Anda di halaman 1dari 27

LAPORAN KASUS

ASUHAN KEBIDANAN PADA HEPATITIS A

DI RUANG MERPATI RS.SARI MULIA BANJARMASIN

Nama: ANISYA AULIA RAHHIM

NIM :11194441920177

PROGRAM STUDI DIII KEBIDANAN

FAKULTAS KESEHATAN

UNIVERITAS SARI MULIA

BANJARMASIN

2019

i
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang mana berkat rahmad dan hidayah-
Nya jualah penulis dapat menyelesaikan laporan kasus yang berjudul Hepatitis A di
ruang Merpati RSUD Sari Mulia Banjarmasin.
Penulisan laporan ini dalam rangka menerapkan praktik klinik kebidanan
yang merupakan salah satu mata kuliah atau kurikulum yang harus dilalui dalam
proses pendidikan. Dalam penyusunan laporan ini penulis banyak mendapatkan
bantuan, bimbingan serta pengarahan dari berbagai pihak. Oleh karena itu dalam
kesempatan ini penulis ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya
kepada :
1. DR.RR. Dwi Sogi Sri Redjeki, S.KG., M.Pd selaku Ketua Yayasan Indah
Banjarmasin.
2. dr. H. R. Soedarto WW, Sp.OG selaku Rektor Universitas Sari Mulia.
3. Anggrita Sari, S.Si.T., M.Pd., M.Kes, selaku Wakil Rektor I Bidang Akademik
& Kemahasiswaan Universitas Sari Mulia.
4. Hariadi Widodo, S.Ked., M.PH selaku Wakil Rektor II Bidang Keuangan &
Sistem Informasi Universitas Sari Mulia.
5. Dr. Ir. Agustinus Hermino Superma Putra, M.Pd selaku Wakil Rektor III
Bidang Sumber Daya & Kemiteraan Universitas Sari Mulia.
6. H. Ali Rakhman Hakim, M.Farm.,Apt selaku Dekan Fakultas Kesehatan
Universitas Sari Mulia.
7. Ibu Anggrita Sari,S.SiT., M.Pd., M.Kes, selaku direktur Akademi Kebidanan
Sari Mulia Banjarmasin.
8. Ibu Nurul Hidayah,S.S.T, M.Kes selaku penanggung jawab Praktik Klinik
Akademi Kebidanan Sari Mulia Banjarmasin.
9. Ibu Mega Yunita Sari.SST selaku Pembimbing Pendidikan (CT) Bidan
Pendidik Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sari Mulia Banjarmasin.
10. Ibu HJ.Maria Olfah.SST selaku Pembimbing Lahan Praktik (CI) Di Ruang
Merpati Rumah Sakit Sari Mulia Banjarmasin.
11. Kakak-kakak bidan dan perawat serta teman-teman yang telah memberi
banyak masukan dalam laporan ini

Penulis menyadari sepenuhnya bahwa laporan ini masih jauh dari kesempurnaan
dengan demikian penulis sangat mengharapkan petunjuk dan saran serta kritik dari
dosen pembimbing. Akhir kata semoga hasil laporan ini memberikan manfaat yang
berguna bagi yang membutuhkannya.

Banjarmasin, ….Agustus 2019

Penulis
Anisya Aulia Rahhim
11194441920177

ii
LEMBAR PENGESAHAN
JUDUL : LAPORAN KASUS ASUHAN KEBIDANAN PADA
HEPATITIS A DI RUANG MERPATI RS.SARI MULIA
BANJARMASIN
NAMA : Anisya Aulia Rahhim
NIM : 11194441920177

Banjarmasin, ................................ 2019

Menyetujui,

Pembimbing Pendidikan Pembimbing Lahan


Praktik
(CT) (CI)

Mega Yunita Sari,SST HJ.Maria Olfah,SST


NIK.1166O22018122 NIK.139.02.00.01

Mengetahui,
Sekretaris Jurusan
Program Studi Diploma Tiga Kebidanan

Dewi Pusparani Sinambella, SST., M.Kes


NIK. 1166032012051

iii
LEMBAR PERSETUJUAN
JUDUL : LAPORAN KASUS ASUHAN KEBIDANAN PADA ANAK
HEPATITIS A DI RUANG MERPATI RS.SARI MULIA
BANJARMASIN
NAMA :Anisya Aulia Rahhim
NIM :11194441920177

Banjarmasin, ..................Agustus 2019

Menyetujui,

Pembimbing Pendidikan Pembimbing Lahan


Praktik
(CT) (CI)

Mega Yunita Sari,SST HJ.Maria Olfah,SST


NIK.1166O22018122 NIK.139.02.00.01

iv
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL i
KATA PENGANTAR ii
LEMBAR PERSETUJUAN iii
LEMBAR PENGESAHAN iv
DAFTAR ISI v
BAB I PENDAHULUAN 1
A. Latar Belakang 1
B. Tujuan Penulisan 3
C. Manfaat Penulisan 3
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 4
A. Pengertian 4
B. Etiologi 4
C. Patofisiologi 5
D. Tanda dan Gejala 6
E. Penatalaksanaan 7
BAB III TINJAUAN KASUS 10
A. Data Subjektif 10
B. Data Objektif 12
C. Analisis Data 14
D. Penatalaksaan 14
BAB IV PEMBAHASAN 17
BAB V PENUTUP 19
A.Kesimpulan 19
B.Saran 19
DAFTAR PUSTAKA 21

v
vi
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Hepatitis didefinisikan sebagai suatu penyakit yang ditandai dengan adanya
peradangan pada hati. Hepatitis merupakan suatu proses terjadinya inflamasi atau
nekrosis pada jaringan hati yang dapat disebabkan oleh infeksi, obat-obatan, toksin,
gangguan metabolik, maupun kelainan sistem antibodi. Infeksi yang disebabkan
virus merupakan penyebab paling banyak dari Hepatitis akut. Terdapat 6 jenis virus
penyebab utama infeksi akut, yaitu virus Hepatitis A, B, C, D, dan E. Penyakit
Hepatitis yang disebabkan oleh virus, Hepatitis B menduduki tempat pertama dalam
hal jumlah dan penyebarannya yang di akibatkan oleh virus (Arief, 2012). World
Health Organization (WHO) memperkirakan penduduk dunia terinfeksi virus
Hepatitis A, B, C, D dan E. Hasil data untuk Hepatitis A secara global didapatkan
sekitar 1,4 juta kasus pertahun. Hepatitis B berjumlah lebih dari 2 miliar penduduk
dunia terinfeksi virus Hepatitis B dan 400 juta orang diantaranya menjadi pengidap
kronik pada tahun 2000 (IDAI, 2012). Hepatitis C berjumlah sekitar 3% atau 170
juta orang (Depkes RI, 2009). Hepatitis E dengan jumlah kasus 146 orang
(Kemenkes RI, 2014). Hepatitis A adalah penyakit hati yang disebabkan oleh virus
hepatitis A. Virus ini menyebar terutama melalui ingests makanan atau air yang
terkontaminasi dengan tinja orang yang terinfeksi. Penyakit ini sangat erat
kaitannya dengan kurangnya penggunaan air bersih, sanitasi yang tidak memadai
dan kebersihan pribadi yang buruk.Tidak seperti hepatitis B dan C, infeksi hepatitis
A tidak menyebabkan penyakit hati kronis dan jarang berakibat fatal, tetapi dapat
menyebabkan gejala yang melemahkan tubuh dan dapat menjadi hepatitis fulminan
(gagal hati akut), yang berhubungan dengan kematian yang tinggi (WHO 2012).
Hepatitis A terjadi secara sporadis dan dalam epidemi di seluruh dunia,
dengan kecenderungan untuk kambuh siklik. Setiap tahun ada sekitar 1,4 juta
diperkirakan kasus hepatitis A di seluruh dunia (WHO 2012).
Virus hepatitis A merupakan salah satu penyebab yang paling sering infeksi
bawaan makanan. Wabah terkait dengan makanan atau air yang terkontaminasi

1
dapat meletus eksplosif, seperti epidemi di Shanghai pada tahun 1988 yang
mempengaruhi sekitar 300 000 orang. Di Indonesia berdasarkan data yang berasal
dari Departemen Kesehatan, hepatitis A masih merupakan bagian terbesar dari
kasus – kasus hepatitis akut yang dirawat yaitu berkisar dari 39,8 – 68,3 %.1di
beberapa daerah seperti Jakarta, Bandung, dan Makassar berkisar antara 35%-45%
pada usia 5 tahun (Puspa R, 2011).
Penyakit ini dapat menimbulkan konsekuensi ekonomi dan sosial yang
signifikan dalam masyarakat, karena , diperlukan beberapa minggu atau bulan untuk
orang sembuh dari penyakit untuk kembali ke pekerjaan, sekolah atau kehidupan
sehari-hari. (WHO 2012).
Geografis distribusi
Wilayah geografis dapat dicirikan memiliki tingkat tinggi, menengah atau
rendah infeksi hepatitisA.
Daerah dengan tingkat tinggi infeksi
Di negara-negara berkembang dengan kondisi sanitasi yang sangat buruk
dan praktek-praktek higienis, kebanyakan anak (90%) telah terinfeksi dengan virus
hepatitis A sebelum usia 10 tahun. Mereka yang terinfeksi di masa kecil tidak
mengalami gejala nyata. Wabah jarang terjadi karena anak-anak lebih tua dan orang
dewasa umumnya kebal. Gejala penyakit suku di daerah ini rendah dan wabah
jarang terjadi.
Daerah dengan tingkat menengah infeksi
Di negara berkembang, negara-negara dengan ekonomi transisi, dan wilayah
di mana kondisi sanitasi adalah variabel, anak-anak seringkali luput infeksi pada
anak usia dini. Ironisnya, kondisi ekonomi dan sanitasi dapat menyebabkan
peningkatan kerentanan yang lebih tinggi pada kelompok usia yang lebih tua dan
tingkat penyakit yang lebih tinggi, seperti infeksi terjadi pada remaja dan orang
dewasa, dan wabah besar dapat terjadi.
Daerah dengan tingkat infeksi rendah
Di negara-negara maju dengan kondisi sanitasi dan higienis yang baik,
tingkat infeksi rendah. Penyakit dapat terjadi di kalangan remaja dan orang dewasa
dalam kelompok berisiko tinggi, seperti menyuntikkan pengguna narkoba, pria

2
homoseksual, orang-orang yang bepergian ke daerah endemisitas tinggi, dan dalam
populasi terisolasi seperti komunitas agama tertutup (WHO 2012).
B. Tujuan Penulisan
Maksud dalam pembuatan makalah ini adalah untuk mengetahui lebih banyak
lagi tentang penyakit hepatitis dan mengetahui bagaimana proses terjadinya
penyakit tersebut.
C. Manfaat penulisan
1. Bagi Rumah Sakit Sari Mulia Banjarmasin
Hasil studi kasus ini dapat memberikan masukan bagi para tenaga kesehatan
khususnya bidan dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan asuhan
kebidanan pada klien dengan Hepatitis
2. Institusi pendidikan / akademik
Dapat memberikan sumbangan pemikiran bagi lingkungan akademik
khususnya prodi DIII Kebidanan tentangan asuhan kebidanan pada kasus
Hepatitis
3. Peneliti selanjutnya
Informasi didapat dari penulisan ini berguna sebagai bahan literatur atau
referensi dalam melakukan studi kasus selanjutnya.

3
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A. Pengertian
1.Hepatitis A adalah penyakit yang mengenai sel-sel hati yang disebabkan oleh
virus hepatitis A (VHA). Self-limiting dan memberikan kekebalan seumur
hidup. Menurut WHO (2012) Hepatitis A adalah penyakit hati yang
disebabkan oleh virus hepatitis A. Virus ini menyebar terutama bila (dan tidak
divaksinasi) tidak terinfeksi orang ingests makanan atau air yang
terkontaminasi dengan tinja orang yang terinfeksi. Penyakit ini sangat erat
kaitannya dengan kurangnya air bersih, sanitasi yang tidak memadai dan
kebersihan pribadi yang buruk.
2.Hepatitis A disebut juga dengan hepatitis infeksiosa. Penyebab yang dapat
menjangkit Hepatitis A kemungkinannya adalah virus RNA dari famili
enterovirus. Karakteristik Hepatitis A adalah sama dengan sifat khas dari
syndroma virus dan sering kali tidak dapat dikenali. Penyebaran Hepatitis A
adalah melalui jalur fekal – oral terutama lewat konsumsi makanan atau
minuman yang tercemar virus hepatitis A, air yang tidak bersih mengandung
sumber penyakit atau infeksi, kerang-kerang yang diambil dari air yang
tercemar. Virus dapat juga tersebar melalui aktivitas sex oral-anal dan kadang-
kadang melalui pembukaan pengeluran fecal dalam Rumah Sakit. Dalam kasus
yang sama, Hepatitis A dapat juga bertransmisi dalam aliran darah. Penyakit ini
sering terjadi pada daerah yang sanitasinya kurang. Masa inkubasi Hepatitis A
antara 1 hingga 7 minggu dengan rata-rata 30 hari. Perjalanan penyakit dapat
berlangsung lama, dari 4 sampai denagn 8 minggu. Umumnya hepatitis A
berlangsung lebih lama dan lebih berat pada penderita yang berusia diatas 40
tahun (Brunner, dkk, 2009).

B. Etiologi / Penyebab
Hepatitis A virus akut merupakan infeksi virus yang ditularkan melalui
transmisi enteral virus RNA yang mempunyai diameter 27 nm. Virus ini bersifat
self-limiting dan biasanya sembuh sendiri, lebih sering menyerang individu yang

4
tidak memiliki antibodi virus hepatitis A seperti pada anak-anak, namun infeksi
juga dapat terjadi pada orang dewasa. Jarang terjadi fulminan (0.01%) dan
transmisi menjadi hepatitis konis tidak perlu ditakuti, tidak ada hubungan
korelasi akan terjadinya karsinoma sel hati primer. Karier HAV sehat tidak
diketahui. Infeksi penyakit ini menyebabkan pasien mempunyai kekebalan
seumur hidup.HAV terdiri dari asam nukleat yang dikelilingi oleh satu atau lebih
protein.beberapa virus juga memiliki outer-membran envelop. Virus ini bersifat
parasite obligat intraseluler, hanya dapat bereplikasi didalam sel karena asam
nukleatnya tidak menyandikan banyak enzim yang diperlukan untuk
metabolisme protein, karbohidrat atau lipid untuk menghasilkan fosfat energi
tinggi. Biasanya asam nukleat virus menyandi protein yang diperlukan untuk
replikasi dan membungkus asam nukleatnya pada bahan kimia sel inang.
Replikasi HAV terbatas di hati, tetapi virus ini terdapat didalam empedu, hati,
tinja dan darah selama masa inkubasi dan fase akhir preicterik akut
penyakit.HAV digolongkan dalam picornavirus, subklasifikasi sebagai
hepatovirus, diameter 27 – 28 nm dengan bentuk kubus simetrik, untai tunggal
(single stranded), molekul RNA linier 7,5 kb, pada manusia terdiri dari satu
serotipe, tiga atau lebih genotipe, mengandung lokasi netralisasi imunodominan
tunggal, mengandung tiga atau empat polipeptida virion di kapsomer, replikasi di
sitoplasma hepatosit yang terinfeksi, tidak terdapat bukti adanya repliksai di
usus, menyebar pada galur primata non manusia dan galur sel manusia (IPD
UI,2009).

C. Patofisiologi
HAV masuk ke hati dari saluran pencernaan melalui aliran darah, menuju
hepatosit, dan melakukan replikasi di hepatosit yang melibatkan RNA-dependent
polymerase.Dari hepar HAV dieliminasi melalui sinusoid, kanalikuli, masuk ke
dalam usus sebelum timbulnya gejala klinis maupun laboratoris.Perubahan
morfologik pada hati seringkali serupa untuk berbagai virus yang berlainan. Pada
kasus yang klasik, ukuran dan warna hati tampak normal, tetapi kadang – kadang
sedikit edema, membesar dan berwarna seperti empedu. Secara histologik, terjadi

5
susunan hepatoselular menjadi kacau, cedera dan nekrosis sel hati, dan
peradangan perifer. Perubahan ini reversibel, sempurna, bila fase akut penyakit
mereda. Pada beberapa kasus, nekrosis submasif atau masif dapat mengakibatkan
gagal hati yang berat dan kematian.

D. Tanda Dan Gejala


1. Klasifikasi
Hepatitis A dapat dibagi menjadi 3 stadium:
a. Pendahuluan (prodromal) dengan gejala letih lesu demam kehilangan selera
makan dan mual
b.Stdium dengan gejala kuning (stadium ikterik)
c. Stadium kesembuhan( konvalesensi). gejala kuning tidak selalu ditemukan.
Untuk memastikan diagnosis dilakukan pemeriksaan enzim hati0 S7PT0
S7BT. karena pada hepatitis A juga bisa terjadi radang saluran empedu
maka pemeriksaan gama-7T dan alkali fosfatase dapat dilakukan di samping
kadar bilirubin.

2.Tanda dan gejala hepatitis A yaitu :


a. Kelelahan
b.Mual muntah
c. Nyeti perut atau rasa tidak nyaman, terutama pada daerah hati (pada sisi
kanan bawah tulang rusuk)
d.Kehilangan nafsu makan
e. Demam
f. Warna urine gelap
g.Nyeri otot
h.Menguningnya kulit dan mata (jaundice)

3.Manisfestasi Klinis
Hepatitis pada anak sering bersifat asimtomatis dan hanya 10% - 20% yan
simtomatik masa inkubasi 15-40 hari dengan rata-rata 28-30 hari. masa infeksi

6
virus hepatitis A berlangsung antara 3-5 minggu. virus sudah berada di dalam
feses 1-2 minggu sebelum gejala pertama muncul dan dalam minggu pertama
timbulnya gegala. Setelah masa inkubasi biasanya di ikuti dengan gejala-
gejala demam kurang nafsu makan mual nyeri pada kuadran kanan atas perut
dan dalam ,waktu beberapa hari kemudian timbul sakit kuning. Urin penderita
biasanya berwarna kuning gelap yang terjadi1-5 hari sebelum timbulnya
penyakit kuning.
Terjadi hepatomegali dan pada perabaan hati ditemukanTenderness (99%)
sebagian besar dari kasus hepatitis A adalah sembuh sendiri.Perjalanan
penyakit yang simtomatik dibagi dalam ; fase - fase preikterik fase ikterik fase
penyembuhan. yang pertama fase preikterik atau prodromal berlangsung
selama 5-7 hari yang ditandai dengan munculnya gejala seperti menurunnya
nafsu makan kelelahan panas mual sampai muntah anoreksia nyeri perut
sebelah kanan mual dan muntah demam diare urin berwarna coklat gelap
seperti air teh dan tinja yang padat. yang kedua fase ikterik biasanya dimulai
dalam waktu 10 hari gejala awal didahului urin yang berwarna coklat sklera
kuning kemudian seluruh badan menjadi kuning. Terjadi puncak fase ikterik
dalam 1-2 minggu hepatomegali ringan yang disertai dengan nyeri
tekan.Demam biasanya membaik setelah beberapa hari pertama penyakit
kuning. Viremia berakhir tak lama setelahnya meskipun tinja tetap menular
selama 1-2 minggu. Biasanya terjadi peningkatan SGPT/SGOT lebih dari 10
kali normal. Yang terakhir fase masa penyembuhan pada fase ini keluhan
mulai berkurang ikterus berangsur-angsur berkurang dan hilang dalam 2-6
minggu kemudian demikian pula anoreksia lemas badan danhepatomegali
mulai berkurang.Penyembuhan sempurna sebagian besar terjadi dalam 3-4
bulan.
E. Penatalaksanaan
Hingga sekarang belum ada pengobatan spesifik bagi hepatitis virus akut.
Terapi simtomatis dan penambahan vitamin dengan makanan tinggi kalori
protein dapat diberikan pada penderita yang mengalami penurunan berat badan
atau malnutrisi.

7
Istirahat dilakukan dengan tirah baring berangsur dimulai jika keluhan atau
gejala berkurang bilirubin dan transaminase serum menurun. Aktifitas normal
sehari-hari dimulai setelah keluhan hilang dan data laboratorium normal.Tidak
ada diet khusus bagi penderita hepatitis A yang penting adalah jumlah kalori dan
protein adekuat disesuaikan dengan selera penderita terkadang pemasukan nutrisi
dan cairan kurang akibat mual dan muntah sehingga perlu ditunjang oleh nutrisi
parenteral.
Penularan penyakit hepatitis A lewat makanan atau minuman membuat
penderita hepatitis A perlu menerapkan pola makan sehat untuk memperbaiki
kondisinya..
Menjangkitnya penyakit hepatitis A turut dipengaruhi kekeringan yang sedang
melanda, sehingga masyarakat pun kekurangan air bersih. Akibat sanitasi air
yang buruk penyebaran virus hepatitis A pun berlangsung lebih cepat.
Virus hepatitis A juga mudah menyebar melalui transmisi fecal-oral.
Artinya, seseorang dapat terinfeksi hepatitis A jika mengonsumsi makanan atau
minuman yang terkontaminasi feses penderita.
Selain itu, pengolahan makanan oleh orang yang terinfeksi hepatitis A
(tanpa mencuci tangan terlebih dahulu) juga dapat mempercepat penyebaran
virus. Maka dari itu, dalam memilih makanan atau minuman sebaiknya pastikan
terjaga kebersihannya.Meski infeksi hepatitis A tidak menyebabkan penyakit hati
kronis dan jarang berakibat fatal, akan tetapi, meskipun jarang, beberapa kasus
hepatitis A juga dapat menyebabkan hepatitis A fulminan (gagal hati akut). Hal
ini sangat berbahaya karena memiliki angka risiko kematian yang tinggi.
Para penderita hepatitis A juga perlu menerapkan pola makan sehat. Sebab,
pola makan yang tidak sehat dapat menyebabkan kerusakan organ hati lebih
berat.Konsumsi makanan yang terlalu berminyak, berlemak atau makanan manis
dapat membuat organ hati mengalami perlemakkan atau disebut dengan fatty
liver. Hal ini dapat berujung pada pengerasan hati yang akan membuat obat
hepatitis menjadi tidak efektif.
Oleh sebab itu, penderita hepatitis A sebaiknya menghindari konsumsi
makanan dan minuman, seperti:

8
1. Makanan yang tinggi akan lemak jenuh seperti mentega, krim, daging yang
berlemak, makanan yang digoreng, dan makanan cepat saji.
2. Makanan dan minuman manis seperti kue dan soda.
3. Makanan yang tinggi garam, misalnya makanan olahan dan makanan cepat
saji.
4. Alkohol.
5. Makanan mentah.
Penderita hepatitis A (dan juga hepatitis lainnya) sering kali mengalami
mual, sehingga sulit untuk makan. Jika merasa mual saat makan dalam porsi
besar, cobalah makan dalam porsi kecil, tapi dengan frekuensi yang lebih sering.
Untuk mendapatkan kalori yang cukup,bisa mengonsumsi makanan atau susu
yang tinggi kalori.
Muntah dalam frekuensi yang sering juga dapat membuat penderita hepatitis
A rentan mengalami dehidrasi. Untuk itu, pastikan penderita mendapatkan
cukup asupan cairan. Meski air putih tetap yang terbaik, tapi cairan juga bisa
didapat dari jus buah atau susu.
Selain itu, hindari mengonsumsi sembarang obat atau suplemen tanpa adanya
anjuran dari dokter, meski obat atau suplemen tersebut diklaim bisa
menyembuhkan hepatitis A dengan cepat.
Obat-obatan yang di konsumsi akan di metabolisme tubuh di organ hati.
Jadi, mengonsumsi obat atau suplemen yang sebetulnya tidak di perlukan malah
akan memperberat kerja organ hati.
Baik ketika menderita hepatitis A atau tidak, tubuh akan selalu
membutuhkan asupan nutrisi yang sehat. Dengan pola makan bergizi seimbang
akan memperoleh cukup nutrisi yang dibutuhkan seperti vitamin, mineral,
protein, lemak, karbohidrat, dan serat

9
BAB III

TINJAUAN KASUS

ASUHAN PADA AN.G 13 TAHUN DENGAN HEPATITIS A DI RUANG


MERPATI VIP 2 RUMAH SAKIT SARI MULIA

Hari/Tanggal Pengkajian : 20 Februari 2019


Nama : Anisya Aulia Rahhim
Nim : 11194441920177
Waktu Pengkajian : 14:30 WITA
Tempat Pengkajian : Ruang Merpati Vip 2 RS Sari Mulia
NO. RMK : 49..xxx.xx

A. DATA SUBJEKTIF
1.Identitas pasien
Nama : An.G
Umur : 13 tahun
Jenis kelamin : Laki - Laki
Agama : Islam
Pendidikan : SMP
Suku Bangsa : Banjar / Indonesia
Alamat : Jl.xxx
2 .Identitas penanggung jawab
Nama : Ny.S
Umur : 43 th
Jenis Kelamin : Perempuan
Agama : Islam
Pendidikan : SLTA
Suku / Bangsa : Banjar/indonesia
Hubungan dengan pasien : Ibu kandung
Alamat : Jl.xxx

3.Riwayat Kesehatan
a.Keluhan Utama
Pasien mengatakan bahwa badan lemas,nyeri perut, mual dan muntah
serta badan kuning 2 minggu
b,Riwayat Penyakit Sekarang
-Sejak tanggal 1 agustus 2019 pasien mengatakan badan mulai
berwana kuning hingga 2 minggu,merasakan mual muntah dan nyeri
pada perut

10
- Pada tanggal 15 agustus 2019 pasien di bawa ke IGD sari mulia
diperiksa oleh dokter jaga dan di sarankan rawat inap. Pasien masuk di
ruang Merpati vip 2
c. Riwayat Penyakit Terdahulu
Pasien pernah menderita penyakit-penyakit ringan, seperti : demam,
batuk dan pilek tetapi sembuh setelah diberi obat oral dan tidak
bertahan lama. Serta tidak pernah menderita penyakit keturunan seperti
hipertensi, asma, diabetes mellitus, dan penyakit jantung serta penyakit
menular seperti TBC, HIV/AIDS.
d.Riwayat Penyakit Keluarga
Di dalam keluarga pasien tidak ada yang menderita penyakit keturunan
seperti hipertensi, asma, diabetes mellitus, dan penyakit jantung serta
penyakit menular seperti TBC, HIV/AIDS.
e.Data Psikologis, Sosiologi Dan Spiritual
1.Psikologis : Keluarga pasien merasa cemas melihat keadaan
pasien.
2.Sosiologis : Hubungan pasien dengan keluarga baik, tampak
keluarga selalu mendampingi pasien
3.Keluarga berdoa dan berharap pasien cepat smbuh.
4.Data Psikologis, Sosiologi Dan Spiritual
a. Psikologis : Keluarga pasien merasa cemas melihat keadaan
pasien.
b. Sosiologis : Hubungan pasien dengan keluarga baik, tampak
keluarga selalu mendampingi pasien
c. Keluarga berdoa dan berharap pasien cepat sembuh.

11
B.DATA OBJEKTIF
1.Pemeriksaan umum
Keadaan umum : Tampak Lemas
Kesadaran : Composmentis
Tanda-tanda vital : Nadi : 82 x/menit
Nafas : 21 x/menit
Suhu : 36,5°C
Tinggi Badan :150 cm
Berat badan : 49 kg

2.Pemeriksaan khusus
a.Kepala : Teraba hangat, rambut bersih tidak ada ketombe.
bWajah : Terlihat pucat dan lemas
c.Mata : Cekung simetris, konjungtiva tidak pucat, sclera tidak
ikterik, pada saat di lakukan palpasi pada kelopak mata normal
d.Telinga: Bersih tidak terdapat secret
e.Hidung : Bersih tidak terdapat secret
f.Mulut : Warna mukosa mulut normal , tidak ada lesi dan stomatitis
g.Leher : Tidak ada terlihat pembengkakan kelenjar tiroid, dan tidak
ada penyumbatan vena jugularis
h.Dada :
-Inspeksi : Dada pasien simetris kiri kanan,bersih,tidak
ada retraksi dinding dada.
-Palpasi : Perkembangan dada pasien teraba simetris
antara kiri kanan,tidak ada benjolan.
-Auskulasi : Bunyi pernafasan pada pasien normal, tidak
terdapat bunyi wheezing dan ronchi.
i.Abdomen : Tidak ada lesi dan pada saat di tekan tidak merasakan nyeri
j.Kulit : Lembab
k.Ekstermitas atas : Tidak terdapat edema
l.Ekstremitas bawah : Tidak terdapat edema

12
3. Data penunjang

RUJUKAN HASIL SATUAN RUJUKAN KETERANGAN


HEMATOLOGI
FUNGSI HATI
SGOT 73 U/L 0 - 35
SGPT 325 U/L 4 – 36

4. Pola Kehidupan biologis


a. Nutrisi
Jenis yang dikonsumsi :Nasi,lauk,air putih,dan susu formula
Frekuensi :3 x sehari
Banyaknya : 1 piring
b. Kebutuhan Eleminasi
BAB
Frekuensi :1-2 x sehari
Warna : Kuning kecoklatan
Konsistensi :Lembek
BAK
Frekuensi :4-5 x sehari
Warna :Kuning jernih
Bau :Pesing khas urine
c. Kebutuhan Personal Hygine
Frekuensi mandi :2x/sehari
Frekunsi ganti pakaian :2x/sehari
5. Data Psikososial dan Spriritual
a. Tanggapan keluarga terhadap keadaan pasien :Cemas
b. pengambilan keputusan dalam keluarga :Ibu
c. pengetahuan keluarga tentang perawatan pasien :Keluarga
mengetahuinya dari tenaga kesehatan

13
C.ANALISIS DATA
1.Diagnosa : An. G 13 tahun dengan hepatitis A
2.Masalah : Pasien merasa gelisah dengan mual,muntah,nyeri perut dan
badan menguning.
3.Kebutuhan : Memberikan KIE dan kolaborasi dengan dokter untuk
pemberian terapi.
D.Penatalaksanaan
1. Memberitahu hasil observasi TTV px : seperti suhu : 36,5˚C, pernafasan :
21x/menit, dan nadi : 82x/menit, d
“ Pasien sudah mengetahui hasil dari pemeriksaannya”
2. Memberitahukan kepada pasien bahwa pasien menderita Hepatitis A yaitu
yang di sebabkan oleh virus hepatitis A (VHA). Hepatitis A adalah penyakit hati
yang disebabkan oleh virus hepatitis A. Virus ini menyebar terutama bila (tidak
divaksinasi) tidak terinfeksi orang ingests makanan atau air yang terkontaminasi
dengan tinja orang yang terinfeksi. Penyakit ini sangat erat kaitannya dengan
kurangnya air bersih, sanitasi yang tidak memadai dan kebersihan pribadi yang
buruk.
“Pasien sudah mengetahui keadaan dan penyebab penyakit pada pasien”
3.Menjelaskan kepada pasien untuk melakukan pemeriksaan lab untuk
mengetahui penyakit apa yang di idap oleh pasien,
“ pasien sudah melakukan pemeriksaan lab”
4.Menyarankan pasien untuk istirahat yang cukup dan makan dengan porsi
sedikit tapi sering.
“pasien mengerti dengan anjuran”
5. Menyarankan pasien untuk diet kalori dan tinggi protein
-Diet tinggi Kalori seperti Makanan berlemak dan berminyak,Kacang dan biji-
bijian
-Diet tinggi protein seperti Susu kaleng kental manis,Susu bubuk full
cream,Berbagai jenis olahan Es krim,Keju,Ikan yang telah diawetkan/ikan
asin,Daging yang telah diawetkan atau dendeng,Ikan kaleng atau
Sarden,Daging olahan dalam kaleng atau kornet dan juga Sosis.

14
- Banyak minum, jenis minuman : air putih karena tubuh memerlukan cairan.
“pasien sudah melakukan diet protein dan tinggi kalori”
6.Berkolaborasi dengan dokter untuk pemberian terapi.
Farmakologi:
No Nama Obat Dosis Komposisi Indikasi Kontraindikasi
1 Livron B plex 3x1 - Vitamin B1 HCI Sebagai tonikum hipersensivitas
- Vitamin B2 0,5 mcg umum untuk
- Vitamin C 12,5 mg pertumbuhan
- Kalsium pantotenat anak- anak yang
1,5 mg tidak sehat
- Nikotinamida 10 mg
- Asam folat 0,5 mg
- Besi (II) glukonat 7,5
mg
- Tembaga sulfat 0,65
mg
- Subtansi hati kering
100 mg

Inf : IVFD D 10 % 20 tts/menit.

“terapi telah dilakukan untuk pasien”

CATATAN PERKEMBANGAN

NO Hari/Tanggal Catatan perkembangan


1 15 agustus 2019 S: pasien mengatakan badan lemas nyeri perut mual dan
muntah serta badan kuning kurang lebih minggu
O: N : 82 x/menit R : 21 x/menit T: 36,5°C TB: 150 cm
BB: 49 kg
A: An.G umur 13 tahun dengan hepatitis A
P: - Observasi TTV dan kesadaran
Pasien
- Memberikan KIE pada pasien
- Kolaborasi dengan tim medis
dalam pemberian terapi

15
2 16 agustus 2019 S: pasien mengatakan badan lemas nyeri perut mual dan
muntah serta badan kuning kurang lebih minggu
O: N : 82 x/menit R : 21 x/menit T: 36,5°C TB: 150 cm
BB: 49 kg
A: An.G umur 13 tahun dengan hepatitis A
P: - Observasi TTV dan kesadaran
Pasien
- Memberikan KIE pada pasien
- Kolaborasi dengan tim medis
dalam pemberian terapi

16
BAB IV

PEMBAHASAN

Hepatitis A adalah penyakit yang mengenai sel-sel hati yang disebabkan


oleh virus hepatitis A (VHA). Self-limiting dan memberikan kekebalan seumur
hidup. Menurut WHO (2012) Hepatitis A adalah penyakit hati yang disebabkan
oleh virus hepatitis A. Virus ini menyebar terutama bila (dan tidak divaksinasi)
tidak terinfeksi orang ingests makanan atau air yang terkontaminasi dengan tinja
orang yang terinfeksi. Penyakit ini sangat erat kaitannya dengan kurangnya air
bersih, sanitasi yang tidak memadai dan kebersihan pribadi yang buruk.
Hepatitis A disebut juga dengan hepatitis infeksiosa. Penyebab yang dapat
menjangkit Hepatitis A kemungkinannya adalah virus RNA dari famili enterovirus.
Karakteristik Hepatitis A adalah sama dengan sifat khas dari syndroma virus dan
sering kali tidak dapat dikenali. Penyebaran Hepatitis A adalah melalui jalur fekal –
oral terutama lewat konsumsi makanan atau minuman yang tercemar virus hepatitis
A, air yang tidak bersih mengandung sumber penyakit atau infeksi, kerang-kerang
yang diambil dari air yang tercemar. Virus dapat juga tersebar melalui aktivitas sex
oral-anal dan kadang-kadang melalui pembukaan pengeluran fecal dalam Rumah
Sakit. Dalam kasus yang sama, Hepatitis A dapat juga bertransmisi dalam aliran
darah. Penyakit ini sering terjadi pada daerah yang sanitasinya kurang. Masa
inkubasi Hepatitis A antara 1 hingga 7 minggu dengan rata-rata 30 hari. Perjalanan
penyakit dapat berlangsung lama, dari 4 sampai denagn 8 minggu. Umumnya
hepatitis A berlangsung lebih lama dan lebih berat pada penderita yang berusia
diatas 40 tahun (Brunner, dkk, 2009).
An.G adalah pasien yang di diagnosa mengalami Hepatitis A. An.G
mengatakan bahwa ia mengalami mual,muntah,nyeri perut serta badan kuning
selama 2 minggu.
Salah satu penyebab Hepatitis A adalah Virus hepatitis A yang dapat
menular melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi oleh tinja penderita
hepatitis A. Data objektif yang didapatkan dari hasi pemeriksaan adalah Keadaan

17
umum lemah, kesadaran composmentis, Nadi 82x/menit, suhu 36.6˚C,respirasi 21
x/menit.
Dari Pemeriksaan tersebut dianjurkan kepada pasien untuk istirahat, diet
makanan kalori tinggi, dan perbanyak minum air putih,jus buah,susu dll.
Memberikan pasien cairan IVFD D 10% 20 tts/menit. Penatalaksanaan dilanjutkan
di ruang rawat inap Merpati vip 2.
Gejala dari Tanda dan gejala hepatitis A yaitu kelelahan,mual muntah,nyeti
perut atau rasa tidak nyaman, terutama pada daerah hati (pada sisi kanan bawah
tulang rusuk),kehilangan nafsu makan,demam,warna urine gelap,nyeri
otot,menguningnya kulit dan mata (jaundice) .

18
BAB V

PENUTUP

A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa :
1.Hepatitis A adalah penyakit yang mengenai sel-sel hati yang disebabkan oleh
virus hepatitis A (VHA). Hepatitis A adalah penyakit hati yang disebabkan
oleh virus hepatitis A. Virus ini menyebar terutama bila (dan tidak divaksinasi)
tidak terinfeksi orang ingests makanan atau air yang terkontaminasi dengan
tinja orang yang terinfeksi. Penyakit ini sangat erat kaitannya dengan
kurangnya air bersih, sanitasi yang tidak memadai dan kebersihan pribadi yang
buruk.
2.Dari pengkajian yang dilakukan ditemukan pasien mengeluh lemas,mual
muntah,nyeri perut serta badan menguning selama 2 minggu. Dari analisa data
yang telah dilakukan, ditemukan masalah bagian kekebalan tubuh sehingga
diagnosa kebidanan yang ditegakkan adalah Proses penyakit, peningkatan
metabolisme dalam tubuh, nyeri pada bagian perut.
3.Dari diagnosa yang telah ditemukan, maka intervensi kebidanan yang dibuat
adalah etiologi dan masalah
4.Dari intervensi yang telah dibuat, maka implementasi yang dilakukan adalah
tujuan dan kreteria hasil
5.Dari hasil pembahasan, ditemukan adanya kesenjangan antara masalah kasus
dengan riwayat kesehatan pasien.
6 Dari proses yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa pada An.G
terserang virus hepatitis A
B. Saran
1.Untuk klien dan keluarga
Mampu memahami bagaimana keadaan kesehatannya sekarang dan mau
membantu petugas kesehatan dalam proses penyembuhan serta pencegahan
penyakit tersebut pada masa yang akan datang.
2.Untuk mahasiswa kebidanan

19
Diharapkan mahasiswa dapat menambah wawassan keilmuan dan serta
keterampilan
dalam melakukan asuhan kebidanan pada penderita Hepatitis A
3.Untuk institusi
Diharapkan dapat digunakan sebagai tambahan informasi bagi institusi
pendidikan dalam
pengembangan dan peningkatan mutu pendidikan di masa yang akan datang.

20
DAFTAR PUSTAKA

WHO. 2012. Hepatitis A.

Puspa R. 2011. Pendekatan Diagnostik Dan Hepatitis Akut. Arjawinangu

Arief, S., 2012. Hepatitis Virus. In: Juffrie, M., et al., ed. Buku Ajar
Gastroenterologi-Hepatologi. 3rd ed. Jakarta: IDAI, 285-305

Depkes RI. 2009. 3 % Penduduk dunia terinfeksi hepatitis c

Suddart & Brunner 2009.Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedal Edisi 8 Volume 2,
Jakarta, EGC

21