Anda di halaman 1dari 7

library.uns.ac.id digilib.uns.ac.

id

BAB V

PEMBAHASAN

BAB V PEMBAHASAN

Analisis Univariat

1. Karakteristik Subjek Penelitian

a. Usia

Menurut Guyton (1991) yang dikutip dalam Nourmayanti (2010)

menjelaskan bahwa semakin tua usia seseorang lensa semakin kehilangan

kekenyalannya yang menyebabkan daya akomodasi semakin berkurang

dan otot-otot mata semakin sulit untuk menebalkan dan menipiskan mata.

Daya akomodasi akan menurun pada usia 45-50 tahun. Hal tersebut

disebabkan kelenturan lensa mata menurun dan kehilangan kemampuan

untuk menyesuaikan diri setiap tahunnya.

Subjek penelitian yang diambil dalam penelitian di bagian produksi

CV. Valasindo Sentra Usaha berusia 22 sampai 44 tahun. Responden

dengan usia 22-35 tahun sebanyak 33 orang (73.3%) dan usia 36-44 tahun

sebanyak 12 orang (26.7%).

b. Jenis Kelamin

Di dalam penelitian ini jenis kelamin tidak mempengaruhi keluhan

kelelahan mata dikarenakan seluruh subjek penelitian berjenis kelamin

laki-laki.

commit to user

45
library.uns.ac.id 46
digilib.uns.ac.id

c. Kelainan refraksi

Kelainan refraksi adalah keadaan ketika sistem penglihatan tidak

seimbang sehingga menghasilkan bayangan yang kabur. Dari hasil

wawancara dan kuesioner tidak ada responden yang memiliki kelainan

refraksi pada mata, memakai kacamata/ softlens .

d. Durasi kerja

Durasi kerja atau lamanya waktu yang digunakan oleh pekerja

untuk melakukan suatu pekerjaan mempengaruhi keluhan kelelahan mata

yang dirasakan oleh pekerja. Semakin lama waktu yang digunakan untuk

melakukan pekerjaan maka risiko untuk mengalami keluhan kelelahan

mata juga semakin meningkat (Ramadhani, 2012). Menurut Undang-

Undang No. 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan ketentuan durasi kerja

yaitu 8 jam kerja per harinya. Di dalam penelitian ini CV. Valasindo Sentra

Usaha memiliki durasi kerja yang sama yaitu 8 jam kerja per hari.

2. Intensitas Pencahayaan

Apabila lingkungan kerja memiliki pencahayaan yang buruk dapat

berakibat sebagai berikut: kelelahan mata dengan berkurangnya daya dan,

efisiensi kerja, kelelahan mental, keluhan pegal, dan sakit kepala di sekitar

mata, kerusakan alat penglihatan dan kecelakaan kerja. Penerangan yang lebih

baik dapat memberikan hal berupa efisiensi yang lebih tinggi, dapat

meningkatkan produktivitas dan mengurangi kesulitan serta tekanan

penglihatan terhadap pekerjaan (Prayoga, 2014).

commit to user
library.uns.ac.id 47
digilib.uns.ac.id

Dalam penelitian ini pengukuran intensitas pencahayaan dilakukan

pada 5 titik pengukuran di bagian produksi CV. Valasindo Sentra Usaha.

Berdasaran Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 70 Tahun

2016 tentang Standar dan Persyaratan Kesehatan Lingkungan Kerja Industri

didapatkan pada titik pengukuran A memiliki ruangan yang luas dan ventilasi

yang kecil sehingga cahaya matahari yang masuk dari luar kurang maksimal

dan masih kurang dari standar minimal yang telah ditentukan yaitu 300 lux

untuk jenis pekerjaan konstruksi dan perakitan kayu. Pada titik pengukuran B

memiliki ruangan yang luas dan ventilasi yang kecil sehingga cahaya matahari

yang masuk dari luar kurang maksimal dan masih kurang dari standar minimal

yang telah ditentukan yaitu 200 lux untuk jenis pekerjaan pembahanan. Pada

titik pengukuran C memiliki ruangan yang luas dan ventilasi yang kecil dan

titik pengukuran ini terletak disudut bangunan sehingga cahaya matahari yang

masuk dari luar kurang maksimal dan masih kurang dari standar minimal yang

telah ditentukan yaitu 300 lux untuk jenis pekerjaan laminasi dan pengeleman.

Pada titik pengukuran D memiliki ruangan yang luas dan ventilasi yang kecil

sehingga cahaya matahari yang masuk dari luar kurang maksimal dan masih

kurang dari standar minimal yang telah ditentukan yaitu 500 lux untuk jenis

pekerjaan sawmill. Pada titik pengukuran E memiliki ruangan yang luas dan

ventilasi yang kecil sehingga cahaya matahari yang masuk dari luar kurang

maksimal dan masih kurang dari standar minimal yang ditentukan yaitu 300

lux untuk jenis pekerjaan pengolahan metal. Kondisi pencahayaan di bagian

produksi CV. Valasindo Sentra Usaha tergolong redup karena dengan kondisi
commit to user
library.uns.ac.id 48
digilib.uns.ac.id

luas ruangan yang cukup luas akan tetapi jumlah lampu kurang memadai dan

masih banyak lampu yang mati. Selain itu kondisi lampu dan ventilasi yang

kotor yang dapat menurunkan intensitas pencahayaan di dalam ruangan

tersebut.

3. Masa Kerja

Pada penelitian ini diketahui bahwa masa kerja responden <6 tahun

sebanyak 14 orang dan masuk dalam kategori masa kerja baru, masa kerja

responden antara 6 – 10 tahun sebanyak 25 orang dan masuk kategori masa

kerja sedang, dan masa kerja responden >10 tahun sebanyak 6 orang dan masuk

kategori masa kerja lama dengan masa kerja paling lama 18 tahun.

4. Keluhan Kelelahan Mata

Berdasarkan hasil kuesioner pengukuran keluhan kelelahan mata di

bagian produksi CV. Valasindo Sentra Usaha pada 45 responden, didapatkan

8 orang tidak mengalami keluhan kelelahan mata dan 37 orang mengalami

keluhan kelelahan mata. Dari hasil kuesioner yang diberikan kepada responden

diketahui bahwa keluhan-keluhan yang sering dialami oleh responden antara

lain: mata merah, mata terasa pedih, mata terasa gatal, mata selalu terasa

mengantuk, dan terasa tegang pada daerah leher dan bahu.

Pada titik pengukuran A dari 7 pekerja semuanya mengalami keluhan

kelelahan mata. Pada titik pengukuran B 7 dari 8 pekerja mengalami keluhan

kelelahan mata. Pada titik pengukuran C dari 10 pekerja semuanya mengalami

keluhan kelelahan mata. Pada titik pengukuran D 5 dari 9 pekerja mengalami

keluhan kelelahan mata. Pada titik pengukuran E 8 dari 11 pekerja mengalami


commit to user
library.uns.ac.id 49
digilib.uns.ac.id

keluhan kelelahan mata. Keluhan-keluhan tersebut banyak dialami oleh

pekerja di titik pengukuran C dengan jenis pekerjaan laminasi. Hal ini

disebabkan pada titik pengukuran C memiliki jenis pekerjaan yang

membutuhkan ketelitian sedangkan kondisi titik pengukuran C yang terletak di

sudut bangunan dengan kondisi pencahayaan yang redup. Hal ini dapat

menyebabkan pekerja mengalami keluhan kelelahan mata.

Analisis Bivariat

1. Hubungan Intensitas Pencahayaan dengan Keluhan Kelelahan Mata

Pada bagian produksi CV. Valasindo Sentra Usaha didapatkan hasil

keluhan kelelahan terbanyak terletak pada titik pengukuran C dengan intensitas

pencahayaan 117 lux, dan jumlah keluhan kelelahan mata terendah terletak

pada titik pengukuran D dengan intensitas pencahayaan 250 lux. Berdasarkan

hasil uji statistik korelasi Spearman antara intensitas pencahayaan dengan

keluhan kelelahan mata menunjukkan p-value = 0.003 (p < 0.05), maka dapat

disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara pencahayaan dengan keluhan

kelelahan mata pada pekerja di bagian produksi CV. Valasindo Sentra Usaha

dengan nilai kekuatan korelasi r = -0.432. Hal ini diperkuat oleh penelitian

yang dilakukan oleh Prayoga (2014) diperoleh nilai p-value = 0.011 yang

menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara intensitas pencahayaan dengan

kelelahan mata pada tenaga medis di bagian rawat inap RSUD dr Soediran

Mangun Sumarso Wonogiri. Hal ini di dukung oleh Ramdan (2013) bahwa

pencahayaan yang kurang menimbulkan kelelahan mata yang disebabkan oleh


commit
stres yang terjadi pada fungsi to user sehingga dapat disimpulkan apabila
penglihatan,
library.uns.ac.id 50
digilib.uns.ac.id

intensitas pencahayaan baik maka pekerja yang mengalami keluhan kelelahan

mata akan rendah. Selain itu distribusi cahaya yang tidak merata menurunkan

efisiensi ketajaman penglihatan dan kemampuan untuk membedakan kontras.

2. Hubungan Masa Kerja dengan Keluhan Kelelahan Mata

Semakin lama seseorang bekerja akan mempunyai risiko lebih besar

untuk mengalami keluhan kelelahan mata. Merurut Encyclopedia of

Occupational Health and Safety dalam Haeny (2009) adanya keluhan

gangguan mata rata-rata setelah pekerja bekerja dalam waktu lama kerja

berkisar 3-4 tahun. Dengan demikian pekerja yang telah bekerja lebih dari 3

tahun akan mempunyai risiko lebih besar mengalami kelelahan mata

dibandingkan dengan pekerja yang bekerja kurang dari 3 tahun.

Pada penelitian ini diketahui bahwa dari 14 responden dengan masa

kerja <6 tahun diperoleh 7 orang yang mengalami keluhan kelelahan mata, dari

25 responden dengan masa kerja 6-10 tahun diperoleh 24 orang mengalami

keluhan kelelahan mata, dan dari 6 responden dengan masa kerja >10 tahun

diperoleh 6 responden semuanya mengalami keluhan kelelahan mata. Dari

hasil uji statistik korelasi Gamma and Somers’d menunjukkan bahwa p-value

= 0.001 (p < 0.05) dan kekuatan korelasi kuat (r = 0.706), maka dapat

disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara masa kerja

dengan keluhan kelelahan mata dan semakin lama masa kerja maka keluhan

kelelahan mata juga akan meningkat.

Hasil penelitian ini telah sesuai dengan yang dikemukakan oleh Atiqoh

(2014), bahwa masa kerja berkaitan dengan kemampuan beradaptasi antara


commit to user
library.uns.ac.id 51
digilib.uns.ac.id

pekerja dengan pekerjaan dan lingkungan kerjanya. proses adaptasi memiliki

dampak negatif berupa batas ketahanan tubuh yang berlebihan akibat tekanan

yang didapatkan saat bekerja. Tekanan fisik pada suatu waktu tertentu

mengakibatkan penurunan fungsi fisiologi seperti berkurangnya kinerja otot.

Hasil dari penelitian ini juga telah sesuai dengan penelitian terdahulu

yang dilakukan oleh Khan (2014) mengenai masa kerja dengan kelelahan mata

pada pekerja las menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara masa kerja

dengan kelelahan mata dengan p-value = 0.0001.

Keterbatasan Penelitian

Dalam penyusunan penelitian ini terdapat beberapa keterbatasan antara

lain:

1. Pengukuran intensitas pencahayaan dilakukan pada satu waktu saja sehingga

tidak dapat diketahui secara spesifik ketika kondisi intensitas pencahayaan

tinggi atau saat kondisi cuaca cerah dan bagaimana ketika kondisi intensitas

pencahayaan rendah atau saat kondisi cuaca mendung / hujan.

2. Masih ada variabel pengganggu seperti : sikap kerja, beban kerja dan waktu

istirahat yang tidak dapat dikendalikan oleh peneliti karena perlu pendekatan

khusus.

commit to user