Anda di halaman 1dari 9

LAPORAN PRAKTIKUM

FISIKA TERAPI

Dosen Pembimbing:

Lamidi, SST, MT
Hj. Endang Dian S., ST, MT

Disusun Oleh :

Rika Nor Safitri P27838018024


Nashucha Mutiara Firdaus P27838018028
Nina Havilda P27838018030
Septian Nur Wahyu E P27838018033
Annisa Fitria Wardani P27838018039

POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES SURABAYA

JURUSAN TEKNIK ELEKTROMEDIK

TAHUN AJARAN 2019/2020


BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Gelombang elektromagnet merupakan perambatan kekuatan medan listrik dan
medan magnet yang berupa gelombang transversal. Kecepatan perambatannya tergantung
medium yang dilalui, dengan mengalami pemantulan, pembiasan (refraksi), penyerapan
(absorbsi).
Spektrum gelombang elektromagnet merupakan urut-urutan panjang gelombang
pada gelombang electromagnet dari yang terbesar sampai dengan terkecil gelombang radio,
gelombang mikro, sinar infra merah (infra red), sinar yang tapat oleh mata, sinar ultra ungu
(ultra violet), sinar X (rontgen), sinar gamma.

1.2 Batasan Masalah


Mahasiswa mampu memahami dasar teori, pembuatan simulasi alat infra merah dan
cara kerja alat tersebut.

1.3 Rumusan Masalah


1 Apa yang dimaksud dengan infra merah?
2 Apa saja kegunaan infra merah?
3 Sebutkan kekurangan dan kelebihan?

1.4 Tujuan
1.4.1 Mahasiswa mampu memahami infra merah.
1.4.2 Mahasiswa mampu membuat alat simulasi infra merah.

1.5 Manfaat
1.5.1 Mahasiswa dapat memahami tentang infra merah dan ultrasonic.
1.5.2 Mahasiswa dapat melekukan troubleshooting.

BAB 2
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Infra Merah


2.1.1 Pengertian
Infra merah (infra red) ialah sinar electromagnet yang Panjang gelombangnya
lebih daripada cahaya nampak yaitu di antara 700 nm dan 1 mm. sinar inra merah
merupakan cahaya yang tidak tampak. Jika dilihat dengan spektroskop cahaya maka
radiasi cahaya infra merah akan nampak pada spectrum elekromagnet dengan
panjang gelombang di atas panjang gelombang cahaya merah. Dengan Panjang
gelombang ini maka cahaya infra merah akan tidak tampak oleh mata namun radiasi
panas yang ditimbulkan terasa atau terdeteksi.
2.1.2 Karakteristik
1. Tidak dapat dilihat oleh manusia.
2. Tidak dapat menembus materi yang tidak tembus pandang.
3. Dapat ditimbulkan oleh komponen yang menghasilkan panas.
4. Panjang gelombang pada inframerah memiliki hubungan yang berlawanan atau
berbanding terbalik dengan suhu. Ketika suhu mengalami kenaikan, maka
panjang gelombang mengalami penurunan.
2.1.3 Jenis-jenis Infra Merah Berdasarkan Panjang Gelombang
1. Inframerah jarak dekat dengan panjang gelombang 0.75 – 1.5 µm.
2. Inframerah jarak menengah dengan panjang gelombang 1.50 – 10 µm.
3. Inframerah jarak jauh dengan panjang gelombang 10 – 100 µm.
2.1.4 Kegunaan Inframerah dalam Bidang Kesehatan
1. Mengaktifkan molekul air dalam tubuh. Hal ini disebabkan karena inframerah
mempunyai getaran yang sama dengan molekul air. Sehingga, ketika molekul
tersebut pecah maka akan terbentuk molekul tunggal yang dapat
meningkatkan cairan tubuh.
2. Meningkatkan sirkulasi mikro. Bergetarnya molekul air dan pengaruh inframerah
akan menghasilkan panas yang menyebabkan pembuluh kapiler membesar, dan
meningkatkan suhu kulit, memperbaiki sirkulasi darah dan mengurangi
tekanan jantung.
3. Meningkatkan metabolisme tubuh. jika sirkulasi mikro dalam tubuh
meningkat, racun dapat dibuang dari tubuh kita melalui metabolisme. Hal ini
dapat mengurangi beban liverdan ginjal.
4. Mengembangkan Ph dalam tubuh. Sinar inframerah dapat membersihkan darah,
memperbaiki tekstur kulit dan mencegah rematik karena asam urat yang tinggi.
5. Inframerah jarak jauh banyak digunakan pada alat-alat kesehatan. Pancaran panas
yang berupa pancaran sinar inframerah dari organ-organ tubuh dapat dijadikan
sebagai informasi kondisi kesehatan organ tersebut. Hal ini sangat bermanfaat
bagi dokter dalam diagnosis kondisi pasien sehingga ia dapat membuat keputusan
tindakan yang sesuai dengan kondisi pasien tersebut. Selain itu, pancaran panas
dalam intensitas tertentu dipercaya dapat digunakan untuk proses penyembuhan
penyakit seperti cacar. Contoh penggunaan inframerah yang menjadi trend saat
ini adalah adanya gelang kesehatan. Dengan memanfaatkan inframerah jarak jauh,
gelang tersebut dapat berperan dalam pembersihan dalam tubuh dan
pembasmian kuman atau bakteri.

2.2 Kapasitor Kipas


Pada umumnya kapasitor memiliki fungsi yaitu komponen elektronika yang mampu
menyimpan muatan arus lisrik. Fungsi kapasitor dalam alat simulasi inframerah adalah
sebagai strat atau dalam artian untuk menyalakan lampu pada saat saklar ditekan.

2.3 Terapi Inframerah


2.3.1 Pengertian
Terapi infrared adalah salah satu jenis terapi dalam bidang Ilmu Kedokteran
Fisik dan Rehabilitasi yang menggunakan gelombang elektromagnetik infra merah
dengan karakteristik gelombang adalah panjang gelombang 770nm-106 nm, berada
di antara spektrum gelombang cahaya yang dapat dilihat dengan
gelombang microwave, dengan tujuan untuk pemanasan struktur muskuloskeletal
yang terletak superfisial dengan daya penetrasi 0,8-1mm.
2.3.2 Prinsip Kerja
Terapi infrared akan memberikan pemanasan superfisial pada daerah kulit yang
diterapi sehingga menimbulkan beberapa efek fisiologis yang diperlukan untuk
penyembuhan. Efek-efek fisiologis tersebut berupa mengaktifasi reseptor panas
superfisial di kulit yang akan merubah transmisi atau konduksi saraf sensoris dalam
menghantarkan nyeri sehingga nyeri akan dirasakan berkurang, pemanasan ini juga
akan menyebabkan pelebaran pembuluh darah (vasodilatasi) dan meningkatkan
aliran darah pada daerah tersebut sehingga akan memberikan oksigen yang cukup
pada daerah yang diterapi, menigkatkan aktivitas enzim-enzim tertentu yang
digunakan untuk metabolisme jaringan dan membuang sisa-sisa metabolisme yang
tidak terpakai sehingga pada akhirnya akan membantu mempercepat proses
penyembuhan jaringan.
Terapi pemanasan dengan infrared ini juga dapat memberikan perasaan
nyaman dan rileks sehingga dapat mengurangi nyeri karena ketegangan otot-otot
terutama otot-otot yang terletak superfisial, meningkatkan daya regang atau
ekstensibilitas jaringan lunak sekitar sendi seperti ligamen dan kapsul sendi sehingga
dapat meningkatkan luas pergerakan sendi terutama sendi-sendi yang terletak
superfisial seperti sendi tangan dan kaki.
2.3.3 Indikasi Terapi Inframerah
1. Nyeri otot, sendi dan jaringan lunak sekitar sendi. Misal: nyeri punggung bawah,
nyeri leher, nyeri punggung atas, nyeri sendi tangan, sendi lutut, dsb.
2. Kekakuan sendi atau keterbatasan gerak sendi karena berbagai sebab.
3. Ketegangan otot atau spasme otot.
4. Peradangan kronik yang disertai dengan pembengkakan.
5. Penyembuhan luka di kulit.
2.3.4 Kontraindikasi Terapi Inframerah
Terapi infrared (IR) merupakan salah satu jenis terapi yang aman dalam bidang Ilmu
Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi. Meskipun demikian ada beberapa kontraindikasi
untuk mendapatkan terapi ini dan sebaiknya seseorang yang mempunyai
kontraindikasi di bawah ini memberitahu terlebih dahulu kepada dokter atau
fisioterapis sebelum mendapatkan terapi ini. Kontra indikasi absolut ( yang mutlak
tidak boleh) meliputi:
1. Kelainan perdarahan
2. Kelainan pembuluh darah vena atau peradangan pembuluh darah, seperti
thrombophlebitis
3. Gangguan sensoris berupa rasa raba maupun terhadap suhu
4. Gangguan mental
5. Tumor ganas atau kanker
6. Penggunaan infrared pada mata.
Kontra indikasi relatif (boleh diberikan tetapi dengan pengawasan ketat dari dokter
ataupun terapis yang memberikan) meliputi:
1. Trauma atau peradangan akut
2. Kehamilan
3. Gangguan sirkulasi darah
4. Gangguan regulasi suhu tubuh
5. Bengkak atau edema
6. Kelainan jantung
7. Adanya metal di dalam tubuh
8. Luka terbuka
9. Pada kulit yang sudah diolesi obat-obat topikal atau obat gosok
10. Kerusakan saraf.
2.3.5 Efek Samping Terapi Inframerah
Secara umum terapi infrared (IR) sangat jarang menimbulkan efek samping, bila
terjadi efek samping pun bersifat reversibel atau dapat kembali sempurna setelah
terapi dihentikan atau dalam waktu 2-3 hari. Efek samping yang dapat terjadi:
1. Luka bakar derajat ringan.
2. Bertambahnya peradangan.
3. Nyeri yang bertambah.
4. Alergi kulit, terutama pada penderita yang mempunyai riwayat alergi terhadap
suhu panas.
5. Perdarahan yang bertambah pada luka terbuka.
6. Pingsan.

BAB 3
HASIL DAN ANALISA
3.1 Blok Diagam

3.1 Blok Diagram


3.1.1 Pembahasan Blok Diagram
Ketika tombol on low ditekan maka lampu yang menyala adalah low. Tombol
medium ditekan, maka lampu yang menyala adalah medium. Tombol high ditekan,
maka lampu yang menyala adalah high.

BAB 4
PENUTUP

3.1 Analisis
Pada alat simulasi terapi inframerah ini kami menggunakan saklar untuk
menghidupkan alat tersebut. Pada rangkainnya kami menggunakan komponen kipas yang
berfungsi untuk memulai atau memyaakan lampu. Kami menggunakan 3 buah kapasitor
kipas untuk masing-masing intensitas cahaya yaitu low, medium, high.

3.2 Kesimpulan
Infra Red adalah suatu metode terapi yang memiliki panjang gelombang antara 700
nm sampai 1 mm dan berada pada spektrum berwarna merah. Dengan panjang gelombang
ini maka cahaya Infra Red tidak akan terlihat oleh mata namun radiasi panas yang
ditimbulkannya masih dapat dirasakan/dideteksi. Infra Red diindikasikan kepada pasien
yang mengalami Atritis Kronis, Gangguan sirkulasi darah ,gangguan otot, gangguan
Ligament ,namun pada penggunaannya Infra Red tidak dapat diberikan oleh pasien yang
mengalami gangguan sensibilitas,atau yang mengalami luka bakar dan juga tidak dapat
diberikan kepada pasien yang berpotensi mengalami pendarahan. Efek Fisiologisnya
adalah dapat meningkatkan proses metabolisme ,meningkatkan kelenjar keringat
,meningkatkan fungsi saraf otot atau ligament ,Efek terapi nya adalah dapat memperlancar
sirkulasi darah ,merelaksasikan otot ,dan mengurangi rasa nyeri.

DAFTAR PUSTAKA

[1.] Wikipedia.2019. “Inframerah”.


https://id.wikipedia.org/wiki/Inframerah
Diakses pada : 7 Agustus 2019

[2.] Aiz Adhi Rio.2009.”Pengertian Infra Merah”.


https://sistelsistel.blogspot.com/2009/05/pengertian-infra-merah.html
Diakses pada : 7 Agustus 2019

[3.] Dr. Arif Soemarjono, SpKFR,FACSM.2015.”Terapi Pemanasan Infrared”.


http://www.flexfreeclinic.com/detail-artikel2/terapi-pemanasan-infra-red-ir-24
Diakses pada : 7 Agustus 2019