Anda di halaman 1dari 27

BUKU PETUNJUK

PELAKSANAAN PROGRAM
PENGALAMAN LAPANGAN TERPADU
TAHUN AJARAN 2019/ 2020

PROGRAM S1 KEPENDIDIKAN

Oleh:

PUSAT KKN, PPL DAN MAGANG

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN


LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT
Jl. Williem Iskandar Pasar V Medan Estate 20221 Telp. (061) 6613365 ext 212Gax. (061) 6613319

1
KATA PENGANTAR

Setiap pendidikan dituntut untuk memiliki kualifikasi dan sertifikasi yang


dipersyaratkan sesuai dengan jenjang kewenangan mengajar, sehat jasmanidan rohani, serta
memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional.Dengandemikian, setiap
pendidik guru harus memiliki beberapa kompetensi yang terkait dengan teori dan praktik
pembelajaran. Sejumlah kompetensi diperolehdenganmelewati proses pendidikan pofesi.
Untuk itu dalam setiap pendidikan calon guru, termasuk Universitas Negeri Medan
(UNIMED), perlu diselenggarakan praktik keguruan yang dikemas dalam Praktik Pengalaman
Lapangan Terpadu(PPLT) untuk mempersiapkan para calon guru.
Program Pengalaman LapanganTerpadu (PPLT) merupakan bagian dari perkuliahan
yang dilakukan dalam bentuk pembelajaran teoritik selama enam semester kedalam praktek di
lapangan (sekolah latihan dan di masyarakat sekitar sekolah).Untuk memudahkan tekni
pelaksanaannya, maka disusunlah Buku Petunjuk Pelaksanaan Program Pengalaman Lapangan
Terpadu (PPLT) Universitas Negeri MedanTahun Ajaran 2019/2020.
Pelaksanaan PPLT ini didasarkan pada Surat Rektor Unimed Nomor:
00145/J39/PP/2002 tanggal 30 Januari 2002. Dengan adanya Surat Rektor tersebut, maka PPL
Terpadu merupakan perpaduan dua jenis kegiatan, yaitu PPL Keguruan dan Kuliah Kerja Nyata
(KKN).Berdasarkan hal di atas, PPL terpadu dilaksanakan di sekolah dan di luar sekolah.
Kegiatan PPL di dalam sekolah dihargai dengan bobot 3 SKS. Dengan demikian jumlah bobot
PPL Terpadu adalah 8 SKS.
PPL terpadu ini mengembangkan misi yang lebih kompleks baik tujuan, jenis kegiatan,
dan intensitas pemanfaatan waktu sebagai konsekuensi logis dari pemberian bobot 8 SKS. Agar
PPL terpadu dapat memenuhi target perolehan kemampuan keguruan/ kependidikan, maka
digunakan sistem blok waktu dimana selama 12 minggu mahasiswa peserta secara terus
menerus berada di lapangan untuk melaksanakan seluruh kegiatan PPLT.
Buku pedoman ini kiranya dapat dimanfaatkan sebagai petunjuk operasional
pelaksanaan seluruh tahapan kegiatan PPLT. Atas perhatian dan kerjasama yang baik dari
semua pihak diucapkan terima kasih.

Medan, September 2019


Tim Penyusun

UPPLUNIMED

2
DAFTAR ISI
Halaman
Kata Pengantar ........................................................................................................ i
Daftar Isi .......................................................................................................... ii

BAB IKONSEP PPL TERPADU


A. Pengertian ....................................................................................................... 1
B. Tujuan ....................................................................................................... 2
C. Prinsip-prinsip Pelaksanaan ............................................................................... 3
D. Satuan Kredit Semester ............................................................................... 3
E. Persyaratan Peserta PPLT ............................................................................... 3

BAB IITAHAPAN DAN KEGIATAN PPL TERPADU


A. Persiapan ....................................................................................................... 5
B. Orientasi Observasi ........................................................................................... 5
C. Latihan Terbimbing ........................................................................................... 6
D. Latihan Mandiri ........................................................................................... 6
E. Tahap Ujian ....................................................................................................... 7

BAB IIISISTEM KEPEMBIMBINGAN


A. Pengertian ....................................................................................................... 8
B. Unsur, Tugas, dan Tanggung Jawab Pembimbingan ........................................... 8
C. Pendekatan Kepembimbingan .................................................................. 15
D. Syarat Pembimbing ........................................................................................... 17

BAB IVPENILAIAN PPLT


A. Pengertian ....................................................................................................... 19
B. Tujuan ....................................................................................................... 19
C. Prinsip Penilaian ........................................................................................... 19
D. Aspek ....................................................................................................... 19
E. Alat Penilaian ....................................................................................................... 20
F. Prosedur Penilaian ........................................................................................... 20
G. Cara menentukan ........................................................................................... 20
H. Kriteria Penilaian ........................................................................................... 21

Daftar Lampiran .................................................................................................... 23-64

3
BAB I

KONSEP PROGRAM PENGALAMAN LAPANGAN TERPADU

A. Pengertian
Salah satu bentuk pengalaman belajar yang harus diikuti oleh mahasiswa dalam rangka
menyelesaikan studi jenjang S1 kependidikan adalah melaksanakan program pengalaman
belajar di lapangan. Program Pengalaman Lapangan (PPL) merupakan kegiatan
penyelenggaraan perkuliahan di luar kampus berupa latihan praktek kependidikan, baik
mengajar maupun kegiatan non mengajar di sekolah latihan. Kegiatan diluar
sekolah,mahasiswa calon guru dapat melaksanakan kegiatan pembinaan masyarakat dalam
bidang kependidikan di lingkungan sekitar sekolah. Semua ini dimaksudkan agar
mahasiswa menguasai kompetensi yang diperlukan sebagai calon guru yang
profesional.Guru/calon guru memiliki peran yang dominan dalam pembelajaran.Untuk itu,
perlu diusahakan terwujudnya guru/calon guru, sebaga ithe man behind the gun, yang
berkualitas baik dalam bidang penguasaan bidangilmu, pemahaman peserta didik, metode
pembelajaran, maupun sikapdan kepribadian yang luhur.Dalam rangka peningkatan diri,
seorang mahasiswa praktikan harus menyadari, mengevaluasi diri, dan memiliki hasra
tuntuk berubah menjadi lebih baik.
PPL merupakan sebagai titik kulminasi dari seluruh program pendidikan yang telah dihayati
dan dialami mahasiswa kependidikan di UNIMED maka PPL maerupakan:
1. Program pelatihan untuk menerapkan pengetahuan teoritik yang diperoleh dalam
perkuliahan
2. Program yang mempersyaratkan kemampuan terapan dan terpadu dari seluruh
pengalaman belaja rselama 6 semester kedalam program latihan kependidikan baik
kegiatan mengajar maupun kegiatan non mengajar.

Dipandang dari sudut kurikulum, PPL adalah satu program mata kuliah proses belajar
mengajar yang dipersyaratkan dalam pendidikan prajabatan guru. PPL sengaja dirancang
untuk menyiapkan mahasiswa calon guru, agar memiliki atau menguasai kemampuan
keguruan yang terpadu secara utuh, sehingga setelah mahasiswa calon guru tersebut menjadi
guru, mereka dapat mengemban tugas dan tanggungjawabnya secara profesional.

4
Dibandingkan dengan pelatihan pra-jabatan pada lembaga profesional lainnya, maka
PPL hampir sama dengan pelatihan kerja dalam pariwisata, asisten klinik, atau program koas
bagi calon dokter. Kesamaannya yaitu semuanya mempersiapkan para calon pengemban
tugas tersebut agar mereka mampu melaksanakan tugas-tugas rutin, sensitif terhadap
kekurangmampuannya, dan tahu kemana mereka harus mencari bantuan.

Sementara itu dipandang dari isi, maka PPL adalah seperangkat komponen pelatihan
prajabatan guru yang berlangsung dalam siklus teori-praktek secara berlapis dan berulang
pada setiap langkah yang dipersyaratkan dalam program pelatihan tersebut. Setiap langkah
dalam komponen pelatihan itu selalu mengacu pada teori yang telah dipelajari menuju
kepada praktek pelaksanaan tugas. Selanjutnya teori dapat dibenarkan, diperbaiki, atau
ditolak berdasarkan efektivitas dan kecepatannya dalam praktek atau kondisi tertentu.

Berdasarkan berbagai pandangan di atas maka PPL Terpadu adalah program yang
mengaplikasikan secara terpadu seluruh pengalaman belajar di Lapangan Pendidikan
Tenaga Kependidikan (LPTK) ke dalam program pelatihan yang dilaksanakan di sekolah
dan di luar sekolah, berupa unjuk kerja yang berkaitan dengan pekerjaan guru, baik
mengajar maupun non mengajar, secara terjadual dan sistematis di bawah bimbingan dosen
dan guru yang memenuhi syarat.

B. Tujuan PPLT

Secaraumumtujuan PPL Terpadu adalah agar mahasiswa dapat:


1. Memperoleh pengetahuan akademik tentang pekerjaan yang relevan dengan bidang
studinya.
2. Membentuk sikap positif terhadap pekerjaan yang akan dilakukan sebagai bidang
keahliannya.
3. Memeperkaya pengalaman belajar dan melakukan kegiatan yang relevan dengan
bidang yang ditekuninya.
4. Menempatkan pekerjaan dalam konteks social (tempat dia berada)
5. Menulis karya ilmiah yang relevan dengan bidang ilmunya.

5
Secara khusus tujuan PPLTerpadu adalah:
1. Mengenal secara cermat lingkungan fisik, administratif, akademik dan sosia
lpsikologis sekolah, di lingkungan sekitar sekolah, tempat pelatihan berlangsung.
2. Menerapkan berbagai kemampuan professional keguruan secara utuh dan terpadu
dalam situasi nyata, di bawah bimbingan para pembimbing.
3. Menerapkan berbagai kemampuan keguruan secara utuh dan terpadu dalam situasi
nyata dengan bimbingan yang minimal atau bahkan tanpa bimbingan (mandiri).
4. Mampu mengembangkan aspek pribadi dan sosial di lingkungan sekolah.
5. Menarik kesimpulan nilai edukatif dari penghayatan dan pengalamannya selama
pelatihan melalui refleksi, dan menuangkan hasil refleksi itu dalam bentuk laporan.

C. Prinsip Pelaksanaan
PPL Terpadu dilaksanakan dengan mengutamakan dasar-dasar profesionalisme guru.
Dengan demikian prinsip-prinsip pelaksanaanya adalah sebagai berikut:
1. PPLT dilaksanakan berdasarkan tanggungjawab bersama antara Unimed dan
sekolah.
2. PPLT dikelola secara baik dengan menjalin kerjasama dengan sekolah, Dinas
Pendidikan dan Pemerintah Daerah.
3. Mahasiswa harus dibimbing secara intensif dan sistemastis oleh guru pamong dan
dosen pembimbing yang memenuhi syarat.
4. Mahasiswa tidak boleh dilepas begitu saja di sekolah atau diserahkan sepenuhnya
kegiatan pembimbingan kepada guru pamong.
5. Mahasiswa harus mengikuti aturan yang berlaku di sekolah maupun di masyarakat
dan menjaga nama baik almamater (UNIMED)

D. Satuan Kredit Semester


Denganmempedomanidasar,tujuan, danprinsip, maka bobot kredit untuk PPLT ini
adalah 8 SKS, yang merupakan perpaduan kegiatan di dalam sekolah 5 SKS dan
kegiatan di luar sekolah 3 SKS.

6
E. Persyaratan Peserta PPLT
Peserta PPLT adalah mahasiswa Jurusan Kependidikan di lingkungan Unimed. Agar
dapat mengikuti PPLT, beberapa persyaratan yang harus dipenuhi oleh para mahasiswa
adalah sebagai berikut:
1. Memiliki kartu mahasiswa semester sedang berjalan.
2. Memiliki kartu rencana studi semester sedang berjalan yang memuat mata kuliah
PPL.
3. Telah membayar SPP sedang berjalan dan uang kelengkapan PPL.
4. a. Lulus semua matakuliah kelompok MKDK
b. Lulus semua matakuliah kelompok MKBS
c. Lulus semua matakuliah kelompok MKPBM
d. Lulus semua matakuliah Microteaching
e. Lulus Tes Kompetensi Pra PPLT Unimed
f. Tidak lulus matakuliah MKDK, MKBS, MKPBM maximal 1 (satu) matakuliah
(kecuali matakuliah pada semester VIII)
g. Poin a, b, c, d, dan f dibuktikan dengan photo copy KHS.

7
BAB II

TAHAPAN DAN KEGIATAN PPL TERPADU

Seluruh kegiatan pelaksanaan Program Pengalaman Lapangan terpadu (PPLT) bagi


mahasiswa UNIMED dilaksanakan dalam 5 tahapan, yaitu: 1 (satu) tahapan persiapan
dilaksanakan di kampus berlangsung selama 2 (dua) bulan, sedangkan 4 (empat) tahapan
dilaksanakan di lapangan. Tahapan dan kegiatan dimaksud dapat dilihat pada matriks berikut:

Tahap/ waktu Kegiatan


PERSIAPAN UPPL:
(2 Bulan) 1. Rapat penetapan kebijakan pelaksanaan
2. Menghubungi Stakeholder (pihak-pihak yang berkepentingan)
3. Peninjauan lokasi pelaksanaan (sekolah latihan)
4. Pelaksanaan tes kompetensi pra PPLT
5. Pendaftaran peserta
6. Penempatan mahasiswa di sekolah latihan
7. Penetapan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL)
8. Mempersiapkan kelengkapan administrasi
9. Refreshing dosen pembimbing lapangan
10. Pembekalan mahasiswa
11. Pemberangkatan mahasiswa

ORIENTASI 1. Mengadakan rapat dengan staf sekolah (Kepala dan Wakil


OBSERVASI Kepala Sekolah, Guru Pamong, Guru BP) untuk orientasi,
observasi, dan penetapan Guru Pamong.
( 1 Minggu ) 2. Melaksanakan observasi tentang:
a. Lingkungan fisik dan suasana sekolah latihan (Lampiran
1, 2)
b. Penyelenggaraan administrasi sekolah
c. Penyelenggaraan bimbingan dan konseling
d. Penyelenggaraan KO danEkstraKurikuler
e. Penyelenggaraan KBM oleh guru pamong (Lampiran 2)
f.Peraturan dan tata tertib sekolah

8
g. Perangkatpembelajaran (kurikulum, kalenderpendidikan,
jadwalbelajar, progran tahunan/ semester, persiapan
mengajar yang digunakan).
3. Menyusun rencana kegiatan mingguan/ bulanan (RK3M)
(Lampiran 20)
4. Mempersiapkan perangkat pembelajaran kegiatan di sekolah
5. Melakukan analisis kebutuhan belajar masyarakat di sekitar
sekolah latihan (Lampiran 3,3a)
6. Menyusun rencana kegiatan yang akan dilaksanakan di luar
sekolah minimal 4 kegiatan (2 kegiatan untuk masa terbimbing
dan 2 kegiatan untuk masa mandiri)
7. Menyusun laporan pelaksanaan kegiatan orientasi di sekolah
(Lampiran 4)
8. Menyusun laporan pelaksanaan kegiatan orientasi di luar
sekolah (Lampiran 6)

LATIHAN A. Di dalam sekolah:


TERBIMBING 1. Membuat pelaporan mengajar dengan cara:
( 5 Minggu ) a. Meminta bahan/materi/pokok bahan/topik/tema.
b. Menulis rencana pelaksanaan pembelajaran setelah
berdiskusi dengan guru pamong (Lampiran 26 atausesuai
dengan format dari sekolah latihan).
c. Mengkonsultasikan persiapan mengajar dengan guru pamong
dan memperbaikinya bila perlu.
2. Melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan ketentuan:
a. Mengajar sesuai jadual/ rambu-rambu.
b. Berkonsultasi dengan guru pamong setelah selesai mengajar.
c. Meminta bahan untuk kegiatan mengajar berikutnya,
demikian seterusnya.
3. Melaksanakan evaluasi hasil belajar sesuai petunjuk guru
pamong.
4. Mengerjakan tugas-tugas administrasi sekolah/kelas, dan
membuat laporan kegiatannya (Lampiran 14).

9
5. Memberikan bimbingan belajar kepada siswa yang
membutuhkan, dan membuat laporan pelaksanaannya
(Lampiran 10).
6. Melaksanakan kegiatan Ko dan Ekstrakurikuler sesuai
kebijakan sekolah, dan membuat laporan pelaksanaannya
(Lampiran 12).
7. Melaksanakan tugas-tugas kependidikan lainnya, (piket,
upacara, penyusunan soal evaluasi, koreksi tugas, membuat
majalah dinding, rapat guru, menata UKS, laboratorium,
perpustakaan, menyiapkan perangkat-perangkat pembelajaran,
dll).
8. Meminta bahan kepada guru pamong untuk ujian tahap
terbimbing.
9. Mengikuti ujian tahap latihan terbimbing, yang diuji oleh guru
pamong.
10. Menyusun RK3M untuk bulan berikutnya (Lampiran 20)

B. Di luar Sekolah:
1. Melaksanakan kegiatan pembinaan masyarakat sekitar sekolah
melalui penyuluhan, pelatihan, diskusi/ seminar, privat les,
maupun bidang keterampilan lainnya berdasarkan hasil
analisis kebutuhan masyarakat yang telah dilakukan pada tahap
observasi, minimal 2 (dua) kegiatan.
2. Mambuat laporan pelaksanaan kegiatan di masyarakat
(Lampiran 6)

LATIHAN A. Di dalam sekolah


MANDIRI 1. Membuat persiapan mengajar sesuai petunjuk guru pamong.
( 6 Minggu ) 2. Melaksanakan kegiatan pembelajaran di kelas.
3. Melaksanakan evaluasi hasil belajar.
4. Melaksanakan tugas administrasi sekolah/kelas, dan membuat
laporan pelaksanaannya (Lampiran 14).

10
5. Melaksanakan layanan bimbingan dan konseling, dan
membuat laporan pelaksanaannya (Lampiran 10).
6. Melaksanakan kegiatan KO dan Ekstrakurikuler, dan membuat
laporan pelaksanaannya (Lampiran 12).
7. Melaksanakan tugas kependidikan lainnya.
8. Mengembalikan tanggung jawab kepada guru pamong.

B. Di luar Sekolah
1. Melaksanakan kegiatan pembinaan masyarakat melalui
penyuluhan pelatihan, diskusi/ seminar, privat les,
keterampilan lainnya (lanjutan kegiatan pada tahap latihan
terbimbing) minimal 2 (dua) kegiatan
2. Membuat laporan pelaksanaan kegiatan pembinaan
masyarakat (Lampiran 8)

TAHAP 1. Meminta bahan ajar untuk ujian praktek mengajar.


UJIANAKHIR 2. Menyusun RPP untuk dilaksanakan pada ujian praktek
( 2 Minggu) mengajar.
3. Tampil ujian praktek mengajar, diuji oleh DPL dan GP.
4. Melaksanakan acara penutupan untuk selanjutnya kembali ke
kampus.

11
BAB III

SISTEM KEPEMBIMBINGAN

A. Prinsip Kepembimbingan
Pada dasarnya kepembimbingan dalam PPLT adalah semua upaya yang dilakukan
unsur pembimbing untuk membantu pelaksanaan seluruh kegiatan PPLT di sekolah
latihan agar keterampilan mahasiswa dapat dibina dan dikembangkan sesuai dengan
tujuan PPLT.
Prinsip kepembimbingan adalah memberikan bantuan kepada mahasiswa agar
mereka dapat:
1. Mengimplementasikan teori, konsep, dan pengalaman belajar yang mereka peroleh
di kampus ke dalam praktek nyata di lapangan. Dengan kata lain, mahasiswa
menguasai teori dan mampu mempraktekkannya.
2. Memungkinkan mahasiswa calon guru memiliki pendirian tentang kompetensi
paedagogik, kepribadian, sosial dan profesional.
Pembimbingan dilakukan oleh unsur pembimbing, khususnya Guru Pamong (GP) dan
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) yang memenuhi syarat sebagai Pamong dan
Pembimbing.

B. Unsur Tugas dan Tangggung Jawab Pembimbing


Unsur Pembimbing di lapangan terdiri dari atas Kepala Sekolah, Wakil Kepala
Sekolah, Guru Pamong, dan Dosen Pembimbing dan Koordinator Dosen Pembimbing.

1. Kepala Sekolah
Secara administrasi Kepala Sekolah adalah penguasa tertinggi di sekolah dan
secara akademik bertanggung jawab terhadap berlangsungnya proses pembelajaran
siswa di sekolah. Oleh karena itu, Kepala Sekolah berperan sebagai koordinator,

12
fasilitator, dan pelaksana pengelola PPL Terpadu di sekolah. Tugas dan Tanggung
Jawab Kepala Sekolah adalah sebagai berikut:
a. Menguasai guru untuk bertindak sebagai guru pamong dengan menggunakan
format guru pamong yang telah disiapkan UPPL Unimed.
b. Menyelanggarakan pertemuan di sekolah antara dosen pembimbing,
mahasiswa, dan guru pamong.
c. Bersama-sama dengan dosen pembimbing dan guru pamong membuat rincian
jadual untuk pelaksanaan PPL Terpadu.
d. Memantau pelaksanaan pembimbingan mahasiswa secara kontiniu.
e. Memantau kegiatan PPL Terpadu di sekolah yang dipimpinnya dan di luar
sekolah.
f. Membantu mahasiswa mengenal lingkungan sekolah.
g. Membantu mahasiswa memecahkan masalah yang berkaitan dengan PPLT.
h. Mengesahkan laporan-laporan/ tugas-tugas mahasiswa dan hasil penilaian
akhir.
i. Menandatangani surat keterangan pelaksanaan PPLT dari sekolah (Lampiran
21).

2. Wakil Kepala Sekolah/ PKS I


Tugas dan Tanggung Jawab Wakil Kepala Sekolah adalah sebagai berikut:
a. Membantu kepala sekolah dalam penyelenggaraan tugas sebagai koordinator
dan fasilitator pelaksanaan PPL Terpadu di sekolah.
b. Membantu mahasiswa menyususn program kokurikuler dan ekstrakurikuler.
c. Membantu mahasiswa dalam mengatasi masalah-masalah yang dihadapinya.
d. Menilai kemajuan mahasiswa dalam hal penyelenggaraan kegiatan kokurikuler
dan ekstrakurikuler (Lampiran 12,13).
e. Mengatur pembagian tugas kependidikan lainnya kepada mahasiswa (seperti:
piket sekolah, pengelolaan perpustakaan, dan sebagainya).
f. Menyelesaikan administrasi mahasiswa PPL Terpadu di sekolah.

3. Guru Pamong
Guru pamong adalah guru PAUD/SD/SLTP/SLTA yang ditugasi untuk
membimbing calon guru sesuai dengan bidang studinya selama mengikuti PPL
Terpadu di sekolah.

13
Tugas dan Tanggung Jawab Guru Pamong adalah sebagai berikut:
a. Memperkenalkan calon guru kepada para siswa tempat calon guru berpraktek.
b. Membantu calon guru untuk memperoleh berbagai informasi dalam semua
tahapan Program Pengalama Lapangan Terpadu.
c. Bersama dengan dosen pembimbing dan mahasiswa merencanakan jadwal
berbagai kegiatan dalam PPL Terpadu.
d. Membantu mahasiswa memperoleh pengalaman di sekolah latihan dengan
memberi berbagai tugas, baik tugas mengajar, tugas pembimbing siswa.
e. Memberikan bimbingan kepada mahasiswa selama mengikuti PPL Terpadu
dengan menggunakan instrumen kepembimbingan tertentu.
f. Menilai kemajuan mahasiswa dalam melaksanakan tugas mengajar (Lampiran
16, 17, 18, 19, 36).
g. Melaksanakan penilaian ujian praktek mengajar pada tahap terbimbing dengan
menggunakan APKG 1, 2, dan APKG 3 yang hasilnya digunakan untuk nilai
kumulatif pada ujian akhir (Lampiran 16, 17, 18, 32).
h. Melaksanakan penilaian ujian akhir praktek mengajar bersama dengan DPL
dengan menggunakan APKG 1,2 dan APKG 3 (Lampiran 16, 17, 18, 32).

4. Guru BP
Tugas dan Tanggung Jawab BP adalah:
a. Membantu mahasiswa menyusun program layanan bimbingan belajar kepada
siswa di sekolah.
b. Membantu mahasiswa dalam memecahkan masalah belajar yang dihadapi di
sekolah.
c. Menilai kemampuan mahasiswa dalam penyelenggaraan bimbingan belajar di
sekolah (Lampiran 10, 11)

5. Kepala Tatausaha
Tugas dan Tanggung Jawab KTU adalah:
a. Membantu mahasiswa mengenal dan menyelanggarakan administrasi sekolah/
kelas.
b. Menilai mahasiswa dalam penyelenggaraan tugas administrasi sekolah/ kelas
(Lampiran 14, 15)
c. Membantu penyelesaian administrasi PPLT mahasiswa.

14
6. Dosen pembimbing Lapangan
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) hadir di sekolah latihan sebanyak 4 (empat)
kali, selama pelaksanaan PPLT (12 minggu efektif). Pelaksanaan kunjungan
tersebut dengan rincian tugas sebagai berikut:
1. Kunjungan pertama (minggu pertama efektif)
Kunjungan DPL ke skolah latihan untuk pertama kalinya selama 2-3 hari adalah
pada waktu mengantar dan menyerahkan mahasiswa PPLT kepada pihak
sekolah, bertugas:
a. Mengantar dan menyerahkan secara resmi mahasiswa PPLT unimed kepada
pihak sekolah latihan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
b. Mengadakan rapat dengan Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah, Guru BP
dan Guru Pamong serta KTU dengan penjelasan materi: konsep PPLT
mahasiswaUnimedtahun 2016, kurunwaktupelaksanaan PPLT, tahapan-
tahapan pelaksanaan PPLT, pembimbingan kepada mahasiswa PPLT yang
dilakukan oleh pihak sekolah, dan kegiatan yang dilakukan oleh mahasiswa
PPLT di sekolah dan lingkungan masyarakat.
c. Menyerahkan secara resmi mahasiswa PPLT ke pihak aparat pemerintahan
kelurahan/ desa atau kepala lingkungan setempat agar aparat kelurahan/
desa/ lingkungan mengetahui keberadaan/ kehadiran mahasiswa PPLT
unimed yang bertujuan untuk memudahkan mahasiswa melaksanakan
berbagai kegiatan yang berkaitan dengan memobilisir masyarakat untuk
memenuhi tuntutan yang digariskan UPPL Unimed dalam pelaksanaan
PPLT, yaitu tugas yang berkaitan dengan masyarakat unimed.
d. Menyerahkan kembali ke UPPL daftar nama-nama mahasiswa sesuai
keadaan riel mahasiswa yang telah diserahkan ke sekolah latihan.
e. Menyerahkan form surat perjanjian PPLT mahasiswa (SPPM) ke UPPL
Unimed yang sudah ditandatangani oleh mahasiswa dan Kepala Sekolah/
Wakil Kepala Sekolah dan diketahui oleh DPL (Lampiran 31)
f. MenyerahkanfotokopiKalenderPendidikandarisekolah latihan

15
g. Penyerahan berkas-berkas mahasiswa PPL tahap kunjungan pertama ke
Kantor UPPL Unimed selambat-lambatnya 1 (satu) minggu setelah
kunjungan.

2. Kunjungan Kedua (minggu 4 efektif)


Kunjungan DPL ke sekolah latihan untuk kedua kalinya selama 2-3 hari adalah
pada waktu supervisi pertama, yaitu ketika mahasiswa berada pada masa latihan
terbimbing, bertugas:
a. Memantau/ memeriksa absensi kehadiran mahasiswa di sekolah latihan
sejak setelah diserahkan kepada pihak sekolah
danmenyerahkanbuktifotokopiabsensikehadiranmahasiswa UPPL Unimed.
b. Menilai tugas mahasiswa mengenai observasi lingkungan sekolah dan
masyarakat, dan menyerahkan ke UPPL (Lampiran 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7).
c. Memeriksa dan membimbing mahasiswa menyusun RPP (Lampiran 16,26)
d. Bersama Guru Pamong mengobservasi mahasiswa yang sedang melakukan
pembelajaran di kelas, dan melaksanakan kegiatan kepembimbingan
terhadap mahasiswa dengan kepembimbingan supervisi klinis. Hasilnya
diserahkan kepada UPPL (Lampiran 16, 17, 18, 19).
e. Membantu memecahkan masalah-masalah yang dihadapi mahasiswa, baik
yang berhubungan dengan kegiatan di sekolah maupun di luar sekolah.
f. Menjadi penghubung/mewakili UPPL memberikan berbagai informasi ke
sekolah latihan.
g. Menyerahkan daftar nama: Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah, Guru
BP, KTU, dan Guru Pamong, dari sekolah latihan mahasiswa PPLT kepada
pihak UPPL Unimed sesuai format yang ditentukan.
h. Penyerahan berkas-berkas mahasiswa PPL tahap kunjungan kedua ke
Kantor UPPL Unimed selambat-lambatnya 1 (satu) minggu setelah
kunjungan.

3. Kunjungan Ketiga (minggu ke- 8 efektif)


Kunjungan DPL ke sekolah latihan untuk ketiga kalinya selama 2-3 hari adalah
pada waktu supervisi kedua, yaitu ketika mahasiswa berada pada masa latihan
mandiri, bertugas:

16
a. Memantau/ memeriksa absensi kehadiran mahasiswa di sekolah latihan
sejak setelah diserahkan kepada pihak sekolah dan menyerahkan bukti
fotokopi absensi kehadiran mahasiswa UPPL Unimed.
b. Memeriksa dan membimbing mahasiswa menyusun RPP (Lampiran 26).
c. Bersama Guru Pamong mengobservasi mahasiswa yang sedang melakukan
pembelajaran di kelas, danmelaksanakankegiatankepembimbinganterhadap
mahasiswa dengan kepembimbingan supervisi klinis. Hasilnya diserahkan
kepada UPPL ( Lampiran 19).
d. Membantu memecahkan masalah-masalah yang dihadapi mahasiswa, baik
yang berhubungan dengan kegiatan di sekolah maupun di luar sekolah dan
di masyarakat.
e. Menjadipenghubung/mewakili UPPL memberikanberbagai informasi ke
sekolah latihan.
f. Menyusun jadwal ujian akhir praktek mengajar mahasiswa PPLT bersama
Kepala Sekolah/Guru Pamong dan menyerahkannya kepada pihak UPPL
Unimed.
g. Memeriksa dan menilai laporan mahasiswa tentang pelaksanaan kegiatan di
luar sekolah masa terbimbing ( Lampiran 8, 9 )
h. Penyerahan berkas-berkas mahasiswa PPL terhadap kunjungan ketiga ke
Kantor UPPL Unimed selambat-lambatnya 1 (satu) minggu setelah
kunjungan.

4. Kunjungan Keempat (minggu ke 12 efektif)


Kunjungan DPL ke sekolah latihan untuk keempat kalinya selama 3-4 hari
adalah pada waktu pelaksanaan ujian akhir mahasiswa PPLT di kelas, bertugas:
a. Memeriksa dan menilai RPP mahasiswa yang digunakan pada saat ujian
(Lampiran 16).
b. Memperhatikan dan menilai mahasiswa yang sedang melaksanakan ujian
praktek mengajar di kelas bersama-sama dengan Guru Pamong (1 x 40
menit) berdasarkan instrumen penilaian ayng ditentukan UPPL Unimed
sesuai dengan jadwal ujian yang telah disepakati pada kunjungan ketiga
(Lampiran 17, 18).
c. Menandatangani berita acara pelaksanaan ujian praktek mengajar
mahasiswa PPLT bersama Guru Pamong (Lampiran32 ).

17
d. Memeriksa dan menilai laporan mahasiswa tentang pelaksanaan kegiatan di
luar sekolah masamandiri (Lampiran 8, 9 ).
e. Menyerahkan hasil akhir nilai mahasiswa PPLT dalam isian intrumen
Daftar Peserta Nilai Akhir (DPNA) yang ditentukan UPPL Unimed.
f. Menyerahkan semua berkas penilaian mahasiswa PPLT ke pihak UPPL
Unimed dalam amplop ayng disediakan UPPL.
g. Penyerahan berkas-berkas mahasiswa PPL tahap akhir ke Kantor UPPL
Unimed selambat-lambatnya 1 (satu) minggu setelah kunjungan.

7. Koordinator Dosen Pembimbing


Koordniator Dosen Pembimbing (KDP) melaksanakan tugas dan tanggungjawab
sebagai berikut:
a. Melaksanakan koordinasi dengan semua pihak yang terkait dengan pelaksanaan
PPL Terpadu di wilayah kerjanya.
b. Memantau pelaksanaan kegiatan pembimbingan yang dilaksanakan oleh dosen
pembimbing.
c. Memantau kehadiran dosen pembimbing di sekolah latihan.
d. Mengadakan konsultasi dengan semua pembimbing di wilayah kerjanya.
e. Memecahkan masalah yang dihadapi mahasiswa bersama kepala sekolah, guru
pamong, dan dosen pembimbing.
f. Mengkomunikasikan informasi dari Unimed ke sekolah latihan.
g. Memantau pelaksanaan ujian di sekolah latihan.
h. Menyelesaikan administrasi PPLT di wilayah kerjanya.
i. Memeriksa dan menandatangani kalkulasi nilai akhirmahasiswa (Lampiran 28).
Rekapitulasi format penilaian yang digunakan unsur pembimbing dan harus ditandatangani
adalah sebagai berikut:

Unsur Pembimbing Lampiran

a Sekolah

Kepala sekolah/ PKS I


Pamong , 18, 32

18
BP

a Tata Usaha (KTU)

Pembimbing , 7, 8, 9, 16, 17, 18, 31

inator Dosen Pembimbing

C. Pendekatan Kepembimbingan
Dalam pelaksanaan PPL Terpadu, kepembimbingan diartikan sama dengan
supervisi. Supervisi dimaksudkan sebagai pemberian bantuan profesional kepada
mahasiswa calon guru yang sedang berlatih agar mereka dapat memiliki kompetensi
paedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional. Sehubungan dengan hal itu, dalam
proses pembimbingan, pihak pembimbing (Guru Pamong dan Dosen Pembimbing
Lapangan) menerapkan pendekatan “Supervisi Klinis”. Pendekatan Supervisi Klinis ini
didasarkan kepada “prinsip-prinsip” berikut:
1. Mahasiswa calon guru merupakan calon teman sejawat, dan karena itu hubungan
terhadap mereka harus bersifat kemitraan, dan bukan hubungan antara atasan
dengan bawahan.
2. Setiap mahasiswa calon guru memiliki potensi untuk mengembangkan dirinya
manjadi guru yang professional. (catatan: lihat 9 tahapan jenjang professional
guru).
3. Kebutuhan akan bantuan bimbingan hendaknya datang dari calon guru, bukan dari
pembimbing/ pamong.
4. Proses bimbingan dilaksanakan dengan tatap muka antar GP/DPL terhadap
mahasiswa calon guru.
5. Fokus supervisi adalah perilaku nyata mahasiswa calon guru ketika mengajar di
kelas, oleh karena itu GP/DPL hendaknya melakukan observasi di kelas dengan
menggunakan format yang telah disediakan (Lampiran 19)
6. Segera setelah observasi terhadap mahasiswa calon guru dilakubkan, maka
GP/DPL dan mahasiswa calon guru bersama-sama menganalisis hasil observasi.
7. Dengan bantuan GP/DPL, mahasiswa calob guru menafsirkan hasil analisis untuk
menetapkan kebutuhan latihan berikutnya.

19
Atas dasar prinsip-prinsip di atas, maka “tahapan” yang harus ditemuh oleh
GP/DPL dengan pendekatan supervisi klinis terdiri dari 3 (tiga) tahap yaitu:

1. Tahap Pertemuan Pendahuluan


Pada tahap ini GP/DPL bertatap muka dengan mahasiswa calon guru
untuk membahas rencana latihan yang akan dilaksanakan mahasiswa calon guru.
Hal-hal yang dibicarakan mencakup: persiapan mengajar yang sudah dibuat oleh
mahasiswa calon guru, jenis data atau kegiatan yang akan diobservasi, dan
instumen observasi yang akan digunakan oleh GP/DPL.
Langkah-langkah pokok yang perlu diperhatikan dan dilaksanakan pada
tahap ini adalah:
a. Ciptakan suasana intim dan akrab antara GP/DPL dengan mahasiswa calon
guru, sehingga mahasiswa calon guru bebas mengungkapkan masalah atau
kesulitan yang ingin dijadikan fokus dalam latihan.
b. Telaah persiapan mengajar yang dibuat mahasiswa calon guru (tujuan
pelajaran, materi pelajaran, strategi pembelajaran, media/alat dan
penilaiannya)
c. Telaah komponen keterampilan yang akan dilatihkan dan diamati.
d. Pilih instrumen yang akan digunakan untuk perilaku mahasiswa calon guru
yang menjadi pusat perhatian dalam latihan.
e. Bicarakan instrumen yang dipilih atau dikembangkan tersebut sehingga ada
kesempatan diskusi antara GP/DPL dengan calon guru.

2. Tahap Observasi Mengajar


Berpedoman pada rencana yang sudah disepakati pada pertemuan
pendahuluan (kontraknya), maka mahasiswa calon guru dipersilahkan mengajar,
dan GP/DPL mengamati perilaku mahasiswa calon guru yang merupakan fokus
latihan pada saat itu serta merekamnya dengan instrumen yang telah disepakati.
Selain itu GP/DPL dapat pula merekam aspek/aspek lain yang dianggap penting
untuk dijadikan bahan masukan dalam pembicaraan balikan, misalnya interaksi
guru-murid, murid-murid, dan kondisi lainnya.

20
3. Tahap Pertemuan Balikan
Segera setelah kegiatan mengajar selesai, GP/DPL mengadakan pertemuan
balikan dengan calon guru untuk membahas data temuan yang diperoleh melalui
observasi. Dalam pertemuan ini GP/DPL berusaha menyajikan data yang obyektif,
serta secara kooperatif dengan calon guru menganalisis dan menafsirkannya.
Langkah-langkah yang perlu diperhatikan dalam pertemuan ini adalah:
a. GP/DPL lebih dahulu menanyakan perasaan (kesan) calon guru selama
melakukan kegiatan latihan mengajar.
b. Bersama-sama mereview tujuan pembelajaran dan hasil yang dicapai.
c. Bersama-sama mereview target keterampilan serta perhatian utama dalam
latihan.
d. Berdasarkan kontrak tersebut, GP/DPL kembali menanyakan perasaan
guru/calon guru.
e. GP/DPL menyajikan data yang telah direkamnya kemudian bersama-sama
menganalisa dan menafsirkannya dengan cara membandingkan target yang
ingin dicapai dengan hasil latihan.
f. Berdasarkan hasil kajian dan tafsiran tersebut, GP/DPL kembali
menanyakan perasaan/kesan calon guru.
g. Berdasarkan hasil latihan yang telah disimpulkan bersama, GP/DPL
mendorong calon guru untuk merencanakan latihan yang akan datang degan
mantap.

D. Syarat Pembimbing
Pembimbing mahasiswa yang melaksanakan PPLT ada 2 (dua) yaitu Guru Pamong
(GP) dan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL).
Syarat untuk menjadi Guru Pamong adalah sebagai berikut:
1. Mengajar bidang studi tertentu di sekolah latihan.
2. Memiliki masa kerja minimal 8 tahun dan golongan III/C.
3. Mampu melaksanakan tugas dan tanggungjawab yang telah ditetapkan.
4. Mampu menggunakan Lampiran penilaian yang telah ditetapkan.
5. Telah mengikuti orientasi/ pelatihan pembimbingan PPL mahasiswa.

Sedangkan syarat untuk dapat menjadi Dosen Pembimbing adalah sebagai berikut:
1. Dosen yang mengasuh MK bidang studi/ MKDK/ MKPBM di Unimed.

21
2. Memilikigolongan minimal III/c
3. Mampu melaksanakanseluruhtahapan PPLT TA 2015/2016 dengan seluruh tugas
dan tanggungjawabnya
4. Mampu menggunakan Lampiran penilaian yang telah ditetapkan.
5. Telah mengikuti orientasi/pelatihan pembimbingan PPL mahasiswa.
6. Mengisi form kesediaan untuk menjadi dosen pembimbing (Lampiran 30).
7. Tidak sedang menduduki jabatan struktural di Unimed.
8. Tidak sedangtugas/ ijinbelajar.

Sesuai dengan tugas Dosen Pembimbing Lapangan, maka sebaiknya kunjungan


DPL kesekolah latihan selama PPLT berlangsung adalah 4 (empat) kali dengan
penjelasan sebagai berikut:

Kunjungan Tugas

I ntar dan menyerahkan mahasiswa ke sekolah latihan dan ke


kelurahan/lingkungan, serta memperkenalkan ke pihak sekolah
dan kelurahan.

II sanakan bimbingan/ supervisi klinis/ tahapLatihanTerbimbing.

III sanakan bimbingan/ supervisi klinis/ tahapLatihanMandiri.

IV ai pelaksanaan ujian akhir praktek mengajar mahasiswa calon


guru, dan menarik secara resmi mahasiswa PPLT darisekolah.

22
BAB IV

PENILAIAN PPLT

A. Pengertian
Penilaian PPLT adalah penetapan taraf penguasaan mahasiswa terhadap
kompetensi keguruan selama mengikuti kegiatan PPLT di sekolah latihan dan di luar
sekolah (masyarakat) yang meliputi kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian,
kompetensi sosial, dan kompetensi profesional.

B. Tujuan
Penilaian PPLT bertujuan untuk mendapatkan informasi tentang tingkat
penguasaan kompetensi keguruan mahasiswa setelah mengikuti kegiatan PPLT baik di
dalam sekolah latihan maupun di luar sekolah (masyarakat).

C. Prinsip
Prinsip dasar penilaian PPLT, antara lain:
1. Keterbukaan
Prinsip ini mengandung arti bahwa segala informasi tentang penilaian terbuka dan
diketahui oleh pihak yang akan dinilai (calon guru) dan pihak penilai (GP & DPL).
2. Keutuhan
Prinsip ini mengandung arti bahwa penilaian PPL dilakukan secara utuh dan
integrasi yang mencakup keterampilan mengajar di kelas, wawasan dan sikap
keguruannya, serta kelebihan dan kekurangannya.
3. Keluwesan dan Kesesuaian

23
Prinsip ini mengandung arti bahwa penilain PPL harus dapat disesuaikan dengan
kondisi dan situasi pelatihan baik alat maupun prosedurnya.
4. Kesinambungan
Prinsip kesinambungan mengandung arti bahwa penilaian PPL harus dilaksanakan
secara terus menerus dan berkesinambungan selama PPL berlangsung.

D. Aspek Penilaian
Aspek yang dinilai dalam kegiatan PPLT, adalah:
1. Tugas mengajar, meliputi keteranpilan merencanakan pembelajaran, melaksanakan
pembelajaran, dan aspek kepribadian dan sosial calon guru.
2. Tugas non mengajar, meliputi keterampilan memberikan bimbingan belajar,
melaksanakan program ko dan ekstrakurikuler.
3. Tugas luar sekolah di masyarakat, meliputi kemampuan melaksanakan kegiatan di
masyarakat.
4. Laporan kegiatan calon guru.

E. Alat Penilaian
Alat yang digunakan untuk memperoleh informasi tentang penguasaan mahasiswa
terhadap kompetensi paedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional selama PPLT
berlangsung di dalam sekolah maupun di luar sekolah (masyarakat) digunakan
seperangkat Alat Penilaian Kemampuan Guru (APKG), seperangkat lembar penilaian
untuk tugas non mengajar, dan seperangkat lembar penilaian untuk tugas luar sekolah
di masyarakat.
1. Alat Penilaian Kemampuan Guru (APKG) terdiri dari:
a. APKG I, menilai kemampuan merencanakan pembelajaran (Lampiran 16).
b. APKG II, menilai kemampuan melaksanakan kegiatan pembelajaran (Lampiran
17).
c. APKG III, menilai aspek kepribadian dan sosial (Lampiran 18).

2. Lembar penilaian tugas non mengajar, meliputi:


a. Lembar penilaian pelaksanaan tugas bimbingan belajar (PTB Lampiran 11)

24
b. Lembar penilaian pelaksanaan tugas administrasi (PTA Lampiran 15)
c. Lembar penilaian pelaksanaan tugas kokurikuler dan ekstrakurikuler (PTKE
Lampiran 13)

3. Lembar penilaian tugas luar sekolah di masyarakat, meliputi:


a. Lembar penilaian pelaksanaan kegiatan di luar sekolah (PKLS Lampiran 9)
b. Lembat penilaian pelaksanaan kegiatan orientasi di luar sekolah (PKOLS
Lampiran 7)

4. Lembar penilaian kegiatan orientasi sekolah (PKOS Lampiran 5) serta bukti-bukti


fisik pelaksanaan kegiatan yaitu:
a. Laporan pelaksanaan kegiatan orientasi di sekolah (Lampiran 4)
b. Observasi fisik dan suasana sekolah (Lampiran 1)
c. Observasi kegiatan pembelajaran (Lampiran 2)
d. Silabus, program tahunan, program semester, jadwal pelajaran (sesuai format
sekolah)
e. Rencana kegiatan kependidikan keguruan mahasiswa (RK3M, Lampiran 20)

F. Prosedur Penilaian
Prosedur penilaian yang diharapkan dalam PPLT mengikuti penilaian proses dan
penilaian akhir. Dengan penilaian proses, hasil penilaian dikomunikasikan langsung
kepada calon guru untuk dimanfaatkan memperbaiki kinerja berikutnya. Penilaian
proses dilakukan oleh para pembimbing dengan pendekatan supervisi klinis. Penilaian
akhir dilakukan dalam bentuk ujian mengajar dengan menggunakan lembar penilaian
APKG I, APKG II, dan APKG III oleh guru pamong dan dosen pembimbing.

G. Cara Menentukan Nilai PPLT


Dalam menentukan nilai akhir PPLT ini didasarkan pada penilaian yang dilakukan
oleh para pembimbing dengan perangkat-perangkat penilaian yang digunakan baik
penilaian aspek pengajaran, non pengajaran maupun tugas luar sekolah, dengan rumus
sebagai berikut:

1+ �
2+ �
3+ �
4
N = 4

N = Nilai Akhir PPLT

25
F1 = Nilai Laporan Kegiatan Orientasi di Sekolah (LPKOS)
F2 = Rata-rata nilai tugas non mengajar:
���+���+����
3

F3= Rata-rata nilai tugas kegiatan di luar sekolah dari DPL:



���+� ����
2

F4= rata-rata nilai ujian mengajar + laporan akhir



�1+��
2
2

UM1 : Rata-rata nilai ujian mengajar terbimbing dari GP yang diperoleh melalui APKG
1,2, dan 3 dengan rumus:
��1 + ��2 + ��3
3
UM2 : Rata-rata ujian mengajar tahap akhir:
��1 + ��2 + ��3
3
G1 = Rata-rata nilai merencanakan pembelajaran yang diperoleh melalui APKG
I oleh GP dan DPL
G2 = Rata-rata nilai melaksanakan pembelajaran yang diperoleh melalui APKG
II oleh GP dan DPL
G3 = Rata-rata nilai aspek kepribadian dan sosial yang diperoleh melalui APKG
III oleh GP dan DPL
Aspek Penilaian
Penilaian Komponen Keterangan
F1 Lampiran 1, 2, 4, 5, 20, 22, 23, 24, 25, Nilai kegiatan orientasi di sekolah
26, 27
F2 Lampiran 10, 11, 12, 13, 14, 15 Nilai tugas non mengajar
F3 Lampiran 3, 6, 7, 8, 9 Nilai tugas kegiatan di luar sekolah
F4 Lampiran 16, 17, 18, 30 Nilai ujian mengajar

H. Kriteria Kelulusan dalam PPLT


Kriteria penilaiaan akhir sebagai dasar untuk kelulusan masing-masing mahasiswa
dalam PPLT, didasarkan pada taraf penguasaan kompetensi dengan sebaran nilai
sebagai berikut:

26
Skala Nilai
Rentang Huruf Keterangan
90 - 100 A Sangat Kompeten
80 - 89 B Kompeten Cukup
70 - 79 C Kompeten Tidak
00 – 69 D Kompeten

27