Anda di halaman 1dari 7

ESSAY

“INDONESIA DALAM PERDAGANGAN INTERNASIONAL”

DISUSUN OLEH:

SASKIAH KHAERUNNISA ZALI (A021171001)

DEPARTEMEN MANAJEMEN

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

UNIVERSITAS HASANUDDIN
INDONESIA DALAM PERDAGANGAN INTERNASIONAL

Indonesia telah melakukan perdagangan internasional sejak berabad-abad yang lalu


dan sejak dimulai dibukanya jalur perdagangan di Asia Tenggara. Indonesia
mempunyai hubungan perdagangan dengan India sekitar abad ke-V M dan memulai
hubungan dagang dengan China setelah China membuka pasarnya ke Asia
Tenggara. Setelah Indonesia terkenal oleh dunia, maka negara-negara barat seperti
Portugis, Spanyol, Belanda, dan Inggris mulai mengunjungi Indonesia untuk mencari
komoditi ekspor seperti rempah-rempah.

Pada awal kemerdekaan Indonesia sempat terjadi stagnan atau macet dikarenakan
pihak Belanda memblokade barang-barang dari luar Indonesia seperti peralatan
militer dan barang-barang ekspor ke luar negeri dengan tujuan untuk melemahkan
Indonesia. Namun Indonesia tidak menyerah dan terus berusaha bahkan Indonesia
berhasil membuat jalur perdangan baru dengan Amerika Serikat yang bersedia
mengimpor gula, teh karet, dan lain-lain ke Indonesia. Walaupun sempat digagalkan
Belanda namun Indonesia tetap berusaha hingga blokade itu berakhir di tahun 1950
M.

Indonesia telah menyepakati beberapa perjanjian Indonesia yang mengatur tentang


perdagangan Internasional, seperti GATT (General Agreement on Trade and
Tarrifs), WTO (World Trade Organization), AFTA (Asean Free Trade Agreement),
dan ditahun 2015 Indonesia menandatangani perjanjian perdagangan bebas
kawasan Asia MEA (Masyarakat Ekonomi Asean) dengan tujuan untuk
mempercepat pertumbuhan ekonomi, kemajuan sosial, dan pengembangan
budaya.

Perdagangan Internasional adalah kegiatan memperdagangkan output barang atau


jasa dilakukan oleh penduduk suatu negara dengan penduduk negara lain di dunia.
Perdagangan tersebut tidak hanya mencakup ekspor dan impor barang tetapi juga
kegiatan ekspor dan impor jasa serta perdagangan modal. Melalui perdagangan
internasional dapat diraih banyak manfaat, baik manfaat langsung maupun tidak
langsung. Manfaat langsung dari perdagangan internasional diantaranya adalah
dengan adanya spesialisasi, suatu negara dapat mengekspor komoditi yang ia
produksi untuk untuk dipertukarkan dengan apa yang dihasilkan negara lain dengan
biaya yanglebih rendah. Negara akan memperoleh keuntungan secara langsung
melalui kenaikan pendapatan nasional dan pada akhirnya akan menaikkan laju
output dan pertumbuhan ekonomi. Manfaat tidak langsung dari perdagangan
internasional diantaranya adalah (1) Perdagangan internasional membantu
mempertukarkan barang-barang yang mempunyai pertumbuhan rendah dengan
barang-barang luar negeri yang mempunyai kemampuan pertumbuhan yang tinggi,
(2) Sebagai sarana pemasukan gagasan, kemampuan, dan keterampilan yang
merupakan perangsang bagi peningkatan teknologi, dan (3) Perdagangan
internasional memberikan dasar bagi pemasukan modal asing.
Dalam dekade terakhir ini perdagangan internasional sebagai salah satu bagian dari
kegiatan ekonomi atau kegiatan bisnis, menunjukan perkembangan yang cukup
pesat, di era meningkatnya perhatian dunia usaha pada kegiatan bisnis
internasional.

Perdagangan dalam negeri di kendalikan oleh perdagangan internasional yang


menjadikan perdagangan dalam ini bertransformasi atau berubah menjadi
perdagangam global,yang mana seluruh dunia menjadi pasar global, dalam hal ini
globalisasi berarti bahwa arus modal,barang dan jasa serta orang dan
teknologi menyebar di seluruh dunia, ekspansi perdagangan dunia merupakan
unsur inti dari globalisasi.

Perdagangan Internasional sebagai akibat dari globalisasi kini semakin menjadi


pusat perhatian dunia, kepentingan pencapaian pasar semakin membutuhkan ruang
yang luas dari wilayah suatu negara, hubungan yang saling menguntungkan,
menjadi bahasan utama dalam forum-forum kerja sama internasional baik bilateral
maupun multilateral seperti WTO dan APEC.

Pemetaan peluang serta tantangan perdagangan internasional dilakukan terus


menerus sebagai strategi fundamental dalam menghadapi perkembangan
perdagangan internasional, agar dapat meraih kejayaan ekonomi dalam negeri.

Tercatat Indonesia telah menjadi panggung utama dari tiga forum internasional pada
tahun 2013 : WTO (Organisasi Perdagangan Dunia), APEC (Asia Pasific Economic
Cooperation) Summit (01-08 Oktober 2013, The UN High Level Panel of Eminent
Persons (HLPEP) Post 2015 agenda pembangunan (Maret).

Sebagai negara yang memiliki sumber daya alam melimpah, membuat Indonesia
semakin mengembangkan perindustrian di kancah nasional maupun internasional.
Berkembangaya perindustrian mulai dari industi kecil hingga besar, menghasilkan
barang yang banyak diminati. Indonesia berperan aktif dalam perdagangan
internasional, dimana Indonesia banyak melakukan kegiatan ekspor dan impor.
Sebagai contoh, Indonesia mengekspor Karet, Kopi, Udang ke Belgia. Minyak Bumi,
Kayu, Bahan Makanan, yang diekspor ke Jepang, tidak hanya itu, Indonesia juga
mengekspor dalam bidang jasa seperti tenaga kerja ke Malaysia dan Timur Tengah,
dan masih banyak yang lainnya. Tidak hanya mengekspor barang. Indonesia juga
aktif mengimpor barang seperti Beras yang diimpor dari Vietnam, dan India. Kedelai
diimpor dari Jepang, Gula diimpor dari Thailand, dan Brazil. Kegiatan tersebut
memberi dinamika tersendiri bagi perekonomian negara ini.

Jika dilihat dari keuntungan mengimpor barang, Indonesia dapat memenuhi


kebutuhan/mencukupi kebutuhan negara, mendapatkan kualitas yang lebih baik.
dibalik itu kerugian juga dapat dirasakan, yaitu menurunkan pasar domestik serta
meningkatkan ketergantungan terhadap negara lain. Keuntungan dari mengekspor
barang adalah menambah lapangan pekerjaan, memperluas pasar. namun ada pula
kerugiannya yaitu menimbulkan kelangkaan barang dialam negeri, dan
menyebabkan eksploitasi besar-besaran terhadap SDA.

kepada pendapatan nasional. Ekspor merupakan upaya dalam menjalankan


penjualan komoditas yang kita miliki kepada bangsa lain atau negara asing sesuai
dengan ketentuan pemerintah dengan mengharapkan pembayaran dalam valuta
asing. Berdasarkan hasil estimasi dan penelitian terdahulu, hal ini telah sesuai
dengan teori yang menyatakan bahwa jika ekspor meningkat maka jumlah cadangan
devisa yang dimiliki akan ikut meningakat sehingga persediaan impor dalam
beberapa bulan berikutnya akan tercukupi dan akan memperbesar kemampuan
negara tersebut melakukan transaksi ekonomi. Berkaitan dengan pengaruh ekspor.
Impor juga memiliki pengaruh terhadap cadangan devisa. impor adalah
perdagangan dengan cara memasukkan barang dari luar negeri ke dalam wilayah
Indonesia. Impor mempunyai sifat yang berlawanan dengan ekspor. Kala impor
justru merupakan “kebocoran” dalam Perdagangan ekspor dan impor memegang
peranan sangat penting dalam kehidupan bisnisdi Indonesia, tidak saja ditinjau dan
segi lalu lintas devisa melainkan juga atas sumbangan pendapat dengan teori yang
menyatakan bahwa semakin tinggi nilai impor maka akan mengurangi persediaan
cadangan devisa.

Semakin berkembangnya ekonomi Indonesia kearah positif juga menjadi salah satu
daya tarik Indonesia bagi negara-negara asing lainnya untuk mengembangkan
hubungan kerjasama ekonomi dengan Indonesia., seperti China, Jepang, dan
Thailand. Negara-negara tersebut belakangan ini diketahui semakin sering
melakukan dialog ekonomi dengan Indonesia melalui perwakilan masing-masing
negara. Tujuan mereka tentu saja untuk mempelajari kondisi pasar dalam negeri
Indonesia. Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang terus berkembang positif, secara
tidak langsung telah menghasilkan keuntungan bagi Indonesia sendiri. Keuntungan
tersebut diperoleh oleh Indonesia melalui peningkatan dalam hubungan kerjasama
ekonomi dengan negara lain. Hubungan kerjasama ekonomi tersebut akan
meningkatkan perekonomian Indonesia, seperti memperluas pasar luar negeri
Indonesia dengan meningkatkan ekspor produk lokal ke negara lain. Selain itu,
investasi yang dilakukan oleh negara asing di Indonesia juga akan meningkat
sehingga angka pengangguran di Indonesia secara perlahan akan berkurang.
Adapun yang di ekspor Indonesia, yaitu Minyak bumi, gas bumi, tembaga, timah
putih, rokok, tekstil, kopi, teh, suku cadang telkom, pupuk, kayu lapis, karet, kayu,
udang, dan tembakau. Adapun yang diimpor Indonesia diantaranya adalah Beras
yang bisanya berasal dari Vietnam dan Thailand, Jagung yang biasanya berasal
dari India, Amerika Serikat, dan Argentina, Gula pasir yang biasanya berasal dari
Malaysia, Korea Selatan dan Thailand, Gula tebu yang biasanya berasal dari
Thailand, El Savador, dan Brazil, Daging ayam yang biasanya berasal dari
Malaysia, Garam yang biasanya berasal dari Australia, German, dan India, Susu
yang biasanya berasal dari Selandia Baru, Australia, dan Amerika Serikat, Bawang
merah yang biasanya berasal dari India, Filipina, dan Thailand, Bawang putih yang
biasanya berasal dari India, China, dan Vietnam, Lada yang biasanya berasal dari
Belanda, Vietnam, dan India.

Namun saat ini, kiinerja perdagangan Indonesia semakin menurun dikarenakan


Indonesia mengalami defisit 5 kali di tahun 2018. Badan Pusat Statistik merilis defisit
neraca perdagangan Indonesia Juli 2018 mencapai 2,03 miliar Dolar AS. Dengan
demikian, neraca perdagangan Januari-Juli 2018 semakin melebar hingga mencapai
3,09 miliar Dolar AS. Defisit neraca perdagangan Juli 2018 ini merupakan yang
terbesar sejak Juli 2013 yang mencapai 2,3 miliar Dolar AS hal ini disebabkan
karena defisit terjadi di semua sektor baik migas maupun non migas.

Berdasarkan data BPS, nilai ekspor Juli 2018 mencapai 16,24 miliar Dolar AS atau
naik 25,19 persen dibandingkan Juni 2018. Trend kenaikan ekspor tersebut biasa
terjadi setelah bulan di mana lebaran berlangsung. Meskipun demikian, nilai impor
Juli 2018 melonjak sangat tajam hingga mencapai 62,17 persen dibandingkan Juni
2018. Nilai impor tersebut mencapai 18,27 miliar Dolar AS. Impor dari Tiongkok
bulan Januari-Juli 2018 tercatat sebesar 10,3 miliar Dolar AS. Angka itu mengalami
kenaikan bila dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 8,05 Miliar Dolar
AS.

Di bulan september 2018 Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca


perdagangan Indonesia surplus US$230 juta. Surplus neraca perdagangan
disebabkan karena jumlah ekspor lebih besar dibanding impornya. Tercatat, ekspor
di angka US$14,83 miliar dan impornya di angka US$14,60 miliar. Nilai ekspor
sebesar US$14,83 miliar ternyata menurun 6,58 persen dibanding bulan
sebelumnya yakni US15,18 miliar. Adapun ekspor migas menurun 15,8 persen dari
US$1,43 miliar ke angka US$1,21 miliar, dan ekspor non migas turun 5,67 persen
dari US$14,44 miliar ke US$13,62 miliar.

Pada bjlan oktober 2018 data neraca perdagangan Indonesia periode ini kembali
defisit. Dalam rilis yang disampaikan Badan Pusat Statistik (BPS) defisit neraca
perdagangan pada periode tersebut mencapai sekitar USD1,82 miliar.

Menanggapi ketidakseimbangan antara ekspor dan impor, Sri Mulyani selaku


Menteri Keuangan mengatakan bahwa pihaknya akan menjaga fundamental
ekonomi agar neraca perdagangan khususnya impor tidak meningkat. Untuk itu, Ia
mengaku bakal menyiapkan beberapa langkah dengan mendorong ekspor. Lebih
lanjut, Ia berharap hingga akhir tahun bisa menjaga momentum pertumbuhan
ekonomi yang membaik. Serta bisa menjaga ekonomi Indonesia sesuai dengan
target yang dipasang dalam APBN.

kinerja ekspor impor ini sangat berpengaruh pada produk domestik bruto (PDB)
nasional. Oleh sebab itu, diharapkan kedepannya pertumbuhan ekspor jauh lebih
tinggi daripada impor.
Sebagai informasi secara kumulatif, neraca perdagangan Indonesia periode Januari
hingga Oktober 2018 mengalami defisit sebesar USD5,51 miliar. Diterangkan, defisit
ini cukup dalam disebabkan karena defisit transaksi migas sebesar USD10,7 miliar.
DAFTAR PUSTAKA

https://materiips.com/kegiatan-ekspor-impor

https://materiips.com/contoh-barang-ekspor-dan-impor

https://ekbis.sindonews.com/read/1355031/33/respons-sri-mulyani-saat-neraca-
perdagangan-oktober-2018-balik-defisit-1542286625

https://ekbis.sindonews.com/read/1357257/33/neraca-perdagangan-defisit-terus-
pemerintah-kebakaran-jenggot-1543053685

https://yuniyulia50.wordpress.com/2014/06/16/pengaruh-ekspor-impor-dalam-
perdagangan-internasional-untuk-perkembangan-perekonomian-di-indonesia/

https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2018/07/09/di-tingkat-asean-ekspor-
indonesia-di-urutan-kelima

http://ariezkotak.blogspot.com/2016/06/sejarah-perdagangan-indonesia.html

SKRIPSI NASRULLAH ( ILMU EKONOMI) UNIVERSITAS HASANUDDIN. Analisis


Pengaruh Perdagangan Internasional Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
Tahun 1999-2013.

Jurnal Prospek Perdagangan Internasional dan Pertumbuhan Ekonomi Di Indonesia


oleh Amsah Hendri Doni, Sri Ulfa Sentosa, dan Hasdi Aimon.

Jurnal Perdagangan Internasional dan Foreign Direct Investment Di Indonesia Oleh


Suci Safitriani