Anda di halaman 1dari 10

PENGANTAR FILSAFAT ILMU

Mata Kuliah :Pengantar Filsafat Ilmu


Dosen Pengampu : Herman Ahmadi, SE., MM
Kelas 3 g

Disusun Oleh :
llham Perdana Putra
1703102188

PROGRAM STUDI MANAJEMEN


FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS PGRI MADIUN
2018
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang hingga saat ini masih memberikan kita nikmat
iman dan kesehatan, sehingga saya diberi kesempatan yang luar biasa ini yaitu kesempatan untuk
menyelesaikan tugas penulisan makalah tentang “Pengantar filsafat ilmu.”

Shalawat serta salam tidak lupa selalu kita haturkan untuk junjungan nabi gung kita, yaitu
Nabi Muhammad SAW yang telah menyampaikan petunjukan Allah SWT untuk kita semua.

Kami juga berharap dengan sungguh-sungguh supaya makalah ini mampu berguna serta
bermanfaat dalam meningkatkan pengetahuan sekaligus wawasan terkait Pengantar Ilmu Filsafat.
BAB 1

PENDAHULUAN

1. LATAR BELAKANG
Pemahaman akan ilmu tak akan pernah luput dan surut, seiring dengan era-era baru
yang muncul seiring itu pula ilmu terus tumbuh subur. Sebagai dasar pengetahuan, tolok-ukur
kehidupan, dan suatu langkah masa depan. Menggabung dengan awal dari pada ilmu itu
sendiri, filsafat menghadirkan tahap padauan antara Filsafat dan Ilmu yang menjadikan ilmu
pengetahuan itu sendiri menjadi objek kajiannya dengan sedalam penelitian yang dilakukan.

Dengan hadirnya makalah ini semoga menjadi satu jalan agar kegiatan keilmuan terus
berlanjut. Sedemikian rupa kami coba dengan sebisa mungkin kami menelaah paham yang
telah umum sebagai sajian pengantar yang akan kami jelaskan. Sempurna atau tidaknya
tergantung pada penjelasan kami, mendapat respon sepakat bukanlah mudah, dengan
demikian hadirnya makalah awal pelajaran ini semoga akan menjadi tonggak awal dan
gerbang awal bagi pembahasan selanjutnya.

2. RUMUSAN MASALAH
1. Apa pengertian filsafat?
2. Apa manfaat mempelajari filsafat?
3. Apa yang membedakan antara filsafat ilmu dengan filsafat pengetahuan
(epistemology)?

3. TUJUAN
1. Mengetahui dan memahami pengertian dan mafaat dari filsafat
2. Sebagai pendalaman awal akan kajian filsafat ilmu
3. Sebagai tinjauan ulang suatu bidang keilmuan
BAB 2
PEMBAHASAN

1. PENGERTIAN FILSAFAT SECARA UMUM


Pengertian filsafat secara umum bisa diartikan sebagai suatu kebijaksanaan hidup
(filosofia) untuk memberikan suatu pandangan hidup yang menyeluruh berdasarkan refleksi atas
pengalaman hidup maupun pengalaman ilmiah.

Filsafat bisa juga diartikan sebagai ilmu yang berusaha mencari sebab yang sedalam-
dalamnya bagi segala sesuatu berdasarkan pikiran atau rasio. Filsafat adalah pandangan hidup
seseorang atau sekelompok orang yang merupakan konsep dasar mengenai kehidupan yang
dicita-citakan.

Filsafat sendiri merupakan suatu ilmu pengetahuan karena memiliki logika, metode dan
sistem. Namun filsafat berbeda dari ilmu-ilmu pengetahuan kehidupan lainnya oleh karena
memiliki obyek tersendiri yang sangat luas.

Filsafat juga merupakan studi tentang seluruh fenomena kehidupan dan pemikiran
manusia secara kritis dan dijabarkan dalam konsep mendasar. Filsafat tidak didalami dengan
melakukan eksperimen-eksperimen dan percobaan-percobaan, tetapi dengan mengutarakan
masalah secara persis, mencari solusi untuk itu, memberikan argumentasi dan alasan yang tepat
untuk solusi tertentu.

Akhir dari proses-proses itu dimasukkan ke dalam sebuah proses dialektika. Untuk studi
falsafi, harus dan mutlak diperlukan logika berpikir dan logika bahasa. Logika adalah sebuah
ilmu yang sama-sama dipelajari dalam matematika dan filsafat.

Hal itu membuat filsafat menjadi sebuah ilmu yang pada sisi-sisi tertentu berciri eksak
disamping nuansa khas filsafat, yaitu spekulasi, keraguan, rasa penasaran dan ketertarikan.
Filsafat juga berarti perjalanan menuju sesuatu yang paling dalam, sesuatu yang biasanya tidak
tertsentuholeh disiplin ilmu lain dengan sikap skeptic yang mempertanyakan segala hal
2. MANFAAT MEMPELAJARI FILSAFAT

Menurut Harold H. Titus, filsafat adalah suatu usaha untuk memahami alam semesta,
maknanya dan nilainya.
Dr. Oemar A. Hosein mengatakan: Ilmu memberi kepada kita pengetahuan, dan filsafat
memberikan hikmah. Filsafat memberikan kepuasan kepada keinginan manusia akan
pengetahuan yang tersusun dengan tertib, akan kebenaran.
Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa tujuan filsafat adalah mencari hakikat kebenaran
sesuatu, baik dalam logika (kebenaran berpikir), etika (berperilaku), maupun Metafisika
(hakikat keaslian).
Manfaat mempelajari filsafat ada bermacam-macam. Namun sekurang-kurangnya ada 4
macam faedah, yaitu :
1. Agar terlatih berpikir serius
2. Agar mampu memahami filsafat
3. Agar mungkin menjadi filsafat
4. Agar menjadi warga negara yang baik

Berfilsafat ialah berusaha menemukan kebenaran tentang segala sesuatu dengan


menggunakan pemikiran secara serius. Plato menghendaki kepala negara seharusnya filosuf.
Belajar filsafat merupakan salah satu bentuk latihan untuk memperoleh kemampuan
memecahkan masalah secara serius, menemukan akar persoalan yang terdalam, menemukan
sebab terakhir satu penampakkan.

Dengan uraian diatas jelaslah bagi kita bahwa secara kongkrit manfaat mempelajari filsafat
adalah :

1. Filsafat menolong mendidik,


2. Filsafat memberikan kebiasaan dan kepandaian untuk melihat dan memecahkan
persoalan-persoalan dalam hidup sehari-hari.
3. Filsafat memberikan pandangan yang luas
4. Filsafat merupakan latihan untuk berpikir sendiri
5. Filsafat memberikan dasar,-dasar, baik untuk hidup kita sendiri (terutama dalam etika)
maupun untuk ilmu-ilmu pengetahuan dan lainnya, seperti sosiologi, Ilmu jiwa, ilmu
mendidik, dan sebagainya.
3. PENGERTIAN FILSAFAT ILMU DAN FILSAFAT PENGETAHUAN
(epistemology)

PENGERTIAN FILSAFAT ILMU

Berdasarkan dari beberapa penjelasan yang telah kami jelaskan diatas kita sedikit lebih
mengerti bahwa ilmu dalam disiplin filsafat ilmu itu berposisi sebagai objek dari kerja filsafat.
Filsafat ilmu adalah suatu telaah kritis terhadap suatu disiplin ilmu. Filsafat ilmu adalah telaah
lanjutan terhadap suatu bidang ilmu atau secondary reflexion. dengan mengalihkan perhatian dari
objek-objek kajian suatu disiplin ilmu kepada sebuah kerja ilmiah suatu disiplin ilmu atau
terhadap ilmu tersebut. Hingga menjadi jelaslah keterkaitan antara objek-objek kajian dengan
metode-metode, antara masalah-masalah yang akan dipecahkan dengan tujuan kerja ilmiah, lalu
jelas juga antara pendekatan secara ilmiah dan pengolahan bahan-bahan secara ilmiah.

Dalam filsafat ilmu ini kita mencoba menerapkan kefilsafatan dalam kegiatan ilmiah,
para penyelenggara kegiatan keilmuan setidaknya bisa mengetahui lebih jelas lagi apakah
anggapan dia terhadap sebuah kebenaran kegiatan keilmuan itu memang benar sesuai dengan
kebenaran setelah diterpkan kefilsafatan dalam ilmu itu. Lalu perbedaan yang dapat kita lihat
dari filsafat ilmu dengan sejarah ilmu, fisikologi ilmu, dan sosiologi ilmu yaitu terletak pada
objek yang hendak dipecahkan serta metode yang digunakan. Filsafat ilmu tidak berhenti pada
pertanyaan bagaimana perkembangan ilmu pada saat ini atau dan bagaimana cara
penyelenggaraannya, namun filsafat ilmu mempertenyakan masalah metodologik yaitu azas-azas
apakah yang mampu menyebabkan ilmu telah memperoleh pengetahuan ilmiah.

Untuk menjawab pertanyaan itu tidak mungkin dilakukan oleh bidang ilmu tersebut
namun membutuhkan kefilsafatan yang kritis dan jujur. Namun sebaliknya sang filoso ilmu
harus menguasai filsafat sekaligus ilmu itu sendiri. Titik tolak yang digunakan bukan hasil dari
refleksi sedehana terhadap skematik ilmu namun harus benar-benar bertitik tolak atas
penyelenggaraan ilmu itu sendiri. Pertalian antara filsafat dan ilmu harus benar-benar menjelma
pada sang filosof ilmu.

Dalam filsafat ilmu akan dibahas masalah persoalan epistemologi yang berkaitan dengan
penyelenggaraan sebuah kegiatan ilmiah dan keabsahan simbol-simbol yang di pakai dalam
suatu pembahasan keilmuan baik ilmu empirik, ilmu rasional, dan juga bidang ilmu etika dan
estetika, kesejarahan, lalu dalam filsafat ilmu juga akan di bahas mengenai nilai konsekuensi
pragmatik suatu ilmu terhadap realitas, mengkritisi masalah keempirisan suatu bidan ilmu
empiris maupun kerasionalan.

PENGERTIAN FILSAFAT PENGETAHUAN

Filsafat pengetahuan atau epistemologi ini terlihat samar sama dengan filsafat ilmu. Jika
kita tidak memperhatikan terlebih dahulu terhadap pengertian atas dua kata antara ilmu dan
pengetahuan. Pengertian ilmu mungkin telah di jelaskan diatas, namun beralih pada pengertian
pengetahuan susah rasanya untuk mendefinisikan filsafat karena ketika kita bertanya tentang
Apakah pengetahuan itu? Itu sendiri telah menunjukan sebuah kegiatan pengetahuan, itu
memperlihatkan upaya mengetahui. Maka dari itu sebenarnya pengetahuan merupakan sebuah
keba’dihian bagi manusia. Jika saja kita mencoba untuk mendefinisikan pengetahuan maka kita
akan berputar-putar pada kata itu.

Filsafat pengetahuan atau epistemology ini adalah salah satu bagian yang terdapat dalam
filsafat selain ontology dan aksiologi. Namun sebenarnya epistemology sendiri muncul baru-baru
saat ini, meskipun sebenarnya persoalanya muncul sudah sejak lama. Karena pada zaman filosof-
filosof seperti Mulla sadra ataupun Aristoteles epistemologi masih merupakan bagian dari
pembahasan ontologi.

Epistemologi merupakan suatu awal mula perjalanan dari sebuah petualangan


kefilsafatan karena epistemologi lah yang akan memberika berbagai petunjuk untuk kita bisa
masuk dalam filsafat. Atau mungkin juga epistemology tidak hanya berpengaruh dan bermanfaat
bagi filsafat namun juga berpengaruh terhadap perjalanan hidup seorang manusia karena
epistemologi merupakan world view atau pandangan hidup bagi seorang manusia, karena
pandangan hidup akan mempengaruhi terhadap idiologi seseorang dalam melakukan perbuatan.
Mungkin karena alasan ini pula seorang ilmuwan sekaligus revolusioner Iran Murtadha
Muthahhari sangat menekankan terhadap pembelajaran epistemologi ini, karena dunia sekarang
sedang dilanda oleh pendangan dunia yang materialis, hingga tolok-ukur sebuah kebenaran pun
di tanggalkan pada materi. Padahal pada kenyataannya kita memiliki sebuah fitrah ataupun suatu
keyekinan yang selalu mengharapkan kebahagyaan yang tak terhingga, sedangkan materi
ternatas.
Dalam epistemologi akan dibahas tentang beberapa hal, mengenai apa sebenarnya
pengetahuan itu lalu dengan apakah kita akan memiliki atau mendapatkan pengetahuan, alat apa
saja yang bisa kita gunakan untuk kita mendapatkan pengetahuan, adakah sumber ataupun objek
untuk kita mengetahui dan mendapatkan pengetahuan.

Dalam epistemologi para filosof mempertanyakan kembali bagaimana peroses


mengetahui yang bisa mengantarkan pada sebuah kebenaran hakiki. Seperti yang telah dilakukan
oleh Rene Descartes, filosof ini begitu kritis hingga berbagai pengetahuan yang ia miliki
semenjak kecil ia hancurkan. Decart meragukan segalahal yang telah ia ketahui hingga akhirnya
ia sampai pada sebuah kesimpulan yang beranggapa “jika aku berpikir maka aku ada”. Ataupun
pyrlo yang begitu sekeptis terhadap berbagai pengetahuan.

Filsafat pengetahuan ataupun epistemologi adalah sebuah telaah kritis terhadap


pengetahuan segala hal yang berkaitan dengan pengetahuan akan di bongkar dan di pertanyakan
kembali. Berbagai intrumen seperti indra, akal, dan sebagainya akan di telaah kembali apakah
sebenarnya yang mampu diketahui oleh berbagai instrument tadi. Apakah sesuatu yang non
materi akan mampu di ketahui oleh instrument indra, jika tidak maka tidak mungkin kita akan
menemukan pengetahuan tentang yang non materi hanya dengan menggunakan indra dan kita
pun tidak bisa menolak ketidak beradaan sesuatu yang non materi karena kita sendiri tidak
pernah mampu menggapai realitas itu dengan indra ini. Dalam peroses mengetahui sendiri
instrument indra tidak mungkin akan mampu menggapai sebuah pengetahuan jika hanya
bersandar pada instrument itu, karena alat itu hanya sebagai sebuah pengambil gambaran atau
informasi namun pengolahan data di lakukan oleh akal.

Telaah kritis pada pengetahuan ini telah mengantarkan berbagai aliran filsafat pada
jalannya masing-masing dan pada idiologinya masing-masing.
BAB 3
PENUTUP

KESIMPULAN

 Ilmu dan filsafat jelas membdakan diri masing-masing, baik yang disebut Ilmu Filsafat atau pun
Filsafat ilmu. Namun dari keduanya memiliki kaitan yang akrab.

 Terdapat perbedaan yang cukup signifikan antara Filsafat Ilmu dan Filsafat Pengetahuan atau
modern ini sering disebut sebagai Epitemologi yang selalu berkaitan dengan bagaimana
pembenaran itu menjadi benar-benar benar atau tidak disalah artikan.

 Dalam objek kajian filsafat ilmu kita akan menemukan dua bagian umum untuk objeknya, yaitu:
Objek Material dan Objek Formal. Objek Formal membuahkan landasan ilmu pengetahuan,
antara lain, landasan Ontologis, Epistemologis, dan Aksiologi.

 Ontologis membagi dua mainstream yang keduanya memiliki pengaruh dalam keilmuan; yaitu,
Materialisme dan Spiritualisme.

 Epistemologi dalam bagian Objek Formal membagi dua metode, pertama, Metode Siklus
Empiris dan yang kedua, Metode Linier.

 Lingkup Kajian yang digambarkan banyak oleh para filsuf diatas menggambarkan ilmu tidak
akan selesai dalam kajian walaupun hanya satu bidang yang dikaji, karena pendapat adalah
tinjauan penting dan yang akan membuka jalan awal bagi penelitian.
DAFTAR PUSTAKA

https://pembedao1.wordpress.com/2013/05/07/1-pengantar-filsafat-ilmu-pengertian-filsafat-
dan-ilmu/

http://elmasterquin.blogspot.com/2012/01/v-behaviorurldefaultvmlo.html

https://ilmufilsafat.wordpress.com/category/manfaat-belajar-filsafat/

http://ciputrauceo.net/blog/2015/2/5/contoh-makalah-mahasiswa-yang-benar-beserta-pedoman-
pembuatan-makalah