Anda di halaman 1dari 5

Review Praktikum Biologi Laut

PRODUKTIVITAS PRIMER DAN PADANG LAMUN

Disusun untuk memenuhi


tugas praktikum biologi laut

Oleh :
M. Aidiel Fitra
1608104010036

Asisten Meja : Yudi Gebri Foenna

JURUSAN BIOLOGI
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS SYIAH KUALA
DARUSSALAM, BANDA ACEH
2019
1. Seagrass is awesome

Gambar 1. Habitat Seagrass atau Lamun

Video berdurasi kurang lebih tiga menit ini menceritakan bagaimana


seagrass atau yang biasa kita kenal sebagai lamun hidup dihampir seluruh perairan
bumi kecuali wilayah antartika, owner video bersimpati terhadap penurunan
habitat lamun yang sangat cepat akibat perubahan iklim dan ulah manusia,
padahal lamun merupakan komponen hayati yang memiliki pengaruh besar
terhadap keseimbangan alam. Ekositem ini menyediakan tempat pemijahan untuk
berbagai macam spesies ikan yang mendukung pendapatan hampir setengah dari
total populasi nelayan di seluruh dunia. Selain itu lamun merupakan sumber
nutrisi bagi biota laut disekitarnya seperti penyu dan ikan. Bukan hanya itu lamun
diperkirakan sebagai penyerap karbon yang baik dan mensuplai oksigen 35 kali
lebih cepat dibandingkan hutan hujan tropis sehingga ekosistem perairah yang
mengandung lamun akan terlihat lebih bersih.

2. Natural Wonders of the Caribbean

Video karya NIHERST sebuah Institusi nasional bidang penelitian, sains


dan teknologi ini banyak menceritakan bagaimana adaptasi dari lamun. Lamun
membentuk taman bawah laut kuno dan ajaib setua dinosaurus. Tanaman bunga
yang tenggelam ini berevolusi dari tanaman darat sekitar 100 juta tahun yang lalu
dan telah beradaptasi dengan kehidupan laut. Dokumentasi yang dilakukan
bertempatan di wilayah kepulauan karibia tepatnya di Trinidad and Tobago. Fitur
ini menyoroti betapa pentingnya sumber daya pesisir yang kurang dihargai ini,
bagi manusia dan lingkungan, serta ancaman dan tindakan manajemen terkait
dengan Karibia.
Isi video “Natural Wonders of the Caribbean” selanjutnya memaparkan
tentang adaptasi reproduksi tumbuhan lamun. Tumbuhan ini dapat bereproduksi
secara seksual dengan menghasilkan gamet jantan dan betina di dalam air, dan
pada beberapa kondisi juga dapat berkembang secara aseksual dengan membentuk
kloning. Setidaknya terdapat 4 spesies lamun di area Trinidad and Tobago yang
mana dua diantaranya terancam punah.
Morfologi lamun sama halnya dengan tumbuhan angiospermae didarat yaitu
terdiri dari rhizome (rimpang), daun, dan akar. Rhizome merupakan batang yang
terbenam dan merayap secara mendatar dan berbuku-buku. Pada buku-buku
tersebut tumbuh batang pendek yang tegak ke atas, berdaun dan berbunga, serta
tumbuh akar. Dengan rhizome dan akar inilah tumbuhan tersebut mampu
menahan hempasan ombak dan arus. Tumbuhan lamun mempunyai beberapa sifat
yang memungkinkannya hidup di laut seperti mempunya toleransi terhadap
salinitas yang tinggi, sistem perakatan jangkar yang kuat, mampu melakukan
penyerbukan dan daun generatif dalam keadaan terbenam.
Struktur rhizoma dan batangnya bervariasi di antara jenis-jenis lamun,
sebagai susunan ikatan pembuluh pada stele. Rhizoma bersama-sama dengan
akar, menancapkan lamun pada substrat. Rhizoma dan akar lamun dapat
menancapkan diri dengan kokoh di dasar laut sehingga lamun tahan terhadap
hempasan ombak dan arus. Rhizoma biasanya terkubur di bawah sedimen dan
membentuk jaringan luar.
Hal penting dalam adaptasi lamun adalah cara reproduksinya yaitu
hidrophilus. Ini merupakan cara penyerbukan dengan media air atau disebut
polinasi di dalam air. Secara umum polinasi adalah proses jatuhnya serbuk sari
(pollen) ke kepala putik (stigma) sehingga terjadi pembuahan.
Penyerbukan ini melibatkan interaksi protein permukaan atau glikoprotein
antara pollen dan stigma. Pada penyerbukan biasa, pollen akan melepaskan
glikoprotein setelah menempel dengan stigma. Namun pada pollinasi dalam air,
hal ini tidak dapat dilakukan karena protein akan larut. Adaptasi yang dilakukan
lamun terjadi pada pollen dan stigma. Pollen mengalami perubahan bentuk dan
ukuran, bersamaan dengan hilangnya lapisan dinding luar, sehingga
memungkinkan pollen dibawa oleh arus selama berada dalam air. Sedangkan
stigma mengeluarkan lapisan permukaan protein yang tidak menyebar di laut
sehingga menciptakan media yang cocok untuk menangkap pollen selama proses
hidrophilus.

Gambar 2. Hidropilus pada lamun

3. Mari Dukung Konservasi Duyung.

Gambar 3. Habitat Duyung


Video terakhir memaparkan mengenai ancaman kehidupan duyung Dugong
dugon akibat perusakan habitat perairan terutama ekosistem lamun. Isu polusi dan
reklamasi lahan menjadi faktor utama dalam kepunahan duyung di Indonesia
sehingga pemerintah menempatkan hewan ini sebagai hewan lindung. Video ini
juga menjelaskan tentang potensi laut Indonesia yang memiliki hamparan
ekosistem lamun yang luas serta mamalia laut berupa dugong. Terdapat sanksi
bagi pihak yang menangkap, mengkonsumsi serta memelihara dan mengambil air
mata duyung untuk diperdagangkan. Oleh karena itu video ini mengkampanyekan
untuk selalu menjaga ekosistem perairan.