Anda di halaman 1dari 5

Penyakit

Bronkitis adalah suatu penyakit yang ditandai adanya dilatasi (ektasis) bronkus lokal yang bersifat
patologis dan berjalan kronik. Perubahan bronkus tersebut disebabkan oleh perubahan dalam
dinding bronkus berupa destruksi elemen elastis dan otot polos bronkus.
Bronkus yang terkena biasanya bronkus kecil (medium side), sedangakan bronkus besar jarang
terjadi. Bronkitis dan emfisiema paru sering terdapat bersamaan pada seorang pasien dalam
keadaan lanjut, penyakit ini sering menyebabkan obstruksi saluran nafas yang menetap yang
dinamakn kronik obstruksi pulmonary disease.

Bronkhitis ditandai dengan adanya inflamsi pada pembuluh bronkus,trakea dan bronchial. Inflamsi
menyebabkan bengkak pada permukaannya, mempersempit ruang pembuluh dan menimbulkan
sekresi dari cairan inflamsi.

Bronchitis juga ditandai dengan adanya dilatasi (pelebaran) pada bronkus local yang
bersifat patologis.dilatasi bronkus disebabkan oleh perubahan dalam dinding bronkus berupa
destruksi elemen –elemen elastic dan otot-otot polos bronkus . pada umumnya bronkus
berukuran kecil yang diserang. Hal ini dapat menghalangi aliran udara ke paru-paru dan dapt
merusaknya.
Secara klinis para ahli mengartikan bronchitis sebagai suatu penyakit atau gangguan
respiratorik dengan batuk merupakan gejala utama dan dominan . ini berati bahwa bronchitis
bukan merupakan penyakit berdiri sendiri melainkan dari berbagai penyakit lain juga.
Definisi bronchitis menurut beberpa sumber adalah hipersekresi mukus dan batuk
produktif kronis berulang ulang minimal selam3 bulan pertahun atau paling sedikit 2 tahun
berturut turut pada pasien yang diketahui tidak terdapatpenyebab lain.

Patofisiologi

Penemuan patologis dari bronchitis adalah hipertropi dari kelenjar mukosa bronchus dan
peningkatan sejumlah sel goblet disertai dengan infiltrasi sel radang dan ini mengakibatkan gejala
khas yaitu batuk produktif. Batuk kronik yang disertai peningkatan sekresi bronkus tampaknya
mempengaruhi bronchiolus yang kecil – kecil sedemikian rupa sampai bronchioles tersebut rusak
dan dindingnya melebar.
Faktor etiologi utama adalah merokok dan polusi udara lain yang biasa terdapat pada
daerah industri. Polusi tersebut dapat memperlambat aktifitas silia dan pagositosis, sehingga
timbunan mukus meningkat sedangkan mekanisme pertahanannya sendiri melemah. Mukus
yang berlebihan terjadi akibat displasia. Sel – sel penghasil mukus di bronkhus. Selain itu,
silia yang melapisi bronkus mengalami kelumpuhan atau disfungsional serta metaplasia.
Perubahan – perubahan pada sel – sel penghasil mukus dan sel – sel silia ini
mengganggu sistem eskalator mukosiliaris dan menyebabkan penumpukan mukus dalam
jumlah besar yang sulit dikeluarkan dari saluran nafas
1. Rokok
Menurut buku Report of the WHO Expert Comite on Smoking Control, rokok
adalah penyebab utama timbulnya bronchitis. Terdapat hubungan yang erat antara
merokok dan penurunan VEP (volume ekspirasi paksa) 1 detik. Secara patologis rokok
berhubungan dengan hiperplasia kelenjar mukus bronkus dan metaplasia skuamus epitel
saluran pernafasan juga dapat menyebabkan bronkostriksi akut.
2. Infeksi
Eksaserbasi bronchitis disangka paling sering diawali dengan infeksi virus yang
kemudian menyebabkan infeksi sekunder bakteri. Bakteri yang diisolasi paling banyak
adalah Hemophilus influenza dan streptococcus pneumonie
3. Polusi
Polusi tidak begitu besar pengaruhnya sebagai faktor penyebab, tetapi bila
ditambah merokok resiko akan lebih tinggi. Zat – zat kimia dapat juga menyebabkan
bronchitis adalah zat – zat pereduksi seperti O2, zat – zat pengoksida seperti N2O,
hidrokarbon, aldehid, ozon.
4. Keturunan
Belum diketahui secara jelas apakah faktor keturunan berperan atau tidak, kecuali
pada penderita defisiensi alfa – 1 – antitripsin yang merupakan suatu problem, dimana
kelainan ini diturunkan secara autosom resesif. Kerja enzim ini menetralisir enzim
proteolitik yang sering dikeluarkan pada peradangan dan merusak jaringan, termasuk
jaringan paru.
5. Faktor sosial ekonomi
Kematian pada bronchitis ternyata lebih banyak pada golongan sosial ekonomi
rendah, mungkin disebabkan faktor lingkungan dan ekonomi yang lebih jelek.

Tanaman herbal

Thyme (Thymus vulgaris) adalah tanaman rempah keluarga tanaman mint Lamiaceae asal
Mesir yang saat ini banyak digunakan sebagai obat herbal dan ditemukan pada hidangan
Eropa, Portugis, Turki, dan Timur Tengah. Selain itu, banyak digunakan oleh orang Yunani
sebagai obat herbal.
Thyme merupakan salah satu tanaman herbal yang cukup dikenal di dunia. Belakangan,
tanaman yang termasuk jenis rempah daun ini banyak dibudidayakan di Indonesia.

Thyme memiliki daun kecil yang berbentuk oval dan tangkai kecil dengan aroma yang khas
dan mengandung banyak minyak esensial yang bermanfaat untuk kesehatan. Dalam dunia
pengobatan, minyak esensialnya digunakan nya biasanya digunakan untuk aromaterapi,
mengatasi luka, dan mencegah infeksi.

Khasiat secara empiris

Penduduk mesir sudah menggunakan daun tyhme sebagai obat herbal khususnya sebagai obat
bronkitis. Minyak esensial thyme yang diperoleh dari daunnya sering digunakan sebagai obat
batuk alami. Dalam suatu studi, kombinasi daun thyme dan daun ivy membantu meringankan
batuk dan gejala lain seperti bronkitis akut.

Mekanisme kerja

Kemanjuran tanaman thyme sebagian besar bergantung pada efek antimikroba. Hal ini dikarenakan
kandungan minyak atsiri tanaman. Minyak atsiri memberikan efek antibakteri yang kuat (pada
patogen Gram-positif dan Gram-negatif), efek antivirus dan antijamur pada beberapa strain (mis.
Staphyloccus aureus yang resisten metisilin, Klebsiella pneumoniae, Streptococcus pneumoniae,
Streptococcus pyoniae, Streptococcus pyogenic, Candida albicton sp. dan Herpes simpleks). Bahkan
uap minyak dari tumbuhan ini sangat efektif melawan patogen dalam saluran pernapasan.
Aktivitasnya terutama dikaitkan dengan senyawa timol dan carvacrol.

Ekstrak cair dari tanaman meringankan kontraksi trakea pada tikus yang diinduksi secara
eksperimental. Hal ini disebabkan oleh efek agononistik dari beta-2-adrenoreseptor. Flavonoid juga
berperan dalam efek ini, yaitu dengan melalui penghambatan ketersediaan Ca2 + untuk kontraksi
otot. Selain itu, dalam percobaan pada hewan, ekstrak thyme meningkatkan transportasi silia di
saluran pernapasan.

Pembuktian literatur

Berdasaran jurnal natural product communication “Thymus ciliatus – The Highest Thymol
Containing Essential Oil of the Genus” Vol 4 No 9 2009
Sebagian besar aktivitas biologis
Spesies thymus berhubungan dengan jenis utamanya
konstituen, yaitu timol dan carvacrol sebagai obat tradisional untuk bronkitis, paru-paru
infeksi, flu, batuk dan gastrointestinal
gangguan.
Berikut adalah tabel kandungan senyawa berdasarkan literatur yang membuktikan bahwa tanaman
thyme memang berkhasiat sebagai obat bronkitis.
Kesimpulan

Jadi, dapat disimpulkan bahwa tanaman thyme secara empiris maupun secara ilmiah terbukti
sebagai obat bronkitis, hal ini dikarenakan thyme memiliki kandungan senyawa Carvacrol,
Timol, P-cymene, Gamma-terpinen, Terpinen-4-ol yang memberi efek antibakteri dan
sangat efektif dalam melawan patogen dalam saluran pernapasan.

Tanaman Senyawa Mekanisme Efek klinis Efek Kontra Intera literatur


aktif samping indikasi ksi
obat
Thyme  Carvacrol  Efek Sebagai Dapat Hipersensitivit - Csupor,
 Timol antibakteri bronkodilator terjadi as terhadap 2015
 P-cymene dan gangguan thyme, luka
 Gamma- perlawanan lambung, terbuka,
terpinen terhadap resiko cedera kulit
 Terpinen- patogen laringosp besar,
4-ol dalam asme penyakit kulit
 Flavonoid saluran akut, demam
(apigenin, pernapasan. tinggi, infeksi
naringenin  meringanka berat,
, luteolin n kontraksi gangguan
dan trakea yang sirkulasi parah
thymonin) disebabkan dan
oleh efek insufisiensi
agononistik jantung
dari beta-2-
adrenoresep
tor.
Flavonoid
juga
berperan
dalam efek
ini, yaitu
dengan
melalui
penghambat
an
ketersediaan
Ca2 + untuk
kontraksi
otot