Anda di halaman 1dari 51

KOPERASI DAN UKM

OLEH : ALI AMIN KALAU, SE., M.Si

MODUL PEMBELAJARAN
PROGRAM DILUAR DOMISILI
BAB 1
• PENGERTIAN,ASAS & PRINSIP-PRINSIP

DESKRIPSI SINGKAT
Pada bab pertama atau bab pendahuluan ini akan dibahas mengenai pengertian,
asas dan prinsip-prinsip koperasi dimana pada bagian ini menjadi dasar yang
penting, untuk dipahami. Bab ini dan seterusnya akan lebih menfokuskan pada
pengertian koperasi dari berbagai padangan para ahli dan juga undang-undang
koperasi itu sendiri, termasuk juga prinsip-prinsip dan asas koperasi.

CAPAIAN PEMBELAJARAN MATA KULIAH


Setelah mengikuti bab ini, di harapkan mahasiswa mampu memahami pengertian,
dan mengetahui gambaran secara keseluruhan mengenai berbagai hal yang terkait
dengan landasan, asas , sendi dasar dan prinsip-prinsip koperasi.

INDIKATOR

1. Mampu memahami pengertian umum koperasi.


2. Mampu memahami landasan koperasi Indonesia.
3. Mampu memahami asas dan sendi dasar koperasi.
4. Mampu memahami ruang lingkup ekonomi koperasi.

PENGERTIAN UMUM KOPERASI

Pengertian koperasi berasal dari bagasa inggris cooperation yang berarti


usaha bersama. Dengan katan lain berarti segala pekerjaan yang dilakukan
secara bersama-sama sebernarnya dapat disebut sebagai koperasi. Namun
demikian yang dimaksud dengan koperasi di sini adalah suatu bentuk peraturan dan
tujuan tertentu pula, perusahaan yang didirikan oleh orang orang teretentu, yang
melakukan kegiatan-kegiatan tertentu.
1. Muhammad Hatta (1994)

koperasi didirikan sebagai persekutuan kaum lemah


untuk membela keperluan hidupnya. Mencapai keperluan hidupn
y a d e n g a n o n g k o s y a n g semurah & murahnya, itulah yang dituju.
Pada koperasi didahulukan keperluan bersama bukan keuntungan.

2. . I L O ( d i k u t i p o l e h E d i l i u s d a n / S u d a r s o n o , 1 9 9 3 )

Koperasi ialah suatu kumpulan orang, biasanya yang memilki


kemampuan ekonomi terbatas, yang melalui suatu bentuk
organisasi perusahaan yang diawasi scara demokratis.

3. Dr. 1. Mladenata, di dalam bukunya “histoire Desdactrines Cooperative”

Mengemukakan bahwa koperasi terdiri atas produsen


produsen yang bergabung secara sukarela untuk mencapai tujuan bersama
dengan saling bertukar jasa secara kolektif dan menanggung resiko
bersama, dengan mengerjakan sumber & sumber yang disumbangkan oleh
anggota.

4. H . E . E r d m a n d a l a m b u k u n y a “ P a s s i n g M o n o p o l y a s a n a i m
of Cooperative”

B a h w a koperasi ialah usaha bersama, merupakan badan hokum, anggota


ialah pemilik dan yangmenggunakan jasanya dan mengembalikan semua
penerimaan di atas biayanya kepadaanggota sesuai dengan transaksi yang
mereka jalankan dengan koperasi.
Bila dirinci dari definisi tersebut, maka beberapa pokok pikiran sebagai berikut :

1. Koperasi adalah suatu perkumpulan yang didirikan oleh orang-orang yang


memiliki kemampuan ekonomi terbatas, yang bertujuan untuk
memperjuangkan peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat.
2. Melayani anggoa yang macam pelayanannya sesuai dengan macam
koperasi.
3. Bentuk kerjasama di dalam organisasi koperasi bersifat terbuka dan sukarela.
4. Masing-masing anggiota koperasi mempunyai hak dan kewajiban yang sama.
5. Masing-masing anggota koperasi berkewajiban unruk mengembangkan serta
mengawasi jalannya kopersi.
6. Resiko dan keuntungan koperasi ditanggung dan dibagi secara adil.

Pengertian Koperasi di Indonesia

Dasar hukum keberadaan koperasi di Indonesia adalah Pasal 33


UUD 1945 dan UU No. 25 tahun 1992 tentang perkopeasian. Dalam
penjelasan pasal 33 ayat (1) UUD 1945 antara lain dikemukakan bahwa :

“Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas


kekeluargaan dan ayat (4) dikemukakan bahwa “perekonomian nasional
diselenggarakan berdasar atas demokrasi ekonomi dengan prinsip kebersamaan,
efisiensi,berkeadilan, berkelanjutan, berwawasan lingkungan, kemandirian, serta
dengan menjaga keseimbangan”.

Sedangkan menurut pasal 1 UU No.25/1992, yang dimaksud


dengan koperasi di Indonesia adalah :

'”badan usaha yang beranggotakan orang seseorang atau badan hokum


koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip ko
p e r a s i s e k a l i g u s sebagai gerakan ekonomi rakyat yang beradasar atas asas
kekeluargaan.”
LANDASAN KOPERASI INDONESIA

Landasan koperasi Merupakan pedoman dalam menentukan arah,


tujuan,peran serta kedudukan koperasi terhadap pelau-pelaku ekonomi
lainnya di dalam sistem perekonomian Indonesia. D a l a m UU No.
25/1992tentang pokok-pokok perkoperasian, koperasi indonesia
mempunyai landasan sebagai berikut :
(a) landasan idiil, sesuai dengan bab II UU No. 25/1992,
landasan idiil koperasi adalah Pancasila dan
(b) landasan struktural ialah Undang-undang Dasar 1945.
ASAS KOPERASI

Karena itu menurut pasal 5, Bagian 3 UU no. 12 Tahun 1967, maka Azas
Koperasi Indonesia adalah Kekeluargaan dan Kegotongroyongan.

1. Dengan azas kekeluargaan telah mencerminkan adanya kesadaran dari budi


hati nurani manusia untuk mengerjakan segala sesuatu dalam Koperasi oleh
semua untuk semua, di bawah pimpinan penguru serta pemiikan dari para
anggota atas dasar keadilan dan kebenaran serta keberanian berkorban bagi
kepentingan bersama.
2. Dengan azas kegotongroyongan berarti bahwa pada Koperasi tersebut
telah terdapat keinsyafan dan kesadaran semangat kerja sama dan tanggung
jawab bersama terhadap akibat dari karya, yang dalam hal ini bertitik berat
pada kepentingan kebahagiaan bersama, ringan sama dijinjing berat sama
dipikul. Dengan demikian maka kedudukan Koperasi akan kuat dan
pelaksanaan kerjanya akan lancar karena para anggotanya dukung-
mendukung dan dengan penuh kegairahan kerja dan tanggungjawab
berjuang mencapai tujuan koperasi.

Azas kekeluargaan dan kegotong royongan itu merupakan faham yang


dinamis, artinya timbul dari semangat yang tinggi untuk secara bekerjasama dan
tanggungjawab bersama berjuang menyukseskan tercapainya segala sesuatu yang
menjadi cita-cita dan tujuan bersama dan berjuang secara manunggal untuk
mengatasi/menanggulangi resiko yang diderita koperasinya sebagai akibat
usahanya untuk kepentingan bersama.

Gotong-royong merupakan sifat kepribadian bangsa kita yang asli, dan


lazimnya terdapat dalam masyarakat yang gemeinshaftlich (erat rasa
persaudaraannya). Gotong royong ini tampak pada waktu-waktu tertentu untuk
tujuan tertentu, misalnya pada waktu orang mengadakan peralatan, pembangunan
rumah, semua orang di lingkungan desanya akan turut bekerja secara bahu-
membahu tanpa mengharapkan imbalan/diberi upah sedikit pun juga. Apabila
pekerjaan itu telah selesai, maka selesai pulalah gotong-royong tersebut, baik yang
dibantu maupun yang membantu masing-masing merasa puas. Adapaun
kegotongroyongan yang teratur dan terorganisasi, yang artinya kegotongroyongan
ini dilakukan oleh semua anggota demi kepentingan mereka masing-masing, tidak
akan bubar/dibubarkan walau tujuan Koperasi telah tercapai, melainkan akan terus
berlangsung selama Koperasi tidak dibubarkan..

PRINSIP PRINSIP KOPERASI

Sendi-sendi dasar Koperasi Indonesiayang telah ditentukan dalam pasal 6,


Bagian 4 UU no. 12 Tahun 1967, adalah sebagai berikut
a. Sifat keanggotaannya sukarela dan terbuka untuk setiap warga negara
Indonesia.
b. Rapat anggota merupakan kekuasaan tertinggi sebagai pencerminan demokrasi
dalam Koperasi.
c. Pembagian sisa hasil usaha diatur menurut jasa masing-masing anggota.
d. Adanya pembatasan bunga atas modal.
e. Mengembangkan kesejahteraan anggota khususnya dan masyarakat pada
umum.
f. Usaha dan ketatalaksanaannya bersifat terbuka.
g. Swadaya, swakerta dan swasembada sebagai pencerminan daripada prinsip
dasar: percaya pada diri sendiri

RUANG LINGKUP EKONOMI KOPERASI

Badan usaha koperasi dimiliki oleh anggota yang meupakan pemakai jasa
(user), fakta ini membedakan koperasi dengan badan usaha bentuk lain yang
pemiliknya pada dasarnya adalah para penanam modal. Koperasi adalah badan
usaha yang beranggotakan orang-seorang ataubadan hukum koperasi dengan
melandaskan kegiatannya berdasarlan prinsip-prinsip koperasi sekaligus sebagai
gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan atas asas kekeluargaan (UU No. 25
Tahun 1992). Misalnya Koperasi Unit Desa (KUD), Koperasi Simpan Pinjam,
Koperasi Pelajar, Koperasi Mahasiswa, Koperasi Pegawai Negeri (KPN), dan
Koperasi Pasar.

KESIMPULAN
Dasar hukum keberadaan koperasi di Indonesia adalah pasal 33 UUD 1945
dan UU No. 25 tahun 1992 tentang perkoperasian. Dlam penjelasan pasal 33 ayat
(1) UUD 1945 antara lain dikemukakan bahwa : “Perekonomian disusun sebagai
usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan” dan ayat (4) dikemukakan naha
“Perekonomian nasional diselenggarakan berdasar atas demokrasi ekonomi dengan
prinsip kebersamaan, efisiensi, berkeadilan, berkelanjtan, berwawasan lingkungsn,
kemandirian, serta dengan menjaga keseimbangan”,
Koperasi di Indonesia mempunyai landasan sebagai berikut : Landasan Idiil
dan landasan struktural, Asas koperasi berdasarkan pasal 2 UU No. 25/1992,
ditetapkan sebagai asas koperasi ialah “Kekeluargaan”.

TUGAS

1. Jelaskan pengertian koperasi dari beberapa ahli !

2. Jelaskan landasan, asas dan tujuan koperasi !

3. Jelaskan prinsip-prinsip koperasi Indonesia menurut UU No. 12/1976 dan UU

No. 25/1992. !

DAFTAR PUSTAKA

1. Dr. Subandi,M.M, 2015, Ekonomi Koperasi,Bandung : Penerbit Alfabeta.


2. Undang-undang Koperasi , Nomor 25 Tahun 1992.
BAB 2
• SEJARAH PERKEMBANGAN KOPERASI

DESKRIPSI SINGKAT
Pada bab ke dua ini akan dibahas mengenai sejarah perkembangnan koperasi baik
secara internasional yang diawali dengan adanya revolusi industri di inggris, maupun
sejarah perkembangan koperasi secara nasional mulai dari jaman Belanda hingga
sekarang.

CAPAIAN PEMBELAJARAN MATA KULIAH


Setelah mengikuti bab ini, di harapkan mahasiswa mampu memahami dan
mengenal sejarah pertumbuhan, perkembangan dan perjuangan koperasi sejak
zaman penjajahan sampai sekarang.

INDIKATOR

1. Mampu memahami dampak revolusi industri terhadap pemikiran koperasi


2. Mampu memahami sejarah perkembanagan koperasi dunia.
3. Mampu memahami sejarah perkembangan koperasi Asia dan Indonesia.

DAMPAK REVOLUSI INDUSTRI TERHADAP PEMIKIRAN KOPERASI

Ada beberapa pendapat yang diberikan oleh masyarakat terhadap akibat


dari revolusi industri. Ada yang memberikan tanggapan positif, tetapi ada pula yang
memberikan tanggapan negatif, terutama yang menyangku dampaknya terhadap
kehidupan masyarakat golongan bawah.

A. Dampak Positif

1. Lebih mudah memproduksi suatu barang. Keterampilan tangan para pekerja


sudah tidak lagi dibutuhkan, karena sebahagian besar pekerjaan mereka
sudah bisa dilakukan oleh mesin, sehingga produksi suatu barang lebih
efisien.
2. Transportasi menjadi lebih mudah dan cepat, karena sudah mengenal adanya
tenaga mesin,\. Jadi tak perlu menggunakan hewan kerbau, sapi, dan keledai
yang memakan waktu sangat lama untuk berperian ke suatu tempat.
3. Muncu kota-kota industri lainnya. Revolusi industri yang awalnya dilakukan
Inggris memberikan contoh bagi kota-kota lain untuk juga melakukan revolusi
industri.
4. Memberikan suatu pengaruh yang mendunia dan terasa manfaatnya hingga
sekarang. Tidak dapat dibayangkan bagaimana keadaan dunia sekarang
apabila tidak dilakukannya revolusi industri, boleh dikatakan mulai dari
bangun tidur sampai mau tidur lagi kita tidak bisa terlepas dari hasil revolusi
industri.

B. Dampak Negatif

1. Para petani banyak yang kehilangan mata pencahariannya, karena semua


produksi telah dilakukan di pabrik-pabrik di kota besar, dan banyak pemilik
tanah yang mereka garap menjual tanahnya untuk menanam modal di sentra
industri.
2. Hal itu menyebeb betambahnya tingkat pengangguran kemiskinan,dantudak
kriminal yang merajalela. Sehingga penjara menjadi penuh sesak oleh orang
orang jahat.
3. Terjadi urbanisasi besar-besaran, banyak sekali petani yamg telah kehilangan
mata pecaharianya datang ke kota untuk mencari pekerjaan di pabrik-pabrik
atau santra indusrti lainnya hal ini tentu memperburuk kaada di kota,
penggunaan msin tentu mengurangi kebutuhan akan tenaga buruh, jadi
mereka yang datang darai desa rela menukar tenaganya dengan upah yang
sangat kecil demi mendapatkan pekerjaan. Dengan begitu, bantak di antara
mereka menjalani kehidupan di kota dengan kondisi tidak layak baik dalam
hal pemukima mapun kesehatan.
4. Perbedaan lapisan antara pengusaha pabrik yang kaya dan buruh pabrik
yang miskin, makin lama makin bertambah besar ; kebencian kelas seringkli
menimbulkan kerusuhan-kerusuhan dan pemberontakan yang mengakibatkan
pertumpahan darah.
5. Harga mesin yang sangat maal bagi juru gilda yang akan menyebabkan
hanya kapasitassaja yang akan membelinya, sehingga mendorong banyak
pertumbuhan perusahan-perusahan
6. Polusi air,udara, dan tanah.pembangunan pabrik-pabrik di kota besar
menimbulkan limbah yang tidak terkendali, sehingga membuat kota menjadi
kotor.
7. Bisa menyebabkan seseorang menjadi athies. Bantak orang yang mulaintidak
percaya tuhan karena mereka merasa segala kebutuhan hidupnya dapat di
penuhi sendiri denan mesin yang mereka ciptakan.

Itulah dampak dampak yang di timbulkan dari revolusi industri. Tidak dapat
di pungkiri kalau revolusi industri sngat bermanfaat hingga sekarang, walaupun itu
juga melahirkan dampak buruk,seharusnya semua itu bisa di atasi dengan
pengelolahan yang benar.

SEJARAH PERKEMBANGAN KOPERASI DUNIA

Pada dasarnya koperasi adalah institusi (lembaga) yang tumbuh atas dasar
solidaritas tradisional dan kerjasama antar individu, yang pernah berkembang sejak
awal sejarah manusia sampai pada awal Revolusi Industri, yaitu di Eropa pada
pertengahan abad ke-18 dan awal abad ke-19. Lembaga ini sering disebut sebagai
Koperasi Historis atau Koperasi Pra-Industri. Penerapan sistem kapitalis di eropa
membuat buruh merasa tertindas dan untuk membebaskan penderitaan mereka
bersepakat untuk membentuk koperasi. Pada awalnya pertumbuhan koperasi
memang tidak dapat dipisahkan dengan gerakan sosialis, hal ini disebabkan kuatnya
pengaruh pemikiran sosialis dalam perkembangan koperasi.

Sejarah Singkat Koperasi di beberapa Negara - Negara Eropa.


1. Perkembangan Koperasi di Inggris.

Penderitaan yang dialami oleh kaum buruh di berbagai negara di eropa


pada awal abad ke -19 di alami pula oleh para pendiri Koperasi konsumsi di
Rochdale, Inggris, pada tahun 1844. Pada mulanya Koperasi Rochdale memang
hanya bergerak dalam usaha kebutuhan konsumsi. Tapi kemudian mereka mulai
mengembangkan sayapnya dengan melakukan usaha-usaha produktif. Dengan
berpegangan pada asas-asas Rochdale, para pelopor Koperasi Rochdale
mengembangkan toko kecil mereka itu menjadi usaha yang mampu mendirikan
pabrik, menyediakan perumahan bagi para anggotanya, serta menyelenggarakan
pendidikan untuk meningkatkan pengetahuan anggota dan pengurus Koperasi.
Menyusul keberhasilan Koperasi Rochdale, pada tahun 1852 telah berdiri sekitar
100 Koperasi Konsumsi di Inggris. Sebagaimana Koperasi Rochdale, Koperasi-
koperasi ini pada umumnya didirikan oleh para konsumen.

Dalam rangka lebih memperkuat gerakan Koperasi, pada tahun 1862,


Koperasikoperasi konsumsmi di Inggris menyatukan diri menjadi pusat Koperas
i Pembelian dengan nama The Cooperative Whole-sale Society, disingkat C. W. S.
Pada tahun 1945, C. W. S. telah memiliki sekkitar 200 buah pabrik dan tempat
usaha dengan 9.000 pekerja,yang perputaran modalnya mencapai 55.000.000
poundsterling. Sedangkan pada tahun1950, jumlah anggota Koperasi di seluruh
wilayah Inggris telah berjumlah lebih dari 11.000.000 orang dari sekitar
50.000.000 orang penduduk Inggris.

2. Perkembangan Koperasi di Perancis.


Perancis dan perkembangan industri telah menimbulkan kemiskkinan dan
penderitaan bagi rakyat Perancis. Berkat dorongan pelopor-pelopor mereka
seperti Charles Forier, Louis Blanc, serta Ferdinand Lasalle, yang menyadari
perlunya perbaikan
nasib rakyat, para pengusaha kecil di Perancis berhasil membangun Koperasi-
koperasi yang bergerak dibidang produksi. Dewasa ini di Perancis terdapat
gabungan Koperasi konsumsi nasional Perancis (Federation Nationale Dess
Cooperative de Consommation), dengan jumlah koperasi yang tergabung sebanyak
476 buah. Jumlah anggotanya mencapai 3.460.000 orang, dan toko yang di miliki
berjumlah 9.900 buah dengan perputaran modal sebesar 3.600 milyar franc/tahun.
3. Perkembangan Koperasi di Jerman.

Sekitar tahun 1848, saat inggris dan perancis telah mencapai kemajuan,
muncul seorang pelopor yang bernama F.W. Raiffeisen, walikota di Flammersfield ia
menganjurkan agar kaum petani menyatukan diri dalam perkumpulan simpan
pinjam.
Setelah melalui beberapa rintangan, akhirnya Raiffesien dapat mendirikan
Koperasi dengan pedoman kerja sebagai berikut :

 Anggota Koperasi wajib menyimpan sejumlah uang


 Uang simpanan boleh dikeluarkan sebagai pinjaman dengan membayar
bunga.
 Usaha Koperasi mula-mula dibatasi pada desa setempat agar
tercapai kerjasama yang erat.
 Pengurusan Koperasi diselenggarakan oleh anggota yang dipilih tanpa
mendapatkan upah.
 Keuntungan yang diperoleh digunakan untuk membantu kesejahteraan
masyarakat

Pelopor Koperasi lainnya dari Jerman ialah seorang hakim bernama H.


Schulze yang berasal dari kota Delitzcsh. Pada tahun 1849 ia mempelopori
pendirian Koperasi simpan-pinjam yang bergerak di daerah perkotaan.
Pedoman kerja Koperasi simpan-pinjam Schulze adalah :

1. Uang simpanan sebagai modal kerja Koperasi dikumpulkan dari anggota.


2. Wilayah kerjanya didaerah perkotaan.
3. Pengurus Koperasi dipilih dan diberi upah atas pekerjaannya.
4. Pinjaman bersifat jangka pendek.
5. Keuntungan yang diperoleh dari bunga pinjaman dibagikan kepada anggota.

5. Perkembangan Koperasi di Denmark.

Jumlah anggota Koperasi di Denmark meliputi sekitar 30% dari seluruh


penduduk. Denmark. Hampir sepertiga penduduk pedesaan Denmark yang
berusia antara 18 s/d 30 tahun balajar di perguruan tinggi.
Dalam perkembangannya, tidak hanya hasil-hasil pertanian yang didistribusikan
melalui Koperasi, melainkan meliputi pula barang-barang kebutuhan sector
pertanian itu sendiri. Selain itu, di Denmark juga berkembang
Koperasi konsumsi. Koperasi-koperasi konsumsi ini kebanyak didirikan oleh
serikat-serikat pekerja di daerah perkotaan.

6. Perkembangn Koperasi di Swedia.

Salah seorang pelopor Koperasi yang cukup terkemuka dari Swedia


bernama Albin Johansen. Salah satu tindakannya yang cukup spektakuler adalah
menasionalisasikan perusahaan penyaringan minyak bumi yang menurut
pendapatnya, dapat dikelola dengan cara yang tidak kalah efisiennya oleh Koperasi.
Pada tahun 1911 gerakan Koperasi di Swedia berhasil mengalahkan kekuatan
perusahaan besar. Pada tahun 1926 Koperasi berhasil menghancurkan monopoli
penjualan tepung terigu yang dimilikki perusahan swasta. Pada akhir tahun 1949,
jumlah Koperasi di Swedia tercatat sebanyak 674 buah dengan sekitar 7.500 cabang
dan jumlah anggota hampir satu juta keluarga. Rahasia keberhasilan Koperasi-
koperasi Swedia adalah berkat program pendidikan yang disusun secara teratur dan
pendidikan orang dewasa di Sekolah Tinggi Rakyat (Folk High School), serta
lingkaran studi dalam pendidikan luar sekolah. Koperasi Pusat Penjualan Swedia
(Cooperative Forbundet), mensponsori program-program pendidikan yang meliputi
400 jenis kursus teknis yang diberikan kepada karyawan dan pengurus Koperasi.

7. Perkembangan Koperasi di Amerika Serikat.

Koperasi pertama yang berdiri di Amerika Serikat adalah The Philadelphia.


Contributionship From Lose By Fire. Semacam asuransi kebakaran. Berikutnya
berdiri koperasi pengairan yang mengurus irigasi pertanian. Dan pada tahun 1880
berdiri koperasi-koperasi pertanian yang besar (History and Performance of Inkopkar
1995). Sementara itu, di Amerika Serikat, selama bertahun-tahun juga telah
berkembang perkumpulan simpan pinjam yang dikenal dengan nama Credit Union,
berkat anjuran Alphonso Desjardin (1854- 1921). Perkembangan yang pesat usaha
simpan pinjam melalui “bank rakyat ” mendorong Alphonso berpikir akan perlunya
landasan hukum bagi usaha tersebut.Atasusaha keras Alphonso bersama temannya
Edward A Filene (1860-1913), pada tahun 1909, lahirlah undang-undang pertama
tentang koperasi Simpan pinjam di Massachussets. Dalam perkembangannya,
undang-undang tentang koperasi simpan pinjam itu juga mulai melebar ke New
Hampshire.Koperasi simpan pinjam tersebut selanjutnya menjadi model atau teladan
bagi seluruh koperasi simpan pinjam di Amerika Serikat, bahkan sampai ke Kanada.

SEJARAH PERKEMBANGAN KOPERASI ASIA

Gbr. 1 Salah satu bentuk perkeumpulan organisasi koperasi.

1. Perkembangan Koperasi di Jepang.

Koperasi pertama kali berdiri di Negara ini pada tahun 1900 (33 tahun
sesudah pembaharuan oleh Kaisar Meiji), atau bersamaan waktunya dengan
pelaksanaan Undang-undang Koperasi Industri Kerajinan. Cikal bakal kelahiran
Koperasi di Jepang mulai muncul ketika perekonomian uang mulai dikenal oleh
masyarakat pedalaman. Gerakan Koperasi pertanian mengalami kemajuan yang
sangat pesat sejak tahun 1930-an, khususnya ketika penduduk Jepanng
menghadapi krisis ekonomi yang melanda dunia dalam periode 1933. Di Jepang ada
dua bentuk Koperasi pertania. Yang pertama disebut Koperasi Pertanian Umum.
Koperasi ini bekerja atas dasar serba usaha, misalnya menyelenggarakan usaha
pemasaran hasil pertanian, menyediakan kredit untuk usaha perasuransian,
pemberian bimbingan dan penyuluhan pertanian bagi usaha tani. Bentuk Koperasi
yang lain disebut Koperasi Khusus. Koperasi ini hanya menyelenggarakan satu jenis
usaha seperti Koperasi buah, Koperasi daging ternak, Koperasi bunga-bungaan dan
sebagainya. Pada umumnya Koperasi-koperasi pertanian di Jepang
menyelenggarakan bentuk usaha Koperasi yang pertama.
2. Perkembangan Koperasi di Korea.

Perkembangan Koperasi di Korea, khususnya Koperasi pedesaan, dimulai


pada awal abad ke-20. Di Korea ada dua organisasi pedesaan yang melayani
kebutuhan kredit petani, yakni Bank Pertanian Korea dan Koperasi Pertanian. Pada
tahun 1961dalam rangka pelaksanaan Undang-undang Koperasi pertanian yang
baru, Bank Pertanian Korea dan Koperasi Pertanian digabungkan menjadi satu
dengan nama Gabungan Koperasi Pertanian Nasional (National Agricultural
Cooperative Federation), disingkat NACF. Gabungan ini bekerja atas dasar prinsip-
prinsip Koperasi yang modern dan melakukan kerjanya atas dasar serba usaha
(Multipurpose). NACF bertugas mengembangkan sector pertanian, meningkatkan
peran ekonomi dan sosial petani, serta menyelenggarakan usaha-usaha
peningkatan budaya rakyat.

SEJARAH PERKEMBANGAN KOPERASI DI INDONESIA

Sejarah singkat gerakan koperasi bermula pada abad ke-20 yang pada

umumnya merupakan hasil dari usaha yang tidak spontan dan tidak dilakukan oleh

orang-orang yang sangat kaya. Koperasi tumbuh dari kalangan rakyat, ketika

penderitaan dalam lapangan ekonomi dan sosial yang ditimbulkan oleh

sistem kapitalisme semakin memuncak. Beberapa orang yang penghidupannya

sederhana dengan kemampuan ekonomi terbatas, terdorong oleh penderitaan dan

beban ekonomi yang sama, secara spontan mempersatukan diri untuk menolong

dirinya sendiri dan manusia sesamanya.

1. Zaman Belanda

Pada tahun 1896 seorang Pamong Praja Patih R.Aria Wiria

Atmaja diPurwokerto mendirikan sebuah Bank untuk para pegawai negeri

(priyayi). Ia terdorong oleh keinginannya untuk menolong para pegawai yang makin
menderita karena terjerat oleh lintah darat yang memberikan pinjaman dengan

bunga yang tinggi. Maksud Patih tersebut untuk mendirikan koperasi kredit model

seperti di Jerman. Cita-cita semangat tersebut selanjutnya diteruskan oleh De

Wolffvan Westerrode, seorang asisten residen Belanda. De Wolffvan Westerrode

sewaktu cuti berhasil mengunjungi Jerman dan menganjurkan akan mengubah Bank

Pertolongan Tabungan yang sudah ada menjadi Bank Pertolongan, Tabungan dan

Pertanian. Selain pegawai negeri juga para petani perlu dibantu karena mereka

makin menderita karena tekanan para pengijon. Ia juga menganjurkan

mengubah Bank tersebut menjadi koperasi. Di samping itu ia pun mendirikan

lumbung-lumbung desa yang menganjurkan para petani menyimpan pada pada

musim panen dan memberikan pertolongan pinjaman padi pada musim paceklik. Ia

pun berusaha menjadikan lumbung-lumbung itu menjadi Koperasi Kredit Padi.

Tetapi Pemerintah Belanda pada waktu itu berpendirian lain. Bank Pertolongan,

Tabungan dan Pertanian dan Lumbung Desa tidak dijadikan Koperasi tetapi

Pemerintah Belanda membentuk lumbung-lumbung desa baru, bank –bank Desa

, rumah gadai dan Centrale Kas yang kemudian menjadi Bank Rakyat Indonesia

(BRI). Semua itu adalah badan usaha Pemerntah dan dipimpin oleh orang-orang

Pemerintah.

Pada zaman Belanda pembentuk koperasi belum dapat terlaksana karena :

1. Belum ada instansi pemerintah ataupun badan non pemerintah yang

memberikan penerangan dan penyuluhan tentang koperasi.

2. Belum ada Undang-Undang yang mengatur kehidupan koperasi.


3. Pemerintah jajahan sendiri masih ragu-ragu menganjurkan koperasi karena

pertimbangan politik, khawatir koperasi itu akan digunakan oleh kaum politik

untuk tujuan yang membahayakan pemerintah jajahan itu.

Pada tahun 1908, Budi Utomo yang didirikan oleh Dr. Sutomo memberikan

peranan bagi gerakan koperasi untuk memperbaiki kehidupan rakyat. Pada tahun

1915 dibuat peraturan Verordening op de Cooperatieve Vereeniging, dan pada

tahun 1927 Regeling Inlandschhe Cooperatieve.

Pada tahun 1927 dibentuk Serikat Dagang Islam, yang bertujuan untuk

memperjuangkan kedudukan ekonomi pengusah-pengusaha pribumi. Kemudian

pada tahun 1929, berdiri Partai Nasional Indonesia yang memperjuangkan

penyebarluasan semangat koperasi.

2. Zaman Jepang

Namun, pada tahun 1933 keluar UU yang mirip UU no. 431 sehingga mematikan

usaha koperasi untuk yang kedua kalinya. Pada tahun 1942 Jepang menduduki

Indonesia. Jepang lalu mendirikan koperasi kumiyai. Awalnya koperasi ini berjalan

mulus. Namun fungsinya berubah drastis dan menjadi alat Jepang untuk mengeruk

keuntungan, dan menyengsarakan rakyat Indonesia.

3. Koperasi di Indonesia setelah merdeka

Pada tanggal 12 Juli 1947, dibentuk SOKRI (Sentral Organisasi Koperasi Rakyat

Indonesia) dalam Kongres Koperasi Indonesia I di Tasikmalaya, sekaligus

ditetapkannya sebagai Hari Koperasi Indonesia.


Pada tahun 1960 dengan Inpres no.2, koperasi ditugaskan sebagai badan

penggerak yang menyalurkan bahan pokok bagi rakyat. Dengan inpres no.3,

pendidikan koperasi di Indonesia ditingkatkan baik secara resmi di sekolah-sekolah,

maupun dengan cara informal melalui siaran media masa,dll yang dapat

memberikan informasi serta menumbuhkan semangat berkoperasi bagi rakyat.

Lalu pada tahun 1961, dibentuk Kesatuan Organisasi Koperasi Seluruh Indonesia

(KOKSI).Pada tanggal 2-10 Agustus 1965, diadakan (Musyawarah Nasional

Koperasi) MUNASKOP II yang mengesahkan Undang-Undang koperasi no.14 tahun

1965 di Jakarta.

4. Koperasi di Indonesia pada zaman orde baru hingga sekarang

Berikut beberapa kejadian perkembangan koperasi di Indonesia pada zaman orde

baru hingga sekarang :

1. Pada tanggal 18 Desember 1967, Presiden Soeharto mensahkan Undang-

Undang koperasi no.12 tahun 1967 sebagai pengganti Undang-

Undang no.14 tahun 1965.

2. Pada tahun 1969, disahkan Badan Hukum terhadap badan kesatuan Gerakan

Koperasi Indonesia (GERKOPIN).

3. Lalu pada tanggal 9 Februari 1970, dibubarkannya GERKOPIN dan sebagai

penggantinya dibentuk Dewan Koperasi Indonesia (DEKOPIN).

4. Dan pada tanggal 21 Oktober 1992, disahkan Undang-Undang no.25 tahun 1992

tentang perkoperasian, undang-undang ini merupakan landasan yang kokoh bagi

koperasi Indonesia di masa yang akan datang. Masuk tahun 2000an hingga

sekarang perkembangan koperasi di Indonesia cenderung jalan di tempat.


KESIMPULAN

Gerakan koperasi dunia di mulai pada pertengahan abad 18 dan awal abad 19 di

inggris. Lembaga tersebut sering di di sebut “KOPERASIPRAINDUSTRI” . sejarah

perkembanganya berawal dar munculanya revolusi industry di inggris tahun 1770

yang mengantikan tenaga manusia dengan mesin-mesin industy yang berdampak

pada semakin besarnya pengangguran hingga revolusi prancis tahun 1789 yang

awalnya ingin menumbngkan kekuasaan raja yang feodalistik ternyata memunculkan

hegemoni baru oleh kaum kapasitas.

Di indonesia, ide-ide perkoperasian diperkenalkan pertama kali oleh patih di

purwokerto,jawa tengah,R aria wiraatmadja yang pada tahun 1896 mendirikan

sebuah bank untuk betgawai negri. Cita cita semangat tersebut selanjutnya di

teruskan oleh De wolffvan westerrode.

TUGAS

DAFTAR PUSTAKA

BAB 3
• FUNGSI DAN PENGGOLONGAN KOPERASI

DESKRIPSI SINGKAT
Pada bab ketiga ini akan dibahas mengenai pengertian, asas dan prinsip-prinsip
koperasi dimana pada bagian ini menjadi dasar yang penting, untuk dipahami. Bab
ini dan seterusnya akan lebih menfokuskan pada pengertian koperasi dari berbagai
padangan para ahli dan juga undang-undang koperasi itu sendiri, termasuk juga
prinsip-prinsip dan asas koperasi.

CAPAIAN PEMBELAJARAN MATA KULIAH


Setelah mengikuti bab ini, di harapkan mahasiswa mampu memahami pengertian,
asas dan prinsip-prinsip koperasi.

INDIKATOR

1. Mampu memahami dan mengidentifikasi fungsi dan peran koperasi.


2. Mampu memahami dan mengidentifikasi penggolongan koperasi.
3. Mampu memahami latar belakang pendirian koperasi.

FUNGSI DAN PERAN KOPERASI

1. Beberapa pandangan mengenai fungsi koperasi

Fungsi dan peran koperasi dalam masyarakat setidak-tidaknya dapat


dikelompokan kedalam tiga aliran. Sebagaimana dikemukakan oleh
Casselman (1989), ketiga aliran tersebut adalah :

a. Aliran Yurdstic
b. Aliran Sosialis
c. Aliran Persemakmuran

FUNGSI KOPERASI DALAM BIDANG EKONOIMI DAN SOSIAL

Pada dasarnya usaha koperasi memiliki dua fungsi yang penting yang tidak dapat
dipisahkan satu sama lain, yaitu bidang ekonomi dan fungsi bidang sosial.

1. Fungsi dalam bidang ekonomi


2. Fungsi dalam idang sosial

PENGGoLoNGAN KOPERASI

Pengelompokan koperasi berdasarkan :

1. Bidang usaha, dapat gigolongkan sebagai berikut :

a. Koperasi konsumsi
b. Koperasi prodiksi
c. Koperasi pemasaran
d. Koperasi kredit/simpan pinjam

2. Jenis komodidti

a. Kopersi ekstraktif
b. Koperasi pertanian dan pertenakan
c. Koperasi indusri dan kerajinan
d. Koperasi jasa-jasa

3. Profesi anggotanya

a. Koperasi karyawan
b. Koperasi Pegawai Negeri Sipil
c. Koperasi Angkatan Darat,Laut,Udara, dan polisi.
d. Koperasi Mahasiswa
e. Koperasi pedagang besar
f. Koperasi veteran RI
g. Koperasi nelayan
h. Koperasi lkerajinan, dan sebagainya.

4. Daerah Kerjanya

a. Koperasi Primer
b. Koperasi Pusat
c. Koperasi Gabungan
d. Koperasi Induk

LATAR BELAKANG PENDIRIAN KOPERASI.


1. Alasan Historis
2. Alasan Politis
3. Alasan Sosiologis
4. Alasan Ekonomis

a. Menekan biaya usaha


b. Meningkatkan pelayanan kepada anggota
c. Membuka kesempatan bergabung dalam suatu badan usaha

5. Alasan Yuridis

KESIMPULAN

TUGAS

DAFTAR PUSTAKA
BAB 4
•PENDIRIAN DAN KEANGGOTAAN KOPERASI

DESKRIPSI SINGKAT
Pada bab pertama atau bab pendahuluan ini akan dibahas mengenai pengertian,
asas dan prinsip-prinsip koperasi dimana pada bagian ini menjadi dasar yang
penting, untuk dipahami. Bab ini dan seterusnya akan lebih menfokuskan pada
pengertian koperasi dari berbagai padangan para ahli dan juga undang-undang
koperasi itu sendiri, termasuk juga prinsip-prinsip dan asas koperasi.

RELEVANSI
Bab ini perlu di pahami oleh mahasiswa untuk mengantar mereka dalam memahami,
pengertian, asas dan prinsip-prinsip koperasi.

CAPAIAN PEMBELAJARAN MATA KULIAH


Setelah mengikuti bab ini, di harapkan mahasiswa mampu memahami pengertian,
asas dan prinsip-prinsip koperasi.

INDIKATOR

1. Mampu memahami pendirian koperasi.


2. Mampu memahami dan mengidentifikasi anggaran dasar koperasi.
3. Mampu mengidentifikasi keanggotaan koperasi.
4. Mampu memahami pembubaran koperasi

PENDIRIAN KOPERASI
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam mendirikan koperasi
1. Tidak adanya manfaat dari koperasi yang didirikan jika para pendiri koperasi
tidak mengetahui berbagai persoalan pokok tentang koperasi pada umumya.
2. Walaupun koperasi dimulai dengan 20 orang, namun harus diusahakan sehingga
koperasi dapat menerima anggota-anggota baru secara sukarela dan terbuka.
3. Koperasi tidak mungkin dapat mencapai tujuannya dalan jangka pendek,
melainkan memerlukan waktu yang cukup lama.
4. Pembinaan koperasi di Indonesia sebagaian merupakan tangung jawab
pemerintah. Walaupun demikian koperasi tetap milik para anggotanya.

Langkah - langkah pendirian Koperasi


1. Mengadakan pertemuan pendahuluan diantara orang-orang yang ingin
mendirikan koperasi.
2. Mengadakan penelitian mengenai lingkungan daerah kerja koperasi.
3. Menghubungi kantor Departemen Koperasi setempat.
4. Membentuk panitia pendirian koperasi yang bertugas mempersiapkan Anggaran
Dasar dan Anggaran Rumah Tangga.
5. Mengadakan rapat pembentukan koperasi. Hal-hal yang perlu dilakukan pada
rapat anggota yaitu :
a. Memilih Pengurus
b. Memilih Pengawas
c. Menetapkan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga.
6. Mengajukan permohonan status badan hukum koperasi dengan melampirkan
petikan berita acara pembentukan koperasi serta daftar nama anggota pengurus
dan pengawas.
Pelopor Pendirian Koperasi
Orang-orang yang mempunyai pengetahuan dan pengalaman di bidang
perkoperasian serta mempunyai pengaruh yang culup besar dalam kehidupan
masyarakat.

persyaratan yang harus dipenuhi oleh seorang pelopor, yaitu :


1. Memiliki minat yang besar, bercita-cita tinggi, dan mempunyai jiwa
kemasyarakatan yang tebal untuk bekerja demi kepentingan umum.
2. Memiliki peranan dan tugas koperasi yaitu untuk mewujudkan demokrasi
ekonomi dan mempertinggi taraf hidup rakyat.
3. Memiliki keberanian, keuletan, dan keyakinan akan berhasilnya koperasi untuk
mencapai masyarakat adil dan makmur.
4. Memilki integritas yang tinggi.
Meneliti Lingkungan Daerah Kerja Koperasi
Masalah-masalah yang perlu diteliti (lingkungan daerah kerja koperasi ) :
1. Masalah rata dan tidaknya tingkat penghidupan rakyat tempat koperasi didirikan.
2. Masalah yang dialami rakyat dalam memenuhi kebutuhan sehari-harinya,
prioritas pemecahannya, bentuk dan jenis kopersai yang perlu didirikan.
3. Masalah hambatan yang timbul dapat merintangi pembentukan koperasi.
4. Masalah pernah atau belumnya koperasi didirikan di daerah kerja tersebut, dan
faktor yang menyebabkan kegagalan koperasi tersebut.
Masalah yang perlu diteliti (sehubungan dengan calon anggota koperasi) yaitu :
1. Apakah para calon anggota koperasi mampu memenuhi persyaratan.
2. Apakah kemampuan produksi anggota koperasi bisa memenuhi syarat untuk
menjamin kelancaran usaha koperasi sehingga koperasi dapat menutup semua
biaya operasinya dan mampu memperoleh SHU.
3. Apakah tingkat hidup dan tingkat pendidikan para calon anggota yang akan
bergabung memungkinkan dimintanya bantuan modal dan tenaga sehingga
memenuhi kebutuhan untuk kelangsungan usaha.

Menghubungi Kantor Departemen Koperasi dan PKM


1. Menjelaskan/menyampaikan hasil penelitian yang dilakukan oleh para pendiri
koperasi tentang kekayaan usaha koperasi di wilayah tersebut.
2. Membahas anggaran dasar, hubungan pemerintah dengan koperasi, seperti
pemberian bantuan teknis, permodalan dan hal lainnya.

Menyusun Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Koperasi


Pasal 8 UU No. 25/1992. Anggaran dasar koperasi :
1. Daftar nama pendiri
2. Nama dan tempat kedudukan koperasi
3. Maksud, tujuan dan bidang usaha koperasi
4. Ketentuan-ketentuan mengenai syarat keanggotaan, pembagian SHU, dan lain-
lain.

Mengadakan Rapat Pembentukan Koperasi


Tugas panitia ini dalam garis besarnya adalah :
1. Mengadakan persiapan pembentukan koperasi
2. Mengundang calon-calon anggota koperasi yang memenuhi syarat keanggotaan
untuk menghadiri rapat pembentukan koperasi
3. Mengundang pemuka masyarakat di lingkungan kerja koperasi untuk hadir dalam
rapat tersebut

4. Mengundang pejabat koperasi dan para pejabat pemerintah setempat untuk


memberikan pengarahan dalam rapat pembentukan koperasi
5. Mempersiapkan Anggaran Dasar Koperasi untuk di pelajari oleh para calon
anggota, sehingga rapat pembentukan dapat menyampaikan pertanyaan dan
usulan yang diperlukan.

Mendapatkan Pengesahan Badan Hukum Koperasi


Berbagai langkah sebagai berikut :
1. Mengajukan permohonan kepada Pejabat mengenai Akta Pedirian yang dibuat
rangkap 2 bermeterai, bersamaan dengan pengetikan berita acara tentang
Rapat Pembentukan Koperasi.
2. Atas penyerahan berkas tersebut, pejabat itu memberikan tanda terima kepada
pengurus/pendiri koperasi. Dalam waktu paling lama 3 bulan sejak tanggal
penerimaan permohonan itu, pejabat akan memberikan keputusan pengesahan
atau penolakan berdirinya suatu koperasi.

3. Sebagai bukti persetujuan, maka pendiri mendaftarkan akta pendirian koperasi


dalaam dafra umum yang disediakan untuk Kanwil Departemen Koperasi dan
PKM tingkat Propinsi/Daerah Istimewa. Tanggal pendaftaran akta pendirian
koperasi berlaku sebagai tanggal resmi berdirinya koperasi dan juga berarti
bahwa koperasi tersebut diakui sebagai badan hukum mulai tanggal yang
sama.
4. Sebuah akta pendirian yaitu bermeterai, setelah dibubuhi tanggal nomor
pendaftaran dan tanda pengesahan oleh pejabat dikirim kepada pengurus
koperasi dan sebuah lagi disimpan oleh pejabat.
5. Pengesahan berdirinya koperasi diumukan pada berita Negara, agar masyarakat
dapat mengetahui berdirinya koperasi.
6. Dalam hal pengajuan permohonan status badan hukun di tolak oleh pejabat,
maka pengurus koperasi dapat mengajukan permohonan ulang dalam waktu 1
bulan sejak tanggal diterimanya berita penolakan permohonan atau paling
lambat 4 bulan sejak pengajuan status badan hukum koperasi.

ANGGARAN DASAR KOPERASI


AD dan ART merupakan dasar formal bagi kesepakatan para anggota
koperasi untuk bekerja sama. AD sebagai sumber tata tertib yang mengikat semua
anggota, baik saat sekatrang maupun yang kan datang, baik bagi anggota lama
maupun anggota baru. ART adalah sebagai dasar untuk pengelolaan koperasi.
Menurut pasal 8 UU No. 25/1992 AD koperasi harus memuat sekurang-kurangya :
a. Daftar nama pendiri
b. Nama dan tempat kedudukan
c. Maksud dan tujuan, serta bidang usaha
d. Ketentuan mengensi keanggotaan
e. Ketentuan mengenai rapat anggota
f. Ketentuan mengenai pengelolaan
g. Ketentuan mengenai permodalan
h. Keyentuan mengenai jangka waktu
i. Ketenyuan mengenai pembagian sisa hasil usaha
j. Ketentuan mengenai sanksi.

KEANGGOTAAN KOPERASI
Sesuai dengan ketentuan yang terdapat dalam UU No. 25/1992, salah satu syarat
pendirian koperasi ialah tersedianya 20 orang anggota.
Sifat Keanggotaan Koperasi
Koperasi ialah suatu badan hukum yang kana melakukan berbagai tindakan hukum,
maka yang benar-benar dapat diterima sebagai anggota sebuah koperasi hanya
mereka yang mempu memberi tindakan hukum/tindakan koperasi dan yang akan
memnuhi syarat AD dan ART
Hubungan Anggota Dengan Usaha Koperasi
Hubungan antara usaha koperasi dengan kepentingan anggota perlu mendapat
perhatian. Sebab, alasan seseorang menjadi anggota koperasi adalah umtuk
meningkatkan kesejahteraan hidupnya.
Kewajiban dan Hak Anggota Koperasi
Kewajiban anggota koperasi
Pasal 20 UU No. 25/1992 kewajiban-kewajiban anggota koperasi meliputi hal-hal
sebagai berikut:
1. Mematuhi AD dan ART koperasi serta semua kepurusan yang telah disepakati
bersama dalam Rapat Anggota.
2. Berpartisipasi pada usaha yang diselenggarakan oleh koperasi.
3. Mengembangkan dan memelihara kebersamaan berdasar atas asas
kekeluargaan.
Hak Anggota Koperasi :
1. Hak unutk menghadiri, menyatakan pendapat, danmemberikan suara dalam
rapat anggota.
2. Memilih/dipilih menjadi pengurus
3. Meminta diadakan rapat anggota menurut ketentuan dalam anggaran dasar
4. Mengemukakan pendapat/saran-saran kepada pengurus di luar rapat anggota
(baik diminta ataupun tidak diminta)
5. Memanfaatkan koperasi dan mendapat pelayanan yang sama di antara sesama
anggota.
6. Mendapat keterangan mengenai perkembangan koperasi menurut ketentuan
anggaran dasar.
Syarat-syarat khusus :
Syarat tambahan yang harus dipenuhi oleh setiap calon anggota koperasi sebelum
mereka diterima menjadi anggota koperasi secara penuh.

Permintaan Menjadi Anggota Koperasi


Jika calon anggota sudah memahami semuanya dan dapat menerima syarat-syarat
yang berlaku, maka selanjutnya ia harus menyampaikan permintaan untuk diterima
sebagai anggota secara tertulis, setelah itu barulah pengurus koperasi meneliti
kelengkapan persyaratan para calon anggota, baik berdasar ketentuan dalam UU
atau AD koperasi.
Bukti Keanggotaan Koperasi
Penerimaan seorang calon anggota koperasi harus dibuktikan oleh pengurus
dengan mencatatnya di dalam Buku Daftar anggota koperasi. Buku daftar anggota
koperasi telah ditetapkan oleh Undang-Undang sebagai salah satu buku daftar yang
harus ada pada setiap koperasi.

Berhenti Sebagai Anggota Koperasi


Keanggotaan seseorang akan berakhir jika yang bersangkutan :
1. Meninggal dunia
2. Minta berhenti atas kehendak sendiri
3. Diberhentikan karena tidak memenuhi syarat keanggotaan
4. Dipecat karena tidak memenuhi kewajiban sebagai anggota.
PEMBUBARAN KOPERASI

Kapan Koperasi Bubar?


Pembubaran koperasi bisa disebabkan oleh faktor-faktor dari dalam koperasi atau
oleh masalah-masalah yang berasal dari luar koperasi.
Berdasarkan ketentuan di dalam Bab X UU No. 25/1992, Pembubaran Koperasi
dapat dilakukan dengan 2 alasan :
1. Karena para anggota koperasi menghendaki pembubaran koperasi
2. Karena keputusan
Pemerintah dapat mengeluarkan surat keputusan pembubaran koperasi jika :
1. Terdapat bukti-bukti yang kuat bahwa koperasi yang bersangkutan tidak
memenuhi ketentuan yang ada di dalam UU koperasi yang berlaku.
2. Kegiatan-kegiatan koperasi ternyata bertentangan dan mengganggu ketertiban
umum dan kesusilaan.
3. Pemerintah memandang bahwa kelangsungan hidup koperasi tidak dapat
dipertahankan.
Tata Cara Pembubaran Koperasi
(a) Pembubaran atas kehendak sendiri :
1. Koperasi tersebut mengadakan Rapat Anggota yang membahas pembubaran.
2. Pengurus menyampaikan keputusan Rapat Anggota mengenai pembubaran
Koperasi tersebut kepada pejabat di lingkungan Departemen Kopersasi dan
PKM dengan mengajuikan permohonan pembubaran koperasi.
3. Setelah permohonan pembubaran diterima oleh pejabat yang berwenang, maka
selanjutnya pejabat Departemen Koperasi dan
PKM dengan mengeuarkan surat Keputusan Pembubaran dan manyampaikan
ke koperasi tersebut.

(b) Pembubaran atas kehendak pemerintah :


1. Dilakukan penelitian untuk memperoleh bukti-bukti yang kuat bahwa koperasi
yang bersangkutan benar-benar telah melanggar ketentuan di dalam Undang-
Undang atau Peraturan lainnya.
2. Bersamaan dengan dilakukannya penelitian, pemerintah juga melakukan
berbagai pencatatan tentang kekayaan yang menjadi hak koperasi.
3. Atas dasar penelitian tersebut, pejabat yang berwenang membubarkan koperasi
akan mengirim surat pembubaran kepada koperasi tersebut.
4. Pada saat yang bersamaaan dengan pengiriman surat pemberitahuan
pembubaran tersebut, dikirim pula usul pembubaran kepada pejabat yang
berwenang.

(c) Tata Cara Pelaksanaan Pembubaran :


1. Surat keputusan pembubaran koperasi yang disertai penunjukan panitia
penyelesaian akan dikirim kepada orang-orang yang akan bertindak
sebagai penyelesai koperasi.
2. Panitia penyekesaian dalam menjalankan tugasnya bertanggungjawab
kepada kuasa Rapat Anggota dalam hal koperasi tersebut dibubarkan
atas kehendak anggotanya atau pemerintah dalam hal pembubarannya
dilakukan oleh pemerintah.

KESIMPULAN

TUGAS

DAFTAR PUSTAKA
BAB 5
• ALAT KELENGKAPAN ORGANISASI KOPERASI

DESKRIPSI SINGKAT
Pada bab pertama atau bab pendahuluan ini akan dibahas mengenai pengertian,
asas dan prinsip-prinsip koperasi dimana pada bagian ini menjadi dasar yang
penting, untuk dipahami. Bab ini dan seterusnya akan lebih menfokuskan pada
pengertian koperasi dari berbagai padangan para ahli dan juga undang-undang
koperasi itu sendiri, termasuk juga prinsip-prinsip dan asas koperasi.

CAPAIAN PEMBELAJARAN MATA KULIAH


Setelah mengikuti bab ini, di harapkan mahasiswa mampu memahami pengertian,
asas dan prinsip-prinsip koperasi.

INDIKATOR

1. Mampu memahami dan mengidentifikasi rapat anggota koperasi.


2. Mampu memahami dan mengidentifikasi kepengurusan koperasi.
3. Mampu mengidentifikasi pengawas koperasi.
4. Mampu memahami manfaat koperasi.
5. Mampu memahami hubungan antara pengurus, pengawas dan manager..
RAPAT ANGGOTA KOPERASI

Kekuasaan Rapat Anggota


1. Menetapkan Anggaran Dasar Koperasi;
2. Menetapkan kebijakan umum Koperasi;
3. Menetapkan Anggaran Rumah Tangga koperasi;
4. Menetapkan kebijakan umum koperasi;
5. Memilih serta mengangkat Pengurus Koperasi;
6. Memberhentikan Pengurus; dan
7. Mengesahkan pertanggungjawaban Pengurus dalam pelaksanaan tugasnya.
Yang berhak Hadir dalam Rapat Anggota
1. Para anggota yang terdaftar namanya dalam buku daftar anggota.
2. Pengurus, pengawas, dan penasehat koperasi.
3. Pejabat koperasi ( pemerintah ).
4. Para peninjau yang juga berkepentingan terhadap jalannya usaha koperasi.
Yang mempunyai Hak Suara Dalam Rapat Anggota
Pada umumnya hanya para anggota Koperasi yang mempunyai hak suara
dalam rapat anggota. Tapi dalam pengaturan hak suara diadakan pembedaan
antara hak berbicara dan hak bersuara dalam pengambilan keputusan.

Yang berhak berbicara


Menurut Ketentuan atau Tata Cara yang ditetapkan dalam rapat dan yang
termasuk ruang lingkup tugasnya sebagai alat perlengkapan organisasi, yang
berhak berbicara adalah :
1. Para anggota
2. Anggota pengurus
3. Pengawas
4. Peninjau
Yang berhak memberikan suara
Yang berhak memberikan suara dalam pengambilan keputusan pada saat rapat
anggota hanya : “para anggota”.
KEPENGURUSAN KOPERASI
Pengurus koperasi dipilih dari dan oleh anggota koperasi dalam rapat
anggota. Masa jabatan pengurus paling lama 5 tahun. Persyaratan untuk dipilih dan
diangkat menjadi anggota pengurus ditetapkan dalam anggaran dasar.

Tugas dan wewenang pengurus


Menurut pasal 30 UU No. 25/1992 :
1) Mengelola koperasi dan usahanya.
2) Mengajukan rancangan rencana kerja serta rancangan rencana anggaran
pendapatan dan belanja koperasi.
3) Menyelenggarakan rapat anggota.
4) Mengajukan laporan keuangan dan pertanggungjawaban pelaksanaan tugas.
5) Memelihara daftar buku anggota dan pengurus, sedangkan pengurus
berwenang:
• Mewakili koperasi didalam dan diluar pengadilan.
• Memutuskan penerimaan dan penolakan anggota baru serta
pemberhentian anggota sesuai dengan ketentuan dalam anggaran dasar
• Melakukan tindakan dan upaya bagi kepentingan dan kemanfaatan
koperasi sesuai dengan tanggung jawabnya dan keputusan rapat
anggota.
Hal – hal yang perlu diperhatiakn dalam memilih pengurus koperasi
1) Mempunyai sifat jujur dan terampil bekerja.
2) Percaya pada koperasi, mengadakan inventarisasi dan aktif dalam usaha
koperasi.
3) Mampu dan cakap untuk mengambil keputusan bagi kepengingan organisasi.
4) Dapat bekerja sama dengan pengurus lainnya sebagai sebuah tim yang
kompak dan menyokong keputusan – keputusan yang diambil dengan suara
terbanyak.
5) Tidak memberi keistimewaan khusus bagi diri sendiri, saudara atau kawan –
kawannya.
6) Tidak membocorkan rahasia organisasi.
7) Mepunyai wawasan yang luas serta berfikiran maju untuk mengembangkan ide
baru yang dapat membawa keberhasilan koperasi serta berani mencoba.
8) Mempunyai tekad yang bulat untuk mengabdi dan mengembangkan koperasi.
Tugas Dan Tanggung Jawab Pengurus
1) Berfungsi sebagai pusat pengambil keputusan tertinggi.
2) Sebagai pemberi nasihat.
3) Sebagai pengawas atau sebagai orang yang dapat dipercaya.
4) Sebagai penjaga berkesinambungannya organisasi
5) Berfungsi sebagai simbol.
Persyaratan Sebagai Anggota Pengurus
Di dalam UU No. 12/1967 disebutkan :
1) Mempunyai sifat kejujuran dan ketrampilan kerja.
2) Syarat – syarat lain yang diatur dalam Anggaran Dasar.
Tugas Pengurus Koperasi
1) Mengelola organisasi dan usaha koperasi.
2) Memelihara buku daftar anggota, pengurus, dan pengawas.
3) Menyelenggarakan rapat anggota.
4) Mengajukan laporan pelaksanaan tugas dan laporan keuangan koperasi.
5) Mengajukan rencana kerja dan rancangan anggaran pendapatan dan belanja
koperasi.
Rapat – Rapat Pengurus
Hal–hal yang penting untuk dibicarakan dalam rapat rutin pengurus ialah :
1) Membicarakan berbagai kebijakan yang berhubungan dengan pelaksanaan
keputusan rapat anggota, sehingga keputusan tesebut dapat ditindak lanjuti
dengan cara yang baik.
2) Membicarakan pembagian tugas antara sesama anggota pengurus, sehingga tiap
anggota pengurus mengetahui batas – batas wewenang dan tanggung jawab
masing – masing.
3) Menetapkan pekerjaan yang perlu dilakukan oleh pegawai dan karyawan
koperasi lainnya.
4) Menerima petunjuk dan bimbingan dari pejabat instansi terkait.
PENGAWAS KOPERASI
Sesuai UU No. 25/1992 keberadaan Lembaga Pengawas pada struktur
organisasi koperasi bukan merupakan sesuatu yang diwajibkan.

Tugas dan wewenang pengawas


1) Melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijaksanaan dan
pengelolaan koperasi.
2) Pengawas berwenang meneliti catatan yang ada pada koperasi dan
mendapatkan segala keterangan yang diperlukan.
3) Membuat laporan tertulis tentang hasil pengawasannya.

Tujuan pengawasan :
1) Memberikan bimbingan kepada pengurus, karyawan ke arah keahlian dan
ketrampilan.
2) Mencegah pemborosan bahan waktu dan tenaga supaya tercapai efisiensi
usaha.
3) Menilai hasil kerjasama denagn rencana yang sudah ditetapkan.
4) Mencegah terjadinya penyelewengan.
5) Menyelesaikan administrasi secara menyeluruh.

Pengetahuan dasar yang harus dimiLIki seorang pengawas :


1) Pengetahuan tentang perkoperasian yang meliputi :
a) Peraturan Koperasi : Undang – Undang Koperasi, Kepres/Inpres, Anggaran
Rumah Tangga dan Rapat Anggota.
b) Organisasi dan manajemen : landasan, Asas dan Prinsip Koperasi, Struktur
dan Sejarah koperasi.
c) Pengetahuan usaha : Produksi, Jasa dan Pemasaran.
2) Pengetahuan akuntansi, antara lain :
sistem pembukuan, analisa neraca R/L, auditing, pembelanjaan.
3) Pengetahuan tentang hukum, meliputi :
hukum pajak, hukum dagang, dan hukum perburuhan.
4) Kebijaksanaan pemerintah, seperti :
kebijaksanaan dibidang ekonomi dan keuangan.
MANAJER KOPERASI
Pengertian istilah manajer koperasi mulai dikenal era 1970-an. Marry Porker Pollet
dalam Hendrojogi (2000) mengatakan bahwa ‘manajer’ itu mempunyai bawahan
karena mempunyai orang dibawahnya untuk diarahkan.
Koperasi yang sudah maju pada dasarnya memerlukan manajer yang professional.
Peranan manajer berkaitan dengan volume usaha, modal kerja dan fasilitas yang
diatur oleh pengurus.
Manajer terdiri dari, Manajemen Puncak (Top Management), Manajemen Menengah
(Midle Management) dan Manajemen Lini Pertama (lower Management).

Manajemen Puncak
Manajemen puncak bertanggungjawab langsung kepada pengurus. Ia bertanggung
jawab atas manajemen bidang usaha dari koperasi secara menyeluruh. Mereka
disebut Chief Excecutive Officer (CEO).
Manajemen Menengah
Manajemen menengah ini memberikan pengarahan-pengarahan kegiatan kepada
manajer bawahan atau dalam hal tertentu bias juga kepada karyawan-karyawan
operasional.
Manajemen Lini Pertama
Manajer lini pertama ini bertanggungjawab atas pekerjaan orang lain (bawahannya)
dan memberikan pengarahan kepada meraka.

HUBUNGAN ANTARA PENGURUS, PENGAWAS DAN MANAGER.


Untuk mengadakan pemisahasahan yang tegas antara pengurus, pengawas dan
manajer koperasi dibut pedoman sebagai berikut :

1. Pengurus adalah pelaksanaan usaha koperasi yang bertanggungjawab


kepada rapat anggota.
2. Pengawas adalah orang yang mengadakan pengawasan terhadap kebijakan
pengurus dan dapat diberi saran-saran demi kemajuan ekonomi.
3. Manajer adalah orang yang diberi wewenang dan kuasa untuk mengelola,
dan melaksanakan pekerjaan sehari-hari dan bertanggungjawab kepada
pengurus koperasi.
Hubungan kerja antara pengurus, pengawas merupakan hubungan konsultatif
secara timbal balik. Hubungan pengawas denga manajer adalah sifatnya koordinatif.
Sehingga pengawas tidak boleh secara langsung memeriksa tugas-tugas manajer
dan karyawan bawahannya, kecuali dengan persetujuan pengurus. Hal ini untuk
mencegah dualisme badan.

KESIMPULAN

TUGAS

DAFTAR PUSTAKA
BAB 6
• MANAJMEN KOPERASI

DESKRIPSI SINGKAT
Pada bab pertama atau bab pendahuluan ini akan dibahas mengenai pengertian,
asas dan prinsip-prinsip koperasi dimana pada bagian ini menjadi dasar yang
penting, untuk dipahami. Bab ini dan seterusnya akan lebih menfokuskan pada
pengertian koperasi dari berbagai padangan para ahli dan juga undang-undang
koperasi itu sendiri, termasuk juga prinsip-prinsip dan asas koperasi.

CAPAIAN PEMBELAJARAN MATA KULIAH


Setelah mengikuti bab ini, di harapkan mahasiswa mampu memahami pengertian,
asas dan prinsip-prinsip koperasi.

INDIKATOR

1. Mampu memahami manajemen dan organisasi koperasi.


2. Mampu memahami dan mengoidentifikasi aspek-aspek manajemen koperasi
3. Mampu memahami akuntabilitas koperasi.

MANAJEMEN DAN ORGANISASI KOPERSI

A. Manajemen koperasi.

Penentuan terlebih dahulu apa yang harus di kerjakan, kapan harus


dikerjakan dan siapa yang mengerjakan.

Empat langkah penting dalam perencanaan:


1) Menentukan tujuan / sasaran
2) Mencari alternative-alternatif
3) Menyeleksi alternative-alternatif
4) Perumusan perencanaan
2. Pengorganisasian
Tujuan dari pengorganisasian ini adalah :
Untuk mengelompokan kegiatan, sumber daya manusia dan sumber daya lainnya
yang dimiliki koperasi agar pelaksanaan dari suatu rencana dapat dicapai secara
efektif dan ekonomis.
Dua hal yang perlu dipertimbangkan oleh pengurus dalam memilih struktur
organisasi :
(a) Efektivitas struktur organisasi tersebut dilihat dari segi pencapaian tujuan
koperasi,
(b) Efisiensi struktur organisasi itu dilihat dari segi biaya penyelenggaraannya.
3. Fungsi Pengarahan (Directing )
Pengarahan disini adalah :
Pengarahan agar para karyawan lebih mengkonsentrasikan diri dalam bertugas.

4. Kepemimpinan
Ralp M. Stogdill, menyatakan bahwa kepemimpinan adalah suatu proses
mempengaruhi aktivitas kelompok yang ditunjukan pada pencapaian tujuan tertentu.
Selanjutnya berdasarkan pada hasil penelitiannya tentang teori kepemimpinan dia
mengatakan kepemimpinan telah didefinisikan dengan berbagai cara yang berdeda
oleh berbagai orang yang berbeda pula.
James A.F.Stoner memberikan definisi kepemimpinan manajerial sebagai suatu
proses pengarahan dan pemberian pengaruh pada kegiatan-kegiatan dari
sekelompok anggota yang paling berhubungan tugasnya. 3 gaya kepemimpinan
terdiri dari 1) Otoriter (authoritarian ) 2) Demokratis (democratis )
3) Kebebasan ( laissez faire ).

5. Pengendalian
Robert J. Mockler, pengedalian adalah suatu upaya yang sistematis untuk
menetapkan standar prestasi dengan sasaran-sasaran perencanaan, merancang
system umpan balik informasi membandingkan prestasi sesungguhnya dengan
standar yang terlebih dahulu ditetapkan,
menentukan apakah ada peyimpangan dan mengukur signifikasi penyimpangan
tersebut dan mengambil tindakan perbaikan-perbaikan yang diperlukan untuk
menjamin bahwa sumber daya perusahaan yang digunakan sedapat mungkin
dengan cara yang paling efektif dan efisien guna tercapainya sasaran perusahaan.

B. Pelaksanaan
Pelaksanaan adalah Proses penerapan rencana-rencana koperasi oleh masing-
masing fungsi satu unsur dalam organisasi koperasi.
Aspek terpenting pada tahap pelaksanaan ini adalah aspek koordinasi dan
monitoring.
C. Pengawasan
UU No.25/1992, keberadaan lembaga pengawas pada struktur organisasi Koperasi
bukan merupakan sesuatu yang diwajibkan.

ASPEK-ASPEK MANAJEMEN KOPERASI


1 . Manajemen Operasi
a. Manajemen Masukan
Masukan dalam hal ini adalah bahan baku yang digunakan dalam proses
produksi tersebut. Se-hubungan dengan bahan baku ini, maka pertama-tama
pengurus koperasi harus bisa menentukan sumber pengadaan bahan baku yang
paling murah dengan kualitas yang memadai.
Setelah itu, perlu dipikirkan pula masalah pengangkutannya ke pabrik,
metode penyimpanannya, serta pengurusannya selama berada pada tahap
penyimpanan itu.

b. Manajemen Peralatan dan Sumberdaya Manusia


Pengurus koperasi harus menentukan secara cermat jenis alat produksi yang
hendak digunakan, serta jumlah dan kualitas sumberdaya manusia yang akan
melaksanakan proses produksi tersebut. Sehubungan dengan pemilihan peralatan
misalnya, maka yang perlu dipertimbangkan oleh pengurus tidak hanya sekedar
harga, kualitas, dan kapasitas peralata tersebut, tapi meliputi pula masalah tata letak
serta metode kerjanya.
Sedangkan dalam kaitannya dengan jumlah dan kualitas sumber daya
manusia, pengurus koperasi harus dapat menentukan kualifikasi tenaga kerja
macam apa yang diperlukan, sehingga dapat mengimbangi metode produksi yang
digunakan.
c. Manajemen Keluaran
Memasuki tahap produksi, maka pengurus koperasi harus dapat menentukan
sacara tepat baik jumlah satuan yang akan dihasilkan yang dapat diserap oleh
pasar, maupun standar kualitas tertentu sesuai dengan sasaran pasar yang ingin
diraih.
Selain itu, agar proses produksi ini dapat dijalankan dengan biaya serendah-
rendahnya, dengan keluaran yang memenuhi standar kualitas tertentu tersebut,
maka penyusunan standar produksi dan biaya merupakan kebutuhan yang mutlak
sifatnya pada tahap produksi ini.

2. Manajemen Keuangan
Pusat perhatian manajemen keuangan adalah terhadap pengelolaan berbagai aspek
keuangan suatu usaha.
a. Manajemen Modal Kerja.
penyelenggaraan usaha koperasi tidak dapat dipisahkan dari kebutuhan akan
modal kerja. Modal kerja diperlukan dalam menunjang kelancaran kegiatan seperti
membeli bahan baku, membayar gaji karyawan, membayar utang, membayar bunga
dan kegiatan lainnya yang merupakan egiatan rutin koperasi.
b. Manajemen Kas
Pusat perhatian manajemen kas adalah pada tercapainya keseimbangan
antara kas yang dikeluarkan (cash outflow) dengan kas yang diterima (cash inflow).
Manajemen kas harus diarahkan agar mencapai keadaan-keadaan sebagai berikut:
1) Tersedianya kas dalam jumlah yang cukup untuk membiayai transaksi-transaksi
koperasi selama periode berjalan;
2) Menghindari terjadinya pengangguran kas koperasi dalam jumlah yang relative
besar; dan
3) Menghindari terjadinya penyalagunaan penggunaan kas koperasi.
Manajemen Kas harus diarahkan agar mencapai keadaan-keadaan sebagai berikut :
1) Tersedianya kas dalam jumlah yang cukup untuk membiayai transaksi-transaksi
koperasi selama periode berjalan.
2) Mengehindari terjadinya pengangguran kas koperasi dalam jumlah yang relative
besar; dan
3) Menghindari terjadinya penyalagunaan penggunaan kas koperasi.
c. Manajemen Piutang
Piutang merupakan tagihan kepada pihak-pihak di luar koperasi, yang timbul
karena terjadinya penjualan atau penyerahan jasa-jasa koperasi.
Dari segi waktunya, :
1. Piutang jangka pendek
2. Piutang jangka panjang.
Dalam kaitannya dengan manajemen modal kerja maka yang akan dibicarakan
terbatas pada aspek piutang jangka pendek saja.

AKUNTABILITAS KOPERASI
Kinerja Manajemen Koperasi dapat dikategorikan sebagai akuntabel apabila :
1. Organisasi Koperasi dikelola berlandaskan kepada nilai, norma dan prinsip-
prinsip koperasi yang dipadukan dengan pelaksanaan dari fungsi-fungsi
manajemen yang diterapkan secara professional.
2. Aktivitas pelayanan/usaha koperasi berorientasi kepada kepentingan ekonomi
anggota serta membangkitkan partisipasi anggota di dalam kedudukan mereka
sebagai pemilik dan pelanggan koperasi.
3. Hasil akhir dari pengelolaan koperasi adalah manfaat dan dampak pelayanan
koperasi terhadap peningkatan kesejahteraan anggota.

Manajemen Koperasi yang Akuntabel


(1). Sebagai pemilik koperasi, maka anggota harus berpartisipasi dalam :
a. Mengambil keputusan tentang berbagai hal yang menyangkut eksistensi
dan berkembangnya koperasi;
b. Memberikan kontribusi modal dan pembiayaan terhadap koperasi sehingga
koperasi mampu bekerja sesuai dengan tugas-tugas yang diembankan
oleh anggota kepadanya.
c. Mengawasi jalannya koperasi agar selalu berada pada koridor kepentingan
ekonomi anggota.
2). Rumusan tujuan koperasi harus bersifat operasional, dapat diukur dan
dapat dicapai, secara umum adalah :
“Melayani barang dan jasa yang sesuai dan atas permintaan anggota
dalam rangka meningkatkan kesejahteraan.”
(3). Pengertian “melayani barang dan jasa” adalah
a. Koperasi melayani anggota di dalam memasarkan produk-produk yang
mereka hasilkan, dan atau
b. Koperasi melayani anggota di dalam pengadaan barang/jasa yang
dibutuhkan anggota, dan atau
c. Koperasi melayani anggota di dalam berbagai pelayanan jasa keuangan
dan jasa lainnya.
(4). Akuntabilitas manajemen koperasi perlu ditelusuri pada seluruh
fungsi manajemen koperasi, meliputi :
a. Manajemen keanggotaan;
b. Penyelenggaraan rapat anggota;
c. Manajemen kelembagaan;
d. Perencanaan;
e. Pelaksanaan; dan
f. Pengawasan/pengendalian
g. Hasil-hasil yang dicapai.

KESIMPULAN

TUGAS

DAFTAR PUSTAKA
BAB 7
• PERMODALAN KOPERASI

DESKRIPSI SINGKAT
Pada bab pertama atau bab pendahuluan ini akan dibahas mengenai pengertian,
asas dan prinsip-prinsip koperasi dimana pada bagian ini menjadi dasar yang
penting, untuk dipahami. Bab ini dan seterusnya akan lebih menfokuskan pada
pengertian koperasi dari berbagai padangan para ahli dan juga undang-undang
koperasi itu sendiri, termasuk juga prinsip-prinsip dan asas koperasi.

CAPAIAN PEMBELAJARAN MATA KULIAH


Setelah mengikuti bab ini, di harapkan mahasiswa mampu memahami pengertian,
asas dan prinsip-prinsip koperasi.

INDIKATOR

1. Mampu memahami dan mengidentifikasi sumber permodalan koperasi.


2. Mampu memahami dan menidentifikasi strategi penurunan biaya dan
keunikan produk.
3. Mampu memahami perbedaan saham koperasi dan saham PT.
4. Mampu memahami perbedaan koperasi dengan gotong royong.

SUMBER PERMODALAN KOPERASI

Modal merupakan segala sesuatu yang diberikan dan dialokasikan kedalam


suatu usaha yang gunanya sebagai pondasi untuk menjalankan usahanya, sehingga
menjadi sesuatu yang mempuyai nilai sebagai suatu aktiva yang dimiliki oleh
perusahaan dan akan digunakan untuk menghasilkan pendapatan.

modal koperasi adalah sejumlah dana yang digunakan untuk setiap


perkumpulan atau organisasi dalam melakukan kegiatan untuk mencapai tujuannya.
Modal koperasi berasal dari modal sendiri maupun pinjaman anggota atau lembaga
sesuai dana dengan keperluan lingkup dan jenis usahanya.
Hal-hal yang mendasar mengapa koperasi membutuhkan modal.

Pertama, Untuk membiayai proses pendirian sebuah koperasi atau disebut biaya
pra-organisasi untuk keperluan: pembuatan akta pendirian atau anggaran dasar,
membayar biaya administrasi pengurusan izin yang diperlukan, sewa tempat
bekerja, ongkos transportasi, dan lain-lain.

Kedua, untuk membeli barang-barang modal. Barang-barang modal ini dalam


perhitungan perusahaan digolongkan menjadi harta tetap atau barang modal jangka
panjang.

Ketiga, Untuk modal kerja. Modal kerja biasanya digunakan untuk membiayai
operasional koperasi dalam menjalankan usahanya.

Modal sendiri

1. Modal jangka panjang (Fasilitas Fisik)


2. Modal jangka pendek (Kegiatan Operasional).
Sumber modal

UU No. 12 tahun 1967 pasal 32,

”Modal koperasi terdiri dan dipupuk dari simpanan-simpanan, pinjaman-pinjaman,


penyisihan-penyisihan hasil usahanya termasuk cadangan-cadangan dan sumber
lain.”

Simpanan anggota di dalam koperasi

1. simpanan pokok;

2. simpanan wajib;

3. simpanan sukarela.

4. Simpanan sukarela dapat diterima oleh koperasi dari bukan anggota.

Menurut UU No. 25 tahun 1992 pasal 41 Modal Koperasi berasal dari :

1. Modal sendiri (equity capital)

2. Modal pinjaman (debt capital

Modal sendiri (equity capital) bersumber dari :

1. Simpanan Pokok,

Simpanan pokok merupakan sejumlah uang yang wajib dibayarkan anggota kepada
koperasi pada saat masuk menjadi anggota.
Besarnya simpanan pokok untuk setiap anggota sama dan tidak dapat diambil
selama yang bersangkutan masih menjadi anggota koperasi.

2. Simpanan Wajib,

Simpanan wajib adalah sejumlah uang tertentu yang wajib dibayarkan oleh anggota
kepada koperasi dalam waktu dan kesempatan tertentu, misalnya setiap bulan
dengan jumlah yang sama .

Simpanan wajib ini tidak dapat diambil oleh anggota selama masih menjadi anggota
koperasi.

3. Simpanan sukarela

simpanan anggota atas dasar sukarela atau berdasarkan perjanjian-perjanjian atau


peraturan –peraturan khusus dan dapat diterima oleh koperasi dari bukan anggota.
Sama seperti simpanan diatas, tetapi dapat diambil sewaktu-waktu.

Hibah merupakan sejumlah uang atau barang modal yang dapat dinilai dengan uang
yang diterima dari pihak lain yang bersifat pemberian yang tidak mengikat.

4. Dana cadangan ,

Dana cadangan ialah sejumlah uang yang diperoleh dari sebagian hasil usaha yang
tidak dibagikan kepada anggotanya.

Tujuannya adalah untuk memupuk modal sendiri yang dapat digunakan sewaktu-
waktu apabila koperasi membutuhkan dana secara mendadak atau menutup
kerugian dalam usaha.

Modal pinjaman (debt capital) bersumber dari :

1. Anggota;

2. Koperasi lainnya dan/atau anggotanya;

3. Bank dan lembaga keuangan lainnya;

4. Penerbitan obligasi dan surat hutang lainnya;

5. Sumber lain yang sah.

PenjeLAsan mengenai Debt capital (Modal Pinjaman )

1. Pinjaman dari Anggota

Pinjaman yang diperoleh dari anggota koperasi dapat disamakan dengan


simpanan sukarela anggota. Kalau dalam simpanan sukarela, maka besar kecil dari
nilai yang disimpan tergantung dari kerelaan anggota. Sebaliknya dalam pinjaman,
koperasi meminjam senilai uang atau yang dapat dinilai dengan uang yang berasal
dari anggota.

2. Pinjaman dari Koperasi Lain

Pada dasarnya diawali dengan adanya kerja sama yang dibuat oleh sesama
badan usaha koperasi untuk saling membantu dalam bidang kebutuhan modal.

Bentuk dan lingkup kerja sama yang dibuat bisa dalam lingkup yang luas atau dalam
lingkup yang sempit; tergantung dari kebutuhan modal yang diperlukan.

MODAL LAIN KOPERASI

a. Pinjaman dari Lembaga Keuangan

Pinjaman komersial dari lembaga keuangan untuk badan usaha koperasi


mendapat prioritas dalam persyaratan.

Prioritas tersebut diberikan kepada koperasi sebetulnya merupakan komitmen


pemerintah dari negara-negara yang bersangkutan untuk mengangkat kemampuan
ekonomi rakyat khususnya usaha koperasi.

b. Obligasi dan Surat Utang

Untuk menambah modal koperasi juga dapat menjual obligasi atau surat utang
kepada masyarakat investor untuk mencari dana segar dari masyarakat umum diluar
anggota koperasi.

Mengenai persyaratan untuk menjual obligasi dan surat utang tersebut diatur
dalam ketentuan otoritas pasar modal yang ada.

c. Sumber Keuangan Lain

Semua sumber keuangan, kecuali sumber keuangan yang berasal dari dana yang
tidak sah.

STRATEGI PENURUNAN BIAYA DAN KEUNIKAN PRODUK

Berbagai kebijakan dan factor-faktor objektif akan menghasilkan dua strategi besar
yaitu strategi penurun biaya (low cost strategy) dan kebijakan keunikan produk
sesuai dengan pilihan anggota/konsumen (different product strategy). Starteginya
antara lain :

Strategi Kebijakan Pertama

Strategi ini dapat menekan :

1. Biaya untuk menemukan consensus.


2. Biaya Kompromi untuk mencapai perbedaan antara kepentingan pribadi dan
kelompok
3. Biaya organisasi dan Informasi, konflik kepentingan diperkecil sehingga
efisien dalam pengambilan keputusan.

Strategi Kebijakan Kedua

Skala ekonomis, merger dan amalgamasi akan membawa dampak kepada


tercapainya ukuran minimum efisiensi yang pada gilirannya mendorong perbaikan
skala ekonomis pada anggotanya.

Strategi Kebijakan Ketiga

Hubungan kontraktual akan mengurangi ketidakpastian transaksi anggota dan


pendanaan, sehingga akan menurunkan baik biaya transformasi maupun transaksi.
Dalam teori perusahaan biaya transaksi dikonstater meningkat dengan semakin
besarnya ketidakpastian dan perusahaan adalah selalu meminimalkan biaya
transaksi. Komitmen koperasi dengan anggota adalah untuk mengurangi biaya
ketidakpastian atau biaya transaksi.

Strategi Kebijakan Keempat

Asas proposionalitas dalam hal permodalan akan mendorong para calon anggota
koperasi yang kaya untuk bergabung dalam koperasi. Hal ini akan dapat mengatasi
kekuarangan permodalan dan sekaligus dapat menekan biaya transformasi.

Strategi Kebijakan Kelima

Pendidikan/pelatihan merupakan usaha untuk meningkatkan keterampilan SDM.


Dampak dari pendidikan yang demikian jelas akan membawa kepada penurunan
baik biaya transformasi maupun transaksi.

Strategi Kebijakan Keenam

Kemitraan/aliansi strategic/networking mempunyai dua jenis dampak, pertama


menghasilkan external scale of economies dan keduaa mengurangi ketidakpastian.
Kedua dampak tersebut berpengaruh langsung terhadap penurunan biaya dan
transaksi. Strategi ini membanti koperasi memasok barang sekaligus menjamin
aliran barang secara teratur.

Strategi Kebijakan Ketujuh

Kebijakan-kebijakan pemerintah yang ditujukan kepada koperasi pada dasarnya


adalah eksternal ekonomies bagi koperasi yang harus dimanfaatkan oleh koperasi
yang membawa dampak pada penurunan biaya transformasi.

Strategi Kebijakan Kedelapan

Kebijakan yangdapat diarahkan untuk menciptakan keunikan antara lain; promosi


anggota, identifikasi ‘felt needs’, uji pasar, uji partisipasi dan optimalisasi pelayanan.
Dalam melaksanakannya penting untuk diuji pasar dan partisipasi, karena startegi ini
dapat meningkatkan biaya.

PERBEDAAN SAHAM KOPERASI DAN SAHAM PT.

1. Prinsip dasar

Perseroan terbatas (PT)

Mempunyai badan hukum resmi dan minimal dimiliki oleh dua orang tanpa
melibatkan harta pribadi dari perseorangan yang terlibat di dalamnya.

Koperasi

merupakan badan usaha yang memiliki anggota perorangan atau badan hukum.
Kegiatan koperasi berlandaskan pada prinsip koperasi adanya asas kekeluargaan
dan asas gotong royong sehingga keanggotaan menjadi hal yang sangat penting
bagi koperasi.

2. Tujuan didirikannya PT dan koperasi

PT atau perseroan terbatas

Untuk menjalankan sebuah perusahaan dengan menggunakan modal tertentu


dimana modal tersebut terbagi atas saham, dimana pemegang saham akan
membuat tindakan bersama untuk membuat keputusan dan mendapatkan
keuntungan semaksimal mungkin

Koperasi

Tidak hanya bertujuan untuk mencari keuntungan namun juga mensejahterakan


anggotanya.

3. Jenis PT dan koperasi

PT (Perseroan Terbatas)

Perseroan Terbatas terbuka, Perseroan Terbatas tertutup dan PT kosong.

Koperasi

Jenis koperasi dapat dibedakan dengan didasarkan pada beberapa hal seperti
kegiatan, kepentingan ekonomi dan keanggotaan.
4. Keanggotaan dan pengelolaan

PT (Perseroan Terbatas)

Mencari tenaga kerja mudah untuk dilakukan namun juga sangat sulit untuk
dibubarkan. Pemilik modal atau penanam modal dari perseroan terbatas tidak harus
menjadi pemimpin perusahaan dan bisa menunjuk orang yang berada di luar
kepemilikan modal untuk menjadi pemimpin.

Koperasi :

Keanggotan koperasi didasarkan pada prinsip sukarela. Baik karyawan atau orang
luas bisa menjadi anggota koperasi dengan mudah namun tetap mematuhi
peraturan yang ditetapkan oleh koperasi tersebut. Sementara pengelolaan dari
koperasi dilakukan secara demokratis.

5. Kelebihan

PT (Perseroan Terbatas)

Memiliki jaminan berlangsung secara kontinyu, adanya pemisahan antara pengurus


perusahaan dan pemilik perusahaan, pemegang saham mempunyai tanggungjawab
yang terbatas, mudah dalam pengalihan kepemilikan serta modal perusahaan
mudah untuk diperoleh dari obligasi ataupun penjualan saham.

Koperasi

Kepentingan anggota diutamakan, anggota bisa berperan sebagai produsen dan


konsumen, memiliki tujuan untuk mensejahterakan anggota, didasari sukarela dan
simpanan pokok ataupun simpanan wajib besarnya tidak memberatkan kepala.

6. Kekurangan

PT (Perseroan Terbatas)

Membutuhkan biaya organisasi yang besar, sulit melakukan pengorganisasian,


syarat pendirian yang cukup sulit, adanya pembatasan hukum dan sebagainya.

Koperasi

Memiliki daya saing yang rendah, modal terbatas sehingga sulit berkembang,
memiliki manajemen yang kurang baik dan berpotensi memunculkan konflik
kepentingan.

7. Modal dalam PT dan koperasi

Perseroan Terbatas (PT)


Jumlah modal yang diberikan akan menentukan hak suara serta keuntungan yang
didapatkan. Seseorang akan memiliki peran dan hak suara yang makin besar jika ia
menanamkan semakin banyak modal.

Koperasi

Modal dari koperasi digunakan sebagai alat untuk memenuhi kebutuhan dari
anggota. Keuntungan yang akan didapatkan dari seorang anggota didasarkan pada
jasa yang diberikan sehingga besar kecilnya modal dari anggota tidak akan
mempengaruhi peran seorang anggota.

8. Pembagian keuntungan

PT (Perseroan Terbatas)

Keuntungan dari perseroan terbatas kepada pemilik modal dibagikan dalam bentuk
dividen.

Koperasi

Pembagian keuntungan ini diistilahkan sebagai SHU atau sisa hasil usaha. Sisa
hasil usaha (SHU) diberikan secara adil sesuai dengan besarnya peran dari masing-
masing anggota.

KESIMPULAN

TUGAS

DAFTAR PUSTAKA