Anda di halaman 1dari 13

Pengertian Nuklir

Menurut Wikpedia Bahasa Indonesia ,Kata nuklir berarti bagian dari atau yang berhubungan
dengan Nukleus atom (inti atom).. Dalam fisika Nuklir, sebuah reaksi nuklir adalah sebuah
proses di mana dua nuklei bertubrukan, untuk memproduksi hasil yang berbeda dari produk
awal. Pada prinsipnya sebuah reaksi dapat melibatkan lebih dari dua partikel yang bertubrukan,
tetapi kejadian tersebut sangat jarang. Bila partikel-partikel tersebut bertabrakan dan berpisah
tanpa berubah (kecuali mungkin dalam level energi, proses ini disebut tabrakan dan bukan
sebuah reaksi.

Dikenal dua reaksi nuklir, yaitu reaksi fusi Nuklir dan reaksI fisi Nuklir Reaksi fusi nuklir adalah
reaksi peleburan dua atau lebih inti atom menjadi atom baru dan menghasilkan energi, juga
dikenal sebagai reaksi yang bersih. Reaksi fisi nuklir adalah reaksi pembelahan inti atom akibat
tubrukan inti atom lainnya, dan menghasilkan energi dan atom baru yang bermassa lebih kecil,
serta radiasi elektromagnetik. Reaksi fusi juga menghasilkan radiasi sinar alfa, beta dan gamma
yang sagat berbahaya bagi manusia.

Contoh reaksi fusi nuklir adalah reaksi yang terjadi di hampir semua inti bintang di alam
semesta. Senjata bom hidrogen juga memanfaatkan prinsip reaksi fusi tak terkendali. Contoh
reaksi fisi adalah ledakan senjata nuklir dan pembangkit listrik tenaga nuklir.

Unsur yang sering digunakan dalam reaksi fisi nuklir adalah Plutonium dan Uranium (terutama
Plutonium-239, Uranium-235), sedangkan dalam reaksi fusi nuklir adalah Lithium dan (terutama
Lithium-6, Deuterium, Tritium).

Bahan Pembuatan nuklir

Bahan Pembuat nuklir adalah Uranium. Uranium merupakan unsur radioaktif. Berikut ini adalah
pengertian uranium dan cara kerjanya menurut Organisasi Nuklir Dunia atau World Nuclear
Assosiation yang dapat dilihat di

 Uranium adalah logam yang sangat berat yang dapat digunakan sebagai sumber berlimpah
energi terkonsentrasi.
 Uranium terjadi pada sebagian besar batu di konsentrasi 2 sampai 4 bagian per juta dan
adalah sebagai umum dalam kerak bumi sebagai timah, tungsten dan molybdenum. Uranium
terjadi dalam air laut, dan dapat pulih dari lautan.
 Uranium ditemukan pada tahun 1789 oleh Martin Klaproth, seorang kimiawan Jerman,
dalam mineral yang disebut bijih-bijih uranium. Hal ini dinamakan planet Uranus, yang telah
ditemukan delapan tahun sebelumnya.
 Uranium rupanya dibentuk pada supernova sekitar 6,6 miliar tahun yang lalu. Meskipun tidak
umum di tata surya, hari ini peluruhan radioaktif yang lambat menyediakan sumber utama
panas di dalam bumi, menyebabkan konveksi dan pergeseran benua.
 Kepadatan tinggi uranium berarti bahwa ia juga menemukan menggunakan dalam keels dari
yacht dan sebagai counterweight untuk kontrol permukaan pesawat, serta untuk perisai
radiasi.
 Uranium memiliki titik lebur adalah 1.132 ° C. Simbol kimia untuk uranium adalah U.

Perbedaan nuklir fisi dan fusi

Tahukah Anda bahwa Matahari sebagai pusat tata surya kita menghasilkan energi yang
berlimpah ruah melalui reaksi fusi berantai. Reaksi nuklir fusi ini terjadi di bawah suhu amat
sangat tinggi serta pengaruh tekanan gravitasi alami Matahari yang juga amat sangat tinggi.
Proses reaksi nuklir tersebut menghasilkan energi panas yang sangat besar sehingga mampu
menjadi sumber energi penting bagi Bumi kita.

Akan tetapi mungkin sebagian dari kita bertanya-tanya mengapa jika Matahari menghasilkan
energi dari proses reaksi nuklir, namun kita yang berada di Bumi tidak terdampak radiasi
nuklirnya? Inilah yang perlu kita luruskan. Karena di dunia sains dikenal ada dua reaksi nuklir
yaitu reaksi fisi dan reaksi fusi. Perbedaan yang sangat mendasar dari keduanya adalah jika
reaksi fisi adalah pemecahan satu atom menjadi dua, sedangkan reaksi fusi adalah penggabungan
dua atom menjadi satu. Namun demikian kedua reaksi nuklir tersebut sama-sama menghasilkan
energi samping yang sangat besar.

 Reaksi nuklir fisi.

Arti kata fisi atau fission dalam Bahasa Inggris berarti sebuah pemisahaan atau pemecahan
menjadi bagian-bagian lebih kecil. Nuklir fisi menghasilkan energi dari proses pemecahan atom
menjadi atom-atom yang lebih kecil lagi. Penemuan proses nuklir fisi ini justru berawal dari
prediksi Albert Einstein bahwa massa benda dapat dikonversikan menjadi energi. Setelah itu di
tahun 1939 para ilmuwan mulai bereksperimen, hingga setahun kemudian Enrico Fermi seorang
ilmuwan asal Italia berhasil membuat reaktor nuklir pertama di dunia
Nuklir fisi terjadi pada sebuah isotop atom tak-stabil (biasanya sebuah atom dengan jumlah
proton yang sama, tetapi memiliki jumlah neutron bervariasi) dibombardir oleh partikel
berkecepatan tinggi, biasanya neutron. Neutron-neutron tersebut berakselerasi hingga akhirnya
menabrak isotop tak-stabil tersebut, hingga mengakibatkan fisi, pecah menjadi partikel-partikel
yang lebih kecil. Selama proses tersebut, neutron dibidikkan ke bagian nukleus (inti) atom
sehingga nukleus terpecah membentuk atom-atom baru yang lebih kecil, pecahan neutron, serta
radiasi gamma. Pada proses reaksi fisi berantai seperti yang diterapkan di pembangkit listrik
tenaga nuklir, pecahan neutron hasil dari reaksi fisi awal akan menumbuk atom uranium lain
sehingga ia terpecah dan melepas energi. Reaksi berantai ini akan terus berlanjut hingga bahan
bakar habis.

Bahan baku reaksi nuklir fisi yang paling populer adalah Uranium-235. Jika reaksi nuklir fisi
atom Uranium tersebut dituliskan ke dalam reaksi kimia maka akan seperti ini:

U-235 + n ===> Ba-144 + Kr-90 + 2n + about 200 MeV

U-235 + n ===> Ba-141 + Kr-92 + 3n + 170 MeV

U-235 + n ===> Zr-94 + Te-139 + 3n + 197 MeV

Sebagian besar atom pecahan proses fisi Uranium adalah atom Barium dan Krypton. Pecahnya
atom uranium diikuti dengan lepasnya sejumlah energi sebesar 170 hingga 200 MeV (baca:
MegaElektron Volt). Satu MegaElektron Volt setara dengan 1.60217662 × 10-13 Joule.

 Reaksi nuklir fusi.

Arti kata fusi atau fussion dalam Bahasa Inggris adalah penggabungan dari beberapa elemen
berbeda menjadi satu utuh. Sedangkan pengertian dari istilah reaksi nuklir fusi adalah
penggabungan dari inti-inti atom untuk membentuk satu inti atom yang lebih berat, serta diikuti
pelepasan energi yang besar. Reaksi fusi terjadi ketika dua isotop atom bermassa rendah,
biasanya Hidrogen, berfusi membentuk atom baru, yang biasanya Helium, di bawah tekanan dan
temperatur ekstrim.

Reaksi fusi inilah yang dialami oleh Matahari. Isotop-isotop atom Hidrogen yakni Tritium
(Hidrogen-3) dan Deuterium (Hidrogen-2) bergabung dibawah tekanan dan temperatur tinggi
untuk kemudian membentuk isotop Helium dan neutron. Proses ini akan diikuti pelepasan energi
panas yang sangat besar, hingga jika disandingkan dengan reaksi fisi Uranium, nuklir fusi
hidrogen menghasilkan energi yang jauh lebih besar.
Satu hal yang perlu diperhatikan adalah bahwa reaksi nuklir fusi tidak menghasilkan limbah
radioaktif gamma berbahaya seperti pada reaksi nuklir fisi. Hal inilah yang menjadi salah satu
alasan utama para ilmuwan hingga saat ini berlomba-lomba untuk menciptakan reaktor nuklir
fusi. Namun pada kenyataannya pembuatan reaktor nuklir fusi memang tidak semudah
membangun reaktor nuklir fisi. Kesulitan yang paling mendasar dari pembuatan reaktor nuklir
fusi adalah pengkondisian temperatur dan tekanan sangat tinggi. Energi berlimpah serta tak
terbatas menjadi alasan utama lain para ilmuwan hingga saat ini terus bereksperimen membuat
reaktor nuklir fusi.

Nampak dari pembahasan kita di atas bahwa kedua reaksi nuklir fisi dan fusi sama-sama
menghasilkan energi namun memiliki proses yang jauh berbeda. Reaksi fisi adalah pemecahan
atom berat menjadi atom-atom yang lebih kecil, sedangkan fusi menggabungkan atom-atom
kecil menjadi atom yang lebih berat. Hingga saat ini sumber energi alternatif dari nuklir memang
masih dari reaktor-reaktor nuklir fisi. Akan tetapi dengan kemajuan teknologi yang pesat, tidak
lama lagi akan lahir reaktor nuklir fusi yang lebih ramah lingkungan dan tentu saja lebih
terbarukan

Kegunaan Nuklir
Nukklir ternyata memiliki banyak kegunaan. Berikut ini beberapa kegunaan nuklir yang telah
digunakan oleh negara-negara maju , yang antara lain

 Sebagai Sumber Listrik yang Hemat


Lebih dari 14% dari listrik dunia dihasilkan dari uranium dalam reaktor nuklir. Jumlah ini
lebih dari 2500 miliar kWh setiap tahun, seperti halnya dari semua sumber listrik di seluruh
dunia pada tahun 1960.
Ini berasal dari beberapa 440 reaktor nuklir dengan kapasitas produksi total sekitar 377 000
megawatt (MWe) yang beroperasi di 30 negara. Lebih dari 60 reaktor lagi sedang dibangun
dan lain 150 yang direncanakan.
Belgia, Bulgaria, Republik Ceko, Finlandia, Perancis, Hungaria, Jepang, Korea Selatan,
Slovakia, Slovenia, Swedia, Swiss dan Ukraina semua mendapatkan 30% atau lebih dari
listrik dari reaktor nuklir. Amerika Serikat memiliki lebih dari 100 operasi reaktor, memasok
20% dari listrik. Perancis mendapat tiga perempat dari listrik dari uranium.

 Senjata Militer

Kedua uranium dan plutonium yang digunakan untuk membuat bom sebelum mereka menjadi
penting untuk membuat listrik dan radioisotop. Jenis uranium dan plutonium untuk bom berbeda
dari yang di pembangkit listrik tenaga nuklir. Bom-grade uranium sangat diperkaya (> 90% U-
235, bukannya sampai dengan 5%), bom-plutonium yang cukup murni Pu-239 (> 90%, bukan
60% dalam reaktor-grade) dan dibuat dalam reaktor khusus.

Pengertian PLTN (Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir)

Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) adalah stasiun pembangkit listrik thermal di mana
panas yang dihasilkan diperoleh dari satu atau lebih reaktor nuklir pembangkit listrik.

PLTN termasuk dalam pembangkit daya base load, yang dapat bekerja dengan baik ketika daya
keluarannya konstan (meskipun boiling water reactor dapat turun hingga setengah dayanya
ketika malam hari). Daya yang dibangkitkan per unit pembangkit berkisar dari 40 MWe hingga
1000 MWe. Unit baru yang sedang dibangun pada tahun 2005 mempunyai daya 600-1.

Pada dasarnya sistem kerja dari PLTN sama dengan pembangkit listrik konvensional, yaitu: air
diuapkan di dalam suatu ketel melalui pembakaran. Ulang yang dihasilkan dialirkan ke turbin
yang akan bergerak apabila ada tekanan uap. Perputaran turbin digunakan untuk menggerakkan
generator, sehingga menghasilkan tenaga listrik. Satu gram U-235 setara dengan 2650 batu bara.
Pada PLTN panas yang digunakan untuk menghasilkan uap yang sama, dihasilkan dari reaksi
pembelahan inti bahan fisil (uranium) dalam reaktor nuklir. Sebagai pemindah panas biasa
digunakan air yang disirkulasikan secara terus menerus selama PLTN beroperasi. Proses
pembangkit yang menggunakan bahan bakar uranium ini tidak melepaskan partikel seperti CO2,
SO2, atau NOx, juga tidak mengeluarkan asap atau debu yang mengandung logam berat yang
dilepas ke lingkungan. Oleh karena itu PLTN merupakan pembangkit listrik yang ramah
lingkungan. Limbah radioaktif yang dihasilkan dari pengoperasian PLTN, adalah berupa elemen
bakar bekas dalam bentuk padat. Elemen bakar bekas ini untuk sementara bisa disimpan di lokasi
PLTN.
Prinsip Kerja PLTN

Prinsip kerja PLTN, pada dasarnya sama dengan pembangkit listrik konvensional, yaitu ; air
diuapkan di dalam suatu ketel melalui pembakaran. Uap yang dihasilkan dialirkan ke turbin yang
akan bergerak apabila ada tekanan uap. Perputaran turbin digunakan untuk menggerakkan
generator, sehingga menghasilkan tenaga listrik.

Perbedaannya pada pembangkit listrik konvensional bahan bakar untuk menghasilkan panas
menggunakan bahan bakar fosil seperti ; batubara, minyak dan gas. Dampak dari pembakaran
bahan bakar fosil ini, akan mengeluarkan karbon dioksida (CO2), sulfur dioksida (SO2) dan
nitrogen oksida (Nox), serta debu yang mengandung logam berat. Sisa pembakaran tersebut akan
ter-emisikan ke udara dan berpotensi mencemari lingkungan hidup, yang bisa menimbulkan
hujan asam dan peningkatan suhu global.

Sedangkan pada PLTN panas yang digunakan untuk menghasilkan uap yang sama, dihasilkan
dari reaksi pembelahan inti bahan fisil (uranium) dalam reactor nuklir. Sebagai pemindah panas
biasa digunakan air yang disirkulasikan secara terus menerus selama PLTN beroperasi. Proses
pembangkit yang menggunakan bahan bakar uranium ini tidak melepaskan partikel seperti CO2,
SO2, atau NOx, juga tidak mengeluarkan asap atau debu yang mengandung logam berat yang
dilepas ke lingkungan.

Reaktor daya dirancang untuk memproduksi energi listrik melalui PLTN. Reaktor daya hanya
memanfaatkan energi panas yang timbul dari reaksi fisi, sedang kelebihan neutron dalam teras
reaktor akan dibuang atau diserap menggunakan batang kendali. Karena memanfaatkan panas
hasil fisi, maka reaktor daya dirancang berdaya thermal tinggi dari orde ratusan hingga ribuan
MW. Proses pemanfaatan panas hasil fisi untuk menghasilkan energi listrik di dalam PLTN
adalah sebagai berikut:

1. Bahan bakar nuklir melakukan reaksi fisi sehingga dilepaskan energy dalam bentuk
panas yang sangat besar.
2. Panas hasil reaksi nuklir tersebut dimanfaatkan untuk menguapkan air pendingin, bisa
pendingin primer maupun sekunder bergantung pada tipe reaktor nuklir yang digunakan.
3. Uap air yang dihasilkan dipakai untuk memutar turbin sehingga dihasilkan energi gerak
(kinetik).
4. Energi kinetik dari turbin ini selanjutnya dipakai untuk memutar generator sehingga
dihasilkan arus listrik.

Secara ringkas dan sederhana, rancangan PLTN terdiri dari air mendidih, boiling water reactor
bisa mewakili PLTN pada umumnya, yakni setelah ada reaksi nuklir fisi, secara bertubi-tubi, di
dalam reaktor, maka timbul panas atau tenaga lalu ialirkanlah air di dalamnya. Kemudian uap
panas masuk ke turbin dan turbin berputar poros turbin dihubungkan dengan generator yang
menghasilkan listrik.
Reaktor Nuklir adalah suatu alat dimana reaksi berantai dapat dilaksanakan berkelanjutan dan
dikendalikan. Atau dengan kata lain reaktor nuklir merupakan suatu wadah bahan-bahan fisi
dimana proses reaksi berantai terjadi terus menerus tanpa berhenti atau tempat terjadinya reaksi
pembelahan inti (nuklir). Bagian utama dari reaktor nuklir yaitu: elemen bakar (batang-batang
bahan bakar), perisai (perisai termal), moderator dan elemen kendali.

Bahan bakar yang digunakan didalam reaktor nuklir ada tiga jenis antara lain :

 Uranium-235 (U235)
 Uranium-233 (U233)
 Plutonium-239 (Pu239)

Dari ketiga jenis bahan bakar diatas, yang paling sering digunakan sebagai bahan bakar reaktor
adalah Uranium-235 (U235)

Dampak yang Ditimbulkan dari Pembangunan PLTN

Dampak Positif

Dampak positif dari adanya PLTN ini, adalah dapat menghasilkan daya listrik yang cukup besar
sehingga pada saat terjadi beban puncak pemakaian daya listrik, kita tidak perlu khawatir lagi
akan adanya pemadaman bergilir.

Dampak Negatif

Reaktor nuklir sangat membahayakan dan mengancam keselamatan jiwa manusia. Radiasi yang
diakibatkan oleh reaktor nuklir ini ada dua, yaitu :

a. Radiasi langsung yaitu radiasi yang terjadi bila radioaktif yang dipancarkan mengenai
langsung kulit atau tubuh manusia.
b. Radiasi tak langsung adalah radiasi yang terjadi lewat makanan dan minuman yang
tercemar zat radioaktif, baik melalui udara, air, maupun media lainnya.

Komponen Utama Reaktor Nuklir

1. Inti reaktor : Dibuat dari batang-batang bahan bakar yang berisi uranium alam, uranium
yang dipercaya, plutoium, atau U-233. Batang- batang bahan bakar tersebut dapat
dicampur dengan material-material tidak berfisi.
2. Moderator : Berfungsi untuk memperlambat kecepatan nutron sehingga berkecepatan
termal. Biasanya dibuat dari granit yang membungkus bahan bakar, tetapi mungkin juga
air berat, air ringan (normal), atau berilium. Moderator dapat juga dicampur dengan
bahan bakar.
3. Perisai Termal : Berfungsi menyerap radiasi (parikel, nutron yang terlepas, dan sinar
gamma) yang terjadi karena proses fisi. Karena itu perisai menyelubungi inti reaktor,
biasanya dibuat dari besi, menyerap energi dan menjadi panas.
4. Reflektor : Berfungsi untuk memantulkan kembali nutron yang meninggalkan inti bahan
bakar. Pada gambar diatas menunjukkan bahwa tepi moderator juga berfungsi sebagai
reflektor, selain reflektor yang diletakkan di dalam perisai termal dan menyelubungi inti
reaktor.
5. Tangki Reaktor : Berfungsi untuk membungkus seluruh inti reaktor, reflektor dan perisai
termal. Dengan demikian tangki reaktor membentuk pula saluran untuk mengatur aliran
pendingin melalui dan mengelilingi inti reaktor.
6. Fluida Pendingin : Membawa panas yang dihasilkan dari proses fisi untuk berbagai
keperluan, antara lain sebagai pemanas air ketel pada pusat tenaga uap. Menjaga agar
bahan bakar reaktor dan perlengkapannya ada pada temperature yang diperbolehkan
(aman dan tidak rusak).
7. Perisai Biologi : Membungkus reaktor untuk menahan dan melemahkan semua radiasi
yang mematikan sebagai akibat dari proses fisi. Perisai biologi dapat dibuat dari besi,
timah hitam atau beton tebal dicampur oksida besi.
8. Batang-batang Kendali : Berfungsi mengendalikan proses fisi (pembangkitan panas) di
dalam reaktor, yaitu dengan menyerap nutron berlebihan yang terjadi dari proses fisi.
Batang-batang kendali biasanya terbuat dari boron atau hafnium yang dapat menyerap
nutron.

Prinsip Kerja Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir

Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir atau yang lebih dikenal dengan singkatan PLTN, sudah
digunakan teknologinya lebih dari 50 tahun yang lalu. Keunggulan PLTN adalah tidak
menghasilkan emisi gas CO2 sama sekali. Selain itu PLTN juga mampu menghasilkan daya
stabil yang jauh lebih besar jika dibandingkan dengan pembangkit listrik lainnya. Perlu diketahui
juga bahwa bahan bakar uranium yang sudah habis dipakai dapat didaur ulang kembali
menghasilkan bahan bakar baru untuk teknologi di masa depan.

Indonesia sebenarnya sangat cocok mengembangkan pembangkit listrik ini, sebagai upaya
diversifikasi penggunaan pembangkit listrik primer berbahan bakar fosil, seperti batubara,
minyak bumi, dan gas alam. Dengan penanggulangan radiasi yang cermat dan berlapis, PLTN
dapat menjadi solusi kebutuhan energi listrik yang besar di Indonesia.

PRINSIP KERJA PLTN

Prinsip kerja PLTN hampir mirip dengan cara kerja pembangkit listrik tenaga uap (PLTU)
berbahan bakar fosil lainnya. Jika PLTU menggunakan boiler untuk menghasilkan energi
panasnya, PLTN menggantinya dengan menggunakan reaktor nuklir.

Seperti terlihat pada gambar 1, PLTU menggunakan bahan bakar batubara, minyak bumi, gas
alam dan sebagainya untuk menghasilkan panas dengan cara dibakar, kemudia panas yang
dihasilkan digunakan untuk memanaskan air di dalam boiler sehingga menghasilkan uap air, uap
air yang didapat digunakan untuk memutar turbin uap, dari sini generator dapat menghasilkan
listrik karena ikut berputar seporos dengan turbin uap.

PLTN juga memiliki prinsip kerja yang sama yaitu di dalam reaktor terjadi reaksi fisi bahan
bakar uranium sehingga menghasilkan energi panas, kemudian air di dalam reaktor dididihkan,
energi kinetik uap air yang didapat digunakan untuk memutar turbin sehingga menghasilkan
listrik untuk diteruskan ke jaringan transmisi,.
Proses kerja PLTN sebenarnya hampir sama dengan proses kerja pembangkit listrik
konvensional seperti pembangkit listrik tenaga uap (PLTU), yang umumnya sudah dikenal secara
luas. Yang membedakan antara dua jenis pembangkit listrik itu adalah sumber panas yang
digunakan. PLTN mendapatkan suplai panas dari reaksi nuklir, sedang PLTU mendapatkan
suplai panas dari pembakaran bahan bakar fosil seperti batubara atau minyak bumi.
Reaktor daya dirancang untuk memproduksi energi listrik melalui PLTN. Reaktor daya hanya
memanfaatkan energi panas yang timbul dari reaksi fisi, sedang kelebihan neutron dalam teras
reaktor akan dibuang atau diserap menggunakan batang kendali. Karena memanfaatkan panas
hasil fisi, maka reaktor daya dirancang berdaya thermal tinggi dari orde ratusan hingga ribuan
MW. Proses pemanfaatan panas hasil fisi untuk menghasilkan energi listrik di dalam PLTN
adalah sebagai berikut :
• Bahan bakar nuklir melakukan reaksi fisi sehingga dilepaskan energi dalam bentuk panas yang
sangat besar.
• Panas hasil reaksi nuklir tersebut dimanfaatkan untuk menguapkan air pendingin, bisa
pendingin primer maupun sekunder bergantung pada tipe reaktor nuklir yang digunakan.
• Uap air yang dihasilkan dipakai untuk memutar turbin sehingga dihasilkan energi gerak
(kinetik).
• Energi kinetik dari turbin ini selanjutnya dipakai untuk memutar generator sehingga dihasilkan
arus listrik.

STRUKTUR ATOM URANIUM DAN REAKSI FISI

Agar dapat lebih mudah memahami bagaimana terjadinya reaksi fisi didalam reaktor PLTN,
pada sub-bab ini akan disampaikan tentang bagaimana strutur atom didalam uranium dan apakah
itu reaksi fisi.

Strukut Atom Uranium


Sejatinya segala unsur yang terdapat di alam terbentuk dari kumpulan atom-atom. Ada 92 jenis
atom yang telah didefinisikan hingga saat ini. Inti dari suatu atom terdiri atas proton yang
bernilai positip dan neutron yang bersifat netral. Disekitar intinya terdapat elektron yang
mengelilingi, biasanya berjumlah sama dengan proton dan terikat dengan gaya
elektromagnetiknya. Jumlah proton pada atom menjadi ciri khas suatu jenis atom dan lebih
dikenal dengan sebutan nomer atom, yang menentukan unsur kimia atom tersebut.

Unsur uranium memiliki jumlah proton 92 buah atau dengan kata lain nomer atom Uranium
adalah 92. Namun di alam, terdapat 3 jenis unsur yang memiliki jumlah proton 92 buah, masing-
masing memiliki jumlah neutron sebanyak 142, 143, dan 148 buah. Unsur yang memiliki 143
buah neutron ini disebut dengan Uranium-235, sedangkan yang memiliki 148 buah neutron
disebut dengan Uranium-238. Suatu unsur yang memiliki nomer atom sama namun jumlah
neutron yang berbeda biasa disebut dengan isotop. Gambar berikut adalah struktur dari atom
Uranium dan tabel yang menjelaskan tentang isotopnya.
Uranium yang terdapat di alam bebas sebagian besar adalah Uranium yang sulit bereaksi, yaitu
Uranium-238. Hanya 0,7 persen saja Uranium yang mengandung isotop Uranium-235.
Sedangkan bahan bakar Uranium yang digunakan di PLTN adalah Uranium yang kandungan
Uranium-235 nya sudah ditingkatkan menjadi 3-5 %.

Gambar 2 Struktur atom Uranium

Reaksi Fisi Uranium


Perlu diketahui bahwa reaksi fisi bisa terjadi disetiap inti atom dari suatu unsur tanpa terkecuali.
Namun reaksi fisi yang paling mudah terjadi adalah reaksi pada inti atom Uranium. Uranium pun
sama halnya, yang paling mudah terjadi reaksi adalah Uranium-235, sedangkan Uranium-238
memerlukan energi yang lebih besar agar dapat terjadi reaksi fisi ini.

Reaksi fisi terjadi saat neutron menumbuk Uranium-235 dan saat itu pula atom Uranium akan
terbagi menjadi 2 buah atom Kr dan Br. Saat terjadi reaksi fisi juga akan dihasilkan energi panas
yang sangat besar. Dalam aplikasinya di PLTN, energi hasil reaksi fisi ini dijadikan sumber
panas untuk menghasilkan uap air. Uap air yang dihasilkan digunakan untuk memutar turbin dan
membuat generator menghasilkan listrik.

Pada saat Uranium-235 ditumbuk oleh neutron, akan muncul juga 2-3 neutron baru. Kemudian
neutron ini akan menumbuk lagi Uranium-235 lainnya dan muncul lagi 2-3 neutron baru lagi.
Reaksi seperti ini akan terjadi terus menerus secara perlahan di dalam reaktor nuklir.

Neutron yang terjadi akibat reaksi fisi sebenarnya bergerak terlalu cepat, sehingga untuk
menghasilkan reaksi fisi yang terjadi secara berantai kecepatan neutron ini harus diredam dengan
menggunakan suatu media khusus. Ada berbagai macam media yang digunakan sampai saat ini
antara lain air ringan/tawar, air berat, atau pun grafit. Secara umum kebanyakan teknologi PLTN
di dunia menggunakan air ringan (Light Water Reactor, LWR).
Perlu diperhatikan disini bahwa di dalam reaktor nuklir, bahan bakar Uranium yang digunakan
dijaga agar tidak sampai terbakar atau mengeluarkan api. Sebisa mungkin posisi bahan bakarnya
diatur sedemikian hingga agar nantinya hasil reaksi fisi ini masih bisa diolah kembali untuk
dijadikan bahan bakar baru untuk digunakan pada teknologi PLTN di masa yang akan datang.

Gambar 3 Proses terjadinya reaksi fisi

Besarnya Energi Reaksi Fisi


Gambar 4 berikut ini adalah data tentang jumlah bahan bakar yang diperlukan dalam 1 tahun
untuk masing-masing pembangkit listrik berkapasitas 1000 MW. Disini terlihat bahwa untuk 1
gram bahan bakar Uranium dapat menghasilkan energi listrik yang setara dengan 3 ton bahan
bakar batubara, atau 2000 liter minyak bumi. Oleh karena energi yang dihasilkan Uranium
sangat besar, bahan bakar PLTN juga dapat menghemat biaya di pengakutan dan penyimpanan
bahan bakar pembangkit listrik
Gambar 4 Banyaknya bahan bakar yang diperlukan dalam 1 tahun
untuk masing-masing pembangkit listrik berkapasitas 1000 MW