Anda di halaman 1dari 14

MAKALAH KIMIA DARAH DAN ENZIMATIK

FOSFATASE ASAM

Dosen Pengampu
Hj. Nurul Qomariyah, S. Pd., M. Pd
Disusun Oleh:
Rizky Fajar Maa’dina
P1337434117029

DIII TEKNIK LABORATORIUM MEDIK


POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES SEMARANG
2017/2018
Jl. Wolter Monginsidi 115, Pedurungan-Semarang. Telp: (024)6710378
DAFTAR ISI

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang ...................................................................................................................... 4

1.2. Tujuan ................................................................................................................................... 4

1.3. Rumusan Masalah ................................................................................................................. 4

1.4. Manfaat ................................................................................................................................. 5

BAB II ISI

2.1. Pengertian Fosfatase Asam ................................................................................................... 6

2.2. Pemeriksaan Fosfatase Asam ................................................................................................ 6

2.3. Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Hasil Pemeriksaan .................................................. 10

2.4. Masalah Klinis .................................................................................................................... 10

2.5. Hal – Hal Yang Perlu Diperhatikan Mengenai Fosfatase Asam ........................................ 10

2.6. Kasus Yang Membuat Kadar Fosfatase Asam Meninggi ................................................... 10

BAB III PENUTUP

3.1. Simpulan ......................................................................................................................... 12

3.2. Saran ............................................................................................................................... 12

DAFTAR PUSTAKA
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjatkan kepada Allah SWT karena hanya dengan berkat dan
rahmat-Nya, sehingga kami dapat menyelesaikan penyusunan makalah yang berjudul
Fosfatase Basa, makalah ini dimaksudkan untuk memenuhi tugas Kimia Darah Enzimatik.

Dalam penulisan makalah ini terdapat banyak hambatan yang dihadapi, namun
berkat Allah SWT. dan doa dari kedua orang tua sehingga makalah ini dapat terselesaikan
tepat waktu. Meski demikian, saya menyadari masih banyak kekurangan dan kekeliruan di
dalam penulisan makalah ini, baik dari segi tanda baca, tata bahasa maupun isi. Kami secara
terbuka menerima segala kritik dan saran positif dari pembaca. Demikian apa yang dapat
saya sampaikan. Semoga makalah ini dapat bermanfaat untuk masyarakat umumnya, dan
untuk kami khususnya.

Semarang, 8 September 2019

Penulis
BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


Fosfatase asam (Acid Phosphatase, ACP) merupakan enzim yang dihasilkan dari
kelenjar prostat dan didapatkan pada kadar tinggi di dalam semen. Enzim ini juga didapatkan
dalam sumsum tulang, eritrosit, limpa dan hati. Sepertiga hingga seperempat dari kadar
fosfatase asam total serum dihasilkan oleh kelenjar prostat yang disebut sebagai fosfatase asam
prostat yang merupakan isoenzim fosfatase asam.

Adanya peningkatan kadar enzim ini dalam plasma, dapat digunakan sebagai indicator
terjadinya karsinoma prostat. Selain itu setelah dilakukan prostatic massage atau extensive
palpation juga dapat meningkatkan kadar fosfatase asam. Pemeriksaan aktifitas fosfatase asam
dapat mendeteksi adanya kanker prostat, namun untuk hasil yang lebih baik dalam menentukan
adanya kanker prostat dilakukan pengukuran kadar Prostate Spesific Antigen (PSA).

1.2. Tujuan
a. Mengetahui pengertian fosfatase asam (Acid Phosphatase, ACP).
b. Mengetahui pemeriksaan fosfatase asam serta nilai rujukannya.
c. Mengetahui masalah - masalah klinis, faktor-faktor yang mempengaruhi hasil
pemeriksaan.

1.3.Rumusan Masalah
a. Apa pengertian dari fosfatase asam (Acid Phosphatase, ACP)?
b. Bagaimana cara pemeriksaan fosfatase asam (Acid Phosphatase, ACP)?
c. Apa saja masalah - masalah klinis, faktor-faktor yang mempengaruhi hasil pemeriksaa?
1.4. Manfaat
Adapun manfaat yang dapat diambil dari makalah fosfatase asam ini adalah pembaca
dapat memahami penjelasan mengenai fosfatase asam, pemeriksaan fosfatase asam, masalah
– masalah klinis, dan factor-faktor yang mempengaruhinya.
BAB II

ISI

2.1. Pengertian Fosfatase Asam


Fosfatase secara klinis penting untuk diagnosa, berasal dari epitellium prostata yang
matur dan disekresikan kedalam cairan prostata. Biasanya peningkatan nilai fosfatase asam
plasma disebabkan karena peningkatan fosfatase prostata. Peningkatan fosfatase asam kadang-
kadang juga ditemukan pada penyakit tulang osteoblastik hebat (termasuk penyakit paget) atau
penyakit hepar, pada penyakit gaucher dan jika terjadi destruksi trombosit secara berlebihan.
Abnormalitas seperti itu dapat diidentifikasi dengan teknis biokimia khusus, terutama
fosfatase prostata adalah L(+) tatrat-labil. Fosfatase tatrat-labil normalnya <1,0 U/l.
Pemeriksaan konsentrasi fosfatase asam prostata plasma sudah mulai dikembangkan secara
imunologik yang spesifik dengan nilai rujukan <4,0 µg/l.

Metode terkini menggunakan substrat timolfalein monofosfat, yang sangat spesifik


untuk ACP Prostat, sehingga tidak lagi diperlukan fraksional lebih lanjut. Metode timolfalein
monofosfat adalah aktivitas ACP total yang diukur ekuivalen dengan aktivitas ACP Prostat,
sehingga untuk mengukur ACP Prostat hanya diperlukan satu kali pengukuran. ACP prostat
digunakan secara luas untuk diagosa klinis, penerapan utamanya adalah dalam evaluasi
karsinoma prostat untuk metastasis dan pertumbuhan lokal tumor.

2.2. Pemeriksaan Fosfatase Asam


Fosfatase asam (acid phosphatase, ACP). Fosfatase asam bekerja pada pH yang lebih
kecil dari 7. Rentangan pH yang memenuhi syarat ini tentu saja banyak sekali. Akan tetapi,
enzim terpenting di dalam kelompok ini, yaitu fosfatase asam yang berasal dari kelenjar
prostat, bekerja pada pH tertentu, yaitu disekitar 5. Enzim ini adalah enzim lisosom, sehigga
terdapat di semua sel yang mempunyi lisosom, kecuali sel darah merah.
Konsentrasi enzim fosfatase asam yang tinggi (ACP) dapat di temukan pada kelenjar
prostat dan semen. Konsentrasinya agak berkurang di dalalm sum-sum tulang, sel darah
merah, hati, dan limpa. Kenaikan ACP serum tertinggi terjadi pada kasus kanker prostat. Pada
hipertrofi prostat yang jinak (benign prostatic hypertrophy, BPH), kadarnya juga di atas
normal. Peningkatan kadar fosfatase alkalin yang cukup tinggi dapat menyebabkan kadar
seruMm ACP tinggi yang keliru.

 Metode : Total ACP (Acid Phosphatase) secara spektrofotometri


 Tujuan : Untuk mendeteksi adanya karsinoma, metastatic karsinoma prostat
 Prinsip : Asam fosfatase menguraikan disodium fenil fosfat dalam kondisi
asam untuk menghasilkan fenol bebas dan asam fosfat. Phenol bekerja dengan
4-aminoantipyrine dalam larutan alkali, dan teroksidasi menjadi turunan
kuinon merah oleh kalium ferricyanide. Aktivitas ACP dapat dihitung dengan
mengukur nilai OD pada 520 nm.

p-Nitrophenolphosphate ↔ p-nitrophenol + phospat ion

Gambar 2.1 Reaksi Acid Phospathase – ACP

 Alat :
1. Tabung reaksi
2. Mikropipet 1000 µl
3. Mikropipet 100 µl
4. Dispossible tip biru dan kuning
5. Rak tabung reaksi
6. Spektrofotometer
7. Tisu
8. Tempat sampah infeksius
9. Tempat sampah non infeksius
10. Tempat limbah tip

 Bahan :
1. Serum atau plasma heparin
2. Aquades
3. Reagen ACP
 Cara Kerja
a. Pra Analitik
1. Mempersiapkan alat dan bahan.
2. Menggunakan APD lengkap.
3. Melakukan pemisahan sampel serum yang telah disentrifuge.
b. Analitik
1. Blanko : tambahkan 50 μL aquadest ke dalam tabung reaksi 1.
Standar: tambahkan 50 μL larutan standar Phenol 0,1 mg / mL ke
dalam tabung reaksi 2.
Sampel : tambahkan 50 μL Sampel ke dalam tabung reaksi 3.
2. Tambahkan 500 μL Reagen 1 dan 500 μL Reagen 2 pada masing-
masing tabung, lalu homogenkan secara manual atau dengan vortex.
3. Selanjutnya inkubasi pada suhu 37 ℃ selama 30 menit, lalu
tambahkan 1000 μL Reagen 3 dan 1500 μL Reagen 4 segera, lalu
homogenkan dan inkubasi pada suhu kamar selama 10 menit.
4. Atur spektrofotometer ke nol dengan blanko dan atur nilai panjang
gelombang ke 520 nm.
Blanko Standar Sampel
Aquadest(μL) 50
0.1 mg/mL Phenol standard 50
application solution (μL)
Sampel (μL) 50
Reagen 1 (μL) 500 500 500
Reagen 2 (μL) 500 500 500
Homogenkan dan inkubasi pada suhu 37 ℃ selama 30 menit
Reagen 3 (μL) 1000 1000 1000
Reagen 4 (μL) 1500 1500 1500
homogenkan dan inkubasi pada suhu kamar selama 10 menit.
Atur spektrofotometer ke nol dengan blanko dan atur nilai
panjang gelombang ke 520 nm

5. Baca absorbansi kembali tepat setelah menit 1, 2, 3 menit


6. Lakukan perhitungan kadar alkaline phosphatase menggunakan
rumus :
 Rumus kadar ACP : Δ A/ min x 853
 Δ A/ min : (Abs 2 – Abs 1) + (Abs 3 – Abs 2) + (Abs 4 – Abs 3) : 3
c. Pasca Analitik
1. Buatlah laporan hasil dari pemeriksaan ACP.
2. Merapikan alat dan bahan.
3. Buang limbah sesuai jenis tempat sampah limbah.
4. Lepas APD dan cuci tangan.

 Nilai Rujukan
Dewasa : 0.0 – 0.8 μL pada 37 ℃ (unit SI)
Anak : 6.4 – 15.2 μL
2.3. Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Hasil Pemeriksaan
a. Sampel hemolisis
b. Pengaruh obat-obatan tertentu (lihat pengaruh obat)
c. Jika spesimen darah berada dalam udara terbuka dan dibiarkan dalam suhu kamar lebih
dari 1 jam maka kadar ACP dalam serum akan menurun.

2.4. Masalah Klinis


a. Penurunan kadar
Sindrom down. Pengaruh obat : fluorida, oksalat, fosfat, alkohol.
b. Penigkatan kadar
Karsinoma prostat, mieloma multipel, penyakit paget, kanker payudara dan tulang,
BPH, anemia sel sabit, sirosis, gagal ginjal kronis, hiperparatiroidisme, osteogenesis,
imperfekta, infark miokardium.
c. Pengaruh obat
Androgen pada wanita, klofibrat (astromid-S).

2.5. Hal – Hal Yang Perlu Diperhatikan Mengenai Fosfatase Asam


a. Syarat spesimen, darah harus diambil tanpa menimbulkan hemolisis dan segera
dipisahkan dari bekuannya.
b. Karena sifatnya yang sangat labil ACP harus diperiksa dalam beberapa jam atau serum
harus dibekukan dahulu apabila pemeriksaan dilakukan penundaan.
c. Pengasaman serum dengan asam sitrat juga akan menstabilkan aktivitas ACP.
d. Penentuan waktu pengambilan sampel dengan pemeriksaan fisik juga mungkin penting,
karena pemeriksaan digital kelenjar prostat pada kasus kasus hipertrofi jinak dapat
menyebabkan peningkatan transien ACP serum.

2.6. Kasus Yang Membuat Kadar Fosfatase Asam Meninggi


a. Serum terlalu lama dibiarkan sebelum dipisahkan dari bekuan darah
b. Darah hemolysis atau anemia hemolitik
c. Setelah massage prostat atau operasi prostat
d. Infarks prostat
e. Peyakit paget
f. Hiperparatiroidi
g. Penyakit Gaucher
h. Penyakit hati
i. Infark jantung (MCI)
j. Destruksi trombosit berlebihan
k. Metastase tulang dari berbagai tumor primer
l. Adenocarcinoma prostat
BAB III

PENUTUP

3.1. Simpulan
Fosfatase asam (Acid Phosphatase, ACP) merupakan enzim yang dihasilkan dari
kelenjar prostat namun juga dapat ditemukan pada dalam sumsum tulang, eritrosit, limpa dan
hati. Kenaikan ACP serum tertinggi terjadi pada kasus kanker prostat. Pada hipertrofi prostat
yang jinak (benign prostatic hypertrophy, BPH), kadarnya juga di atas normal.

Pemeriksaan fosfatase dilakukan menggunakn metode Total ACP (Acid Phosphatase)


secara spektrofotometri. Pemeriksaan ini bertujuan Untuk mendeteksi adanya karsinoma,
metastatic karsinoma prostat. Nilai rujukan dari pemeriksaan ini adalah dewasa : 0.0 – 0.8 μL
pada 37 ℃ (unit SI) dan anak : 6.4 – 15.2 μL.

Dalam pemeriksaan ini juga terdapat fakto –faktor yang mempengeruhi hasil
diantaranya sampel hemolysis, pengaruh obat-obatan tertentu, jika spesimen darah berada
dalam udara terbuka dan dibiarkan dalam suhu kamar lebih dari 1 jam maka kadar ACP dalam
serum akan menurun.

3.2. Saran
Dalam pembuatan makalah ini juga penulis menyadari bahwa dalam pembuatan
makalah masih terdapat banyak kesalahan, kekurangan serta kejanggalan baik dalam
penulisan maupun dalam pengonsepan materi. Untuk itu, penulis sangat mengharapkan kritik
dan saran yang membangun agar kedepan lebih baik dan penulis berharap kepada semua
pembaca mahasiswa khususnya, untuk lebih ditingkatkan dalam pembuatan makalah yang
akan datang.

3.3. Tanggapan
Setelah pembuatan makalah ini diketahui bahwa pentingnya pemeriksaan Fosfatasae Asam
(ACP) untuk mendeteksi karsinoma, metastatic karsinoma prostat. Perlu adanya pemahaman
terhadap faktor faktor yang mempengeruhi hasil dan hal yang perlu diperhatikan pada
pemeriksaan ACP guna didapatkan hasil yang baik. Namun pada proses pencariaan referensi
lokal hanya ditemukan beberapa referensi yang membahas ACP serta pemeriksaan dengan
spektrofotometer, maka dari itu diharapkan kedepannya untuk menambah referensi tentang
pemeriksaan ini karena penting pemirksan ACP untuk mengetahui, seperti deteksi karsinoma.
DAFTAR PUSTAKA

Dr. E. N. Kosasih. 1984. Pemeriksaan Laboratorium. Bandung : Alumni

Kee, JLeF. 1997. Buku Saku Pemeriksaan Laboratorium & Diagnostik Dengan Implikasi
Keperawatan. Ester M, penerjemah. Jakarta (ID): Buku Kedokteran EGC. Terjemahan dari: EGC

Puspitaningrum, R. dan Adhiyanto, C. 2016. Enzim Dan Pemanfaatannya. Bogor : Ghaalia


Indonesia

Path JC. 1971. Colorimetric Determination of Serum Acid Phosphatase activity using adenosine
3’-monophosphate as substrate. Department of Chemical Pathology Sheffield. 24:493-500

https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC1187150/, diakses pada 4 September 2019

manual kit elabscience Acid Phophatase (ACP) Assay kit, Colorimetric


Method,https://www.elabscience.com/p-acid_phosphatase_(acp)_colorimetric_assay_kit-
40598.html, diakses pada 7 September 2019

Anda mungkin juga menyukai