Anda di halaman 1dari 7

BORANG HASIL DISKUSI 3

PROBLEM BASED LEARNING


Kelas/ Kelompok :2
Topik : Konsep Etik Dan Moral Dalam Konsep Keperawatan

1. Anggi Yudhi Lestari (1906428291)


2. Devy Dwiwanti (1906428322)
3. Dyah Tri Handayani (1906428336)
4. Fitri Indriyani Putri (1906428360)
5. Juju Juariah (1906428
6. Paulus Mandiara ( 1906428474 )
7. Puji Lestari (1906428480)
8. Rosalina (1906428
9. Yunita Sari (1906428562)

Masalah
Bagaimana pandangan secara etik dan moral keperawatan terkait penggunaan hand phone
saat melakukan pelayanan kepada pasien?

Hipotesis
Pandangan etik dan moral keperawatan dalam penggunaan hand phone dapat
mengganggu pelayanan keperawatan

Analisis Masalah

1. Apa yang dimaksud dengan etika dan moral dalam keperawatan?


2. Apa tahapan perkembangan moral ?
3. Bagaimana penerapan moral di dalam masyarakat?
4. Apa masalah moral dalam praktek keperawatan?
5. Bagaiama keuntungan dan kerugian penggunaan hand phone dalam pelayanan
keperawatan?
6. Apa saja teori etik?
7. Sebutkan tujuan kode etik?
8. Apa saja tipe tipe etik?
9. Bagaimana prinsip prinsip etik?

Hal baru yang perlu dipelajari Hal lama yang perlu dipelajari
1. Keuntungan dan kerugian 1. Etika dan moral keperawataan
penggunaan handphone dalam 2. Tahapan perkembangan moral
pelayanan keperawatan 3. Penerapan moral di dalam
2. Teori etik masyarakat
3. Tujuan kode etik
4. Tipe-tipe etik
5. Prinsip-prinsip etik
Materi yang perlu dipelajari Yang bertugas Yang bertugas
1. Apa yang dimaksud dengan etika dan Yunita
moral dalam keperawatan?
2. Apa tahapan perkembangan moral ? Rosalina
3. Bagaimana penerapan moral di dalam Puji
masyarakat?
4. Apa masalah moral dalam praktek Paulus
keperawatan?
5. Bagaiama keuntungan dan kerugian Juju
penggunaan hand phone dalam
pelayanan keperawatan?
6. Apa saja teori etik dan tujuan kode Fitri
etik?
7. Sebutkan factor factor apa saja yang Dyah
mempengaruhi pelayanan
keperawatan terkait etik dan moral?
8. Apa saja tipe tipe etik? Devy
9. Bagaimana prinsip prinsip etik? Anggi

Keterangan: Paraf Fasilitator

1. Seluruh anggota menyetujui isi borang

2. Borang diparaf fasilitator setelah diperiksa kebenarannya

3. Borang diserahkan ke Fasilitator dan dikumpulkkan oleh pengelola


Laporan Tugas Mandiri

Dyah Tri Handayani

NPM (1906428335)

Kelas Ekstensi 2019

PENDAHULUAN

Pelayanan kesehatan dengan mutu yang baik seringkali sulit untuk diterapkan. Karena dalam
pelayanan kesehatan terdapat beberapa factor yang mempengaruhi yaitu fakotr kesadaran,
factor aturan, factor organisasi, factor empati, factor kemampuan dan ketrampilan dan factor
sarana dan prasarana pelayanan. Kelima factor tersebut saling menunjang satu sama lain.

FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PELAYANAN KESEHATAN

A. Faktor Kesadaran
Kesadaran petugas dalam memberikan pelayanan serta kemampuan merreka untuk
meyakinkan masyarakat terhadap kompetensi dan kredibilitas yang dimiliki menjadi
jaminan dalam upaya untuk mengetahui kualitas pelayanan kesehatan. Berikut
merupakan beberapa contoh dari factor kesadaran :
1. Petugas jujur dalam hal pelayanan
2. Petugas selalu melaksanakan pelayanan secara tuntas dan menyeluruh
3. Petugas bertindak ramah dan sopan dalam melayani
4. Arti keberadaan puskesmas bagi pasien
5. Kemampuan petugas melakukan komunikasi yang efektif
6. Kemampuan petugas dalam memberikan pengobatan yang tepat
B. Faktor Aturan
Proses pemberian pelayanan public pada dasarnya harus dilakukan sesuai dengan
prinsip-prinsip atau ketentuan administrasi organisasi yang benar dan telah ditetapkan.
Faktor aturan merupakan kemampuan untuk menyelenggarakan pelayanan yang
dijanjikan secara konsisten dan akurat. Berikut merupakan beberapa contoh dari
factor aturan :
1. Petugas tanggap terhadap keluhan pasien
2. Proses waktu layanan pendaftaran yang cepat
3. Proses waktu layanan pengobatan yang cepat
4. Kemudahan layanan informasi
5. Petugas selalu siap sedia saat diperlukan
6. Pengetahuan dan ketrampilan pegawai dalam memberikan layanan

C. Faktor Organisasi
Organisasi yang dimaksud adalah organisasi puskesmas dalam memberikan pelayanan
kepada masyarakat, yaitu mengorganisir fungsi pelayanan dengan baik dalam struktur
maupun mekanismenya yang akan berperan dengan baik dalam mutu dan kelancarran
pekerjaan dalam upaya untuk mengetahui kualitas pelayanan kesehatan.
1. Kelengakapan struktur organisasi
2. Ketersediaan standar operasional prosedur dalam melakukan pelayanan
3. Kesesuaian visi dan misi organisasi sesuai dengan jati diri organisasi
4. Prestasi yang diperoleh
5. Mampun berkontribusi bagi masyarakat
D. Faktor Empati
Kemudahan dan kejelasan dalam memberikan pelayanan sesuai dengan kebutuhan
masing-masing masyarakat merupakan hal yang penting. Empati menyangkut
pemberian pelayanan yang baik kepada pelanggan dalam hal ini keramahan, sopan
santu dan kesabaran dalam memberikan pelayanan. Faktor empati dalam upaya untuk
mengetahui kualitas pelayanan kesehatan. Berikut merupakan beberapa contoh dari
factor empati yaitu :
1. Petugas memberikan pelayanan dengan tulus
2. Petugas mampu memberikan citra dan kesan yang baik
3. Petugas bersikap adil dan tidak membeda-bedakan
4. Perhatian petugas secara khusus kepada pasien
5. Mendengarkan dengan seksama keluhan-keluhan pasien
6. Kesediaan meminta maaf
E. Faktor Kemampuan dan Ketrampilan
Dalam pemberian pelayanan kepada masyarakat petugas pelayanan seharusnya
memiliki kesediaan untuk membantu masyarakat dengan menyediakan pelayanan
yang cocok seperti yang mereka harapkan. Ketidakjelasan prosedur serta membiarkan
pelanggan menunggu lama tanpa alasan yang jelas dapat menyebabkan persepsi yang
negative terhadap kualitas pelayanan public.
Berikut beberapa contoh yang merupakan factor kemampuan dan ketrampilan yaitu :
1. Kemampuan petugas medis untuk cepat tanggap melayani pasien
2. Pelayanan instansi mudah dan tidak berbelit-belit
3. Petugas mampu memberikan pelayanan dengan baik
4. Tindakan segera petugas dalam menyelesaikan masalah
5. Petugas memberikan informasi yang jelas dan mudah dimengerti
F. Faktor Sarana dan Prasarana Pelayanan
Usaha pemberian pelayanan yang baik oleh penyedia layanan harus didukung oleh
fasilitas baik fisik maupun non fisik. Pemenuhan kebutuhan dalam pelayanan public
seharusnya ditanganin oleh tenaga ahli sehingga pelayanan yang diberikan benar-
benar memberikan pemenuhan terhadap apa yang dibutuhkan oleh pengguna layanan.
Selain itu juga untuk menunjang pelayanan dibutuhkan juga fasilitas fisik. Berikut
beberapa contoh yang merupakan factor sarana dan prasarana yaitu :
1. Lokasi puskesmas mudah dijangkau
2. Kerapihan dan kebersihan penampilan petugas
3. Ketersediaan ruang tunggu yang bersiha dan nyaman
4. Ketersediaan ruangan pemeriksaan yang memadai
5. Ketersediaan fasilitas pemeriksaan dan perawatan

KESIMPULAN

Untuk memberikan pelayanan kesehatan yang baik, diperlukan kelima factor tersebut untuk
saling menunjang satu sama lainnya. Bila factor pelayanan kesehatan di kaitkan dengan etik
dan moral, yang paling berkaitan langsung adalah pada factor kesadaran, factor empati dan
factor kemampuan dan ketrampilan, karena yang diperluakan peran utama dari petugas
kesehatan.

DAFTAR PUSTAKA

Hidayat, A. (2008). Konsep Dasar Keperawatan. Jakarta : Salemba Medika.

Kandou, R.E., (2012). Faktor-Faktor Penentu Kualitas Pelayanan Kesehatan., 11-15.


ETIK DAN MORAL DALAM PENGGUNAAN HANPHONE

Dalam dunia kesehatan terutama keperawatan, handphone menjadi suatu hal yang
dapat membantu berjalannya komunikasi antar perawat, atau perawat dengan tenaga
kesehatan lain. Hal ini bisa mengefisiensi pekerjaan-pekerjaan perawat dalam hal
komunikasi, dokumentasi, atau mencari sumber valid untuk ilmu pengetahuan. Tetapi dibalik
banyaknya hal positif yang didapat dari sebuah penggunaan handphone oleh perawat saat
bertugas, hal ini juga menimbulkan sebuah problematika, dimana perawat
menggunakan handphone untuk hal-hal diluar kepentingan tugasnya sebagai
perawat. Penggunaan handphone oleh perawat untuk chatting dengan teman atau keluarga,
untuk berbelanja online, atau bahkan untuk selfie telah menjadi kasus yang diperbincangkan
oleh masyarakat dan para ahli di bidang keperawatan. Hal ini menjadikan adanya
problematika etik dan moral dalam penggunaan handphone tersebut, karena di satu sisi
memberikan banyak keuntungan, sedangkan di sisi lain, banyak hal-hal negatif yang akan
timbul bagi perawat maupun keadaan pasien.

Pengertian etik dan moral merupakan suatu hal yg berbeda. Etik dapat diartikan
sebagai standar perilaku moral yang diharapkan dari sebuah kelompok tertentu, dimana
standar tersebut dideskripsikan pada kode etik profesional suatu kelompok (Berman,
2016). Etika keperawatan dikaitkan dengan hubungan antar masyarakat dengan karakter serta
sikap perawat terhadap orang lain (Potter dan Perry, 1997). Etika keperawatan merujuk pada
standar etik yang menentukan dan menuntun perawat dalam praktek sehari-hari (Fry, 1994).
Sedangkan moral, dapat dikategorikan sebagai sebuah aturan, dimana tindakan yang
dilakukan dapat dinilai sebagai hal yang benar atau salah.

Pada penelitian yang dilakukan oleh Alvernia University ini menyebutkan bahwa sebuah
survey yang dilakukan pada rumah sakit besar yang tersebar di London menemukan bahwa
53,2% perawat menggunakan handphone mereka untuk membantu dalam kebutuhan klinik.

Di negara Amerika yang sudah melakukan penelitian , dibahas bahwa hal tersebut bisa
membuat perawat melanggar kode etik keperawatan Amerika dan peraturan keamanan rumah
sakit. Hal ini semakin mendukung bahwa penggunaan handphone oleh perawat saat bekerja
dan untuk menyimpan data keadaan pasien secara spesifik di medical apps tidak dianjurkan,
karena hal tersebut memicu bocornya data dan cybercriminal.
Menurut jurnal yang ditulis oleh McBride, LeVasseur, dan Li pada tahun 2015 menyebutkan
bahwa banyak perawat di rumah sakit menggunakan handphone untuk keperluan non-klinik
seperti untuk mengirim pesan kepada keluarga dan teman, pada saat sedang menjalankan
tugas sebagai tenaga medis. Hal-hal diluar kepentingan yang dilakukan perawat
dengan handphone mereka adalah mengirim pesan, membaca berita, shopping, dan
bermain games. Mengirim pesan menjadi alasan terbesar mengapa mereka menggunakan
handphone saat bekerja klinik.

Menurut saya untuk mengatasi problematika tersebut, agar penggunaan handphone bisa
efektif dan efisien perawat perlu mengikuti dilakukan sosialisasi tentang kebijakan
penggunaan handphone. Sejauh mana perawat dapat menggunakan handphone dalam
aktivitasi memberikan pelayanan kesehatan. Bila kebijakan sudah jelas, artinya perawat
sudah mengetahui konsekuensi apa yang akan didapatkan bila melanggar kebijakan yang
sudah di tetapkan.

Daftar Pustaka

Alvernia University. (2016). Ethical Issues in Nursing: The Impact of Smartphones on Patient
Care. Retrieved 2019, from Alvernia University:

Audrey Berman, S. (2016). Kozier & Erb's Fundamentals of Nursing: Concepts, Practice, and
Process-Tenth Edition. New Jersey: Pearson.

Perry, P. &. (1997). Fundamental of Nursing Concept: Buku Ajar Fundamental Keperawatan.
Volume 1. Edisi 4. United States of America: Mosby.