biaya pembawa, dan ongkos kirim.

5
Setelah menerima barang dari gudang, pePenulis pengiriman merekonsiliasi
barang-barang fisik dengan dokumen pelepasan persediaan, slip pengepakan, dan
pemberitahuan pengiriman untuk memverifikasi kebenaran pesanan. Kontrol ini
penting karena merupakan kesempatan terakhir untuk mendeteksi kesalahan
sebelum pengiriman. PePenulis pengiriman mengemas barangnya, menempelkan
slip pengepakan ke wadah, melengkapi pemberitahuan pengiriman, dan
menyiapkan bill of lading. PePenulis pengiriman mengalihkan hak asuh barang, slip
pengepakan, dan dua salinan bill of lading ke kurir, kemudian melakukan Penulis
berikut:

1. Catat kiriman di log pengiriman.


2. Mengirimkan dokumen pelepasan persediaan dan pemberitahuan pengiriman
ke departemen penagihan sebagai bukti pengiriman
3. File satu salinan masing-masing bill of lading dan dokumen pengiriman.

2.1.2 Batch Processing Using Sequential Files—Automated Procedures

Entri Data

Prosesnya dimulai dengan kedatangan batch pemberitahuan pengiriman


dari departemen pengiriman. PePenulis pengolahan data (DP) mengubah
pemberitahuan pengiriman ke media magnetik untuk menghasilkan file transaksi
pesanan penjualan. File transaksi yang dihasilkan akan berisi banyak batch order
penjualan yang terpisah. Total kontrol batch dihitung untuk setiap batch pada file.

Edit Run

Secara berkala, sistem order penjualan batch dieksekusi.Program edit


adalah yang pertama dijalankan dalam proses batch. Program ini memvalidasi
transaksi dengan menguji setiap record untuk adanya kesalahan klerikal atau logis.
Kemudian, hal ini dikoreksi oleh orang yang berwenang dan dikirim kembali untuk
diproses dengan bisnis hari berikutnya. Program edit mengkalkulasi ulang jumlah
total kontrol batch untuk mencerminkan perubahan karena penghapusan catatan

6
kesalahan. File transaksi "bersih" kemudian diteruskan ke proses selanjutnya dalam
proses.

Sort Run

Untuk memproses sebuah file transaksi sekuensial, ia harus ditempatkan


dalam urutan yang sama seperti file induk yang sedang diupdate. Karena berkas
induk pertama yang diperbarui dalam sistem adalah piutang, jenisnya secara fisik
mengatur file transaksi pesanan penjualan secara berurutan dengan Nomor
Rekening, yang merupakan salah satu kunci sekundernya.

AR Update and Billing Run

Prosedur ini membuat file master AR-SUB baru yang menggabungkan


semua perubahan pada akun pelanggan yang terpengaruh oleh catatan transaksi.
File master AR-SUB asli tetap lengkap dan tidak berubah oleh prosesnya.
Pembuatan file induk baru dan terpisah adalah karakteristik pemrosesan file
sekuensial. Manfaat sampingan dari ini adalah pembuatan otomatis versi cadangan
dari file yang sedang diperbarui. Setiap catatan transaksi penjualan yang diproses
ditambahkan ke file jurnal penjualan. Di akhir perjalanan, ini diringkas dan sebuah
entri dibuat ke file voucher jurnal mencerminkan total penjualan dan kenaikan total
piutang.

Untuk menyebarkan Penulis penagihan secara merata sepanjang bulan,


beberapa perusahaan menggunakan siklus tagihan pelanggan mereka. Program
pembaruan mencari bidang tanggal penagihan di file induk AR-SUB agar
pelanggan tersebut ditagih pada hari itu setiap bulan dan menyiapkan laporan untuk
akun yang dipilih. Pernyataan tersebut kemudian dikirim ke pelanggan.

Sort and Inventory Update Runs

Program sortir mengurutkan file pesanan penjualan di nomor kunci


sekunder lainnya - Nomor Inventaris. Program pembaruan inventaris mengurangi
bidang Kuantitas ditangan pada catatan inventaris yang terpengaruh oleh Kuantitas
Terjual di setiap catatan pesanan penjualan. File master inventaris baru dibuat

7
dalam proses. Program ini membandingkan nilai bidang Kuantitas-on-Hand dan
Reorder Point untuk mengidentifikasi item inventaris yang perlu diisi ulang.
Informasi ini dikirim ke bagian pembelian. Akhirnya, voucher jurnal disiapkan
untuk mencerminkan harga pokok penjualan dan pengurangan persediaan

General Ledger Update Run

Di bawah pendekatan file berurutan, file master buku besar tidak diperbarui
pada setiap batch transaksi. Perusahaan yang menggunakan file sekuensial biasanya
menggunakan prosedur akhir hari yang terpisah untuk memperbarui akun buku
besar umum. Pada akhir hari, sistem buku besar mengakses file jurnal voucher. File
ini berisi voucher jurnal yang mencerminkan semua transaksi hari yang diproses
oleh organisasi. Voucher jurnal diurutkan berdasarkan nomor akun buku besar dan
diposkan ke buku besar dalam satu jangka dan sebuah buku besar umum dibuat.
Prosedur akhir hari akan menghasilkan sejumlah laporan manajemen. Ini termasuk
ringkasan penjualan, laporan status persediaan, daftar transaksi, daftar voucher
jurnal, dan laporan anggaran dan kinerja. Laporan manajemen mutu memainkan
peran kunci dalam membantu manajemen memantau operasi untuk memastikan
bahwa pengendalian telah dilakukan dan berfungsi dengan baik.

2.1.3 Batch Cash Receipts System with Direct Access Files

8
Gambar 2.2 Computer-Based Cash Receipts System

Prosedur penerimaan kas adalah sistem batch alami. Tidak seperti transaksi
penjualan, yang cenderung terjadi terus menerus sepanjang hari, penerimaan kas
adalah kejadian diskrit. Cek dan saran pengiriman uang tiba dari layanan pos dalam
batch. Demikian pula, setoran penerimaan kas di bank biasanya terjadi sebagai satu
acara pada akhir hari kerja.

Mailroom

Mailroom memisahkan cek dan remmitance advice dan menyiapkan daftar


pengiriman uang (remmitance). Cek dan salinan daftar pengiriman uang dikirim ke
bagian penerimaan kas. remmitance advice dan salinan daftar pengiriman uang
masuk ke departemen AR.

Departemen Penerimaan Kas

Pegawai penerimaan kas merekonsiliasi cek dan daftar remitansi dan


menyiapkan slip deposit. Melalui terminal, pePenulis membuat catatan jurnal
voucher dari total uang yang diterima. PePenulis mengirimkan daftar remitansi dan
satu salinan slip deposit. Di penghujung hari, pePenulis menyetor uang di bank.

9
Departemen Piutang Dagang

PePenulis AR menerima dan merekonsiliasi remitance advice dan daftar


remitansi. Melalui terminal, pePenulis membuat file transaksi penerimaan kas
berdasarkan remitance advice individual. PePenulis tersebut kemudian
mengirimkan remitance advice dan daftar remitansi.

Departemen Pemrosesan Data

Pada akhir hari, program batch merekonsiliasi voucher jurnal dengan file
transaksi penerimaan kas, dan memperbarui AR-SUB dan akun kontrol general
ledger (AR-Control and Cash). Proses ini menggunakan metode akses langsung
yang dijelaskan sebelumnya. Akhirnya, sistem menghasilkan daftar transaksi yang
pePenulis AR akan merekonsiliasi dengan daftar remitansi.

2.1.4 Real-Time Sales Order Entry and Cash Receipts

Gambar 2.3 Real-time sales order intry and cash receipts

Prosedur Entry Pesanan

10
Prosedur penjualan. Dalam proses real-time, pePenulis penjualan menerima
pesanan dari pelanggan dan memproses setiap transaksi secara terpisah seperti yang
diterima. Dengan menggunakan terminal komputer yang terhubung ke program edit
/ penyelidikan, pePenulis melakukan Penulis berikut dalam mode real-time:
pengiriman uang dan tanggal saat ini di bidang masing-masing kemudian menutup
rekor terbuka faktur yang sesuai.

Fitur Pengolahan Real-Time

Sistem ini adalah keberangkatan dari akuntansi tradisional. Sebuah fitur


utama dari tem sistematis adalah penggunaan database peristiwa. Catatan akuntansi
tradisional mungkin tidak ada per se. Misalnya, dalam contoh ini file faktur
penjualan menggantikan jurnal penjualan dan AR-SUB buku. Total penjualan
adalah jumlah semua faktur untuk periode tersebut. Menjumlahkan faktur penjualan
terbuka (yang tidak ditutup oleh penerimaan kas atau memo kredit) menyediakan
rekening informasi piutang. Secara teori, sistem seperti itu bahkan tidak
memerlukan buku eral gen- karena penjualan, retur penjualan, piutang-control, dan
harga pokok penjualan semua bisa berasal dari faktur dalam database peristiwa.
Sebagian besar organisasi, bagaimanapun, lebih memilih untuk mempertahankan
file buku besar terpisah untuk efisiensi dan sebagai cross check akurasi pengolahan

Point-of-Sale (POS) Sistem

Sistem siklus pendapatan yang telah kami kaji sejauh digunakan oleh
organisasi yang memberikan kredit kepada pelanggan mereka. Jelas, pendekatan ini
tidak berlaku untuk semua jenis perusahaan ness busi-. Sebagai contoh, toko
biasanya tidak berfungsi dengan cara ini; mereka bertukar barang secara langsung
uang tunai dalam transaksi yang disempurnakan pada titik penjualan.

Prosedur Harian

Pertama, pePenulis kasir memindai kode produk yang universal (UPC) label
pada barang-barang yang dibeli dengan scanner sinar laser. Scanner, yang
merupakan alat utama dari sistem POS, mungkin genggam atau dipasang di atas
meja kasir. Sistem POS terhubung secara online ke file persediaan dari mana ia

11
mengambil data harga produk dan menampilkan ini di terminal panitera. Kuantitas
persediaan di tangan berkurang secara real time untuk mencerminkan item yang
terjual. Sebagai item jatuh ke tingkat minimum, mereka automati- Cally mengatur
kembali.

Direkayasa ulang proses order penjualan dapat secara signifikan


mengurangi biaya operasional dan meningkatkan efisiensi. Empat keuntungan
membuat pendekatan ini pilihan yang menarik bagi banyak organisasi:

1. Real-time processing sangat memperpendek siklus kas perusahaan.


2. Real-time pengolahan dapat memberikan suatu perusahaan keunggulan
kompetitif di pasar.
3. prosedur manual cenderung menghasilkan kesalahan administrasi, seperti
nomor yang salah rekening, nomor persediaan tidak valid, dan harga-
kuantitas salah perhitungan ekstensi.

2.2 Pendapatan Tujuan Siklus Audit, Kontrol, Dan Uji Kontrol

Memperkenalkan konsep tujuan audit untuk transaksi dan saldo rekening yang
berasal dari pernyataan manajemen tentang laporan keuangan tations presen-.
Pernyataan yang keberadaan atau kejadian, kelengkapan, akurasi, hak dan

End of Day Prosedur

Pada akhir hari, pePenulis penerimaan kas menyiapkan slip setoran tiga bagian
untuk jumlah total uang yang diterima. Satu salinan diajukan dan dua lainnya
menemani uang tunai ke bank. Karena kas terlibat, penjaga bersenjata sering
digunakan untuk mengawal dana untuk repositori Bank. Akhirnya, sebuah program
batch meringkas penjualan dan penerimaan kas jurnal, mempersiapkan voucher
jurnal, dan posting ke rekening buku besar

Tabel 2.1 Hubungan antara PernyataanManajemen dan Tujuan Audit Siklus


Pendapatan

Keberadaan atau keterjadian Verifikasi bahwa saldo AR


menunjukkan jumlah yang benar-benar

12
dimiliki organisasi pada tanggal neraca.
Menentukan bahwa pendapatan dari
transaksi penjualan merupakan barang
yang dikirim dan jasa yang diberikan
selama periode laporan keuangan.
Kelengkapan Menetukan bahwa semua yang
berutang kepada organisasi pada
tanggal neraca telah direfleksikan
dalam AR.
Memverifikasi bahwa semua penjualan
dari barang yang dikirim, jasa yg
diberikan, dan semua retur dan
cadangan telah direfleksikan
dalamlaporan keuangan.
Akurasi Memverifikasi bahwa transaksi pada
siklus pendapatan telah dihitung
dengan akurat berdasarkan harga dan
kuantitas yang sesuai.
Memastikan bahwa perhitungan
matematis pada buku pembantu
piutang, file faktur penjualan, dan file
remittance sudah benar dan sesuai
dengan akun di buku besar.
Hak dan Kewajiban Menentukan bahwa organisasi
memiliki hak untuk mencatat piutang.
Penilaian dan pengalokasian Menentukan bahwa saldo piutang
dinyatakan pada nilai realisasi
bersihnya.
Menentukan bahwa alokasi untuk
kerugian piutang sudah tepat.

13
Penyajian dan pengungkapan Memverifikasi bahwa piutang dan
pendapatan yang dilaporkan
diklasifikasikan dan diungkapkan
dengan tepat.
.

Input Kontrol

Input kontrol dirancang untuk memastikan bahwa transaksi yang valid, akurat, dan
lengkap. Teknik kontrol sangat bervariasi antara batch dan real-time sistem.
Kontrol masukan ing tindak berhubungan dengan operasi siklus pendapatan.

Prosedur Otorisasi Kredit

Tujuan dari pemeriksaan kredit adalah untuk menetapkan kelayakan kredit


pelanggan. Hanya transaksi nasabah yang memenuhi standar kredit organisasi yang
sah dan harus diproses lebih lanjut. Dalam sistem batch dengan prosedur otorisasi
kredit manual, bagian kredit (atau manajer kredit) bertanggung jawab untuk
melaksanakan kebijakan kredit perusahaan. Dalam sistem POS, proses otorisasi
melibatkan memvalidasi Biaya kartu kredit dan menetapkan bahwa pelanggan
adalah pengguna yang valid dari kartu. Setelah menerima persetujuan online dari
perusahaan kartu kredit, pePenulis harus sesuai tanda tangan nasabah pada voucher
penjualan dengan satu di kartu kredit.

Pengujian Prosedur Kredit

Kegagalan untuk menerapkan kebijakan kredit dengan benar dan konsisten


memiliki implikasi untuk kecukupan penyisihan organisasi untuk piutang tak
tertagih. Tes berikut memberikan bukti yang berkaitan dengan tujuan audit valuasi
/ alokasi dan, pada tingkat lebih rendah, tujuan akurasi.

Auditor perlu, oleh karena itu, untuk menentukan bahwa prosedur yang efektif
ada untuk menetapkan batas kredit pelanggan yang tepat; mengkomunikasikan
informasi ini secara memadai kepada para pembuat keputusan kebijakan kredit;
meninjau kebijakan kredit secara berkala dan merevisinya yang diperlukan; dan
memantau kepatuhan terhadap kebijakan kredit saat ini.

14
Auditor dapat memverifikasi kebenaran aturan-aturan keputusan diprogram
dengan menggunakan salah data tes atau fasilitas uji terintegrasi (ITF) pendekatan
untuk langsung menguji fungsi mereka. Pengujian ini mudah dicapai dengan
menciptakan beberapa rekening nasabah boneka dengan berbagai jalur kredit dan
kemudian memproses transaksi tes yang akan melebihi beberapa batas kredit.
Auditor kemudian dapat menganalisis transaksi ditolak untuk menentukan apakah
aplikasi komputer dengan benar menerapkan kebijakan kredit.

Integritas data referensi merupakan elemen penting dalam pengujian kebijakan


kontrol kredit. Sebuah aplikasi komputer dengan benar berfungsi tidak dapat
berhasil menerapkan kebijakan kredit jika batas kredit pelanggan yang terlalu tinggi
atau dapat diubah oleh personel yang tidak sah. Auditor perlu memverifikasi bahwa
otoritas untuk membuat line-of-kredit perubahan terbatas pada wewenang personil
bagian kredit. Melakukan tes substantif untuk mengidentifikasi pelanggan dengan
batas kredit yang berlebihan dapat melakukan hal ini. Pengujian substantif tradisi
yang tionally mengikuti tes kontrol karena hasil tes kontrol yang digunakan untuk
menentukan sifat, saat, dan lingkup pengujian substantif. Dalam kasus ini,
bagaimanapun,pengujian substantif mungkin cara yang paling efisien untuk
memverifikasi apakah kebijakan kredit yang benar diterapkan.

Validasi Data Kontrol

Kontrol validasi input dimaksudkan untuk mendeteksi kesalahan transkripsi data


transaksi sebelum mereka diproses. Karena kesalahan terdeteksi dini cenderung
untuk menyusup ke catatan akuntansi, prosedur validasi yang paling efektif ketika
mereka tampil sebagai dekat dengan sumber transaksi mungkin. Dalam sistem
batch digambarkan dalam Gambar 9.1, validasi data terjadi hanya setelah barang
telah dikirim. Luas error log, koreksi kesalahan, dan prosedur resubmission
transaksi ciri tems sistematis tersebut. Sebaliknya, tes validitas dilakukan secara
real time dan sistem POS dapat menangani sebagian besar kesalahan yang terjadi.
Pendekatan ini juga meminimalkan entri data manusia dan duces demikian re-
risiko kesalahan entri data. Sebagai contoh, ketika pePenulis memasuki nomor
rekening pelanggan, sistem secara otomatis mengambil atau nama dan alamat.

15
Ketika pePenulis memasuki nomor produk dan kuantitas dijual, sistem entri data
secara otomatis mengambil deskripsi produk dan harga, dan kemudian menghitung
mantan harga cenderung ditambah pajak dan biaya pengiriman.

Pengujian Validasi Kontrol

Kesalahan entri data yang lolos mengedit program terdeteksi dapat menyebabkan
account mencatat jumlah piutang dan pendapatan untuk salah saji material.
Prosedur audit yang dijelaskan di sini memberikan bukti tentang pernyataan
akurasi.

Isu Audit sentral adalah apakah program validasi dalam sistem editing data
berfungsi dengan benar dan terus berfungsi sebagaimana dimaksud sepanjang
masa. Menguji logika program validasi, bagaimanapun, merupakan dertaking un
signifikan. Auditor dapat memutuskan untuk bergantung pada kualitas kontrol lain
untuk memberikan jaminan yang diperlukan untuk mengurangi pengujian
substantif. Sebagai contoh, setelah meninjau pengembangan sistem dan
pemeliharaan kontrol, auditor dapat menentukan bahwa kontrol atas desain
program asli dan pengujian dan perubahan berikutnya untuk program yang efektif.
Bukti ini memungkinkan auditor untuk menilai risiko kesalahan program materi
pada tingkat yang rendah dan dengan demikian mengurangi pengujian substantif
terkait dengan tujuan audit akurasi.

Jika kontrol atas pengembangan dan pemeliharaan sistem yang lemah,


bagaimanapun, auditor dapat memutuskan bahwa pengujian kontrol editing data
akan lebih efisien daripada melakukan pengujian substantif luas detail. Dalam kasus
seperti itu, ITF atau pendekatan data uji akan memungkinkan auditor untuk
melakukan tes eksplisit logika. Jenis pengujian akan membutuhkan auditor untuk
mendapatkan keakraban dengan semua prosedur validasi di tempat. Auditor akan
perlu untuk membuat seperangkat transaksi tes yang mencakup nilai-nilai data yang
valid dan keliru yang jatuh dalam dan di luar parameter uji. Sebuah analisis dari
hasil tes akan menunjukkan auditor yang jenis kesalahan, jika ada, dapat lulus tidak
terdeteksi oleh validasi gram pro. Bukti ini akan membantu auditor menentukan
sifat, saat, dan lingkup pengujian substantif berikutnya.

16
Selain pengujian langsung logika program, auditor dapat mencapai beberapa
derajat jaminan dengan meninjau daftar kesalahan dan error log. Dokumen-
dokumen ini memberikan bukti efektivitas proses entri data, jenis dan volume
kesalahan ditemui, dan cara di mana kesalahan yang dikoreksi dan masuk kembali
ke dalam sistem. Daftar kesalahan dan log tidak, bagaimanapun, memberikan bukti
kesalahan terdeteksi. Analisis kondisi kesalahan tidak hadir dalam daftar dapat
digunakan untuk memandu auditor dalam merancang pengujian substantif untuk
melakukan. Sebagai contoh, asumsikan bahwa kesalahan daftar file faktur
penjualan tidak mengandung kesalahan batas harga. Di satu sisi, situasi ini mungkin
hanya berarti bahwa penjualan personil ketat mematuhi pedoman harga. Di sisi lain,
hal ini dapat berarti bahwa program validasi tidak menguji untuk jenis kesalahan.
Untuk menentukan apakah perbedaan harga bahan ada di file penjualan faktur,
auditor dapat melakukan pengujian substantif yang membandingkan harga aktual
dibebankan dengan harga eceran yang disarankan.

Kontrol Batch

Kontrol Batch digunakan untuk mengelola volume tinggi dari data transaksi melalui
sistem. Tujuan dari kontrol batch untuk mendamaikan output yang dihasilkan oleh
sistem dengan input awalnya dimasukkan ke dalam sistem. Sementara dimulai pada
tahap input data, kontrol batch yang terus melalui semua tahapan pengolahan data.
Misalnya, dalam siklus pendapatan faktur penjualan orang berkumpul dan
memasuki sistem di entri data. Setelah setiap tahap pengolahan selanjutnya dalam
sistem, batch ditinjau untuk kelengkapan. Sebuah elemen penting dari kontrol batch
batch pengiriman lembar, yang menangkap informasi vant rele tentang batch,
seperti berikut:

 Sebuah nomor batch yang unik


 Tanggal batch yang
 Sebuah kode transaksi (menunjukkan jenis transaksi, seperti pesanan
penjualan atau uang tunai)
 Penerimaan jumlah record dalam batch (count record)
 Nilai total dolar dari bidang keuangan (batch total kontrol)

17
 Total bidang non keuangan yang unik (hash keseluruhan)
Kontrol pengujian Batch. Kegagalan kontrol batch untuk berfungsi dengan baik
dapat menghasilkan catatan yang hilang atau diproses beberapa kali. Pengujian
pengendalian batch yang memberikan ditor au- dengan bukti yang berkaitan dengan
asersi manajemen kelengkapan dan akurasi. Pengujian kontrol batch yang
melibatkan meninjau catatan pengiriman dari batch diproses sepanjang masa dan
mendamaikan mereka untuk log kontrol batch. Auditor perlu untuk menyelidiki
out-of-keseimbangan kondisi untuk menentukan penyebabnya.

Auditor harus dapat memperoleh jawaban atas pertanyaan-pertanyaan ini


dengan meninjau dan mendamaikan daftar transaksi, error log, dan log catatan
dikirim ulang. Mengumpulkan bukti seperti itu, bagaimanapun, dapat melibatkan
pemindaian ribuan transaksi. Dalam sistem modern, kontrol bets log disimpan
secara online di file teks yang dapat dibaca oleh program pengolahan dan
spreadsheet kata. Perangkat lunak audit modern seperti ACL capa- ble mencari file
log untuk out-of-keseimbangan kondisi.

Total kontrol batch, seperti yang pada lembar bets pengiriman, juga merupakan
alat yang berharga dalam melakukan audit IT dan audit penipuan. Sebagai contoh,
itu adalah khas di IT audit untuk down- memuat salinan database atau set file data
dari real-time, sistem online untuk crocomputer Mi- untuk analisis dan pemeriksaan
prosedur oleh auditor. Salah satu teknik untuk menjamin bahwa data yang
didownload adalah data yang sama seperti yang sedang dianalisis dan diuji adalah
untuk melakukan kontrol batch pada sistem hidup, yang kemudian akan digunakan
sebagai total kontrol untuk data dimuat pada sistem yang terpisah. Dengan
demikian, seluruh proses audit, auditor dapat yakin bahwa data yang sama (yaitu,
mereka memiliki integritas) dengan memeriksa jumlah data uji terhadap total
kontrol diperoleh dari sistem hidup. Cess pro ini sangat bermanfaat untuk auditor
yang menggunakan perangkat lunak audit umum, seperti ACL. Kontrol Batch dapat
berfungsi sebagai salah satu sarana memperoleh “hak asuh bukti” dalam dit
penipuan au-. Mengamankan data, memperoleh kontrol batch, dan kemudian
menjalankan tes yang dapat digunakan sebagai bukti forensik dapat menjadi proses

18
yang efektif untuk audit penipuan. ACL perintah seperti PROFIL, TOTAL, dan
COUNT akan memberikan jenis informasi yang diperlukan untuk yang me- quately
mengembangkan satu set kontrol batch. Lihat Gambar 9.7 untuk screen shot dari
ACL menggunakan tabel AR, dan Gambar 9.8 untuk melihat hasil dalam file log
menjalankan PROFIL, TOTAL, dan COUNT di AR.

Proses Kontrol

Kontrol proses mencakup prosedur komputerisasi untuk memperbarui berkas dan


membatasi akses ke data. Tergantung pada tingkat teknologi komputer di tempat,
kontrol proses juga dapat mencakup Penulis-Penulis manual fisik. Kita mulai
dengan memeriksa tiga teknik kontrol ulang lated untuk mengajukan update. Akses
dan kontrol fisik kemudian diperiksa.

Kontrol Pembaruan File

Kontrol run-to-run menggunakan data batch untuk memantau data batch


karena berpindah dari satu prosedur terprogram (run) ke yang lain. Kontrol ini
memastikan bahwa masing-masing berjalan dalam sistem memproses bets dengan
benar dan lengkap.

Kontrol Kode Transaksi Kesalahan dalam kode transaksi, atau dalam


logika program yang menafsirkannya, dapat menyebabkan pemrosesan transaksi
yang salah dan dapat menyebabkan penjualan sampingan dan saldo piutang yang
salah secara material

Sequence Check Control Masalah yang lebih serius dapat terjadi bila
kesalahan sekuensing tidak terdeteksi dan catatan di bagian bawah diproses
terhadap akun pelanggan yang salah. Kontrol sekuritas harus dilakukan untuk
membandingkan urutan setiap record dalam batch dengan catatan sebelumnya
untuk memastikan pemilahan yang tepat terjadi. Catatan out-of-sequence harus
ditolak dan dikirim kembali untuk diproses selanjutnya agar catatan lainnya dalam
batch diproses dengan benar.

19
Menguji Kontrol Pembaruan Berkas Kegagalan kontrol pembaruan file
agar berfungsi dengan baik dapat mengakibatkan catatan tidak diproses, diproses
dengan benar (yaitu, pengembalian diperlakukan sebagai penjualan), atau diposkan
ke akun pelanggan yang salah.

Kontrol Akses
Kontrol akses mencegah dan mendeteksi akses tidak sah dan ilegal terhadap aset
perusahaan.
Persediaan dan kas adalah aset fisik dari siklus pendapatan. Teknik tradisional
yang digunakan untuk membatasi akses terhadap aset tersebut adalah sebagai
berikut:
• Menggunakan keamanan gudang, seperti pagar, alarm, dan penjaga
• Menyimpan uang tunai setiap hari di bank
• Menggunakan brankas atau night deposit box untuk uang tunai
• Mengunci laci dan brankas di bagian penerimaan kas

Menguji Kontrol Akses

Kontrol akses adalah inti dari integritas informasi akuntansi. Dengan tidak
adanya kontrol, faktur dapat dihapus, ditambah, atau dipalsukan. Saldo akun
individual dapat dihapus, atau keseluruhan file AR dapat dihancurkan. Bukti yang
dikumpulkan tentang efektivitas kontrol akses menguji asertifikasi manajemen
terhadap keberadaan, kelengkapan, akurasi, penilaian dan alokasi, hak dan
kewajiban, dan presentasi dan pengungkapan

Kontrol Fisik

Pemisahan Penulis. Pemisahan Penulis yang benar memastikan bahwa


tidak ada satu individu atau departemen yang memproses transaksi secara
keseluruhan. Jumlah karyawan dalam organisasi dan volume transaksi yang
diproses akan mempengaruhi bagaimana Penulis dibagi. Secara umum, tiga aturan
berikut berlaku:

20
Pengawasan. Beberapa perusahaan memiliki terlalu sedikit karyawan
untuk mencapai pemisahan fungsi yang memadai dan harus bergantung pada
pengawasan sebagai kompensasi. Dengan mengawasi secara ketat karyawan yang
melakukan fungsi yang berpotensi tidak kompatibel, perusahaan dapat
mengkompensasi pemaparan yang melekat pada sistem.

Verifikasi Independen. Tujuan verifikasi independen adalah untuk


meninjau ulangpekerjaan yang dilakukan oleh orang lain pada saat-saat kunci
dalam proses untuk mengidentifikasi dan memperbaiki kesalahan

Output Controls

Kontrol output dirancang untuk memastikan bahwa informasi tidak hilang,


salah arah, atau rusak dan proses sistem berfungsi sebagaimana mestinya. Elemen
penting lain dari kontrol output adalah pemeliharaan jejak audit.Untuk mengatasi
kesalahan pemrosesan transaksi, setiap kesalahan yang terdeteksi perlu dilacak ke
sumbernya. Tidak cukup untuk mengetahui bahwa 100 transaksi masuk dalam
sistem dan hanya 99 yang keluar.

Berikut adalah contoh kontrol output trail audit.

Laporan Perubahan Piutang Usaha Ini adalah ringkasan laporan yang


menunjukkan keseluruhan perubahan pada piutang dari pesanan penjualan dan
penerimaan kas.

Log Transaksi Setiap transaksi yang berhasil diproses oleh sistem harus
dicatat pada log transaksi, yang berfungsi sebagai jurnal

Daftar Transaksi.Sistem harus menghasilkan daftar transaksi (hard copy)


dari semua transaksi yang berhasil

Log Transaksi Otomatis Beberapa transaksi dipicu secara internal oleh


sistem. Misalnya, pesanan penjualan EDI diterima dan diproses tanpa otorisasi
manusia.

21
Pengenal Transaksi Unik Setiap transaksi yang diproses oleh sistem harus
diidentifikasi secara unik dengan nomor transaksi. Kontrol ini adalah satu-satunya
cara praktis untuk melacak transaksi tertentu melalui database ribuan bahkan jutaan
catatan.

Daftar Kesalahan Daftar semua catatan kesalahan harus diberikan kepada


pengguna yang sesuai untuk mendukung koreksi kesalahan dan pengiriman ulang.
Pengguna yang sesuai untuk mendukung koreksi kesalahan dan pengiriman ulang.

Menguji Kontrol Output Tidak adanya kontrol output yang memadai


memiliki implikasi yang merugikan terhadap efisiensi operasional dan pelaporan
keuangan. Bukti yang dikumpulkan melalui tes kontrol output berkaitan dengan
kelengkapan dan ketepatan asertions.

2.3 Uji Substantif Revenue Cycle Accounts

Bagian ini berkaitan dengan pengujian substantif yang mungkin dilakukan


auditor untuk mencapai tujuan audit yang terkait dengan siklus pendapatan. Strategi
yang digunakan dalam menentukan sifat, waktu, dan tingkat pengujian substantif
berasal dari penilaian auditor terhadap risiko inheren, risiko pengendalian yang
tidak tanggung-tanggung, pertimbangan materialitas, dan kebutuhan untuk
melakukan audit secara efisien.

Resiko Siklus Pendapatan dan Masalah Audit kekhawatiran auditor


dalam siklus pendapatan berkaitan dengan potensi berlebih-lebihanpendapatan dan
piutang bukan meremehkan. Penolakan akun bisa berakibat dari kesalahan material
dalam proses transaksi normal yang terjadi sepanjang tahun.

Memahami Data Tes berikut melibatkan akses dan penggalian data dari
file akuntansi untuk analisis. Untuk melakukan ini, auditor perlu memahami sistem
dan kontrol yang menghasilkan data, serta karakteristik fisik dari file yang
berisinya.

Menguji Akurasi dan Kelengkapan Penegasan

22
Prosedur audit yang diuraikan dalam bagian ini memberikan bukti yang
berkaitan dengan manajemen penegasan akurasi dan kelengkapan. tinjauan analitis
akan memberi gambaran menyeluruh kepada auditor mengenai tren penjualan,
penerimaan kas, tingkat pengembalian penjualan, dan piutang usaha.

Meninjau File Faktur Penjualan Dan File Pengirimann Untuk Item Yang Hilang
Dan Duplikatnya

Pencarian untuk transaksi yang hilang dan / atau duplikat merupakan ujian
penting lain yang membantu auditor menguatkan atau menolak kelengkapan dan
ketepatan asersi. Transaksi duplikat dan hilang dalam siklus pendapatan mungkin
merupakan bukti penjualan dan piutang yang terlalu banyak. Catatan faktur
penjualan duplikat dapat mengindikasikan kesalahan program komputer yang
secara berlebihan kemudian melebih-lebihkan penjualan dan piutang dagang. Di
satu sisi, penjualan yang hilang dapat menunjuk pada penjualan yang tidak tercatat
yang dikirimkan tapi tidak ditagih, sehingga mengecilkan akun ini. Di sisi lain, ini
mungkin menunjukkan tidak lebih dari sebuah faktur yang dikeluarkan dan
dibatalkan karena kesalahan klerus (clerical Error).

Tinjau Item Baris dan File Inventaris untuk Akurasi Harga Penjualan

Secara tradisional, auditor akan memverifikasi ketepatan harga dengan


membandingkan harga penjualan pada faktur dengan daftar harga yang
dipublikasikan. Tetapi karena usaha fisik yang terlibat dengan pendekatan ini, hal
itu bisa dilakukan hanya dengan sampel saja. Karena itu, dari ribuan catatan
penjualan, mungkin hanya satu atau dua ratus yang akan diuji.

Pengujian untuk Rekaman yang Tak Tertandingi

Ada dua kemungkinan penyebab catatan yang tak tertandingi. Yang pertama
adalah karena nilai field Item Number pada record Item Line salah dan tidak sesuai
dengan catatan Inventory. Sumber kedua catatan tak tertandingi adalah file
Inventaris. Kehadiran catatan Inventaris dalam file yang tidak sesuai berarti tidak
ada catatan yang sesuai dalam file Item Baris.

23
Menguji Keberadaan Penegasan

Salah satu uji eksistensi yang paling banyak dilakukan adalah konfirmasi piutang.
Tes ini melibatkan kontak tertulis langsung antara auditor dan pelanggan klien
untuk mengkonfirmasi saldo dan transaksi rekening. Pernyataan Standar Auditing
No. 67 (SAS 67), Proses Konfirmasi, menyatakan bahwa auditor harus meminta
konfirmasi atas piutang kecuali dalam tiga situasi berikut: (1) piutang tidak
material; (2) berdasarkan tinjauan pengendalian internal, auditor telah menilai
risiko pengendalian rendah; atau (3) proses konfirmasi akan menjadi tidak efektif.

Memilih Account untuk Dikonfirmasi

Memilih piutang untuk konfirmasinya melibatkan pemrosesan data yang


terdapat dalam file Customer dan the Sales Invoice. Setiap catatan pelanggan
dikaitkan dengan satu atau lebih catatan faktur penjualan.

Bergabung dengan File. Langkah selanjutnya dalam proses konfirmasi


adalah bergabung dengan file Faktur Kanan dan berkas Pelanggan menghasilkan
file baru lain yang disebut Piutang Usaha,

Pilih Sampel Akun. Dalam organisasi berukuran sedang sampai besar, file
Piutang Usaha mungkin berisi ribuan catatan. Daripada membenarkan semua akun
ini, auditor mungkin akan memilih untuk memilih sampel catatan. Untuk membantu
auditor dalam Penulis ini, fitur Sampel ACL menawarkan dua metode pengambilan
sampel dasar: sampling acak (catatan) dan sampling unit moneter (MUS).

Mempersiapkan Permintaan Konfirmasi

Tahap selanjutnya dalam proses konfirmasi melibatkan pembuatan


permintaan konfirmasi yang berisi informasi yang tersimpan dalam file AR-
Sample. Permintaan, yang biasanya berbentuk surat, disusun dan dikelola oleh
auditor, namun ditulis dalam nama entitas klien.

Masalah dengan konfirmasi positif adalah tingkat respons yang buruk.


Pelanggan yang tidak membantah jumlah yang ditunjukkan dalam surat konfirmasi

24
mungkin tidak merespons. Konfirmasi negatif meminta penerima untuk merespons
hanya jika mereka tidak setuju dengan jumlah yang ditunjukkan dalam surat
tersebut.

Menguji Pernyataan Penilai / Alokasi

Tujuan auditor mengenai penilaian dan alokasi yang tepat adalah untuk menguatkan
atau menolak piutang tersebut dinyatakan sebesar nilai bersih yang dapat
direalisasi. Tujuan ini didasarkan pada kewajaran penyisihan piutang tak tertagih,
yang berasal dari saldo piutang usaha. Untuk mencapai tujuan ini, auditor perlu
mengkaji ulang proses penuaan piutang usaha untuk menentukan penyisihan
piutang ragu - ragu tersebut.

25
BAB III
STUDI KASUS

3.1 Kasus

Modifikasi laporan keuangan bukanlah hal yang baru dalam industri perbankan di
Indonesia. Pelanggaran ini konon dilakukan untuk memperindah kinerja
perusahaan dalam meningkatkan nilai piutang perusahaan. Kasus modifikasi
laporan keuangan muncul di PT Bank Bukopin Tbk. Modifikasi yang dilakukan
pada data kartu kredit yang telah terjadi bertahun-tahun lamanya. Modifikasi
tersebut menyebabkan posisi kredit dan pendapatan berbasis komisi Bukopin
bertambah tidak semestinya. Perusahaan meningkatkan nilai piutang seolah-olah
perusahaan memperoleh penambahan piutang dan denda keterlambatan pelunasan
pembayaran.

Menurut informasi yang dihimpun oleh CNBC Indonesia dari para pihak yang
mengetahui masalah ini, modifikasi data kartu kredit di Bukopin telah dilakukan
lebih dari 5 tahun yang lalu. Jumlah kartu kredit yang dimodifikasi juga cukup
besar, lebih dari 100.000 kartu. Uniknya, kejadian ini lolos dari berbagai layer
pengawasan dan audit selama bertahun-tahun. Mulai dari audit internal Bukopin,
Kantor Akuntan Publik (KAP) sebagai auditor independen, Bank Indonesia sebagai
otoritas sistem pembayaran yang menangani kartu kredit, serta OJK sebagai
lembaga yang bertanggungjawab dalam pengawasan perbankan. Auditor
independen Bukopin selama ini adalah KAP Purwantono, Sungkoro, dan Surja
yang terafiliasi dengan salah satu big four auditor internasional Ernst & Young.

Bank Bukopin menyalahgunakan sistem informasi penerimaan pendapatan guna


meningkatkan nilai aset yang akan diperlihatkan di bursa efek indonesia. Sistem ini
membaca bahwa data penggunaan dapat diubah sesuai keinginan.

26
BAB IV
KESIMPULAN

4.1 Kesimpulan

Siklus pendapatan suatu perusahaan meliputi kegiatan kegiatan yang


bersangkutandengan transaksi transaksi penjualan , penerimaan kas, dan
penyesuaian penjualan. Transaksi-transaksi tersebut berpengaruh terhadap
sejumlah rekening signifikan dalam laporan keuangan, termasuk di dalamnya
adalah kas, piutang, usaha, persediaan, dan penjualan. Pada kebanyakan
perusahaan, siklus pendapatan sangat vital, tetapi praktik bisnisdan pemicu
ekonomisnya sangat berbeda antara perusahaan yang satu dengan perusahaan
lainnya, maka perlu audit untuk memastikan bahwa sistem informasi yang
digunakan sesuai dengan peraturan yang berlaku serta dapat dijalankan dengan
semaksimal mungkin dengan menghindari pelanggaran kode etik profesi.

27
DAFTAR PUSTAKA

Boyton, William C. dan Raymond N. Johnson. 2006. Modern Auditing : Assurance


Services, and the Integrity of Financial Reporting Eighth Edition. United States of
America : John Wiley & Sons, Inc

Sudarmadji, Linda Christiani. 2012. “Jurnal Ilmiah Mahasiswa Akuntansi.”


Peranan Penggunaan Informasi Akuntansi Pada Kinerja Unit Bisnis Dalam
Berbagai Tingkatan Kompetisi Pasar Linda 1(4): 49 – 55

28