Anda di halaman 1dari 9

UDARA

1. Judul : a. Pembakaran Memerlukan Udara


b. Udara menekan dari tekanan tinggi ke tekanan rendah
c. Udara sebagai sumber energi

2. Tujuan : Menjelaskan kegunaan Udara

3. Alat dan : Memerlukan udara dan menekan dari tekanan tinggi ke tekanan
Bahan rendah
 Lilin 2 batang yang sama
 Korek Api
 Gelas dengan 3 ukuran yang berbeda
 Stop watch/ Jam tangan
 Piring atau mangkok

Udara sebagai sumber energi


 Balon
 Selongsongan bolpoint plastik dan logam
 Gulungan kawat
 Pita perekat ( Solatif )
 Gunting

4. Landasan : a) Pembakaran Memerlukan Udara


Teori
 Pembakaran adalah sebuah reaksi yang melepaskan energi panas.
Begitu dimulai, reaksi tersebut melepaskan panas lebih dari cukup
untuk melelehkan lilin lebih banyak sehingga preoses pembakaran
terus terjadi. Pada peristiwa pembakaran lilin terjadi perubahan fisika
dan perubahan kimia. Gejala ini disebabkan karena adanya gaya adhesi
atau kohesi antara zat cair dan dinding celah tersebut.
 Kohesi adalah gaya di antara molekul – molekul dengan jenis yang
sama dan adhesi adalah gaya antar molekul yang jenisnya berbeda
(Giancoli, 2001). Panas api menyebabkan cairan wax menguap dan
selanjutnya akan bercampur dengan oksigen sehingga terjadi proses
pembakaran.
 Dari perbedaan massa lilin sebelum dan sesudah di bakar dapat kita
ketahui bahwa paraffin padat yang terbakar juga mengalami
penguapan. Proses pebakaran lilin akan mengahasilkan cahaya dan
energi panas. Pembakaran ini juga menghasilkan gas dan asap yang
terbang keudara. Gas yang dihasilkan adalah gas karbon dioksida
(CO2)
 Oksigen ditemukan di sekitar kita. Ini adalah salah satu elemen yang
paling penting di planet bumi. Oksigen membentuk sekitar 21% dari
atmosfer bumi dan 50% dari massa kerak bumi. Oksigen merupakan
salah satu atom yang membentuk air (H2O). Oksigen merupakan
elemen penting bagi kehidupan di Bumi. Ini adalah unsur yang paling
berlimpah dan terdapat dalam tubuh manusia sampai sekitar 65% dari
massa tubuh. Oksigen digunakan oleh hewan dan tumbuhan dalam
proses respirasi (pernapasan). Tabung oksigen digunakan untuk
mengobati orang yang memiliki masalah pernapasan. Mereka juga
digunakan sebagai pendukung kehidupan bagi astronot dan penyelam.
Sebagian besar oksigen yang digunakan dalam industri digunakan
dalam pembuatan baja. Aplikasi lain termasuk membuat senyawa baru
seperti plastik dan menciptakan api yang sangat panas untuk
pengelasan. Oksigen cair dikombinasikan dengan hidrogen cair untuk
membuat bahan bakar roket.
 Faktor yang mempengaruhi Pembakaran
Panas + Udara + Bahan Bakar => Pembakaran
Udara dan bahan bakar yang dipanaskan akan menghasilkan
pembakaran, sehingga menghasilkan gaya yang diperlukan untuk
memutarkan engine. Udara yang mengandung bahan Oksigen
diperlukan untuk membakar bahan bakar. Sementara bahan bakar
menghasilkan gaya. Ketika bahan bakar dikabutkan di ruang bakar
maka bahan bakar akan sangat mudah untuk dinyalakan dan akan
terbakar dengan effisien. Pembakaran dapat terjadi ketika campuran
bahan bakar dan udara dikompresikan sampai dihasilkan panas yang
cukup (+ 1000 derajat F) sehingga dapat menyala tanpa bantuan
percikan bunga api.

b) Udara menekan dari tekanan tinggi ke tekanan rendah


 Pengertian Tekanan udara
Tekanan udara diukur berdasarkan tekanan gaya pada permukaan
dengan luas tertentu, misalnya 1 cm2. Satuan yang digunakan adalah
atmosfer (atm), millimeter kolom air raksa (mmHg) atau milibar
(mbar). Tekanan udara patokan (sering juga disebut) tekanan udara
normal) adalah tekanan kolom udara setinggi lapisan atmosfer bumi
pada garis lintang 45 dan suhu 0 C. besarnya tekanan udara tersebut
dinyatakan sebagai 1 atm. Alat untuk mengukur tekanan udara disebut
barometer. Tekanan udara berkurang dengan bertambahnya ketinggian
tempat (elevasi atau altitude). Tekanan udara dipengaruhi oleh suhu
atau temperature.
 Udara adalah campuran berbagai gas, jadi mempunyai berat dan
memberikan efek tekanan yang biasa dinamakan tekanan udara.
Tekanan udara adalah tekanan yang diberikan oleh udara karena
beratnya kepada tiap-tiap 1 cm 2 bidang mendatar dari permukaan
bumi sampai batas atmosfer. Makin tinggi suatu permukaan maka
kerapatan udara semakin kecil kolom udaranya semakin pendek. Pada
lapisan bawah atmosfer, kecepatan penurunan tekanan adalah 1 mm Hg
untuk tiap naik 11m. (Wisnubroto et al 1986).
 Tekanan udara juga dapat didefinisikan sebagai akibat benturan antar
molekul-molekul udara dan atom-atom gas di udara sehingga
menimbulkan gaya per satuan luas udara tersebut. Mengingat gerak
molekul-molekul dan atom-atom gas setelah benturan akan ke segala
arah, maka gaya yang terjadi juga ke segala arah. Akibatnya arah
tekanan udara dapat terjadi ke segala arah pula. Tekanan udara pada
suatu permukaan didefinisikan sebagai gaya atau berat yang diberikan
oleh sekolom udara diatas suatu permukaan atau area kepada suatu
permukaan atau area tersebut. Tekanan yang diberikan tersebut
sebanding dengan massa udara secara vertikal diatas permukaan
tersebut sampai pada batas lapisan. Tekanan udara semakin rendah
apabila semakin tinggi dari permukaan laut. Sehingga tekanan udara
selalu berkurang dengan bertambahnya ketinggian. Hal ini disebabkan
karena semakin tinggi dari permukaan bumi maka daerah tersebut
banyak menerima panas matahari, udaranya akan mengembang dan
naik. Oleh karena itu daerah tersebut bertekanan udara rendah.
 Udara disebut sebagai berat udara di atas permukaan tanah
menghasilkan daya tekan ke bumi. Tekanan udara juga bisa diartikan
sebagai tenaga yang bekerja untuk menggerakkan massa udara dalam
setiap satuan luas tertentu. Kepadatan udara tidak sepadat tanah dan
air. Namun udarapun mempunyai berat dan tekanan. Udara yang
mengembang menghasilkan tekanan udara yang lebih rendah.
Sebaliknya, udara yang berat menghasilkan tekanan yang lebih tinggi.
 Tekanan udara juga merupakan tingkat kebasahan udara karena dalam
udara air selalu terkandung dalam bentuk uap air. Kandungan uap air
dalam udara hangat lebih banyak dari pada kandungan uap air dalam
udara dingin. Kalau udara banyak mengandung uap air dan kemudian
didinginkan maka suhunya turun dan udara tidak dapat menahan lagi
uap air sebanyak itu, uap air akan berubah menjadi titik-titik air. Udara
yang mengandung uap air sebanyak yang dapat dikandungnya disebut
udara jenuh.
 Pembentukan Udara
Udara terbentuk dari campuran gas yang di perlukan oleh semua
mahluk hidup. Ketika berkerak, udara menekan ke segala sesuatu yang
dilaluinya dan gerakan udara oleh tekanan tersebut di sebut dengan
angin. Bumi kita dilapisi oleh udara setebal 640 km, meskipun ringan
tapi lapisan ini sangat tebal sehingga menekan ke tanah setara dengan
tekanan setebal 10,4 m.Akibat tekanan tersebut dan banyaknya
benturan oleh pergerakan benda yang ada di bumi maka terbentuklah
angin yang merupakan jenis udara bergerak
 Faktor-faktor yang memengaruhi tekanan udara adalah sebagai berikut.
a. Tinggi Rendahnya Tempat
Semakin tinggi suatu tempat, lapisan udaranya semakin tipis dan
semakin renggang, akibatnya tekanan udara semakin rendah.Tekanan
udara di suatu tempat pada umumnya dipengaruhi oleh penyinaran
matahari. Daerah yang banyak mendapat sinar matahari mempunyai
tekanan udara rendah dan daerah yang sedikit mendapat sinar
matahari mempunyai tekanan udara tinggi. Tekanan udara pada suatu
tempat berubah sepanjang hari. Alat pencatat tekanan udara
dinamakan barograf. Pada barograf tekanan udara sepanjang hari
tergores pada kertas yang dinamakan barogram.
b. Temperatur
Jika temperatur udaranya tinggi, maka volume molekul udara
berkembang, sehingga tekanan udara menjadi rendah, sebaliknya
jika temperatur udara menjadi kecil, maka tekanan udara menjadi
tinggi.

c) Udara sebagai sumber energi


 Definisi Angin
Angin adalah udara yang bergerak karena adanya perbedaan
tekanan udara antara satu tempat dan tempat yang lain (Yusman,
2005). Adapun penyebab perbedaan tekanan udara adalah intensitas
panas matahari. Udara yang terkena panas matahari akan
mengembang sehingga tekanan udara menjadi rendah, sedangkan
daerah yang tidak mendapat sinar matahari tekanan udaranya tinggi.
Oleh karena itu, udara bergerak dari daerah yang bertekanan udara
tinggi menuju daerah yang bertekanan udara rendah. Di permukaan
bumi daerah yang mempunyai tekanan udara rendah adalah di
daerah khatulistiwa karena selalu mendapat sinarmatahari. Adapun
di daerah kutub utara dan kutub selatan tekanan udaranya lebih
tinggi. Oleh karena itu, aliran udara bergerak dari daerah kutub
menuju daerah khatulistiwa. Hubungan antara tekanan udara dan
arah angin dinyatakan dalam Hukum Buys Ballotbahwa udara
mengalir dari daerah bertekanan maksimum ke daerah bertekanan
minimum. Arah angin akan membelok ke kanan di belahan bumi
utara dan membelok ke kiri di belahan bumi selatan.
 Kecepatan Angin
Besar kecilnya kecepatan angin ditentukan oleh faktor-faktor
sebagai berikut :
1. Besar kecilnya gaya gradientbarometris. Gaya gradient
barometris adalah besarnnya perbedaan tekanan udara antara
2 isobar yang bergerak 111 km dan dinyatakan dalam
milibar (mb). Semakin besar perbedaan tekanan udara
tersebut, maka akan semakin cepat angin bergerak.
2. Banyak sedikitnya hambatan. Faktor-faktor yang dapat
menjadi hambatan gerakan angin antara lain relief
permukaan bumi, gedung-gedung (bangunan), dan pohon-
pohon. Semakin banyak rintangan yang menghalangi laju
gerakan angin, maka akan semakin lambat kecepatan angin
tersebut. Alat yang digunakan untuk mengukur kecepatan
angin adalah anemometer. Ada beberapa jenis anemometer,
salah satu jenisnya adalah anemometer mangkok. Pada
anemometer terdapat peralatan elektronik yang berfungsi
mencatat gerakan angin. Pembacaan alat itu harus dilakukan
dalam jangka waktu tertentu, misalnya harian.
a. Pembakaran memerlukan Udara
5. Cara Kerja :
 Menyediakan dua lilin yang sama ukuran, warna dan bentuknya.
 Lilin diletakkan di atas meja dengan jarak antar lilin ± 30 cm
 Lilin dinyalakan

 Salah satu lilin ditutup dengan gelas

 Setelah lilin gelam dalam waktu ± 8 detik, lilin mati. Namun lilin yang
tidak ditutupi gelas tetap menyala.
 Kedua lilin dinyalakan, lalu ditutup dengan gelas.
 Amati dan catatlah waktu antara lilin menyala saat ditutup gelas sampai
dengan mati
 Masukkan dat pengamatan pada tabel yang tersedia
 Ulangi langkah 6 sampai dengan 8, untuk 5 kali pengamatan
b. Udara menekan dari tekanan tinggi ke tekanan rendah
 Lilin diletakkan diatas piring dari bahan kaca/gelas

 Piring diisi air kira-kira setinggi 2 cm

 Lilin dinyalakan lalu ditutup dengan gelas kaca

 Amati nyala lilin dan permukaan air dalam gelas


 Catatlah hasil pengamatan.
c. Udara sebagai sumber energi
 Balon ditiup sampai membesar dan kencang, lalu diikat dengan karet.
 Selongsong bolpoint diisolasi dengan balon
 Menyiapkan dua sisi penyangga dengan jarak sekitar 1,5 m.
 Kawat dimasukkan ke dalam selongsong bolpoint, lalu diikat ujung-
ujungya pada kedua penyangga.
 Tariklah pangkal selongsongan balpoin sampai ujung bantang kawat
 Bukalah ikatan karet pengikat balon. Roket bergerak dengan adanya
tekanan udara dari balon
 Amatilah bentuk dan gerak balon setelah tiupannya dilepas, catat dan
gambarkan dalam lembar pengamatan.
a. Hasil Pengamatan Pembakaran memerlukan udara
6. Data Hasil :
Pengamatan
Percobaan ke Selang waktu sampai lilin mati
1 ± 08.35 detik

2 ± 08.45 detik

3 ± 08.78 detik

4 ± 08.28 detik

5 ± 08.81 detik
Tabel 9.1 Pengamatan Lilin

Lilin yang ditutup dengan gelas lambat laun mati sesuai dengan waktu yang
telah dicatat di tabel. Namun lilin yang tidak ditutupi gelas akan terus menyala
hingga lilin itu habis Hal ini membuktikan bahwa pembakaran memerlukan
udara.

b. Udara menekan dari tekanan tinggi ke tekanan rendah

 Air dalam gelas pelan-pelan naik dan udara menekan di dalam


gelas, sehingga menyebabkan api lilin padam. Hal ini
membuktikan bahwa udara menekan dari tekanan tinggi ke tekanan
rendah.
 Lilin padam dalam jangka waktu ± 04.17 detik.

Keadaan Lilin Tinggi Permukaan Air


Saat lilin ditutup gelas (masih 1 cm
nyala)
Setelah ditutup gelas (setelah 2 cm
padam)

c. Udara sebagai sumber energi


 Ketika ikatan karet dibuka dari pengikat balon lalu roket bergerak
karena adanya tekanan udara di dalam balon.
 Setelah tiupan balon dilepas, bentuk balon menyusut dan akhirnya
kempes. Balon meluncur dengan cepat ± 02,73 detik antara tiang
penyangga.
 Tanpa menggunakan lintasan balon ditiup dan dilepaskan. Balon
bergerak ke atas, ke samping, ke bawah tak beraturan dengan sangat
cepat.
 Besarnya balon dibuat bervariasi untuk mengetahui pengaruh besar
kecilnya balon terhadap kecepatan gerak roket. Ternyata semakin
besar balon makin cepat pula roket meluncur. Hal ini disebabkan
balon besar berisi udara lebih banyak sehingga energi yang
ditimbulkan juga besar, karena udara merupakan sumber energi.
 Selongsong bolpoint plastik diganti dengan bolpoint dari logam.
Gerakan roket melambat karena bolpoint dari logam lebih besar
gayanya sehingga memperlambat gerakan roket.

a) Hasil Pengamatan Pembakaran memerlukan udara


7. Kesimpulan :
Udara sangat berperan penting dalam pembakaran lilin. Hal ini
dibuktikan dengan padamnya lilin, saat lilin ditutup dengan gelas.
Peristiwa ini disebabkan karena ketika terjadi pembakaran didalam
gelas, awalnya terjadi pengembangan udara, pada saat yang sama
terjadi penguapan uap air dalam udara. Lilin ditutup dengan gelas akan
padam karena kehabisan oksigen.

b) Udara menekan dari tekanan tinggi ke tekanan rendah


Ketika udara mendingin, tekanannya menyusut, ketika lilin ditutup
dengan gelas, ternyata nyala lilin makin redup dan akhirnya padam.
Lalu air yang berada diluar gelas tersedot masuk ke dalam gelas dan
permukannya naik. Hal iini karena tekanan udara diluar gelas tinggi
daripada tekanan udara didalam gelas.
Sifat-sifat Udara :
 Menempati ruang
 Mempunyaiberat
 Memiliki tekanan
 Mengalir dari tekanan tinggi ke tekanan rendah

c) Udara sebagai sumber energi


Udara dapat menghasilkan energi dari pemanfaatan udara yang
bergerak, aliran udara yang pelan pun dapat menghasilkan sejumlah
energi yang besar.

1. Mengapa lilin yang menyala ketika ditutup gelas akan padam?


9. Pertanyaan :
Jelaskan!
2. Bagaimana Anda dapat menunjukkan bahwa udara memenuhi ruangan?
3. Bagaimana anda menjelaskan kepada siswa bahwa udara bergerak dari
tempat yang bertekanan tinggi ke tempat yang bertekanan rendah?
4. Jelaskan apa yang dimaksud dengan udara sebagai sumber energi?

1. Lilin yang menyala ditutup gelas akan padam karena di dalam gelas
10. Jawaban :
tidak ada udara (hampa udara) sehingga membuat lilin padam.
Pertanyaan 2. Bukti kalau udara memenuhi ruang adalah seperti Jika balon ditiup
makin lama akan semakin besar mengembang, begitu juga dengan ban
sepeda, Jika dipompa maka lama kelamaan akan mengembang dan
keras, dan masih banyak contoh lainnya.
3. Udara bergerak dari tempat bertekanan tinggi ke tempat yang
bertekanan rendah, hal ini dibuktikan dengan padamnya lilin dalam
ruang hampa udara karena udara menekan dari tekanan tinggi ke
tempat bertekanan rendah.
4. Udara sebagai sumber energi, udara dapat mendorong roket keluar
angkasa karena tekanan udara yang tinggi sehingga dapat mendorong
roket meluncur.

Anda mungkin juga menyukai