Anda di halaman 1dari 10

MANAJEMEN STRATEGI

Nama : Aprilia Prahesti


NIM : 1709035011
Program Studi : Teknik Industri

1. Visi merupakan pandangan jauh ke depan tentang sebuah perusahaan akan dibawa ke arah
mana. Visi memiliki kekuatan untuk menentukan arah suatu masa depan dari organisasi
berdasarkan nilai-nilai masa lalu yang masih dipegang, yang dijadikan pedoman yang
merupakan hasil perpaduan dari kecerdasan, pengetahuan, pengalaman dan penghayatan
terhadap nilai-nilai yang berlaku. Terdiri dari rangkaian kalimat yang menyatakan cita-cita
atau impian sebuah organisasi atau perusahaan yang ingin dicapai pada masa yang akan datang.
Visi sebuah organisasi ataupun perusahaan dapat mengarahkan, memusatkan, memotivasi,
menyatukan, bahkan menginspirasi seluruh komponen dalam perusahaan untuk mencapai
kinerja yang baik. Visi juga merupakan hal yang sangat krusial bagi perusahaan untuk
menjamin kelestarian dan kesuksesan perusahaan. Jika digambarkan secara ringkas, visi
merupakan salah satu atau gabungan dari ketiga hal berikut. What do we want to attain? (Apa
yang ingin kita capai dimasa depan?), What do we want to have? (Apa yang ingin kita peroleh
dimasa depan?), dan What do we want to be? (Ingin menjadi apa kita dimasa depan?).
Misi merupakan pernyataan tentang apa yang harus dilakukan oleh perusahaan dalam usahanya
mewujudkan visi. Terdiri dari pernyataan tujuan atau alasan eksistensi perusahaan yang
memuat apa yang disediakan oleh perusahaan kepada masyarakat baik berupa produk maupun
jasa. Keberadaan misi perusahaan sangat penting untuk perumusan tujuan perusahaan dan
formulasi strategi yang efektif. Manfaat misi adalah untuk memastikan tujuan dasar organisasi
serta menjadi titik utama bagi individu dalam mengidentifikasi tujuan dan arah organisasi.

Nilai visi dan misi dalam manajemen strategi:


Strategi adalah proses untuk menentukan arah yang harus dituju oleh perusahaan agar visi dan
misinya tercapai, serta sebagai daya dorong yang akan membantu perusahaan dalam
menentukan produk, jasa, dan pasarnya dimasa depan. Konsep Manajemen strategi adalah
untuk mencapai dan mempertahankan keunggulan kompetitif. Manajemen Strategis dapat
diartikan sebagai ilmu untuk memformulasi, mengimplementasi, dan mengevaluasi keputusan
lintas fungsi yang memungkinkan organisasi dapat mencapai tujuannya. Manajemen Strategis
berfokus pada mengintegrasikan manajemen, pemasaran, keuangan atau akuntasi, produksi
atau operasi, penelitian dan pengembangan, dan sistem informasi komputer untuk mencapai
keberhasilan organisasi.
Penyususnan strategi perusahaan dimulai dari mengembangkan pernyataan visi dan misi,
menetapkan tujuan jangka panjang, merumuskan, mengevaluasi dan memilih strategi,
implementasi strategi dan dilanjutkan dengan mengukur dan mengevaluasi kinerja perusahaan.
Pernyataan visi merupakan tahap pertama dalam perencanaan strategis. Visi organisasi
menggambarkan posisi penting atau peluang besar yang mungkin diraih dimasa depan
Pernyataan visi yang jelas memberikan dasar untuk mengembangkan pernyataan misi yang
komprehensif. Pernyataan Misi adalah penyataan tujuan jangka panjang yang membedakan
satu perusahaan dengan perusahaan sejenis lain. Pernyataan Misi menjawab pertanyaan yang
mengandung alasan kenapa perusahaan ini ada.

2. Stakeholder adalah pemangku kepentingan atau pihak yang berkepentingan. Stakeholder dapat
dijumpai dimanapun, setiap perusahaan tidak lepas dari keberadaan tokoh penting tersebut.
Suatu perusahaan berinteraksi dengan berbagai pihak atau pemangku kepentingan mulai dari
pemegang saham, hingga kepada customer sampai karyawan bahkan dengan para supplier.
Stakeholder adalah bagian penting dari sebuah organisasi yang memiliki peran aktif dan pasif
dalam mengembangkan tujuannya.
Stakeholders adalah suatu kelompok masyarakat ataupun individu yang saling mempengaruhi
dan dipengaruhi kepentingan baik secara langsung maupun tidak langsung oleh pencapaian
tujuan tertentu dari organisasi. Individu, kelompok, maupun komunitas dan masyarakat dapat
dikatakan sebagai stakeholder jika memiliki karakteristik mempunyai kekuasaan, legitimasi,
dan kepentingan terhadap perusahaan.
Dalam suatu aktivitas perusahaan dipengaruhi oleh faktor-faktor dari luar dan dari dalam, yang
kesemuanya dapat disebut sebagai stakeholders. Kelompok Stakeholder dapat dibagi menjadi
dua, yaitu Internal Stakeholder dan External Stakeholder. Stakeholders internal
adalah stakeholder yang berada didalam lingkungan organisasi. Misalnya manajer, karyawan,
dan pemegang saham. Sedangkan stakeholder eksternal adalah stakeholder yang berada diluar
lingkungan organisasi seperti penyalur atau pemasok, konsumen atau pelanggan, masyarakat,
pemerintah, pers, kelompok responsible investor, licensing partner dan lain-lain.

3. Lingkungan umum adalah lingkungan yang berada dalam lingkungan ekternal organisasi yang
menyusun faktor-faktor yang memiliki ruang lingkup luas yang pada dasarnya berada diluar
dan terlepas dari operasi perusahaan. Terdiri dari berbagai faktor lingkungan makro-eksternal
baik secara langsung maupun tidak langsung yang mempengaruhi dinamika pada perusahaan.
Faktor-faktor tersebut diantaranya faktor ekonomi, sosial, politik dan hukum, teknologi serta
demografi.
Lingkungan industri adalah tingkatan dari lingkungan eksternal organisasi yang menghasilkan
komponen-komponen yang secara normal memiliki implikasi yang relatif lebih spesifik dan
langsung terhadap operasionalisasi perusahaan. Lingkungan industri terdiri dari serangkaian
faktor-faktor-ancaman dari pelaku bisnis baru, supplier, pembeli, produk pengganti, dan
intensitas persaingan di antara para pesaing yang secara langsung mempengaruhi perusahaan
dan tindakan dan tanggapan kompetitifnya. Semakin besar kapasitas perusahaan untuk
mempengaruhi lingkungan industri, semakin besar kemungkinan perusahaan untuk
menghasilkan laba di atas rata-rata. Laba di atas rata-rata adalah kelebihan penghasilan yang
diharapkan seorang investor dari investor lain dengan jumlah risiko serupa.

Analisis lingkungan bertujuan untuk mengetahui ancaman dan peluang. Ancaman adalah suatu
kondisi dalam lingkungan umum yang dapat menghambat usaha-usaha perusahaan untuk
mencapai daya saing strategis. Sedangkan peluang adalah kondisi dalam lingkungan umum
yang dapat membantu perusahaan mencapai daya saing strategis. Proses yang dilakukan secara
kontinyu untuk melakukan analisis lingkungan eksternal adalah dengan melakukan
pemindaian (scanning), pengawasan (monitoring), peramalan (forecasting), dan penilaian
(assessing). Kebanyakan perusahaan menghadapi lingkungan eksternal yang berkembang
semakin keras, kompleks, dan membuat penafsiran semakin sulit. Untuk menangani data-data
lingkungan yang tidak lengkap dan untuk meningkatkan pemahaman, perusahaan melibatkan
diri dalam suatu proses yang disebut sebagai analisis lingkungan eksternal.
4. Strategic group adalah kelompok perusahaan-perusahaan yang memiliki strategi dan
karakteristik yang serupa, atau berada didalam dimensi-dimensi strategik yang sama. Dengan
kata lain, strategic group memasukan perusahaan-perusahaan yang mempunyai kesamaan
karakteristik strategi (bersifat homogenous) kedalam suatu grup, namun antara satu grup
dengan grup lain mempunyai sifat strategis yang berbeda (heterogenous).
Pengetahuan yang seharusnya dimiliki perusahaan tentang strategic group dalam
memformulasikan strategi perusahaan adalah mengenai manajemen strategi itu sendiri.
Pengertian yang cukup luas manajemen strategi menunjukkan bahwa manajemen merupakan
suatu sistem yang sebagai satu kesatuan memiliki berbagai komponen yang
saling berhubungan dan saling mempengaruhi, dan bergerak secara serentak kearah yang sama
pula.
Agar perusahaan dapat mencapai tujuan secara optimal, maka selain harus mampu
merumuskan strategi, perusahaan juga harus mampu mengimplementasikan strategi tersebut
secara efektif. Jika salah satu langkah tersebut tidak dapat dilaksanakan dengan baik, maka
tidak mustahil perusahaan akan memetik kegagalan. Bahkan, rumusan strategi yang sempurna
sekalipun hanya akan memberikan kontribusi yang minim bagi pencapaian tujuan perusahaan
jika tidak mampu diimplementasikan dengan baik

5. Harga adalah sebuah cerminan dari nilai yang dipersepsikan oleh konsumen. Dalam sebuah
persaingan untuk mendapatkan konsumen, perusahaan menggunakan taktik untuk
mengalahkan pesaingnya. Salah satu taktik yang digunakan adalah harga. Dengan menciptakan
harga yang nampak murah sering menjadi tujuan, tetapi hal ini justru mengarahkan kepada
menurunnya keuntungan industri bersangkutan. Perang harga merupakan suatu kondisi dimana
beberapa pihak malakukan tindakan mengurangi harga produk/jasa mereka lebih rendah dari
pesaing lainnya.Hal ini supaya permintaan pasar tetap stabil ataupun dapat meningkat
pendapatan dalam jangka pendek atau sebagai strategi untuk mendapatkan pangsa pasar
(market share). Berikut adalah beberapa kondisi yang memungkinkan suatau perusahaan
menjalani perang harga:
a. Ketika sebuah perusahaan ingin meningkatkan pangsa pasarnya. Biasanya jalan yang
paling adalah untuk mengurangi harga untuk meningkatkan penjualan produk. Kompetisi
mungkin akan dipaksa untuk menyaingi perusahaan dengan produk yang sama dan
semakin banyaknya pemain baru yang masuk ke pasar yang menyebabkan banyaknya
produk sejenis. Kompetisi yang terjadi di pasar semakin ketat
b. Dimana permintaan pasar menurun tapi persediaan stok barang melebihi kapasitas.
Penurunan harga menjadi pilihan perusahaan untuk mengatasi masalah tersebut supaya
tidak mengalami kerugian produksi karena menumpuknya stok barang di inventory.
c. Untuk mempertahankan atau memperpanjang product life-cycle. Kebanyakan perang
harga terjadi ketika product life-cycle sudah berada di puncak. Untuk mempertahankan
siklus itu tetap berada di puncak atau tidak menurun, perusahaan bersedia untuk
menurunkan margin usahanya daripada tidak ada sama sekali.
Perang harga dapat menciptakan situasi kehancuran secara ekonomi dan melemahkan secara
psikologi yang harus dibayar mahal oleh individu, perusahaan, dan turunya keuntungan
industri. Beberapa implikasi yang bisa menimpa perusahaan terhadap adanya perang harga
adalah sebagai berikut:
a. Harga Pasar turun
Penurunan harga yng dilakukan berdampak pada harga pasaran yang turun drastis, dari
harga yang semestinya dan mengakibatkan toko-toko di daerah bangkrut dikarenakan tidak
adanya konsumen.
b. Kualitas Barang Menurun
Demi terpenuhinya pesanan para distributor tidak memperdulikan lagi kualitas dari produk
c. Update Produk terlalu cepat
Pada dasarnya setiap produk bisa up to date paling lama dua bulan sekali dengan
mengeluarkan beberapa produk baru, dan apabila terlalu banyak update produk, maka
penumpukan barang akan terjadi.
d. Tidak dilirik oleh pasar luar
Harga menentukan kualitas, itu mungkin yang ada dibenak para konsumen yang lebih
mengutmakan kualitas, dengan produk harga murah walaupun produk yang dipasarkan
lebih baik kualitasnya dari produk luar. Menjadi salah satu pertimbangan bagi para
konsumen.
Umumnya, perang harga terjadi karena ada anggapan bahwa harga di pasar tertentu terlalu
tinggi atau adanya keinginan untuk mendapatkan pangsa pasar dengan biaya pada marjin
tersebut. Perang harga menjadi umum karena manajer cenderung melihat bahwa merubah
harga sesuatu hal yang mudah dan cepat. Dengan memahami penyebab dan karakteristiknya,
manejer dapat membuat keputusan tentang kapan dan bagaimana menghadapi perang harga,
kapan menghindari, dan kapan memulainya. Jika suatu perusahaan berada dalam kompetisi
berdasarkan harga, maka dapat menggunakan beberapa cara non harga untuk menghadapinya.
Namun jika suatu perusahaan ingin merespon dengan harga, maka harus melakukan diagnosa
yang mendalam tentang situasi harga di pasar. Analisa situasi harga memberikan informasi
penting untuk memilih strategi harga yang dibutuhkan. Dengan menggunakan informasi ini,
manajemen dapat menentukan kisaran fleksibilitas harga dan menentukan bagaimana
memposisikan harga relatif terhadap biaya dan seberapa memungkinkan dijadikan dasar
penetapan harga produk.

6. Valuable Capabilities
Sumber daya atau kemampuan perusahaan dikatakan bernilai apabila perusahaan
memungkinkan untuk memanfaatkan peluang sehingga perusahaan dapat menciptakan nilai
untuk pelanggan.
Rare Capabilities
Sumber daya menjadi lebih bernilai. Ketika perusahaan memiliki sumber daya tertentu namun
hanya sedikit perusahaan pesaing yang memilikinya, dan sumber daya tersebut penting untuk
memenuhi kebutuhan pelanggan, maka sumber daya itu menjadi sumber keunggulan
kompetitif.
Costly to Imitate
Sumber daya atau kemampuan perusahaan dikatakan terlalu mahal untuk diimitasi ketika biaya
yang dikeluarkan pesaing sangat besar untuk mereplikasi kemampuan yang sama, atau
perusahaan pesaing benar-benar tidak mampu mereplikasi kemampuan perusahaan sama
sekali.
Nonsubstitutable Capabilities
Sumber daya atau kemampuan perusahaan tidak dapat tergantikan apabila tidak ada sumber
daya lain yang mampu melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan sumber daya.

Core Competencies merupakan adalah semua kapabilitas kritis yang dimiliki suatu perusahaan
dalam upaya mencapai keunggulan kompetitif. Untuk mencapai pada keunggulan komparatif
dan daya saing stratejik, manajemen menelaah aspek sumber daya, kapabilitas, dan core
competencies sebagai karakteristik-karakteristik yang menjadi landasan keunggulan
kompetitif. Itulah mengapa kriteria tersebut dianggap penting bagi perusahaan untuk
mengembangkan kapabilitas.

7. Perusahaan dapat mengidentifikasi kekuatan (strengths) dan kelemahan (weaknesses) dengan


melakukan analisis SWOT. Strength (Kekuatan) adalah kelebihan yang dimiliki dalam suatu
perusahaan. Sedangkan Weakness (Kelemahan) adalah kekurangan yang dimiliki dalam sauatu
perusahaan. Untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan dalam suatu perusahaan dapat
dilakukan dengan audit internal. Analisis SWOT bekerja dengan cara menganalisis dan
memilah hal-hal yang mempengaruhi keempat faktor SWOT, kemudian diterapkan dalam
gambar matrik SWOT. Dalam matrik tersebut dapat dibandingkan bagaimana kekuatan
(strengths) mampu mengambil keuntungan (advantage) dari peluang (opportunities) yang ada,
bagaimana cara mengatasi kelemahan (weaknesses) yang mencegah keuntungan (advantage)
dari peluang (opportunities) yang ada, selanjutnya bagaimana kekuatan (strengths) mampu
menghadapi ancaman (threats) yang ada, dan bagaimana cara mengatasi kelemahan
(weaknesses) yang mampu membuat ancaman (threats) menjadi nyata atau menciptakan
sebuah ancaman baru.
Tujuan utama dari analisis SWOT adalah untuk mengotimalkan kekuatan dan meminimalkan
kelemahan, serta memanfaatkan peluang yang muncul dan menngatasi ancaman yang datang.
Meskipun hal-hal yang dianalisis dalam SWOT bersifat deskriptif dan terkadang menjadi
sangat subjektif, namun hasil analisis ini dapat memberikan output berupa arahan. Pengenalan
akan kekuatan yang dimiliki akan membantu untuk mempertimbangkan peluang-peluang baru,
sedangkan menyadari kelemahan-kelemahan yang ada akan membuat rencana menjadi lebih
realistis dan penuh antisipasi. Dengan mengadakan analisis ini, para leader akan mampu
menemukan formula strategi perencanaan yang baik untuk mengarahkan potensi teamnya guna
mencapai tujuan bersama. Meskipun sederhana, metode ini masih sangat relevan dan
disarankan untuk digunakan dalam pengambilan keputusan perencanan.

8. Sebuah kinerja yang unggul dapat didapatkan sebuah perusahaan dalam jangka waktu tertentu
jika perusahaan memiliki sebuah keunggulan bersaing (competitive advantages). Keunggulan
bersaing suatu perusahaan haruslah berfokus pada sumber daya yang memiliki daya saing
tinggi yang tidak mudah ditiru dan kuat terhadap persaingan yang ada. Semakin besarnya
persaingan dapat menurunkan keunggulan bersaing perusahaan. Hal ini menunjukkan bahwa
agar perusahaan dapat tetap eksis ditengah sengitnya persaingan. Perusahaan harus melakukan
sebuah tindakan yang dapat mempertahankan dan memperkuat kompetensinya yang unik dan
penuh dengan pembaharuan
.
9. Berdasarkan pada misi dan tujuan-tujuan organisasi, para manajer strategik membangun suatu
rangkaian atas strategi-strategi untuk membangun keunggulan bersaing untuk mencapai
tujuan-tujuan tersebut. Mereka kemudian memantapkan struktur organisasional untuk
menggunakan sumber-sumber agar mendapatkan keunggulan bersaing. Untuk mengevaluasi
bagaimana baik strategi dan struktur yang bekerja, para manajer membangun ukuran-ukuran
kinerja spesifik yang mengakses bagaimana baik empat pilar keunggulan bersaing dapat
dicapai.
a. Efisiensi dapat diukur dengan tingkat ongkos-ongkos produksi, jumlah jam diperlukan
untuk memproduksi suatu produk, dan biaya biaya bahan mentah.
b. Mutu dapat diukur dengan jumlah yang ditolak, jumlah produk cacat yang dikembalikan
para pelanggan, dan tingkat keandalan (reliability) sepanjang waktu.
c. Inovasi dapat diukur dengan jumlah atas produk-produk baru yang diperkenalkan, waktu
yang diperlukan untuk membangun generasi berikutnya atas produk-produk baru versus
persaingan, dan ongkos atas pengembangan produk.
d. Tanggapan kepada para pelanggan dapat diukur dengan jumlah para pelanggan
membeli ulang, tingkat penyerahan tepat-waktu kepada para pelanggan, dan tingkat
pelayanan pelanggan.
Untuk menentukan bagaimana efisiensi para manajer menggunakan sumber-sumber
organisasial, para manajer dapat mengukur keakuratan beberapa unit atas masukan-masukan
(bahan mentah, sumber daya manusia, dan lainnya) yang digunakan untuk memproduksi suatu
unit keluaran. Mereka harus dapat mengukur jumlah keluaran (barang dan jasa-jasa) yang
diproduksi. Manajemen mutu terpadu, suatu sistem kendali organisasi yang lebih luas yang
berfokus pada perbaikan mutu dan mengurangi ongkos-ongkos. Kemudian, inovasi yang
sangat sukses merupakan wujud ketika para manajer menciptakan suatu rangkaian
organisasional yaitu para pekerja merasa diberdayakan terwujud. Para manajer strategik dapat
membantu membuat organisasi mereka lebih tanggap kepada para pelanggan jika mereka
membangun suatu sistem kendali yang membawa mereka untuk mengevaluasi bagaimana baik
para pekerja dengan kontak pelanggan yaitu melaksanakan pekerjaan mereka.

10. Kunci keberhasilan agar mampu bertahan ditengah persaingan antar perusahaan terletak pada
kemampuan perusahaan itu sendiri dalam mengembangkan keunggulan kompetitifnya. Salah
satu strategi perusahaan dalam mengembangkan keunggulan kompetitif yaitu melalui inovasi.
Inovasi merupakan setiap ide atau pun gagasan baru yang belum pernah ada atau pun
diterbitkan sebelumnya. Sebuah inovasi biasanya berisi terobosan-terobosan baru mengenai
sebuah hal yang diteliti oleh inovator (orang yang membuat inovasi). Inovasi biasanya sengaja
dibuat oleh inovator melalui berbagai macam aksi atau pun penelitian yang terencana. Tujuan
utama dari inovasi adalah untuk memenuhi permintaan pasar sehingga produk inovasi
merupakan salah satu yang dapat digunakan sebagai keunggulan bersaing bagi perusahaan.
Kemampuan inovasi dari suatu perusahaan akan menjamin kemampuan bersaing perusahaan.
Pada umumnya pelanggan menginginkan produk yang inovatif sesuai dengan keinginan
mereka. Sementara itu bagi perusahaan, keberhasilan dalam melakukan inovasi produk berarti
perusahaan tersebut selangkah lebih maju dibandingkan pesaingnya.

Salah satu perusahaan yang menurut saya telah melakukan inovasi sehingga bisa dikatakan
unggul bersaing dengan para kompetitornya adalah Starbucks Corporation. Starbucks
Corporation adalah sebuah perusahaan kedai kopi dan jaringan kedai kopi global asal Amerika
Serikat yang berkantor pusat di Seattle, Washington. Starbucks adalah perusahaan kedai
kopi terbesar di dunia,dengan 20.336 kedai di 61 negara, termasuk 13.123 di Amerika Serikat,
1.299 di Kanada, 977 di Jepang, 793 di Britania Raya, 732 di Cina, 473 di Korea Selatan, 363
di Meksiko, 282 di Taiwan, 204 di Filipina, dan 164 di Thailand dan masih banyak lagi di
negara lainnya. Starbucks menjual minuman panas dan dingin, biji kopi, salad, sandwich panas
dan dingin, kue kering manis, camilan, dan barang-barang seperti gelas dan tumbler.
Sejak didirikan pada tahun 1971 di Washington, Perusahaan kedai kopi Starbucks telah
melakukan beragam inovasi yang mampu membuat perusahaan tersebut memperoleh
keuntungan yang melimpah. Kekuatan perusahaan Starbucks adalah pada kualitas kopinya
yang terbaik. Unsur tersebut dikombinasikan dengan keterampilan antara petani, peneliti,
pengetahuan, dan pengalaman dari para ahli yang memprosesnya. Starbucks melakukan iovasi
dengan membuat produk minuman non kopi untuk menarik minat para non peminum kopi.
Starbucks mengembangkan produk baru untuk non peminum kopi ditengah pasar yang
kompetitif. Starbucks menambahkan produk minuman juice, smoothie, dan teh. Starbucks juga
mengeluarkan produk sesuai dengan kondisi yang sedang terjadi, misalkan pada musim panas,
starbucks akan mengeluarkan minuman dengan nuansa yang menyegarkan yang berasal dari
buah-buahan.
Tanggung jawab lingkungan dan sosial yang diterapkan oleh Starbucks bisa membuatnya
bertahan ditengah persaingan ketat. Perusahaan berupaya membeli semua kopi yang ditanam
dan diproses melalui tata cara yang benar. Namun sebelumnya mereka memastikan terlebih
dahulu apakah semuanya dilakukan dengan penuh tanggung jawab. Persaingan ketat dibidang
kopi tidak mempengaruhi kedudukan Starbucks. Meksi sudah didirikan sejak lama, namun
mereka tetap menerapkan strategi bisnis yang bisa membantu perkembangkan. Disamping itu,
pengaplikasian secara tepat menjadikannya bertahan ditengah kompetisi era globalisasi ini.
Kompetitor merupakan bagian dari usaha. Tanpa mereka bisnis tidak akan terus berinovasi dan
menelurkan ide baru untuk maju. Pun dengan Starbucks yang semakin memiliki banyak
pesaing dibidang sama. Bahkan mereka menawarkan harga lebih miring dengan promo dan
aneka ragam fasilitas lainnya. Namun demikian soal kualitas kopi, Starbucks jawaranya.
Keberhasilannya dalam membangun bisnis selama puluhan tahun hingga mengekspansi dunia
justru diikuti oleh para pesaingnya. Logo merk milik perusahaan asal AS ini bahkan juga
diadaptasi meskipun dibuat sedikit berbeda. Ada banyak yang ditiru dari Starbucks oleh
kompetitor. Hal ini justru menunjukkan bila perusahaan telah sukses membangun bisnis,
sehingga menjadikannya sebagai pioneer. Maka dalam mengidentifikasi faktor persaingan bisa
menggunakan teori kompetensi untuk menganislis keunggulannya dari segi kompetisi.