Anda di halaman 1dari 2

akan diukur tes tingkat kognitif sebelum terapi atau sesudah diberikan terapi (nilai pre test)

selanjutnya nilai masing-masing responden dibandingkan antara sebelum diberikan intervensi (pre
test) dengan sesudah diberikan intervensi (nilai post test). Pada penelitian ini peneliti ingin
mengetahui perbedaan tingkat kognitif atau memori lansia sebelum dan sesudah diberikan
intervensi. Adapun rumus paired t test yang di gunakan adalah :

−𝑑
𝑡=
𝑆𝑑 √𝑛

Keterangan :

𝑑 = selisih/beda antara nilai pre dan post

𝑑 = rata-rata nilai beda antara pre dan post

𝑆𝑑 = simpangan baku dari 𝑑

𝑛 = banyaknya sampel

2) Uji t independent

Uji t independent digunakan untuk mengetahui perbedaan nilai rata-rata antara kelompok
yang diberikan perlakuan (kelompok intervensi) dan kelompok yang tidak diberikan perlakuan
(kelompok kontrol). Adapun rumus uji t independent yang digunakan adalah :
𝑥1 − 𝑥2
𝑡=
𝑠 1 1
[√𝑛 + 𝑛 ]
1 2

Dimana nilai s diperoleh dari rumus :

𝑠 = √[(𝑛1 − 1)𝑠12 + (𝑛2 − 1)𝑠22 ]/(𝑛1 + 𝑛2 − 2)

Hipotesa dalam ujin t independent adalah :

Dua sisi : Ho : 𝜇1 = 𝜇2 𝑑𝑎𝑛 𝐻𝑎: 𝜇1 ≠ 𝜇2

Satu sisi : Ho : 𝜇1 = 𝜇2 𝑑𝑎𝑛 𝐻𝑎: 𝜇1 > 𝜇2

Ho: 𝜇1 = 𝜇2 𝑑𝑎𝑛 𝐻𝑎: 𝜇1 < 𝜇2

Jika data tidak berdistribusi normal maka analisa bivariat yang digunakan adalah uji
Wilcoxon dan Mann-whitney.

1) Uji wilcoxon
Uji wilcoxon (uji nonparametrik) merupakan uji alternatif jika paired t test (uji
parametrik)tidakmemenuhi syarat. Uji Wilcoxon digunakan untuk menentukan ada
tidaknya perbedaan rata-rata dua sampel yang saling berhubungan (Sujarweni, 2012).
Untuk menggunakan uji ini mula – mula kita mengurutkan selisih-selisih menurut perigkat
berdasarkan nilai mutlaknya masing-masing. Kemudian kita memberikan tanda-tanda
selisih (beda) yang semula kepada peringkat-peringkat yang dihasilkan dan setelah itu
melakukan dua penjumlahan, yakni : penjumlahan peringkat-peringkat bertanda positif .
Rumus umum Wilcoxon adalah sebagi berikut :

Rumus umum Wilcoxon adalah sebagai berikut :


𝑇−µ𝑟
Z=
𝜎𝑇

Dimana T = jumlah jenjang/ rengking yang kecil


𝑛(𝑛 + 1)
𝜎𝑇 =
4

𝑛(𝑛 + 1)(2𝑛 + 1)
𝜎𝑇 = √
24

Dengan demikian dapat dimasukkan kedalam rumus sebagai berikut:


𝑛(𝑛+1)
𝑇−[ ]
4
𝑍= (Sugiyono,2009)
𝑛(𝑛+1)(2𝑛+1)

24

2)Uji Mann Whitney

Setelah membandingkan Antara pre dan post kemudian peneliti menggunakan uji Mann-
Whitney (uji beda dua kelompok indenpenden). Tujuan dari uji ini adalah untuk mengetahui apakah
ada perbedaan dari suatu parameter dari dua sampel yang independen (tidak terikat Antara satu
kelompok dengan kelompok kedua. Populasi-populasi yang diminati bisa termasuk salah satu dari
dua tipe populasi yang ada, yaitu yaitu nyata dan hipotetik (Riwidikdo, 2013).

Asumsi-asumsi uji Mann-Whitney:

i. Data merupakan sampel hasil pengamatan X1, X2… Xn dari populasi 1 dan sampel hasil
pengamatan Y1, Y2…, Yn dari populasi 2.
ii. Kedua sampel tidak saling berhubungan.
iii. Variable yang diminati adalah variabel kontinyu.
iv. Skala pengukuran yang dipakai sekurang-kurangnya ordinal (Riwidikdo, 2013).
Rumus uji adalah :
𝑛1 (𝑛1 +1)
𝑇=𝑆−
2
Keterangan :
T = U hitung
S = Jumlah rangking sampel populasi 1 atau 2
n1= jumlah sampel populasi 1 atau 2
untuk perhitungan manual, maka S dan n, yang digunakan adalah dari jumlah rangking yang
nilainya terbesar.