Anda di halaman 1dari 34

AA CC AA DD EE MM YY

EXPERT
MODULBASIC
THE REAL TRAINING SAHAM
MODULTRIKCUAN
THE REAL TRAINING SAHAM

Created By:

ACA DEM Y
DAFTAR ISI
BAB 1
PENGETAHUAN TENTANG PASAR MODAL .............................................. 1
1. Saham (stock) ......................................................................................... 1
2. Surat Utang (obligasi) ............................................................................ 4
3. Reksa Dana ............................................................................................. 7
BAB 2
MINDSET BERBISNIS SAHAM ..................................................................... 11
1. Pasive Income ......................................................................................... 11
1. Pasive Income ......................................................................................... 12
3. Pendapatan Utama ................................................................................ 12
4. Trading For Living ................................................................................... 12
BAB 3
SAHAM LAYAK BELI .................................................................................... 13
1. Analisa Fundamental ............................................................................. 13
2. Analisa Teknikal ...................................................................................... 16
BAB 4
WAKTU TERBAIK TRANSAKSI SAHAM ....................................................... 17
1. Fase market aktif ................................................................................... 18
2. Fase market koreksi ............................................................................... 19
3. Fase market sidway ................................................................................ 19
4. Fase market koreksi ............................................................................... 19
5. Fase market aktif .................................................................................... 19
BAB 5
MONEY MANAGEMENT ............................................................................. 20
1. Memilih Saham ....................................................................................... 20
2. Pembagian Modal Untuk Membeli Saham ......................................... 23
BAB 6
PSIKOLOGI TRADING ................................................................................. 28
1. 14 Level psikologi trading saham ....................................................... 29
2. 3 Kategori Fase Saham .......................................................................... 31

Modul Basic - Trikcuan Academy i


BAB 1
PENGETAHUAN TENTANG PASAR MODAL

PASAR MODAL
Pasar Modal ialah tempat bertemunya penjual dan pembeli untuk
melakukan kegiatan perdagangan yang berhubungan dengan modal
perusahaan publik seperti jual beli efek, dimana efek merupakan
instrumen yang diperjualbelikan.
Pasar Modal memiliki peran penting bagi perekonomian suatu negara
karena pasar modal menjalankan dua fungsi, yaitu pertama sebagai
sarana bagi pendanaan usaha atau sebagai sarana bagi perusahaan
untuk mendapatkan dana dari masyarakat pemodal (investor). Dana
yang diperoleh dari pasar modal dapat digunakan untuk
pengembangan usaha, ekspansi, penambahan modal kerja dan lain-
lain, kedua pasar modal menjadi sarana bagi masyarakat untuk
berinvestasi pada instrument keuangan seperti saham, obligasi, reksa
dana, dan lain-lain. Dengan demikian, masyarakat dapat
menempatkan dana yang dimilikinya sesuai dengan karakteristik
keuntungan dan risiko masing-masing instrument.
Instrument keuangan (produk) yang diperdagangkan di Pasar Modal
Indonesia: Saham, Obligasi, dan Reksadana.

1. SAHAM (STOCK);
Saham merupakan salah satu instrumen pasar keuangan yang paling
popular. Menerbitkan saham merupakan salah satu pilihan
perusahaan ketika memutuskan untuk pendanaan perusahaan. Pada
sisi yang lain, saham merupakan instrument investasi yang banyak

Modul Basic - Trikcuan Academy 1


dipilih para investor karena saham mampu memberikan tingkat
keuntungan yang menarik. Saham dapat didefinisikan sebagai tanda
penyertaan modal seseorang atau pihak (badan usaha) dalam suatu
perusahaan atau perseroan terbatas. Dengan menyertakan modal
tersebut, maka pihak tersebut memiliki klaim atas pendapatan
perusahaan, klaim atas asset perusahaan, dan berhak hadir dalam
Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Keuntungan Saham
Pada dasarnya, ada dua keuntungan yang diperoleh investor dengan
membeli atau memiliki saham
Dividen; merupakan pembagian keuntungan yang diberikan
perusahaan dan berasal dari keuntungan yang dihasilkan perusahaan.
Dividen diberikan setelah mendapat persetujuan dari pemegang
saham dalam RUPS. Jika seorang pemodal ingin mendapatkan dividen,
maka pemodal tersebut harus memegang saham tersebut dalam
kurun waktu yang relatif lama yaitu hingga kepemilikan saham
tersebut berada dalam periode dimana diakui sebagai pemegang
saham yang berhak mendapatkan dividen.
Dividen yang dibagikan perusahaan dapat berupa dividen tunai –
artinya kepada setiap pemegang saham diberikan dividen berupa
uang tunai dalam jumlah rupiah tertentu untuk setiap saham - atau
dapat pula berupa dividen saham yang berarti kepada setiap
pemegang saham diberikan dividen sejumlah saham sehingga jumlah
saham yang dimiliki seorang pemodal akan bertambah dengan
adanya pembagian dividen saham tersebut.
Capital Gain; merupakan selisih antara harga beli dan harga jual.

Modul Basic - Trikcuan Academy 2


Capital gain terbentuk dengan adanya aktivitas perdagangan saham di
pasar sekunder. Misalnya Investor membeli saham ABC dengan harga
per saham Rp 3.000 kemudian menjualnya dengan harga Rp 3.500 per
saham yang berarti pemodal tersebut mendapatkan capital gain
sebesar Rp 500 untuk setiap saham yang dijualnya.

Resiko Saham
Sebagai instrument investasi, saham memiliki risiko, antara lain:
Capital Loss; Merupakan kebalikan dari Capital Gain, yaitu suatu
kondisi dimana investor menjual saham lebih rendah dari harga beli.
Misalnya saham PT. XYZ yang di beli dengan harga Rp 2.000,- per
saham, kemudian harga saham tersebut terus mengalami penurunan
hingga mencapai Rp 1.400,- per saham. Karena takut harga saham
tersebut akan terus turun, investor menjual pada harga Rp 1.400,-
tersebut sehingga mengalami kerugian sebesar Rp 600,- per saham.
Resiko Likuidasi; Perusahaan yang sahamnya dimiliki, dinyatakan
bangkrut oleh Pengadilan, atau perusahaan tersebut dibubarkan.
Dalam hal ini hak klaim dari pemegang saham mendapat prioritas
terakhir setelah seluruh kewajiban perusahaan dapat dilunasi (dari
hasil penjualan kekayaan perusahaan). Jika masih terdapat sisa dari
hasil penjualan kekayaan perusahaan tersebut, maka sisa tersebut
dibagi secara proporsional kepada seluruh pemegang saham. Namun
jika tidak terdapat sisa kekayaan perusahaan, maka pemegang saham
tidak akan memperoleh hasil dari likuidasi tersebut. Kondisi ini
merupakan risiko yang terberat dari pemegang saham. Untuk itu
seorang pemegang saham dituntut untuk secara terus menerus
mengikuti perkembangan perusahaan.

Modul Basic - Trikcuan Academy 3


Di pasar sekunder atau dalam aktivitas perdagangan saham sehari-
hari, harga-harga saham mengalami fluktuasi baik berupa kenaikan
maupun penurunan. Pembentukan harga saham terjadi karena
adanya permintaan dan penawaran atas saham tersebut. Dengan kata
lain harga saham terbentuk oleh supply dan demand atas saham
tersebut. Supply dan demand tersebut terjadi karena adanya banyak
faktor, baik yang sifatnya spesifik atas saham tersebut (kinerja
perusahaan dan industri dimana perusahaan tersebut bergerak)
maupun faktor yang sifatnya makro seperti tingkat suku bunga, inflasi,
nilai tukar dan faktor-faktor non ekonomi seperti kondisi sosial dan
politik, dan faktor lainnya.

2. SURAT UTANG (OBLIGASI)


Surat Utang (Obligasi) merupakan salah satu Efek yang tercatat di
Bursa di samping Efek lainnya seperti Saham, Sukuk, Efek Beragun
Aset maupun Dana Investasi Real Estat. Obligasi dapat dikelompokkan
sebagai efek bersifat utang di samping Sukuk. Obligasi dapat
dijelaskan sebagai surat utang jangka menengah panjang yang dapat
dipindahtangankan, yang berisi janji dari pihak yang menerbitkan
untuk membayar imbalan berupa bunga pada periode tertentu dan
melunasi pokok utang pada waktu yang telah ditentukan kepada pihak
pembeli obligasi tersebut. Obligasi dapat diterbitkan oleh Korporasi
maupun Negara.
Keuntungan Membeli Efek Bersifat Utang
Berikut adalah keuntungan membeli Efek Bersifat Utang, antara lain :
1. Mendapatkan kupon/fee/nisbah secara periodik dari efek bersifat
utang yang dibeli. Pada umumnya tingkat kupon/fee/nisbah berada

Modul Basic - Trikcuan Academy 4


di atas bunga Bank Indonesia (BI rate).
2. Memperoleh capital gain dari penjualan efek bersifat utang di pasar
sekunder.
3. Memiliki risiko yang relatif lebih rendah dibandingkan instrumen
lain seperti saham, dimana pergerakan harga saham lebih
berfluktuatif dibandingkan harga efek bersifat utang. Pada efek
bersifat utang yang diterbitkan oleh pemerintah dapat
dikatakan sebagai instrumen yang bebas risiko.
4. Banyak pilihan seri efek bersifat utang yang dapat dipilih oleh
investor di pasar sekunder.

Perdagangan Efek Bersifat Utang


Pada umumnya, instrumen efek bersifat utang diperdagangkan
melalui mekanisme over the counter (OTC). Bursa menyediakan
sistem khusus untuk memfasilitasi perdagangan efek bersifat utang ,
yang dikenal dengan nama FITS (Fixed Income Trading System). FITS
merupakan sistem (automated remote trading) yang dimiliki Bursa
Efek Indonesia untuk memfasilitasi perdagangan efek bersifat utang di
Indonesia.
Disamping itu, juga terdapat sistem pelaporan untuk transaksi efek
bersifat utang , yang dikenal dengan nama CTP-PLTE (Centralized
Trading Platform – Pelaporan Transaksi Efek). CTP-PLTE merupakan
sistem elektronik, yang dapat digunakan sebagai sarana perdagangan
dan pelaporan transaksi efek bersifat utang .
Dengan diperdagangkannya efek bersifat utang, maka akan terjadi
pembentukan harga efek bersifat utang, yang dipengaruhi oleh
permintaan dan penawaran efek bersifat utang tersebut. Adapun

Modul Basic - Trikcuan Academy 5


dasar-dasar yang dapat mempengaruhi harga wajar efek bersifat
utang yang diperdagangkan di Bursa, sebagai berikut:
1. Interest Rates
Besarnya suku bunga menjadi acuan bagi pembeli efek bersifat utang
sebagai perbandingan dasar tingkat pengembalian yang diharapkan.
Tingkat suku bunga pasar dalam hal ini dapat berupa BI rate. Ketika
suku bunga pasar berubah, maka akan mempengaruhi harga efek
bersifat utang. Pada saat tingkat suku bunga pasar mengalami
kenaikan, sementara besarnya tingkat pengembalian atas efek
bersifat utang adalah tetap, maka return riil dari investor dianggap
menjadi relatif lebih kecil. Hal ini akan menyebabkan terjadi aksi jual
efek bersifat utang, sehingga harga efek tersebut menjadi turun.
Begitu pula sebaliknya.
2. Faktor Risiko
Risiko kredit menggambarkan kemampuan penerbit efek bersifat
utang dalam melakukan pembayaran bunga atau pelunasan pokok
secara tepat waktu sesuai jatuh temponya. Pada umumnya, efek
bersifat utang diperingkat secara berkala oleh Lembaga
Pemeringkatan Efek. Investor dapat memanfaatkan informasi
pemeringkatan efek bersifat utang dari Lembaga Pemeringat Efek
untuk mengukur risiko investasi pada suatu efek bersifat utang dan
menilai tingkat kredibilitas suatu perusahaan, serta juga dapat
memperlihatkan kinerja/prospek perusahaan. Ketika peringkat efek
bersifat utang mengalami penurunan, mengindikasikan tingkat risiko
Penerbit dalam memenuhi kewajibannya menjadi lebih rendah yang
pada akhirnya dapat berpotensi gagal bayar. Kondisi tersebut akan
menyebabkan harga efek bersifat utang tersebut mengalami

Modul Basic - Trikcuan Academy 6


penurunan. Hal ini disebabkan permintaan atas efek bersifat utang
juga mengalami penurunan karena efek bersifat utang tersebut
dianggap tidak menarik bagi investor.
3. Jatuh Tempo
Efek bersifat utang yang tercatat di Bursa memiliki periode jatuh
tempo yang berbeda-beda. Pada saat jatuh tempo, Penerbit memiliki
kewajiban untuk mengembalikan seluruh pokok efek bersifat utang
kepada Investor. Pada umumnya, harga efek bersifat utang
berbanding terbalik dengan jangka waktu obligasi. Semakin pendek
jangka waktu efek bersifat utang, maka akan semakin kecil tingkat
ketidakpastian (risiko) atas efek bersifat utang tersebut. Disamping itu,
semakin efek bersifat utang tersebut mendekati tanggal jatuh
temponya, maka harga efek tersebut akan semakin mendekati nilai
nominalnya (par).

3. REKSA DANA
Reksa Dana merupakan salah satu alternatif investasi bagi masyarakat
pemodal, khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki
banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi
mereka. Reksa Dana dirancang sebagai sarana untuk menghimpun
dana dari masyarakat yang memiliki modal, mempunyai keinginan
untuk melakukan investasi, namun hanya memiliki waktu dan
pengetahuan yang terbatas. Selain itu Reksa Dana juga diharapkan
dapat meningkatkan peran pemodal lokal untuk berinvestasi di pasar
modal Indonesia.
Umumnya, Reksa Dana diartikan sebagai Wadah yang dipergunakan
untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk selanjutnya

Modul Basic - Trikcuan Academy 7


di investasikan dalam portofolio Efek oleh Manajer Investasi.
Ada tiga hal yang terkait dari definisi tersebut yaitu, Pertama, adanya
dana dari masyarakat pemodal. Kedua, dana tersebut diinvestasikan
dalam portofolio efek, dan Ketiga, dana tersebut dikelola oleh manajer
investasi.
Dengan demikian, dana yang ada dalam Reksa Dana merupakan dana
bersama para pemodal, sedangkan manajer investasi adalah pihak
yang dipercaya untuk mengelola dana tersebut.

Keuntungan dan Resiko


Manfaat yang diperoleh pemodal jika melakukan investasi dalam
Reksa Dana, antara lain:
1. Pemodal walaupun tidak memiliki dana yang cukup besar dapat
melakukan diversifikasi investasi dalam Efek, sehingga dapat
memperkecil risiko. Sebagai contoh, seorang pemodal dengan dana
terbatas dapat memiliki portfolio obligasi, yang tidak mungkin
dilakukan jika tidak tidak memiliki dana besar. Dengan Reksa Dana,
maka akan terkumpul dana dalam jumlah yang besar sehingga akan
memudahkan diversifikasi baik untuk instrumen di pasar modal
maupun pasar uang, artinya investasi dilakukan pada berbagai jenis
instrumen seperti deposito, saham, obligasi.
2. Reksa Dana mempermudah pemodal untuk melakukan investasi di
pasar modal. Menentukan saham-saham yang baik untuk dibeli
bukanlah pekerjaan yang mudah, namun memerlukan pengetahuan
dan keahlian tersendiri, dimana tidak semua pemodal memiliki
pengetahuan tersebut.
3. Efisiensi waktu. Dengan melakukan investasi pada Reksa Dana

Modul Basic - Trikcuan Academy 8


dimana dana tersebut dikelola oleh manajer investasi profesional,
maka pemodal tidak perlu repot-repot untuk memantau kinerja
investasinya karena hal tersebut telah dialihkan kepada manajer
investasi tersebut.
Seperti halnya wahana investasi lainnya, disamping mendatangkan
berbagai peluang keuntungan, Reksa Dana pun mengandung
berbagai peluang risiko, antara lain:
1. Risiko Berkurangnya Nilai Unit Penyertaan
Risiko ini dipengaruhi oleh turunnya harga dari Efek (saham, obligasi,
dan surat berharga lainnya) yang masuk dalam portfolio Reksa Dana
tersebut.
2. Risiko Likuiditas
Risiko ini menyangkut kesulitan yang dihadapi oleh Manajer Investasi
jika sebagian besar pemegang unit melakukan penjualan kembali
(redemption) atas unit-unit yang dipegangnya. Manajer Investasi
kesulitan dalam menyediakan uang tunai atas redemption tersebut.
3. Risiko Wanprestasi
Risiko ini merupakan risiko terburuk, dimana risiko ini dapat timbul
ketika perusahaan asuransi yang mengasuransikan kekayaan Reksa
Dana tidak segera membayar ganti rugi atau membayar lebih rendah
dari nilai pertanggungan saat terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,
seperti wanprestasi dari pihak-pihak yang terkait dengan Reksa Dana,
pialang, bank kustodian, agen pembayaran, atau bencana alam, yang
dapat menyebabkan penurunan NAB (Nilai Aktiva Bersih) Reksa Dana.
Dilihat dari portfolio investasinya, Reksa Dana dapat dibedakan
menjadi :

Modul Basic - Trikcuan Academy 9


1. Reksa Dana Pasar Uang (Money Market Funds)
Reksa Dana jenis ini hanya melakukan investasi pada Efek bersifat
Utang dengan jatuh tempo kurang dari 1 (satu) tahun. Tujuannya
adalah untuk menjaga likuiditas dan pemeliharaan modal.
2. Reksa Dana Pendapatan Tetap (Fixed Income Funds)
Reksa Dana jenis ini melakukan investasi sekurang-kurangnya 80%
dari aktivanya dalam bentuk Efek bersifat Utang. Reksa Dana ini
memiliki risiko yang relatif lebih besar dari Reksa Dana Pasar Uang.
Tujuannya adalah untuk menghasilkan tingkat pengembalian yang
stabil.
3. Reksa Dana Saham (Equity Funds)
Reksa dana yang melakukan investasi sekurang-kurangnya 80% dari
aktivanya dalam bentuk Efek bersifat Ekuitas. Karena investasinya
dilakukan pada saham, maka risikonya lebih tinggi dari dua jenis
Reksa Dana sebelumnya namun menghasilkan tingkat
pengembalian yang tinggi.
4. Reksa Dana Campuran (Discretionary Funds)
Reksa Dana jenis ini melakukan investasi dalam Efek bersifat Ekuitas
dan Efek bersifat Utang.

Modul Basic - Trikcuan Academy 10


BAB 2
MINDSET BERBISNIS SAHAM

MINDSET BERBISNIS SAHAM


Dalam bertransaksi di Pasar modal banyak karakter individu pelaku
yang mempengaruhi cara pandangnya. maka hal pertama yang harus
diperhatikan bagi setiap orang yang masuk atau terjun kedalam pasar
modal adalah niatnya untuk apa? Sebagai bisnis/spekulasi/iseng
/gaya-gayaan?
Banyak orang bertransaksi di pasar modal justru menemui
kebingungan ditengah jalan, alasannya pun beragam. Hal ini
menunjukkan bahwa mereka kehilangan jatidiri sebagai pelaku
industri pasar modal.
Hal pertama yang harus dipahami adalah industri pasar modal
sebagai lahan bisnis. Kenapa? Karena didalamnya terdapat potensi
bisnis yang sangat luas dan belum banyak yang memanfaatkannya.
Oleh karena itu, sebagai pebisnis pelaku pasar modal akan mampu
membedakan mana peluang dan ancaman, potensi dan resiko,
serta untung dan rugi.
Dengan demikian, sebagai pebisnis pelaku pasar modal akan terbagi
kedalam 4 jenis atau karakter pola pikir. Sebagai pebisnis pasive
income, pendapatan tambahan, pendapatan utama, dan trading for
living. Keempatnya memiliki keunggulan dan kelemahan masing-
masing yang erat kaitannya dengan karakter pebisnis itu sendiri.

1. Pasive income
Karakter pebisnis yang menjadikan transaksi saham sebagai tabungan

Modul Basic - Trikcuan Academy 11


berjalan yang terus tumbuh seiring dengan pertumbuhan nilai
potofolio. Karena tujuannnya sebagai tabungan jangka panjang, maka
kecenderungannya pebisnis ini melihat saham yang value investing
atau saham-saham yang membagikan deviden cukup besar setiap
tahunnya.

1. Pasive income
Pebisnis saham yang berorientasi kepada pencari penghasilan diluar
pendapatan rutinnya setiap bulan. Tipikal pebisnis ini biasanya tidak
terlalu “ngoyo” dalam melakukan transaksi saham sehari-hari karena
sudah memiliki penghasilan tetap dari hal lain.

3. Pendapatan utama
Orang yang berbisnis saham dengan mengandalkan uang di
portofolionya sebagai pendapatan utamanya. Dalam hal ini bisa jadi
pebisnis ini tidak melakukan sendiri, namun juga menggunakan
tenaga broker atau found manager. Prinsipnya adalah uang bekerja
untuknya. Tidak peduli saat dia ada ataupun ketika dia tidur sekalipun.

4. Trading for living


Para pebisnis yang menggantungkan hidupnya dari pendapatan
bertransaksi di industri pasar modal. Pendapatannya sebanding lurus
dengan apa yang dihasilkan dalam bertransaksi. Adakalanya dia
untung besar, ada moment tertentu dia tidak berpenghasilan.

Modul Basic - Trikcuan Academy 12


BAB 3
SAHAM LAYAK BELI

Jumlah perusahan yang sahamnya diperdagangkan di bursa efek


indonesi sangat banyak, total 610 perusahaan/emiten. Lantas apakah
kesemua saham itu bisa kita jadikan sebagai lahan bisnis? Jawabannya
adalah bisa. Bolehkah kita memperdagangkan semua saham itu?
Tidak. Selalu ada perbedaan antara bisa dan boleh. Saham apa yang
layak kita beli? Atau bagaimana cara kita memilih saham yang layak
beli? Kriteria apa yang kita gunakan untuk memilih saham layak beli?
Berikut adalah cara menentukan saham yang layak dibeli berdasarkan
kriteria analisa. Analisa fundamental dan analisa teknikal.

1. ANALISA FUNDAMENTAL
Saat akan berbisnis saham, hal pertama yang harus dilakukan adalah
Fundamental Analisis. Kenali dan pahami F.A secara mendalam agar
tidak salah memilih saham. Ada enam pertimbangan yang biasa
digunakan untuk melakukan F.A, yakni sebagai berikut.
A. EPS (Earning Per Share)/laba bersih per lembar saham
Laba per lembar saham adalah jumlah pendapatan yang
diperoleh dalam satu periode untuk setiap lembar saham yang
beredar.
- Bagi Dirut perusahaan, laba per lembar saham digunakan
sebagai acuan untuk pembagian dividen.
- Bagi enterpreneur saham/investor, EPS digunakan untuk
mengukur keberhasilan manajemen perusahaan dalam
keuntungan.

Modul Basic - Trikcuan Academy 13


B. PER (Price Earning Ratio)
PER adalah lamanya waktu yang dibutuhkan untuk
mengembalikan modal yang digunakan untuk membeli saham.
Seharusnya, semakin rendah PER maka akan semakin bagus,
namun faktanya tidak demikian. Di pasar saham, saham yang
memiliki PER tinggi juga mudah “melompat”. Kita bisa terkecoh
dengan PER jika:
- Manajemen tidak melaporkan kerugian anak perusahan
dalam laporan konsolidasi, mencatat sebagai aset, dan
menunda pembebanan pengeluaran yang seharusnya
dicatat sebagai biaya sehingga penghasilan menjadi tidak
pasti.
- PER rendah, sehingga pendapatan diperoleh dari diskon
pajak dan selisih bunga, bukan dari bisnis utama.
- PER perusahaan rendah, tapi saham tak kunjung naik.
Biasanya hal ini terjadi karena saham yang berada di pasar
tidak liquid dan pertumbuhan bisnisnya tak sebaik industri
lain yang sejenis.
C. PBV (Price Book Value)
Nilai buku (book value) adalah nilai equitas dibagi dengan jumlah
saham yang ada, atau bisa juga diartikan sebagai nilai buku (PBV)
dibagi dengan nilai equitas per saham. Equitas adalah selisih
jumlah aset dikurangi dengan liabilitas. Secara teori, nilai buku
adalah nilai yang akan didapat bila perusahaan di-liquidasi-kan.
Unsur equitas belum tentu didapat dari hasil kinerja perusahaan,
tapi bisa didapat dari right issue, treasury saham, dan lain-lain.
Selain itu, laba bersih juga bisa didapat dari penjualan aset.

Modul Basic - Trikcuan Academy 14


Intinya, PER menjadi lebih akurat jika dihasilkan dari PBV atau dari
hasil bisnis utamanya.
D. ROE (Return On Equity)
Menggambarkan kemampuan modal pribadi (ekuitas) yang
dimiliki perusahaan untuk menghasilkan laba bersih. ROE
berfungsi sebagai indikator:
- potensi keuntungan perusahaan;
- aset management (seberapa efektif perusahaan dalam
menjalankan aset);
- financial leverage, yang bertujuan untuk mengetahui
gambaran umum tentang seberapa besar pengaruh nilai
hutang untuk membangun perusahaan.
Untuk menilai ROE sebuah perusahaan, dapat dilakukan dengan
cara membandingkan ROE-nya dengan ROE perusahaan sejenis
dari waktu kewaktu dengan kenaikan minimal 12%.
E. DY (Dividen Yield)
Terdapat dua jenis dividen yang dibagikan kepada pemegang
saham, yaitu berupa uang dan saham. Berikut beberapa manfaat
pembagian dividen saham.
- Bagi perusahaan, struktur modal perusahaan akan lebih
kuat karena ada laba yang ditahan untuk masuk ke pos
akun equitas. Kemudian, likuiditas akan meningkat dan
harga saham menjadi lebih murah sehingga menarik bagi
pelaku pasar.
- Bagi pemegang saham, jumlah saham akan bertamba h
banyak mirip dengan stocksplit dan tidak dikenakan pajak
karena yang diterima dalam bentuk saham.

Modul Basic - Trikcuan Academy 15


Rasio dividen yield adalah perbandingan nilai dividen terhadap
harga saham. Sebelum menghitungnya, Anda harus mencermati
tanggal pembagian dividen, jadwal cumdate, ex date tanggal
pemegang saham yang tidak berhak atas pembagian dividen,
hingga recording date dan payment date.
F. Management perusahaan
Management perusahaan merupakan analisis kualitatif terhadap
direksi, sistem, marketing, dan produk yang memiliki reputasi
bagus. Misalnya grup Ciputra yang merupakan perusahaan
terbaik di bidang properti. Mereka dikenal baik karena tidak
pernah membohongi customer dan tidak pernah gagal untuk
membayar utang.

2. ANALISA TEKNIKAL
Fungsinya untuk menentukan timing pembelian dan penjualan saham
dengan mencermati chart. Tentukan support dan resistant-nya
dengan metode fibonacci. Support adalah area harga yang diyakini
sebagai titik terendah pada suatu nmasa dan bisa dijadikan sebagai
tanda revelsal (pembalikkan arah perdagangan). Resistance adalah
area harga yang diyakini sebagai titik tertinggi pada suatu masa dan
dapat dijadikan sebagai reversal point (pembalikkan arah
perdagangan).

Modul Basic - Trikcuan Academy 16


BAB 4
WAKTU TERBAIK TRANSAKSI SAHAM

Mekanisme perdagangan di pasar modal indonesia memberikan


peluang bagi para pebisnis untuk mencari keuntungan sebesar-
besarnya. Berdasarkan aturan yang telah ditetapkan, waktu
perdagangan adalah setiap hari senin sampai dengan jum'at, terbagi
menjadi 2 sesi, sesi pertama dan kedua. Sesi pertama dimulai pukul
09.00 wib dan berakhir pada pukul 12.00 wib. Sedangkan sesi kedua
dimulai pada jam 13.30 wib dan diakhiri pada pukul 16.00 wib. Khusus
pada hari jum'at perdagangan relatif lebih pendek, yakni pukul 09.00 –
11.30 dan 14.00 – 16.00 setiap sesinya.
Diluar jadwal diatas ada beberapa hal tambahan yang belum banyak
dipahami pelaku pasar modal, diantaranya adalah adanya masa
tambahan waktu melakukan penawaran sebelum pasar buka atau
tutup. Maka ada istilah pre-opening dan pre closing. Pre opening
sudah dimulai dari pukul 08.45 – 08.55 wib dengan agenda Anggota
Bursa Efek memasukan penawaran jual dan atau permintaan beli,
kemudian pukul 08.55 – 08.59 wib JATS (Jakarta Automated Trading
System yaitu sistem perdagangan efek yang berlaku di bursa untuk
perdagangan yang dilakukan secara otomasi dengan menggunakan
sarana komputer) melakukan proses pembentukan harga pembukaan
dan memperjumpakan penawaran jual dengan permintaan beli pada
harga pembukaan berdasarkan price dan time priority. Dengan
pemaparan waktu diatas maka tidak heran kalau terjadi lompatan
harga yang signifikan dari harga penutupan pada hari sebelumnya.
Dari sinilah akhirnya ada istilah gap up atau gap down.

Modul Basic - Trikcuan Academy 17


Sedangkan pre closing sudah dimulai sejak pukul 15.50 – 16.00 dengan
agenda anggota bursa efek memasukan penawaran jual dan atau
permintaan beli. Kemudian pukul 16.00 – 16.04 JATS melakukan proses
pembentukan harga penutupan dan memperjumpakan penawaran
jual dengan permintaan beli pada harga penutupan berdasarkan price
dan time priority. Terakhir pada pukul 16.05 – 16.15 anggota bursa efek
untuk memasukkan penawaran jual dan atau permintaan beli pada
harga penutupan, dan JATS memperjumpakan secara berkelanjutan
(continuous auction) atas penawaran jual dengan permintaan beli
untuk Efek yang sama secara keseluruhan maupun sebagian pada
h a rg a p e n u t u p a n b e rd a s a r k a n t i m e p r i o r i t y . M a k a t i d a k
mengherankan juga kalau akhirnya pada saat penutupan market
terjadi perubahan harga yang signifikan atau penambahan volume
transaksi yang signifikan.
Hal-hal diatas sudah sepatutnya dipahami sepenuhnya oleh pelaku
bisnis saham, mengapa? Karena hanya pebisnis yang paham “medan
tempur” lah yang akan memenaangkan gelanggang.
Lantas, kapankah waktu terbaik untuk memutuskan melakukan
buy/sell saham? Jawabannya adalah dengan melihat fase transaksi
saham dibawah ini.
1. Fase market aktif
Fase ini terjadi ketika market baru dibuka, kecenderungannya pembeli
dan penjual masih merasakan uforia, maka kerap kali mengalami
kenaikan atau penurunan harga secara signifikan. Biasanya pada fase
ini volume transaksi cenderung meningkat. Fase ini dimulai dari pukul
09.00 sampai dengan 10.00 WIB. Artinya, pebisnis saham bisa
memanfaatkan momentum untuk mejual atau membeli saham.

Modul Basic - Trikcuan Academy 18


2. Fase market koreksi
Secara psikologis orang akan mulai tersadar bahwa sahamnya berada
pada harga yang tepat atau tidak pada saat market sudah cenderung
berkurang secara volume transaksi. Maka, biasanya akan ada koreksi
harga setelah harga pembukaan. Fase ini dimulai pada pukul 10.15 -
10.50 wib. Bagi trader harian bisa digunakan untuk membeli barang
murah tahap pertama pada sesi ini.
3. Fase market sidway
Pada pukul 11.00 - 14.00 market cenderung stabil, tidak ada
pergerakan yang signifikan. Biasanya pada fase ini arahnya kenaikan
atau penurunan harga pada titik-titik yang sama. Selama tidak ada
sentimen berarti, maka jarang ada transaksi dalam jumlah besar pada
fase ini.
4. Fase market koreksi
Masa koreksi setelah fase yang membosankan terjadi pada pukul
14.15 sampai dengan 14.50. fase ini terjadi disebabkan oleh adanya
mekanisme forcesell dari sekuritas. Jual paksa karena penggunaan
dana margin yang melampui tenggat waktu yang ditetapkan. Maka
pada fase ini kecenderungannya volume besarnya adalah transaksi
jual. Bagi pebisnis saham ini bisa digunakan sebagai momentum
belanja sesi lanjutan untuk mendapatkan barang murah.
5. Fase market aktif
Fase terakhir sebagai penutup perdagangan dalam satu hari. Fase ini
dimulai pukul 15.00 sampai dengan 16.00. kecenderunganya pada
fase ini terjadi pelonjakan volume yang signifikan.

Modul Basic - Trikcuan Academy 19


BAB 5
MONEY MANAGEMENT

Tujuan dari Money Management sebagai panduan untuk memperoleh


keuntungan , dan membahas tentang bagaimana cara memilih
saham, berapa jangka waktu yang diperlukan, bagaimana
menentukan titik harga masuk dan keluar, serta bagaimana cara
menghitung jumlah lot.
Ÿ Bagaimana memilih saham .
Ÿ Bagaimana pembagian modal yang digunakan untuk membeli
saham.

1. MEMILIH SAHAM
Dalam memilih saham berhubungan dengan karakter masing masing
investor , ada yang membeli saham untuk berinvestasi , dan ada yang
membeli saham untuk jangka pendek. Sehingga sangat disarankan
sebelum memilih saham pahami dulu karakter Anda. Sebab karakter
menjadi investor dan menjadi trader adalah dua hal yang berbeda .
Walaupun begitu ada satu hal yang sangat di sarankan yaitu memilih
saham berdasarkan Fundamental perusahaan. Fundamental
merupakan analisis mendasar untuk menggali informasi meliputi
kondisi ekonomi, industri secara keseluruhan, dan kondisi
perusahaan. Sehingga sebelum membeli saham Investor sebaiknya
mempertimbangkan Kinerja dan proyeksi untuk memperkirakan
harga saham , dan Unsur finansial yang perlu diperhatikan, misalnya
pendapatan per saham, nilai buku ekuitas, nilai buku saham, ataupun
rasio pengeluaran. Semuanya itu nantinya akan dibutuhkan untuk

Modul Basic - Trikcuan Academy 20


menilai apakah saham tersebut baik atau tidak baik.
Dan dalam pasar modal ada namanya Kapitalisasi pasar / Market
capital suatu emiten, yang di bagi menjadi 3 kategori , yaitu :

Saham Kapitalisasi Besar (Big Caps / Blue Chip)


Saham-saham jenis pertama ini dikenal dengan sebutan blue chip.
Saham kategori ini memiliki kapitalisasi pasar yang besar untuk
ukuran saham di Indonesia, yaitu di atas Rp10 triliun.
Perusahaan yang sahamnya tergolong blue chip adalah perusahaan
besar yang dikenal luas oleh masyarakat dan memiliki penghasilan
yang stabil. Contoh perusahaan ini adalah Astra, Bank BCA, Unilever,
dan Telkom.
Saham jenis blue chip menjadi saham pilihan favorit para investor
jangka panjang yang memiliki profil risiko konservatif dan
mengutamakan keuntungan dari dividen yang dibagikan secara rutin.
Perusahaan blue chip ini biasanya memiliki fundamental yang kuat
dan mencetak laba yang besar, dan produknya dibutuhkan oleh
banyak orang.

Saham Kapitalisasi Sedang (Middle Caps / Second Liner)


Saham tipe kedua adalah saham yang mempunyai kapitalisasi sedang,
di antara Rp1 triliun hingga Rp10 triliun. Perusahaan yang berada di
kategori ini tidak mempunyai kekuatan sebesar perusahaan blue chip,
namun saham lapis dua ini juga menarik untuk diinvestasikan karena
profit yang didapatkan pun biasanya tak kalah menjanjikan.
Biasanya saham lapis dua (Second Liner) ini diisi oleh saham dari
perusahaan yang sedang dalam fase berkembang. Pertumbuhan

Modul Basic - Trikcuan Academy 21


kinerja emiten lapis dua pun biasanya lebih agresif daripada emiten
blue chip. Harga sahamnya pun biasanya lebih murah daripada saham
big caps, dan sering menjadi incaran investor dan mengharapkan
keuntungan dari pertumbuhan kinerjanya.

Saham Kapitalisasi Kecil (Small Caps / Third Liner)


Saham jenis ketiga ini adalah saham yang memiliki kapitalisasi pasar
yang kecil, biasanya berada di bawah Rp1 triliun. Meskipun harganya
cukup murah, saham lapis ketiga ini biasanya cukup berisiko untuk
dikoleksi karena pergerakan harganya dapat dimainkan dengan
mudah oleh bandar yang memiliki modal besar. Istilah lain dari saham
lapis tiga ini adalah saham gorengan, karena harganya seringkali
digoreng oleh bandar saham.

Tips dalam memilih saham adalah dengan melakukan screening


saham – saham yang memiliki Fundamental yang Baik , Perusahaan
yang memiliki konsumen pasti , perusahaan yang memiliki prospek
cerah dalam waktu 1/2/3/10 tahun kedepan.

Modul Basic - Trikcuan Academy 22


2. PEMBAGIAN MODAL UNTUK MEMBELI SAHAM
Dalam bertransaksi saham tentunya harus ada namanya Money
Management , berapa besar dana yang akan Anda alokasikan untuk
membeli saham .

- Kategori HOLD Menggunakan 50% dari Modal , artinya membeli


saham dengan batas maksimal 50% dari modal , bisa 1 /2/3 jenis
saham. Jenis – jenis saham yang masuk kategori HOLD adalah
saham – saham yang memiliki Kapitalisasi pasar lebih dari 10
Triliyun ( Big caps / Bluechip ) / saham yang memiliki fundamental
yang baik, perusahaan besar yang dikenal luas oleh masyarakat,
yang memiliki profil risiko konservatif dan mengutamakan
keuntungan dari dividen yang dibagikan secara rutin .
- Kategori AKTIF Menggunakan 20 % dari Modal, artinya membeli
saham dengan batas maksimal 20% dari modal , bisa

Modul Basic - Trikcuan Academy 23


1/ 2 jenis saham . Jenis jenis saham yang masuk kategori AKTIF
adalah saham saham yang memiliki Kapitalisasi Pasar sedang
diantara Rp 1 Triliyun – Rp 10 Triliyun ( Middle cap ) / perusahaan
yang sedang dalam fase berkembang. Pertumbuhan kinerja
emiten lapis dua pun biasanya lebih agresif daripada emiten blue
chip. Harga sahamnya pun biasanya lebih murah daripada saham
big caps, dan sering menjadi incaran investor dan mengharapkan
keuntungan dari pertumbuhan kinerjanya.
- Kategori HYPERAKTIF menggunakan 10% dari Modal , artinya
membeli saham dengan batas maksimal 10% dari modal , jenis
jenis saham yang masuk kategori HYPERAKTIF adalah saham
saham yang memiliki kapitalisasi pasar kecil diantaranya kurang
dari Rp 1 Triliyun ( Small cap ) . Istilah lain dari saham lapis tiga ini
adalah saham gorengan, karena harganya seringkali digoreng oleh
bandar saham.
- CASH 20% dari Modal , Artinya sisakan uang cash sebagai dana
cadangan sebesar 20% dari modal , yang akan digunakan untuk
melakukan Avg buy jika saham mengalami koreksi namun masih
berpotensi untuk kembali naik.

Modul Basic - Trikcuan Academy 24


BAB 6
PSIKOLOGI TRADING

Pemula di pasar modal, layaknya pelaut yang tidak bisa membaca rasi
bintang, tidak tau dimana dia berada. Bahkan ketika kita sudah belajar
analisis teknikal dengan sangat mendalam, menerapkan teori Darvas
Box, kita menerapkan money management, menerapkan strategy
trading atau apapun itu, pada akhirnya manusia akan menjadi
manusia. Yang mau saya sampaikan disini adalah, manusia memiliki
keunggulan berupa “ALARM”, melewati sentuhan-sentuhan saat
trading saham.
Pergerakan pasar saham sejatinya adalah ungkapan ALARM setiap
trader, makanya ada istilah psikologi trading. Tetapi bila kita tidak
mampu memahami psikologi diri sendiri, jangankan untung, tidak rugi
saja sudah bagus.
Apakah Anda sudah siap menguasai emosi diri? Sudah siap menguasai
emosi pasar?

Modul Basic - Trikcuan Academy 25


14 Level psikologi trading saham
Titik puncak paling berbahaya adalah ketika orang berada di level
euforia, sementara peluang terbaik ketika pasar berada di titik depresi.
tapi sebagai manusia yang rasional, kita tidak akan pernah tahu kapan
waktu tersebut datang dengan tepat.

1. Optimism; Diawali dengan kondisi pasar kondusif, market merasa


optimis akan terus naik seiring waktu. Pada level ini, Anda akan berfikir
bahwa mencari duit di pasar modal sangat mungkin.

2. Excitement; Chart pasar modal di dominasi warna hijau, begitu pula


dengan portofolio Anda. Harapan semakin tumbuh, pikiran yang
semula berpikir “mungkin” mendapat untung, berubah menjadi
“mudah” mencari duit di pasar saham.

3. Thrill; Semangat karena nilai portofolio meningkat, hingga tidak


percaya karena hasilnya melebihi ekspektasi. Pasar saham sangat
bergairah begitu pula dengan hormon para trader! Jika sampai memuji
kepintaran Anda sendiri, berarti ada di level ini. Hati-hati, percaya diri
perlu, tapi overconfidence bisa membunuhmu!

4. Euphoria; Pasar saham terlalu bersemangat, bahkan cenderung


tidak rasional. Ketika hampir semua orang berteriak “Buy! Buy!”,
berarti itu alarm buat kita! Titik ini adalah risiko tertinggi dan tahukah
apa yang akan terjadi?

5. Anxiety; Untuk pertama kalinya pasar bergerak tidak sesuai


keinginan Anda! Keuntungan tergerus karena portofolio Anda
menurun.

6. Denial; Anda yakin bahwa market akan rebound dan naik lagi,
sayangnya kenyataan berkata lain. Pasar saham tidak memantul
sesuai harapan, dan pikiran-pikiran negatif mulai bermunculan. Niat
jadi investor jangka panjang berubah menjadi “yang penting rebound”.

Modul Basic - Trikcuan Academy 26


7. Fear; Realita pasar modal yang sesungguhnya menampar trader!
Dari kepercayaan diri yang tinggi, bergerak menjadi kebingungan. Para
pemain saham tidak tahu harus berbuat apa, padahal seharusnya
kalau niat mau jadi trader harus menenangkan diri dulu. Cabut dari
pasar dengan profit sedikit lebih baik, dibanding terus menerus stres
dan harga turun.

8. Desperation; Tidak punya exit strategy, buntu semua, sementara


keuntungan yang susah payah didapat!
Saya pernah mengalaminya, percayalah! Kerugian investasi saham
adalah jadikan pengalaman.

9. Panic; Bingung di level terendah, sudah tidak paham mau


bagaimana lagi. sepertinya semua usaha sia-sia, karena portofolio
terus merosot.

Pernah begitu? Rasanya bukan kita yang bisa mendapat untung dari pasar
modal, tapi justru market yang mengontrol si trader.

10. Capitulation; Akhirnya pasrah dan keluar dari market. Masalahnya


Anda sudah merugi terlalu dasar, dan sayangnya bisa jadi ini adalah
titik balik pasar untuk mendaki lagi.

11. Despondency; Biasanya setelah keluar dari pasar modal, adalah


waktu yang tepat untuk istirahat sejenak. Tidak memikirkan apapun
yang berhubungan dengan dunia saham.

12. Depression; Sayang hidup cuma sementara, tidak boleh dipercepat.


Pada tahap ini orang sudah mulai putus asa dengan portofolio masing
masing. Saran saya Mulai lakukan analisa lagi, mengevaluasi
kegagalan trading. Masuk ke pasar modal dengan nominal sedikit-
sedikit.

13. Hope; Berharap hari ini saham yang di portofolio naik.

Modul Basic - Trikcuan Academy 27


Saran saya mulailah mengevaluasi peluang-peluang baru yang muncul di
pasar saham, menelisik berita tentang perusahaan di Indonesia.

14. Relief; Market POSITIIIIF!

Dari harapan, para trader menjadi bersemangat lagi dan yakin akan
memperoleh cuan dari pasar modal. Siklus berulang lagi deh ke awal tadi.

Bagaimana mengatasi psikologi ketika trading saham?


Wajib hukumnya memiliki trading plan, mempelajari analisis teknikal
dan fundamental, dan yang paling penting adalah memiliki eksekusi
trading plan saham.

Pada saat Anda sudah membuka laptop sudah menyalakan


Smartphone untuk login ke akun sekuritas maka Anda harus memiliki
Trading Plan. Jika Anda tidak memiliki Trading Plan saham apa yang
akan di beli sebaiknya tutup laptop dan Smartphone Anda. Karena
tidak melakukan apa – apa adalah salah satu dari Trading Plan.

Maka kami sangat menyarankan Anda Mempelajari Fase suatu saham,


Fase saham di bagi menjadi 3 kategori yaitu:
- Fase AKUMULASI
- Fase PARTISIPASI
- Fase DISTRIBUSI

1. Fase AKUMULASI
Adalah Fase saham yang pergerakannya berada di support – dan
resistence terdekat. Pada umumnya saham yang masih dalam fase
Akumulasi pergerakan naik dan turunnya terbatas.
Sehingga kebiasaaan kebanyakan orang dalam fase ini adalah
melakukan pembelian di level support dan melakukan penjualan di
l ev e l re s i s t e n c e . m a k a m u n c u l k a t a “ U n t u n g D i k i t J u a l “

2. Fase PARTISIPAN
Adalah Fase saham yang pergerakan support dan resistence

Modul Basic - Trikcuan Academy 28


mengalami kenaikan atau di sebut Uptrend / Rebound / Bullish. Pada
Fase PARTISIPAN semua Investor yang melakukan pembelian biasanya
memliki persentase keuntungan yang lebih besar , sebab beli di harga
berapapun harga saham masih melanjutkan kenaikan.
Ciri Ciri perusahaan yang berada pada Fase Partisipan adalah
Ÿ Fase dimana bermunculan berita berita yang mendukung kenapa
saham tersebut naik.
Ÿ Investor mencari Fakta pendukung bahwa saham tersebut wajar
jika mengalami kenaikan.
Ÿ Munculnya lebih dari satu/dua/tiga/ analisa lebih banyak lagi yang
mengulas saham yang sama.
Maka jika saham dalam Fase ini saran saya mulailah berhati – hati jika
sahamnya bergerak konsolidasi pada saat harga berada di puncak.

3. Fase DISTRIBUSI
Adalah Fase saham yang pergerakannya Mulai konsolidasi berada di
support – dan resistence dan sudah tidak uptrend lagi / harganya
sudah tidak bisa lebih tinggi lagi . Pada umumnya saham yang dalam
fase DISTRIBUSI pergerakannya cenderung kembali Turun / trend naik
sudah berakhir.
Maka dalam Fase ini Target Price menjadi tidak penting lagi, lupakan
Target Price , berpikir objective bahwa saham ini sudah tidak bergerak
naik lagi. Sebab banyak Orang yang terjebak pada fase ini.
Maka muncul istilah. “ Untung Dikit Jual , Rugi Banyak Hold “ kenapa
demikian, sebab kebanyakan orang cenderung lebih nyaman jika
menyimpan saham yang sedang Rugi ketimbang saham yang sedang
naik.

Modul Basic - Trikcuan Academy 29


Catatan : Hindari saham saham yang berada dalam fase
distribusi

Modul Basic - Trikcuan Academy 30


DO THE BEST
GOD THE REST
TERIMA KASIH

ACA DEM Y

Modul Class - Trikcuan™ Academy