Anda di halaman 1dari 28

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Puskesmas adalah unit pelayanan kesehatan yang bertanggung jawab menyelenggarakan


pembangunan kesehatan di suatu wilayah kerja dan merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan
pemerintah yang berfungsi memberikan pelayanan kesehatan dasar bagi masyarakat. Puskesmas
berperan menyelenggarakan upaya kesehatan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan dan
kemampuan hidup sehat bagi setiap penduduk agar memperoleh derajat kesehatan yang optimal.
Dengan demikian Puskesmas berfungsi sebagai pusat penggerak pembangunan berwawasan kesehatan,
pusat pemberdayaan keluarga dan masyarakat serta pusat pelayanan kesehatan strata pertama.
Upaya kesehatan yang diselenggarakan di Puskesmas terdiri dari Upaya Kesehatan Wajib dan
Upaya Kesehatan Pengembangan. Upaya kesehatan wajib merupakan upaya kesehatan yang harus
dilaksanakan oleh seluruh puskesmas di seluruh Indonesia. Upaya ini memberikan daya ungkit paling
besar terhadap keberhasilan pembangunan kesehatan melalui pendekatan Indeks Pembangunan
Manusia ( IPM ) , serta merupakan kesepakatan global maupun nasional.
Yang termasuk dalam Upaya Kesehatan Wajib adalah Promosi Kesehatan, Kesehatan
Lingkungan, Kesehatan Ibu Anak dan Keluarga Berencana, Perbaikan Gizi Masyarakat, Pencegahan
dan Pemberantasan Penyakit Menular serta Pengobatan. Sedangkan upaya kesehatan pengembangan
adalah upaya kesehatan yang ditetapkan berdasarkan permasalahan kesehatan yang ditemukan di
wilayah kerja puskesmas serta disesuaikan dengan kemampuan puskesmas. Upaya kesehatan
pengembangan antara lain Upaya Kesehatan Sekolah, Kesehatan Olah Raga, Perkesmas, Kesehatan
Gigi dan Mulut, Kesehatan Jiwa, Kesehatan Usia Lanjut dan Pengobatan Tradisional.
Dalam menyelenggarakan upaya kesehatan wajib dan upaya kesehatan pengembangan harus
menerapkan azas penyelenggaraan puskesmas secara terpadu yaitu azas pertanggungjawaban wilayah,
pemberdayaan masyarakat , keterpaduan dan rujukan. Agar upaya kesehatan terselenggara secara
optimal, maka puskesmas harus melaksanakan kegiatan manajemen dengan baik. Manajemen
puskesmas adalah rangkaian kegiatan yang dilaksanakan secara sistematis untuk menghasilkan luaran
( output ) puskesmas secara efektif dan efisien. Kegiatan manajemen puskesmas terdiri dari
perencanaan, pelaksanaan dan pengendalian serta pengawasan dan pertanggungjawaban. Seluruh
kegiatan tersebut merupakan satu kesatuan yang saling terkait dan berkesinambungan.
Dalam rangka menyelenggarakan kegiatan puskesmas tersebut , maka Puskesmas Mangkuatana
menyusun Rencana Strategi ( Renstra ) sebagai kerangka acuan dan pedoman dalam melaksanakan
kegiatan di puskesmas guna pencapaian program, sasaran dan kegiatan selama kurun waktu 5 tahun ke
depan (2011 – 2015).
Dengan berpedoman pada renstra maka diharapkan semua kegiatan akan lebih terencana ,
lengkap dan akurat sehingga dapat mencapai target baik dalam kualitas maupun kuantitas program
kegiatan serta memenuhi kebutuhan dan harapan masyarakat pada umumnya. Penyusunan renstra ini
mengacu pada Sistem Kesehatan Nasional, Rencana Strategis Kementerian Kesehatan, Rencana
Strategis Dinas Kesehatan Prov. Sulawesi Selatan dan Rencana Strategis Dinas Kesehatan Kabupaten

Renstra Puskesmas Mangkutana Page 1


Luwu Timur. Adapun penetapan kegiatan dalam renstra didasarkan pada pemenuhan Standar Pelayanan
Minimal ( SPM ) Bidang Kesehatan.
B. Maksud dan Tujuan
Maksud
1. Menjabarkan gambaran umum dan upaya kesehatan Puskesmas Mangkutana dalam rangka
mewujudkan visi dan misi Puskesmas.
2. Mewujudkan keterpaduan arah , strategi , keselarasan program dan kegiatan sesuai dengan target
dan sasaran yang ditetapkan.
3. Sebagai kerangka acuan dalam melaksanakan operasionalisasi kegiatan Puskesmas guna
pencapaian program, sasaran dan kegiatan secara terpadu, terarah dan terukur.
4. Adanya tolok ukur sebagai bahan evaluasi kinerja tahunan program kegiatan Puskesmas
Mangkutana
Tujuan
1. Menjabarkan visi, misi, program kerja puskesmas ke dalam program kegiatan untuk periode
waktu 2011-2015
2. Memberikan pedoman bagi penyusunan rencana kerja tahunan yang dituangkan dalam
Perencanaan Tingkat Puskesmas ( PTP ).
3. Memberikan pedoman atau kerangka acuan dalam penyusunan instrument pengendalian,
pengawasan dan evaluasi program kegiatan guna pencapaian program, sasaran dan kegiatan.
C. Landasan Hukum
1. Undang – Undang Nomor 36 Tahun 2009 ,Tentang Kesehatan
2. Undang – Undang Nomor 32 Tahun 2004,Tentang Pemerintah Daerah
3. Undang – Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah
Pusat dan Pemerintah Daerah (Lembaran Negara tahun 2004 Nomor 126, tambahan Lembaran
Negara Nomor 4438).
4. Undang – Undang Nomor 28 Tahun 1999 ,tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan
Bebas Korupsi ,Kolusi dan Nepotisme
5. Inpres Nomor 7 Tahun 1999 ,tentang akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah
6. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 ,tentang Program Pembangunan Nasional
7. PP Nomor 105 Tahun 2000 tentang Pengelolaan dan Pertanggungjawaban Keuangan Daerah
8. PP Nomor 108 Tahun 2000 tentang Tata Cara Pertanggungjawaban Kepala Daerah
9. Peraturan Daerah Kabupaten Luwu Timur Nomor 13 Tahun 2010 Tentang Rencana Pembangunan
Jangka Menengah Daerah Kabupaten Luwu Timur Tahun 2011-2015
D. SISTEMATIKA PENULISAN
Adapun sistematika rencana strategis adalah sebagai berikut :
Bab I. Pendahuluan
Bab ini berisi penjelasan tentang latar belakang, maksud dan tujuan, landasan hukum
Bab II. Tugas Pokok dan Fungsi
Bab ini berisi tentang struktur organisasi , susunan kepegawaian dan kelengkapan, tugas
pokok dan fungsi Puskesmas Mangkutana serta upaya kesehatan yang dilaksanakan.
Bab III. Gambaran Pelayanan

Renstra Puskesmas Mangkutana Page 2


Bab ini berisi tentang gambaran umum puskesmas, kinerja pelayanan kesehatan (capaian
indicator SPM bidang Kesehatan ) dan status kesehatan di wilayah kerja Puskesmas
Mangkutana
Bab IV. Isu – Isu Strategis
Bab ini berisi tentang kendala eksternal, kendala internal, peluang eksternal, peluang internal
serta rumusan permasalahan strategis Puskesmas Mangkutana.
Bab V. Visi, Misi, Tujuan, Sasaran, Strategi dan Kebijakan Penyelenggaraan Pelayanan Kesehatan
Bab ini berisi tentang Visi, Misi, Sasaran, Strategi dan Kebijakan penyelenggaraan pelayanan
kesehatan untuk tahun 2011-2015.
Bab VI. Program, Kegiatan , Indikator Kinerja
Bab ini berisi tentang program, kegiatan dan indikator kinerja kegiatan berdasarkan Standar
Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan.
Bab VII. Penutup

Renstra Puskesmas Mangkutana Page 3


BAB II
TUGAS POKOK DAN FUNGSI PUSKESMAS MANGKUTANA
A. STRUKTUR ORGANISASI
Susunan Organisasi Puskemas Perawatan terdiri dari :
a. Kepala Puskesmas

b. Sub Bagian Tata Usaha

c. Pelaksana Unit Kesehatan Masyarakat

d. Pelaksana Unit Pelayanan Klinis

e. Puskesmas Pembantu
B. SUSUNAN KEPEGAWAIAN DAN KELENGKAPAN
Sumber Daya Manusia
a. Jumlah Pegawai
Jumlah seluruh Pegawai Puskesmas Mangkutana adalah 50 Orang
b. Pembiayaan Kesehatan
Untuk meningkatkan akses masyarakat miskin terhadap pelayanan kesehatan, Pemerintah telah
mengalokasikan dana untuk pembiayaan pemeliharaan kesehatan masyarakat miskin melalui Program
Jaminan Kesehatan Masyarakat ( Jamkesmas ). Jamkesmas diberikan kepada masyarakat miskin yang
masuk dalam daftar kuota yang telah diusulkan dan disahkan oleh Bupati. Jamkesmas digunakan untuk
membiayai pelayanan kesehatan yang bersifat kuratif. Sedangkan masyarakat miskin yang tidak masuk
kuota, menjadi tanggungan Bupati dan atau Pemerintah Daerah. Untuk membiayai masyarakat miskin
non kuota maka Pemerintah Kabupaten harus menyediakan anggaran melalui Jaminan Kesehatan
Masyarakat Daerah ( Jamkesda ).
Selain itu, untuk pelaksanaan kegiatan rutin di Puskesmas, Pemerintah Daerah mengalokasikan
anggaran melalui APBD yang disahkan oleh DPRD dengan rincian kegiatan yang telah ditetapkan.
Mulai tahun 2010, pemerintah pusat meluncurkan Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) yaitu Dana
dukungan / bantuan kepada pemerintah daerah dalam melaksanakan SPM Bidang Kesehatan untuk
pencapaian MDGs Bidang Kesehatan tahun 2015 melalui peningkatan kinerja Puskesmas dan
jaringannya dalam menyelenggarakan pelayanan kesehatan yang bersifat promotif dan preventif.
Pemanfaatan dana BOK di Kab. Luwu Timur telah diatur melalui Surat Keputusan Bupati Luwu Timur.
Pemerintah juga melakukan suatu terobosan dalam upaya menurunkan AKI dan AKB yang
masih tinggi melalui Jaminan Persalinan ( Jampersal ) dengan maksud untuk meningkatkan akses
masyarakat terhadap persalinan yang sehat dan aman bagi semua ibu hamil dan bersalin yang belum
memiliki jaminan pembiayaan kesehatan lainnya. Dengan program jampersal ini diharapkan bahwa
masyarakat mendapat pelayanan kesehatan secara mandiri dan berkeadilan yang mana semua ibu hamil
dan bersalin mendapat jaminan pembiayaan untuk persalinannya dan dapat memanfaatkan fasilitas
kesehatan untuk persalinannya.
Pembiayaan yang diberikan pada pelayanan kesehatan tingkat pertama ( Puskesmas ) meliputi
1. Pemeriksaan kehamilan 4 kali

2. Persalinan normal di fasilitas kesehatan


Renstra Puskesmas Mangkutana Page 4
3. Pelayanan nifas normal 3 kali termasuk KB pasca persalinan

4. Pelayanan bayi baru lahir


C. TUGAS POKOK DAN FUNGSI
Dalam Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 128 / MENKES / SK /II/ 2004 tentang
Kebijakan Dasar Pusat Kesehatan Masyarakat dinyatakan bahwa fungsi Puskesmas adalah :
1. Pusat Penggerak Pembangunan Berwawasan Kesehatan

2. Pusat Pemberdayaan Masyarakat

3. Pusat Pelayanan Kesehatan Strata Pertama


a. Pelayanan Kesehatan Perorangan

b. Pelayanan Kesehatan Masyarakat


Puskesmas mempunyai tugas pokok pelayanan, pembinaan dan pengembangan upaya
kesehatan secara paripurna kepada masyarakat di wilayah kerjanya. Untuk melaksanakan tugas pokok
tersebut , Puskesmas mempunyai fungsi :
a. Pelayanan upaya kesehatan meliputi kesejahteraan ibu dan anak, KB, perbaikan Gizi , perawatan
kesehatan masyarakat , pencegahan , pemberantasan penyakit, imunisasi, pembinaan kesehatan
lingkungan, PKM, Usaha Kesehatan Sekolah, olah raga, pengobatan termasuk pelayanan darurat
karena kecelakaan, kesehatan gigi dan mulut, laboratorium sederhana , upaya kesehatan kerja serta
usia lanjut, upaya kesehatan jiwa, mata, khusus lainnya dan pencatatan serta laporannya.
b. Pembinaan upaya kesehatan , peran serta masyarakat, koordinasi semua upaya kesehatan, sarana
pelayanan kesehatan, pelaksanaan rujukan medik, pembentukan sarana dan pembinaan teknis
kepada puskesmas pembantu, unit pelayanan kesehatan swasta serta kader pembangunan kesehatan.
c. Pengembangan upaya kesehatan dalam hal pengembangan kader di bidang kesehatan dan
pengembangan kegiatan swadaya masyarakat.
d. Pengelolaan ketatausahaan
Penjabaran tugas pokok pada masing – masing unit adalah sebagai berikut :
1. Kepala Puskesmas :

a. Memberikan pembinaan dan pengembangan upaya kesehatan secara paripurna kepada masyarakat
di wilayah kerjanya.
b. Melaksanakan pelayanan upaya kesehatan meliputi kesejahteraan ibu dan anak, KB, perbaikan
gizi, perawatan kesehatan masyarakat, pencegahan dan pemberantasan penyakit, imunisasi,
pembinaan kesehatan lingkungan, PKM, Usaha Kesehatan sekolah, Olah raga, pengobatan
termasuk pelayanan darurat karena kecelakaan, kesehatan gigi dan mulut, laboratorium
sederhana, upaya kesehatan kerja, upaya kesehatan lanjut usia, upaya kesehatan jiwa, kesehatan
mata dan pencatatan serta pelaporannya
c. Pembinaan upaya kesehatan, peran serta masyarakat, koordinasi semua upaya kesehatan, sarana
pelayanan kesehatan, pelaksanaan rujukan medik, pembentukan sarana dan pembinaan teknis
kepada puskesmas pembantu, poliklinik kesehatan desa, unit pelayanan kesehatan swasta serta
kader pembangunan kesehatan.

Renstra Puskesmas Mangkutana Page 5


d. Pengembangan upaya kesehatan dalam hal pengembangan kader pembangunan bidang kesehatan
di wilayahnya, pengembangan kegiatan swadaya masyarakat
e. Melakukan upaya pengelolaan ketatausahaan
2. Sub Bagian Tata Usaha :
a. Melaksanakan pengelolaan administrasi kepegawaian.
b. Melaksanakan penatausahaan keuangan dan akuntansi puskesmas.
c. Melaksanakan pengelolaan surat – surat dan hubungan masyarakat.
d. Melaksanakan pengelolaan perlengkapan, urusan umum dan membuat perencanaan serta
pelaporan.
e. Melaksanakan tugas kedinasan lain sesuai dengan perintah atasan untuk kelancaran pelaksanaan
tugas.
3. Pelaksana Unit Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit
a. Melaksanakan kegiatan dan usaha untuk menyelenggarakan tugas dan kebijakan sesuai dengan
rencana yang telah ditetapkan.
b. Melaksanakan kegiatan pembinaan teknis yang meliputi segala penyehatan lingkungan.
c. Melaksanakan kegiatan pembinaan yang meliputi segala usaha pelayanan dan usaha pencegahan
pemberantasan penyakit termasuk imunisasi.
d. Melaksanakan kegiatan pengawasan , perkembangan dan pemakaian alat – alat kesehatan dan
obat – obatan.
e. Melaksanakan pengawasan yang meliputi segala usaha dan kegiatan untuk pengamanan dan
pelaksanaan tugas.
f. Melaksanakan tugas kedinasan lain sesuai dengan perintah atasan untuk kelancaran pelaksanaan
tugas.
4. Pelaksana Unit Kesehatan Keluarga
a. Melaksanakan kegiatan dan usaha untuk menyelenggarakan tugas dan kebijakan sesuai dengan
rencana yang telah ditetapkan.

b. Melaksanakan kegiatan pembinaan teknis yang meliputi segala usaha pelayanan ibu dan anak dan
keluarga berencana serta lansia.

c. Melaksanakan kegiatan pembinaan yang meliputi segala usaha dan kegiatan untuk melaksanakan
pencegahan dan penanggulangan masalah gizi dalam masyarakat.

d. Melaksanakan pengawasan yang meliputi segala usaha kegiatan untuk pengamanan dan
pelaksanaan tugas.

e. Melaksanakan tugas kedinasan lain sesuai dengan perintah atasan untuk kelancaran pelaksanaan
tugas.
5. Pelaksana Unit Pemulihan Kesehatan
a. Melaksanakan kegiatan dan usaha untuk menyelenggarakan tugas dan kebijakan sesuai dengan
rencana yang telah ditetapkan.
b. Melaksanakan kegiatan pengobatan termasuk pelayanan darurat karena kecelakaan, kesehatan
gigi dan mulut.
c. Melaksanakan koordinasi kegiatan atas semua kebutuhan pelayanan medis.
Renstra Puskesmas Mangkutana Page 6
d. Melaksanakan pengawasan yang meliputi segala usaha kegiatan untuk pengamanan dan
pelaksanaan tugas.
e. Melaksanakan tugas kedinasan lain sesuai dengan perintah atasan untuk kelancaran pelaksanaan
tugas.
6. Pelaksana Unit Kesehatan Lingkungan dan Peran Serta Masyarakat
a. Melaksanakan kegiatan dan usaha untuk menyelenggarakan tugas dan kebijakan sesuai dengan
rencana yang telah ditetapkan.

b. Melaksanakan kegiatan kesehatan lingkungan , usaha kesehatan sekolah dan olah raga,
penyuluhan kesehatan masyarakat, serta perawatan kesehatan masyarakat yang meliputi segala
usaha dan kegiatan pemberian informasi kesehatan.
c. Melaksanakan kegiatan penyuluhan dan bimbingan teknis tenaga kesehatan non medis /
tradisional
d. Melaksanakan pembinaan dan pengarahan peran serta masyarakat dalam bidang kesehatan
lingkungan.
e. Melaksanakan pengawasan yang meliputi segala usaha kegiatan untuk pengamanan dan
pelaksanaan tugas.
f. Melaksanakan tugas kedinasan lain sesuai dengan perintah atasan untuk kelancaran pelaksanaan
tugas.
7. Puskesmas Pembantu
Membantu melakukan kegiatan yang dilakukan puskesmas dalam ruang lingkup wilayah yang lebih
kecil.

D. UPAYA KESEHATAN
Puskesmas bertanggung jawab menyelenggarakan upaya kesehatan perorangan dan upaya
kesehatan masyarakat , yang keduanya jika ditinjau dari sistem kesehatan nasional merupakan
pelayanan kesehatan tingkat pertama. Upaya kesehatan tersebut dikelompokkan menjadi dua
yaitu :
1. Upaya Kesehatan Wajib
Adalah upaya yang ditetapkan berdasarkan komitmen nasional, regional dan global serta
yang mempunyai daya ungkit tinggi untuk peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Upaya
kesehatan wajib ini harus diselenggarakan oleh setiap Puskesmas. Meliputi :
a. Upaya Promosi Kesehatan
b. Upaya Kesehatan Lingkungan
c. Upaya Kesehatan Ibu dan Anak serta Keluarga Berencana
d. Upaya Perbaikan Gizi Masyarakat
e. Upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Menular
f. Upaya Pengobatan
2. Upaya Kesehatan Pengembangan
Adalah upaya yang ditetapkan berdasarkan permasalahan kesehatan yang ditemukan di
masyarakat dan disesuaikan dengan kemampuan yang ada di Puskesmas Mangkutana meliputi :

Renstra Puskesmas Mangkutana Page 7


a. Upaya Kesehatan Sekolah
b. Upaya Perawatan Kesehatan Masyarakat
c. Upaya Kesehatan Indera
d. Upaya Kesehatan Gigi dan Mulut
e. Upaya Kesehatan Jiwa
f. Upaya Kesehatan Usia Lanjut

BAB III
GAMBARAN PELAYANAN PUSKESMAS MANGKUTANA

Renstra Puskesmas Mangkutana Page 8


Gambaran tentang pelayanan Puskesmas Mangkutana meliputi kondisi umum, upaya
kesehatan yang dilaksanakan, capaian kinerja dan derajat kesehatan tahun 2010 , adalah sebagai
berikut :
I. GAMBARAN UMUM
A. Kondisi Umum
Puskesmas Mangkutana berada pada wilayah Kecamatan Mangkutana yang terletak di Jalan
Kesehatan Desa Balai Kembang Kecamatan Mangkutana dengan batasan wilayah kerja sebagai
berikut :

1. Sebelah Barat : Berbatasan dengan rumah penduduk


2. Sebelah Utara : Berbatasan dengan rumah penduduk
3. Sebelah Timur : Berbatasan dengan rumah penduduk
4. Sebelah Selatan : Berbatasan dengan lahan perkebunan
B. Demografi
Wilayah kerja Puskesmas Mangkutana mencakup 8 desa dimana jumlah penduduknya diuraikan
seperti di bawah ini :

JUMLAH
NO NAMA DESA DESA
PENDUDUK

1 Balai Kembang 1.675

2 Maleku √ 2.615

3 Wonorejo √ 4.320

4 Manggala √ 816

5 Pancakarsa √ 1.401

6 Margolembo √ 4.361

7 Teromu √ 2.149

8 Kasintuwu √ 3.079

JUMLAH 20.416

Dari tabel di atas terlihat jumlah penduduk wilayah kerja Puskesmas Mangkutana di Tahun
2010 sebanyak 20.416 orang.

Jumlah Ibu hamil : 490 orang

Jumlah Ibu Nifas : 434 orang

Jumlah PUS : 3.797 orang

Jumlah peserta KB baru : 864 orang

Jumlah peserta KB aktif : 3.253 orang

Jumlah Bayi : 427 orang

Renstra Puskesmas Mangkutana Page 9


Jumlah anak balita : 1.602 orang

Jumlah usila : 1.129 orang

C. Kepadatan Penduduk

Kepadatan Penduduk di wilayah kerja Puskesmas Mangkutana Tahun 2010 rata-rata 15,72
orang/km2 dengan luas wilayah 1.298,76 km2. Kepadatan penduduk terbesar terjadi di Desa Wonorejo
yaitu 4.320 Jiwa, sedangkan kepadatan penduduk terkecil terjadi di Desa Manggala yaitu sebesar 816
jiwa.

D. Keadaan Sosial Ekonomi

Wilayah kerja Puskesmas Mangkutana merupakan daerah dataran dan sebagian kecil
perbukitan. Mayoritas masyarakatnya bermata pencaharian sebagai petani, sebagian kecil bekerja di
Pemerintahan. Keadaan sosial masyarakat hidup rukun berdampingan satu sama lain meskipun terdiri
dari masyarakat yang majemuk baik dari sisi agama, ras maupun suku.

II. KINERJA PELAYANAN KESEHATAN


Capaian indikator kinerja Puskesmas Mangkutana yang merujuk pada Standar Pelayanan
Minimal meliputi :
1. Menurunnya angka kematian ibu melahirkan per 100.000 kelahiran hidup dibawah 118 pada
tahun 2015
2. Meningkatnya persentase Ibu Bersalin yang ditolong oleh Tenaga Kesehatan terlatih mencapai
90% pada tahun 2015
3. Menurunnya angka kematian bayi per 1000 kelahiran hidup dibawah 24 pada tahun 2015
4. Menurunnya angka kematian neonatal dibawah 15 pada tahun 2015
5. Meningkatnya cakupan kunjungan neonatal lengkap mencapai 90% pada tahun 2015
6. Menurunnya angka kematian balita dibawah 17 pada tahun 2015
7. Meningkatnya persentase balitaditimbang Berat Badannya (D/S) mencapai 85% pada tahun
2015
8. Meningkatnya persentase balita gizi buruk yang mendapat perawatan mencapai 100% pada
tahun 2015
9. Meningkatnya persentase Puskesmas Rawat Inap yang mampu PONED mencapai 100% pada
tahun 2015
10. Terpenuhinya kebutuhan tenaga kesehatan stategis di Puskesmas mencapai 100% pada tahun
2015
11. Menurunnya kasus malaria (Annual Paracite Index-API dari 2 menjadi 1 per 1000 penduduk
pada tahun 2015
12. Terkendalinya prevalensi HIV pada populasi dewasa menjadi dibawah 0,5% pada tahun 2015
13. Menurunnya prevalensi Tubercolosis dibawah 224 per 100.000 penduduk pada tahun 2015
14. Menurunnya angka kesakitan DBD dibawah 51 per 100.000 penduduk pada tahun 2015
15. Meningkatnya persentase cakupan imunisasi dasar lengkap bayi usia 0-11 bulan mencapai
100% pada tahun 2015

Renstra Puskesmas Mangkutana Page 10


16. Meningkatnya persentase desa yang telah melaksanakan desa sehat mencapai 100% pada tahun
2015
17. Meningkatnya persentase penduduk yang menngunakan jamban sehat mencapai 75% pada
tahun 2015
18. Meningkatnya persentase cakupan TTU yang memenuhi syarat kesehatan mencapai 85% pada
tahun 2015
19. Meningkatnya persentase cakupan rumah yang memenuhi syarat kesehatan mencapai 85%
pada tahun 2015
20. Meningkatnya persentase penduduk stop BABS mencapai 100% pada tahun 2015
21. Meningkatnya perilaku Hidup Bersih dan Sehat pada tingkat Rumah Tangga mencapai 70%
pada tahun 2015
22. Meningkatnya jumlah kecamatan yang mempunyai tanggap darurat dalam penanganan bencana
mencapai 50% pada tahun 2015
23. Meningkatnya jumlah petugas terlath penanggulangan krisis kesehatan mencapai 50% pada
tiap kecamatan pada tahun 2015
III. STATUS KESEHATAN
Cakupan Kinerja Puskesmas Mangkutana 2010
1. Cakupan desa siaga aktif 100%
2. Cakupan rumah tangga ber-PHBS 92,85%
3. Cakupan institusi pendidikan yang dibina 100%
4. Cakupan saranan kesehatan yang dibina 100%
5. Cakupan institusi TTU yang dibina 100%
6. Cakupan institusi tempat kerja 100%
7. Cakupan bayi mendapat ASI Eksklusif 80,13%
8. Posyandu Mandiri 38,46%
9. Posyandu Purnama 50%
10. Posyandu Madya 11,54%
11. Penyuluhan Napza 6 Desa
12. Cakupan inspeksi/pembinaan sanitasi tempat pengelolaan makanan 67,36%
13. Cakupan tempat pengelolaan makanan yang dibina 100%
14. Pengawasann sanitasi tempat umum syarat 100%
15. Cakupan institusi yang dibina 100%
16. Rumah bangunan bebas jentik Aedes 99,93%
17. Pelayanan kesehatan bagi Bumil untuk kunjungan lengkap (K4) 99,16%
18. Pelayanan persalinan oleh tenaga kesehatan 98%
19. Pelayanan Nifas 101,37%
20. Pelayanan ibu hamil resiko tinggi/komplikasi 100%
21. Cakupan kunjungan Neonatus dan bayi 100%
22. Penanganan dan atau rujukan neonatus resiko tinggi 101,37%
23. Cakupan BBLR ditangani 100%
24. Kunjunagn anak balita dan pra sekolah 99,85%

Renstra Puskesmas Mangkutana Page 11


25. Pelayanan DDTK balita 100%
26. Pelayanan DDTK anak pra sekolah 99,85%
27. Pelayanan kesehatan anak sekolah dasar oleh nakes atau tenaga terlatih/guru UKS/dokter kecil
100%
28. Akseptor Kb aktif di Puskesmas (CU) 89,76%
29. Pemberian makanan pendamping ASI usia 6-24 bulan keluarga miskin 100%
30. Balita gizi buruk mendapat perawatan 100%
31. Pemberian capsul vitamin A pada balita 2 kali/tahun 99,85%
32. Pemberian tablet besi (90 tabel) pada ibu hamil 100%
33. Balita naik berat badannya 98,54%
34. Balita bawah garis merah 100%
35. Cakupan balita dengan Pneumonia yang ditangani 100%
36. Case Detection Rate (CDR) TB BTA Positif 50%
37. Cakupan Desa/Kelurahan Universal Child imunization (UCI) 100%
38. Cakupan pelayanan P2M 90%
39. Cakupan upaya pengobatan 99,72%
40. Cakupan rawat inap 78,8%
41. Upaya kesehatan Usia lanjut 53,10%
42. Upaya kesehatan mata/pencegahan kebutaan 100%
43. Upaya Kesehatan Jiwa 100%
44. Pencegahan dan penanggulangan penyakit gigi 100%
45. Perawatan kesehatan masyarakat 100%

Renstra Puskesmas Mangkutana Page 12


BAB IV
ISU – ISU STRATEGIS
A. KENDALA
Dalam melaksanakan Tugas Pokok dan Fungsi Puskesmas Mangkutana terdapat beberapa
kendala , antara lain :
1. Kendala Eksternal
a. Adanya penyakit yang berpotensi wabah dan daerah endemis penyakit
Masih ditemukannya kasus demam berdarah di wilayah Kabupaten Luwu Timur dan
mobilitas penduduk yang tinggi antar wilayah dapat mempercepat sebaran penyakit menular.
Hal ini dapat mengakibatkan angka kesakitan penyakit menular dapat meningkat misalnya
DBD, HIV/AIDS.
b. Masih rendahnya kunjungan bayi balita ke posyandu
Rendahnya kunjungan bayi balita ke posyandu mengakibatkan kurang terpantaunya status
gizi balita di desa secara keseluruhan. Hal ini dapat berakibat adanya gizi kurang yang tidak
terdeteksi dan tidak tertangani.
c. Kurangnya kesadaran masayarakat untuk ber PHBS
Perilaku masyarakat dan kesadaran masyarakat menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (
PHBS ) dengan status ekonomi menengah ke bawah masih rendah terutama kebiasaan cuci
tangan dengan sabun, kebiasaan merokok , pemberian ASI Eksklusif pada bayi dan belum
membudayanya kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk.
d. Masih rendahnya kualitas kesehatan lingkungan.
Pada beberapa desa di wilayah Puskesmas Mangkutana masih rendahnya keluarga yang
memiliki jamban sehat dan pengelolaan limbah.
f. Masih adanya budaya / mitos / kepercayaan yang menghambat program kesehatan
Misalnya persalinan tidak di sarana kesehatan, menolak imunisasi dan menolak menyusui
g. Masih sulitnya mencari kader kesehatan
Masih sulit untuk mencari kader yang dapat bekerja dengan sungguh – sungguh dan rutin dan
memahami tentang teknis pelaksanaan posyandu sehingga pelaksanaan posyandu tidak
efektif dan tidak optimal.
h. Kesadaran masyarakat terhadap pembiayaan jaminan pemeliharaan kesehatan
Kesadaran masyarakat terhadap pembiayaan jaminan pemeliharaan kesehatan secara mandiri
melalui dana sehat belum berkembang dengan baik, masih rendahnya cakupan dana sehat di
masyarakat. Pelaksanaan desa siaga belum berjalan secara mandiri, masih terus
mengandalkan Puskesmas sebagai penggerak kegiatan.
2. Kendala Internal
a. Jumlah dan kualitas tenaga kesehatan yang kurang mendukung serta jumlah tenaga
administrasi belum terpenuhi sehingga masih banyaknya rangkap tugas.
b. Petunjuk teknis pelaksanaan beberapa program kegiatan belum jelas sehingga belum
terlaksana dengan baik dan laporan kegiatan belum menghasilkan data yang akurat .

Renstra Puskesmas Mangkutana Page 13


c. Sistem Informasi Kesehatan untuk mendukung manajemen kesehatan masih belum optimal
terutama akses informasi, ketepatan, akurasi, kelengkapan yang berkaitan dengan lintas
sektor.

B. PELUANG
1. Peluang Eksternal
a. Terdapat peraturan perundangan yang terkait pelayanan kesehatan yaitu :
1. Undang – Undang Dasar 1945 pasal 34 ayat (1) mengamanatkan bahwa fakir miskin dan
anak terlantar dipelihara oleh negara, ayat (2) menyebutkan bahwa negara mengembangkan
sistem jaminan sosial bagi seluruh rakyat dan memberdayakan masyarakat yang lemah dan
tidak mampu sesuai dengan martabat kemanusiaan, ayat (3) Negara bertanggung jawab atas
penyediaan fasilitas pelayanan umum yang layak. Berkaitan dengan Undang – Undang Dasar
1945 tersebut selanjutnya dijabarkan dalam Undang – Undang Nomor 40 Tahun 2004 tentang
Sistem Jaminan Sosial Nasional ( SJSN ) pasal 14 ayat (1) menyebutkan bahwa Pemerintah
secara bertahap mendaftarkan penerima bantuan iuran sebagai peserta kepada badan
Penyelenggara Jaminan Sosial. Ayat (2) bahwa penerima bantuan iuran sebagaimana
dimaksud ayat (1) adalah fakir miskin dan orang tidak mampu. Peraturan perundangan
tersebut merupakan peluang untuk mengembangkan sistem pembiayaan pemeliharaan
kesehatan.
2. Perundangan yang terkait dengan kewenangan Pemerintah Daerah terhadap bidang kesehatan
yaitu : Undang – Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang pemerintah Daerah pasal 13 ayat (1)
e, yang menyebutkan bahwa penanganan bidang kesehatan merupakan salah satu urusan
wajib yang menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi dan Undang – Undang Nomor 33
Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah terutama
pasal 2 ayat (3), bahwa Perimbangan Keuangan antara Pemerintah dan Pemerintahan Daerah
merupakan suatu sistem yang menyeluruh dalam rangka pendanaan penyelenggaraan asas
Desentralisasi, Dekonsentrasi, dan Tugas Pembantuan. Kemudian dalam pelaksanaan kedua
undang – undang tersebut dijabarkan melalui Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2005
tentang Dana Perimbangan.
b. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 128 / MENKES / SK / II/ 2004
tentang Kebijakan Dasar Pusat Kesehatan Masyarakat sebagai acuan dalam penyelenggaraan
Puskesmas dalam mendukung penyelenggaraan pembangunan kesehatan agar terwujud derajat
kesehatan yang setinggi – tingginya.

c. Terdapat komitmen global, regional, nsional yang menyangkut masalah kesehatan, mewajibkan
pemerintah memberi perhatian terhadap pemecahan masalah kesehatan. Pembangunan
Millenium ( Millenium Development Goals – MDGs) bertujuan mengatasi delapan tantangan
utama pembangunan, tiga diantaranya adalah masalah kesehatan yaitu (1) penurunan angka
kematian anak, (2) peningkatan kesehatan ibu dan (3) Upaya menghentikan penyebaran
terhadap penyakit (khususnya HIV /AIDS, malaria, Tuberculosis dan penyakit lainnya).
Komitmen global terhadap dunia bebas penyakit polio. Badan Kesehatan Dunia (WHO,1988)
Renstra Puskesmas Mangkutana Page 14
mencanangkan program eradikasi polio ( The Global Polio Eradication initiative . Komitmen
pemerintah terhadap pembangunan kesehatan diimplementasikan pada pelaksanaan
pembangunan nasional dengan menggunakan konsep paradigma sehat yang dicanangkan oleh
Presiden RI pada bulan Maret 1999 sebagai ” Gerakan Pembangunan yang Berwawasan
Kesehatan”. Paradigma sehat merupakan cara pandang, pola pikir, atau model pembangunan
kesehatan yang melihat masalah kesehatan saling berkait dan mempengaruhi dengan banyak
faktor yang bersifat lintas sektor dan upayanya lebih diarahkan pada peningkatan, pemeliharaan
dan perlindungan kesehatan, bukan hanya penyembuhan orang sakit atau pemulihan kesehatan.
Secara makro berarti bahwa pembangunan semua sektor harus memperhatikan dampaknya di
bidang kesehatan minimal memberikan sumbangan dalam pengembangan lingkungan dan
perilaku sehat. Secara mikro berarti bahwa pembangunan kesehatan harus menekankan pada
upaya promotif dan preventif tanpa mengesampingkan upaya kuratif dan rehabilitatif.
2. Peluang Internal
a. Sarana dan prasarana pelayanan kesehatan yang semakin baik dan mencukupi.
b. Pelaksanaan upaya kesehatan yang berjalan dengan baik sesuai dengan perencanaan kegiatan
baik upaya kesehatan perorangan maupun upaya kesehatan masyarakat.
c. Ketersediaan obat yang mencukupi baik dalam jenis dan jumlahnya.
d. Terdapat berbagai sumber alokasi anggaran dalam pelaksanaan pembangunan kesehatan baik
melalui Pemerintah Kabupaten ( APBD,Jamkesda ), Pemerintah Pusat ( DAK , BOK,
Jamkesmas/Jampersal).
e. Keberadaan Pustu dan Poskesdes memberikan kemudahan masyarakat memperoleh
pelayanan kesehatan dasar.
f. Peningkatan pengelolaan manajemen Puskesmas agar penyelenggaraan berbagai upaya
kesehatan sesuai dengan visi, misi, terarah dan terukur.

C. RUMUSAN PERMASALAHAN

Dari hasil pelaksanaan pembangunan kesehatan yang telah dilaksanakan di Puskesmas, maka
permasalahan yang dihadapi Puskesmas Mangkutana adalah :
1. Kematian Ibu Hamil perlu mendapat perhatian bagi pemberi pelayanan bagi ibu hamil terutama
dalam penapisan resiko yang ada bukan saja yang berkaitan langsung dengan kehamilannya
namun juga terhadap penyakit penyerta lainnya yang diderita. Permasalahan lain yang juga
dapat berpotensi menimbulkan kematian ibu adalah perilaku dari ibu maupun lingkungan
keluarganya yang seringkali menolak bila dibutuhkan rujukan baik selama masa kehamilan,
persalinan maupun nifas.
2. Angka kesakitan dan kematian penyakit menular dan tidak menular masih tinggi. Terutama
kewaspadaan pada penduduk pendatang yang membawa penyakit DBD, malaria, HIV/AIDS.
Khusus untuk wilayah Puskesmas Maangkutana penyakit kusta masih menjadi perhatian karena
selalu ditemukan kasus baru tiap tahunnya. Disisi lain angka kesakitan dan kematian pada
beberapa penyakit tidak menular dan degeneratif seperti DM, kardiovaskular dan kanker
cenderung mengalami peningkatan.
Renstra Puskesmas Mangkutana Page 15
3. Kesadaran masyarakat khususnya ibu balita untuk menimbangkan anaknya ke Posyandu masih
sangat rendah hal ini ditunjukkan dengan masih rendahnya cakupan D/S. Rendahnya cakupan
kunjungan balita ini dapat berakibat tidak terpantaunya status gizi balita secara keseluruhan
yang dapat berdampak adanya kasus balita dengan gizi buruk maupun gizi kurang yang tidak
terdeteksi dan tidak tertangani.
4. Kualitas kesehatan lingkungan masih rendah. Cakupan rumah sehat masih rendah. Cakupan
sanitasi dasar seperti cakupan jamban keluarga, cakupan sarana pembuangan air limbah
( SPAL ) masih rendah .
5. Penerapan perilaku hidup bersih dan sehat di masyarakat masih rendah. Kebiasaan cuci tangan
dengan sabun sebelum makan dan sesudah buang air besar belum membudaya, kebiasaan
merokok masih tinggi, perilaku pemberian ASI eksklusif pada bayi masih rendah, kegiatan
Pemberantasan sarang Nyamuk secara berkala belum membudaya.
6. Sistem pembiayaan pemeliharaan kesehatan di masyarakat belum berkembang, sebagian besar
masyarakat belum memiliki jaminan kesehatan diantaranya dana sehat melalui desa siaga belum
mendapat dukungan seluruh masyarakat. Masih ditemukannya pemberian jaminan kesehatan
bagi masyarakat miskin yang belum tepat sasaran.

7. Partisipasi / peran serta masyarakat dalam pembangunan kesehatan masih rendah diantaranya
posyandu, PSN, pengembangan desa siaga belum dilaksanakan secara mandiri masih
bergantung pada Puskesmas. Motivasi masyarakat sebagai kader posyandu masih sangat rendah,
belum adanya regenerasi kader posyandu.

8. Pelaksanaan upaya promosi kesehatan belum optimal terutama yang berkaitan dengan
pelaksanaan kegiatan penyuluhan dikarenakan sarana media penyuluh yang belum memadai
sehingga kurang menarik minat masyarakat untuk mengikuti kegiatan.

BAB V
VISI, MISI ,TUJUAN, SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN
PENYELENGGARAAN PELAYANAN KESEHATAN

Renstra Puskesmas Mangkutana Page 16


A. VISI DAN MISI
Visi adalah suatu gambaran menantang tentang keadaan masa depan yang berisikan cita
dan citra yang ingin diwujudkan. Adapun Visi dari Puskesmas Mangkutana :
“ Mewujudkan Masyarakat Mangkutana Yang Sehat, Produktif, Mandiri Dalam Meningkatkan
Derajat Kesehatan”
Sedangkan Misi adalah sesuatu yang harus diemban atau dilaksanakan sebagai penjabaran
visi yang telah ditetapkan. Misi merupakan suatu pernyataan yang menetapkan tujuan organisasi
dan sasaran yang ingin dicapai.
Dalam mewujudkan Visi tersebut diatas Puskesmas Mangkutana mempunyai misi yaitu :
a. Menggerakkan masyarakat untuk berperilaku hidup bersih dan sehat
b. Menggerakkan masyarakat untuk memberdayakan tempat-tempat pelayanan dasar temasuk
posyandu.
c. Meningkatkan kemitraan lintas sektor bidang kesehatan.
d. Meningkatkan kedisiplinan kerja serta mengembangkan profesionalisme SDM untuk menunjang
derajat kesehatan.
B. TUJUAN
Tujuan akan mengarahkan perumusan sasaran, strategi, kebijakan, program dan kegiatan
dalam rangka merealisasi misi. Tujuan merupakan penjabaran atau implementasi dari pernyataan
misi. Adapun Tujuan pembangunan kesehatan yang diselenggarakan oleh Puskesmas secara umum
adalah mendukung tercapainya tujuan pembangunan kesehatan nasional yakni meningkatkan
kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang yang bertempat tinggal di
wilayah kerja Puskesmas agar terwujud derajat kesehatan yang setinggi – tingginya.
Adapun Tujuan :
1. Meningkatkan status kesehatan dan gizi masyarakat
2. Menurunnya angka kesakitan di masyarakat
3. Pemberdayaan masyarakat dan penanggulangan bencana dan krisis kesehatan
C. SASARAN
Sasaran merupakan penjabaran dari tujuan secara terukur yang akan dicapai atau dihasilkan
oleh Puskesmas Mangkutana dalam jangka waktu dua tahun terakhir. Sasaran merupakan bagian
integral dalam proses perencanaan strategis. Sasaran harus bersifat spesifik, dapat dinilai, diukur
dan menantang namun dapat dicapai.Adapun sasaran:
1. Peningkatan kesehatan ibu,anak dan balita
2. Peningkatan pelayanan kesehatan
3. Pengendalian penyakit menular dan tidak menular
4. Penyehatan lingkungan
5. Penyelenggaraan perilaku hidup bersih dan sehat pada tingkat rumah tangga
6. Petugas yang terlatih dalam penanggulangan krisis kesehatan
D. STRATEGI

Renstra Puskesmas Mangkutana Page 17


Untuk mewujudkan visi, misi, tujuan dan sasaran maka strategi yang akan dilaksanakan
pada priode 2011 – 2015 adalah sebagai berikut :
1. Menggerakkan dan memberdayakan masyarakat untuk hidup sehat
2. Meningkatkan Akses Masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang berkualitas
3. Meningkatkan sistem surveilance,monitoring dan informasi kesehatan
4. Meningkatkan pembiayaan kesehatan
F. KEBIJAKAN
Kebijakan merupakan arah yang diambil dalam menentukan bentuk program dan kegiatan
untuk mencapai tujuan pembangunan kesehatan. Kebijakan tersebut adalah :
1. Menyelenggarakan upaya kesehatan pada ibu,bayi dan balita di pelayanan kesehatan
2. Menyelenggarakan pelayanan kesehatan yang bermutu,merata dan berkeadilan
3. Menyelenggarakan pemberantasan penyakit malaria,HIV-AIDS,TB dan DBD
4. Melakukan penyelenggaraan imunisasi pada masyarakat
5. Menyelenggarakan upaya penyehatan lingkungan
6. Menyelenggarakan promosi kesehatan
7. Melakukan upaya penanggulangan penanggulangan penanganan krisis kesehatan

BAB VI

Renstra Puskesmas Mangkutana Page 18


RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN, INDIKATOR
KINERJA,KELOMPOK SASARAN DAN SUMBER PEMBIAYAAN

A. RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN

Gambaran pelaksanaan program kegiatan yang dilakukan Puskesmas Mangkutana mengacu pada
Dinas Kesehatan Luwu Timur :

Renstra Puskesmas Mangkutana Page 19


Renstra Puskesmas Mangkutana Page 20
Renstra Puskesmas Mangkutana Page 21
A. INDIKATOR KINERJA

Renstra Puskesmas Mangkutana Page 22


Tujuan dan sasaran yang ingin dicapai ini tentunya tidak terlepas dari indikator kinerja yang
ditetapkan Dinas Kesehatan Kabupaten Luwu Timur,terlampir

BAB VII
Renstra Puskesmas Mangkutana Page 23
PENUTUP

Penyusunan Rencana Strategi (Renstra ) Puskesmas Mangkutana 2011-2015 ini mengacu


pada Renstra Dinas Kesehatan Luwu Timur dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah
(RPJMD) Kabupaten Luwu Timur Tahun 2011-2015 sesuai Peraturan Daerah Kabupaten Luwu
Timur Nomor 13 Tahun 2010 dan penterjemahan Visi dan Misi Bupati dan Wakil Bupati Luwu
Timur periode 2010-2015 serta arah pembangunan bidang kesehatan dan Kementrian Kesehatan
Republik Indonesia.
Renstra ini disusun dengan tujuan agar dapat menjawab dan memfokuskan upaya
Puskesmas Mangkutana dalam menghadapi tantangan yang semakin kompleks pembangunan
kesehatan di Kabupaten Luwu Timur.
Kepada semua pihak yang telah terlibat dalam penyusunan Renstra ini baik secara
langsung maupun tidak langsung kami sampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya atas
dedikasi yang tinggi sehingga Rencana Strategis (Renstra) ini dapat diselesaikan.
Kami sadari dalam penyusunan Rencana Strategis (Renstra) Puskesmas Mangkutana
Tahun 2011-2015 ini masih sarat akan kekurangan yang ada,olehnya itu masukan yang sifatnya
konstruktif kami sangat harapkan untuk penyempurnaan renstra kedepan,karena kami yakin kita
semua punya tanggung jawab tinggal bagaimana kita menjalankan peran kita masing-masing
dalam menjalankan amanah yang ada untuk mewujudkan masyarakat masyarakat yang
sehat,mandiri dan berkeadilan.

Renstra Puskesmas Mangkutana Page 24


Renstra Puskesmas Mangkutana Page 25
Renstra Puskesmas Mangkutana Page 26
Renstra Puskesmas Mangkutana Page 27
Renstra Puskesmas Mangkutana Page 28