Anda di halaman 1dari 4

San Andreas ( 2015 )

Director: Brad Peyton


Writers: Carlton Cuse, Carey Hayes, Chad Hayes
Stars: Dwayne “The Rock” Johnson, Art Parkinson, Carla Gugino, Alexandra Daddario,
Will Yun Lee, Ioan Gruffudd

Sinopsis Mengenai Film San Andreas 2015

Film action adventure barat berjudul “San Andreas” ini merupakan film yang seorang
pria yang berprofesi sebagai pilot helicopter bernama Ray ( Dwayne “The Rock” Johnson
) di departeman penyelamatan serta memiliki seorang putri bernama Blake ( Alexandra
Daddario ) yang telah dewasa menetap dan tinggal bersama mantan istrinya bernama
Emma ( Carla Cugino ).

Dengan terjadinya bencana gempa bumi dashyat yang membuat kondisi California, Los
Angeles hancur dan tidak terdapat tempat aman untuk menetap, Ray bersama dengan
Emma berusaha menyelamatkan putri mereka Blake yang juga berjuang untuk bertahan
hidup.

Satu lagi film berlatarkan bencana alam akan mengawali liris perdanya pada bulan mei 2015 film
berdurasi sekitar 114 menit ini disebut-sebut akan menarik banyak minat pencinta film bergenre
Thriller, hal ini turut membuktikan bahwa film bertemakan bencana alam masih banyak diminati para
pencinta film. Film produksi Warner Bros Pictures ini juga turut menyisipkan kisah seorang ayah
untuk mencari kebedaaan anaknya diantara reruntuhan kota. Film ini disutradarai oleh Brad Peyton
dengan naskah ditulis oleh Jeremy Passmore, Andre Fabrizio, Allan Loeb, Carlton Cuse, Chad
Hayes, Carey Hayes sementara Beau Flynn, Tripp Vinson bertindak sebagai produser. Para pemain
yang turut terlibat dalam penggarapan film ini adalah Dwayne Johnson yang berperan sebagai Ray,
Alexandra Daddario yang berperan sebagai Blake, Carla Gugino yang berperan sebagai Emma, Ioan
Gruffudd, Archie Panjabi, Todd Williams, Colton Haynes, Kylie Minogue, Will Yun Lee dan Art
Parkinson.

Teriakan, tangisan serta wajah yang dipenuhi rasa takut dan cemas akan memenuhi setiap adegan
dalam film ini, selain itu berbagai efek berupa gedung yang runtuh, jalan yang terbelah dua serta
sapuan air juga turut menaikan emosi para penonton.

San Andreas bercerita mengenai kisah seorang ayah yang sangat dekat dengan putrinya yang
bernama yang Blake (Alexandra Daddario). Disaat terjadi bencana gempa bumi dahsyat
yang melanda kota California, Ray (Dwayne Johnson) yang berprofesi sebagai pilot helikopter di
departemen penyelamatan ini langsung teringat mengenai putrinya yang tinggal terpisah dari mantan
istrinya, Emma (Carla Gugino). Sang gadis yang sudah beranjak dewasa ini diketahui sedang berada
di sebuah gedung perkantoran bertingkat. (Baca juga: Sinopsis Lengkap Film Jurassic World (2015),
Dinosaurus Kembali Mengamuk)
Dengan dihantui rasa cemas Ray menerjang bahaya menelusuri setiap negara bagian berusaha
untuk mencari putrinya yang sedang bertahan untuk tetap hidup dan menyematkan para korban
gempa lainnya yang terisolir diantara reruntuhan tersebut, sang mantan istri Emma pun turut mencari
Blake. Saat itu kota California berubah menjadi kota yang seolah tidak memiliki tempat yang aman
untuk dapat di huni terutama setelah bencana mengerikan itu usai. (Baca juga: Sinopsis Lengkap
Film Avengers: Age of Ultron (2015) Umat Manusia Menuju Kehancuran)
Ray menemukan mantan isterinya di atas sebuah gedung yang akan rubuh. Ia berusaha meraih
Emma sebelum akhirnya gedung tersebut rubuh. Adegan yang spektakuler. Sementara, ia berhasil
menyelamatkan putrinya yang akan tenggelam. California benar-benar luluh lantak dan terbelah dua.
Tidak hanya itu, mereka yang berusaha menyelamatkan diri dengan sebuah kapal, diterjang tsunami.
Seperti apa film ini, Anda harus saksikan sendiri di bioskop-bioskop kesayangan Anda.

Sinopsis:

Tak ada satu pun manusia yang dapat melawan kekuatan alam ketika marah. Tak
terkecuali bagi California yang dikisahkan terkena bencana gempa dalam film 'San
Andreas'. Gempa berkekuatan 9,1 skala richter itu mampu memporak-porandakan
salah satu kota terbesar di Amerika Serikat.

Ray (Dwayne Johnson) yang merupakan seorang pilot helikopter tim penyelamat
harus berjuang menolong banyak orang. Selain warga California, Ray juga harus
menolong mantan istrinya, Emma Gaines (Carla Gugino) dan anak semata
wayangnya Blake Gaines (Alexandra Daddario). Ray mengerahkan semua
kemampuannya untuk menolong Emma yang terjebak dalam gedung yang akan
runtuh. Emma harus berlari ke atas gedung agar dapat ditolong oleh Ray.

Usaha Ray ternyata tak sia-sia. Ia berhasil mengangkat Emma ke helikopter.


Perjuangan keduanya ternyata tak berhenti sampai disitu. Ray dan Emma harus
segera menyusul Blake yang terjebak di daerah terpencil sebelum gempa menelan
nyawa putrinya itu.

Blake diketahui pergi bersama kekasih Emma, Daniel Riddick (Ioan Gruffudd).
Namun kejadian gempa itu membuat Blake mengetahui sifat asli Daniel. Daniel
meninggalkan Blake dalam keadaan kaki Blake terjepit di mobil yang mereka
tumpangi. Seorang yang baru dikenalnya, Ben Taylor (Hugo Johnstone-Burt) tiba-
tiba datang menolong Blake.
Kini Blake menemukan teman untuk meneruskan perjuangannya menemukan sang
ayah. Blake, Ben, dan Ollie (Art Parkinson) terus menyusuri kota untuk menemukan
tempat tertinggi yang mungkin dapat mereka jangkau. Namun gempa susulan terus
terjadi sehingga mereka harus benar-benar berjuang untuk dapat bertemu dengan
Ray dan Emma.

Perjuangan dramatis itu semakin terlihat saat Ray dan Emma yang berhasil
menemukan Blake terjebak dalam sebuah gedung. Kegembiraan mereka ternyata
harus terhalang oleh gelombang tsunami yang kembali menerjang. Fisik Blake pun
semakin melemah karena perjuangannya yang telah dilaluinya itu. Apakah usaha
Ray untuk membebaskan Blake berhasil? Lalu bagaimanakah nasib keluarga kecil
Ray?

Review:

Film 'San Andreas' telah memberikan warna tersendiri bagi perfilman Hollywood
musim ini. Pasalnya, film yang mengangkat fenomena alam sudah sangat jarang.
Namun Brad Peyton berhasil mengemas kronologi dan suasana gempa yang
dahsyat dalam sebuah film layar lebar.

Sangat wajar ketika portal Cinemascore memberikan nilai A- untuk film 'San
Andreas'. Film ini telah memberikan efek menegangkan di hampir setiap adegannya.
Penonton seakan-akan tak bisa dibuat lengah dengan setiap detail film.

Semua aspek tak luput dari pemikiran Peyton. Tak hanya gempa, Peyton juga
menampilkan fenomena alam tsunami yang terjadi akibat gempa 9,1 skala richter itu.
Peyton benar-benar menampilkan keadaan kota yang hancur akibat bencana itu.
Momen gedung-gedung runtuh membuat film ini seakan nyata. Banyak penonton
yang dibuat terbelalak dengan 'kehancuran' California.

Memang bukan perkara mudah membuat setting dalam film seakan nyata. Namun
'San Andreas' telah mencobanya dengan cukup baik. Akting para pemain film juga
sangat mendukung untuk membuat film ini 'nyata'. Karakter Ray sangat melekat
pada sosok Dwayne Johnson. Johnson dapat menggunakan 'kekekaran' tubuhnya
untuk menjelma menjadi tim penyelamat yang kuat.

Art Parkinson menjadi aktor paling muda di film 'San Andreas'. Akan tetapi karakter
Ollie Taylor yang kecil dan pemberani itu berhasil diperankan baik oleh Parksinson.
Ia bahkan tak malu-malu untuk 'menggoda' Blake (Alexandra Daddario).
'San Andreas' digadang-gadang akan menjadi salah satu film tersukses Warner
Bros. Di awal penayangannya, film ini berhasil menduduki posisi pertama box office.
Film 'San Andreas' sudah dapat Anda saksikan dalam bentuk 2D dan 3D di bioskop-
bioskop tanah air.

Dalam setiap film bertema bencana atau yang sering disebut "disaster flicks" selalu ada
adegan heroik dari bintang utama yang berusaha menyelamatkan siapapun yang bisa
diselamatkan. San Andreas tak begitu berbeda. Kita akan melihat Dwayne "The Rock"
Johnson keliling California untuk menyelamatkan keluarganya selagi gedung-gedung
pencakar langit saling beruntuhan akibat gempa skala besar. Sementara tak ada hal yang
baru disini, setidaknya sutradara Brad Peyton menghadirkannya dengan skala yang lebih
megah.

Ray Gaines (Dwayne Johnson) adalah seorang penerbang helikopter handal, dan di awal
film kita akan diperlihatkan bagaimana mahirnya Ray (bersama tim LA Fire Department-
nya) bermanuver di antara tebing yang sempit untuk menyelamatkan seorang gadis. Ray
punya hubungan baik dengan rekan-rekannya dan awalnya saya pikir brotherhood ini akan
cukup berperan dalam narasi selanjutnya. Sayangnya adegan ini akan terlupakan, karena
setelahnya, cerita mengambil babak yang sama sekali baru.