Anda di halaman 1dari 14

Identitas Film

Judul : Second In Command

Pemain : Jean Claude Van Damme, Julie Cox, William Tapley, Alan Mckena,

Raazaq Adoti, Warren Derosa

Sutradara : Simon Fellows

Produser : Brad Krevoy, Donald Kushner, Pierre Spengler

Tanggal & tahun rilis : 2 Mei, 2006

Durasi : 91 Menit

Studio : Sony Pictures Home Entertainment


Pendahuluan

I. Latar Belakang

Film adalah media yang berisi informasi, media yang menghibur. Film dapat berisi kisah
nyata ataupun duna fantasi. Film juga dapat berisikan nilai moral yang dapat bermanfaat
untuk orang yang menonton

Setiap film bersifat menarik dan menghibur, serta membuat para audiens berpikir. Setiap
hasil karya yang ada bersifat unik dan menarik sehingga ada banyak cara yang dapat
digunakan suatu film dokumenter untuk menyampaikan ide-ide tentang dunia nyata
(Rabiger, 2009:8). Second In Command merupakan film action yang di perankan oleh
aktor ternama seperti Van Damme yang begitu melekat dengan film-film action. Film
yang menghabiskan dana sebesar 12 juta USD ini mendapatkan rating 5/10 dari situs
perfilman yaitu Imdb.

II. Rumusan Masalah


1. Apa isi/subtansi film?
2. Apa kelebihan dan kekurangan film?
3. Apa kontribusi film terhadap studi Hubungan Internasional?
Isi/Subtansi Film

Film ini mengisahkan antara kaum demokrasi dan kaum komunis yang di awali intro
film beberapa kaum komunis yang membakar bendera negara Amerika di Moldovia,
Rumania. Hal tersebut menjadi sorotan wartawan yang sedang berada di tempat tersebut dan
tentu kejadian itu sudah di rekam oleh salah satu wartawan. Dibalik kerusuhan dan aksi bakar
bendera tersebut ternyata menjadi bahan pembicaraan warga disana bersamaan dengan
terpilihnya presiden Rumania baru yaitu Yuri Amirev. Terpilihnya beliau sebagai
presiden,memantik sebuah kudeta yang ingin menjatuhkan nya. Mendengar kabar tersebut
Amirev sadar menghadapi masalah pemberontakan yang berat dan dia sadar dia tak sanggup
mengadapi nya maka dari itu, kedutaan mendatangkan seorang atase militer. Atase militer
tersebut bernama Samuel Keenan, Komando Navy Seal dan beliau di jemput oleh pihak
kedutaan yaitu Kopral Butler di bandara. Saat dalam perjalanan Keenan ingin ke suatu hotel
terlebih dahulu, yaitu Hotel Continental untuk menemui kekasih Keenan. Setelah bertemu
dengan kekasih nya, di hotel tersebut di serang oleh seseorang dengan menembak warga tak
bersalah secara membabi buta. Aksi kejahatan itu dihentikan oleh Keenan dan dai pun segera
pergi ke kedutaan.

Di kedutaan Keenan bertemu Duta Besar Norland, RSO John Lydon, Komandan
Detasemen Marinir John Baldwin dan Frank Gaines Kepala perwakilan CIA. Dalam
pertemuan itu John Baldwin berbicara mengenai prioritas di Moldovia yaitu seorang kader
pemberontak, seorang mantan tentar sekaligus orang yang setia terhadap mantan presiden
Kirilov, pemberontak tersebut adalah Tavarov. Menurut Norland Tavarov merupakan garis
keras kaum Komunis dan anti AS yang kejam. Informasi dari intel CIA yang di dapat, bukan
hanya penembakan yang dilakukan di hotel Continental tetapi 4 pengeboman yang terjadi.
Informasi intel CIA juga mengatakan ada 500 milisi yang sedang berkeliling dan menyerang
barak militer dan markas polisi. Pada waktu yang bersamaan di depan kepresidenan banyak
orang-orang yang sedang melakukan aksi demo. Pada saat itu juga Tavarov berada di depan
kepresiden untuk mengawasi presiden Amirev. Pada saat yang bersamaan juga kekasih
Keenan yaitu Michelle ingin meliput kejadian tersebut berhubung dia adalah seorang
reporter. Salah satu warga maju ke depan kerumungan orang-orang untuk membuat suasana
menjadi panas. Melihat hal itu Kirilov memerintahkan personil nya untuk menembak wanita
tersebut dengan menggunakan sniper dari jarak jauh. Aksi penembakan itu membuat warga
berpendapat bahwa aksi itu dilakukan atas dasar perintah Amirev untuk membubarkan massa.
Warga pun menjadi semakin rusuh dan panas sehingga mereka langsung mengintervesi
tempat presiden.

Presiden Amirov mencurigai salah satu anggota nya yaitu kepala staff karena
menyarankan untuk melarikan diri ke bandara. Amirov mencurigai pilihan itu karena pilihan
tersebut menjadi pilihan yang mudah diketahui oleh Tavarov dan milisi nya. Amirov pun
melakukan panggilan ke kedutaan Norland untuk meminta penjemputan sekaligus
perlindungan. Keenan ingin mengetahui jumlah personil yang ada. Di pihak kedutaan
memiliki 27 staff dan 42 warga AS yang kebanyakan seorang insinyur dan telekomunikasi.
Detasemen Marinir memiliki 15 personil. Akhirnya Keenan pun bersedia untuk menjemput
presiden Amirov dengan beberapa personil Marinir. Pada saat Keenan akan pergi Duta Besar
Norland mengatakan bahwa saat itu beliau belum memiliki wakil resmi, maka saat itu juga
beliau menunjuk Keenan untuk menduduki jabatan tersebut sekaligus orang-kedua Norland.
Keenan pun tiba di keistanaan presiden dimana terdapat para warga yang protes dan milisi
Tavarov di depan lokasi. Saat bertemu dengan Amirov, Keenan pun memiliki rencana dengan
supir Amirov agar bisa melewati warga yang protes. Di waktu yang bersamaan warga-warga
yang protes kian memanas hingga ada yang menerobos pembatas dan penjaga pun
kewalagan. Salah satu mobil anggota presiden pun keluar dari lokasi tetapi mobil itu pun di
hentikan oleh milisi Tavarov dengan dilempari bom molotov. Mobil pun menabrak mobil lain
nya sehingga orang yang didalam mobil pun lari. Orang itu ditutupi oleh kain dan lari dari
mobil Amirov, lalu ia pun di hentikan oleh milisi Tavarov. Saat milisi Tavarov memukuli
orang-orang yang di dalam mobil Amirov, mobil yang lain nya pun keluar dari kepresidenan.
Ternyata Amirov dan Keenan berada di dalam mobil tersebut hal ini merupakan strategi
Keenan untuk mengecoh milisi Tavarov. Melihat kabur nya Keenan dan Amirov, salah satu
milisi Tavarov melapor kepada Tavarov untuk segera menghampiri Kedutaan Amerika.
Saat dalam perjalanan Keenan meminta bantuan pertahanan dari marinir di Kedutaan
Amerika, Keenan pun dapat perlindungan dari belakang dan di benteng Kedutaan AS. Ketika
sudah dekat jalan untuk menuju kedutaan pun di potong oleh milisi Tavarov dari depan dan
dari sisi kanan Keenan pun mendapat tabrakan dari mobil milisi Tavarov. Marinir pun keluar
dari mobil penjaga yang berada di belakang Keenan dan menyiapkan senjata. Mobil Keenan
di tabrak hingga tergguling,ia pun berusaha keluar dari kaca mobil bagian depan dan baku
tembakan pun terjadi antara marinir dan milisi Tavarov.

Lokasi insiden itu berdekatan dengan kedutaan Amerika sehingga Keenan pun
mendapatkan bantuan dari marinir yang berada di kedutaan Amerika, Sersan Gunny. Keenan
pun berhasil memecahkan kaca mobil bagian depan dan segera mengeluarkan Presiden
Amirov. Para milisi Tavarov pun semakin bertambah dari berbagai arah untuk menyerang
kedutaan Amerika dan Presiden Amirov. Bom asap pun dilempar ke arah milisi Tavarov,pada
momen itu pun Keenan berlari ke arah kedutaan Amerika sembari melindungi Presiden
Amirov. Berkat timing yang tepat dan penjagaan yang baik Keenan dan Presiden Amirov pun
masuk dengan keadaan selamat. Walaupun Keenan dan Presiden Amirov sudah masuk
kedalam kedutaan Amerika, ternyata ada laporan bahwa ada dua marinir yang masih
tertinggal yaitu Kopral Zanger dan Pazzini. Setelah diamankan nya Presiden Amirov di
kedutaan Amerika, pertahanan pun di perketat di sayap bagian kiri dan kanan kedutaan.

Tak lama kemudian Tavarov dan milisi yang lain nya tiba di depan benteng kedutaan
Amerika. Tavarov memberikan intruksi kepada anggata nya untuk melepaskan tembakan ke
arah kedutaan Amerika dengan menggunakan RPG. Menerima laporan tersebut, Keean
segera memberikan info tersebut kepada Duta Besar Norland. Namun ketika Keenan berjalan
mendekati ruangan Norland, RPG pun di lepaskan dan tepat mengenai jendela yang tembus
ke ruangan Norland. Keenan memerintahkan salah satu marinir untuk segera menutup dan
mengamankan jendela. Keenan pun bergegas memeriksa Presiden Amirov,beruntuk keadaan
Amirov baik-baik saja dan Keenan pun memberikan intruksi kepada beliau untuk turun
kebawah dan ke tempat yang aman. Ketika Keenan memadamkan api yang terjadi akibat
tembakan RPG, Keenan menemukan Norland tergeletak dengan banyak luka dan darah.
Keenan pun memanggil medis untuk memeriksa keadaan Norland. Saat medis tiba Norland
tidak ingin diperiksa dan menginginkan Keenan bertahan. Ketika di lihat lagi terdapat kayu
besar menancap pada perut Norlad, medis pun menyarankan untuk luka tersebut tak usah di
cabut hingga tak berapa lama kemudian Norland pun tewas. Keenan pergi ke ruang
komunikasi dan bertemu dengan Marshall dari Comms Tech. Komunkasi di kedutaan
Amerika di Moldovia sudah terhubung dengan White House Situation Room, hal ini untuk
menyampaikan beberapa pesan dari Keenan untuk pihak White House.

Keenan memberitahu kepada pihak White House Situation Room bahwa Duta
Norland tewas terkena tembakan RPG yang dilakukan oleh milisi Tavarov. Pesan itu di
dengar dan di terima oleh Sekertaris Negara, Richard Hammond dimana ia pun turut berduka
atas kejadian tersebut dan menanyakan bagaimana kejadian tersebut bisa terjadi. Keenan
menjelaskan bahwa sedang terjadi kudeta dan milisi Tavarov berada di depan kedutaan
Amerika dan sudah menembakan RPG. John Franklin dari NSA menanyakan bagai mana
keamanan di kedutaan Amerika kepada Keenan. Keenan menyatakan bahwa pada saat itu
kedutaan di kepung oleh para milisi yang setia pada Kirilov, tentu Keenan sangat
membutuhkan bantuan. Mendengar itu, Jenderal Anderson mengatakan bahwa Unit Ekspedisi
Marinir terdekat yang dimiliki nya memiliki jarak 6 jam dari timur, Jenderal Anderson
menyarankan Keenan untuk melakukan sebisa mungkin untuk bertahan. Jenderal Anderson
melakukan panggilan untuk segera mengeluarkan Unit Ekspedisi Marinir nya yang ke-22
untuk melaksanakan misi bantuan ke Kedutaan.

Dengan memasang wajah yang ragu, Frank Gaines Kepala Perwakilan CIA meminta
pendapat kepada para marinir mengenai seberapa yakin terhadap tingkat keamanan mereka.
Perbedaan pendapat antara Keenan dan Frank dimana Keenan sudah sepakat dari awal bahwa
akan bertahan hingga bala bantuan datang. Berbeda dengan Frank yang menginginkan
evakuasi pada saat itu juga. Keenan mengingatkan lagi kepada Frank bahwa Norland akan
mempertahankan demokrasi yang rapuh itu untuk gagal dan tak akan mengecewakan
Norland. Tak lama kemudian entah bagaimana Tavarov berhasil menembus jaringan
komunkasi channel 4 milik kedutaan dan Tavarov pun ingin berbicara kepada orang yang
bertanggung jawab di kedutaan Amerika. Keenan pun berbicara dengan Tavarov ,pada awal
nya Tavarov bersih keras ingin berbicara kepada Duta Besar, Keenan pun mengatakan bahwa
Duta Besar telah tewas dan dia yang bertanggung jawab. Mendengar itu, Tavarov pun
memperkenalkan diri dan menyebutkan bahwa ia merupakan perwakilan Pemerintahan
Revolusi Rakyat. Tavarov juga mengatakan bahwa ia dan anggota nya menuntut diserahkan
nya Presiden Yuri Amirov untuk menghadapi pengadilan atas terbunuh nya warga sipil yang
tak bersalah. Keenan mengatakan Amirov berada dalam perlindungan Amerika dan jika
Amirov mengakui kesalahan nya dia akan di adili dengan resmi dan adil tak ada todongan
senjata seperti itu lah caranya dalam demokrasi menurut Keenan. Masih tidak terima dengan
pernyataan Keenan Tavarov, ia pun memberitahu Keenan untuk menengok ke arah luar.
Setelah dilihat terdapat 3 sandera, dari 3 sandera tersebut terdapat kekasih Keenan, Michelle
berserta rekan nya dan sandera yang terakhir adalah Jenderal Illienev.

Keenan mencoba berbicara kepada Tavarov untuk membicarakan secara kepala


dingin untuk melepaskan para sandera. Tavarov membalas dengan mengatakan bahwa ia
ingin Presiden Amirov segera dilepas jika tidak sandera akan di eksekusi. Tetap bulat pada
keputusan nya, Keenan pun tak ingin melepaskan Amirov. Setelah itu tembakan pun di
lepaskan dan menewaskan salah satu sandera yaitu Jenderal Illienev. Milisi Tavarov pun
menyiksa Michelle dan menodongkan senjata ke kepala nya. Tavarov mengancam dengan
memberikan 15 menit untuk memberikan keputusan selanjut nya jika tidak, Michelle akan di
eksekusi dan Tavarov akan menerobos kedutaan. Keenan tak punya pilihan lain,ia kan
melakukan misi penyelematan kepada para sandera. Sersan Gunny menyarankan untuk
melakukan pengalihan, jika itu berhasil Gunny yakin mereka dapat menyelamatkan para
sandera. Frank menyarankan bahwa mereka butuh sesuatu yang besar, Frank memilik
rencana yaitu Polis Asuransi kecil yang ia sembunyikan. Keenan mencoba mengontak Kopral
Zanger dan Pazzini yang masih diluar kedutaan. Mereka yang berada di Jalan Baktiar di beri
intruksi oleh Frank untuk segera pergi ke toko sepeda di Jalan Plechia, dua blok ke arah
timur. Frank mengatakan jika sudah sampai, pemilik toko akan menanyakan nama dan Frank
memberi intruksi ketika ditanya nama Kopral Zanger dan Pazzini harus menjawab Michael
Jordan. Kopral Zanger dan Pazzini menangkap dua milisi yang sedang berkeliling, mereka
berniat untuk menyamar agar tidak di curigai para milisi Tavarov.
Keenan menghampiri Presiden Amirov dan menjelaskan keadaan yang terjadi bahwa
terdapat sandera yang akan di eksekusi jika ia tidak diserahkan. Keenan pun ingin jawaban
langsung mengenai penembakan yang terjadi di depan istana apakah itu merupakan perintah
langsung dari Amirov atau bukan. Amirov pun menjawab tidak dan menjelaskan bahwa
mereka adalah kaum-kaum yang sadis, ia sudah menghadapi nya selama 10 tahun. Amirov
yakin jika ia menyerahkan diri nya dapat membuat milisi Tavarov berhenti menumpahkan
darah, Amirov bersedia melakukan nya. Amirov pun meminta maaf kepada Keenan jika ia
terlibat di tengah-tengah masalah Amirov yang terjadi pada saat itu. Pasukan Borgov akan
tiba menjemput Amirov dalam waktu kurang lebih 4 jam. Diluar kedutaan kembali lagi ke
Kopral Zanger dan Pazzini mereka telah sampai di toko sepeda dan menyebutkan “Michael
Jordan”. Pemilik toko pun mengerti dan memberika C4 atau bom. Mereka pun berjalan
membawa sepeda yang sudah diisi dengan C4 ke arah milisi Tavarov.

Keenan dan para marinir pun mengambil posisi untuk melakukan penyelamatan
terhadap para sandera. Bom C4 pun diledakan, bom asap dilemparkan ke arah kumpulan
milisi Tavarov dan penembak jitu atau sniper pun di lumpuhkan. Sandera pun di jemput oleh
para marinir dan terdapat mobil juga yang menjadi tameng pertahaan marinir selama
penyelamatan berlangsung. Saat sandera sudah sampai di kedutaan, ternyata masih ada
anggota yang tertinggal, Keenan pun langsung bergegas menjemput nya. Keenan
mengalahkan beberapa milisi Tavarov untuk mencapai anggota nya yang tertinggal. Ketika
Keenan sudah menjemput anggota nya ia pun dihalang oleh sidekick Tavarov dan terjadi
baku hantam yang sengit. Perkelahian itu pun dimenangkan oleh Keenan, ia menusuk kedua
mata milisi Tavarov dengan menggunakan tangan nya. Setelah situasi terkendali di kedutaan,
Frank menghampiri Michelle dan rekan nya berhubung mereka adalah seorang reporter Frank
butuh informasi cepat mengenai milisi Tavarov. Michelle dan rekan nya mengatakan
kemungkinan terdapat 50 atau 100 pasukan dan polisi sipil di tembak menggunakan AK-47.
Keenan ingin memastikan lagi bala bantuan dari Jenderal Borgov, Frank pun mengonfirmasi
bahwa Jenderal Borgov masih 120 mil jauh nya yang kemungkinan 3 stengah jam lagi akan
tiba di kedutaan.
Diluar kedutaan terdapat pergerakan dari milisi Tavarov. Mereka menghancurkan cctv
dan antena komunikasi milik kedutaan Amerika. The Comms milik kedutaan pun tidak
berfungsi, Marshall pun langsung memasang Satphoe atau telepon satelit. Setelah telepon
satelit terhubung Keenan pun languns ingin berbicara dengan Sekertaris Negara,tetapi
komunikasi tersebut di potong oleh Frank yang dari awal ia menginginkan opsi evakuasi.
Frank mengatakan bahwa keadaan nya kalah jumlah 20 banding 1, tak terlindungi 3 sisi dan
mengatakan bahwa ada kemungkinan milisi akan menggunakan tank dan senjata berat.
Sekertaris Negara, Richard Hammond pun mendapat informasi bahwa yang bertanggung
jawab selama ini adalah Baldwin. Baldwin pun tak bisa menjamin keselamatan siapapun
yang ada di kedutaan sehingga mendukung opsi evakuasi. Tentu Keenan tidak setuju dengan
keputusan tersebut dan merasa resah. Ketika berbicara dengan Michelle, Keenan mengatakan
jika keluar atau evakuasi semuanya tak akan selamat. Michelle pun berdebat dengan Keenan,
Michelle ingin biarkan keputusan tersebut terlaksanakan dan percayakan kepada orang lain.
Keenan merasa risih karena tidak ada waktu untuk menggali lubang atau terowongan untuk
jalur evakuasi. Tapi ternyata jalur evakuasi sudah ada sedari dulu berupa terowongan bekas
perlindungan dari bom, pos komando. Para staff resmi diarahkan untuk membakar hal-hal
yang sensitif dan di arahkan agar segera ke lobi lantai satu untuk melakukan evakuasi. Kopral
Zanger dan Pazzini memeriksa jalur keluar evakuasi dan memastikan aman, mereka pun
memberi kordinasi kepada penjaga toko sepeda yang sebelum nya untuk membawa transport.

Frank akan memberikan detil dari rencana evakuasi kepada Keenan jika ia masuk
kedalam barisan evakuasi tetapi Keenan menginginkan tinggal di kedutaan. Satu persatu
orang-orang di arahkan ke transportasi yang telah disediakan dengan pengawalan para
marinir. Kopral Zanger dan Pazzini berjaga di depan transportasi. Sementara itu di kedutaan
Keenan merasa bingung karena kedutaan tidak di serang,ketika itu juga Keenan segera
menyusul ke jalur evakuasi. Saat orang-orang sudah masuk semua ke transportasi Kopral
Zanger merasa ada yang tidak beres. Benar saja, supir dari transportasi evakuasi pun
meninggalkan bom yang menewaskan orang-orang di bus transportasi evakuasi tersebut
beserta Kopral Zanger dan Pazzini. Melihat kejadian itu rombongan yang masih dibelakang
di arahkan untuk kembali lagi ke kedutaan melalui jalur evakuasi. Keenan bertemu Baldwin
di jalur masuk evakuasi,ia mengarahkan agar orang-orang dibawa ke TCU dan Presiden
Amirov dibawa ke ACR. Keenan pun resah dan mencari Michelle saat itu dia bertemu
dengan Frank yang berlari ketakutan dan lelah. Keenan pun berkata ke Gunny bahwa ia
menginginkan semua marinir siap untuk bertempur dalam 15 menit namun di saat itu juga,
ego dari Frank masih terlihat. Frank berkata kepada Keenan bahwa ia tak memimpin lagi,
tetapi Keenan langsung mendorong dan menahan Frank mengatakan bahwa pada saat itu
mereka sedang membicarakan nyawa orang. Lalu Keenan ingin di beri waktu 5 menit dan
setelah itu segel terowongan, Keenan ingin menyelamatkan Michelle yang masih di
terowongan.

Ketika orang-orang yang tertinggal di terowongan saat berlari ke kedutaan, sebagian


dari mereka di tembak oleh milisi Tavarov melalui lubang terowongan yang besar tepat nya
di atas terowongan. Dalam perjalanan nya menjeput Keenan, ia pun berhasil menemukan
Michelleyang tergeletak pingsan. Mendengar tembakan milisi Tavarov yang jarak nya sangan
dekat, Keenan dan Michelle pun pura-pura menjadi mayat agar mereka tak tertangkap.
Setelah milisi Tavarov lewat, Keenan pun bersembunyi. Tak lama milisi lain nya datang,
Keenan pun melepas tembakan secara blindshot , tembakan tersebut membuat milisi yang
sudah lewat otomatis melihat belakang dan reflek melepaskan tembak hingga akhir nya milisi
Tavarov pun saling menembak satu sama lain hingga tewas. Setelah aman Keenan pun
membawa Michelle segera ke kedutaan. Sesampai nya di pintu masuk terowongan evakuasi,
Keenan memerintahkan Gunny untuk mensegel terowongan dengan menggunakan peledak.
Marshall Geller tewas saat menjaga orang-orang evakuasi sehingga telepon satelit pun tak
bekerja yang artinya tidak dapat berkomunikasi. Frank merasa aneh karena Tavarov
mengetahui rencana mereka di kedutaan. Keenan memastikan kepada Frank apakah semua
orang di kedutaan sudah di periksa atau belum. Sementara itu Rombongan Borgov di
prediksikan akan tiba di kedutaan dalam waktu 1 jam. Keenan dan Frank berdiskusi dengan
Presiden Amirov bahwa mereka yakin para milisi telah memasang alat penyadap kepada
seseorang. Presiden Amirov pun mempersilahkan untuk memeriksa orang-orang nya dan
termasuk Amirov sendiri. Setelah di periksa, alat penyadap tidak di temukan di Presiden
Amirov ataupun orang-orang nya. Tetapi pemeriksaan alat sadap ini belum semua orang
sudah di periksa menurut Keenan. Keenan pun menyarankan untuk memeriksa Michelle,
ternyata dalam baju Michelle terdapat alat penyadap yang di pasang oleh Tavarov.
Setelah ditemukan nya alat penyadap pada baju Michelle, ia pun merasa bersalah
karena ia merasa orang-orang tewas karena dia dan rencana Frank dan yang lain diketahui
oleh Tavarov. Gunny menjalankan rencana Keenan yaitu membuat claymores, kemudian ia
ingin orang-orang mengumpulkan logam-logam, kunci, pisau, paku dan Gunny ingin hal itu
beres dalam 5 menit. Pada saat itu Frank, Keenan dan Baldwin berkumpul dan Tavarov
berada di channel 4 ,walkie talkie milik kedutaan Baldwin ingin Keenan yang bertanggung
jawab untuk merespon Tavarov. Kemauan Tavarov masih sama yaitu menginginkan Presiden
Amirov untuk diserahkan jika tidak ingin ada orang-orang yang terluka. Keenan pun
menyampaikan kepada Tavarov bahwa pasukan dan tank sedang menuju ke kedutaan lalu
Tavarov membalas, ketika pasukan itu datang mereka akan berhadapan dengan pemerintahan
baru. Keenan memastikan para warga sipil berada di basement dan pada saat itu juga Gunny
memberikan kabar buruk dan baik. Kabar buruk nya adalah perimeter yang dimiliki penuh
dengan lubang. Kabar baik nya adalah claymores yang berisikan logam dan benda tajam lain
nya sudah siap. Mereka pun pergi berkumpul ke depan benteng kedutaan untuk
mempersiapkan posisi yang sudah di rencanakan. Serangan pertama Tavarov dilakukan
dengan menggunakan mobil dengan laju yang cepat, mobil tersebut menghancurkan benteng
kedutaan. Setelah benteng kedutaan hancur segelintir milisi Tavarov pun berlarian dan segera
menyerang kedutaan.

Tembakan dari pihak marinir dan milisi Tavarov pun terus di keluarkan tak henti-
henti. Ketika para milisi memasuki halaman depan kedutaan mereka tidak sadar bahwa sudah
masuk kedalam jebakan yang sudah dipasangi claymores. Menunggu waktu yang tepat ketika
waktu yang tepat Gunny pun menarik pemicu bom nya dan itupun berhasil melumpuhkan
banyak milisi Tavarov. Walaupun begitu, milisi Tavarov terus berdatangan sampai marinir
yang berada di depan mundur dan berjaga di lobi. Para milisi Tavarov pun berhasil masuk
sehingga baku tembak terjadi di lantai 1 lobi. Namun saat beberapa misili yang berhasil
menerobos pintu masuk kedutaan, Jenderal Borgov sudah dekat dan memerintahkan Tavarov
agar menyerah, Tavarov pun memerintahkan pasukan nya untuk mundur. Tavarov
menyampaikan keada Keenan bahwa bantuan nya telah tiba dan Keenan hanya lah beruntung.
Jenderal Borgov pun tiba di kedutaan, Presiden Amirov mengucapkan rasa terimakasih atas
bantuan dan perlindungan nya kepada Frank dan Baldwin.
Frank pun berjalan keluar menghampiri Jenderal Borgov, mereka pun berjapat dangan dan
Frank pun mengucapkan terima kasih. Frank juga memberikan pengumuman kepada semua
pihak kedutaan bahwa keadaan aman, para warga sipil pun mulai tersenyum dan saling
berpelukan dengan rasa bersyukur. Saat Keenan mengantar Presiden Amirov ke depan,
marinir yang mengawasi dari atas melihat para milisi kembali lagi dan memberikan intruksi
kepada Keenan untuk kembali lagi. Para tentara itu merupakan kelompok milisi Tavarov,
Frank pun yang posisi nya paling dekat di tembak oleh Jenderal Borgov. Para warga yang
tadi nya memiliki wajah yang lega kembali menjadi takut dan merasa sangat tegang. Milisi
Tavarov pun mulai menyerang kembali kedutaan, kali ini mereka juga menggunaka tank.

Tak lama kemudian bantuan dari angkatan darat berupa 2 helikopter datang dan
meminta para milisi untuk menurunkan senjata nya, tetapi para milisi Tavarov tidak
menurunkan senjata mereka dan memilih menembak helikopter angkatan darat. Tentu
angkatan darat juga akan menembaki para milisi Tavarov mengingat helikopter ini lebih
unggul karena memiliki rocket launcher. Sedangkan di kedutaan Tavarov dan milisi nya
berhasil memasuki kedutaan. Keenan dan Baldwin berhasil menjatuhkan beberapa milisi
Tavarov dengan menggunakan handgun dan Rifle. Ketika peluru mereka habis, Gunny
memerintahkan mereka untuk pergi sehingga Gunny dapat menahan para milisi yang akan
datang, namun naas Gunny pun tertembak. Tak lama Michelle dan rekan nya yang sedang
mencari Keenan , mereka bertemu dengan Gunny yang tengah sekarat. Ketika rekan Michelle
sibuk dengan mendokumentasi kan, tak sengaja milisi pun datang dan menembak rekan
Michelle hingga tewas. Michelle yang mendengar itupun merasa panik, Gunny pun
memberikan senjata nya kepada Michelle dan membertihau bahwa jangan pernah ragu.
Diawali dengan rasa ragu, tetapi setelah milisi Tavarov berada di depan nya, Michelle pun
melepaskan tembakan hingga milisi Tavarov tewas. Tavarov yang dibelakang nya terus
berjalan saat bertemu Michelle, ia hanya menatap nya lalu pergi seakan Tavarov tidak punya
urusan dengan Michelle.
Baldwin melapor kepada Keenan bahwa Michelle tidak ada di TCR, bergegas lah mereka
untuk mencari nya. Saat mereka menaiki tangga, Tavarov pun muncul dengan tiba-tiba
dengan menodongkan pisau dan menusuk dada bagian kiri Baldwig. Keenan pun menarik
Tavarov dan menjauhkan Tavarov dengan Baldwin. Terjadi lah perkelahian antara Keenan
dan Tavarov, tetapi Tavarov masih memiliki pisau lain nya sedangkan Keenan hanya tangan
kosong. Baldwin saat itu berusaha mencabut pisau yang tertancap di bagian dada nya, setelah
tecabut pisau itu di lemparkan ke arah Keenan. Perkelahian pun imbang, Tavarov memiliki
pisau begitupun juga dengan Keenan. Keenan sempat terkena goresan di tangan kanan nya
dan ia pun di tendang di bagian kaki nya. Keenan jatuh dan berlutut namun ketika Tavarov
menendang Keenan pun menghindar dan menggunakan pisau nya, Tavarov jatuh dan Keenan
pun langsung membunuh nya. Pada akhirnya situasi pun terkendali dan aman setelah bantuan
yang di janjikan telah datang, dan Keenan pun memilih tinggal di kota tersebut.
Kelebihan Film

Hal yang bagus dari film ini adalah pemilihan aktor berpengalaman untuk film aksi yaitu Jean
Claude Van Damme. Beliau ini terkenal dengan akting nya di film-film aksi yang telah
membesarkan nama nya seperti Street Fighter, Universal Soldier, Double Team, Predator dll.
Film ini juga memiliki alur dan script yang cukup bagus.

Kekurangan Film

Film ini masih kurang menunjukan segi yang realistis dan sesuai rating film itu sendiri yakni
Rated-R. Rated-R sendiri rating film dengan segi kekerasa yang brutal, kata-kata kasar yang
banyak dan banyak darah yang di perlihatkan. Film ini memiiki plot hole yang harus di
tambal dengan baik. Terdapat beberapa scene yang ganjal contoh nya scenes ketika seorang
wanita di tembak ,lalu beberapa menit kemudian darah tersebut hilang. Film ini tidak bisa
menyaingi film-film lain di tahun 2006 seperti Pirates Of Carebbian, Casino Royale, X-Men
Last Stand, Superman Returns, Night At Museum dll. Alasan belum bisa menyaingi film-film
blockbuster lain nya adalah film Second In Command ini merupakan direct-to-video yang
artinya film ini tidak di siarkan di tv dan bioskop, hanya bisa di akses melaui DVD atau CD.
Film ini juga banyak menggunakn scenes yang diulang-ulang, scenes yang sebelum nya suda
digunakan. Efek slow motion dalam film ini masih kurang smooth dan tidak perlu di slow
motion . Koreo dalam bertarung nya masih kurang untuk film aksi pada tahun 2006, sangat
disayangkan sudah membawa nama besar Van Damme tetapi koreo bertarung nya masih
kurang

Kontribusi film terhadap studi Hubungan Internasional

Film ini bisa menjadi gambaran atau kasus konflik yang terjadi antara kaum kaum komunis
dan demokrasi. Dalam film ini kita bisa menganalisis konflik kudeta yang di mulai oleh kaum
komunis di Rumania. Dalam sejarah nya memang Rumania pernah terdoktris komunis pada
tahun 1950-an oleh Uni Soviet. Tetapi setelah Perang Dingin Rumania lebih mendekatkan
diri kepada negara eropa dan bergabung kepada NATO. Dalam studi Hubungan Internasional
film ini cukup menarik terutama film ini memiliki ruang lingkup politik. Film ini ingin
menunjukan pandangan dan pemikiran demokrasi