Anda di halaman 1dari 2

6/3/2019 Menteri PUPR: OTT KPK Terkait Proyek Sistem Penyediaan Air Minum - Tirto.

ID

Menteri PUPR: OTT KPK Terkait


Proyek Sistem Penyediaan Air
Minum

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono memberikan


materi pada forum Tri Hita Kirana dengan agenda Sustainable Development Goals
(SDGs) di area penyelenggaraan pertemuan tahunan IMF World Bank Group 2018 di
Nusa Dua, Bali, Rabu (10/10/2018). ICom/Am IMF-WBG/Zabur Karuru

Oleh: Hendra Friana - 29 Desember 2018


Dibaca Normal 1 menit

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono membenarkan OTT KPK


pada 28 Desember 2018 terkait dengan proyek pengadaan
Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM).

tirto.id - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar Operasi


Tangkap Tangan (OTT) pada Jumat (28/12/2018). Dalam OTT itu,
KPK menangkap 20 orang.

Penjelasan resmi dari KPK menyatakan OTT ini berkaitan dengan


pemberian suap terhadap pejabat Kementerian Pekerjaan Umum
dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono membenarkan ada pejabat


kementeriannya yang ditangkap oleh KPK. Namun, hingga Jumat
malam, Basuki mengaku belum mengetahui detail kasus ini.

Basuki mengatakan mendapat informasi bahwa OTT tersebut


terkait dengan proyek pengadaan Sistem Penyediaan Air Minum
https://tirto.id/menteri-pupr-ott-kpk-terkait-proyek-sistem-penyediaan-air-minum-dcLE 1/3
6/3/2019 Menteri PUPR: OTT KPK Terkait Proyek Sistem Penyediaan Air Minum - Tirto.ID

(SPAM). Akan tetapi, ia belum mengetahui proyek SPAM mana


yang terkait dengan kasus ini.

"Pak Irjen sudah di KPK, tapi sudah ada teman-teman di sini saya
kasih informasi yang baru kami dapat. Kami baru dapat informasi
ada pegawai PU yang terkena OTT di bidang proyek air minum,"
ujar Basuki di Kantor Kementerian PUPR, Jakarta pada Jumat
malam (28/12/2018).

Baca juga: 20 Orang Terjaring OTT KPK, Termasuk


Pejabat Kemen PUPR

Selain itu, Basuki mengklaim belum mengetahui siapa pejabat


yang ditangkap oleh KPK dan apa tugasnya di kementerian
PUPR.

"Kami percaya, bahwa KPK bekerja secara tidak sembarangan


pasti sudah diamati panjang dan pasti dengan ketelitian yang
tinggi. Kami serahkan prosesnya kepada KPK sambil menunggu
penjelasan yang jelas dari KPK," kata Basuki.

KPK baru mengonfirmasi, dalam OTT kali ini 20 orang ditangkap,


termasuk pegawai Kementerian PUPR.

"KPK mengkonfirmasi, benar ada kegiatan tim sore hingga malam


ini di Jakarta sebagai bagian dari proses kroscek informasi
masyarakat tentang terjadinya pemberian uang pada pejabat di
Kementerian PUPR," kata Wakil Ketua KPK Laode M. Syarif lewat
keterangan tertulisnya.

Laode mengatakan, 20 orang yang ditangkap berasal dari unsur


Kementerian PUPR, Pejabat Pembuat Komitmen, dan pejabat
lainnya. Selain itu penyidik KPK juga menyita uang sebesar
Rp500 juta, dan SGD25 ribu, serta satu kardus berisi uang yang
masih dihitung jumlahnya.

Laode mengatakan, pemberian uang itu terkait dengan proyek


pengadaan air minum. KPK pun saat ini tengah mendalami
hubungan proyek yang dijadikan bancakan dengan proyek sistem
penyediaan air minum untuk tanggap bencana.

Baca juga artikel terkait OTT KPK KEMENTERIAN PUPR atau


tulisan menarik lainnya Hendra Friana
(tirto.id - Hukum)

Reporter: Hendra Friana


Penulis: Hendra Friana
Editor: Addi M Idhom

Subscribe Now

https://tirto.id/menteri-pupr-ott-kpk-terkait-proyek-sistem-penyediaan-air-minum-dcLE 2/3

Anda mungkin juga menyukai