Anda di halaman 1dari 20

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) dewasa ini

mencapai kemajuan pesat sehingga peradaban manusia mengalami

perubahan yang luar biasa. Pengembangan iptek tidak dapat terlepas dari

situasi yang melingkupinya, artinya iptek selalu berkembang dalam suatu

ruang budaya. Perkembangan iptek pada gilirannya bersentuhan dengan

nilai-nilai budaya dan agama sehingga di satu pihak dibutuhkan semangat

objektivitas, di pihak lain iptek perlu mempertimbangkan nilai-nilai budaya

dan agama dalam pengembangannya agar tidak merugikan umat manusia.

Kuntowijoyo dalam konteks pengembangan ilmu mengatakan bahwa

kebanyakan orang sering mencampuradukkan antara kebenaran dan

kemajuan sehingga pandangan seseorang tentang kebenaran terpengaruh

oleh kemajuan yang dilihatnya. Kuntowijoyo menegaskan bahwa

kebenaran itu bersifat non-cumulative (tidak bertambah) karena kebenaran

itu tidak makin berkembang dari waktu ke waktu. Adapun kemajuan itu

bersifat cumulative (bertambah), artinya kemajuan itu selalu berkembang

dari waktu ke waktu. Agama, filsafat, dan kesenian termasuk dalam kategori

non-cumulative, sedangkan fisika, teknologi, kedokteran termasuk dalam

kategori cumulative.

Relasi antara iptek dan nilai budaya, serta agama dapat ditandai

dengan beberapa kemungkinan sebagai berikut. Pertama, iptek yang gayut

1
dengan nilai budaya dan agama sehingga pengembangan iptek harus

senantiasa didasarkan atas sikap human-religius. Kedua, iptek yang lepas

sama sekali dari norma budaya dan agama sehingga terjadi sekularisasi

yang berakibat pada kemajuan iptek tanpa dikawal dan diwarnai nilai

human-religius. Hal ini terjadi karena sekelompok ilmuwan yang meyakini

bahwa iptek memiliki hukumhukum sendiri yang lepas dan tidak perlu

diintervensi nilai-nilai dari luar.

Ketiga, iptek yang menempatkan nilai agama dan budaya sebagai

mitra dialog di saat diperlukan. Dalam hal ini, ada sebagian ilmuwan yang

beranggapan bahwa iptek memang memiliki hukum tersendiri (faktor

internal), tetapi di pihak lain diperlukan faktor eksternal (budaya, ideologi,

dan agama) untuk bertukar pikiran, meskipun tidak dalam arti saling

bergantung secara ketat.

Relasi yang paling ideal antara iptek dan nilai budaya serta agama

tentu terletak pada fenomena pertama, meskipun hal tersebut belum dapat

berlangsung secara optimal, mengingat keragaman agama dan budaya di

Indonesia itu sendiri. Keragaman tersebut di satu pihak dapat menjadi

kekayaan, tetapi di pihak lain dapat memicu terjadinya konflik. Oleh karena

itu, diperlukan sikap inklusif dan toleran di masyarakat untuk mencegah

timbulnya konflik. Untuk itu, komunikasi yang terbuka dan egaliter

diperlukan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Fenomena kedua yang menempatkan pengembangan iptek di luar

nilai budaya dan agama, jelas bercorak positivistis. Kelompok ilmuwan

dalam fenomena kedua ini menganggap intervensi faktor eksternal justru

2
dapat mengganggu objektivitas ilmiah. Fenomena ketiga yang

menempatkan nilai budaya dan agama sebagai mitra dialog merupakan

sintesis yang lebih memadai dan realistis untuk diterapkan dalam

pengembangan iptek di Indonesia. Sebab iptek yang berkembang di ruang

hampa nilai, justru akan menjadi bumerang yang membahayakan aspek

kemanusiaan.

B. Rumusan masalah

Rumusan masalah yang dapat diambil dari makalah ini:

Apakah pengimplementasian pancasila sebagai dasar dalam

mengembangkan ilmu pengetahuan sudah sejalan/terealisasikan dengan

baik?

C. Manfaat dan Tujuan

Manfaat dan tujuan yang dapat diambil dari makalah ini:

Agar dapat mengetahui apakah sudah terealisasikah pancasila sebagai

dasar dalam mengembangkan ilmu pengetahuan.

3
BAB II

PEMBAHASAN

A. Pengertian Ilmu

Pengertian Ilmu adalah seluruh usaha sadar untuk menyelidiki,

menemukan dan meningkatkan pemahaman manusia dari berbagai segi

kenyataan alam manusia. Sedangkan Pengertian Pengetahuan adalah

informasi yang telah diproses dan diorganisasikan untuk memperoleh

pemahaman, pembelajaran dan pengalaman yang terakumulasi sehingga

bisa diaplikasikan ke dalam masalah/proses bisnis tertentu.

Lalu Pengertian Ilmu Pengetahuan Secara umum adalah suatu

sistem berbagai pengetahuan yang didapatkan dari hasil pemeriksaan-

pemeriksaan yang dilakukan secara teliti dengan menggunakan metode-

metode tertentu. Secara etimologi, ilmu berasal dari bahasa arab dari

kata ilm yang berarti memahami, mengerti, atau mengetahuai. Jadi dapat

artikan bahwa ilmu pengethuan adalah memahami suatu pengetahuan.

Selain pengertian ilmu pengetahuan secara umum, terdapat

beberapa pendapat para ahli mengenai pengertian ilmu pengetahuan baik

dari luar negeri maupun yang berada di dalam negeri dalam

mengemukakan pendapatnya mengenai pengertian ilmu pengetahuan,

yaitu sebagai berikut:

4
1. Pengertian ilmu pengetahuan menurut para ahli di Indonesia

a. Moh. Hatta: Pengertian ilmu pengetahuan menurut Moh. Hatta

bahwa ilmu pengetahuan adalah pengetahuan atau studi yang

teratur tentang pekerjaan hukum umum, sebab akibat dalam

suatu kelompok masalah yang sifatnya sama baik dilihat dari

kedudukannya maupun hubungannya.

b. Dadang Ahmad S: Pengertian ilmu pengetahuan menurut

Dadang Ahmad S, adalah suatu proses pembentukan

pengetahuan yang terus menerus hingga dapat menjelaskan

fenomena dan keberadaan alam itu sendiri.

c. Mappadjantji Amien: Menurutnya, pengertian ilmu pengetahuan

adalah sesuatu yang berawal dari pengetahuan, bersumber dari

wahyu, hati dan semesta yang memiliki paradigma, objek

pengamatan, metode, dan media komunikasi membentuk sains

baru dengan tujuan untuk memahami semesta untuk

memanfaatkannya dan menemukan diri untuk menggali potensi

fitrawi guna mengenal Allah.

2. Syarat-syarat ilmu pengetahuan

a. Logis atau masuk akal, sesuai dengan kaidah ilmu pengetahuan

yang diakui kebenarannya.

b. Objektif, sesuai berdasarkan objek yang dikaji dan didukung dari

fakta impiris.

c. Metodik, diperoleh dari cara tertentu dan teratur yang dirancang,

diamati dan terkontrol.

5
d. Sistematik, disusun dalam satu sistem satu dengan saling

berkaitan dan menjelaskan sehingga satu kesatuan.

e. Berlaku umum atau universal, berlaku untuk siapapun dan dimana

pun, dengan tata cara dan variabel eksperimentasi yang lama

untuk hasil yang sama.

f. Kumulatif berkembang dan tentatif, ilmu pengetahuan selalu

bertambah yang hadir sebagai ilmu pengetahuan baru. Ilmu

pengetahuan yang salah harus diganti dengan yang benar disebut

sifat tentatif.

B. Perkembangan Ilmu Pengetahuan

Perkembangan ilmu pengetahuan di Indonesia jauh tertinggal dari

pada negara maju lainnya, khususnya dalam bidang teknologi. Seiring

dengan berkembangnya suatu negara maka manusia ingin mendapatkan

informasi tentang apa saja yang terjadi baik di negaranya maupun di negara

lain. Oleh sebab itu, negara berkembang dan negara maju terus-menerus

melakukan penemuan baru di bidang teknologi informasi. Kemajuan

teknologi informasi di negara India dan Cina yang luar biasa terjadi karena

sumber daya manusia yang mampu mengembangkan dan mengendalikan

teknologi tersebut.

Sejarah Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di

Indonesia. Perkembangan ilmu pengetahuan memberikan dampak yang

besar dalam penemuan baru di bidang teknologi. Pada akhir abad ke-15

muncul gerakan yang bertujuan mengembangkan kebudayaan dan ilmu

6
pengetahuan yang dikenal dengan istilah renaisans, yaitu suatu gerakan

yang ingin melahirkan kembali kebudayaan Yunani dan Romawi Kuno.

Renaisans menjunjung tinggi kemampuan manusia, baik cara berpikir atau

menemukan dan menciptakan. Dengan adanya gerakan ini, semua orang

bebas berpikir untuk menghasilkan penemuan baru di bidang ilmu

pengetahuan dan teknologi.

Selain gerakan renaisans, juga muncul gerakan yang disebut

dengan humanisme yaitu suatu gerakan yang bertujuan mempelajari dan

mengembangkan kebudayaan dan ilmu pengetahuan untuk diabdikan bagi

kepentingan manusia.

Memasuki abad ke-18, ilmu pengetahuan berkembang pesat hingga

abad ini sering disebut dengan abad pemikiran. Abad ke-18 merupakan

abad penemuan berbagai bidang ilmu pengetahuan, baik ilmu pengetahuan

alam, ilmu pengetahuan sosial, maupun teknologi. Penemuan di bidang

teknologi merupakan awal abad teknologi yang membawa dunia

berkembang dengan lebih jauh dan lebih cepat dari masa sebelumnya.

Bersamaan dengan itu, pertumbuhan bangsa-bangsa dan segala

peradabannya juga melaju dengan cepat sehingga pada abad ke-21

manusia mampu menciptakan berbagai peralatan dan teknologi canggih.

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berjalan pesat,

mendorong berkembangnya berbagai macam industri di berbagai negara

termasuk Indonesia.

Di Indonesia, ilmu pengetahuan dan teknologi mulai berkembang

sejak masa kolonial Belanda. Perkembangan ilmu pengetahuan dan

7
teknologi pada masa kolonial Belanda ini ditandai dengan berdirinya

perusahaan swasta asing, misi keagamaan dan pendidikan barat.

Semuanya itu merupakan bagian dari eksploitasi ekonomi. Teknologi

modern barat memperkenalkan teknologinya yang pertama dengan melalui

pabrik gula. Modernisasi teknologi tersebut kemudian menyebar ke sektor

lainya, seperti pada galangan kapal, pertambangan batu bara, timah, gas

dan minyak bumi.

Sejak pertengahan abad ke-19 perkembangan ilmu pengetahuan

barat telah tersebar di Indonesia dengan melalui pembukaan sekolah-

sekolah barat bagi penduduk bumiputra.

C. Pentingnya Ilmu Pengetahuan

Ilmu pengetahuan merupakan salah satu modal utama kita dalam

meraih kesuksesan. Ilmu pengetahuan sangat penting sekali untuk dimiliki

oleh setiap orang di dunia, karena dengan memiliki pengetahuan yang luas

maka mereka bisa menghadapi permasalahan di dunia ini dengan berfikir

secara kritis. Negara saja dapat dikatakan sebagai negara maju apabila

masyarakatnya memiliki pengetahuan ataupun wawasan yang tinggi. Ini

menunjukkan bahwa ilmu pengetahuan sangat penting dalam berbagai

aspek kehidupan.

Sebenarnya ilmu pengetahuan itu mudah sekali kita cari. Dalam

mencari ilmu itu tidak identik dengan belajar di sekolah. Kita juga bisa

mencari ilmu pengetahuan dengan salah satu cara misalnya saja kita

datang ke perpustakaan, disana pasti banyak disediakan berbagai macam

8
buku mulai dari fiksi, non-fiksi, novel, komik, koran, majalah, atau bahkan

buku-buku yang digunakan dalam proses belajar mengajar telah tersedia.

Dengan begitu kita bisa membaca buku yang menurut kita bisa digunakan

untuk menambah wawasan yang telah kita miliki. Sehingga ada sebuah

slogan yang menyebutkan bahwa membaca merupakan jendela dunia.

Jika kita pahami maksud dari slogan itu bahwa dengan membaca

kita bisa membuka wawasan ataupun ilmu pengetahuan yang lebih luas lagi

yang seperti digambarkan kita bisa membuka jendela dunia. Selain itu,

pada saat melihat televisi kita juga bisa mendapatkan ilmu pengetahuan

seperti saat kita melihat berita, disitu kita bisa melihat serta mendengarkan

berita-berita tentang kondisi yang terjadi di dalam negeri ataupun di luar

negeri yang mungkin belum kita ketahui sebelumnya. Serta masih banyak

kegiatan sehari-hari kita yang bisa dijadikan sebagai sarana untuk kita bisa

memperoleh ilmu pengetahuan.

Apalagi sekarang ini, ilmu pengetahuan juga sangat mudah sekali

kita dapatkan karena adanya kemajuan serta kecanggihan teknologi yang

bisa membantu masyarakat untuk bisa memiliki kemajuan ilmu

pengetahuan. Alangkah baiknya apabila kita bisa memanfaatkan

kecanggihan teknologi untuk bisa mengembangkan ilmu pengetahuan yang

kita miliki.

Jika kita semua bisa mengembangkan wawasan lebih baik lagi

maka, kehidupan kita bisa akan menjadi lebih baik daripada saat kita belum

memiliki pengetahuan. Karena pengetahuan mengantarkan kita untuk bisa

9
berfikir terus maju serta bisa mengubah kehidupan seperti yang kita

inginkan.

Di atas tadi juga sudah dijelaskan bahwa pengetahuan juga bisa

menjadikan salah satu modal kita dalam meraih kesuksesan, karena

dengan pengetahuan yang luaslah kita bisa menjadi sesuatu yang kita

inginkan. Bisa dikatakan bahwa ilmu pengetahuan sangatlah penting untuk

setiap individu supaya bisa terus mengikuti perkembangan zaman dan

kecanggihan teknologi.

Bagaimana jadinya apabila kita tidak memiliki ilmu pengetahuan.

Mungkin saja kita akan terpuruk dengan semua kecanggihan yang sudah

merejalela atau bahkan bisa disebut ketinggalan zaman karena kita tidak

bisa mengikuti perkembangan di dunia. Serta jika setiap individu di sebuah

negara ini masih belum sadar akan pentingnya sebuah pengetahuan bisa

jadi negara akan mengalami keruntuhan dan letertinggalan dengan negara-

negara lain yang telah menjadikan ilmu pengetahuan sebagai nomor satu

untuk bisa membawa negara menjadi lebih maju dan berkembang di kaca

dunia.

Oleh karena itu, ilmu pengetahuan seharusnya dimiliki oleh setiap

orang untuk bisa mewujudkan semua keinginan kita dan bisa menjadikan

kita orang yang lebih baik dari sebelumnya. Serta jadikan kegiatan

membaca sebagai kebutuhan kita agar kita bisa menambah pengetahuan

dan ilmu pengetahuan.

10
D. Pancasila sebagai Dasar Pengembangan Ilmu

Pengetahuan

Pancasila mengandung hal-hal yang penting dalam pengembangan

ilmu dan teknologi. Perkembangan iptek dewasa ini dan di masa yang akan

datang sangat cepat, makin menyentuh inti hayati dan materi di satu pihak,

serta menggapai angkasa luas dan luar angkasa di lain pihak, lagi pula

memasuki dan mempengaruhi makin dalam segala aspek kehidupan dan

institusi budaya. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang tidak

dibarengi dengan dasar-dasar Pancasila yang kuat justru akan menjadi

aspek penghancur bangsa, terutama dari segi moralitas dan mentalitas.

Perubahan dan perkembangan teknologi yang terlampau deras

menyebabkan terlalu mudahnya informasi dari seluruh penjuru dunia masuk

ke dalam bangsa kita. Segala kemudahan dalam berinteraksi juga semakin

tidak dapat dibendung lagi. Hal tersebut didukung dengan adanya

perkembangan gadget yang menyediakan layanan-layanan dan berbagai

fasilitas canggih untuk berkomunikasi.

Sesungguhanya semua kemajuan ini sangat membantu dan

meringankan kita dalam melakukan aktivitas. Pekerjaan akan semakin

cepat terselesaikan dan menghemat waktu serta tenaga. Kini tiada lagi

jarak yang berarti dalam bertukar informasi. Kehidupan di dalam

masyarakat semakin nyaman dan menyenakan. Masyarakat madani pun

akan semakin mudah tercapai, walaupun di sisi lain hal ini merupakan suatu

tantangan bagi bangsa kita untuk dapat mengikuti perkembangan dan

11
kemajuan teknologi. Sebab tidak akan tercipta masyarakat madani apabila

perkembangan dan kemajuan teknologi kita masih terbelakang dan hanya

bertumpu kepada bangsa asing. Masyarakat akan selalu tergantung

kepada pihak lain dan bertolak dari kemandirian serta cenderung akan

mendekati masyarakat yang konsumtif.

Bangsa Indonesia adalah bangsa yang sedang berkembang. Dalam

proses perbaikan dari segala segi kehidupan, baik dalam segi sosial, politik,

ekonomi, ilmu pengetahuan dan teknologi serta budaya. Pembanguan demi

pembanguan sarana dan prasarana selalu digalakan baik oleh pemerintah

pusat maupun pemerintah daerah, dengan harapan agar bangsa kita tidak

tertinggal dengan bangsa-bangsa lain. Walaupun semua itu dengan

pengorbanan yang sangat besar.

Negara harus berhutang kepada negara donatur untuk setiap

pembanguan dan kemajuan iptek bangsa. Hasilnya dapat kita nikmati

sekarang. Bangsa Indonesia tidak kalah majunya dengan negara-negara

tetangga. Berbagai fasilitas publik telah tersedia demi meunjang jalan

perekonomian bangsa. Barang-barang canggih banyak didatangkan dari

luar negeri. Mulai dari perabotan rumah tangga sampai kendaraan

bermotor. Namun, seiring dengan kemajuan pendidikan di Indonesia.

Sekarang sebagian masyarakat Indonesia sudah dapat merakitnya sendiri,

walaupun masih mengimpor bahan dasarnya. Ini setidaknya Indonesia

terus mengikuti perkembangan dan kemajuan teknologi. Sehingga tidak

heran jika mulai terdapat berbagai barang elektronik buatan anak bangsa.

12
Memang terasa sangat membanggakan mendengarnya. Namun,

tanpa kita sadari dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi

yang begitu santernya kita mulai melupakan akan apa tujuan dari yang kita

lakukan ini. Padahal hal ini tercantum jelas dalam landasan ideologi bangsa

kita (Pancasila) bahwa mengembangkan iptek haruslah secara beradab.

Tercantum dalam sila kedua yang berbunyi ”Kemanusiaan yang adil dan

beradab”. Perkembangan dan kemajuan iptek seharusnya diwujudkan

untuk keadilan dan kehidupan yang beradab serta bermoral.

Dengan segala fasilitas dan kemudahan yang ada seharusnya

menyokong kita untuk meningkatkan harkat dan martabat bangsa kita,

bukannya sebagai alat menindas atau berbuat kejahatan serta kecurangan

bagi mereka yang memegang penguasaan akan iptek.

Di sinilah betapa pentingnya landasan Pancasila yang kental dalam

setiap hati nurani anak bangsa Indonesia agar tidak akan timbul

penyalahgunaan perkembangan dan kemajuan iptek dalam kehidupan

masyarakat. Seperti yang dapat kita lihat dalam kehidupan keseharian.

Berbagai macam informasi dapet dengan mudah disebarkan kepada

khalayak. Seseorang yang berniat jahat kepada orang lain dapat dengan

mudah untuk menghancurkan nama baiknya. Misalnya dengan

menyebarkan sms-sms fiktif yang isinya menjatuhkan atau memberikan

berita miring tentang orang tersebut dikarenakan dendam pribadi ataupun

sakit hati.

Fenomena lain yang sangat mengkhawatirkan adalah kalangan

remaja bahkan anak-anak dapat dengan mudah memperoleh informasi

13
tentang apa saja yang mereka inginkan, padahal informasi itu bukanlah

porsi yang tepat bagi mereka. Banyak kenakalan remaja terjadi, seperti

pacaran kelewat batas yang menyebabkan MBA (Married by Accident). Itu

semua berawal dari informasi yang seharusnya belum ia terima pada

seusianya. Hal tersebut menyebabkan timbul keinginan untuk mencoba-

coba.

Hal yang paling mencengangkan adalah hasil penelitian yang

dilakukan oleh Lembaga Sosial Masyarakat (LSM) menunjukan bahwa

sebesar 96% siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) di kota-kota besar

sudah pernah menonton video porno yang mereka dapat mengaksesnya

dengan mudah dari internet. Dengan tanpa dibarengi pengawasan dari

orang tua yang ketat serta kekuatan iman dan taqwa, perkembangan iptek

justru menjadi malapetaka bagi generasi penerus bangsa. Peristiwa-

peristiwa tersebut tidak akan terjadi apabila masing-masing individu

memegang teguh dasar-dasar Pancasila.

Penanaman Pendidikan Pancasila sejak usia dini merupakan

antisipasi awal dalam membangun filter bagi perkembangan dan kemajuan

iptek yang terlamapau deras. Sehingga moral dan mental anak bangsa

justru tidak melorot menghadapinya di tengah-tengah perubahan zaman.

Dasar-dasar Pancasila dijadikan sebagai tameng untuk penangkal hal-hal

yang buruk dalam perkembangan iptek. Lima sila yang terdapat dalam

Pancasila mengandung nilai-nilai luhur yang merupakan suatu rumusan

kompleks dan menyeluruh dalam menjalani kehidupan berbangsa dan

bernegara.

14
Dengan demikian, diharapan dapat tercipta kehidupan masyarakat

yang adil, beradab dan sejahtera, serta menyuluruh di setiap elemen

lapisan masyarakat.

E. Peran Pancasila dalam Ilmu Pengetahuan

Sejak dulu, ilmu pengetahuan mempunyai posisi penting dalam

aktivitas berpikir manusia. Istilah ilmu pengetahuan terdiri dari dua

gabungan kata berbeda makna, ilmu dan pengetahuan. Segala sesuatu

yang kita ketahui merupakan definisi pengetahuan, sedangkan ilmu adalah

pengetahuan tentang suatu bidang yang disusun secara sistematis menurut

metode tertentu.

Sikap kritis dan cerdas manusia dalam menanggapi berbagai

peristiwa di sekitarnya, berbanding lurus dengan perkembangan pesat ilmu

pengetahuan. Namun dalam perkembangannya, timbul gejala

dehumanisasi atau penurunan derajat manusia. Hal tersebut disebabkan

karena produk yang dihasilkan oleh manusia, baik itu suatu teori mau pun

materi menjadi lebih bernilai ketimbang penggagasnya. Itulah sebabnya,

peran Pancasila harus diperkuat agar bangsa Indonesia tidak terjerumus

pada pengembangan ilmu pengetahuan yang saat ini semakin jauh dari

nilai-nilai kemanusiaan.

Berdasarkan permasalahan di atas, Sri Soeprapto, dosen Fakultas

Filsafat Universitas Gadjah Mada melakukan penelitian berjudul “Nilai-nilai

Pancasila sebagai Dasar Pengembangan Ilmu Pengetahuan di Indonesia”.

Salah satu tujuan penelitian ini yaitu merumuskan secara analitis nilai-nilai

15
Pancasila. Ia mengutip pendapat filosof Indonesia, Notonagoro, bahwa

nilai-nilai Pancasila mengandung dasar-dasar ontologis (kenyataan yang

ada), epistemologis (dasar pengetahuan), dan aksiologis (teori nilai) ilmu

pengetahuan.

Keaslian penelitian ini dijamin melalui perbandingan tulisan

beberapa tokoh, di antaranya, Notonagoro dan Suriasumantri. Notonagoro

belum pernah mengemukakan semua pandangan konseptualnya tentang

dasar-dasar filsafati ilmu pengetahuan secara eksplisit, sedangkan

Suriasumantri dalam buku Filsafat Ilmu belum pernah membahas hubungan

antara permasalahan dasar filsafat ilmu pengetahuan dengan

pengembangan ilmu pengetahuan di Indonesia.

Penelitian bidang filsafat ini merupakan penelitian kepustakaan.

Sumber datanya diperoleh melalui buku-buku kepustakaan yang berkaitan

dengan objek material dan objek formal penelitian. Pandangan-pandangan

dan konsep-konsep Notonagoro tentang filsafat Pancasila merupakan

objek material penelitian, sedangkan objek formalnya adalah filsafat

Pancasila.

Metode yang digunakan oleh Sri Soeprapto dalam penelitian ini

terdiri dari tiga tahap. Pertama, bahan atau materi penelitian dikelompokkan

menjadi dua, yaitu kepustakaan primer dan kepustakaan sekunder. Kedua,

jalan penelitian yang diurutkan melalui beberapa langkah, yaitu

pengumpulan data sesuai dengan objek materialnya, kemudian reduksi

data, setelah itu klasifikasi data, sesudah itu interpretasi dan penyimpulan

16
data, dan yang terakhir penyusunan laporan hasil penelitian sesuai dengan

sistematika penulisan disertasi.

Tahap ketiga dengan cara menganalisis data yang dilakukan dengan

tiga metode, yaitu deskripsi, pemahaman menyeluruh atas pandangan

filsafati Notonagoro. Kemudian, interpretasi yang berarti mengungkapkan

dan menerangkan unsur substansial atas pandangan Notonagoro.

Terakhir, analisis untuk menemukan makna yang terkandung dalam

pandangan filsafat Notonagoro.

Setelah semua tahap tersebut di atas selesai, muncul hasil penelitian

yang berupa pembahasan, yaitu dasar-dasar filsafat ilmu pengetahuan,

nilai-nilai Pancasila, dasar ontologis ilmu pengetahuan, dasar epistemologis

ilmu pengetahuan, serta dasar aksiologis ilmu pengetahuan. Kelima

pembahasan tersebut saling berkaitan dan selalu berpedoman pada nilai-

nilai Pancasila yang diambil dari pandangan beberapa tokoh, salah satunya

Notonagoro. Keterkaitan kelima pembahasan tersebut mengandung

pandangan mendalam terhadap dasar-dasar ilmu pengetahuan yang

berpedoman pada nilai-nilai Pancasila untuk pengembangan ilmu

pengetahuan di Indonesia.

Bahasan pertama dipaparkan bahwa dasar-dasar filsafat ilmu

pengetahuan bersifat statis dan dinamis. Artinya, hal yang berkaitan dengan

ilmu pengetahuan menjadi pola dasar dan dapat mengarahkan secara

moral dalam melakukan berbagai kegiatan ilmiah. Kedua, membahas

pengertian nilai-nilai Pancasila yang dianalisis secara substansial dengan

berpedoman pada konsep Notonagoro.

17
Bahasan ketiga yaitu pengertian Pancasila yang substansial

ontologis dapat menjadi sumber bahan dan nilai untuk pengembangan ilmu

pengetahuan dalam bidang kehidupan bernegara. Keempat, membahas

dasar epistemologis Pancasila agar mampu menjadi dasar bagi

pengembangan ilmu pengetahuan pada umumnya. Bahasan kelima,

menekankan pada penerapan pengetahuan yang harus sesuai dengan

kaidah-kaidah norma untuk menghindar dari perkembangan ilmu

pengetahuan yang cenderung semakin pragmatis.

18
BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

Implementasi pancasila sebagai dasar nilai pengembangan ilmu

pengentahuan ternyata sudah berjalan dengan baik, tetapi masih ada yang

apatis terhadap pentingnya pancasila, sehingga dapat membuat

pengimplementasian pancasila sebagai dasar nilai pengembangan ilmu

pengetahuan dapat terhambat. Oleh karena itu, dalam mengimplementasi

pancasila sebagai sebagai dasar nilai dalam ilmu pengetahuan harus

membutuhkan kesadaran dalam diri.

B. Kritik dan Saran

1. Kita sebagai penuntut ilmu harus mengamalkan nilai-nilai pancasila

terlebih dahulu, agar kita dapat mengimplementasikan pancasila

dalam menuntut ilmu pengetahuan.

2. Sebaiknya lebih mengkaji ilmu-ilmu dengan maksimal untuk

membangun pemikiran yang positif.

19
DAFTAR PUSTAKA

Aditia, 2009. Pancasila sebagai Dasar Pengembangan (internet),


www.aditiaa.blogspot.com, diakses pada tanggal 27 November 2018.

Argorekmo, 2013. Perkembangan Ilmu Pengetahuan (internet),


www.argorekmomenoreh.wordpress.com, diakses pada tanggal 27
November 2018.
Balairung, 2012. Peran Pancasila dalam Pengembangan Ilmu
Pengetahuan di Indonesia (internet), www.balairungpress.com,
diakses pada tanggal 28 November 2018.
Dwi, 2016. Pengertian Ilmu Pengetahuan Secara Umum (internet),
www.umum-pengertian.blogspot.com, diakses pada tanggal 27
November 2018.
Itamilandari khotimah, 2012. Pentingnya Ilmu Pengetahuan (internet),
www.itamilandarikhotimah.wordpress.com, diakses pada tanggal 27
November 2018.
Nandaisty, 2013. Perkembangan Ilmu Pengetahuan (internet), www.
nandaisty.wordpress.com, diakses pada tanggal 27 November 2018.
Novia Sutrayana, 2018. Pancasila sebagai Ilmu Pengembangan Ilmu
(internet), www.noviasd.wordpress.com, diakses pada tanggal 28
November 2018.
Viay, 2015. Hubungan Pancasila dan Perkembangan Ilmu (internet),
www.scribd.com, diakses pada tanggal 28 November 2018.

20