Anda di halaman 1dari 9

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

1. Jenis Penelitian
Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian tindakan
kelas adalah penelitian praktis yang bertujuan untuk memperbaiki dan mengatasi
kelemahan-kelemahan dalam pembelajaran didalam kelas.

2. Waktu, Tempat dan Subyek Penelitian


1. Tempat Penelitian
Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 9 Kota Bengkulu , Jalan lintas Tugu
Hiu Kota bengkulu. Kelas yang digunakan dalam penelitian ini adalah kelas XI IPA 3
semester genap tahun ajaran 2019/2020.
2. Waktu Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan pada semester genap tahun ajaran 2019/2020 yaitu
pada bulan September-Desember 2019. Pelaksanaan penelitian ini dilakukan secara
bertahap.
3. Subjek dan Objek Penelitian
Subjek penelitian adalah siswa kelas XI IPA 3 semester genap SMA 9 kota
bengkulu tahun ajaran 2019/2020. Pemilihan objek dalam penelitian ini didasarkan
pada pertimbangan bahwa subjek tersebut mempunyai permasalahan- permasalahan
yang teridentifikasi pada saat observasi awal. Penggunaan metode dan media yang
telah dirancang, diharapkan dapat diterapkan pada siswa kelas XI IPA 3 semester
genap SMA 9 kota bengkulu Objek penelitian ini adalah kualitas proses dan hasil
belajar siswa. Proses belajar yang dimaksud adalah keaktifan belajar siswa dalam
pembelajaran. Sedangkan hasil belajar yang dimaksud adalah prestasi siswa dalam
pembelajaran yang diterapkan.

3. Teknik dan Istrumen Pengumpulan Data


1. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data utama yang digunakan dalam penelitian ini
dilakukan dengan dua teknik yaitu tes dan non tes.
a. Tes
Pemberian tes dimaksudkan untuk mengukur seberapa jauh hasil yang diperoleh
siswa setelah kegiatan pemberian tindakan. Tes dilakukan pada setiap akhir siklus
untuk mengetahui peningkatan prestasi belajar siswa.
b. Non Tes
Teknik non tes terdiri dari pengamatan, wawancara atau diskusi, kajian dokumen dan
angket.
1. Pengamatan (Observasi)
Pengamatan yang peneliti lakukan adalah pengamatan secara pasif.
Pengamatan ini dilakukan terhadap guru ketika melaksanakan kegiatan belajar
mengajar di kelas. Pengamatan dilakukan oleh peneliti dengan mengambil tempat
duduk paling belakang. Dalam posisi itu peneliti dapat lebih leluasa melaksanakan
pengamatan terhadap keaktifan siswa dalam mengikuti pembelajaran. Jenis lembar
observasi yang digunakan yaitu berupa lembar observasi tertutup.
2. Wawancara atau Diskusi
Wawancara atau diskusi dengan guru dilakukan setelah melakukan
pengamatan terhadap kegiatan belajar mengajar. Hal ini dimaksudkan untuk
memperoleh informasi tentang berbagai hal yang berkaitan dengan pelaksanaan
pembelajaran materi koloid. Dari hasil wawancara, pengamatan dan kajian dokumen
yang telah dilakukan maka dapat diidentifikasi permasalahan-permasalahan yang
berkenaan dengan pembelajaran materi koloid. Dalam kegiatan diskusi itu peneliti
melakukan sebagai berikut: (1) mengemukakan catatan hasil pengamatan terhadap
keaktifan siswa dalam proses KBM sesuai dengan fokus penelitian, (2)
mengemukakan kelebihan dan kekurangan guru dalam penerapan pembelajaran yang
telah direncanakan, (3) menyamakan persepsi antara guru dan peneliti tentang hal-hal
yang perlu dilakukan oleh guru dalam kegiatan pembelajaran koloid. Dengan kata
lain, pada akhir setiap kegiatan diskusi disepakati hal-hal yang perlu dilakukan pada
siklus berikutnya untuk meningkatkan keefektifan penerapan pembelajaran kooperatif
tipe TGT (Teams Games Tournament) sehingga dapat meningkatkan keaktifan dan
prestasi belajar siswa.
3. Kajian Dokumen
Kajian juga dilakukan terhadap berbagai dokumen atau arsip yang ada seperti
kurikulum, rencana pembelajaran yang dibuat guru, buku atau materi pelajaran.
4. Angket
Angket diberikan kepada siswa untuk mengetahui berbagai hal yang berkaitan
dengan proses belajar mengajar pada materi koloid. Angket diberikan pada akhir
penelitian tindakan. Dengan menganalisis informasi yang diperoleh dari angket
tersebut, maka dapat diketahui ada tidaknya peningkatan keaktifan siswa dalam
proses pembelajaran kimia pada materi koloid. Selain itu angket diberikan untuk
mengetahui tanggapan atau respon siswa terhadap pembelajaran yang diberikan. Jenis
angket yang digunakan adalah angket tertutup. Responden atau siswa memberikan
jawabannya dengan memilih salah satu jawaban yang telah tersedia di dalam angket.
Penyusunan angket diawali dengan pembuatan kisi-kisi angket. Konsep alat ukur
tersebut berisi variabel dan indikator yang disusun sesuai dengan tujuan penilaian
angket. Indikator yang telah disusun kemudian dijadikan sebagai acuan untuk
membuat item-item yang ytertulis didalam angket.

2. Instrumen Pengumpulan Data


Instrumen dalam penelitian ini digolongkan menjadi dua yaitu instrumen
pembelajaran dan instrumen penilaian.
1. Instrumen Pembelajaran
a. Silabus
Silabus yang digunakan dalam penelitian adalah silabus yang telah disusun
oleh sekolah.
b. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) disusun oleh peneliti dan disetujui
oleh guru dengan tujuan agar pelaksanaan PBM dapat terstruktur dengan baik.

3. Instrumen penilaian
a. Instrumen Penilaian Kognitif
Dalam penelitian ini digunakan bentuk tes objektif untuk penilaian kognitif.
Adapun langkah pembuatan tes terdiri dari: (1) Menyusun spesifikasi, (2) Menulis
soal tes, (3) Menelaah soal tes, (4) Melakukan uji coba tes, (5) Menganalisis butir
soal, (6) Memperbaiki tes, (7) Merakit tes, (8) Melaksanakan tes, (9) Menafsirkan
hasil tes (Depdiknas, 2003: 15-16).
Tes kognitif berupa tes objektif yang digunakan sebagai instrumen terdiri
dari 30 butir soal. Sebelum tes digunakan untuk mengambil data dalam penelitian,
tes diujicobakan terlebih dahulu untuk mengetahui apakah instrumen tes tersebut
telah memenuhi persyaratan tes yang baik yaitu dalam hal validitas, reliabilitas,
taraf kesukaran, dan daya pembeda. Uji coba instrumen tes dilakukan pada siswa
yang telah memperoleh pelajaran kimia pada materi koloid.

b. Instrumen Penilaian Afektif


Sebelum digunakan untuk mengambil data penelitian, instrumen tersebut
diuji terlebih dahulu dengan uji validitas dan reliabilitas untuk mengetahui kualitas
item angket.
1. Uji Validitas
Validitas isi merupakan adalah kecocokan di antara isi alat ukur (tes)
dengan isi sasaran ukur. Untuk dapat mengetahui apakah secara isi validitas
instrumen memenuhi syarat atau tidak, digunakan formula Gregory. Pada
formula ini diperlukan dua orang panelis untuk memeriksa kecocokan antara
indikator dengan butir-butir instrumen, dalam bentuk menilai relevan atau
kurang relevan masing-masing indikator butir bila dicocokan dengan butir-
butirnya.

2. Uji Reliabilitas
Digunakan untuk mengetahui sejauh mana pengukuran dapat
memberikan hasil yang relatif tidak berbeda bila dilakukan pengukuran
kembali kepada subyek yang sama. Untuk mengetahui tingkat reliabilitas
suatu butir soal yang menghendaki gradualisasi penilaian digunakan
penilaian rumus alpha (digunakan untuk mencari realibilitas yang skornya
bukan 1 atau 0) yaitu sebagai berikut :

c. Instrumen Keaktifan Siswa


Angket keaktifan digunakan untuk mengetahui sejauh mana keaktifan siswa
pada saat pembelajaran berlangsung. Hasil angket ini digunakan sebagai salah satu
sumber penentuan keaktifan siswa selain dari hasil observasi.
Spesifikasi instrumen keaktifan siswa dibagi kedalam empat aspek yaitu:
oral activities, visual activities, listening activities, dan writing activities. Langkah
pertama penyusunan instrumen angket keaktifan yaitu menentukan definisi
selanjutnya mengembangkan definisi operasional kemudian dijabarkan menjadi
sejumlah indikator. Definisi konseptual, definisi operasional dan indikator untuk
setiap aspek keaktifan dapat dilihat pada lampiran.Angket ini diisi siswa secara
langsung setelah seluruh proses belajar selesai dilaksanakan di dalam kelas. Dalam
menjawab pertanyaan, siswa hanya dibenarkan dengan memilih salah satu alternatif
jawaban yang telah disediakan. Angket menggunakan skala Likert dengan 4
alternatif jawaban yaitu Selalu, Sering, Jarang, dan Tidak Pernah.
Tabel 6. Skor Penilaian Keaktifan Siswa

Skor untuk Aspek yang Nilai (Pernyataan Nilai (Pernyataan


Dinilai Positif) Negatif)
Selalu 4 1
Sering 3 2
Jarang 2 3
Tidak pernah 1 4

4. Prosedur Penelitian
Prosedur dan langkah yang digunakan dalam melaksanakan penelitian ini
mengikuti model yang dikembangkan oleh Kemmis dan Mc Taggart dalam Kasbolah,
Kasihani (2001: 63-65) yaitu berupa model spiral. Perencanaan Kemmis menggunakan
sistem spiral reflektif diri yang dimulai dengan rencana tindakan (planing), tindakan
(acting), pengamatan (observing), dan refleksi (reflecting). Menurut Arikunto, Suharsimi
(2006: 117), kegiatan ini disebut dengan satu siklus kegiatan pemecahan masalah. Apabila
satu siklus belum menunjukkan tanda-tanda perubahan ke arah perbaikan (peningkatan
mutu), kegiatan riset dilanjutkan pada sikus kedua dan seterusnya, sampai peneliti merasa
puas. Berikut pemaparan tentang hal-hal yang dilakukan dalam tiap-tiap langkah tersebut:
1. Tahap Persiapan
Pada tahap ini kegiatan yang dapat dilakukan adalah:
a. Observasi untuk mendapatkan gambaran awal mengenai keadaan belajar
mengajar khususnya mata pelajaran kimia di SMA Negeri 2 Boyolali.
b. Mengidentifikasi permasalahan dalam pelaksanaan pembelajaran.
2. Tahap Perencanaan (Planning)
Kegiatan yang dilakukan meliputi:
a. Menyusun serangkaian kegiatan yang berupa pelaksanaan tindakan yaitu
penerapan pembelajaran dengan metode kooperatif tipe TGT (Teams Games
Tournament) pada materi koloid.
b. Menyusun instrumen penelitian meliputi lembar observasi atau pengamatan
aktifitas siswa, soal tes kognitif, angket aspek afektif maupun keaktifan siswa
selama pembelajaran.
3. Tahap Tindakan (Acting)
Tindakan yang dilakukan peneliti untuk memperbaiki masalah. Kegiatan yang
dilaksanakan dalam penelitian tindakan kelas ini antara lain:
a. Menyelenggarakan tes awal berupa agket keaktifan untuk mengetahui keadaan
awal siswa
b. Melaksanakan PBM sesuai langkah-langkah yang telah disusun dalam Rencana
Pelaksanaan Pembelajaran;
c. Melakukan kegiatan pemantauan proses pembelajaran melalui observasi langsung;
d. Menyelenggarakan evaluasi untuk mengukur prestasi siswa;
e. Melakukan modifikasi berupa perbaikan atau penyempurnaan alternatif tindakan
apabila proses dan prestasi belajar masih kurang memuaskan.
4. Tahap Observasi (Observing)
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam proses observasi adalah:
a. Pengumpulan data;
b. Sumber data;
c. Critical friend dalam penelitian;
d. Analisis data.
Adapun langkah-langkah yang dilakukan dalam observasi adalah sebagai berikut:
a. Pelaksanaan pengamatan dilakukan baik oleh guru maupun peneliti sendiri;
b. Mencatat semua hasil pengamatan ke dalam lembar observasi;
c. Mmendiskusikan dengan guru maupun dosen (sebagai critical friend) terhadap
hasil pengamatan setelah proses pembelajaran selessai;
d. Membuat kesimpulan hasil pegamatan.
Sedangkan langkah-langkah evaluasi yang dilaksanakan dalam penelitian ini
adalah sebagai berikut:
a. Menyiapkan alat-alat evaluasi;
b. Melaksanakan evaluasi setelah proses pembelajaran selesai;
c. Melaksanakan analisis hasil evaluasi;
d. Kriteria keberhasilan tindakan.

5. Tahap Refleksi (Reflecting)


Refleksi adalah kegiatan mengulas secara kritis tentang perubahan yang terjadi
pada siswa, suasana kelas, dan guru. Langkah-langkah dalam kegiatan analisis dapat
dilakukan sebagai berikut:
a. Menganalisis tangapan siswa pda lembar angket
b. Mencocokkan pengamatan oleh guru pada lembar monitoring. Apabila hasil
pengamatan ternyata siswa mengikuti pelajaran dengan antusias yaitu siswa aktif,
perhatian siswa tertuju pada pelajaran, siswa merespon dan terjadi komunikasi
multi arah maka metode pembelajaran yang dilaksanakan dinyatakan menarik dan
dapat meningkatkan prestasi belajar siswa.

5. Teknik Analisa Data


Analisis dalam Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dimulai sejak awal sampai
berakhirnya pengumpulan data. Hal ini penting karena akan membantu peneliti dalam
mengembangkan penjelasan dari kejadian atau situasi yang berlangsung di dalam kelas
yang diteliti. Data-data dari hasil penelitian di lapangan diolah dan dianalisis
secara deskriptif kualitatif. Teknik analisis kualitatif mengacu pada model analisis
Miles dan Huberman (1995: 16-19) yang dilakukan dalam tiga komponen yaitu 1)
reduksi data, 2) penyajian data dan 3) penarikan kesimpulan dan verifikasi.
Reduksi data diartikan sebagai proses pemilihan, pemusatan perhatian pada
penyederhanaan, pengabstrakan dan transformasi data kasar yang muncul dari catatan
tertulis di lapangan. Reduksi data berlanjut terus sesudah penelitian sampai laporan akhir
lengkap tersusun. Reduksi data meliputi penyeleksian data melalui ringkasan atau uraian
singkat dan penggolongan data ke dalam pola yang lebih luas sehingga kesimpulan
finalnya dapat ditarik dan diverifikasi. Penyajian data dilakukan dalam rangka
mengorganisasikan data yang merupakan penyusunan informasi secara sistematik dari
hasil reduksi data dimulai dari perencanaan, pelaksanaan tindakan observasi dan refleksi
pada masing- masing siklus.
Penarikan kesimpulan merupakan upaya pencarian makna data, mencatat
keteraturan dan penggolongan data. Data terkumpul disajikan secara sistematik dan perlu
diberi makna. Selanjutnya untuk mempermudah verifikasi dan analisis data yang
diperlukan untuk menjawab permasalahan yang ada, diidentifikasi secara khusus pada
tiap-tiap siklus pembelajaran. Adapun model analisis data yang digunakan adalah model
interaktif yang disajikan dalam Gambar 4 di bawah ini:
Gambar 4. Skema Analisis Data (Miles dan Huberman, 1995: 20)

Pengumpulan Data

Reduksi Data Sajian Data

simpulan dan Verifikasi


SUMBER REFERENSI

[1] BSNP. (2006). Panduan Penyusunan Kurikulum Tingkat satuan Pendidikan Jenjang
Pendidikan Dasar dan Menengah. Jakarta : Badan Sandar Nasional Pendidikan.

[3] . (2007). Panduan Penyusunan Kurikulum Tingkat satuan Pendidikan Jenjang Pendidikan
Dasar dan Menengah. Jakarta : Badan Sandar Nasional Pendidikan.

[4] Muti’ah. (2007). Penggunaan Model Pembelajaran Kooperatif Dengan Pendekatan


Strategi Pemecahan Masalah untuk Mengatasi Kesalahan Konseptual pada Mata
Kuliah Kimia Dasar I. Skripsi Tidak Dipublikasikan, Universitas Mataram, Mataram.
Diperoleh
25 Februari 2012, dari http://www.scribd.com.

[5] Nauli, Rahmat. (2007). Upaya Peningkatan Interaksi dan Hasil Belajar Siswa SMA Melalui
Belajar Kooperatif dengan Menggunakan Media Peta Konsep dan Alat Peraga. Jurnal
Pendidikan Matematika dan Sains. Universitas Negeri Medan. Medan. Diperoleh 25
Februari 2012, dari http:// isjd.pdii.lipi.go.id.