Anda di halaman 1dari 8

LAPORAN PRAKTIKUM

LABORATORIUM LIFE SUPPORT


PERALATAN LIFE SUPPORT
INFANT WARMER

Dosen Pembimbing:
Abd. Kholiq, S.ST, MT.
Syevana Dita Musvika, S.ST

Disusun Oleh :
Kelompok 2

POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES SURABAYA


JURUSAN TEKNIK ELEKTROMEDIK
TAHUN AJARAN 2019/2020
BAB 1
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Pengertian bayi adalah makhluk hidup yang baru lahir oleh seorang ibu dari
kandungannya (rahim) yang dikandung selama 9 bulan (38 – 40 minggu). Bayi yang lahir
sesuai dengan waktu yang sudah ditentukan yaitu 9 bulan, maka dapat dikatakan bayi
tersebut sehat dengan berat badan lebih dari 2500 gram. Bayi baru lahir ada dua
kemungkinan pertama adalah bayi dengan keadaan normal dan kedua adalah bayi dengan
kondisi prematur. Bayi dengan kondisi normal adalah bayi yang lahir sesuai dengan umur
dalam kandungan yaitu 259 hari dihitung dari hari terakhir haid ibu dan dari berat badan bayi
≥2kg.
Sedangkan bayi prematur dapat disebabkan dari berbagai hal seperti dari umur bayi
didalam kandungan, berat badan bayi, kandungan bilirubin, kandungan sel dalam darah,
kondisi fisik bayi. Bayi baru lahir sangat riskan terhadap faktor lingkungan, sehingga untuk
mendapatkan suhu stabil yang diinginkan maka bayi yang baru lahir perlu ditempatkan dalam
infant warmer .

1.2 Rumusan Masalah


Penyusun menjelaskan tentang :
1.2.1 Pengertian dan fungsi infrant warmer
1.2.2 Prinsip kerja infrant warmer
1.2.3 Cara perawatan infrant warmer
1.2.4 SPO (standard prosedur operation)

1.3 Tujuan
Penulisan dan penyusunan makalah ini bertujuan untuk memberikan wawasan dan
keilmuan kepada para pembaca agar dapat mengatuhi beberapa hal di bawah ini :
1. Mengetahui fungsi dari alat infrant warmer
2. Mengetahui prinsip kerja infrant warmer
3. Mengetahui cara perawatan alat ini
4. Mengetahui SPO dari infrant warmer
BAB 2
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 PRINSIP DASAR


Alat ini difungsikan sebagai tempat perlindungan bayi bagi yang lahir dini
(premature). Infant warmer juga sebagai tempat singgah sementara untuk menstabilkan
suhu tubuh bayi yang lahir mengalami hipotermia. Jika suhu bayi sudah stabil dan normal,
maka bayi akan dipindah ke bed biasa. Komponen utama dari infant warmer yaitu heater
dan kontrol suhu. Penghangat pada infant warmer menggunakkan elemen kering yang
suhunya dapat diatur sesuai kebutuhan. Radiasi panas yang mengenai bayi suhunya antara
35 C - 37 C.
1. Menjaga Kehangatan suhu tubuh Seorang bayi.
2. Tempat singgah Sementara untuk bayi Prematur.
3. Untuk Terapi Bayi Kuning.
Infant ( Bayi ) dan Warmer ( Penghangat )
Jadi alat Infan Warmer secara bahasa adalah alat untuk menghangatkan bayi atau
difungsikan sebagai tempat perlindungan bagi bayi yang lahir dini ( Premature ). Alat ini
hanya sebagai tempat singgah sementara untuk menstabilkan suhu tubuh bayi yang lahir
mengalami HIPOTERMIA. Alat Infant Warmer biasanya berada diruang perinatology atau
Neonatal Intensive Care (NICU)

Gambar 2.1 Heater Infant Warmer

2.2 Prinsip Kerja Alat


 Mengatur serta menstabilkan suhu dalam ruang Box Infan Warmer agar sesuai dengan
suhu yang dibutuhkan oleh bayi.
 Pada alat ini menggunakan pemanasan elemen ( HEATER KERING ) yang dikontrol
oleh suatu rangkaian kontrol suhu yang stabil.
 HEATER akan bekerja pada rangkaian saat sensor suhu kurang dari setting suhu yang
telah ditentukan , dan sebaliknya apabila sensor suhu lebih besar dari setting suhu
secara otomatis HEATER akan mati.
 Sistem Safety akan bekerja apabila terjadi Over oleh Komponen Thermostart pada saat
Sistem control Pemanasan suhu ruang error.
 Dispaly APGAR untuk Penilaian Skor saat tindakan terhadap bayi ( Buzer )
 Timer sebagi batas terapi Bayi Kuning ( Buzer )
Sistem kontrol suhu pada infant warmer HKN-9010 ada 3 macam, yaitu pre-warm
mode, manual control, dan skin mode. Pada saat alat di tekan tombol START maka secara
otomatis alat akan masuk pada pemilihan mode pre-warm. Untuk pemilihan mode manual
control, operator dapat mengatur suhu sesuai dengan kebutuhan dengan menaikkan atau
menurunkan heating ratio.
Sedangkan apabila operator memilih skin mode, maka secara otomatis alat akan
disetting pada suhu 36⁰ C dengan timer yang dapat disetting. Setting suhu dan setting timer
ditampilkan pada display. Untuk menaikkan atau menurunkan suhu dan pengaturan timer
dipakai tombol up dan down.

Gambar 2.2 Bagian-bagian Infant Warmer


KETERANGAN
1. I.V.Pole : digunakan untuk menggantung botol infus dengan beban maksimal 2 kg.
2. Radiant box : dapat digerakkan secara bebas dalam keadaan horizontal yaitu 00~900.
3. Temperature controller : terdapat alarm sensor, alarm kegagalan daya, alarm suhu
berlebih, alarm penyimpangan, alarm untuk kegagalan pengaturan dan system.
4. Infant bed : dapat disetel dalam 00~100.
5. Wheel : jumlah total 4 buah roda, 2 diantaranya memiliki rem.
6. Organic glass panel : mencegah pergeseran infant bed
7. Tray : digunakan untuk menaruh benda-benda yang dibutuhkan dengan beban
maksimal 2 kg saat alat sedang digunakan.
2.3 Kontrol standard infant warmer
1. Setting suhu Auto & Manual, dimana pada mode auto, infant warmer akan otomatis
masuk pada setting pre warming otomatis. Pada mode manual, output ratio heating
sesuai dengan pengaturan kebutuhan operator dengan menaikkan ataupun menurunkan
suhu heating ratio.
2. Skin Sensor. Skin sensor akan dipasang pada bayi yang juga akan ditampilkan pada
menu
3. Air sensor, terletak pada matras bayi yang berfungsi mengontrol radiasi panas yang
diterima. Maka elemen heater akan berhenti bekerja pada saat suhu setting telah
terpenuhi
4. Alarm dan timer, sebagai pengingat juga sebagai peringatan apabila salah satu dari
parameter kurang atau melebihi dari setting yang ditentukan.
5. Examination Lamp, berfungsi sebagai lampu pemeriksaan/penerangan

2.4 Cara Pengoperasian


1. Hubungkan kabel power ke jala-kala PLN.
2. Tekan Switch ON pada pesawat maka power indikator akan menyala.
3. Pilih mode skin untuk pemilihan mode penghangat.
4. Setting suhu 37⁰ C dan setting timer sesuai kebutuhan. Tunggulah sampai display suhu
bawah (Real Temperatur) sama dengan suhu atas (Seted Temperatur). Setelah sama
barulah letakkan bayi.
5. Apabila waktu telah habis maka buzzer akan berbunyi.

2.5 Pemeliharaan
1. Periksa dan bersihkan bagian-bagian alat
2. Periksa kondisi lampu elemen pemanas, ganti bila perlu.
3. Periksa fungsi indikator alarm dan timer.
4. Periksa konektor sensor suhu, kabel konektor lain dan kabel power.
5. Periksa grounding pada alat untuk mencegah terjadinya arus bocor.
BAB 3
ANALISA DATA

3.1 Blok Diagram

3.2 Cara Kerja Blok Diagram Infant Warmer


Pada dasarnya, Arduino Uno sebagai sumber pengaturan pengendali suhu serta
pengaturan waktu dan data tersebut akan ditampilkan di LCD. LM 35 sebagai sensor suhu
yang mendeteksi object dan data tersebut akan di kirim ke Arduino Uno kemudian diproses
untuk mengendalikan Heater sesuai suhu yang diatur antara suhu 34 ̊C - 37 ̊C. Push Button
up dan down berfungsi sebagai menurunkan dan menaikkan suhu serta lamanya waktu,
tombol start berfungsi sebagai mulainya alat infant warmer, dan tombol reset mengakhiri
kerjanya infant warmer ini serta mengembalikan tampilan seperti pada awal.
Enam buah push button akan memberikan perintah kepada prosessor sesuai dengan
fungsi masing-masing tombol jika ditekan. Dimana tombol start menandakan bahwa Arduino
Uno mulai memproses kerja alat infant warmer kemudian tombol up dan down untuk
merubah pengaturan suhu dan timer. Tombol reset mengakhiri kerjanya simulasi infant
warmer ini. Timer APGAR digunakan untuk mengaktifkan perhitungan waktu penskoran
APGAR bayi baru lahir. Alarm reset berfungsi untuk mematikan atau menghentikan suara
buzzer timer APGAR. Jika LM35 tidak dapat membaca suhu atau suhu berlebih maka
thermostat akan mematikan heater jika suhu telah mencapai batas suhu thermostat yang telah
disetting sebelumnya.
BAB IV
PENUTUP

4.1 Kesimpulan
Infrant warmer adalah alat medis yang di gunakan untuk menormalkan suhu pada
bayi yang premature yang lahir pada saat umurnya belum sampai batas normal pada saat
melahirkan.
Cara kerja alat ini dengan memberikan suhu yang lebih dari suhu bayi untuk
menormalkan suhu badan bayi tersebut, dengan menggunakan lampu blue light atau lampu
biru yang mana lampu ini banyak digunakan untuk terapi, dan apabila suhu bayi sudah
normal maka bayi tersebut dapat di pindahkan ke ruangan bayi.
DAFTAR PUSTAKA

[1.] Noname. 2013. “Infant”


http://id.wikipedia.org/wiki/Infant
Diakses Pada : 1 November 2019
[2.] Noname. 2019. “Fungsi Infant”
https://fungsialat.blogspot.com/2015/05/fungsi-infant-alat-kedokteran.html
Diakses Pada : 1 November 2019
[3.] Noname. 2019. “ Gambar infant”
https://www.bing.com/images/search?view=detailV2&ccid=Cmp08knm&id=475A767FA38
BC5458D449116E196CEDB5AD66A6B&thid=OIP.Cmp08knmBLKKpdSGtVHc6gHaHi&
mediaurl=http%3a%2f%2fwww.clipartbest.com%2fcliparts%2fecM%2fded%2fecMdedxMi.
jpeg&exph=350&expw=344&q=gambar+stetoskop&simid=607997832958381436&selected
Index=15&ajaxhist=0
Diakses Pada : 1 November 2019
[4.] Bidan Rina Widyawati. 2015. “SOP Pemeliharaan Infant(Cara Merawat Infant)”
http://www.hargainfant.com/2015/09/sop-pemeliharaan-infant-cara-merawat.html
Diakses Pada : 1 November 2019