Anda di halaman 1dari 3

NAMA : PENDI SAPWAN

NIM : 030353893
MATA KULIAH : MANAJEMEN KEUANGAN
KODE MATA KULIAH : EKMA4213

TUGAS 2
MANAJEMEN KEUANGAN

1. PT. ABC saat ini memiliki saldo kas sebesar Rp. 1.000.000.000 yang diperkirakan sejumlah
Rp. 6.000.000.000 diantaranya baru akan digunakan pada 6 bulan yang akan datang, sehingga
manajer kuangan dapat menginvestasikan Rp. 600.000.000 tersebut pada investasi jangka
pendek.
Terdapat 2 alternatif pilihan investasi, yaitu
- Deposito, jangka waktu 3 bulan dengan bunga 7,5% per tahun dan dikenakan pajak 20%.
- Obligasi dengan jangka waktu 2 tahun yang menawarkan kupon 7% dan juga dikenakan
pajak sebesar 15%
Hitunglah keuntungan yang akan diterima dari masing-masing alternative investasi tersebut.
Lalu menurut anda, investasi mana yang akan anda pilih disertai alasan-alasannya.
Jawab :
- Deposito, Rp. 6.000.000.000 untuk jangka waktu 3 bulan dengan bunga 7,5% dan
dikenakakan pajak 20%, sehingga bunga neto yang diterima hanya sebesar 0,8 x 7,5% =
0,06% setahun. Dengan demikian, selama 3 bulan tersebut PT. ABC akan memperoleh
penghasilan dari investasinya sebesar, (0,06/12) x 3 x 600.000.000 = Rp. 9.000.000,-
- Tingkat bunga neto yang diterima pemilik obligasi = 0,85 x 7% = 0,0595%. Dengan
demikian, selama 3 bulan tersebut PT. ABC akan memperoleh penghasilan dari
investasinya sebesar, (0,0569/12) x 3 x 600.000.000 = Rp. 8.535.000,-.
Jadi keuntungan yang akan diterima dari masing-masing alternative investasi adalah Rp.
9.000.000 dan Rp. 8.535.000. Masalah investasi yang dipilih, kalau PT. ABC lebih berani
mengambil resiko, maka investasi jangka pendek tersebut dapat dilakukan pada instrument
keuangan yang tingkat keuntungannya lebih tidak pasti, tetapi diharapkan bisa memberikan
tingkat keuntungan yang lebih besar. Walapun investasi deposito keuntungannya lebih tinggi
daripada obligasis, saya tetap memilih investasi obligasi karena investasi pada obligasi pada
umumnya mengharapkan memperoleh keuntungan dalam bentuk bunga (kupon), sedangkan
dari saham dalam bentuk capital gains (kenaikan harga saham). Obligasi yang diterbitkan oleh
pemerintah mempunyai keuntungan, pertama aman (karena pembayaran bunga dan pelunasnya
masuk APBN) dan yang kedua dapat diperjual belikan sehingga likuiditasnya bagus ( dapat
dijual sebelum jatuh tempo).

2. Sebutkan dan jelaskan kelemahan dari metode-metode penilaian profitabilitas investasi?


Jawab :
Kelemahan Metode Net Present Value :
1. Apabila proyek mempunyai nilai investasi yang beda, dan jangka waktu yang juga berbeda.
Maka nilai NPV yang lebih tinggi belum tentu menunjukkan investasi tersebut lebih baik.
2. Manajer keuangan harus bisa menghitung tingkat biaya modal selama masa investasi.
3. Kelayakan investasi tidak hanya dipengaruhi oleh besar kecilnya arus kas. Faktor usia
lamanya investasi juga bisa mempengaruhi.
Kelemahan Metode – metode lain :
a. Average Rate of Return
1. Metode ARR mengabaikan nilai waktu dari uang (time value of money).
2. Pendekatan yang digunakan jangka pendek. Angka-angka yang digunakan saat ini bisa
menyesatkan diwaktu yang akan datang.
3. Terlalu memfokuskan pada nominal laba akuntansi. Mengabaikan aliran arus kas dari
investasi yang dijalankan.
4. Jangka waktu investasi tidak diperhitungkan.
5. Terdapat usulan investasi lain.
b. Payback Period
1. Payback period mengabaikan proceeds atau penerimaan investasi yang diperoleh
setelah masa payback period tercapai.
2. Payback period tidak memperhitungkan nilai waktu dari uang (value of money)
3. Payback period tidak memiliki informasi tentang tambahan value yang bisa diterima
perusahaan.
4. Payback period hanya mengukur rentang waktu kembalinya dana investasi. Tidak
menganalisa keuntungan investasi/proyek pembangunan yang sudah direncanakan.
5. Mengabaikan arus kas setelah periode payback.
c. Internal Rate of Return
1. Membutuhkan perhitungan biaya modal yang menjadi batas terbawah dari nilai yang
kemungkinan bisa dicapai.
2. Perhitungan IRR lebih rumit dibandingan metode yang lain. Harus trial and
error apabila tidak menggunakan software.
3. Tidak dapat membedakan antara proyek/investasi yang memiliki perbedaan dalam
ukuran dan keadaan investasi.
4. Dalam perhitungan bisa menghasilkan hasil IRR ganda atau bahkan tidak
menghasilkan nilai IRR sama sekali.
d. Profitability Index
1. Profitability index tidak menginformasikan tentang return suatu proyek investasi.
2. Profitability index tidak memiliki infomasi tentang resiko investasi.
3. Tidak menginformasikan apakah sebuah investasi memberikan keuntungan bagi
perusahaan.
4. Untuk menghitung profitability index dibutuhkan biaya modal.