Anda di halaman 1dari 14

PENGARUH BUDAYA KOREA DI INDONESIA

Disusun Oleh:

Kelompok : 2 Kelas : X IPA 1

NO NAMA NO. URUT

1 Rafhael Sumbayak 35

2 Rodo Sianipar 36

3 Septri Siadari 41

4 Yossy Marpaung 47

SMA RK Budi Mulia Pematang Siantar


2019

1
KATA PENGANTAR

2
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR……………………………………………………………...i
DAFTAR ISI………………………………………………………………………ii

BAB I: PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang………………………………………………………………….1
1.2. Batasan Masalah……………………...…………………………………………1
1.3. Rumusan Masalah……………………………...……………………………….1
1.4. Manfaat Penulisan……………………...……………………………………….1

BAB II: PEMBAHASAN


2.1. Gelombang Korea………………………………………………………………2
2.2. Dampak Negatif dan Positif Budaya Korea di Indonesia………………………3
2.3. Pengaruh Budaya Korea Bagi Masyarakat Indonesia…………………………..
2.4. Faktor-Faktor Masuknya Budaya Korea ke Indonesia…………………………
2.5. Cara Mengatasi Dampak Budaya Korea……………………………………….

BAB III: PENUTUP


3.1. Kesimpulan………………………………………………………………………
3.2. Saran…………………………………………………………………………….

DAFTAR PUSTAKA

3
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang Masalah

Budaya korea adalah salah satu budaya yang cukup banyak memberikan pengaruh
kepada para remaja Indonesia. Salah satu dampak kebudayaan korea yang nampak sekali di
Indonesia adalah kemunculan boyband atau girlband Indonesia di tanah air. Boyband atau
girlband tanah air ini juga turut memeriahkan perindustrian musik Indonesia dengan gaya musik
dan penampilan mereka yang terinspirasi dari boyband atau girlband Korea. Budaya korea juga
memiliki dampak positif dan negatif bagi para remaja Indonesia. Salah satu dampak positif dari
budaya korea adalah para remaja Indonesia dapat mengetahui kebudayaan dari negara lain.
Adapun dampak negatif dari masuknya budaya korea ke Indonesia adalah adanya beberapa
kebiasaan dari Korea yang tidak bisa diterapkan di Indonesia, ditiru oleh para remaja Indonesia.
Masuknya budaya korea di Indonesia juga menjadikan beberapa orang memanfaatkan minat para
remaja Indonesia sebagai ajang untuk mencari keuntungan. Mereka menjual barang-barang yang
berbau korea seperti baju, jaket dan poster-poster korea Rasa antusias para remaja Indonesia
yang sangat besar terhadap budaya Kore itulah yang mendorong kita untuk bisa meneliti tentang
kehidupan mereka se elah mereka mengenal korea, apalagi kebudayaan Korea tumbuh di
Indonesia dikarenakan menjamurnya serial drama Korea dan beberapa boyband dan girlband
korea.

1.2. Batasan Masalah

Agar pembahasannya tidak terlalu luas, maka kami akan membatasi topiknya menjadi
Pengaruh Budaya Korea terhadap Masyarakat Indonesia.

1.3. Rumusan Masalah

1. Apa yang dimaksud dengan gelombang Korea?


2. Apa saja dampak negatif dan positif budaya Korea di Indonesia?
3. Apa saja pengaruh budaya Korea bagi masyaraka Indonesia?
4. Apa saja faktor-faktor masuknya budaya Korea ke Indonesia?
5. Apa saja cara mengatasi dampak budaya Korea?

1.4. Manfaat Penulisan

1. Agar kita bisa mengetahui apa itu gelombang Korea.


2. Agar kita dapat mengetahui dampak negatif dan positif lahirnya budaya Korea
di Indonesia.
3. Agar pengetahuan kita bertambah bahwa budaya Korea dapat berpengaruh bagi masyarakat
Indonesia.

4
4. Agar kita mengetahui faktor-faktor masuknya budaya Korea ke Indonesia.
5. Agar kita dapat mengatasi dampak budaya Korea.

BAB II
PEMBAHASAN

2.1. Gelombang Korea

Korea Selatan adalah salah satu negara yang sukses memasok budayanya di global.
Gelombang kebudayaan modern Korea atau yang sering disebut Korean Wave/Hallyu sejak
tahun 1990-an telah menyapu banyak negara di Asia dan kawasan lainnya. Di Indonesia sendiri,
gelombang Hallyu mulai dirasakan sejak tahun 2000-an ketika film-film Korea banyak diputar di
televise nasional dan mendapat sambutan hangat dari para pemirsa. Sebelum diterjang oleh
gelombang Korea, Indonesia juga sudah diterjang terlebih dahulu oleh gelombang India, Jepang,
Eropa, Latin, dan tentu saja Amerika. Masyarakat Indonesia pun menerima hal tersebut dengan
tangan terbuka, bukan hanya dramanya saja yang dikenal di Indonesia, Korea menjamur di
Indonesia. Maka berbagai respon pun bermunculan menanggapi terjangan budaya asing di negeri
kita. Merebaknya Hallyu di negara-negara Asia Timur dan beberapa negara Asia Tenggara
termasuk Indonesia telah menunjukkan adanya aliran budaya dari Korea ke negara-negara
tetangganya. Terlepas dari dampak panjang yang akan terus berlanjut,

Hallyu memang suatu fenomena tersendiri dalam dunia industri hiburan modern Korea.
Dalam situasi dunia di mana pertukaran informasi terjadi hampir tanpa halangan apa pun, Korea
telah menjejakkan pengaruhnya di kawasan Asia. Melihat meluasnya Hallyu ini, sekali lagi tidak
bisa dilepaskan dari peran media massa yang baik secara sadar maupun tidak telah membantu
terjadinya aliran budaya ini. Bahkan bisa dikatakan bahwa dengan media massa-lah Hallyu
memasuki semua sudut negara-negara Asia termasuk Indonesia. Perubahan yang dialami oleh
industri budaya pop Korea, baik produk budaya televisi, film, maupun industri rekaman
merupakan suatu fenomena yang menarik untuk dikaji. Sebagai sebuah negara yang banyak
diperhitungkan kiprahnya di kawasan Asia, Korea tidak bisa begitu saja dilihat sebelah mata.
Banyak hal yang bias dipelajari dari fenomena itu, terutama bagaimana semua pihak di dalam
negeri bersatu padu membuat fenomena tiba-tiba itu menjadi suatu komoditas yang berharga
bagi bangsa.

Dengan sedikit perbedaan, hadirnya sinetron Korea di Indonesia merupakan sesuatu yang
baru bagi masyarakat Indonesia, baik dari segi cerita maupun wajah-wajah para pemainnya yang
‘tidak begitu Mandarin dan tidak begitu Jepang. Didukung oleh merebaknya teknologi dubbing
dan bilingual programming, sinetron Korea yang ditayangkan dapat diterima oleh pemirsa
televise. Selain Indosiar, Trans TV, dan TV7, SCTV pun selama kurun waktu 2002 -2003 juga
menayangkan beberapa sinetron Korea berjudul Invitation, Pop Corn, Four Sisters, Successful
Bride Girl, Sunlight Upon Me dan Winter Sonata. Melihat fenomena seperti ini, satu hal yang
bisa dilihat adalah besarnya keinginan sebagian masyarakat Indonesia untuk menonton sinetron
ini walaupun telah ditayangkan sebelumnya. Dengan emosi Asia, dikemas dalam melodrama
yang efektif dan efisien, film Korea jadi amat laris. Belum lagi rumus-rumus melodrama yang
amat kuat di setiap ceritanya, seperti pertentangan kaya miskin, baik hati-keras kepala, dan

5
pemainnya ganteng-ganteng. Rumus-rumus melodrama semacam itu amat kental dalam film-film
Korea. Belum lagi wajah kontinental yang memang sedang menjadi bagian dari budaya pop
dunia, tidak terkecuali Indonesia.
Setelah film dan drama Korea meneguk kesuksesan di Indonesia, akhir-akhir
ini k-pop juga sepertinya mulai menjamur dan mewarnai musik Indonesia. Kehadiran
idola baru yang membawa nuansa berbeda menjadi daya tarik tersendiri. Sebut saja
EXO, BTS, RED VELVET, BLACKPINK dan masih banyak lagi idol Korea
lain yang namanya tidak asing lagi di telinga masyarakat Indonesia. Lagu-lagu
mereka banyak menghiasi ponsel-ponsel gadis remaja. Selain itu, stasiun televisi
swasta tidak ketinggalan membuat chart khusus untuk lagu-lagu Korea demi
memuaskan hasrat para pendengar yang mulai banyak menggandrungi musik pop asal
Korea tersebut.
Tidak bisa dipungkiri, budaya pop Korea memiliki efek domino bagi
penikmatnya.Misalnya saja, saat menyaksikan sebuah drama korea, kita akan diseret
tanpa sadar untuk menikmati film serta musiknya. Korean Wave memiliki kekuatan
yang membuai kita untuk menikmati tidak hanya satu jenis hiburan saja. Berikut ini
beberapa dampak Korean Wave bagi penikmatnya:
1. Mulai dikenalnya produk sinetron Korea di Indonesia
2. Mulai dikenalnya wajah-wajah baru pemain sinetron Korea
3. Munculnya klub-klub penggemar pemain sinetron Korea (Fans Club)
4. Munculnya forum tukar informasi seputar sinetron, film, berikut aktor dan
aktris Korea di dunia maya (internet)
5. Munculnya situs-situs internet di Indonesia yang berhubungan dengan
sinetron/drama Korea dan film Korea
6. Munculnya VCD, DVD film Korea, kaset, dan CD lagu-lagu sinetron
Korea di pasaran Indonesia
7. Munculnya ringtone lagu-lagu sinetron Korea
Para penggemar atau yang biasa disebut fandom Korea merupakan bagian
yang tak terpisahkan dari kesuksesan Korean Wave. Fandom mendukung tetap hidup
dan berkembangnya Korean Wave di berbagai negara termasuk di Indonesia. Dengan
memelihara basis penggemarnya, Korean Wave mampu bertahan hingga sekarang.
Fandom Korea ada dimana-mana. Terbukti banyaknya situs dari berbagai bahasa yang
membahas tentang Korea. Selain itu, menjamurnya video di Youtube dari berbagai
negara yang meniru aksi idola k-pop mereka. Tak terkecuali di Makassar sebagai
salah satu kota besar di indonesia, pengaruh korean wave kini juga jelas terlihat
dengan merebaknya penjualan DVD/CD di mall-mall.

2.2. Dampak Negatif dan Positif Budaya Korea di Indonesia

Seiring dengan perkembangan zaman, akhirnya para remaja Indonesia banyak


yang mengikuti budaya Korea. Salah satu contohnya adalah dengan adanya
kemunculan boyband dan girlband di Indonesia.
Artikel yang berjudul ‘Gurita’ Budaya Populer Korea di Indonesia
menjelaskan tentang berbagai macam pengaruh masuknya budaya Korea di Indonesia.
Dalam artikel ini menjelaskan bahwa dengan beralasan terinspirasi dengan boyband
dan girlband Korea, lahirlah banyak boyband dan girlband Indonesia, diantaranya

6
Sm*sh, Max 5, 7 Icons atau pun CherryBelle. Acara-acara televisi pun mulai
mengemas program acaranya dengan kesan Korea. Salah satunya sinetron yang
dibuat Trans TV berjudul Cinta Cenat-Cenut. Melibatkan Sm*sh sebagai pemeran
utama. Sinetron tersebut menggambarkan bagaimana gaya rambut, dandanan, fashion
dan pernak-pernik Korea menjadi muatan penting dalam garapan sinetron tersebut.
Tidak ketinggalan iklan televisi pun ikut bermain dengan melirik kesan Korea dalam
tayangan iklan di televisi. Tentunya, hal ini juga bukan merupakan hal yang buruk,
karena dari ketertarikan para remaja Indonesia pada budaya Korea dapat memberikan
nilai positif pada hubungan antarnegara namun janganlah pula kita terlalu
menggemari budaya Korea sehingga melupakan budaya Indonesia yang sudah jauh
lebih dulu dikenal sebelum budaya Korea masuk ke Indonesia.
Menurut Prasetya Pamungkas dalam artikelnya yang berjudul Memanfaatkan
Demam Korea pada Remaja Indonesia, sisi positif atas fenomena kemunculan
boyband dan girlband ini bisa dijadikan sebagai kesempatan untuk membangkitkan
sekaligus mengenalkan budaya Indonesia, salah satunya adalah batik. Artinya masih
ada beberapa boyband dan girlband Indonesia yang masih ingin mempertahankan
kebudayaan Indonesia dengan memakai batik dalam setiap penampilannya. Meskipun
begitu, masih banyak para remaja yang tidak suka dengan kemunculan boyband dan
girlband di Indonesia yang dianggap meniru boyband dan girlband Korea. Mereka
beranggapan Indonesia tidaklah pantas mengikuti kebudayaan Korea yang sudah lama
membudayakan boyband dan girlband di negerinya sendiri.
Bagi para remaja Indonesia yang sangat menggemari hal-hal yang berbau
korea, para promotor berlomba-lomba mengundang para boyband dan girlband dari
Korea untuk datang ke Indonesia, seperti acara Kimchi yang mendatangkan para
boyband dan girlband Korea seperti Super Junior, X-5 dan Girl’s Day bahkan ada
10 promotor yang mampu menyelenggarakan konser tunggal boyband Korea yang cukup
terkenal di Indonesia.
Demam korea pun melanda para remaja Indonesia, berbagai stasiun televisi
Indonesia bersaing untuk menayangkan berbagai macam acara televisi yang ada di
Korea, seperti drama korea, film korea dan musik pop korea. Hal itu membuktikan
betapa besar antusias para remaja Indonesia yang sangat menggemari Korea, bahkan
mereka mulai membuat blog dan jejaring sosial yang khusus membahas Korea.
Layaknya budaya Barat yang berkembang di Indonesia, budaya demam Korea
juga pasti memberikan pengaruh positif dan pengaruh negatif bagi para remaja
Indonesia.

Beberapa dampak positif yang dapat kita lihat adalah :

1. Belajar menabung
Para remaja Indonesia yang begitu mencintai kebudayaan Korea pasti akan senang
berburu segala hal yang berbau Korea, bahkan tak jarang mereka rela pergi ke
Korea hanya sekadar untuk membeli barang asli dari negara tersebut. Tentulah
mereka harus menabung untuk bisa pergi dan membeli segala hal yang
berhubungan dengan Korea. Selain itu, bagi para penggemar boyband dan
girlband Korea, tentu mereka sangatlah ingin menonton konser para boyband atau
girlband idola mereka secara langsung, hal ini juga mendorong mereka untuk

7
belajar menabung dan menghemat uang jajan mereka sendiri.

2. Belajar berbisnis
Bagi para remaja yang pandai berbisnis, pasti mereka tidaklah menyia-nyiakan
demam Korea ini. Mereka menyediakan barang-barang yang biasanya
berhubungan dengan para penyanyi, boyband dan girlband dari Korea, seperti
mug bergambar, tas lukis, sepatu lukis, jaket dan bahkan T-shirt by request. Selain
bisa mendapatkan informasi tentang Korea, mereka juga bisa belajar berbisnis.

3. Mengenal kebudayaan Korea


Rasa antusias para remaja Indonesia terhadap drama dan lagu-lagu Korea
menyebabkan rasa keingintahuan mereka tentang budaya dan bahasa Korea itulah
membuat mereka ingin mengenal dan mempelajari budaya dan bahasa Korea
tersebut. Bahkan mereka rela kursus bahasa Korea agar bisa mempelajari huruf
hangeul dan berbahasa Korea. Selain itu, mereka juga tak malu kalau harus
mengikuti budaya Korea dengan memakai Hanbok atau pakaian khas Korea.

4. Menambah teman dan pengalaman


Para remaja yang mencintai musik Korea akan membentuk komunitas yang
bernama Kpopers. Biasanya mereka akan membentuk beberapa kelompok sesuai
dengan nama boyband atau girlband yang mereka sukai, kelompok ini dinamakan
fandom. Mereka bisa saling bertukar informasi, membuat suatu acara pertemuan
sesama para Kpopers (fanmeeting), mereka bisa belajar bahasa Korea bersamasama
dan bahkan belajar dance dalam acara fanmeeting tersebut.
Selain itu, para penggemar Korea biasanya gemar sekali membaca dan
membuat FF. FF atau Fan fiction adalah sebuah cerita fiksi yang dibuat oleh
penggemar berdasarkan kisah, karakter atau setting yang sudah ada. Fanfic biasanya
berlaku untuk film, komik, novel, selebritis dan karakter terkenal lainnya. Selain bisa
menyenangkan pembaca, fanfic juga dapat membuat para penggemar Kpopers untuk
bisa berimajinasi dengan membuat cerita fiksi tersebut.

Adapun dampak negatif munculnya demam Korea di Indonesia adalah :

1. Perilaku hidup boros


Para remaja yang begitu terobsesi kepada musik K-pop, drama Korea, bahkan
produk-produk yang berasal dari Korea, membuat mereka mengeluarkan banyak
uang hanya untuk sekadar membeli DVD, menonton konser, dan pergi ke Korea
hanya untuk berburu barang-barang asli Korea. Meskipun mereka menabung
untuk mendapatkan barang-barang tersebut, namun hal itu juga bukanlah hal yang
baik karena uang yang begitu banyak dikumpulkan terbuang sia-sia hanya untuk
sesuatu yang tidak perlu.

2. Munculnya Fanwar
Setiap orang mempunyai selera musik yang berbeda. Karena ada perbedaan selera
musik atau perbedaan suatu kegemaran itulah yang membuat masing-masing
fandom pasti juga mempunyai antis atau orang yang tidak menyukai suatu

8
boyband atau girlband tersebut. Perbedaan itulah yang memicu suatu fanwar atau
peperangan antar fans. Biasanya hal ini banyak terjadi di dunia maya.
Terlebih lagi, akibat kemunculan para boyband dan girlband Indonesia yang
mengikuti gaya Korea, membuat para Kpopers kurang menyukai Ipopers (pecinta
boyband dan girlband Indonesia). Para Kpopers menganggap para boyband dan
girlband Indonesia meniru kebudayaan Korea, sedangkan para Ipopers menuduh
Kpopers tidak mencintai produk lokal. Hal ini menjadikan perseteruan yang sangat
sengit antara pecinta musik Korea dengan pecinta musik Indonesia.
Tentulah hal ini bukan hal yang baik bagi para remaja karena mereka menjadi
terbiasa untuk berkelahi dan merasa paling hebat dalam suatu hal.

3. Munculnya unsur pornografi dan pornoaksi


Selain bergaya hidup boros dan sering fanwar, para pecinta Korea yang gemar
sekali membaca ataupun menulis FF, mulai mengembangkan gaya fanfic yang
awalnya hanya cerita fiksi biasa menjadi fanfic yang ceritanya mengandung unsur
pornoaksi. FF ini dinamakan FF NC atau FF No Child, biasanya FF NC diberikan
rating sesuai dengan batas usia yang boleh membacanya, mulai dari rating 17+ , 21+
sampai 25+. FF jenis ini dapat dengan mudah ditemukan di dalam blog, aplikasi wattpad atau
bahkan di dalam situs jejaring sosial Facebook. Walaupun ada beberapa blog yang masih
memperhatikan moral para remaja Indonesia dengan memberikan password untuk FF
NC , namun tak jarang pula anak-anak yang masih di bawah umur memaksa untuk
membacanya dan mengetahui passwordnya. Hal ini akan menjadi semakin buruk
apabila yang membuat jenis cerita seperti itu adalah anak-anak di bawah usia 17
tahun.
Selain FF NC, para pecinta Korea juga gemar membuat FF yuri dan FF yaoi,
FF yuri dan yaoi adalah cerita fiksi yang mengisahkan tentang percintaan sesama
jenis. Tentu hal ini sangat merusak mental dan moral para remaja Indonesia yang
akhirnya dapat berakibat ke dalam kehidupan mereka sehari-hari, mereka bisa
menganggap percintaan sesama jenis adalah hal yang biasa.
Sedangkan bagi para Kpopers yang pandai mengedit foto, maka mereka akan
mengedit foto(fanmade) yang mengandung unsur pornografi dan membagikan fotofoto
tersebut ke dalam situs jejaring sosial.
Akhirnya, moral para remaja pecinta Korea mulai diracuni dengan hal yang
berbau pornoaksi dan pornografi, hal ini dapat berakibat fatal bagi para pecinta korea
yang masih di bawah umur, mereka dengan cepat bisa mengerti dan belajar tentang
hal-hal yang seharusnya belum perlu mereka ketahui. Kata-kata yang dianggap tabu
untuk diucapkan di depan umum juga dianggap biasa oleh para remaja Indonesia yang
sangat mencintai Korea itu.
Oleh karena itu, sangatlah penting bagi kita untuk bisa memilah-milah apa saja
yang menguntungkan dalam dunia perkpopers-an dan apa-apa saja yang harus kita
hindari, apalagi dengan adanya jejaring sosial dan blog yang dapat memberikan segala
sesuatu kepada para pecinta Korea menjadikan mereka semakin berhati-hati dalam
memilih mana hal baik dan tidak baik.

2.3. Pengaruh Budaya Korea Bagi Masyarakat Indonesia

9
Budaya pop Korea yang ada sangat bervariasi dan luas, konsumsi budaya pop Korea yang
dominan dapat dikategorisasikan menjadi tiga, yaitu:
1. Penggemar yang menyukai film Korea
2. Penggemar yang menyukai k-drama
3. Penggemar yang menyukai k-pop
Kategorisasi terhadap tiga jenis budaya pop Korea tersebut dianggap paling
banyak peminatnya dan mendominasi dibandingkan budaya pop Korea lainnya seperti
kartun, atau komik dan buku-buku terjemahan Korea. Selain itu, sebagai penikmat
budaya pop Korea, para responden ternyata menyukai ketiga jenis budaya pop ini.

1. Pengaruh budaya pop


Dalam subjek individu, kita dapat melihat bagaimana ideologi Korea
disebarkan dalam bentuk produk hiburan (ideational system) melalui media massa.
Keenam subjek yang diteliti adalah generasi-generasi yang lahir pada era munculnya
televisi swasta di Indonesia. Dimana mereka sejak lahir telah disajikan aneka
informasi yang beragam. Meskipun mereka sadar bahwa tujuan utama penyebaran
budaya pop Korea adalah dalam sektor ekonomi dengan membentuk suatu kesadaran
palsu, namun mereka tetap saja menganggap bahwa semua itu sangat berguna dalam2. Pengaruh
berpakaian dari korean wave
Korean Wave atau demam Korea yang sedang marak belakangan ini, tidak
hanya mempengaruhi masyarakat Indonesia dalam bidang musik dan dunia hiburan
saja. Tetapi cara berbicara dan gaya berpakaian pun termasuk di dalamnya. Saat ini
ada banyak perempuan di Indonesia, baik yang masih anak-anak, remaja maupun
dewasa, yang suka meniru gaya berpakaian perempuan Korea untuk penampilan
mereka sehari-hari. Gaya berpakaian para penyanyi serta artis-artis Korea menjadi
inspirasi mereka dalam hal berbusana karena dianggap modis dan menarik untuk
dilihat.

2.4. Faktor-Faktor Masuknya Budaya Korea ke Indonesia

Dibawah ini beberapa faktor mudahnya Kpop dan Hallyu berkembang pesat di
kalangan remaja di Indonesia menurut Ana Zahida salah satu mahasiswi Jurusan
Kajian Budaya dan Media, Universitas Gajah Mada :Musik Korea menawarkan aliran
musik yang baru. Selain itu setiap beberapa bulan, perusahaan yang menangani boy
band mengubah konsep bermusik dalam setiap album baru yang akan dikeluarkan.
Hal ini juga meminspirasi produser di dalam negeri untuk membuat aliran
musik yang hampir sama dengan Kpop sehingga dengan mewabahnya kpop,
musisi dalam negeri berlomba-lomba untuk membuat boyband atau girlband
yang berkiblat pada boyband korea. Misalnya seperti Smash, Dragon boys,
XOIX, 7Icons, Cherry belle, Princess dan masih banyak lagi.
· Musik yang telah diusung boy/girl band Korea di awal pengenalannya, juga bisa
diubah tiba-tiba. Musik K-pop cenderung berani mengubah jenis musik pada
debut album berikutnya tanpa banyak melewati hal yang rumit. Salah satu
contohnya adalah boy band Super Junior yang meraih sukses besar saat
mengadakan konser di Jakarta. Dari kelima album yang dikeluarkan semuanya
mempunyai ciri khas tersendiri sehingga para fans Super Junior yang biasanya

10
disebut ELF (Everylasting Friends) tetap menyukai hasil karya mereka.
· Tidak seperti lirik lagu yang ditawarkan dari industri musik Barat yang banyak
menceritakan gaya hidup kebarat-baratan, lirik lagu dalam musik k-pop masih
cenderung sopan dan masih berisi mengenai janji dan kesetiaan, juga hal-hal
yang berbau persahabatan.
20
· Dari segi make-up atau dandanan, tampilan wajah orang Asia yang umumnya
bermata sipit, bisa ditampilkan dengan imaje/mata besar menjadi hal baru yang
menyenangkan untuk dilihat
· Di bidang fashion atau gaya berpakaian, gaya berpakaian penyanyi Korea
Selatan ini menawarkan gaya berpakaian yang unik. Tidak seperti gaya
Harajuku yang terkenal di Jepang, namun tidak bisa diterapkan di Indonesia.
Gaya Harajuku dari Jepang, cenderung terlalu ekstrim dan masih tidak wajar
untuk di gunakan di Indonesia. Sedangkan gaya berpakaian yang dibawa dari
negeri Ginseng, meskipun cenderung menggunakan pakaian berlapis, namun
jauh lebih feminim dan inovatif
· Musik k-pop juga umumnya menampilkan tarian yang rapih dan inovatif yang
bisa diikuti. Sehingga tidak sedikit dari boy/girlband memiliki kekhasan tarian
masing-masing. Contohnya tarian dalam lagu milik Super Junior berjudul ‘Sori-
Sori,’ lagu milik f(x) berjudul ‘Nu ABO,’ dan lagu ‘Run Devil Run’ milik
SNSD.
· Tidak hanya mengandalkan tampang ganteng dan cantik, artis-artis k-pop
umumnya melewati waktu yang panjang, yang memang telah dipersiapkan sejak
muda untuk menerima kesuksesannya saat ini. Biasanya artis-artis ini sebelum
debut melakukan chasting terlebih dahulu .
· Karena memang dipilih untuk dipersiapkan jadi bintang, tidak heran penyanyi
maupun bintang k-pop dibekali dengan berbagai macam keterampilan yang bisa
mendukung karir masa depannya. Tidak heran mereka menjadi arti dengan
banyak bakat.
· Selebihnya, tampilan wajah yang cantik dan ganteng bak manekin juga tidak
terlepas dari kontribusi besar, yang menyebabkan k-pop sangat disukai.
Terlepas dari hasil operasi plastik yang banyak dilekatkan dengan orang
terkenal di Korea Selatan.
Sehingga tidak heran jika semua hal yang berhubungan dengan hallyu hari ini,
sering kali menjadi trending topic pembicaraan di berbagai media sosial. Tidak hanya
di tanah air tapi juga di seluruh dunia.

2.5. Cara Mengatasi Dampak Budaya Korea

Masuknya budaya asing ke suatu negara sebenarnya merupakan hal yang


wajar, asalkan budaya tersebut sesuai dengan kepribadian bangsa namun kita harus
tetap menjaga agar budaya kita tidak luntur.

Langkah-langkah untuk mengantisipasinya adalah antara lain dengan cara:

1. Menumbuhkan semangat nasionalisme yang tangguh, misalnya semangat

11
mencintai produk dalam negeri. Memakai pakaian, sepatu atau perlengkapan made
in Indonesia salah satu contoh untuk mengatasi budaya-budaya asing yang ada di
Indonesia.

2. Lebih selektif terhadap budaya asing/korea yang masuk ke Indonesia. Menyeleksi


dan menyaring nilai-nilai budaya asing sangat lah perlu dilakukan, dalam hal ini
budaya korea yang bersifat baik untuk perkembangan kemajuan di indonesia bisa
menjadi panutan seperti hal nya mepunyai etos kerja yang tinggi, tehknologi dll .
Nilai-nilai budaya asing yang sesuai dengan budaya bangsa dapat diserap sehingga
akan memperkaya nilai budaya bangsa , sedangkan budaya yang bersifat tidak baik
langsung di tinggalkan seperti hal nya dalam cara berpakaian yang tidak baik.

3. Menanamkan dan mengamalkan nilai- nilai Pancasila dengan sebaik- baiknya,

4. Melaksanakan ajaran Agama dengan sebaik- baiknya dan Selektif terhadap


pengaruh globalisasi di bidang politik, ideologi, ekonomi, sosial budaya bangsa

5. Mengenali, memelihara dan mengembangkan kebudayaan nasional


Memelihara dan mengembangkan budaya nasional sebagai jati diri bangsa dengan
cara mengirimkan misi kebudayaan dan kesenian dari suatu daerah keluar negeri.
Selain itu, dapat dilakukan dengan menayangkan dan menyiarkan kebudayaan dan
kebudayaan nasional melalui berbagai media, mengadakan seminar membahas
kebudayaan daerah sebagai budaya nasional, serta pelestarian dan pewarisan dan
pewarisan daerah yang dapat mendorong persatuan dan kesatuan bangsa.

6. Lebih mempromosikan kebudayaan kesenian Indonesia agar masyarakat tertarik


untuk ikut melestarikan kebudayaan indonesia tersebut. Jangan sampai kebudayaan
kita di akui oleh negara lain misalnya seperti atik yang mereka akui itu adalah
pakaian tradisional yang berasal dari negaranya, reog ponorogo, yang seharusnya
berasal dari Jawa Timur, dengan mudahnya mereka mengakui kalau itu adalah
kesnian yang berasal dari negaranya, begitu juga dengan alat musik angklung, lagu
rasa sayange, bahkan rendang sampai mereka akui adalah makanan yang berasal
dari Negara mereka.

12
BAB III
PENUTUP

3.1. Kesimpulan

1. Demam Korea atau Korean Wave sekarang sedang berkembang di Indonesia. Hal
ini diakibatkan karena penyebaran dan pengaruh budaya Korea di Indonesia,
terutama melalui dunia entertainment seperti musik Kpop dan beberapa drama Korea.
2. Demam korea di Indonesia juga memberikan pengaruh yang cukup besar bagi para
remaja Indonesia seperti cara berpakaian, dan bahkan hal ini juga dappat terlihat
dengan adanya kemunculan dari boyband dan girlband asal Indonesia. Kemunculan
boyband dan girlband di Indonesia juga cukup memberikan pengaruh pada remaja
Indonesia. Bagi remaja Indonesia yang pada dasarnya mencintai musik Indonesia,
tentulah kemunculan boyband dan girlband tanah air memberikan warna baru yang
dapat meramaikan industri musik Indonesia. Sebaliknya, bagi para remaja yang sudah
lama menyukai musik luar daerah, banyak yang beranggapan bahwa boyband dan
girlband Indonesia banyak yang menjiplak boyband dan girlband Korea yang sudah
lebih dulu ada.
3. Demam Korea tentunya juga memberikan dampak negatif dan positif bagi remaja
Indonesia, mereka yang menyukai Korea cenderung lebih boros daripada para remaja
yang lebih menyukai musik Indonesia, dan perilaku atau moral mereka cenderung
lebih bebas dan kadang tidak sesuai dengan kebudayaan dan tata krama Indonesia.
Namun, dengan adanya demam korea juga bisa dijadikan sebuah lapangan kerja yang
cukup menggiurkan, mengingat para peminat musik ataupun drama Korea tidaklah
sedikit. Selain itu, dampak positif lainnya adalah para pecinta Korea dapat saling
berteman dan berbagi pengalaman bersama para Kpopers lain. Tentu hal ini juga
dapat mengajarkan mereka agar bisa bersosialisasi yang baik dengan orang lain.

3.2. Saran

1. Ada baiknya para remaja pecinta Korea bisa pandai memilih mana yang baik dan buruk
dalam munculnya kebudayaan Korea di Indonesia agar nantinya bisa disesuaikan dengan
kebudayaan Indonesia itu sendiri.
2. Ada baiknya para orangtua memberikan pengawasan lebih kepada anak-anak mereka
agar mereka tidak mudah terpengaruh dengan budaya Korea yang tidak sepantasnya
dilakukan di Indonesia.

13
DAFTAR PUSTAKA

http://eka-karatika.blogspot.com/2011/11/karya-ilmiah-pengaruh-budayapop-.......
korea.html.Pengaruh Budaya Pop Korea Terhadap Budaya Indonesia.
http://hafilhafil.blogspot.com/2011/10/pengaruh-budaya-korea-terhadap.html. .......Pengaruh
Budaya Korea Terhadap Indonesia
http://id.wikipedia.or g/wiki/Hallyu. Hallyu. 06 Feb 2012
http://www.iprasblog.com/apakah-fenomena-demam-korea-diindonesia-.......
berbahaya/677. Apakah Fenomena Demam Korea di Indonesia Berbahaya?
http://www.isi-dps.ac.id/berita/%E2%80%98gurita%E2%80%99-budaya-populer-.......koreadi-
indonesia. ‘Gurita’ Budaya Populer Korea di Indonesia.
http://id.post.yahoo.com/s?
s=QrqNBtqpT8Su9PstTbijlA/Akb5MA.A-.......Q.dX_SksziQmOJUGToeda00g Apaan Sich
K-pop? Menurut Kamu K-pop itu Apa? http://id.post.yahoo.com/s?
s=QrqNBtqpT8Su9PstTbijlA/Aj3JPg.A8Q.lJC5Vly3R5W......._ Menurut Kamu Bagaimana
Fenomena Korean Pop (K-POP) yang Sedang Melanda Negara Kita????
http://lampung.tribunnews.com/2011/10/16/berperilaku-remaja-indonesia-berkiblat-.......kekorea
Perilaku Remaja Indonesia Berkiblat ke Korea
0http://meyhero.wordpress.com/2009/10/25/kebudayaan-korea/ Kebudayaan Korea.
http://nurindahadepertiwi.blogspot.com/2011/01/positif-dan-negatifpengaruh-.......
budaya.html Positif dan Negatif Pengaruh Budaya Korea di Indonesia.
26
http://pancipanic.blogspot.com/2011/03/pengaruh-kebudayaan-korea-terhadap.html
.......

14