Anda di halaman 1dari 6

BUSINESS INTELLIGENCE

CONTOH BUSINESS INTELLIGENCE: GOJEK

Disusun Oleh Kelompok 6:

1. Michelle Bernadethe L. D. L. / 172114036 / Penyusun


2. Dionisius Gilang R. / 172114041 / Presenter
3. Chataryna Septryaningsi / 172114046 / Pengumpul
4. Fransisca Lidya Yuanita / 172114016/ Anggota
5. Lafrida Rianita / 172114027 / Anggota

PRODI AKUNTANSI

FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA

2019
 Definisi Business Intelligence

Definisi Business intelligence (BI) adalah istilah umum yang menggabungkan arsitektur, alat,
basis data, alat analisis, aplikasi, dan metodologi. Tujuan utama BI adalah untuk
memungkinkan akses interaktif ke data, untuk memungkinkan manipulasi data, dan untuk
memberikan manajer bisnis dan analis kemampuan untuk melakukan analisis yang tepat.
Dengan menganalisis data dan situasi historis dan terkini, pembuat keputusan mendapatkan
wawasan berharga yang memungkinkan mereka untuk membuat keputusan yang lebih
terinformasi dan lebih baik. Proses BI didasarkan pada transformasi data menjadi informasi,
lalu ke keputusan, dan akhirnya ke tindakan.

 Gambaran Umum Gojek

Gojek memulai perjalanannya pada tahun 2010 dengan layanan pertama kami yaitu
pemesanan ojek melalui call-center. Pada tahun 2015, Gojek berkembang pesat setelah
meluncurkan sebuah aplikasi dengan tiga layanan, yaitu: GoRide, GoSend, dan GoMart.
Sejak saat itu, laju Gojek semakin cepat dan terus beranjak hingga menjadi grup teknologi
terkemuka yang melayani jutaan pengguna di Asia Tenggara.

Tiga Pilar Gojek:

Kecepatan. Kami melayani dengan cepat, serta akan terus berkembang dan belajar dari
pengalaman.

Inovasi. Kami akan terus berkarya untuk memperbaiki layanan kami untuk senantiasa
memberikan kemudahan bagi seluruh pengguna.

Dampak Sosial. Kami konsisten dalam menciptakan dampak sosial positif kepada seluruh
pengguna Gojek.

Layanan:

Lewat aplikasi Gojek, kamu bisa mengakses lebih dari 20 layanan mulai dari transportasi,
pesan antar makanan, belanja, kirim-kirim barang, pembayaran, pijat, sampai bersih-bersih
rumah dan kendaraan. Karena Gojek adalah aplikasi dengan ragam solusi untuk setiap situasi.
 Penerapan Business Intelligence Pada Gojek Indonesia
Kevin Aluwi selaku Co-Founder & Head of Business Intelligence Gojek membahas
bagaimana Gojek memanfaatkan data untuk mengoptimalkan sistem bisnis. Salah satu yang
diimplementasikan ialah menerapkan konsep big data, hal ini dilakukan lantaran Gojek selalu
mendapatkan data dengan velocity yang sangat besar, dan harus mampu dibaca secara cepat
dan cermat.

Big data adalah kumpulan data mentah, yang dapat dianalisis secara komputasi untuk
mengungkapkan pola dan tren, terutama yang berkaitan dengan perilaku dan interaksi
manusia. Salah satu perusahaan teknologi dalam negeri yang berhasil memanfaatkan big data
adalah Gojek, penyedia layanan on-demand berbagai kebutuhan, mulai dari transportasi motor
atau mobil, antar barang, pemesanan makanan, dan lain sebagainya. Dari big data ini Gojek
bisa melihat perilaku kebiasaan pengguna mereka, dalam hal ini konsumen dan mitra
pengemudi, yang nantinya akan diolah dan dianalisis agar menjadi informasi yang berguna
untuk organisasi. Segala interaksi yang dilakukan pengguna dalam aplikasi mereka bisa
diketahui dalam big data, mulai dari tombol apa yang biasa ditekan pengguna, bagaimana alur
yang dilakukan pengguna untuk menyelesaikan pesanan, hingga bagaimana pengguna
mencari merchant favorit di GoFood.

Pada akhirnya Business Intelligence mulai menjadi divisi khusus yang fokus pada
pengolahan data secara lebih terstruktur. Kini sudah ada tim yang didedikasikan khusus
sebagai data science dan data engineer untuk tidak hanya sekedar melaporkan data yang
masuk, tapi lebih dari itu. Termasuk untuk memproyeksikan berbagai hal dengan data yang
dimiliki.

Salah satu manfaat dari penerapan business intelligence, kini Gojek dapat membuat
sebaran mitra pengemudi menjadi lebih merata. Hal ini untuk memastikan konsumen dapat
dengan cepat mendapatkan pengemudi. Kasus lama, biasanya pengemudi menggerombol di
area tertentu saja, akibatnya di area lain sering tidak ada pengemudi terdekat. Dengan data ini,
Gojek dapat menyesuaikan policy misalnya di jam-jam rame pada area tertentu, untuk
menggiring pengemudi di sana, bisa memberikan bonus khusus untuk mitra yang mengambil
pesanan dari area tersebut. Dan masih banyak skenario lain yang bisa dioptimalkan dengan
hasil pengelolaan data bisnis.
 Contoh Penerapan Business Intelligence pada Gojek saat Bulan Ramadhan

Selama bulan suci Ramadan, jutaan umat muslim menahan lapar dan haus untuk
berpuasa. Selain itu, banyak orang berusaha menjadi pribadi yang lebih baik dalam
hubungannya dengan sesama (keluarga/teman). Berbagi kepada orang yang membutuhkan
adalah salah satu cara untuk menambah amalan baik selama bulan Ramadan.

Semangat berbagi ini juga sesuai dengan salah satu misi Gojek yaitu menciptakan
dampak sosial kepada komunitas, masyarakat secara luas dan juga untuk lebih dari
300.000 driver di seluruh Indonesia. Tahun ini, Gojek berperan sebagai platform untuk
membantu mereka yang ingin menyalurkan semangat berbagi selama bulan Ramadan. Gojek
menyajikan data yang menarik untuk disimak dan dapat terlihat bahwa semangat Ramadan
tercermin dalam keseharian mereka.

1. Momen Sahur

Sahur dan berbuka puasa adalah ritual yang paling penting selama Ramadan.
Perubahan pola makan ini terlihat dari adanya pergeseran jam sibuk di GoFood. Saat
sahur, sekitar pukul 3.00 pagi jumlah pesanan GoFood naik lebih dari 450% di mana orang
sibuk memilih makanan sebelum datang waktu imsak. Bukan hanya itu perubahan yang
terjadi, karena umat Muslim berpuasa hingga sore, jam sibuk makan siang yang biasanya
pukul 12:00 hingga 1:00 siang turun lebih dari 25%.

Permintaan GoFood naik saat sahur dan berbuka, sebaliknya permintaan turun saat
makan siang.
2. GoTix Donasi

GoTix bekerja sama dengan beberapa organisasi amal di mana para pengguna
bisa memberikan donasinya dengan lebih mudah selama bulan Ramadan. Lebih dari 3.000
pengguna Gojek ikut mendonasikan lebih dari Rp100.000.000 melalui GoTix
untuk partner seperti Rumah Zakat, Yayasan Sayangi Tunas Cilik mitra Save The Children
Indonesia, WeCare.id, dan SOS Children's Village per minggu ketiga bulan Ramadan tahun
2017. Jika dibandingkan dengan donasi Ramadan tahun 2016, nilai ini meningkat lebih dari
60%.

3. Cara Baru Kirim THR


THR (Tunjangan Hari Raya) adalah tradisi unik di Indonesia untuk memberikan
hadiah berupa uang untuk satu sama lain. Tahun 2017 Gojek menemukan bahwa banyak
orang menggunakan fitur transfer melalui GoPay sebagai salah satu cara memberikan hadiah
THR kepada teman dan keluarga mereka. Gojek membandingkan aktivitas transfer dari
tanggal 29 April hingga 19 Mei 2017 (sebelum Ramadan) dengan tanggal 27 Mei hingga 16
Juni 2017, hasilnya adalah adanya kenaikan jumlah uang yang dikirim sebesar 25,7% untuk
teman dan keluarga mereka.

 Daftar Pustaka

https://www.gojek.com/about/

https://dailysocial.id/post/kevin-aluwi-ceritakan-peran-business-intelligence-dalam-bisnis-go-
jek