Anda di halaman 1dari 5

RESUME 1

“Alani-Kennedy Approach of density correlation for crude oil“

Metode alani-Kennedy untuk menghitung kepadatan minyak adalah


modifikasi dari Van der Waals asli EOS, dengan konstanta a dan b diberikan
sebagai fungsi suhu untuk parafin normal C1 ke C10 dan ISO dua set koefisien
untuk metana (untuk suhu dari 70 ke 300 ° f dan dari 301 sampai 460 ° f) dan dua
set untuk Etana (untuk suhu dari 100-249 ° f dan dari 250 ke 460 ° f). Lohrenz et
al. 62 memberinya-koefisien yang bergantung pada suhu alani-Kennedy untuk non
hydrocarbons N2, CO2, dan H2S Persamaan alani-Kennedy diringkas berikutnya.
EQS. 3.102 b dan 3.102 c berada di Van der Waals asli EOS tetapi tidak digunakan.

dengan in LBM/ft3, v di ft3/LBM mol, T di


° R, p in pía, dan 10.73 konstan gas
Runiversal. Solusi persamaan kubik untuk
volume disajikan dalam chap. 4. Kepadatan
diberikan oleh M/v, di mana M adalah
campuran berat molekul dan v adalah
volume molar yang diberikan oleh solusi
untuk persamaan kubik.

Metode alani-Kennedy juga dapat


digunakan untuk memperkirakan kompresi
minyak. Rackett, 63 Hankinson dan
Thomson, 64 dan Hankinson et al. 65
memberikan korelasi yang akurat untuk
kepadatan murni-komponen jenuh-cair, dan
meskipun korelasi ini dapat diperpanjang
untuk campuran, mereka belum diuji secara
ekstensif untuk sistem reservoir. Cullick et
al. 66 memberikan modifikasi sesuai-negara
metode untuk memprediksi kepadatan
reservoir cairan, metode ini memiliki dasar
yang lebih baik dan kemampuan ekstrapolasi daripada metode yang dibahas
sebelumnya (terutama untuk sistem dengan nonhidrokarbon);

Namun, Ruang tidak memungkinkan penyajian metode secara keseluruhan. Baik


metode Standing-Katz atau alani-Kennedy harus memperkirakan kepadatan
sebagian besar minyak reservoir dengan akurasi 2%. Metode alani-Kennedy
disarankan untuk sistem pada suhu 250 ° f dan untuk sistem yang mengandung
jumlah yang cukup besar nonhidrokarbon (5 mol%). EOS kubik (mis., peng-
Robinson atau Soave-Redlich-Kwong) yang menggunakan penerjemahan volume
juga memperkirakan kepadatan cairan dengan akurasi beberapa persen.

RESUME 2
“Gas Solubility”

Kelarutan gas (Rs) adalah banyaknya SCF gas yang terlarut dalam satu STB
minyak pada kondisi standar 14,7 psi dan 60 F, ketika minyak dan gas masih
berada dalam tekanan dan temperatur reservoir.
Pada grafik hubungan antara tekanan dan kelarutan gas dalam minyak (Rs),
bila temperatur dianggap tetap maka Rs akan naik bila tekanan naik, kecuali jika
tekanan gelembung telah terlewati, maka harga Rs akan konstan untuk minyak
tidak jenuh.

Gambar 1.10. Hubungan antara Tekanan dan Kelarutan Gas dalam


Minyak

Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kelarutan gas dalam minyak,
diantaranya adalah sebagai berikut:
 Tekanan Reservoir
Bila temperatur dianggap tetap maka Rs akan naik bila tekanan naik, kecuali
jika tekanan gelembung telah terlewati, maka harga Rs akan konstan untuk
minyak tidak jenuh.
 Temperatur Reservoir
Jika tekanan dianggap tetap maka temperatur naik.
 Komposisi Minyak
Pada temperatur dan tekanan tertentu Rs akan naik dengan turunnya berat
jenis minyak atau naiknya 0API.

RESUME 3
“Formation Volume Factor”

Faktor volume formasi minyak (Bo) didefinisikan sebagai volume minyak


dalam barrel pada kondisi standar yang ditempati oleh satu stock tank barrel
minyak termasuk gas yang terlarut. Atau dengan kata lain sebagai perbandingan
antara volume minyak termasuk gas yang terlarut pada kondisi reservoir dengan
volume minyak pada kondisi standard (14,7 psi, 60 F). Satuan yang digunakan
adalah bbl/stb.
Perubahan Bo terhadap tekanan untuk minyak mentah jenuh ditunjukkan
oleh Gambar 1.10. Tekanan reservoir awal adalah Pi dan harga awal faktor volume
formasi adalah Boi. Dengan turunnya tekanan reservoir dibawah tekanan buble
point, maka gas akan keluar dan Bo akan turun.

Formation - Volume Fac tor, Bo

Gambar 1.9. Hubungan antara Tekanan dan Faktor Volume Formasi


Minyak (Bo)

Terdapat dua hal penting dari Gambar 1.10. diatas, yaitu :


a. Jika kondisi tekanan reservoir berada diatas Pb, maka Bo akan naik dengan
berkurangnya tekanan sampai mencapai Pb, sehingga volume sistem cairan
bertambah sebagai akibat terjadinya pengembangan minyak.
b. Setelah Pb dicapai, maka harga Bo akan turun dengan berkurangnya tekanan,
disebabkan karena semakin banyak gas yang dibebask