Anda di halaman 1dari 13

RANGKUMAN

MENYIMAK SEBAGAI SUATU KETERAMPILAN BERBAHASA


Prof. DR. Henry Guntur Tarigan
Untuk memenuhi tugas Mata Kuliah Menyimak
Dosen pengampu : M.Soleh, M.Pd

Disusun oleh :

Andi Faizal NIM : 1788201011

PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA


STKIP NU INDRAMAYU
2018
BAB SATU
A. KETERAMPILAN BERBAHASA
Keterampilan berbahasa mencakup empat segi, yaitu keterampilan meniymak, berbicara,
membaca dan menulis. Setiap keterampilan itu erat seklai hubungannya dengan keterampilan
lainnya. Berikut penjelasannya.
1. Menyimak dan Berbicara, merupakan komunikasi dua arah, komunikasi tatap muka dan
komunikasi langsung.
2. Menyimak dan Membaca, merupakan komunikasi yang bersifat reseptif (menerima
informasi dari sumber lisan dan tertulis), apresiatif dan fungsional.
3. Berbicara dan Membaca, merupakan komunikasi satu arah, tidak tatap muka dan tidak
langsung.
4. Menulis dan Berbicara, merupakan komunikasi bersifat produktif dan ekspreisf.
B. LINGUISTIK DAN GURU BAHASA
Berikut perbedaan perhatian atau pandangan ahli bahasa dengan guru bahasa mengenai
bahasa.
1. Perhatian ahli pakar tetuju pada teori unsur-unsur, sejarah, telaah, deskripsi, kesemestaan
dan cara kerja bahasa.
2. Perhatian guru bahasa tertuju pada pengajaran, pelajaran dan keterampilan bahasa,
evaluasi, tujuan, latihan, problematik dan remedi.
Walaupun pandangan dan garapan ahli pakar bahasa berbeda deengan garapan guru bahasa,
keduanya saling menunjang dan saling mengisi.

BAB DUA
1
MENYIMAK
Menyimak adalah suatu proses kegiatan mendengarkan lambang-lambang lisan dengan penuh
perhaian, pemahaman, paresiasi, serta interpretasi untuk memperoleh informasi, menangkap isi
atau pesan, serta memahami makna komunikasi yang telah disampaikan sang pembicara melalui
ujaran atau bahasa lisan.
A. Tahap-tahap Menyimak (menurut Ruth G. Strickland)

1) Menyimak berkala
2) Menyimak dangkal
3) Setengah menyimak
4) Menyimak serapan
5) Menyimak sekali-kali
6) Menyimak asosiatif
7) Menyimak dengan reaksi berkala
8) Menyimak saksama
9) Menyimak aktif
B. Ragam menyimak
1. Menyimak Ektensif
Menyimak ekstensif adalah sejenis kegiatan menyimak mengenai hal-hal umum dan lebih
terhadap suatu ujaran, tidak perlu di bawah bimbingan langsung dari seorang guru.
Tujuan menyimak ekstensif yaitu mengingat kembali bahan yang telah diketahui dalam
suatu lingkungan yang baru dengnacara yang baru dan memberi kesempatan dan
kebebasan bagi para siswa menyimak butir-butir kosa kata yang masih asing dalam ujaran
yang berbeda.
a) Menyimak sosial (sopan dan penuh perhatian)
b) Menyimak sekunder (secara kebetulan, misalnya menyimak musik yang mengiringi
tarian)
c) Menyimak estetik (misalnya menyimak puisi, musik dan lain-lain)
d) Menyimak pasif (penyerapan suatu ujaran tanpa upaya sadar)
2. Menyimak Intensif
Menymak intensif merupakan suatu kegiatan menyimak mengenai hal-hal yang jauh lebih
diawasi, dikontrol terhadap satu hal tertentu.
a) Menyimak kritis
b) Menyimak konsentratif

2
c) Menyimak kreatif
d) Menyimak ekplorasif, menyelidiki
e) Menyimak interogatif
f) Menyimak selektif (nada, bunyi, bunyi bersamaan, kata dan bentuk ketatabahasaan)
C. Tujuan Menyimak
1. Memperoleh informasi
2. Membuat hubungan antarpribadi lebih efektif
3. Mengumpulkan data agar dapat membuat keputusan yang masuk akal
4. Agar dapat memberikan responsi yang tepat
D. Proses Menyimak
Mendengar > Memahami > Menafsirkan > Menilai > Menanggapi.

BAB TIGA
SUASANA MENNYIMAK
3
A. Suasana Defnsif
Suasana defensif atau bertahan dalam menyimak akan muncul karena ujaran-ujaran yang
evaluatif, mengawasi, strategis (menyebabkan penyimak bertahan dengan pertahanan yang
bersifat strategis), netral, superior (menganggap diri lebih unggul) dan mengemukakan suatu
yang pasti dan sudah tentu.
B. Suasana Suportif
Ada enam unsur pokok penyebab suasana suportif dalam menyimak, yaitu :
1. Deskripsi
2. Orientasi permaslahan
3. Spontanitas
4. Empati
5. Ekualitas atau persamaan (hak)
6. Profesionalisme
C. Saran Praktis Meningkatkan Keterampilan menyimak
1. Bersikap secara positif
2. Bertindak reponsif
3. Cegahlah gangguan-gangguan
4. Simak dan tangkap maksud pembicara
5. Carilah tanda-tanda yang akan datang
6. Carilah rangkuman pembicara terdahulu
7. Nilailah bahan-bahan penunjang
8. Carilah petunjuk-petunjuk nonverbal
D. Upaya Menyimak Tepat Guna
1. Kembangkan kemauan menyimak

2. Menyimak lebih lama


3. Menyimak lebih sering
4. Menyimak penuh respek
5. Menyimak dengan umpan balik
6. Menyimak tanpa penilaian dan keputusan yang prematur
7. Menyimak dengan tenang dan tenggang hati
8. Menyimak secara analisis
4
9. Menyimaktanpa keadaan membela diri
10. Menyimak dengan prasangka dan stereotip yang minim
11. Menyimak tanda-tanda nonverbal dan mencari hal-hal yang tidak konsekuen
E. Kendala Menyimak Efektif
1. Keegosentrisan
2. Keengganan ikut terlibat
3. Ketakutan akan berubah
4. Keinginan menghindari pertanyaan
5. Puas terhadap peampilan eksternal
6. Pertimbangan yang prematur
7. Kebingungan semantik
F. Perilaku Menyimak
1. Menyimak Faktual
Menyimak faktual menuntut empat keterampilan khusus, yaitu :
a) Penyimak harus melibatkan diri secara total
b) Penyimak harus menguasai seni mencatat tepat guna
c) Penyimak harus mencari dan menganalisis sarana penunjang

d) Penyimak harus mencari pola organisasi dan struktur keseluruhan


2. Menyimak Empatik
Adapun tuntuan keterampilan khusus dalam menyimak empatik ini yaitu:
a) Memperhatikan isyarat-isyarat nonverbal
b) Menempatkan diri pada posisi orang lain
c) Memusatkan perhatian pada pesan, bukan pada penampilan.
G. Meningkatkan Perilaku Menyimak
1. Menerima keanehan pembicara
2. Memperbaiki sikap
3. Memperbaiki lingkungan
4. Jangan dulu memberikan penimbangan
5. Meningkatkan mutu catatan
6. Menentukan tujuan khusus
5
7. Memanfaatkan waktu secara bijaksana
8. Menyimak secara rasional
9. Berlatih menyimak materi yang sukar

BAB EMPAT
FAKTOR PEMENGARUH MENYIMAK
A. Faktor Fisik

6
Kondisi fisik misalnya, ada orang yang sukar sekali mendengar karena gizi yang
di bawah normal, sangat lelah, atau mengidap penyakit fisik sehimgga perhatiannya
dnagkal, sekilas saja, serta tingkah polanya tidak karuan.

B. Faktor pembawaan

Orang yang berpembawaan baik dapat menyesuaikan diri pada situasi dan
kondisi, sedangkan orang yang berpembawaan buruk justru sebaliknya.
C. Faktor Psikologis
Faktor ini antara lain mencakup masalah prasangka dan kurangnya simpati,
keegosentrissan, kepicikan, kebosanan dan sikap yang tidak layak.
D. Faktor Pengalaman
Pengalaman yang dimaksudkan berasal dari pembicara ataupun penyimak
E. Faktor Sikap
Pada dasarnya manusia mempunyau dua sikap, yaitu menerima dan menolak.
orang akan bersikap menerima pada hal-hal yang menarik dan menguntungkan baginya,
tetapi menolakpada hal yang tidak menarik dan tidak menguntungkan baginya. Kedua hal
ininmemberi dampak bai penyimak, masing-madsing dampak positif dan dampak negatif.
Agar anak didik tertanam dampak positif tersebut, seorang guru harus memilih bahan
simakannya. Bahan simakan yang harus disajikan seorang guru yaitu haruslah yang
menarik serta pemaparan yang baik
F. Faktor Motivasi
G. Faktor Jenis Kelamin
Perbedaan Gaya Menyimak
PRIA WANITA
Objektif Subjektif
Aktif Pasif
Keras hati Simpatik
Analisi Difusi
Rasional Sensitif
Tidak mau mundur Mudah terpengaruh
Natral Cenderung memihak
Menguasai emosi Emosional
Berdikari Reseptif
Swasembada Bergantung
7
H. Faktor Lingkungan
1. Lingkungan Fisik
2. Lingkungan Sosial

KEBIASAAN JELEK DALAM MEMYIMAK


1. Menyimak lompat tiga
2. Menyimak “saya dapat fakta”
3. Noda ketulian emosional
4. Menyimak supersensitif
5. Menolak suatu objek secara gegabah
6. Mebgkritik cara dan gaya pembicara
7. Menghindari penjelasan sulit
8. Memberi perhatian semu
9. Mennyerah pada gangguan
10. Menyimak dengan pensil dsan kertas di tangan
MASALAH MENYIMAK YANG HARUS DIATASI
1. Memprasangkai pembicara
2. Pura-pura menaruh perhatian
3. Kebingungan
4. Pertimbangan prematur
5. Catatan tidak tepat guna
6. Hanya menyimak fakta
7. Melamun
8. Bereaksi secar a emosional

BAB LIMA
ANEKA SITUASI PELIBAT MENYIMAK
A. Menyimak Dalam Kehidupan

8
Pada tahun 1929, Paul T. Rankin menyatakan bahwa manusia mempergunakan
waktu berkomunikasi mereka pada saat jaga/bangun sebagai berikut:
Menulis 9%
Membaca 16%
Berbicara 30%
Menyimak 45%

Meskipun keterampilan menyimak lebih dominan digunakan, seorang penyimak


juga sering melakukan kegiatan menyimak yang jelek. Berikut mereka yang tergolong
penyimak jelek (poor listeners) adalah:

1) Mereka yang terlalu banyak mencatat

2) Mereka yang todak sanggup mengatasi gangguan

3) Mereka yang berjiwa argumentatif

4) Mereka yang berpura-pura menarik perhatian

5) Mereka yang kurang menaruh perhatian pada materi yang dibicarakan dosen.

B. Simakan yang perlu disimak dengan serius

Simakan yang perlu disimak dengan serius antara lain petunjuk, keterangan,
pengumuman, percakapan, diskusi, laporan, radio, televisi dan telepon.

C. Aneka Alasan Menyimak

1) Ingin mempelajari sesuatu

2) Inigin memikat hati orang lain

3) Ingin menjadi orang sopan santun

4) Ingin mencari uang

5) Ingin memperoleh keuntungan

6) Ingin menghilangkan rasa bosan

7) Ingin mengadakan komparasi (perbandingan)

BABENAM

MENINGKATKAN DAYA SIMAK

A. Aneka pengalaman audio permertinggi kemampuan menyimak


9
1. Menyimak pad guru saat guru menerangkan

2. Menyimak siswa lain saat mengemukakan pendapat, bertanya, diskusi dan lain-lain.

3. Menghadiri ceramah, kuliah,seminar dan lain-lain.

B. Aneka Kegiatan Peningkat Daya Simak

1) Memahami maksud pembicara

2) Menghindari ketergesa-gesaan

3) Memahami maksud sendiri

4) Memperhatikan perbedaan pemakaian bahasa

5) Menyadari prasangka sendiri

6) Memahami prasangka pembicara

7) Memeriksa fakta-faktsa pembicara

8) Menyimak sampai selesai

9) Memanfaatkan waktu menyimak dengan sebaik-baiknya.

BAB TUJUH

MEMILIH BAHAN SIMAKAN YANG MENARIK PERHATIAN

A. Doulog dan Dialog

10
Duolog adalah komunikasi lisansatu arah, sedangkan dialog adalah komunikasi
liosan dua arah. Namun kerap kali orang beranggapan bahwa dalam dialog, yang
terpentingitu adalah pembicara. Mereka lupa atyau tidak memahami sekali bahwa
komunikasi lisan merupakan kegiatan atau transaksi dua arah. Meskipun pada
hakikatnya, menyimak adalah suautu peneerimaan yang aktif terhadap informasi
lisan. Selain itu, menyimak juga merupakan sebuah perilaku.

B. Hakikat Perhatian

Menyimak tidak lepas dari sebuah perhatian. Perhatian adalah proses


penyeleksian sebuah stimulus yang penting dari berbagai ragam stimuli bagi
seseorang pada suatu saat tertentu. Perbedaannya, menyimak bersifat elektif,
ssedangkan perhatian bersifat selektif.

Faktor-faktor perhatian

1. Konsentrasi mental, mengonsenrasikan diri pada tugas mental dan mencakup


masukan stimulus yang akan berbaur dengan penampilan.

2. Kewaspadaan, melihat jam atau waktu.

3. Selektivitas

4. Pencarian dan pemeriksaan

5. Aktif atau giat

6. Penataan diri

C. Bahan simakan yang Menarik Perhatian

1. Tema harus up-to-date

2. Tema terarah dann sederhana

3. Tema dapat menambah pengalaman dan pemahaman

4. Tema bersifat sugestif dan evaluatif, dapat menggugah serta merangsang


penyimak untuk berbuat, bertindak dan berkata.

5. Tema bersifat motivatif

6. Pembicaraan harus dapat menghibur

7. Bahasa sederhana mudah dimengerti

8. Komunikasi dua arah

11
12