Anda di halaman 1dari 17

MAKALAH EKOLOGI SEBAGAI DASAR ILMU LINGKUNGAN

DAN PRINSIP BERKELANJUTAN

Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Ekologi


Yang dibina oleh Ibu Efri Roziaty

Disusun Oleh :

1. Syifa Arina Salsabila (A420170042)


2. Dara Ninggar Aprilia (A420170043)

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN


UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA
2018
KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan kami kemudahan sehingga kami
dapat menyelesaikan makalah ini dengan tepat waktu. Tanpa pertolongan-Nya tentunya kami
tidak akan sanggup untuk menyelesaikan makalah ini dengan baik. Shalawat serta salam
semoga terlimpah curahkan kepada baginda tercinta kita yaitu Nabi Muhammad SAW yang
kita nanti-natikan syafa’atnya di akhirat nanti.
Penulis mengucapkan syukur kepada Allah SWT atas limpahan nikmat sehat-Nya,
baik itu berupa sehar fisik maupun akal pikiran, sehingga penulis mampu untuk
menyelesaikan pembuatan makalah sebagai tugas dari mata kuliah Ekologi dengan judul
“Ekologi Sebagai Ilmu Lingkungan”.
Penulis tentu menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kata sempurna dan masih
banyak terdapat kesalahan serta kekurangan di dalamnya. Untuk itu, penulis mengharapkan
kritik serta saran dari pembaca untuk makalah ini, supaya makalah ini nantinya dapat menjadi
makalah yang lebih baik lagi. Demikian, dan apabila terdapat banyak kesalahan pada
makalah ini penulis mohon maaf yang sebesar-besarnya.
Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak khususnya kepada dosen
Ekologi kami Ibu Efri Roziaty yang telah membimbing kami dalam menulis makalah ini.

Demikian, semoga makalah ini dapat bermanfaat. Terima kasih.

Surakarta, 25 Oktober 2018

Penyusun

i
DAFTAR ISI

ii
DAFTAR TABEL

iii
DAFTAR GAMBAR

iv
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Dalam kehidupan sehari-hari dapat dilihat berbagai organisme hidup di sekitar
kita baik tumbuhan, hewan, mikroorganisme dan masih banyak lagi makhluk hidup
yang lain. Jika diperhatikan maka dalam hidupnya, organisme akan selalu berinteraksi
dengan lingkungannya baik lingkungan yang sifatnya hidup (biotis) ataupun
lingkungan yang tidak hidup (abiotis). Interaksi yang dimaksud adalah hubungan
timbal balik artinya bahwa organisme dalam hidupnya dipengaruhi oleh lingkungan,
demikian pula lingkungan dalam keseimbangannya di alam sangat dipengaruhi oleh
organisme. Hubungan organisme dengan lingkungan inilah yang disebut ekologi.
Ekologi pertama kali diperkenalkan pada tahun 1869 oleh Ernest Haeckel, seorang
ahli biologi bangsa Jerman. Ekologi berasal dari bahasa Yunani, terdiri dari kata oikos
dan logos. Oikos berarti rumah atau tempat tinggal sedangkan logos berarti ilmu. Jadi
secara harfiah ekologi dapat diterjemahkan sebagai ilmu yang mempelajari rumah
tangga makhluk hidup. Yang menjadi rumah tangga makhluk hidup adalah
lingkungan di sekitar makhluk hidup. Apabila tidak ada keterangan lain yang
mengikutinya maka istilah lingkungan, lingkungan hidup dan lingkungan hidup
manusia memiliki arti yang sama, yaitu kumpulan organisme hidup (biotic
community) dan kumpulan benda mati (abiolic community) yang berada di sekitar
ruang hidup manusia, bukan di sekitar hewan atau di sekitar makhluk mati lainnya.
Lingkungan di sekitar ruang hidup hewan dipelajari dalam ekologi hewan. Demikian
pula ekologi tumbuhan berarti ilmu yang mempelajari rumah tangga tumbuhan.

B. Rumusan Masalah

1. Apa maksud ekologi sebagai ilmu lingkungan?


2. Bagaimana siklus materi dan aliran energi dalam lingkungan?
3. Apa pengertian prinsip berkelanjutan dan apa saja macam-macamnya?

C. Tujuan Penulisan

1
1. Menjelaskan maksud ekologi sebagai ilmu lingkungan.
2. Menjelaskan siklus materi dan aliran energi dalam lingkungan.
3. Menjelaskan pengertian prinsip berkelanjutan dan macam-macamnya.

2
BAB II
PEMBAHASAN

A. Ekologi Sebagai Ilmu Lingkungan

1. Pengertian Ekologi
Menurut Haeckel (1870) dalam Principles of Ecology mengatakan bahwa “By
ecology we mean the body of knowledge concerning the economy of Nature -
theinvestigation of the total relations of the animal to its inorganic and organic
environment” yang berarti ekologi ialah pengetahuan mengenai keseluruhan
hubungan berbagai organisme dengan lingkungannya dan dengan faktor organik
dan anorganik.
Beberapa puluh tahun kemudian, definisi secara luas tentang ekologi
dikemukakan pula oleh beberapa ahli ekologi. Odum (1971) dalam Principles of
Ecology menyebutkan bahwa ekologi adalah ilmu yang membahas mengenai
struktur dan funsi alam serta interaksi antara sesama makhluk hidup dengan
lingkungannya, sedangkan Miller (1975) dalam Principles of Ecology
menyebutkan bahwa ekologi adalah ilmu tentang hubungan timbal balik antara
organisme dan sesamanya serta dengan lingkungan tempat tinggalnya.

2. Ruang Lingkup Kajian Ekologi

Kajian mengenai ekologi tidak terlepas dari kajian mengenai sistem makhluk-
hidup atau biosistem. Biosistem tersusun atas komponen biotik dan komponen
abiotik, Setiap Komponen biotik membutuhkan semua komponen abiotik yang
meliputi materi, energi, ruang, waktu dan keanekaan untuk membentuk biosistem
secara utuh. Secara hirarkis komponen biotik dan komponen abiotik yang
membentuk biosisteim tersebut dapat dilihat pada tabel di bawah ini:

3
4

Tabel 1. Tabel Komponen Biotik dan Abiotik

Komponen Komponen
Biosistem
Biotik Abiotik

Gen Sistem gen

Sel Materi Sistem sel

Organ Energi Sistem organ

Individu Ruang Organisme

Populasi Waktu Sistempopulasi

Komunitas Keanekaan Ekosistem

Ekosistem Ekosfer

3. Ekosistem dan Lingkungan Hidup

Manusia tidak dapat hidup sendiri tanpa adanya tumbuhan dan binatang di
sekitarnya. Selain itu manusia memerlukan ruang, waktu, cahaya, air, udara,
tanah serta kondisi iklim tertentu yang dipengaruhi suhu, kelembaban, curah
hujan untuk dapat hidup secara wajar. Kumpulan organisme hidup dan benda
mati tersebut yang berada bersama-sama pada suatu tempat akan saling
mempengaruhi satu dengan lainnya, membentuk suatu kesatuan sistem yang
disebut sebagai sistem ekologi (ecological system) atau ekosistem. istilah
ekosistem ini pertama kali dikemukakan oleh Tinsley (1935). la menyebutkan
bahwa ekosistem merupakan sistem hubungan timbal balik antara komponen
biotik (komunitas dan populasi) dengan komponen abiotiknya. Oleh karena itu
ekosistem seringkali disebut sebagai satuan fungsional dasar di dalam ekologi.

4. Macam-macam Ekosistem

Sehubungan dengan ada tidaknya campur tangan manusia di dalam ekosistem,


dikenal dua macam ekosistem yaitu ekosistem alami yang belum terjamah oleh
manusia dan ekosistem binaan yang ada karena adanya campur tangan manusia.
Pulau yang tidak dihuni oleh manusia karena tidak layak dihuni atau tidak boleh
5

dihuni karena dilindungi oleh undang-undang merupakan contoh ekosistem


alami. Demikian pula hutan belantara dan sungai -sungai. Ekosistem binaan yang
kini makin bertambah banyak karena memiliki keuntungan langsung secara
ekonomis adalah ekosistem yang kompomponennya didominasi oleh tanaman-
tanaman pertania/hortikultura seperti persawahan dan perkebunan. Selain itu
akuarium atau kolam ikan juga merupakan suatu contoh ekosistem binaan.

Tabel 2. Perbedaan Ekosistem Alami dan Ekosistem Binaan

Ekosistem Alami Ekosistem Binaan

Dapat memenuhi kebutuhan sendiri Tidak dapat

Dapat memenuhi energinya sendiri Perlu mendapat energy dari luar

Tidak menimbulkan pencemaran Menimbulkan pencemaran

Membentuk keseimbangan sendiri Keseimbangannya mudah terganggu

Dapat memulihkan tubuhnya sendiri Tidak dapat memulihkan dirinya sendiri

Tidak membutuhkan perawatan Membutuhkan Perawatan

5. Komponen Ekosistem

Secara umum ekosistem terdiri dari komponen-komponen penyusunan yang


bersifat hidup (biotik) dan tak hidup (abiotik) yang saling berhungan satu sama
lain.
Komponen abiotik meliputi semua faktor yang bersifat tidak hidup seperti
cahaya, tanah, air dan udara. Komponen biotik suatu ekosistem terdiri atas
hewan, tumbuhan serta mikroorganisme. Tumbuhan merupakan komponen biotik
satu-satunya yang memiliki zat hijau daun (klorofil) sehingga mampu melakukan
proses fotosintesis, mengubah bahan organik di lingkungannya menjadi bahan
organik yang dapat di manfaatkan oleh makhluk lainnya. Karbondioksida dari
udara, air dari dalam tanah dengan bantuan energimatahari dapat diubah menjadi
karbohidrat.
6

6. Kelestarian Ekosistem

Ekosistem disebut lestari apabila siklus materi-materi yang berada


didalamnya dapat berjalan dengan baik. Hilangnya satu atau lebih komponen
yang terlibat dalam berlangsungnya siklus materi disebut juga siklus
biogeokimia, terdiri dari siklus nitrogen, siklus karbon,siklus oksigen, siklus
fosfor, siklus sulfur atau belerang.

a. Siklus Karbon
Senyawa karbon dalam bentuk bahan makanan akan dipindahkan
melalui rantai makanan, mengikuti pola siklus materi dan aliran energi.
Karbon dikeluarkan dari tubuh mahluk hidup melalui proses respirasi,
sebagian akan kembali ke atmosfer dan sebagian lagi akan digunakan dalam
proses fotosintesis. Pada hewan dan manusia senyawa karbon tersimpan dalam
bentuk kalsium karbonat sebagai dasar untuk pembentukan tulang.

Gambar 1. Siklus Karbon

b. Siklus Nitrogen

Nitrat dapat diserat oleh tumbuhan untuk mensintesis protein melalui


proses metabolisme. Tumbuhan menjadi makanan bagi berbagai jenis hewan.
Tumbuhan dan hewan yang mati akan diuraikan (didekomposisi) oleh jasad
pengurai. Hasil penguraian antara lain berupa amonium akan dikeluarkan
kelingkungannya.
7

Gambar 2. Siklus Nitrogen

c. Siklus Fosfor
Di berbagai bagian dunia saat ini, upaya pengakatan endapan fosfat ke
atas permukaan laut belum dilakukan secara intensif. Secara alami,
pengangkatan fosfat ke daratan dilakukan oleh burung-burung laut dan ikan.
Burung Guano di Pantai Peru memindahkan fosfat kedaratan melalui feses
yang dikeluarkan. Namun demikian, sekarang peranan burung tidak sebanyak
dan sebaik pada masa lampau.

Gambar 3. Siklus Fosfor

d. Siklus Oksigen

Oksigen terbatas diatmosfer, air dan dilam rongga tanah kurang lebih
20% dari segala unsur yang terdapat didalam ekosistem kita. Fungsi oksigen
dalam siklus beogeokimia sangat terkait dengan siklus karbon terutama dalam
proses fotosintesis dan respirasi. Pada peristiwa fotosintesis, tumbuhan hijau
akan mengeluarkan oksigen ke atmosfer sebagai produk sampingan dan akan
dimanfaatkan oleh manusia dan hewan untuk respirasi.
8

B. Keseimbangan Ekosistem (The balance of nature)

Ekosistem mempunyai kemampuan untuk memulihkan dirinya secara alami,


mengatur rumah tangganya sendiri serta melakuka keseimbangan antara komponen
penyusunnya secara alami pula.sifat atau keadaan suatu sistem untuk terus berada
dalam suatu keseimbangan disebut homeostatis. Oleh karena itu homeostatis ekosistem
berarti kemampuan ekosistem untuk menahan berbagai perubahan dalam sistem secara
utuh dan menyeluruh.

Meskipun suatu ekosistem mempunyai daya tahan yang besar terhadap perubahan
tetapi homeostatis sering kali menjadi hilang karena kegiatan manusia. Sungai yang
dikotori oleh bahan pencemar dapat menjernihkan kembali airnya secara alami.
Namun bila jumlah pencemar masuk secara kontinyu dalam jumlah yang
banyakapalagi bila mengandung zat-zat beracun maka batas homeostatis sungai dapat
terlampaui. Keseimbangan alam meliputi keseimbangan populasi dan keseimbangan
siklus pangan.

C. Keseimbangan Populasi

Keseimbangan populasi yaitu suatu keadaan dimana individu-individu


penyusun populasi berada pada kehadiran yang propesional karena adanya peristiwa
makan dan dimakan, sehingga membentuk tatanan piramida. Bagian alas dari piramida
dibentuk oleh organisme yang berada pada tingkat tropik I, dibagian atasnya tingkatan
tropik II dan seterusnya.

Adakalnya piramida ekologis ini dipergunakan untuk menunjukkan hubungan


kualitatif komponen biologis didalam ekosistem seperti hubungan predator dengan
mangsanya atau parasit dengan inangnya. Serangga yang hidup di sawah tidak akan
membahayakan keseimbangan ekosistem selama populasinya masih dapat
dikendalikan. Terjadinya peledakan serangga yang kerap disebut hama mengakibatkan
terganggunya keseimbangan ekosistem karena populasi serangga sebagai konsumen I
lebih banyak dibandingkan padi sebagai produsen.
9

Menurut fungsinya, piramida ekologi terbagi atas piramida jumlah, piramida


biomassa dan piramida produktifitas.

1. Piramida jumlah

Konsumen
III

Konsumen II

Konsumen I

Produsen

Gambar 4. Grafik Piramida Jumlah

2. Piramida biomassa

Piramida ini mengelompokkan individu-individu yang mewakili tiap tingkatan


trofik berdasarkan biomassanya. Biomassa disebut juga standing crop yaitu jumlah
nyata materi hidup yang terkandung dalam ekosistem. Piramida ini dianggap lebih
baik dari pada piramida jumlah karena hubungan kuntitatif biomassa dapat terlihat.
Massa individu di timbang setelah terlebih dahulu dikeringkan sehingga yang di
peroleh dalam berat kering individu. Biomassa individu dinyatakan dalam satuan
berat/satuan luas atau gram berat kering/m2.
10

3. Piramida energi

Dibandingkan kedua piramida yang lain, piramida energi merupakan piramida


terbaik yang dapat menggambarkan dinamika kehidupan dari komponen-komponen
penyusun ekosistem karena :

a. Dapat memberikan gambaran yang dinamis dan menyeluruh dalam satuan ruang
dan waktu tentang kecepatan perpindahan energi potensial dalam bentuk materi
(bahan makanan) di sepanjang rantai makanan atau tingkatan trofik yang
berurutan.

b. Bentuk piramida tidak dipengaruhi oleh variasi dalam ukuran maupun laju
metabolisme individu-individu yang berada pada setiap tingkatan trofik. Oleh
karena itu apabila semua sumber energy diperhitungkan maka untuk piramida
energi tidak pernah terbalik karena sesuai dengan hukum termodinamika II.
11

BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Ekologi adalah ilmu yang membahas mengenai struktur dan funsi alam
serta interaksi antara sesama makhluk hidup dengan lingkungannya. Komponen
ekosistem terdiri atas komponen biotik dan abiotik.
Ekosistem mempunyai kemampuan untuk memulihkan dirinya secara
alami, mengatur rumah tangganya sendiri serta melakuka keseimbangan antara
komponen penyusunnya secara alami pula.sifat atau keadaan suatu sistem untuk
terus berada dalam suatu keseimbangan disebut homeostatis. Oleh karena itu
homeostatis ekosistem berarti kemampuan ekosistem untuk menahan berbagai
perubahan dalam sistem secara utuh dan menyeluruh.

B. Saran
Dengan dibuatnya makalah ini, diharapkan mahasiswa dapat
meningkatkan kesadaran tentang pentingnya menjaga lingkungan agar tetap
terjaga kelestariannya. Menyadari bahwa penulis masih jauh dari kata sempurna,
kedepannya penulis akan lebih fokus dan details dalam menjelaskan tentang
makalah di atas dengan sumber – sumber yang lebih banyak yang tentunya dapat
di pertanggungjawabkan
12

DAFTAR PUSTAKA

Anonim, B. (2009, Juli 15). Retrieved from Ekosistem. http://hend-


learning.blogspot.com/2009/05/ekosistem.html.
Heddy, S. d. (1986). Pengantar Ekologi. Jakarta: Rajawali.
Rahardjanto, A. (2001). Ekologi Umum. Malang: UMM Press.
Reece, C. d. (2002). Biologi Edisi kedelapan jilid 3. Jakarta: Erlangg.
Ridwan, A. (2013, Maret 28). Retrieved from http://ridwanaz.com/umum/biologi/pengertian-
ekosistem-susunan-dan.
Tarigan, Z. E. (2000). Jurnal Lingkungan dan Pembangunan Vol.17, No.04. Jurnal Pusat Studi
Lingkungan Perguruan Tinggi Seluruh Indonesia.