Anda di halaman 1dari 18

MAKALAH

PERTUMBUHAN ORGANISASI

“Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Teori Organisasi”

Dosen Pengampu :

Mardi Astutik, S.E.,M.M

Di susun oleh kelompok 6:

1. Khoirotin Nashihah ( 1761001 )


2. Indah Nur Hidayati (1761092 )
3. Ira Rosana (1761141 )
4. Ifa Kristianingsih (1761127 )

PROGAM STUDI MANAJEMEN

STIE PGRI DEWANTARA

JOMBANG

2019
Kata Pengantar

Puji serta syukur marilah kita panjatkan kepada kehadirat Allah SWT yang
telah memberikan begitu banyak nikmat yang mana makhluk-Nya pun tidak akan
menyadari begitu banyak nikmat yang telah didapatkan dari Allah SWT. Selain itu,
penulis juga merasa sangat bersyukur karena telah mendapatkan hidayah-Nya baik
iman maupun islam.
Dengan nikmat dan hidayah-Nya pula kami dapat menyelesaikan
penulisan makalah ini yang merupakan tugas mata kuliah Teori Organisasi. Penulis
sampaikan terimakasih sebesar-besarnya kepada dosen pengampu mata kuliah
Teori Organisasi dan semua pihak yang turut membantu proses penyusunan
makalah ini.
Penulis menyadari dalam makalah ini masih begitu banyak kekurangan-
kekurangan dan kesalahan-kesalahan baik dari isinya maupun struktur
penulisannya, oleh karena itu penulis sangat mengharapkan kritik dan saran positif
untuk perbaikan dikemudian hari.
Demikian semoga makalah ini memberikan manfaat umumnya pada para
pembaca dan khususnya bagi penulis sendiri.

Jombang , 10 Oktober 2019

Penulis

i
DAFTAR ISI

Kata pengantar ....................................................................................... i


Daftar isi ................................................................................................. ii
BAB I PENDAHULUAN ..................................................................... 1
1.1 Latar Belakang ................................................................................. 1
1.2 Rumusan Masalah ............................................................................ 1
1.3 Tujuan Penulisan .............................................................................. 2
BAB II PEMBAHASAN ...................................................................... 3
2.1 Pengertian Pertumbuhan Organisasi ................................................ 3
2.1.1 Alasan Pertumbuhan Organisasi ....................................... 3
2.1.2 Tahapan Pertumbuhan Organisasi ..................................... 3
2.2 Umur organisasi dan tahap pertumbuhannya ................................... 5
2.3 Mengelola Pertumbuhan (Managing Growth ) ................................ 8
2.4 Kemunduran Organisasi ................................................................... 9
BAB III PENUTUP .............................................................................. 14
3.1 Kesimpulan ...................................................................................... 14
DAFTAR PUSTAKA

ii
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang
Sebuah organisasi lahir ketika beberapa individu dan entrepreneur
yang terpanggil mengetahui dan kemudian mengambil manfaat dari adanya
peluang dalam menggunakan keahlian dan kemampuan mereka untuk
menciptakan nilai. Mereka menaklukkan peluang tersebut dengan mendirikan
sebuah organisasi untuk menghasilkan sesuatu, baik berupa produk atau jasa.
Peluang tersebut perlu dimana dan dipelihara dengan baik, jika menginginkan
kelangsungan atau sustainabilitas dari masa hidup organisasi tersebut.
Organisasi yang telah berhasil mengatasi keunikan lingkungannya
akan mampu menarik sumberdaya dalam menghadapi berbagai permasalahan
sebagai upaya mempertahankan pertumbuhan dan daya tahannya.
Permasalahan pertama yang dihadapi adalah bertahan dari kerentanan kelahiran
organisasi (organizational birth). Permasalahan lain timbul pada saat organisasi
tumbuh, dan ketika organisasi dewasa, permasalahan-permasalahan tersebut
harus dikelola untuk menghindari awal kemunduran atau kematian.
Prinsip tahapan dari kehidupan organisasi adalah kelahiran,
pertumbuhan, kemunduran dan kematian. Organisasi melewati tahapan-tahapan
ini berbeda-beda dan mungkin saja sebagian organisasi tidak mengalami semua
tahapan ini. Lebih jauh lagi, beberapa organisasi langsung menuju kematian dari
tahap kelahiran tanpa mengalami tahapan pertumbuhan. Organisasi juga
menghadapi kenyataan bahwa mereka tidak selalu harus terus tumbuh.
Beberapa organisasi harus berhenti tumbuh dan banyak diantaranya mengalami
penurunan. Salah satu aspek tersulit adalah melakukan rasionalisasi atau
memberhentikan karyawan.
1.2 Rumusan Masalah
1. Apa pengertian pertubuhan organisasi?
2. Bagaimana umur organisasi dan tahap pertumbuhannya?
3. Bagaimana mengelola pertumbuhan organisasi?
4. Bagaimana kemunduran organisasi: dalam menerima realita baru?

1
1.3 Tujuan Penulisan
1. Untuk mengetahui pengertian pertubuhan organisasi.
2. Untuk mengetahui umur organisasi dan tahap pertumbuhannya.
3. Untuk mengetahui mengelola pertumbuhan organisasi
4. Untuk mengetahui kemunduran organisasi: dalam menerima realita baru

2
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Pertumbuhan Organisasi
Pertumbuhan Organisasi menurut Jones adalah tahap siklus hidup
organisasi dimana organisasi mampu mengembangkan nilai kreasi dan
kompetensi sehingga mendapatkan sumberdaya tambahan. Pertumbuhan ini
memungkinkan organisasi meningkatkan pembagian kerja dan spesialisasi
serta sekaligus mengembangkan keunggulan kompetitif. Organisasi sangat
tergantung pada lingkungan, dengan demikian organisasi harus mampu
menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan yang terjadi pada lingkungan,
apabila ingin tetap bertahan (survival) dan berumur panjang. Untuk itu
diperlukan pengawasan terhadap perubahan lingkungan dan pengembangan
rencana-rencana untuk bertahan dengan perubahan-perubahan yang sesuai
dengan perubahan lingkungan.
2.1.1 Alasan Pertumbuhan Organisasi
Berbagai penelitian telah dilakukan untuk mempelajari sebab-sebab
pertumbuhan organisasi. Beberapa alasan yang dinggap penting sebagai
berikut:
1. Pimpinan organisasi berkeinginan agar organisasi untuk menjadi lengkap,
mempeunyai kegiatan yang lebih luas dan mampu mencapai tujuan.
2. Mobalitas para ekskutif. Pertumbuhan memberikan tantangan dan
peluang karir bagi ekskutif.
3. Faktor ekonomis. Pertumbuhan organisasi akan dapat menekan biaya,
memperoleh keuntungan yang lebih besar dan memperkuat daya saing.
4. Kemampuan menjaga kelangsungan hidup. Organisasi yang besar
mempunyai peluang dukungan yang lebih besar dari pemerintah
dibandingkan dengan organisasi yang kecil
2.1.2 Tahapan Pertumbuhan Organisasi
Pada permulaan tahun 1970-an Larry Greiner menyatakan bahwa evolusi
organisasi dikarakteristikkan oleh tahap pertumbuhan yang panjang dan
tenang yang selanjutnya disebut evolusi, kemudian diikuti oleh periode

3
kekacauan yang disebut revolusi. Model pertumbuhan organisasi meliputi
lima tahap, yaitu sebagai berikut :
1. Pertumbuhan Lewat Kreativitas
Tahap dimulai ketika organisasi baru berdiri, ukuran organisasi masih
kecil, dikelola oleh pemilik dan perhatian terarah pada upaya menciptakan
dan menjual produk tertentu dan juga kemampuan bertahan untuk
menghadapi persaingan. Organisasi tumbuh, aktivitas semakin kompleks
dan masalah manajemen muncul karena organisasi tidak dapat lagi di urus
lewat komunikasi informal dan pengabdian.Pada saat seperti ini
munculah krisis kepemimpinan. karena pimpinan tidak mampu lagi
mengendalikan aktivitas organisasi secara sendirian.Krisis ini dipecahkan
dengan mencari tipe pemimpin diterima pendiri dan mampu
mengendalikan organisasi.
2. Pertumbuhan Melalui Pengarahan
Dalam tahap kedua organisasi mulai ditata menjadi bagian-bagian dengan
hirarki wewenang, beban tugas yang jelas. Organisasi mulai jelas struktur
dan fungsi-fungsinya.Pimpinan mengambil tanggung jawab pengarahan
sedang manajer pada jenjang lebih rendah diperlakukan sebagai pelaksana
yang tidak banyak dilibatkan dalam pengambilan keputusan. Akibatnya
para manajer jenjang bawah menuntut lebih otomom, yang mengarah
pada krisis otonomi.Krisis otonomi dipecahkan dengan pelimpahan
wewenang yang lebih besar.
3. Pertumbuhan Melalui Pendelegasian
Pada tahap ini sebagian wewenang telah didelegasikan, dan mulai terasa
desentralisasi pengambilan keputusan.Pimpinan lebih fokus pada
pemikiran strategis, sementara operasional dipercayakan pada manajer yg
lebih rendah. Desentralisasi memunculkan krisis baru, karena pemimpn
puncak merasa kehilangan kontrol, yang pada ujungnya munculah Krisis
Pengawasan.Krisis ini biasanya dipecahkan dengan sentralisasi struktur
organisasi dan melaui teknik-teknik koordinasi yang baru.

4. Pertumbuhan Melalui Koordinasi

4
Tahap koordinasi ditandai dengan penggunaan sistem formal untuk
mencapai koordinasi vertikal maupun horizontal.Kontrol birokratis mulai
diterapkan melalui standarisasi kegiatan, dan berbagai program formal
dan prosedur kerja yang baku.Dalam keadaan demikian munculah krisis
keempat yaitu krisis birokrasi, yang terjadi karena organisasi menjadi
terlalu birokratis dan kurang adaptif terhdap lingkungan.Manajer
menengah menjadi kurang inovatif . Organisasi menjadi kaku dan terlalu
besar untuk dikelola malaui aturan dan program formal.
5. Pertumbuhan Melalui Kolaborasi
Suasana baru akan tumbuh bila mampu melewati krisis birokrasi, yaitu
munculnya semangat kerjasama/ kolaborasi.Karyawan telah menyadari
bahwa birokrasi yang berle-bihan akan menghambat kegiatan. Untuk
mencapai kerjasama yang baik, mereka mulai terbiasa dan terlatih untuk
mengembangkan kerja timPengawasan formal digantikan pengawasan
sosial dan disiplin diriTitik kritis pada tahap ini belum diketahui
bentuknya, karrena organisasi telah mempunya mekanisme penyesuaian
yang otomatis.
2.2 Umur organisasi dan tahap pertumbuhannya
Ukuran organisasi, ukuran atau besaran organisasi menunjukkan pada
jumlah total anggota (pegawai) organisasi. Organisasi itu bisa dibedakan
menjadi organisasi besar dan organisasi kecil. Ukuran organisasi berkaitan
dengan beberapa karakteristik struktur organisasi yaitu :
1. Kompleksitas struktur
Kompleksitas struktur adalah menunjukkan berapa derajat diferensiasi
yang terdapat dalam sebuah organisasi, diferensiasi horizontal menunjuk
pada banyaknya jumlah unit kerja dalam organisasi. Diferensiasi vertikal
menunjuk pada banyaknya jumlah tingkat hirarki dalam organisasi dan
diferensiasi special, menunjuk pada derajat persebaran lokasi geografis
dari fasilitas dan personil suatu organisasi.ukuran organisasi dan
kopleksitas struktur semakin tinggi diferensiasi (horizontal,vertical
maupuan sepesial) maka organisasi semakin kompleks. Kompleksitas

5
meningkat mengikuti meningkatnya besaran organisasi. Namun laju
kompleksitas akan semakin menurun.
2. Formalisasi
Formalisasi menunjukkan tingkat penggunaan dokumen dan aturan tulisan
dalam melaksanakan kegiatan organisasi, tujuan formalisasi adalah
menjaga konsisten dan keseragaman, yakni untuk mencapai output yang
tidak berubah-ubah kualitasnya. Meningkatkan kordinasi yaitu melalui
standarisasi oprasional dan prosedur secara tertulis. Satu cara yang efektif
dan bisa dipakai organisasi. Penghematan biaya secara ekonomis melalui
formalisasi dalam wujud buku-buku manual pekerjaan yang berisi
prosedur kerja dan penjelasan terperinci, maka dapat menghemat biaya
diklat, biaya pengawasan dan biaya lainnya.
3. Sentralisasi
Sentralisasi yaitu berkaitan dengan wewenang pengambilan keputusan
tersebar dilapisan bawah, maka organisasi tersebut disebut desentralisasi.
Ukuran organisasi berhubungan secara negative dengan desentralisasi.
Semakin besar ukuran organisasi maka semakin besar pula
disentralisasinya. Semakin kecil organisasi semakin sentralisasik.
Ukuran organisasi dan birokrasi adalah kompleksitas, formalitas dan
desentralisasi cukup untuk membedakan tiga tipe kelompok organisasi yakni
organisasi organic, mekanistik, dan briokratik. Organisasi mekanistik dicirikan
oleh kompleksitas, formalitas dan sentralisasi yang semuanya tinggi.
Organisasi briokratik dicirikan oleh kompleksitas, formalitas tinggi namu
sentralisasi rendah. Mendelegasikan keputusan-keputusan ke level bawah.
Menetapkan aturan-aturan dan prosedur-prosedur yang ketat supaya control.
Komponen Administrasif adalah semua pegawai dalam organisasi yang
berkaitan dengan aktivitas “pendukung” mereka member kontribusi secara
tidak langsung pada pencapaian tujuannya.hubungan organisasi antar ukuran
organisasi dengan komponen administrative dapat berkolerasi : positif = sangat
besar organisasi berkembang, komponen administrative relative bertambah
secara tidak proposional, Negatif = pada saat besaran meningkat, proporsi
komponen administrative menurun, Curviliner = komponen administrative

6
lebih besar bagi organisasi kecil, dan lebih besar dibandingkan organisasi yang
sedang. Besaran organisasi bukan satu-satunya faktor yang mempengaruhi
komponen adminstratif. Faktor lain mencakup jenis organisasi, lingkungan,
teknologi, dan kompleksitas.
a. Tahap pertama pertumbuhan ekonomi dimulai dari organisasi itu mulai
berdiri, ukuran organisasi masih kecil, dikelolah oleh pemilik dan
perhatian terarah pada upayah menciptakan dan menjual produk tertentu
dan juga kemampuan bertahan untuk menghadapi pesaing. Organisasi
tumbuh, aktivitas semakin kompleks dan masalah manajemen muncul
karena organisasi tidak dapat lagi diurus lewat informasi informal dan
pengabdian. Pada saat ini muncul krisis kepemimpinan. Karena pimpinan
tidak mampu lagi mengendalikan aktivitas organisasi secara sendirian.
Krisis ini dipecahkan dengan mencari tipe pemimpin diterima pendiri dan
mampu mengendalikan organisasi.
b. Tahap kedua pertumbuhan organisasi mulai ditata menjadi bagian-bagian
hirarki wewenag, beban tugas yang jelas. Organisasi mulai jelas struktur
dan fungsi-fungsinya.pimpinan mengambil tanggung jawab pengarahan
sedang manajer dan jenjang lebih rendah diperlakukan sebagai pelaksana
yang tidak banyak dilibatkan dalam pengambilan keputusan solusi dari
krisis ekonomi tersebut adalah pendelegasian wewenang dalam
pengambilan keputusan.
c. Tahap ketiga pertumbuhan yaitu tahap pendelegasian yang lebih besar
menjalankan manajer tingkat bawah mempunyai otonomi yang lebih besar
menjalankan aktivitas unit kejayaan, sedangkan top manajemen lebih
berkosentrasi pada perencanaan strategis jangka panjang. Krisis yang
muncul pada taham pendelegasian adalah krisis pengawasan, karena
manajer unit kerja merasa nyaman dengan otonomi, sedangkan top
manajemen takut organisasi dibawa keberbagai arah. Oleh karena itu
diperlukan berbagai cara dalam mengelola jalannya roda organisasi,
melalui teknik-teknik kordinasi yang baru
d. Tahap pertumbuhan keempattahap koordinasi ditandai dengan
penggunaan sistem formal untuk mencapai koordinasi vertical maupun

7
horizontal.kontrol briokrasi mulai diterapkan mulai diterapkan
standarisasi kegiatan, dan berbagai program formal dan prosedur kerja
yang baku. Manajer menengah menjadi kurang inovatif.
Jadi ukuran organisasi mempengaruhi struktur organisasi, terutama pada
kompleksitas, formalitas dan standaritas. Daur hidup organisasi merujuk pada
perubahan yang dapat diramalkan. Setiap tahap pertumbuhan menimbulkan
masalah sendiri-sendiri. Setiap tahap pertumbuhan memunculkan krisis yang
baru dan setiap krisis mengharuskan manajemen melakukan penyesuaian alat
koordinasi, sistem control dan disain organisasi.
Selain penjelasan diatas pertumbuhan organisasi dibagi menjadi
empat yaitu yang melalui kegiatan yaitu:
a. Ekspansi strategi ekspandi dipakai oleh Philip Morrie saat membeli
kraft, sehingga membuat Philips menjadi lebih besar dalam industry
makanan.
b. Diversivikasi pertumbuhan ini muncul dari berbagai macam bentuk
usaha, seperti pengembanggan produk dan jasa yang baru, integrasi
vertical dan diferensifikasi konglomerasi.
c. Pengembangan teknologi pertumbuhan ini muncul dari damoaka
aplikasi pengembangan teknologi dari sebuah organisasi, seperti Faderal
Express yang tumbuh dengan cepat sebagai akibat pertumbuhan
teknologi computer dari mulai penerima sampai penyampaian paket ke
konsumen.
d. Perbaikan teknik manajerial yaitu pertumbuhan yang muncul dari
sebagai dampak proses manajemen yang dimodifikasi dan diperbaiki
sehingga muncul efisiensi.
2.3 Mengelola Pertumbuhan (Managing Growth )
Setiap organisasi akan mengalami pertumbuhan perubahan baik cepat
ataupun lambat. Di dalam proses pertumbuhan tersebut dilalui berdasarkan
tahap-tahap tertentu atau mengalami fase-fase daur hidup organisasi. Banyak
faktor yang mempengaruhi pertumbuhan organisasi.
Nilai-nilai Bangsa Amerika Mendukung Pertumbuhan. Di Amerika
Serikat setiap orang muda dapat tumbuh dan mempunyai peluang untuk

8
menjadi seorang presiden. Orang bisa menjadi kaya dan sukses tanpa
memperhatikan status ekonomi keluarganya. Hal tersebut merupakan
gambaran yang cukup akurat dari kepercayaan dasar orang Amerika bahwa
masa depan akan lebih baik daripada sekarang. Nilai-nilai optimistik tersebut
juga terinternalisasi ke dalam organisasi. Pertumbuhan menjadi alat untuk
mengemukakan kepercayaan tersebut dalam konteks organisasional.
Pertumbuhan menjadi cara untuk membuat organisasi di masa yang akan
datang menjadi lebih baik dibanding sekarang.
Ada empat alasan utama mengapa organisasi mencari pertumbuhan,
yaitu:
1) Makin besar makin baik.
2) Pertumbuhan meningkatkan kemungkinan untuk bertahan hidup.
3) Pertumbuhan sinonim dengan keefektifan.
4) Pertumbuhan adalah kekuasaan.
Makin besar makin baik. Ukuran yang besar pada organisasi ada
kaitannya dengan hubungan ekonomis. Pertumbuhan yang makin besar sangat
diinginkan karena dengan makin meningkatnya besaran organisasi maka
berdampak pada skala ekonomi (economic of scale). Makin besar organisasi
seringkali lebih efisien dalam operasional organisasi tersebut.
2.4 Kemunduran Organisasi
Realitas baru yang harus diterima
Kemunduran organisasi terjadi karena lingkungan yang berubah
misalkan karena pangsa pasar yang menurun, biaya pekerja yang mencolok
diluar negeri sehingga produk luar lebih murah, lahirnya produk substitusi yang
kualitasnya lebih baik, terjadi perubahan dari prioritas kebijakan pemerintah
dalam industri akibatnya beberapa perusahaan melakukan efisiensi dengan
melakukan merger dan akuisisi untuk menanggulangi kemunduran tersebut.
Salah satu masalah utama yang harus dihadapi pihak manajemen selama
terjadinya kemunduran organisasi adalah kemungkinan pegawai terbaik akan
meninggalkan organisasi. Untuk mengurangi perputaran pegawai dan untuk
mempertahankan tingkat moral yang tinggi dan komitmen dari pegawai maka
pihak manajemen harus mendesentrelalisasi dan dan melepaskan kontrol yang

9
otokratis. Jika kemunduran bersifat jangka panjang maka manajemen akan
mengambil jalan untuk memberi kepada pegawai peran yang lebih tinggi dalam
pengambilan keputusan, struktur organisasi akan bergerak kearah
desentralisasi.
Masalah manajerial yang potensial jika organisasi mundur:
Beberapa permasalahan yang potensial apabila organisasi mengalami
kemunduran, akan berakibat pada hal-hal sebagai berikut :
1. Meningkatnya konflik.
Kemunduran organisasi akan menimbulkan konflik, konflik akan lebih
tinggi pada organisasi yang sedang mundur dibandingkan pada organisasi
yang sedang tumbuh. Pihak manajemen harus dapat mengelola konflik
tersebut untuk memperlambat kemunduran. Dari konflik tersebut dapat
timbul perubahan yang dapat menghidupkan kembali organisasi seperti
penciptaan produk dan jasa baru dan tindakan untuk mengurangi biaya
organisasi dengan melakukan efisiensi disetiap sektor sehingga organisasi
dapat hidup terus.
2. Meningkatnya Berpolitik.
Perubahan struktural selama kemunduran akan lebih mungkin ditentukan
oleh koalisi mana yang menang dalam perebutan kekuasaan dan koalisi
timbul dari kelompok yang diorganisasikan dan vocal, yang secara aktif
akan mengejar kepentingannya sendiri. Dalam situasi kompetisi untuk
kelangsungan hidup organisasi, peraturan standar diabaikan. Pada
lingkungan yang demikian mendorong dijalankannya politik “tidak ada
palka yang dipalangi”.
3. Meningkatnya Penolakan Terhadap Perubahan
Kekuatan utama yang menolak perubahan pada tahap awal kemunduran
adalah orang yang mempunyai kepentingan yang paling banyak
memperoleh keuntungan dari pertumbuhan. Koalisi domain mereka akan
melindungi diri untuk mempertahankan status quo dan kontrolnya. Karena
basis dari kekuasaan mereka ditantang, sehingga mereka terdorong untuk
meneruskan usaha yang behubungan dengan pertumbuhan meskipun tidak
masuk akal lagi. Jika organisasi tersebut berniat mengubah kebijakan

10
mereka kearah menstabilisasi organisasi maka mereka perlu melepaskan
pendukung pertumbuhan dari posisi kekuasaan mereka dan
menggantikannya dengan kader pemimpin baru yang mempunyai
kepentingan berbeda.
4. Hilangnya Kredibilitas Manajemen Puncak.
Pada saat kemunduran para anggota organisasi akan melihat kepada
individu atau kelompok tertentu yang dapat dijadikan kambing hitam dari
terjadinya kemunduran tersebut. Ada kecenderungan bahwa pihak
manajemen yang akan dijadikan kambing hitam kemunduran tersebut
sehingga kredibilitas mereka akan menurun, tanda-tandanya dapat dilihat
dari menurunnya moral dan komitmen pegawai, kepuasan kerja cenderung
untuk jatuh secara mencolok seperti loyalitas terhadap organisasi.
5. Perubahan Komposisi Tenaga Kerja
Pengurangan memerlukan pemotongan jumlah pegawai. Kriteria yang
paling popular untuk menentukan siapa yang harus diberhentikan lebih
dahulu adalah senioritas artinya yang dipekerjakan paling akhir adalah
yang pertama yang harus meninggalkan organisasi. Salah satu hasil yang
kurang menyenangkan dari penghentian yang didasarkan senioritas bahwa
hal itu menghambat kearah pembukaan kesempatan kerja bagi wanita
kelompok minoritas.
6. Meningkatnya Perputaran Tenaga Kerja Secara Sukarela
Pada saat terjadi kemunduran organisasi akan terjadi pengunduran diri
secara sukarela, tetapi orang pertama yang akan meninggalkan organisasi
adalah orang-orang yang paling baik, seperti teknisi yang terampil, para
profesional dan pegawai manajer yang berbakat. Sehingga manajemen
senior ditantang untuk memberikan insentif bagi manajer yunior jika ingin
memperlambat kemunduran yang lama.

7. Rusaknya Motivasi Pegawai


Waktu organisasi mundur akan terjadi pemberhentian, pengaturan
kembali tugas yang seringkali merupakan penyerapan dari tugas-tugas

11
sebelumnya yang dilakukan orang lain dimana perubahan ini dapat
menyebabkan stress. Biasanya pegawai sukar untuk tetap termotivasi jika
terdapat ketidakpastian yang tinggi mengenai apakah mereka akan tetap
punya pekerjaan dilain waktu.
Dengan demikian kemunduran ini mau tidak mau akan dihadapi oleh setiap
organisasi. Dari kemunduran organisasi tersebut salah satu tindakan yang dapat
kita lakukan adalah dengan melakukan restrukturalisasi dan downsizing. Hal
ini dapat diakibatkan kekeliruan dalam adaptasi, khususnya bila mengalami
kesuksesan atau organisasi tumbuh terlampau cepat, juga diakibatkan
ketidakpuasan stakeholder misalnya konsumen; keengganan menanggung
resiko; krisis identitas; terlalu banyak hutang; kejenuhan terhadap perubahan;
konflik internal; kerusakan pada kemampuan inti; nasib buruk.
Kesalahan yang seringkali dilakukan dalam kegiatan penurunan
besaran diakibatkan oleh faktor-faktor sebagai berikut:
a. Kekeliruan pada saat merestrukturalisasi tujuan jangka panjang dan jangka
pendek organisasi.
b. Digunakan sebagai usaha pertama daripada sebagai strategi usaha terakhir
c. Memakai penurunan besaran yang tidak selektif
d. Kekeliruan merubah proses kerja seteleh penurunan besaran
e. Kekeliruan yang melibatkan pekerja dalam proses restukturalisasi
f. Kekeliruan dalam mengkomunikasikan secara terbuka dan sejujurnya
tentang restrukturalisasi
g. Penanganan penempatan bagi orang-orang yang kehilangan pekerjaan
h. Kekeliruan memanaj orang-orang yang akan dijadikan sebagai penyelamat
yang efektif
i. Mengabaikan pengaruh dari stakeholder lain.
Sesungguhnya tidak ada teknik yang betul-betul ampuh untuk
mengatasi hal-hal yang negatif yang disebabkan mundurnya organisasi. Akan
tetapi kita tidak dapat berdiam diri menghadapi kondisi tersebut. Ada beberapa
kegiatan yang harus segera dilakukan antara lain menjelaskan strategi
organisasi, meningkatkan komunikasi, mensentralisasi pengambilan

12
keputusan, mendesain kembali pekerjaan dan pengembangan pendekatan yang
inovatif terhadap pemotongan.
Agar bisa tetap bertahan hidup dan bertumbuh subur dalam suasana
yang kompetitif secara global, organisasi-organisasi harus mengambil satu
strategi yang memberi mereka suatu keunggulan bersaing yang berkelanjutan.
Semua strategi tersebut termasuk dalam satu atau lebih kategori berikut:
a. Strategi biaya/kepemimpinan. Strategi dalam kategori ini berusaha untuk
memperbaiki efisiensi dan mengkontrol biaya di seluruh rantai biaya
kegiatan sebuah organisasi ( biaya kegiatan pemasokan, biaya kegiatan in-
house, dan biaya kegiatan distribusi)
b. Strategi diferensiasi. Strategi dalam kategori ini berusaha untuk menambah
nilai, sebagaimana ditetapkan oleh pelanggan atas produk atau jasa
organisasi. Strategi-strategi tersebut biasanya mencakup perolehan
superioritas atas para pesaing, terus menerus mengungguli pesaing di
bidang mutu, memberikan layanan dukungan yang lebih besar dan lebih
banyak kepada pelanggan, dan/atau memberikan pelanggan lebih banyak
nilai atas uang mereka.
c. Strategi celah pasar. Strategi dalam ketegori ini berfokus pada segmen pasar
(celah pasar) yang ditetapkan secara sempit, dan berusaha untuk membuat
organisasi mempertanyakan kepada pemimpin pasar dalam celah tersebut.
Kepemimpinan dapat dicapai dengan mengambil kepemimpinan biaya atau
strategi diferensiasi atau kedua-duanya yang dirancang untuk terutama
menarik bagi target pasar.

13
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
 Organisasi sangat tergantung pada lingkungan, dengan demikian organisasi
harus mampu menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan yang terjadi
pada lingkungan, apabila ingin tetap bertahan (survival) dan berumur
panjang.
 Beberapa alasan yang dinggap penting adalah; Keinginan untuk menjadi
lebih lengkap, mempunyai kegiatan yang lebih lugas, dan mampu mencapai
kemajuan.Mobilitas para ekskutif. Pertumbuhan memberi tantangan dan
peluang untuk maju bagi ekskutif.Faktor ekonomis.
 Beberapa permasalahan yang potensial apabila organisasi mengalami
kemunduran, akan berakibat pada hal-hal sebagai berikut :
a. Meningkatnya konflik.
b. Meningkatnya Berpolitik.
c. Meningkatnya Penolakan Terhadap Perubahan
d. Hilangnya Kredibilitas Manajemen Puncak.
e. Perubahan Komposisi Tenaga Kerja
f. Meningkatnya Perputaran Tenaga Kerja Secara Sukarela
g. Rusaknya Motivasi Pegawai

14
DAFTAR PUSTAKA

Kusdi. 2009. Teori Organisasi dan Administrasi. Jakarta : Salemba Humanika


http://wihnarty.blogspot.com/2013/03/pertumbuhan-organisasi.html
(Diakses pada tanggal 8 Oktober 2019)
http://rennyjasniar.blogspot.com/2013/08/teori-organisasi.html (Diakses
pada tanggal 9 Oktober 2019)
http://lnk996.blogspot.com/2015/04/makalah-tentang-pertumbuhan-
organisasi.html (Diakses pada tanggal 10 Oktober 2019)

15