Anda di halaman 1dari 33

# Senyawa kimia dan konsep mol

• Massa rumus ( formula mass) : massa suatu unit rumus dalam satuan
massa atom
• 1 mol : banyaknya senyawa yang mengandung unit rumus atau
• Massa molar ( molar mass) : 1 mol molekul dari suatu senyawa
molekul dari 1 mol unit rumus dari suatu senyawa senyawa ionik.

## 1 mole 12C atoms = 6.022 x 1023 atoms = 12.00 g

1 12C atom = 12.00 amu
1 mole 12C atoms = 12.00 g 12C
1 mole lithium atoms = 6.941 g of Li
Average atomic mass (6.941)
One Mole of:

C S

Hg

Cu Fe

3.2
Do You Understand Molar Mass?
How many atoms are in 0.551 g of potassium (K) ?

1 mol K = 39.10 g K
1 mol K = 6.022 x 1023 atoms K

## 1 mol K 6.022 x 1023 atoms K

0.551 g K x x =
39.10 g K 1 mol K

## 8.49 x 1021 atoms K

3.2
Molecular mass (or molecular weight) is the sum of
the atomic masses (in amu) in a molecule.

1S 32.07 amu
2O + 2 x 16.00 amu
SO2 SO2 64.07 amu

## For any molecule

molecular mass (amu) = molar mass (grams)

## 1 molecule SO2 = 64.07 amu

1 mole SO2 = 64.07 g SO2
3.3
Do You Understand Molecular Mass?
How many H atoms are in 72.5 g of C3H8O ?

## 1 mol C3H8O = (3 x 12) + (8 x 1) + 16 = 60 g C3H8O

1 mol C3H8O molecules = 8 mol H atoms
1 mol H = 6.022 x 1023 atoms H

## 1 mol C3H8O 8 mol H atoms 6.022 x 1023 H atoms

72.5 g C3H8O x x x =
60 g C3H8O 1 mol C3H8O 1 mol H atoms

## 5.82 x 1024 atoms H

3.3
Do You Understand Formula Mass?
What is the formula mass of Ca3(PO4)2 ?

## 1 formula unit of Ca3(PO4)2

3 Ca 3 x 40.08
2P 2 x 30.97
8O + 8 x 16.00
310.18 amu

3.3
Percent composition of an element in a compound =
n x molar mass of element
x 100%
molar mass of compound
n is the number of moles of the element in 1 mole of
the compound
2 x (12.01 g)
%C = x 100% = 52.14%
46.07 g
6 x (1.008 g)
%H = x 100% = 13.13%
46.07 g
1 x (16.00 g)
%O = x 100% = 34.73%
46.07 g

## C2H6O 52.14% + 13.13% + 34.73% = 100.0%

3.5
Senyawa kimia
Komposisi kimia persen komposisi
Contoh : menghitung komposisi dari halotana
12,01 𝑔 𝐶
2 𝑚𝑜𝑙 𝐶 𝑥 1 𝑚𝑜𝑙 𝐶
%C= x 100% = 12,17% C
197,38 𝑔 𝐶2𝐻𝐵𝑟𝐶𝐼𝐹3
1,01 𝑔 𝐻
1 𝑚𝑜𝑙 𝐻 𝑥 1 𝑚𝑜𝑙 𝐻
%H= 𝑥 100% = 0,15 % 𝐻
197,38 𝑔 𝐶2𝐻𝐵𝑟𝐶𝐼𝐹3
79,90 𝑔 𝐵𝑟
1 𝑚𝑜𝑙 𝐵𝑟 𝑥 1 𝑚𝑜𝑙 𝐵𝑟
% Br = 𝑥 100% = 40,48 % 𝐵𝑟
197,38 𝑔 𝐶2𝐻𝐵𝑟𝐶𝐼𝐹3
35,45 𝑔 𝐶𝑙
1 𝑚𝑜𝑙 𝐶 𝑥 1 𝑚𝑜𝑙 𝐶𝑙
% Cl = x 100% = 17,96% Cl
197,38 𝑔 𝐶2𝐻𝐵𝑟𝐶𝑙𝐹3
19,00 𝑔 𝐹
3 𝑚𝑜𝑙 𝐹 𝑥
1 𝑚𝑜𝑙 𝐹
%F = x 100 % = 28,88 % F
197,38 𝑔 𝐶2𝐻𝐵𝑟𝐶𝐼𝐹3
Menentukan Rumus Empiris

## Komposisi % massa dari Asumsikan 100 g 1 Hitung rasio

senyawa Gram dari X mol
𝑚𝑎𝑠𝑠𝑎 𝑚𝑜𝑙𝑎𝑟 Mol setiap rumus empiris
setiap unsur
unsur
• Contoh
9,63% H, dan 27,79% O. Massa molekul yang ditentukan melalui percobaan adalah 230 u. Bagaimana rumus empiris dan
rumus molekul dibutil suksinat? :
Jwb:
62,58 g C, 9,63 g H, 27,79 g O tahap 1
1 𝑚𝑜𝑙 𝐶
Mol C = 62,58 g C x 12,011 𝑔 𝐶 = 5,210 mol C tahap 2
1 𝑚𝑜𝑙 𝐻
Mol H = 9,63 g H x 1,008 𝑔 𝐻 = 9,55 mol H
1 𝑚𝑜𝑙 𝑂
Mol O = 27,79 g O x 15,999 𝑔 𝑂 = 1,737 mol O
C 5,21 H 9,55 O 1,74
5,21 9,55 1,74
C 1,74 H 1,74 O 1,74 = C2,99 H 5,49 O atau C3 H 5,49 O tahap 3
C 2x3 H 2x5,49 O 2x1 = C6H10,98O2
Rumus empiris : C6H11O2
((6x12,0) + ( 11x1,0) + (2 x 16,0)) U = 115 u
Rumus molekul : C12H22O4
Reaktan Pembatas
• Reaktan pembatas : zat yang berada dalam jumlah mol terkecil yang
habis lebih dahulu

Contoh : pada kondisi tertentu , etuna (C2H2) dan HCl bereaksi membentuk vinilklorida, C2H3Cl.
C2H2 + HCl C2H3Cl
Pada suatu reaksi 35 g C2H2 direaksikan dengan 51 g HCl
a. Zat apa yang menjadi pereaksi pembatas
b. Berapa gram vinilklorida yang akan terbentuk
c. Berapa gram sisa pereaksi yang tidak terpakai
Penyelesaian
• a. C2H2 + HCl C2H3Cl

𝑚 𝐶2𝐻2 35 𝑔
n C2H2 = = 𝑔 = 1,346 mol , pereaksi pembatas adalah etuna
𝑀 𝐶2𝐻2 26 𝑚𝑜𝑙
𝑚 𝐻𝐶𝑙 51 𝑔
n HCl = = 𝑔 = 1,397 mol
𝑀 𝐻𝐶𝑙 36,5
𝑚𝑜𝑙
b. n C2H2Cl3 = 1/1 x nC2H2 = 1,346 mol

62,5 𝑔
m C2H3Cl = nC2H3Cl x mC2H3Cl = 1,346 mol x = 84,125 g
𝑚𝑜𝑙

## c. n HCl sisa = nHCl awal – nHCl bereaksi

= 1,397 mol – (1/1 x 1,346 mol )
= 0,0510 mol
m HCl sisa = nHCl sisa x MHCl
= 0,051 mol x (36,5) g/mol
= 1,86 g
A process in which one or more substances is changed into one or more new substances is a
chemical reaction

A chemical equation uses chemical symbols to show what happens during a chemical
reaction

## 3 ways of representing the reaction of H2 with O2 to form H2O

reactants products
3.7
Methanol burns in air according to the equation
2CH3OH + 3O2 2CO2 + 4H2O

## If 209 g of methanol are used up in the combustion,

what mass of water is produced?

## molar mass coefficients molar mass

CH3OH chemical equation H2O

## 1 mol CH3OH 4 mol H2O 18.0 g H2O

209 g CH3OH x x x = 235 g H2O
32.0 g CH3OH 2 mol CH3OH 1 mol H2O

3.8
Do You Understand Limiting Reagents?
In one process, 124 g of Al are reacted with 601 g of Fe2O3

## 2Al + Fe2O3 Al2O + 2Fe

Calculate the mass of Al2O3 formed.

OR

## 1 mol Al 1 mol Fe2O3 160. g Fe2O3

124 g Al x x x = 367 g Fe2O3
27.0 g Al 2 mol Al 1 mol Fe2O3

## Have more Fe2O3 (601 g) so Al is limiting reagent

Use limiting reagent (Al) to calculate amount of product that
can be formed.

## 1 mol Al 1 mol Al2O3 102. g Al2O3

124 g Al x x x = 234 g Al2O3
27.0 g Al 2 mol Al 1 mol Al2O3
Penamaan senyawa
Nama ( ion Lambang Ion negatif ( anion ) Lambang
positif /kation )
Ion kromium (II) Cr2+ Ion hidrida H-
Ion besi (II) Fe2+ Ion fluorida F-
Ion kobalt (III) Co3+ Ion klorida Cl-
Ion tembaga (II) Cu2+ Ion bromida Br-
Ion merkurium Hg2+ Ion iodida I-
(II)
Ion timbal (II) Pb2+ Ion oksida O2-
Ion litium Li+ Ion sulfida S2-
Ion natrium Na+ Ion nitrida N3-
Ion kalium K+
Ion rubidium Rb+
Ion sesium Cs+

## Ion barium Ba+

Ion perak Ag+
Contoh
BaO : barium Oksida yaitu satu Ba2+ dan satu O2-
CaF2 : kalsium fluorida yaitu satu Ca2+ dan dua F2-
Fe2S3 : besi (III) sulfida yaitu dua Fe3+ dan tiga S2-
Cu2O : tembaga (I) oksida yaitu dua Cu+ dan satu O2-
Senyawa biner
• Senyawa biner yaitu suatu senyawa yang terbentuk dari 2 unsur ( logam dan lainnya
nonlogam ).
• Senyawa biner biasanya terbentuk dari ion – ion ( senyawa biner ionik )
Contoh : NaCl, MgI2 , Al2O3
Asam biner
• Asam : zat yang mengion / terurai dalam air menghasilkan ion
hidrogen H+
Asam biner : senyawa dua unsur dari hidrogen dan suatu nonlogam
Contoh : HCl
HF (aq) : asam hidrofluorida
HBr (aq) : asam hidrobromida
HI (aq) : asam hidroiodida
Asam okso
Asam okso : salah satunya nonlogam yaitu oksigen atau gabungan ion
hidrogen dan anion okso.
Contoh:
Asam hipoklorit: HClO Cl : +1
Asam klorit : HClO2 Cl: +3
Asam klorat: HClO3 Cl: +5
Asam perklorat: HClO4 Cl: +7
Asam nitrit: HNO2 N : +3
Asam nitrat: HNO3 N: +5
Asam sulfit: H2SO3 S: +4
Asam sulfat : H2SO4 S : +6
Ion poliatomik
• 2 atau lebih atom H dihubungkan oleh ikatan kovalen. Ion-ion ini
• Beberapa saja anion poliatomik membawa akhiran –ida pada
namanya . Misalnya OH- ( ion hidroksida) dan CN- ( ion sianida).
• Nonlogam tertentu (Cl, N, P, dan S) membentuk deret anion okso
yang mengandung atom oksigen dengan jumlah berbeda. Namanya
terkait dengan bilangan oksidasi atom nonlogam yang mengikat atom
O, dari hipo- ( terendah ) hingga per- ( tertinggi) berdasarkan skema
berikut:
meningkatnya bilangan oksidasi nonlogam hipo it
it at per at
meningkatnya jumlah atom oksigen
Bilangan Oksidasi (biloks)
• Zat yang menerima elektron disebut oksidator/ reduksi
• Zat yang mendonasikan elektron disebut reduktor/oksidasi
• Aturan untuk menetapkan bilangan oksidasi :
1. BO satu atom individual dalam unsur bebas ( tidak bergabung dengan unsur lain )
Contoh: BO atom Cl terisolasi adalah 0, 2 atom Cl dalam molekul Cl2 memiliki BO yaitu
0
2. Total dari BO semua atom dalam.
a. Spesies netral , seperti atom tersisolasi , molekul , dan unit rumus adalah 0.
Contoh : jumlah BO semua atom dalam CH3OH dan semua ion dalam MgCl2 adalah 0
a. Ion sama dengan muatan ion tersebut.
Contoh: BO, Fe dalam Fe3+ adalah 3+. Jumlah BO semua atom dalam MnO4- adalah -1.
3. Dalam senyawanya, logam gol.1 memiliki BO +1 dan logam gol.2 memiliki
BO +2.
Contoh: BO k adalah +1 dalam KCl dan K2CO3. BO Mg adalah +2 dalam
MgBr2 dan Mg(NO3)2.
4. Dalam senyawanya , BO fluorin adalah -1.
Contoh: BO F adalah -1 dalam HF, ClF3, dan SF6
5. Dalam senyawanya , hidrogen biasanya memiliki BO +1
Contoh : BO H adalah +1 dalam HI, H2S, NH3, dan CH4.
6. Dalam senyawanya, oksigen biasanya memiliki BO -2.
Contoh: BO O adalah -2 dalam H2O, CO2, dan KMnO4.
7. Dalam senyawa biner ( 2 unsur ) dengan logam , unsur gol.17 mempunyai
BO -1, gol. 16 BO -2 dan gol.15 BO -3.
Contohnya:
BO Br adalah -1 dalam MgBr2, BO S adalah -2 dalam LiS2 dan BO N adalah -
3 dalam LiN3.
The oxidation numbers of elements in their compounds

4.4
• Contoh :
• Setarakan reaksi berikut :
Sebanyak 2,8 gram asa oksalat dihidrat (H2C2O4.2H2O) dilarutkan dalam air,
lar. Ini direaksikan dgn 0,9 gram kalium dikromat ( K2Cr2O4) menghasilkan gas
karbondioksida dan ion kromium (III).
Penyelesaian:
C2O42- + Cr2O72- Cr 3+ + CO2
Reduksi : Cr2O7 2- + 14 H+ + 6e 2 Cr3+ + 7H2O x1
Oksidasi : C2O4 2- 2CO2 + 2e x3
Total : Cr2O72- + 14 H+ + 3C2O42- 6CO2 + 2Cr3+ + 7H2O
Oxidation-Reduction Reactions
(electron transfer reactions)

## 2Mg 2Mg2+ + 4e- Oxidation half-reaction (lose e-)

O2 + 4e- 2O2- Reduction half-reaction (gain e-)
2Mg + O2 + 4e- 2Mg2+ + 2O2- + 4e-
2Mg + O2 2MgO
Zn (s) + CuSO4 (aq) ZnSO4 (aq) + Cu (s)
Zn Zn2+ + 2e- Zn is oxidized Zn is the reducing agent

## Copper wire reacts with silver nitrate to form silver metal.

What is the oxidizing agent in the reaction?

Cu Cu2+ + 2e-

## Ag+ + 1e- Ag Ag+ is reduced Ag+ is the oxidizing agent

4.4
Types of Oxidation-Reduction Reactions

Combination Reaction
A+B C
0 0 +3 -1
2Al + 3Br2 2AlBr3

Decomposition Reaction
C A+B

+1 +5 -2 +1 -1 0
2KClO3 2KCl + 3O2
4.4
Types of Oxidation-Reduction Reactions

Combustion Reaction

A + O2 B
0 0 +4 -2
S + O2 SO2

0 0 +2 -2
2Mg + O2 2MgO

4.4
Types of Oxidation-Reduction Reactions

Displacement Reaction
A + BC AC + B
0 +1 +2 0
Sr + 2H2O Sr(OH)2 + H2 Hydrogen Displacement
+4 0 0 +2
TiCl4 + 2Mg Ti + 2MgCl2 Metal Displacement
0 -1 -1 0
Cl2 + 2KBr 2KCl + Br2 Halogen Displacement

4.4
The Activity Series for Metals

## Hydrogen Displacement Reaction

M + BC AC + B
M is metal
BC is acid or H2O
B is H2
Ca + 2H2O Ca(OH)2 + H2
Pb + 2H2O Pb(OH)2 + H2

4.4