Anda di halaman 1dari 62

LAPORAN AKTUALISASI

PELATIHAN DASAR CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL


GOLONGAN III KABUPATEN BANYUASIN

UPAYA MENINGKATKAN KUNJUNGAN K4 IBU HAMIL


DI PUSKEMAS TELUK BETUNG PULAU RIMAU

Oleh:
IKA WIDIA ASTUTI, S.ST
NIP.199005052019022002
NDH : 35

PELATIHAN DASAR CPNS GOLONGAN III ANGKATAN IV


BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA DAERAH
PROVINSI SUMATERA SELATAN
DI KABUPATEN BANYUASIN
TAHUN 2019
LEMBAR PENGESAHAN

LAPORAN AKTUALISASI

UPAYA MENINGKATKAN KUNJUNGAN K4 IBU HAMIL


DI PUSKEMAS TELUK BETUNG PULAU RIMAU
Oleh:
IKA WIDIA ASTUTI, S.ST
NDH: 35

Telah Diseminarkan dan disahkan pada:

Hari/Tanggal : Jum’at, 17 Mei 2019


Tempat : BKPSDM Kabupaten Banyuasin

COACH, MENTOR,

UM SALAMAH, S.H., M.Si MUHAMAD ASYIK, SKM, M.Kes


Widyaiswara Ahli Muda Pembina

Mengetahui / Mengesahkan :

a.nKepala BPSDM Provinsi Sumatera Selatan


Kabid Pengembangan Kompetensi Manajerial

Hj.HOLIJAH, SH, MH
Pembina Tk I /IVb
NIP 1969090719960304

ii
LEMBAR PERSETUJUAN

LAPORAN AKTUALISASI

UPAYA MENINGKATKAN KUNJUNGAN K4 IBU HAMIL


DI PUSKEMAS TELUK BETUNG PULAU RIMAU

Oleh:
IKA WIDIA ASTUTI, S.ST
NDH: 35

Telah Diseminarkan dan disetujui pada:

Hari/Tanggal : Kamis, 16 Mei 2019


Tempat : BKPSDM Kabupaten Banyuasin

COACH, MENTOR,

UM SALAMAH , S.H., M.Si MUHAMAD ASYIK, SKM, M.Kes


Widyaiswara Ahli Muda Pembina

Mengetahui / Menyetujui :

AN. KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN DAN PENGEMBANGAN


SUMBER DAYA MANUSIA KABUPATEN BANYUASIN
KABID.PENGEMBANGAN KOMPETENSI DAN PENILAIAN
KINERJA APARATUR

M.Faisal A, SE
Penata/III.c
NIP 197601232010011012

iii
KATA PENGANTAR

Dengan mengucap puji dan syukur Syukur Atas Kehadirat Allah


SWT yang telah memberikan berbagai Nikmat Nya sehingga Penulis
dapat menyelesaikan Laporan Rancangan Aktualisasi dengan Judul
“Upaya Meningkatkan Kunjungan K4 Ibu Hamil di Puskemas Teluk
Betung Pulau Rimau”.
Terwujudnya rancangan aktualisasi ini tidak terlepas dari pihak-
pihak yang banyak berjasa sehingga penulis dapat menyelesaikan
seluruh rangkaian pelatihan dasar dan penulisan rancangan aktualisasi
dengan baik. Oleh karena itu, dalam kesempatan ini penulis ingin
menyampaikan ucapan terima kasih kepada :
1. Bapak Muhamad Asyik, S.KM, M.Kesselaku Kepala UPTD
Puskesmas Teluk Betung Pulau Rimau yang bertindak sebagai
mentor yang akan membimbing penulis dalam proses aktualiasasi
(habituasi) ketika kembali ke institusi.
2. Ibu Um Salamah, S.H., M.Si selaku coach penulis yang telah
menyediakan waktu dan tenaga untuk memberi saran dan motivasi
dengan cara yang menyenangkan kepada penulis dalam proses
penyelesaian rancangan aktualisasi ini.
3. Widyaswara,Teman-Teman dan Keluarga yang telah memotivasi agar
penulisan ini cepat selesai dilakukan.

Palembang, Mei 2019

Ika Widia Astuti, S.ST


NIP.199005052019022002

iv
DAFTAR TABEL

TABEL1 Analisis USG ................................................................................17


TABEL 2 Matrik Rancangan Aktualisasi ....................................................24
TABEL 3 Jadwal Kegiatan .........................................................................32
TABEL 3.1 Kegiatan 1 ................................................................................34
TABEL 3.2 Kegiatan 2 ...............................................................................37
TABEL 3.3 Kegiatan 3 ...............................................................................39
TABEL 3.4 Kegiatan 4 ...............................................................................42
TABEL 3.5 Kegiatan 5 ...............................................................................45
TABEL 3.6 Kegiatan 6 ...............................................................................48
TABEL 3.7 Capaian Kegiatan Aktualisasi ...................................................51

v
DAFTAR GAMBAR

GAMBAR 1 Puskesmas Teluk Betung Pulau Rimau ..................................6


GAMBAR 2 Struktur Organisasi ....................................................................7

vi
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ....................................................................................... i


LEMBAR PERSETUJUAN ........................................................................... ii
LEMBAR PENGESAHAN ......................................................................... iii
KATA PENGANTAR ................................................................................... iv
DAFTAR TABEL .......................................................................................... v
DAFTAR GAMBAR ..................................................................................... vi
DAFTAR ISI ................................................................................................ vii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang ............................................................................1
B. Tujuan dan Manfaat .....................................................................2
1. Tujuan .......................................................................................2
2. Manfaat ....................................................................................3
C. Ruang Lingkup ............................................................................3

BAB II RANCANGAN AKTUALISASI (HABITUASI)


A. Deskripsi Organisasi ....................................................................5
1. Profil Puskesmas ......................................................................5
2. Identitas dan Data Dasar UPTD Puskesmas Teluk Betung .......5
B. Visi, Misi, Moto dan Nilai-nilai Organisasi ....................................8
C.Tugas Pokok Bidan ......................................................................9
D. Tujuan dan Manfaat Aktualisasi ..................................................9
1. Tujuan Aktualisasi ......................................................................9
2. Manfaat Aktualisasi ..................................................................10
E. Ruang Lingkup Aktualisasi ......................................................10
F. Deskripsi Isu / Situasi Problematika ........................................11
G. Analisis Isu .............................................................................16
H. Argumentasi terhadap core issue terpilih ................................18
I. Nilai - nilai Dasar Profesi PNS ................................................19
J. Matrik Rancangan ...................................................................22
K. Jadwal Kegiatan ......................................................................32
L. Kendala dan Antisipasi ............................................................32

1
BAB III PELAKSANAAN AKTUALISASI
A. Pendalaman Core Isu Terpilih .................................................33
B. Capaian Kegiatan Habituasi ....................................................50

BAB IV PENUTUP
A. Kesimpulan .............................................................................53
B. Saran ......................................................................................53

DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
BIODATA

2
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Aparatur Sipil Negara (ASN) adalah penyelenggara pemerintah yang


bekerja untuk melaksanakan kebijakan publik yang dibuat oleh pejabat
pemerintah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan,
memberikan pelayanan publik yang profesional dan berkualitas serta
mempererat persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan Republik
Indonesia (NKRI). ASN memiliki peranan yang penting dalam proses
pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah. Setelah disahkannya
Undang-undang Aparatur Sipil Negara, ASN dituntut untuk memiliki
kemampuan profesional dan berintegrasi tinggi pada profesi yang
digelutinya
Dalam menjalankan fungsinya sebagai Pelaksana Kebijakan Publik,
Pelayan Publik, serta Perekat dan Pemersatu Bangsa tersebut, ASN
dituntut untuk memiliki nilai-nilai dasar profesi yakni Akuntabilitas,
Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu, dan Anti Korupsi (ANEKA)
Selain itu, dapat mengaktualisasikannya dalam memberi pelayanan
kepada publik sehingga pelayanan prima bisa terwujud.
Berdasarkan Peraturan Kepala LAN Nomor 12 Tahun 2018 tentang
Pedoman Penyelenggaraan Pelatihan Dasar Calon PNS ditetapkan
bahwa Calon PNS wajib mengikuti pelatihan dan pendidikan yang
dilaksanakan melalui proses pendidikan dan pelatihan terintegrasi untuk
membangun integritas moral, kejujuran, semangat dan motivasi
nasionalisme dan kebangsaan, karakter Kepribadian yang unggul dan
bertanggungjawab, dan memperkuat professionalisme serta kompetensi
bidang.

3
Berdasarkan ketentuan Peraturan Kepala LAN, Calon PNS wajibu
membuat rancangan aktualisasi berdasarkan isu-isu aktual yang ada di
lingkungan kerjanya dalam hal ini yaitu dalam pelayanan yang akan
dilaksanakan di puskesmas. Untuk itu Aktualisasi nilai-nilai dasar ini
menjadi penting sebagai bukti bahwa seorang Calon PNS khususnya
sebagai seorang tenaga kesehatan khususnya bidan dapat mengerti dan
menghayati nilai-nilai dasar profesi yang telah diberikan.
Melalui kegiatan aktualisasi ini sebagai seorang Calon PNS, bidan
yang merupakan pelayan masyarakat dibidang kesehatan bisa menjadi
teladan dilingkungannya diharapkan mampu menumbuhkan dan
menyebarkan nilai-nilai ANEKA bukan hanya untuk Calon PNS yang
sedang mengikuti pelatihan dasar namun juga kepada para ASN yang
berada di lokasi aktualisasi serta masyarakat yang ada diwilayah kerja
puskesmas.
Dalam wilayah kerja Puskesmas Teluk Betung Pulau Rimau saat ini
terdapat beberapa permasalahan dibidang kesehatan antara lain bahwa
saat ini kunjungan K4 ibu hamil masih belum memenuhi target kunjungan
K4. Ini bias disebabkan karena kurangnya minat dan pengetahuan
masyarakat tentang pentingnya kunjungan selama kehamilan untuk
memeriksakan kondisi kehamilannya pada petugas kesehatan. Sebagian
ibu-ibu hanya memeriksakan kehamilannya satu kali dan tidak melakukan
kunjungan ulang, disamping itu jauhnya pemukiman warga dan kondisi
jalan yang rusak juga menjadi faktor lain yang mempengaruhi. Puskesmas
sudah bekerja sama dengan bidan desa dan kader untuk memberikan
penyuluhan/promosi kesehatan tentang pentingnya kunjungan
kehamilan.Kondisi ideal yang diharapkan yaitu ibu-ibu hamil secara aktif
memeriksakan kehamilannya pada petugas kesehatan minimal 4 kali
kunjungan yaitu 1 kali pada trimester pertama, 1 kali pada trimester kedua
dan 2 kali pada trimester ke tiga. Terhadap permasalahan ini dan
permasalahan-permasalahan lain yang ada, sebagai calon PNS yang
akan melakukan aktualisasi terkait dengan kewajiban untuk melaksanakan

4
kegiatan aktualisasi sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya. Kegiatan
aktualisasi ini selanjutnya akan menjadi kebiasaan (habituasi) di
lingkungan kerjanya.

B. Tujuan dan Manfaat


1. Tujuan

Adapun tujuan Rancangan Aktualisasi yang akan dilaksanakan


oleh CPNS sebagai peserta latsar yaitu mampu menerapkannilai-
nilai dasar Profesi ASN di Puskesmas Teluk Betung Pulau Rimau
sebagai berikut
a. CPNS sebagai peserta latihan dasar mampu menerapkan
nilai-nilai dasar PNS (nilai-nilai ANEKA) dalam pelaksanaan
aktualisasinya sehingga setiap kegiatan yang dilakukan
memiliki keterkaitan dengan nilai-nilai dasar PNS.
b. CPNS sebagai peserta latihan dasar dapat mencari
permasalahan terkait dengan kedudukan dan peran PNS
dalam NKRI (Manajemen ASN, Whole Of Goverment dan
Pelayanan Publik) dan mampu melakukan gagasan
pemecahan terhadap permasalahan yang mendesak dan
serius untuk dilaksanakan di instansi masing-masing.
c. CPNS sebagai peserta latihan dasarmampu menerapkan
sikap perilaku Bela Negara terutama dalam kaitannya dengan
aktualisasi yang akan dilakukan di instansi masing-masing.

2. Manfaat

Adapun manfaat Aktualisasi Nilai-nilai Dasar Profesi yang peserta


latihan dasar lakukan yaitu :

5
a. Peserta latihan dasar mampu meningkatkan SDM sebagai
ASN yang terampil dan professional di bidang pelayanan
kesehatan;
b. Peserta latihan dasar mampu menciptakan lingkungan kerja
yang harmonis dan kondusif di masing-masing instansi serta
meningkatkan kompetensi yang sesuai dengan
perkembangan zaman dan berdaya guna.
c. Peserta latihan dasar mampu menjadi abdi Negara yang
bekerja dengan sepenuh hati demi terciptanya NKRI yang
berdaulat, adil dan makmur terutama di instansi masing-
masing.

C. Ruang lingkup
Ruang lingkup Aktualisasi Nilai-nilai Dasar Profesi PNS yang
dilakukan meliputi rancangan kegiatan aktualisasi yang menerapkan
nilai-nilai akuntabilitas, nasionalisme, etika publik, komitmen mutu, dan
anti korupsi sebagai ASN dalam mengimplementasikan nilai-nilai
dasar sesuai dengan tugas pokok dan fungsi dalam hal ini sebagai
bidan di Puskesmas Teluk Betung Pulau Rimau

6
BAB II
RANCANGAN AKTUALISASI

A. Deskripsi organisasi
1. Profil puskesmas
Puskesmas adalah unit pelaksana teknis Dinas kesehatan
kabupaten yang mempunyai tanggung jawab untuk
menyelenggarakan Upayaa kesehatan perorangan dan masyarakat
yang mempunyai fungsi sebagai berikut:
1. Puskesmas adalah penggerak Pembangunan Kesehatan
2. Pusat pemberdayaan Masyarakat
3. Pusat pelayanan tingkat pertama
Puskesmas merupakan salah satu organisasi yang sangat di
rasakan oleh masyarakat umum seiringdengan semangat reformasi
dan otonomi daerah maka banyak terjadi perubahan salah satu
sektor kesehatan yaitu berubahnya paradigma pembangunan
kesehatan menjadi “paradigma sehat” dengan paradigma baru ini
mendorong terjadinya perubahan konsep pembanguna kesehatan
yang mendasar.

Beberapa hal penting tentang UPTD Puskesmas Teluk Betung :


1. Merupakan puskesmas kategori pedesaan (sesuai Permenkes
75)
2. Transportasi mayoritas kendaraan roda dua
3. Sumber air bersih memakai air hujan, air tangki, dan air minum
isi ulang.
4. Mata pencarian penduduk 50 % petani perkebunan sawit

2. Identitas dan Data Dasar UPTD Puskesmas Teluk Betung


 Nama Puskesmas : Teluk Betung
 Alamat : Desa Teluk Betung
 No Telp :
 Kecamatan : Pulau Rimau

7
 Kabupaten : Banyuasin
 Nama Kepala Puskesmas : Muhamad Asyik, SKM., M.Kes
 Tahun Dibangun : 2008
 Luas Wilayah : 123,80 km2
 Jumlah desa :6
 Jumlah Penduduk : 6.068
 Jumlah KK : 2.021
 Jumlah Pustu :3
 Jumlah Poskesdes :6
 Jumlah Posyandu balita : 15
 Jumlah Posyandu Lansia :6
 Jumlah Kader : 75
 Jumlah Posbindu :2
 Jumlah SD :7
 Jumlah SMP :1
 Jumlah SMA :1
 Tahun Renovasi : 2010, 2014, dan 2018

Gambar 1 . unit pelayanan terpadu Puskesmas Teluk Betung Pulau Rimau

8
B. Visi, Misi, Moto dan nilai-nilai organisasi
1. Visi
Terwujudnya masyarakat kecamatan Pulau Rimau yang sehat dan
mandiri dibidang kesehatan dengan pelayanan prima”
2. Misi
a. Mewujudkan Banyuasin Sehat 2018-2023
b. Meningkatkan upaya pelayanan kesehatan yang berkualitas
c. Mendorong kemandirian keluarga dan masyarakat untuk hidup
sehat
d. Menyelenggarakan pelayanan kesehatan dasar yang bermutu
dan merata
3. Motto
“Anda sehat adalah tujuan kami”
“Kepuasaan anda adalah kebanggaan kami”
4. Nilai-nilai organisasi
Tata nilai nilai organisasi puskesmas teluk betung pulau rimau
berdasarakan tata nilai “PRIMA” yaitu:
a. Profesional
Pekerjaan yang dilakukan dengan memiliki kemampuan yang
tinggi dan berpegang teguh kepada nilai moral yang mendasari
perbuatan dan dilakukan oleh sumber daya manusia yang
berkompeten
b. Ramah
Memberikan pelayanan yang bersahabat
c. inovatif
inovatif dengan ide kreatif dalam memberikan terobosan bagi
peningkatan pelayanan kesehatan
d. Melayani sepenuh hati
Memberikan pelayanan tanpa mengharapkan balasan
e. Amanah
Amanah dalam menjaga keselamatan pasien

9
C. Tugas pokok bidan
Kegiatan pokok bidan di Puskesmas Teluk Betung adalah sebagai
berikut:
a. Melaksanakan asuhan kebidanan kepada ibu hamil ( ante natal
care )
b. Melaksanakan pelayanan masa nifas
c. Menyelenggarakan pelayanan terhadap bayi baru lahir ( kunjungan
neonatal )
d. Melakukan edukasi melalui penyulhan kesehatan reproduksi dan
kebidanan
e. Melaksanakan pelayanan keluarga berencana pada wanita usia
subur
f. Melakukan pelacakan dan pelayanan rujukan kepada ibu hamil
berisiko tinggi
g. Melaksanakan mekanisme pencatatan dan pelaporan terpadu
pelayan puskesmas
h. Melakukan kunjungan rumah ibu nifas
i. Membuat laporan kegiatan harian, mingguan, bulanan dan
tahunan berdasarkan kegiatan yang telah dilakukan agar dapat
dievakuasi secara berkelanjutan
j. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh kepala puskesmas.

D. Tujuan dan Manfaat Aktualisasi


1. Tujuan Aktualisasi
a. Tujuan Umum
Peserta Mampu Memahami Cara Mengaktualisasikan Nilai-
Nilai Dasar PNS dalam Materi ajar ANEKA, Manajemen ASN,
Pelayanan Publik, dan Whole of Governmant kedalam
Kegiatan sesuai dengan tugas dan funsi peserta pelatihan
dasar CPNS

10
b. Tujuan Khusus
Tujuan dari diselenggarakan Pelatihan Dasar Calon PNS
Golongan III adalah untuk membentuk PNS yang profesional
yang berkarakter yaitu PNS yang karakternya dibentuk oleh
sikap dan perilaku PNS, nilai-nilai dasar PNS, dan
pengetahuan tentang kedudukan dan peran PNS dalam NKRI,
serta menguasai bidang tugasnya sehingga mampu
melaksanakan tugas dan perannya secara profesional
sebagai pelayan masyarakat.

2. Manfaat Aktualisasi
Manfaat yang diperoleh dari aktualisasi yaitu mampu
mengemban tanggung jawab penuh sebagai abdi negara atau
pelayan publik untuk memberikan pelayanan dengan baik dan
maksimal yang mengandung nilai-nilai dasar profesi pegawai
negeri sipil meliputi Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik,
Komitmen Mutu dan Anti Korupsi. Selain itu, mampu merubah
mindset dalam diri seorang pegawai negeri sipil untuk bersikap
akuntabel, mengutamakan kepentingan publik di atas kepentingan
pribadi ataupun golongan, menjunjung tinggi nilai etika publik,
berinovasi untuk meningkatkan mutu pelayanan publik, serta tidak
melakukan tindakan korupsi dalam melaksanakan tugas dan
tanggung jawabnya.

E. Ruang Lingkup Aktualisasi


Pelaksanaan Pelatihan Dasar Prajabatan CPNS Golongan III
gelombang 1 berlangsung dari tanggal 11 Maret – 18 Mei 2019,
dengan tahapan kegiatan sebagai berikut:
1. Tahapan internalisasi, dilaksanakan tanggal 11-30 Maret 2019
dan 16-18 Mei 2019 bertempat di Asrama Haji Provinsi
Sumatera Selatan

11
2. Tahapan Aktualisasi, dilaksanakan tanggal 1 April-15 Mei 2019
bertempat di Puskesmas Teluk Betung Pulau Rimau.

F. Deskripsi Isu/Situasi Problematika Puskesmas Teluk Betung


Pulau Rimau

Pengertian isu adalah sebagai suatu konsekuensi atas beberapa


tindakan yang dilakukan oleh satu atau beberapa pihak. Dalam hal ini,
isu yang muncul digunakan untuk meningkatkan kinerja puskesmas
agar dapat memberikan pelayanan yang terbaik. Pelayanan
Puskesmas Teluk Betung Pulau Rimau telah berjalan dengan baik.
Akan tetapi, masih terdapat beberapa program puskesmas yang
belum berjalan dengan optimal. Adapun isu-isu yang terkait yaitu:
1. Belum optimalnya cakupan program KB
Kurangnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat untuk
melakukan program keluarga berencana membuat masyarakat
khususnya wanita usia subur tidak melakukan program keluarga
berencana. Beberapa Hambatan yang ditemui dalam
mensosialisasikan program Keluarga Berencana diantaranya yaitu
sosialisasi yang kurang kepada masyarakat, kurangnya fasilitas
yang mendukung program KB, dan kurangnya tenaga penyuluh.
Kondisi ideal : Terlaksananya program keluarga berencana yang
merata.
Kaitan dengan materi : Pelayanan Publik
2. Kurangnya kesadaran masyarakat untuk tidak BAB (Buang Air
Besar) sembarangan.
Peraturan Menteri Kesehatan (PerMenkes) No 3 tahun 2014
tentang Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM)Perilaku BABS
(Buang Air Besar Sembarangan) /Open defecation termasuk salah
satu contoh perilaku yang tidak sehat. BABS/Open defecation
adalah suatu tindakan membuang kotoran atau tinjadi ladang,
hutan, semak –semak, sungai, pantai atau area terbuka lainnya

12
dan dibiarkan menyebar mengkontaminasi lingkungan, tanah,
udara dan air. Sanitasi, personal higiene dan lingkunganyang buruk
berkaitan denganpenularan beberapa penyakit infeksiyaitu penyakit
diare, kolera, typhoid feverdan paratyphoid fever, disentri, penyakit
cacing tambang, ascariasis, hepatitisA dan E, penyakit kulit,
trakhoma, schistosomiasis, cryptosporidiosis, malnutrisi dan
penyakit yang berhubungan dengan malnutrisi.
Kurangnya pengetahuan masyarakat tentang bahaya buang
air besar sembarangan mengakibatkan sebagian penduduk masih
buang air sembarangan, faktor lain yang mempengaruhi adalah
faktor ekonomi yang menyebabkan masyarakat tidak mempunyai
biaya untuk membuat jamban dan belum optimalnya penyuluhan
kesehatan lingkungan.
Kondisi ideal : setiap 1 rumah memiliki 1 fasilitas MCK ( mandi
cuci kakus)
Keterkaitan dengan materi : Pelayanan Publik
3. Kurangnya kesadaran masyarakat untuk bersalin di fasilitas
kesehatan
Masih banyaknya kasus melahirkan tidak di fasilitas
kesehatan seperti puskesmas dan bidan praktek serta tidak
ditolong oleh tenaga kesehatan (bidan) dipengaruhi dari kurang
pahamnya masyarakat tentang bahaya bahaya komplikasi
persalinan yang bisa saja terjadi saat proses persalinan
berlangsung, faktor jarak dan kondisi jalan yang sulit untuk menuju
ke puskesmas atau bidan praktek, dan kepercayaan masyarakat
yang masih percaya untuk melahirkan dengan dukun. Kerja sama
dengan bidan desa dan kader sudah dilakukan tapi masih saja ada
masyarakat yang melahirkan tidak ditolong oleh bidan.
Kondisi idealnya : ibu ibu melahirkan ditolong oleh tenaga
kesehatan (bidan) bukan dengan dukun.

13
Kaitan dengan materi : Pelayanan Publik dan Whole Of Goverment
4. Belum lengkapnya sarana dan prasarana di puskesmas
Dalam Peraturan Menteri Kesehatan no.75 tahun 2014
tentang Pusat kesehatan Masyarakat dinyatakan bahwa adanya
keharusan bagi Puskesmas untuk memenuhi standar sarana,
prasarana dan alat yang dinyatakan dalam persyaratan pendirian
dan pengembangan suatu puskesmas.
Kelengkapan sarana dan prasarana akan berdampak pada
pelayanan masyarakat. Beberapa pemeriksaan yang harusnya
dilakukan di puskesmas tidak bisa dilaksanakan karena
keterbatasan alat medis. Permintaan Sarana dan prasarana ini
biasanya akan diajukan ke dinas kesehatan untuk dipenuhi.
Kondisi ideal : sarana dan prasarana pelayanan kesehatan di
puskesmas lengkap dan bisa digunakan dengan
baik
Kaitan dengan materi : Pelayanan Publik dan Whole Of Goverment
5. Kurangnya cakupan keluarga sadar gizi
Keluarga Sadar Gizi (KADARZI) merupakan program
pemerintah Indonesia yang bertujuan mengatasi masalah gizi.
Keluarga diharapkan dapat secara mandiri mewujudkan keadaan
gizi yang sebaik-baiknya untuk meningkatkan kesehatan. Masalah
gizi dapat dilihat salah satunya dengan menggunakan status gizi.
Balita merupakan usia yang rawan mengalami masalah gizi seperti
underweight, stunting, dan wasting.
Masih kurangnya cakupan keluarga sadar gizi ini disebabkan
karena rendahnya pendidikan dan kurangnya pengetahuan
masyarakat tetang gizi yang baik dan belum paham akan
dampaknya terhadap pertumbuhan anak, faktor ekonomi dan
belum optimalnya penyuluhan kesehatan tentang cakupan gizi
yang baik.

14
Kondisi ideal : mayarakat diharapkan mengerti tentang pentingnya
makanan bergizi dan mengaplikasikannya dalam
kehidupan sehari-hari sehingga tercipta kehidupan
yang sehat
Kaitan dengan materi : Pelayanan Publik
6. Belum tercapainya target kunjungan k4 ibu hamil
Kunjungan k4 adalah kontak ibu hamil yang ke empat atau
lebih dengan petugas kesehatan untuk mendapatkan pemeriksaan
kehamilan dan pelayanan kesehatan pada kehamilan trimester
ketiga, usia kehamilan lebih dari 32 minggu yang meliputi
anamnesa, pemeriksaan fisik, pemeriksaan janin, pemeriksaan
laboraturium bila ada indikasi atau diperlukan, diagnosis akhir
(kehamilan normal, terdapat penyakit, terjadi komplkasi, atau
tergolong kehamilan resiko tinggi), sikap dan rencana tindakan
(persiapan persalinan dan rujukan).
Indikatorcakupan K4 merupakan cakupan
pelayananantenatal secara lengkap (memenuhi standarpelayanan
danfrekuensi kunjungan yang sesuaidengan waktu yang
ditetapkan. Pelayanan antenatal ini merupakan
pelayanankesehatan yang dilaksanakan oleh tenaga kesehatan
kepada ibu secara berkala selama masa kehamilan, sesuai dengan
standar pelayanan antenatalyang ditetapkan. Pelayanan tersebut
berguna memantau kemajuan kehamilan, mengetahui kesehatan
fisik, mental, dan sosial ibu maupun janin, serta mengetahui secara
dini adanya kelainan atau ketidaknormalan yang berisiko muncul
pada masa kehamilan dan mencegah peningkatan angka kematian
ibu dan angka kematian bayi.
Belum tercapainya target kunjungan K4 ini disebabkan
karena kurangnya minat dan pengetahuan masyarakat tentang
pentingnya kunjungan selama kehamilan untuk memeriksakan
kondisi kehamilannya pada petugas kesehatan. Sebagian ibu ibu

15
hanya memeriksakan kehamilannya satu kali dan tidak melakukan
kunjungan ulang, jauhnya pemukiman warga dan kondisi jalan yang
rusak juga menjadi faktor lain yang mempengaruhi. Puskesmas
sudah bekerja sama dengan bidan desa dan kader untuk
memberikan penyuluhan / promosi kesehatan tentang pentingnya
kunjungan kehamilan.
Kondisi ideal : ibu ibu hamil secara aktif memeriksakan
kehamilannya pada petugas kesehatan minimal
4 kali kunjungan yaitu 1 kali pada trimester
pertama, 1 kali pada trimester kedua dan 2 kali
pada trimester ke tiga.
Kaitan dengan materi : Pelayan Publik dan Whole Of Goverment
7. Belum optimalnya kesadaran tenaga kesehatan untuk mencuci
tangan
Tindakan hand hygiene yaitu mencuci tangan mampu
mengurangi kuman/ bakteri yang menempel di tangansehingga
dapat mengurangi prevalensi munculnya penyakit
tersebut.Pentingnya tindak hand hygiene terhadap kesehatan
menjadi perhatian dikalangan tenaga medis. Puskesmas
merupakan tempat pelayanan kesehatan yangmemberikan
pengobatan kepada pasien dengan berbagai penyakit. Hal ini
tidakmenutup kemungkinan adanya bakteri/ mikoorganisme yang
menyebar di puskesmas. Pada kulit pasien terdapat patogen yang
dapat menyebar di permukaan sekitar pasienyang kemudian
mengkontaminasi lingkungan. Akibatnya, tenaga
medisterkontaminasi tangannya dengan cara menyentuh
lingkungan atau kulit pasien selamamelakukan rutinitas memeriksa
pasien.
Belum optimalnya kesadaran tenaga kesehatan untuk
mencuci tangan ini disebabkan dari kesadaran masing-masing
individu untuk melakukan pencegahan infeksi dan belum

16
terbiasanya para petugas kesehatan ini untuk mencuci tangan
setelah selesai tindakan.
Kondisi seharusnya : petugas kesehatan selalu melakukan hand
hygiene di setiap 5 moment dengan 6
langkah cuci tangan.
Kaitan dengan materi : Manajemen ASN
8. Belum optimalnya pelayanan kesehatan penyakit tuberculosis
Belum optimalnya pelayanan kesehatan untuk penyakit
tuberculosis ini di sebabkan Kurangnya kesadaran masyarakat
untuk memeriksakan dirinya ke puskesmas dan kurangnya
pengetahuan masyarakat tentang tanda tanda dan bahaya dari
penyakit tuberculosis. Sebagian masyarakat juga masih
menganggap penyakit ini penyakit yang memalukan sehingga
mereka tidak mau terbuka tentang penyakitnya ini dan memilih
tidak memeriksakan ke puskesmas.
Petugas kesehatan di puskesmas sudah melakukan
penyuluhan kesehatan dan sudah bekerjasama dengan kader
untuk turun kelapangan langsung dan diharapkan usaha ini
dapatmeningkatkan kesadaran, kemauan dan peran serta
masyarakat dalam penanggulangan dan pecegahan penyakit TB
Paru serta berobat secara teratur sampai sembuh dan penderita
tidak menularkan penyakitnya tersebut kepada orang lain.
Kondisi ideal : masyarakat dengan sadar diri mau memeriksakan
dirinya dan minum obat teratur selama 6 bulan.
Kaitan dengan materi : Pelayan Publik dan Whole Of Goverment

G. Analisis isu
Setelah dideskripsikan pada bagian sebelumnya, diperlukan
analisis lanjutandari isu-isu yang berjumlah 8 isu tersebut. Analisis ini
dilakukan untuk mendapatkan kualitas isu tertinggi. Disamping itu
tidak semua isu bisa dikategorikan menjadi isu aktual, oleh karena itu

17
perlu dilakukan analisis kriteria isu. Alat analisis kriteria isu dengan
menggunakan metode analisis USG (Urgency, Seriousness, Growth).
Penilaian secara USG dilakukan dengan menggunakan nilai
dengan rentang nilai 1 sampai dengan 5, Semakin tinggi nilai
menunjukkan bahwa isu tersebut sangat urgen dan sangat serius
untuk segera ditangani. Berikut hasil analisis isu utama menggunakan
alat analisis USG :
1. Urgency : Seberapa mendesak isu itu harus dibahas,
dianalisis dan ditindak lanjuti.
2. Seriousness : Seberapa serius isu itu harus dibahas dikaitkan
dengan akibat yang ditimbulkan.
3. Growth : Seberapa besar kemungkinan memburuknya
isu tersebut jika tidak ditangani sebagaimana
mestinya.

Analisis kualiatas isu dengan menggunakan alat analisis USG:


N Masalah Kriteria Jumlah Peringkat
o
U S G
isu
(1-5) (1-5) (1-5)
1 Belum optimalnya 2 3 3 8 5
cakupan program KB
2 Kurangnya kesadaran 2 3 3 8 6
masyarakat untuk
tidak BAB
sembarangan
3 Kurangnya kesadaran 3 3 4 10 2
masyarakat untuk
bersalin di fasilitas
kesehatan
4 Belum lengkapnya 2 3 3 8 8
sarana dan prasarana
di puskesmas
5 Kurangnya cakupan 2 3 3 8 7
keluarga sadar gizi
6 Belum tercapainya 4 5 5 14 1
target kunjungan k4
ibu hamil

18
7 Belum optimalnya 3 3 4 10 3
kesadaran tenaga
kesehatan untuk
mencuci tangan
8 Belum optimalnya 3 3 3 9 4
pelayanan kesehatan
penyakit tuberculosis
Tabel 1. Analisis USG

Keterangan:
Urgency (U) Seriousness (S) Growth (G)
Sangat Sangat
5 : Sangat Mendesak 5 : 5:
Serius Berdampak
4 : Mendesak 4 : Serius 4: Berdampak
Cukup
3 : Cukup Mendesak 3 : Cukup Serius 3 :
Berdampak
Tidak
2 : Tidak Mendesak 2 : Tidak Serius 2:
Berdampak
1 : Sangat Tidak 1 : Sangat Tidak 1 : Sangat Tidak
Mendesak Serius Berdampak

H. Argumentasi terhadap core issue terpilih


Setelah mengetahui core issue terpilih yaitu “Belum tercapainya
target kunjungan k4 ibu hamil pada wilayah kerja Puskesmas Teluk
Betung Pulau Rimau” selanjutnya dicarikan kegiatan pemecahan
masalahnya agar dapat dilakukan dengan tahapan-tahapan kegiatan
dan berkontribusi bagi misi organisasi yang dituangkan dalam matrik
rancangan aktualisasi.

Kunjungan k4 ibu hamil sangat penting dalam menurunkan angka


kematian ibu dan angka kematian bayi. Kunjungan selama kehamilan
terutama pada kunjungan trimester ketiga sangat penting untuk
menilai kesejahteraan janin, dekteksi terhadap masalah
kegawatdaruratan dan komplikasi kehamilan sehingga nantinya jika
ada kasus yang mengharuskan ibu hamil untuk dirujuk ke rumah sakit
bisa segera dilakukan dan tidak terlambat.

19
Pada bab argumentasi terhadap core issue yang dipilih
diberikan analisis deskriftif yang menguatkan keberadaan core issue
terpilih. Dengan kata lain argumentasi mengapa core issue terpilih
tersebut memang layak untuk diangkat.

I. Nilai-nilai Dasar Profesi PNS


Dalam merancang kegiatan aktualisasi ini ada lima nilai dasar
atau indikator profesi ASN yakni: Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika
Publik, Komitmen Mutu, dan Anti Korupsi yang disingkat menjadi
“ANEKA” yang menjadi acuan. Sehingga setiap kegiatan memiliki
nilainilai dalam ANEKA. Berikut ini penjelasan umum dari setiap nilai
dasar dan indikator-indikator nilai yang terkandung pada nilai dasar
tersebut.
Nilai – nilai dasar profesi PNS yaitu:
1. Akuntabilitas
Akuntabilitas merujuk pada kewajiban setiap individu,
kelompok atauinstitusi untuk memenuhi tanggung jawab yang
menjadi amanahnya.Amanah seorang PNS adalah menjamin
terwujudnya nilai-nilai publik.Nilai-nilai publik tersebut antara lain
adalah
a. Mampu mengambil pilihan yang tepat dan benar ketika terjadi
konflikkepentingan, antara kepentingan publik dengan
kepentingan sektor,kelompok, dan pribadi
b. Memiliki pemahaman dan kesadaran untuk menghindari
danmencegah keterlibatan PNS dalam politik praktis
c. Memperlakukan warga negara secara sama dan adil
dalampenyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik
d. Menunjukan sikap dan perilaku yang konsisten dan dapat
diandalkansebagai penyelenggara pemerintahan.

20
Terdapat 9 (Sembilan) nilai-nilai dasar Akuntabilitas, yaitu:
Kepemimpinanlingkungan yang akuntabel tercipta dari atas ke
bawah dimanaatasan memainkan peranan yang penting dalam
menciptakanlingkungannya Transparansi,Integritas, Tanggung
Jawab, Kepercayaan, Keseimbangan, Kejelasan dan Konsistensi.

2. Nasionalisme
Nasionalisme adalah pondasi bagi Aparatur Sipil Negara
untukmengaktualisasikan dalam menjalankan fungsi dan tugasnya
denganorientasi mementingkan kepentingan publik, bangsa dan
negara. Atausering juga diartikan sebagai paham
kebangsaan.Nilai-nilai dasar Nasionalisme adalah sebagai berikut
Nilai-nilai Ketuhanan Yang Maha Esa, Nilai-nilai Kemanusiaan
Yang Adil dan Beradab, Nilai-nilai Persatuan Indonesia, Nilai-nilai
Kerakyatan yang dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaandalam
Permusyawaratan/Perwakilan,dan Nilai-nilai Keadilan Sosial Bagi
Seluruh Rakyat Indonesia.

3. Etika Publik
Etika publik merupakan refleksi atas standar/norma yang
menentukan baik/buruk, benar/salah tindakan keputusan, perilaku
untuk mengarahkankebijakan publik dalam rangka menjalankan
tanggung jawab pelayananpublik.Nilai-nilai dasar Etika Publik
adalah Memegang teguh nilai-nilai dalam ideologi Negara
Pancasila, Setia dan mempertahankan Undang-Undang Dasar
Negara Kesatuan Republik Indonesia 1945, Menjalankan tugas
secara profesional dan tidak berpihak, Membuat keputusan
berdasarkan prinsip keahlian, Menciptakan lingkungan kerja yang
non diskriminatif, Memelihara dan menjunjung tinggi standar etika
luhur, Mempertanggung jawabkan tindakan dan kinerjanya kepada
publik, Memiliki kemampuan dalam melaksanakan kebijakan dan

21
program pemerintah, Memberikan layanan kepada publik secara
jujur, tanggap, cepat, tepat, akurat, berdaya guna, berhasil guna,
dan santun, Mengutamakan kepemimpinan berkualitas tinggi,
Menghargai komunikasi, konsultasi, dan kerjasama,
Mengutamakan pencapaian hasil dan mendorong kinerja pegawai,
Mendorong kesetaraan dalam pekerjaan dan Meningkatkan
efektivitas sistem pemerintahan yang demokratis sebagai
perangkat sistem karir.

4. Komitmen Mutu
Komitmen mutu merupakan pelaksanaan pelayanan publik
dengan berorientasi pada kualitas hasil. Adapun nilai-nilai
komitmen mutu antara lain: mengedepankan komitmen terhadap
kepuasan dan memberikan layanan yang menyentuh hati, untuk
menjaga dan memelihara. Nilai-nilai dasar komitmen mutu adalah
efektif, efisien, inovasi dan mutu penyelenggaraan pemerintahan
a. Efektivitas, menunjukkan tingkat ketercapaian target yang
telah direncanakan, baik menyangkut jumlah maupun mutu
hasil kerja
b. Efisiensi merupakan tingkat ketepatan realiasi penggunaan
sumber daya dan bagaimana pekerjaan dilaksanakan
c. Inovasi adalah hasil pemikiran baru yang konstruktif, sehingga
akan memotivasi setiap individu untuk membangun karakter
sebagai aparatur yang diwujudkan dalam bentuk
profesionalisme layanan publik yang berbeda dari
sebelumnya, bukan sekedar menjalankan atau menggugurkan
tugas rutin
d. Mutu Penyelenggaraan Pemerintahan merupakan suatu
kondisi dinamis berkaitan dengan produk, jasa, manusia,
proses dan lingkungan yang sesuai atau bahkan melebihi
harapan konsumen.

22
5. Anti Korupsi
Anti korupsi adalah tindakan atau gerakan yang dilakukan
untuk memberantas segala tingkah laku atau tindakan yang
melawan norma norma dengan tujuan memperoleh keuntungan
pribadi, merugikan negara atau masyarakat baik secara langsung
maupun tidak. Nilai-nilai dasar Anti Korupsi Jujur, Peduli, Mandiri,
Disiplin, Tanggung Jawab, Kerja Keras, Sederhana, Berani dan
Adil.

J. Matrik Rancangan
MATRIK RANCANGAN AKTUALISASI
Unit Kerja : Puskesmas Teluk Betung Pulau Rimau
Identifikasi Isu :
1. Belum optimalnya cakupan program KB
2. Kurangnya kesadaran masyarakat untuk tidak BAB sembarangan
3. Kurangnya kesadaran masyarakat untuk bersalin di fasilitas
kesehatan
4. Belum lengkapnya sarana dan prasarana di puskesmas
5. Kurangnya cakupan keluarga sadar gizi
6. Belum tercapainya target kunjungan k4 ibu hamil
7. Belum optimalnya kesadaran tenaga kesehatan untuk mencuci
tangan
8. Belum optimalnya pelayanan kesehatan penyakit tuberculosis
Isu yang diangkat : Belum Tercapainya Target Kunjungan K4 Ibu
Hamil.
Gagasan pemecahan Isu :
1. Konsultasi dengan atasan langsung mengenai rancangan kegiatan
aktualisasi yang dilaksanakan di puskesmas
2. Menentukan sasaran penyuluhan
3. Membuat leaflet
4. Melakukan penyuluhan
5. Melakukan kunjungan rumah ibu hamil
6. pemeriksaan kehamilan

23
No Kegiatan Tahapan Output/ Keterkaitan Kontribusi Kontribusi
Hasil Dengan Nilai-Nilai Kegiatan Pencapaian
Mata Pelatihan Pencapaian Penguatan
Visi dan Misi Nilai-Nilai
Organisasi Organisasi
1 2 3 4 5 6 7

1. Konsultasi 1. Menemui atasan untuk 1.Surat permohonan Keterkaitan dengan Meningkatkan profesional
dengan atasan menyampaikan aktualisasi / Agenda Peran dan upaya pelayanan Pekerjaan yang
langsung rancangan kegiatan Habituasi Kedudukan PNS kesehatan yang dilakukan
mengenai yang akan adalah: berkualitas. dengan memiliki
rancangan dilaksanakan 2.Lembar Manajemen ASN kemampuan
kegiatan Persetujuan Melaksanakan tugas Menyelenggarakan yang tinggi dan
aktualisasi yang 2. Meminta persetujuan dan fungsi secara pelayanan berpegang teguh
dilaksanakan di dari atasan untuk 3.Foto profesional, kesehatan dasar kepada nilai
Puskesmas melaksanakan kegiatan bertanggung jawab, yang bermutu dan moral yang
integritas dalam merata. mendasari
menyampaikan ide. perbuatan dan
dilakukan oleh
Keterkaitan dengan sumber daya
agenda Aneka adalah: manusia yang
Akuntabilitas : berkompeten.
tanggungjawab
dan berintegritas.
Nasionalisme :
kerja keras, dan
rela berkorban.
Etika Publik :
Menghargai
komunikasi dan

24
pendapat dari atasan
dalam
mengkoordinasikan
gagasan ide.
Komitmen Mutu :
Kerjasama,
professional, tepat
waktu,
melakukanyang
terbaik, cermat.
Anti Korupsi :
Jujur, bertanggung
jawab, dan peduli.

2. Menentukan 1. Mengumpulkan data 1. Data awal Keterkaitan dengan Meningkatkan Profesional


sasaran awal ibu hamil. Agenda Peran dan upaya pelayanan Pekerjaan yang
penyuluhan 2. Mengolah data 2. Data yang sudah Kedudukan PNS kesehatan yang dilakukan
(pengelompokkan ibu di olah adalah: berkualitas. dengan memiliki
hamil berdasarkan usia (pengelompokan Manajemen ASN : kemampuan
kehamilan). ibu hamil Melaksanakan tugas Menyelenggarakan yang tinggi dan
berdasarkan usia dan fungsi secara pelayanan berpegang teguh
kehamilan) profesional, kesehatan dasar kepada nilai
bertanggung jawab, yang bermutu dan moral yang
integritas. merata. mendasari
Whole Of Goverment perbuatan dan
Melakukan kerja sama dilakukan oleh
atau berkolaborasi sumber daya
dengan pihak terkait manusia yang
dalam upaya berkompeten.
mendapatkan data
yang diperlukan.

25
Keterkaitan dengan
agenda Aneka adalah
Akuntabilitas :
tanggungjawab
dan berintegritas
dalam mengolah
data.
Nasionalisme :
kerja keras, dan
rela berkorban.
Etika Publik :
Menghargai
komunikasi.
Komitmen Mutu :
Kerjasama, tepat
waktu,
melakukanyang
terbaik, cermat.
Anti Korupsi :
Jujur, bertanggung
jawab dengan data
yang diperoleh.

3. Membuat leaflet 1. Konsultasi dengan 1.Desain leaflet Keterkaitan dengan Meningkatkan Profesional
bagian gizi Agenda Peran dan upaya pelayanan Pekerjaan yang
2.Foto Kedudukan PNS kesehatan yang dilakukan
2. Mendesain format adalah : berkualitas. dengan memiliki
leaflet Manajemen ASN : kemampuan
Melaksanakan tugas Menyelenggarakan yang tinggi dan
3. Mencetak leaflet dan fungsi secara pelayanan berpegang teguh
profesional, kesehatan dasar kepada nilai
bertanggung jawab, yangbermutu dan moral yang

26
integritas. merata. mendasari
4. Membagikan leaflet perbuatan dan
Pelayanan Publik : dilakukan oleh
5. Pojok Leaflet Memberikan sumber daya
pelayanan dengan manusia yang
profesional dan berkompeten.
maksimal dalam
memberikan informasi Inovatif
kesehatan. Inovatif dengan
Whole Of Goverment ide kreatif dalam
Melakukan kerja sama memberikan
atau berkolaborasi terobosan bagi
dengan pihak / peningkatan
instansi terkait pelayanan
menjadi kesatuan kesehatan.
menuju tujuan
bersama.

Keterkaitan dengan
agenda Aneka adalah
Akuntabilitas :
tanggungjawab
dan berintegritas.
Nasionalisme :
kerja keras, dan
rela berkorban.
Etika Publik :
Menghargai
komunikasi dan
pendapat dari atasan
dalam
mengkoordinasikan
gagasan ide.
Komitmen Mutu :

27
Kerjasama,
professional, tepat
waktu,
melakukanyang
terbaik, cermat
Anti Korupsi :
Jujur, bertanggung
jawab, dan peduli.

4. Melaksanakan 1. Meminta persetujuan 1. Surat tugas resmi Keterkaitan dengan Meningkatkan Profesional
penyuluhan pimpinan untuk untuk pelaksanaan Agenda Peran dan upaya pelayanan Pekerjaan yang
pelaksanaan penyuluhan Kedudukan PNS kesehatan yang dilakukan
penyuluhan adalah: berkualitas. dengan memiliki
2. Screenshot surat Manajemen ASN : kemampuan
2.Menginformasikan undangan via Melaksanakan tugas Menyelenggarakan yang tinggi dan
pelaksanaan whatsapp dan fungsi secara pelayanan berpegang teguh
penyuluhan kepada profesional, kesehatan dasar kepada nilai
bidan desa untuk 3. Bahan bertanggung jawab, yang bermutu dan moral yang
disampaikan kepada penyuluhan integritas. merata. mendasari
ibu hamil Pelayanan Publik : perbuatan dan
3. Mempersiapkan bahan 4. Daftar hadir Memberikan dilakukan oleh
penyuluhan pelayanan dengan sumber daya
5. Laporan profesional dan manusia yang
4. Melaksanakan pelaksanaan maksimal dalam berkompeten.
penyuluhan penyuluahan memberikan informasi Ramah
kesehatan. Memberikan
6.Foto Whole Of Goverment pelayanan yang
Melakukan kerja sama bersahabat
7. Video atau berkolaborasi inovatif
dengan pihak / inovatif dengan
instansi terkait ide kreatif dalam
menjadi kesatuan memberikan
menuju tujuan terobosan bagi
bersama. peningkatan

28
pelayanan
kesehatan.

Keterkaitan dengan Melayani


agenda Aneka adalah sepenuh hati
Akuntabilitas : Memberikan
tanggungjawab pelayanan tanpa
dan berintegritas mengharapkan
Nasionalisme : balasan.
kerja keras, dan Amanah
rela berkorban Amanah dalam
Etika Publik : menjaga
Menghargai keselamatan
komunikasi dan pasien.
pendapat dari atasan
dalam
mengkoordinasikan
gagasan ide.
Komitmen Mutu :
Kerjasama,
professional, tepat
waktu,
melakukanyang
terbaik.
Anti Korupsi :
Jujur, bertanggung
jawab, dan peduli.

5. Melakukan 1. Meminta persetujuan 1.Surat tugas resmi Keterkaitan dengan Meningkatkan Profesional
kunjungan rumah untuk pelaksanaan untuk pelaksanaan Agenda Peran dan upaya pelayanan Pekerjaan yang
ibu hamil kunjungan rumah. kunjungan rumah Kedudukan PNS kesehatn yang dilakukan
adalah: berkualitas dengan memiliki

29
2.Screenshot surat kemampuan
2. Membuat jadwal undangan via Manajemen ASN : Menyelenggarakan yang tinggi dan
kunjungan. whatsapp Melaksanakan tugas pelayanan berpegang teguh
dan fungsi secara kesehatan dasar kepada nilai
3.Jadwal kunjungan. profesional, yang bermutu dan moral yang
bertanggung jawab, merata mendasari
3. Menginformasikan ke 4.Buku catatan integritas. perbuatan dan
bidan desa jadwal kunjungan Pelayanan Publik : dilakukan oleh
kunjungan ibu hamil via Memberikan sumber daya
whatsapp. 5.Foto pelayanan dengan manusia yang
profesional dan berkompeten.
4. Mengunjungi rumah ibu 6.Video maksimal dalam Ramah
hamil. memberikan informasi Memberikan
kesehatan. pelayanan yang
Whole Of Goverment bersahabat.
Melakukan kerja sama inovatif
atau berkolaborasi inovatif dengan
dengan pihak / ide kreatif dalam
instansi terkait memberikan
menjadi kesatuan terobosan bagi
menuju tujuan peningkatan
bersama. pelayanan
kesehatan.
Keterkaitan dengan Melayani
agenda Aneka adalah: sepenuh hati
Akuntabilitas : Memberikan
tanggungjawab pelayanan tanpa
dan berintegritas mengharapkan
Nasionalisme : balasan.
kerja keras, dan Amanah
rela berkorban Amanah dalam
Etika Publik menjaga
Menghargai keselamatan
komunikasi dan pasien.

30
pendapat dari atasan
dalam
mengkoordinasikan
gagasan ide.
Komitmen Mutu :
Kerjasama,
professional, tepat
waktu,
melakukanyang
terbaik, cermat
Anti Korupsi :
Jujur, bertanggung
jawab, dan peduli.

6. Pemeriksaan 1. Melakukan 1.Buku catatan Keterkaitan dengan Meningkatkan Profesional.


kehamilan pemeriksaan kehamilan pemeriksaan Agenda Peran dan upaya pelayanan Pekerjaan yang
Kedudukan PNS kesehatn yang dilakukan
2. Mencatat hasil 2.Foto adalah: berkualitas. dengan memiliki
pemeriksaan Manajemen ASN : kemampuan
3.Video Melaksanakan tugas Menyelenggarakan yang tinggi dan
3. Memberikan edukasi dan fungsi secara pelayanan berpegang teguh
tentang kehamilan profesional, kesehatan dasar kepada nilai
bertanggung jawab, yangbermutu dan moral yang
integritas merata mendasari
Pelayanan Publik perbuatan dan
Memberikan dilakukan oleh
pelayanan dengan sumber daya
profesional dan manusia yang
maksimal berkompeten.
Ramah
Keterkaitan dengan Memberikan
agenda Aneka adalah: pelayanan yang

31
Akuntabilitas : bersahabat.
tanggungjawab inovatif
dan berintegritas inovatif dengan
Nasionalisme : ide kreatif dalami
kerja keras, dan meningkatan
rela berkorban pelayanan
Etika Publik : kesehatan.
Menghargai Melayani
komunikasi dan sepenuh hati
pendapat dari atasan Memberikan
dalam pelayanan tanpa
mengkoordinasikan mengharapkan
gagasan ide. balasan.
Komitmen Mutu : Amanah
Kerjasama, Amanah dalam
professional, tepat menjaga
waktu, melakukanyang keselamatan
terbaik. pasien.
Anti Korupsi :
Jujur, bertanggung
jawab, dan peduli.

Tabel 2. Matrik rancangan aktualisasi

32
K. Jadwal Kegiatan
BULAN/MINGGU KE-

No Kegiatan April - Mei 2019

I II III IV V VI VII

Konsultasi dengan
atasan langsung
1 mengenai rancangan
kegiatan aktualisasi
yang dilaksanakan Di
Puskesmas
2 Menentukan sasaran
penyuluhan
3 Membuat Leaflet
4 Melakukan penyuluhan
5 Melakukan kunjungan
rumah ibu hamil
6 Pemeriksaan
Kehamilan
Tabel 3 Jadwal Kegiatan

L. Kendala dan Antisipasi


Mencakup kendala-kendala yang mungkin terjadi saat aktualisasi nilai-nilai pada saat habituasi dan antisipasinya.
Kendala yang mungkin terjadi :
1. Ibu hamil tidak bersedia hadir di acara penyuluhan.

33
2. Ibu ibu hamil tidak berada dirumah saat dilakukan kunjungan kerumah
3. Kondisi jalan yang rusak dan tidak bisa dilewati untuk menuju ke lokasi penyuluhan.
Antisipasi :
1. Selalu berkoordinasi dengan bidan desa / kader untuk mengarahkan para ibu hamil untuk mau hadir diacara
penyuluhan
2. berkoordinasi dengan bidan desa / kader untuk memberi tahu ibu yang akan dikunjungi rumahnya.

34
BAB III
PELAKSANAAN AKTUALISASI

A. Pedalaman Core Issue terpilih dan analisis dampak


Implementasi rancangan nilai-nilai dasar profesi ASN di Puskesmas
Teluk Betung Pulau Rimau dilaksanakan selama 45 hari. Sesuai
dengan proses / tahapan yang disyaratkan dalamlatsar prajabatan
golongan III.
Beberapakegiatan yang telah dirancang dan disusun sedemikian rupa
memiliki satu tujuan akhir yaitu mencari solusi dari core issue dalam
kegiatan upaya meningkatkan kunjungan k4 ibu hamil di Puskesmas
Teluk Betung.
Adapun tahapan kegiatan yang dilakukan untuk menemukan solusi
dari core issue ini adalah:
1. Konsultasi dengan atasan langsung mengenai rancangan
kegiatan aktualisasi yang dilaksanakan di Puskesmas
2. Menentukan sasaran penyuluhan
3. Membuat leaflet
4. Melaksanakan penyuluhan
5. Melakukan kunjungan rumah ibu hamil
6. Pemeriksaan kehamilan
Berdasarkan tahapan kegiatan yang disebutkan diatas dapat terlihat
bahwa dalam pemecahan core issue yaitu pentingnya upaya
peningkatan kunjungan K4 ibu hamil untuk meningkatkan kesadaran
para ibu hamil untuk rutin memeriksakan kehamilannya dan
diharapkan nantinya persalinan mereka ditolong oleh tenaga
kesehatan khususnya bidan / dokter.
Penerapan aktivitas pemecahan core issue terdiri dari beberapa
kegiatan yang tujuannya menemukan solisi dari isu yang diangkat.
Penerapan aktivitas ini terdiri dari 6 kegiatan yang menjelaskan
tentang kegiatan secara umum menjelaskan analisis dampak, teknik

32
aktualisasi, deskripsi, kontribusi kegiatan kepada pimpinan, capaian
terhadap visi misi organisasi dan analisis dampaknmasing-masing
kegiatan yang telah dilaksanakan, dituangkan dengan rincian sebagai
berikut:

KEGIATAN 1
Laporan aktualisasi nilai-nilai dasar ASN untuk kegiatan pertama
ini adalah konsultasi dengan atasan langsung mengenai rancangan
kegiatan aktualisasi yang dilaksanakan di Puskesmas Teluk Betung.
Penerapan aktualisasi nilai dasar untuk kegiatan ini dapat dilihat
pada tabel 3.1.
Tabel 3.1 konsultasi dengan atasan langsung mengenai rancangan
kegiatan aktualisasi yang dilaksanakan di Puskesmas.
konsultasi dengan atasan langsung mengenai
KEGIATAN : rancangan kegiatan aktualisasi yang akan
dilaksanakan di Puskesmas.
TANGGAL : 5 - 7 April 2019

-Surat permohonan aktualisasi / habituasi


LAMPIRAN : -Lembar persetujuan
-Foto

1. Pemahaman nilai dasar profesi ASN (ANEKA)


Dalam membuat rancangan usulan program dalam kegiatan
aktualisasi seorang ASN dituntut untuk bekerja secara profesional
dengan kesungguhan, penuh tanggung jawab agar mampu
menghasilkan bahan kegiatan program yang berkualitas sesuai
dengan capaian tujuan aktualisasi. Dalam kegiatan ini dapat
diaktualisasikan kelima nilai dasar profesi ASN:
a. Akuntabilitas
Dapat mempertanggung jawabkan semua kegiatan yang akan

33
dilaksanakan dan berintegritas tinggi.
b. Nasionalisme
Kerja keras, rela berkorban
c. Etika publik
Menghargai komunikasi dan pendapat dari atasan dalam
mengkoordinasikan gagasan ide.
d. Komitmen mutu
Kerjasama, profesional, tepat waktu, melakukan yang terbaik,
cermat.
e. Anti korupsi
Jujur, bertanggunga jawab dan peduli terhadap kegiatan yang
dilakukan.
2. Pemahaman nilai peran dan kedudukan ASN
Manajemen ASN
Sebagai seorang ASN kita dituntut melaksanakan tugasdan fungsi
secara profesional, bertanggung jawab dan berintegritas tinggi
dalam menyampaikan ide.
3. Deskripsi proses dan kualitas produk kegiatan
Deskripsi proses
Tahapan yang dilakukan dalam pembuatan perencanaan selama
habituasi adalah:
a. Menemui atasan untuk menyampaikan rencana kegiatan yang
akan dilaksanakan.
b. Meminta persetujuan langsung dari atasan untuk
melaksanakan kegiatan.
Kualitas produk kegiatan
Menghasilkan surat pengantar permohonan aktualisasi / habituasi
yang disetujui oleh kepala puskesmas yang dilaksanakan pada
bulan April – Mei 2019.
4. Kontribusi kegiatan terhadap capaian visi misi organisasi
Tercapainya visi dan misi dari Puskesmas Teluk Betung untuk

34
meningkatkan upaya pelayanan kesehatan yang berkualitas dan
menyelenggarakan pelayanan kesehatan dasar yang bermutu dan
merata, serta memberikan penguatan terhadap tata nilai
organisasi PuskesmasTeluk Betung PRIMA yaitu: Profesional
artinya melakukan pekerjaan dengan memiliki kemampuan yang
tinggi dan berpegang teguh kepada nilai moral yang mendasari
perbuatan dan dilakukan oleh sumber daya manusia yang
berkompeten.
5. Analisis Dampak
Dampak Positif
Dampak positif dari penerapan nilai-nilai dasar ASN dalam
kegiatan konsultasi dengan atasan langsung mengenai rancangan
kegiatan aktualisasi yang dilaksanakan di Puskesmas adalah
tersusunnya rencana kegiatan dengan benar dan sistematis serta
telah diketahui dan disetujui oleh atasan, mendapat masukan dari
atasan sehingga dalam pelaksanaannya kegiatan ini dapat
berjalan dengan baik .
Dampak Negatif
Dampak negatif jika dalam kegiatan konsultasi dengan atasan
mengenai rancangan kegiatan aktualisasi yang dilaksanakan di
Puskesmas ini tidak diterapkan nilai-nilai dasar ASN maka akan
menghambat proses pelaksanaan karena tidak diketahui oleh
atasan dan belum mendapat persetujuan dari atasan, maka
kegiatan ini dianggap tidak resmi.

KEGIATAN 2
Laporan aktualisasi nilai-nilai dasar profesi ASN untuk kegiatan
kedua ini adalah menentukan sasaran penyuluhan. Penerapan
aktualisasi nilai dasar untuk kegiatan ini dapat dilihat pada tabel 3.2

35
Tabel 3.2 Menentukan sasaran penyuluhan
KEGIATAN : Menentukan sasaran penyuluhan

TANGGAL : 1 – 7 April 2019

- Data awal
LAMPIRAN : - Data yang sudah di olah (pengelompokkan ibu
hamil berdasarkan umur kehamilan)

1. Pemahaman nilai dasar profesi ASN (ANEKA)


Dalam melaksanakan tugas dan fungsi pokok seorang ASN
dituntut untuk bekerja secara profesional dengan kesungguhan
penuh tanggung jawab agar mampu mendapatkan data-data yang
dibutuhkan untuk menjadi sasaran penyuluhan.
Dalam kegiatan ini dapat diaktualisasikan kelima nilai dasar
profesi ASN:
a. Akuntabilitas
Dapat bertanggung jawab dan berintegritas dalam mengolah
data.
b. Nasionalisme
Kerja keras dan rela berkorban dalam mengumpulkan data.
c. Etika publik
Menghargai komunikasi sehingga dapat menciptakan dan
meningkatkan rasa perduli terhadap tugas sehingga terkumpul
data yang akurat.
d. Komitmen mutu
Kerjasama, tepat waktu, melakukan yang terbaik dan cermat
dalam pengumpulan data yang dibutuhkan
e. Anti korupsi
Jujur, bertanggung jawab dengan data yang diperoleh.

36
2. Pemahaman nilai peran dan kedudukan ASN
Manajemen ASN
Sebagai seorang ASN kita dituntut untuk melaksanakan tugas dan
fungsi secara profesional, bertanggung jawab dan integritas.
Whole of goverment
Melakukan kerjasama atau berkolaborasi dengan pihak terkait
dalam upaya mendapatkan data yang diperlukan.
3. Deskripsi proses dan kualitas produk kegiatan
Deskripsi proses
a. Mengumpulkan data awal ibu hamil
b. Mengolah data ( pengelompokkan ibu hamil berdasarkan usia
kehamilan )
Kualitas produk kegiatan
Menghasilkan data ibu hamil yang sudah dikelompokkan
berdasarkan usia kehamilan.
4. Kontribusi kegiatan terhadap capaian visi misi organisasi
Tercapainya visi dan misi dari Puskesmas Teluk Betung untuk
meningkatkan upaya pelayanan kesehatan yang berkualitas dan
menyelenggarakan pelayanan kesehatan dasar yang bermutu dan
merata, serta memberikan penguatan terhadap tata nilai
organisasi Puskesmas Teluk Betung PRIMA yaitu: Profesional
artinya melakukan pekerjaan sesuai dengan kemampuan yang
dimiliki dan sesuai dengan kompetensi.

5. Analisis Dampak
Dampak Positif
Dampak positif dari penerapan nilai-nilai dasar ASN dalam
kegiatan menentukan sasaran penyuluhan adalah tepatnya
sasaran dalam pemberian informasi melalui penyuluhan kepada
ibu-ibu hamil sehingga nantinya informasi yang diberikan sesuai

37
dengan kebutuhan informasi ibu-ibu hamil.
Dampak Negatif
Dampak negatif jika menentukan sasaran penyuluhan ini tidak
diterapkan nilai-nilai dasar ASN maka penyuluhan ini nantinya
bisa tidak tepat sasaran, informasi yang disampaikan bias tidak
sesuai dengan kebutuhan dan tidak sesuai dengan kondisi ibu-ibu
hamil, dan nantinya bias menghambat tercapainya visi misi
puskesmas dalam menyelenggarakan pelayanan kesehatan yang
berkualitas

KEGIATAN 3
Laporan aktualisasi nilai-nilai dasar profesi ASN untuk
kegiatan ketiga ini adalah membuat leaflet. Penetapan aktualisasi nilai
dasar untuk kegiatan ini dapat dilihat pada tabel 3.3
Tabel 3.3 Membuat leaflet
KEGIATAN : Membuat leaflet

TANGGAL : 7-9 April 2019

LAMPIRAN : - Desain leaflet


- Foto

1. Pemahaman nilai dasar profesi ASN (ANEKA)


Dalam membuat dan mendesain leaflet yang akan digunakan saat
penyuluhan seorang ASN dituntut untuk bekerja secara profesional
dan penuh tanggung jawab agar dapat menyampaikan informasi
dengan benar.
a. Akuntabilitas
Dapat mempertanggungjawabkan isi leaflet denganmemberikan
informasi yang benar tentang kehamilan sesuai dengan teori
yang ada.

38
b. Nasionalisme
Mau bekerja keras dan rela berkorban serta sungguh-sungguh
dalam memberikan informasi kepada ibu hamil melalui leaflet
yang dibuat.
c. Etika publik
Menghargai komunikasi dan pendapat dari atasan dalam
mengkoordinasikan gagasan ide dalam pembuatan dan
penyusunan isi leaflet.
d. Komitmen mutu
Kerja sama, profesional, dan sistematis dalam menyelesaikan
pembuatan leaflet.
e. Anti korupsi
Dalam pelaksanaan tugas ini dilakukan secara jujur.
Bertanggung jawab dan peduli.
2. Pemahaman nilai peran dan kedudukan ASN
Manajemen ASN
Melaksanakan tugas dan fungsi secara profesional, bertanggung
jawab, dan berintegritas tinggi.
Pelayanan publik
Upaya untuk memberikan pelayanan dalam bentuk penyampaian
informasi secara maksimal.
whole of goverment
Melakukan kerja sama atau berkolaborasi dengan pihak / instansi
terkait menjadi satu kesatuan menuju tujuan bersama dalam hal ini
bekerjasama dengan bagain gizi dalam hal penyampaian informasi
tentang kebutuhan gizi ibu hamil.
3. Deskripsi proses dan kualitas produk kegiatan
Deskripsi proses
Tahapan kegiatan yang dilakukan dalam melaksanakan kegiatan
yaitu:

39
a. Konsultasi dengan bagian gizi
b. Mendesain format leaflet
c. Mencetak leaflet
d. Membagikan leaflet
e. Pojok leaflet
Kualitas produk kegiatan
Menghasilkan leaflet sebagai sumber informasi yang diberikan
kepada ibu-ibu hamil agar pengetahuan tentang pentingnya
pemeriksaan kehamilan bertambah.
4. Kontribusi kegiatan terhadap capaian visi misi organisasi
Tercapainya visi dan misi dari Puskesmas Teluk Betung dalam
meningkatkan upaya pelayanan kesehatan yang berkualitas dan
menyelenggarakan pelayanan kesehatan dasar yang bermutu dan
merata,serta memberikan penguatan terhadap nilai organisasi
Pukesmas Teluk Betung PRIMA yaitu Profesional dalam
merancang leaflet dilakukan dengan memiliki kemampuan yang
tinggi dan berpegang teguh pada nilai moral yang mendasari
perbuatan dan dilakukan oleh sumber daya manusia yang
berkompeten.Inovatif dengan ide kreatif memberikan terobosan
bagi peningkatan pelayanan kesehatan.
5. Analisis Dampak
Dampak Positif
dampak positif dari penerapan nilai-nilai dasar ASN dalam
kegiatan membuat leaflet adalah untuk memudahlkan petugas
penyuluhan dalam memberikan informasi agar lebih mudah
dipahami dalam penyampainnya dan ini merupakan salah satu
kegiatan yang mengembangkan inovasi agar masyarakat lebih
tertarik dalam mencari informasi khususnya ibu-ibu hamil dalam
mencari informasi tentang kehamilan.
Dampak Negatif
Dampak negatif jika dalam kegiatan membuat leaflet ini tidak

40
menerapkan nilai-nilai dasar ASN maka pemberian informasi inii
tidak akan berjalan maksimal dan jika informasi yang diberikan
tidak jujur atau tidak sesuai dengan teori dan ilmu pengetahuan
yang ada maka ibu-ibu hamil bias mendapatkan informasi yang
salah.

KEGIATAN 4
Laporan aktualisasi nilai-nilai dasar profesi ASN untuk kegiatan ke
empat ini adalah melaksanakan penyuluhan. Penerapan aktualisasi
nilai dasar untuk kegiatan ini dapat dilihat pada tabel 3.4
Tabel 3.4 Melaksanakan penyuluhan
KEGIATAN : Melaksanakan penyuluhan
TANGGAL : 10 – 20 April 2019

-Surat tugas resmi untuk pelaksanaanpenyuluhan


- Screenshot surat undangan via whatsApp
- Bahan penyuluhan
LAMPIRAN : - Daftar hadir
- Laporan pelaksanaan penyuluhan
- Foto
- Video

1. Pemahaman nilai dasar profesi ASN (ANEKA)


Dalam memastikan penyampaian informasi kepada ibu-ibu hamil
seorang ASN dituntut untuk bekerja secara profesional dengan
kesunggguhan, penuh tanggung jawab agar dapat melaksanakan
penyuluhan dengan baik.
a. Akuntabilitas
Dapat mempertanggung jawabkan tugas yang telah diberikan
b. Nasionalisme
Disiplin, kerja keras dalam melaksanakan tugas

41
c. Etika publik
Menjaga sopan santun dalam melaksanakan penyuluhan,
menciptakan rasa nyaman saat proses penyuluhan kepada ibu
hamil.
d. Komitmen mutu
Memberikan penyampaian informasi melalui penyuluhan sebaik
mungkin dan mudah dimengerti oleh ibu – ibu hamil.
e. Anti korupsi
Jujur dan tepat waktu dalam pelaksanaan kegiatan.
2. Pemahaman nilai peran dan kedudukan ASN
Manajemen ASN
Melaksanakan tugas dan fungsi secara profesional, bertanggung
jawab dan berintegritas tinggi.
Pelayanan publik
Memberikan pelayanan dengan profesional dan maksimal dalam
pemberian informasi kesehatan.
Whole of goverment
Melakukan kerjaa sama atau berkolaborasi dengan pihak / instansi
terkait menjadi satu kesatuan untuk mencapai tujuan bersama.
Dalam pelaksanaan kegiatan dilakukan kerjasama dengan bidan
desa dalam penyampaian informasi tentang kegiatan penyuluhan
ke ibu-ibu hamil.
3. Deskripsi proses dan kualitas produk kegiatan
Deskripsi proses
Tahapan kegiatan yang akan dilakukan selama kegiatan habituasi
yaitu:
a. Meminta persetujuan pimpinan untuk pelaksanaan penyuluhan
b. Menginformasikan pelaksanaan penyuluhan kepada bidan desa
untuk disampaikan kepada ibu-ibuhamil.
c. Mempersiapkan bahan penyuluhan

42
d. Melaksanakan penyuluhan
Kualitas produk kegiatan
Menghasilkan penyuluhan yang berkualitas dalam meningkatkan
pengetahuan dan kesadaran ibu hamil untuk melaksanakan
kunjungan kehamilan.
4. Kontribusi kegiatan terhadap capaian visi misi organisasi
Tercapainya visi dan misi dari Puskesmas Teluk Betung untuk
meningkatkan upaya pelayanan kesehatan yang berkualita dan
menyelenggarakan pelayanan kesehatan dasar yang bermutu dan
merata, serta memberikan penguatan terhadap nilai-nilai organisasi
puskesmas PRIMA yaitu Profesional artinya melakukan pekerjaan
dengan memiliki kemampuan dan sesuai dengan kompetensi.
Ramah artinya memberikan pelayanan yang bersahabat, Inovatif
artinya memberikan ide kreatif dalam memberikan terobosan bagi
peningkatan pelayanan kesehatan, Melayani sepenuh hati tanpa
mengharapkan balasan dan Amanah artinya memberikan yang
terbaik dalam penyampaian informasi kepada ibu-ibu hamil.
5. Analisis Dampak
Dampak Positif
Dampak positif dari penerapan nilai-nilai dasar ASN dalam kegiatan
melaksanakan penyuluhan adalah penyampaian informasi tentang
pentingnya pemeriksaan kehamilan ini adalah informasi akan
tersampaikan langsung kepada ibu-ibu hamil yang ada di wilayah
kerja puskesmas dan bisa memberikan pengetahuan yang
dibutuhkan ibu-ibu hamil.
Dampak Negatif
Dampak negatif jika dalam kegiatan melaksanakan penyuluhan ini
tidak diterapkan nilai-nilai dasar ASN maka pelaksanaan
penyuluhan ini tidak akan berjalan efektif, penyuluhan yang
dilakukan akan berjalan sia-sia.

43
KEGIATAN 5
Laporan aktualisasi nilai-nilai dasar profesi ASN untuk kegiatan
kelima ini adalah melakukan kunjungan rumah ibu hamil. Penerapan
aktualisasi nilai dasar untuk kegiatan ini dapat dilihat pada tabel 3.5
Tabel 3.5 Melakukan kunjungan rumah ibu hamil
KEGIATAN : Melakukan kunjungan rumah ibu hamil

TANGGAL : 21 April – 10 Mei 2019

- Surat tugas resmi untuk melakukan kunjungan


rumah
- Screenshot Surat undangan via Whatsapp
LAMPIRAN : - Jadwal kunjungan
- Buku catatan kunjungan
- Foto
- Video

1. Pemahaman nilai dasar profesi ASN (ANEKA)


Dalam melaksanakan kunjungan rumah ibu hamil seorang ASN
dituntut untuk bekerja secara profesional dengan kesungguhan,
penuh tanggung jawab agar dapat melaksanakan tugas dengan
baik.
a. Akuntabilitas
Dapat mempertanggungjawabkan kegiatan yang dilaksanakan.
b. Nasionalisme
Bekerja keras, rela berkorban dalam melaksanakan tugas
kunjungan rumah ibu hamil.
c. Etika publik
Menghargai komunikasi dan pendapat dalaam
mengkoordinasikan ide, serta dapat menciptakan suasana yang

44
nyaman dan akrab saat melakukan kunjungan rumah.

d. Komitmen mutu
Kerja sama, profesional, tepat waktu, melakukan yang terbaik
dan cermat dalam melaksanakan tugas sebaik mungkin agar
proses kunjungan rumah dapat berjalan dengan baik dan
menghasilkan kunjungan yang bermanfaat.
e. Anti korupsi
Jujur dalam melakansanakan kegiatan, sesuai dengan keadaan
sebenarnya.
2. Pemahaman nilai peran dan kedudukan ASN
Manajemen ASN
Melaksanakan tugas, berani dan bertanggung jawab serta
berintegrasi tinggi dan profesional.
Pelayanan publik
Memberikan pelayanan dengan profesional dan maksimal dalam
memberikan informasi kesehatan.
Whole of goverment
Melakukan kerja sama ataau berkolaborasi dengan pihak / instansi
terkait dalam hal ini berkoordinasi dengan bidan desa / kader
dalam melakukan kunjungan rumah.
3. Deskripsi proses dan kualitas produk kegiatan
Deskripsi proses
Tahapan yang dilakukan dalam pelaksanaan kegiatan habituasi
yaitu :
a. Meminta persetujuan dari pimpinan untuk pelaksanaan
kunjungan rumah
b. Membuat jadwal kunjungan
c. Menginformasikan kepada bidan untuk jadwal kunjungan ibu
hamil via whatsaap
d. Mengunjungi rumah ibu hamil

45
Kualitas produk kegiatan
Menghasilkan kunjungan rumah yang bermanfaat bagi kesehatan
ibu hamil.
4. Kontribusi kegiatan terhadap capaian visi misi organisasi
Tercapainya visi dan misi dari Puskesmas Teluk Betung untuk
pelaksanaan kunjungan rumah adalah meningkatkan upaya
pelayanan kesehatan yang berkualitas dan menyelenggarakan
pelyanan kesehatan dasar yang bermutu dan merata serta untuk
penguatan terhadapnilai organisasi Puskesmas Teluk Betung
PRIMA yaitu Profesional artinya membentuk ASN yang
mempunyai sumber daya manusia yang profesional yang
berkompeten, Ramah dalam melakukan pelayanan kesehatan
serta memberikan pelayanan yang bersahabat.Inovatif dalam
pelayanan dengan ide-ide kreatif agar meningkatkan minat
masyarakat untuk melakukan pemeriksaan kehamilan, Melayani
sepenuh hati tanpa mengharapkan imbalan dan Amanah dalam
melakukan pelayanan kesehatan.
5. Analisis Dampak
Dampak Positif
Dampak positif dari penerapan nilai-nilai dasar ASN dalam
melakukan kegiatan kunjungan rumah adalah meningkatkan
pelayanan kesehatan ibu hamil dengan terjun langsung kelapangan
dengan mengunjungi rumah-rumah ibu hamil secara langsung.
Dampak Negatif
Dampak negatif jika dalam kegiatan melakukan kunjungan rumah
tidak diterapkan nilai-nilai dasar ASN maka kegiatan ini tidak akan
terlaksana dengan baik, tidak tepat sasaran dan tidak akan berjalan
maksimal, sehingga visi dan misi dalam meningkatkan upaya
pelayanan kesehatan yang berkualitas tidak tercapai.

46
KEGIATAN 6
Laporan aktualisai nilai-nilai dasar profesi ASN untuk kegiatan ke
enam ini adalah pemeriksaan kehamilan. Penerapan aktualisasi nilai
dasar untuk kegiatan ini dapat dilihat pada tabel 3.6
Tabel 3.6 Pemeriksaan kehamilan
KEGIATAN : Pemeriksaan kehamilan

TANGGAL : 21 April – 10 Mei 2019

- Buku catatan pemeriksaan


LAMPIRAN : - Foto
- video

1.Pemahaman nilai dasar profesi ASN (ANEKA)


Dalam kegiatan pemeriksaan kehamilan seorang ASN dituntut
untuk bekerja secara profesional dengan kesungguhan, pebuh
tanggung jawab, disiplin jujur dan sesuai dengan kompetensinya.
a. Akuntabilitas
Dapat mempertanggungjawabkan tugas yang telah diberikan.
b. Nasionalisme
Dapat menumbuhkan semangat bekerja keras dan rela
berkorban dalam melakukan pelayanan pemeriksaan kehamilan.
c. Etika publik
Menghargai komunikasi dan pendapat dari atasan serta dapat
menciptakan hubungan komunikasi yang baik antara bidan dan
ibu-ibu hamil.
d. Komitmen mutu
Kerja sama, tepat waktu dan melakukan yang terbaik dalam
memberikan pelayanan pemeriksaan kehamilan yang membuat

47
ibu-ibu merasa nyaman.

e. Anti korupsi
Jujur, bertanggung jawab dan peduli dalam setiap pelaksanaan
kegiatan, dalam menyampaikan hasil di lapangan.
2. Pemahaman nilai peran dan kedudukan ASN
Manajemen ASN
Melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab, integritas dan
profesional.
Pelayanan publik
Memberikan pelayanan yang profesional dan maksimal
Whole of goverment
Bekerja sama dengan baik dengan berkoordinasi dengan bidan
desa.
3. Deskripsi proses dan kualitas produk kegiatan
Deskripsi proses
Tahapan kegiatan yang akan dilaksanakan selama kegiatan
habituasi yaitu:
a. Melakukan pemeriksaan kehamilan
b. Mencatat hasil pemeriksaan
c. Memberikan edukasi tentang kehamilan
Kualitas produk kegiatan
Pemeriksaan kehamilan ini dapat memantau kesehatan ibu dan
janin serta memantau adanya kemungkinan kegawatdaruratan pada
ibu hamil.
4. Kontribusi kegiatan terhadap capaian visi misi organisasi
Tercapainya visi dan misi dari Puskesmas teluk betung untuk
meningkatkan upaya pelayanan kesehatan yang berkualitas serta
menyelenggarakan pelayanan kesehatan dasar yang bermutu dan
merata serta dapat memberikan penguatan terhadap nilai
organisasi Puskesmas teluk Betung PRIMA yaitu

48
Profesionalartinya pekerjaan yang dilakukan sesuai dengan
kompetensi dan dilakukan oleh sumber daya yang berkompeten,
Ramah artinya memberikan pelayanan yang bersahabat, Inovatif
artinya memberikan ide kreatif dalam pelyananan kesehatan,
Melayani Sepenuh hati artinya memberikan pelayanan dengan
ikhlas, Amanah artinya melakukan pekerjaan dengan dapat
dipercaya.
5. Analisi Dampak
Dampak Positif
Dampak dari penerapan nilai-nilai dasar ASN dalam melakukan
kegiatan pemeriksaan kehamilan adalah pelayanan pemeriksaan
kehamilan ini akan dilaksanakan secara profesional dan dilakukan
oleh tenaga kesehatan (bidan) sesuai dengan kompetensinya,
memberikan pelayanan terbaik, sesuai jadwal dan tepat waktu.
Dampak Negatif
Dampak negatif jika kegiatan pemeriksaan kehamilan ini tidak
diterapkan nilai-nilai ASN maka tidak akan berjalan sesuai jadwal
yang sudah ditetapkan, dantidak berjalan dengan maksimal.
sehingga visi misi dalam meningkatkan upaya pelayanan kesehatan
yang bekualitas tidak tercapai dan penyelenggaraan kesehatan
dasar yang bermutu dan merata tidak tercapai.

B. Capaian kegiatan habituasi


Penulis mengaktualisasikan nilai-nilai dasar ANEKA (
Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika publik, Komitmen mutu, Anti
korupsi) dalam setiap kegiatan yang telah dirancang sebelumnya di
instansi tempat bekerja yaitu Puskesmas teluk Betung selama off class
terhitung sejak tanggal 1 April – 15 mei 2019.
Perkembangan kegiatan-kegiatan tersebut di diskusikan dan
dilaporkan kepada mentor dan coach untuk mendapatkan masukan
yang diperlukan semua kegiatan habituasi ini diharapkan mampu

49
untuk mendukung visi dan misi serta memperkuat nilai organisasi yang
terdapat di Puskesmas teluk Betung Pulau Rimau.Adapun kegiatan
habituasi dijelaskan pada tabel 3.7
Tabel 3.7 Capaian kegiatan aktualisasi
N Waktu
Kegiatan Presentase Output Ket
o Pelaksanaan
1 Konsultasi 5 - 7April 100% 1. Surat terlaksana
dengan atasan 2019 permohonan
langsung aktualisasi/
mengenai habituasi
rancangan 2. Lembar
kegiatan persetujuan
aktualisasi 3. Foto
yang
dilaksanakan
di puskesmas.
2 Menentukan 1 – 7 April 100% 1. Data awal terlaksana
sasaran 2019 2. Data yang
penyuluhan. sudah di olah
(pengelompok
kan ibu hamil
berdasarkan
umur
kehamilan)

3 Membuat 7 – 9 April 100% 1. Desain leaflet terlaksana


leaflet 2019 2. Foto

4 Melaksanakan 10 – 20 April 100% 1. surat tugas terlaksana


penyuluhan 2019 resmi untuk
pelaksanaan
penyuluhan
2. Screenshot

50
surat
undangan via
whatsApp
3. Bahan
penyuluhan
4. Daftar hadir
5. Laporan
pelaksanaan
penyuluhan
6. Foto
7. Video
5 Melakukan 21 April – 100% 1. Surat tugas terlaksana
kunjungan 10Mei 2019 untuk
rumah pelaksanaan
kunjungan
rumah
2. Screenshot
surat
undangan via
whatsapp
3. Jadwal
kunjungan
4. Buku catatan
kunjungan
5. Foto
6. Video

6 Pemeriksan 21 April – 100% 1. Buku catatan terlaksana


kehamilan 10Mei 2019 pemeriksaan
2. Foto
3. Video

51
BAB IV
PENUTUP

A. Kesimpulan
Dari kegiatan aktualisasi yang telah dilaksanakan peserta pelatihan
dasar CPNS Kabupaten Banyuasin Golongan IIIl gelombang I selama
masa off campus dari tanggal 1 April - 15 Mei 2019 dapat ditarik
kesimpulan:
1. Kegiatan aktualisasi yang dilaksanakan oleh penulis dapat
menerapkan nilai-nilai ANEKA dalam menjalankan tugas dan
fungsi sebagai bidan di Puskesmas Teluk Betung Pulau Rimau.
2. Dengan adanya kegiatan aktualisasi ini penulis lebih dapat
memahami fungsi dan tugas bidan dalam meningkatkan kesehatan
ibu hamil.
3. Kegiatan aktualisasi yang telah dilakukan oleh penulis diharapkan
mampu memperkuat nilai-nilai organisasi khususnya visi dan misi
Puskesmas Teluk Betung Pulau Rimau.

B. Saran
Diharapkan kegiatan aktualisasi ini akan selalu digunakan dengan
tujuan untuk meningkatkan kepedulian petugas kesehatan khususnya
bidan dalam pelayanan kesehatan ibu hamil.

52
DAFTAR PUSTAKA

LAN RI. 2015. Akuntabilitas : Modul pendidikan dan pelatihan prajabatan


golongan III. Jakarta : LAN RI

LAN RI. 2015. Nasionalisme : Modul pendidikan dan pelatihan prajabatan


golongan III. Jakarta : LAN RI

LAN RI. 2015. Etika Publik : Modul pendidikan dan pelatihan prajabatan
golongan III. Jakarta : LAN RI

LAN RI. 2015. Komitmen Mutu : Modul pendidikan dan pelatihan


prajabatan golongan III. Jakarta : LAN RI

LAN RI. 2015. Anti Korupsi : Modul pendidikan dan pelatihan prajabatan
golongan III. Jakarta : LAN RI

LAN RI. 2017. Analisis Isu Kontemporer : Modul pendidikan dan pelatihan
prajabatan golongan III. Jakarta : LAN RI

LAN RI. 2017. Aktualisasi : Modul pendidikan dan pelatihan prajabatan


golongan III. Jakarta : LAN RI

LAN RI. 2017. Manajemem ASN : Modul pendidikan dan pelatihan


prajabatan golongan III. Jakarta : LAN RI

LAN RI. 2017. Whole of Goverment : Modul pendidikan dan pelatihan


prajabatan golongan III. Jakarta : LAN RI

LAN RI. 2017.Pelayanan Publik : Modul pendidikan dan pelatihan


prajabatan golongan III. Jakarta : LAN RI

Departemen Kesehatan Republik Indonesia. 2011. Buku Kesehatan Ibu


dan Anak. Jakarta : DEPKES RI

53

Anda mungkin juga menyukai